• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MOJOKERTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MOJOKERTO"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MOJOKERTO

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah satu Persyaratan Mencapai

Derajat Sarjana Ekonomi

Disusun oleh :

Fajrus Shobakh 09630104

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas

limpahan rahmat dan hidayah-Mu peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul “ANALISIS POTENSIPENDAPATAN ASLI DAERAH DI

KOTA MOJOKERTO” disusun untuk memenuhi serta melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, program studi Ilmu Ekonomi Studi

Pembangunan pada Universitas Muhammadiyah Malang.

Selama penyususnan skripsi, penulis telah banyak mendapat

bimbingan, drongan serta motivasi dari beberapa pihak. Untuk itu penulis

mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Dr, H. Muhajir efendi, MAP selaku Rekror Universitas

Muhammadiyah Malang.

2. Bapak Dr. Nazaruddin Malik, SE, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Ibu Ida Nuraini, SE, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Studi

Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Bapak Drs. M. Faisal Abdullah, MM selaku pembimbing I yang denhgan

ikhlas meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberi arahan

(7)

vii

5. Ibu Drs. Dwi Susilowati,MM selaku pembimbing II yang dengan sabar

membimbing dan memberikan arahan dan saran sampai terselesaikan

skripsi ini.

6. Bapak Dwi Eko Waluyo,SE,M.Si selaku Wali Kelas C IESP 2009 yang

telah memberikan bantuan dan nasehat selama menenmpuh perkuliahan.

7. Bapak/Ibu Dosen IESP yang telah memberikan pengetahuan selama masa

perkuliahan, sehingga saya datap menyeleseaikan skripsi ini.

8. Bapak Pimpinan Dinas Badan Pusat Statistik Kota Mojokerto yang telah

bersedia memberikan tempat peneliti melakukan penelitian.

9. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan baik secara

moral maupun materi serta do’anya sehingga dapat menyelesaikan skripsi

ini.

Disadari bahwa dengam kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki

peneliti, oleh karena itu peneliti mengharapakan saran yang membangun agar

tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Wassalamu’alaikum Wr, Wb.

Malang, juli 2013

(8)

viii DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1

B. Rumusan Masalah...5

C. Tujuan Penelitian ...5

D. Kegunaan Penelitian ...6

E. Batasan Masalah ...6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Penelitian Terdahulu ...7

B. Landasan Teori ...10

1. Potensi Pendapatan ...10

2. Klasifikasi Pendapatan Daerah ...10

3. Pajak Daerah ...12

(9)

ix

5. Prinsip Daerah ...14

6. Retribusi Daerah ...16

7. Kriteria Retribusi Dearah ...16

8. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ...18

9. Devinisi Oprasional...21

BAB III. MET0DELOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian ...22

B. Jenis Penelitian ...22

C. Jenis dan Sumber Data ...22

D. Teknik Pengambilan Data ...23

E. Teknik Analisis Data ...23

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian ...26

1. Kondisi Geografis ...26

2. Kondisi Demografis ...28

3. Kondisi Perekonomian Kota Mojokerto ...29

3.1. Pertumbuhan Ekonom ...29

3.2. Perkembangan PDRB ...30

3.3. Pertumbuhan Income Perkapita ...32

(10)

x

3.5. Kondisi Sektor Industri ...35

3.6. Kondisi Sektor Perdagangan Hotel dan Restoran ...37

3.6.1. Perkembangan Sektor Perdagangan ...37

3.6.2. Perkembangan Jumlah Hotel dan Restoran...38

4. Kebijakan Belanja Daerah ...40

5. Kondisi Kependudukan dan ketenagakerjaan ...42

5.1.Struktur Kependudukan ...42

5.2.Perkembangan Jumlah Angkatan Kerja ...43

6. Kondisi Perhubungan ...45

7. Kondisi Bidang Pendidikan ...46

B. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Kontribusi Total PAD Terhadap Total Belanja Daerah Kota Mojokerto tahun 2001-2011 ...47

2. Hasil Perhitungan dan Pembahasan Tipologi Klasen PAD Setiap Jenis Pajak dan Retribusi Daerah Kota Mojokerto 2001-2011 ...51

3. Analisis Trend ...62

(11)

xi

B. Saran ...64

DAFTAR PUSTAKA

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Dan kota Mojokerto ... 29

Tabel 4.2. Perkembangan PDRB (Atas Harga Berlaku) ... 31

Tabel 4.3. Perkembangan PDRB (Atas Harga Konstan) ... 32

Tabel 4.4. Pertumbuhan Income Perkapita Kota Mojokerto ... 33

Tabel 4.5. Kontribuysi Masing-masing Sektor Terhadap PDRB ... 34

Tabel 4.6. Perkembangan Kondisi Industri Kecil ... 36

Tabel 4.7. Perkembangan Usaha Daerah Kota Mojokerto ... 37

Tabel 4.8. Perkembangan Kondisi Perdagangan Kota Mojokerto ... 38

Tabel 4.9. Perkembangan Jumlah Hotel ... 39

Tabel 4.10. Perkembangan Jumlah Restoran/Rumah Makan ... 40

Tabel 4.11. Komposisi Kependudukan Kota Mojokerto ... 42

Tabel 4.12. Perkembangan Jumlah Pendududuk Angkatan Kerja ... 44

Tabel 4.13. Perkembangan Kondisi Ketenagakerjaan Tahun 2002-2004 ... 45

Tabel 4.14. Kontribusi Total PAD Perbandingan Terhadap Total Belanja Daerah Kota Mojokerto Tahun 2001-2011 ... ... 48

Tabel 4.15. Komposisi Jenis Pajak Daerah Kota Mojokerto 2001-2011 ... 52

Tabel 4.16. Komposisi Jenis Retribusi Daerah Kota Mojokerto 2001-2011 ... 53

Tabel 4.17. Pertumbuhan Jenis Pajak Daerah Kota Mojokerto Tahun 2001-20011 ... .. 54

(13)

xiii

Tabel 4.19. Tipologi Klasen PAD Tiap Jenis Pajak Daerah Kota Mojokerto

Tahun 2001-2011 ... 56

Tabel 4.20. Tipologo Klasen PAD Tiap Jenis Retribusi Daerah Kota Mojokerto

Tahn 2001-2011 ... 57

(14)

xiv

DAFTAR PUSTAKA

Anggaraini, Dina. 2001. Potensi Retribusi Parkir Sebagai Salah Satu Sumber

Pendapatan Asli Kota Kediri. Skripsi. Fakultas Ekonomi,

Universitas Diponegoro.

Anderson, Herscel dan Brock Horace. 2002. Hukum pajak dan Retribusi.

Erlangga

Badan Pusat Statistik. 2001-2011. Kota Mojokerto Dalam Angka. Kota

Mojokerto. Jakarta

Badan Pusat Statistik. 2001-2004. Produk Domestik Regional Bruto. Kota

Mojokerto.

Badan Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto. 2002-2004.

Perkembangan Usaha Daerah Kota Mojokert.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Analisis Potensi

Masyarakat Lokal Berwawasan Industri di Kota Mojokerto.

Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Halim, Abdul. 2001-2004. Manajemen Keuangan Daerah. Bunga Rampai.

Yogyakarta : UPP AMPYKPN.

Herawati, Aisah I. 2005. Analisis kinerja keuangan Pemerintah Daerah

Kabupaten Banjarnegara. Skripsi. Fakultas Ekonomi,

dipiblikasikan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Munawir. H.S, 2000. Perpajakan. Liberty. Yogyakarta.

(15)

xv

Soemitro, Rochmat. 1998.Eresco. Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak

Pendapatan. Bandung.

Rohdhiyanah. 2005. Analisis Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Batu,

dipublikasikan. Universitas Muhammadiyah Malang

http://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/category/buku/page/2/. diakses tanggal

15 November 2012.

Wiratmo, Masykur. Jurnal. Manajemen Penggalian Potensial Penerimaan

Daerah.

Zulkarnaen, Sastra. 2006. Peranan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Terhadap Tingkat Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kab.

Jombang dan Sesudah Diberlakukan Otonomi Daerah,

(16)
(17)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Setiap daerah di Indonesia diberikan hak untuk melakukan

otonomi daerah dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata dan

bertanggung jawab yang dapat menjamin perkembangan dan

pembangunan daerah. Pemberian kewenangan dimaksud dilaksanakan

secara proporsional yang diwujudkan dengan pengaturan,pembagian

dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan serta

perimbangan keuangan pusat dan daerah. Maksud dari pemberian

otonomi adalah untuk pembangunan dalam arti luas yang meliputi

segala segi kehidupan, dimana dalam pelaksanaannya sesuai dengan

prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan, keadilan,

potensi dan keanekaragaman daerah dalam kerangka Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Jadi otonomi daerah merupakan sarana untuk

meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin

baik.

Penyelenggarakan otonomi daerah yang luas, nyata dan

bertanggungjawab diperlukan kewenangan dan kemampuan menggali

sumber keuangan sendiri, yang didukung oleh perimbangan keuangan

antara pusat dan daerah. Dalam hal ini, kewenangan keuangan yang

melekat pada setiap kewenangan pemerintahan yang menjadi

(18)

2

yang semakin mantap, maka diperlukan usaha-usaha untuk

meningkatkan kemampuan keuangan sendiri yakni dengan upaya

peningkatan pener imaan Pendapatan Asli daerah (PAD), baik dengan

meningkatkan sumber PAD yang sudah ada maupun dengan

penggalian sumber PAD yang baru sesuai dengan ketentuan yang ada serta

memperhatikan kondisi dan potensi ekonomi masyarakat. Dalam

melaksanakan upaya peningkatkan Pendapatn Asli daerah (PAD), perlu

diadakan analisis potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pelaksanaan kepemerintahan daerah berdasarkan prinsip otonomi

yang luas sebagaimana yang diatur dalam UU No.22 tahun 1999 tentang

Pemerintah Daerah memberikan konsekuensi terhadap kewenangan

pemerintah daerah Kabupaten/Kota khususnya di bidang pembuatan

perencanaan pembangunan. Kedudukan rumusan perencanaan

pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota sangat urgen dan strategis,

karena pada dasarnya suatu perencanaan berfungsi sebagai pedoman dan

arah serta sebagai tolok ukur untuk menilai suatu keberhasilan

pelaksanaan pembangunan.

Dalam kerangka pengembangan Gerbang Kertasusila, peran Kota

Mojokerto sangat strategis, karena sebagai penyangga ibukota Provinsi

Jawa Timur yakni Surabaya.

Dilihat dari akses ke Surabaya, Kota Mojokerto terbilang cukup

memadai dalam hal sarana dan prasarana seperti jalan antar kota, sehingga

(19)

3

beraktivitas di Kota Surabaya. Hal inilah yang kemudian memacu

perputaran ekonomi di Kota Mojokerto, karena tingkat konsumsi

masyarakat Kota Mojokerto cukup tinggi. Faktor inilah yang kemudian

membuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto cukup

tinggi. Maka dari faktor inilah kemudian potensi sumber daya manusia

menjadi prioritas bagi pembangunan ekonomi.

Kemampuan Kota Mojokerto kalau digali lebih lanjut, mempunyai

sisi yang luar biasa penting dan mempunyai peluang dan potensi yang

besar. Banyak yang bisa diolah dan dijadikan sebagai potensi, dimana

sektor-sektor pembangunan seperti pariwisata, industri, jasa dan properti

kalau diuraikan satu persatu dan dianalisa sedemikian rupa akan

menghasilkan sebuah pemetaan tersendiri yang dapat menjadi peluang

bagi pembangunan dan pertumbuhan Kota Mojokerto.

Berpedoman kepada kerangka pembangunan Kota yang lebih

terarah dan terprogram maka, penyusunan profil dan peluang investasi ini

akan menjadi sebuah pedoman atau bahan masukan bagi seluruh pihak,

termasuk pemerintah Kota sendiri maupun warga Kota Mojokerto dan

para pakar pembangunan maupun investor dan calon investor. Memang

secara mendasar kalau kita lihat dari sisi perekonomian Kota Mojokerto

yang wilayahnya paling kecil diantara Kota-kota lain di Provinsi Jawa

Timur dan bahkan seluruh Indonesia. Kalau kita lihat secara seksama

(20)

4

Berbagai produk rencana pembangunan telah dibuat oleh

Pemerintah Kota Mojokerto sebagai salah satu pemerintah daerah otonomi

di Propinsi Jawa Timur. Namun pada tataran implementasi rancangan

perencanaan tersebut menghadapi banyak persoalan yang mengakibatkan

kinerja pembangunan Kota Mojokerto belum menunjukkan hasil yang

optimal. Salah satu penyebabnya karena pendekatan pembangunan yang

dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto masih menekankan pada

pendekatan pemecahan masalah secara multisektor. Sehingga dalam

pemilihan sektor kurang memperhatikan keunggulan komparatif dan

belum mendasarkan pada sektor potensial. Dengan demikian dana

pembangunan yang dikeluarkan menjadi kurang tepat sasaran dan kurang

dapat membangkitkan perekonomian daerah, akibatnya perkembangan

perekonomian di Kota Mojokerto kurang menggembirakan. Hal ini terlihat

dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto pada

tahun 2004 (atas dasar harga konstan tahun 1993) yang hanya sebesar Rp

1.288,64 milyar atau 1,93 persen dari PDRB Propinsi Jawa Timur yang

mencapai Rp 66.689,82 milyar. Demikian pula jika dibandingkan dengan

rata-rata PDRB kabupaten/kota di Jawa Timur yang berjumlah 38 buah,

Kota Mojokerto masih berada di bawah rata-rata. Rata-rata PDRB

kabupaten/kota di Jawa Timur sebesar Rp 1.754,99 milyar.

Permasalahan lainnya yang menjadi kendala pelaksanaan

program-program pembangunan dan belanja daerah adalah kemampuan

(21)

5

Pada tahun 2004 PAD Kota Mojokerto hanya Rp 11,956,088,366 milyar,

angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan APBD yang mencapai Rp

382,99 milyar. Keadaan ini jelas sangat berpengaruh sekali pada

penetapan program-program pembangunan dan belanja daerah. Untuk

mengatasi permasalahan tersebut di atas, maka diperlukan pemilihan

program pembangunan strategis serta optimalisasi pengelolaan

sektor-sektor ekonomi potensial sehingga dapat meningkatkan perekonomian

Kota Mojokerto.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Mojokerto?

2. Seberapa besar pertumbuhan pajak dan retribusi daerah kota Mojokerto?

3. Seberapa besar proyeksi Pendapatan Asli Daerah kota Mojokerto selama 5

tahun 2012-2016?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap

penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di kota

Mojokerto.

2. Untuk mengetahui tingkat perkembangan potensi pajak dan retribusi

daerah di Kota Mojokerto.

3. Untuk mengetahui prospek Pendapatan Asli Dsaerah yang dhasilkan kota

(22)

6

D. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai

berikut diantaranya untuk :

1. Bagi Peneliti, sebagai bahan perbandingan dari produk pendidikan

universitas, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan

informasi untuk penelitian lebih lanjut khususnya pada pembahasan pada

bidang yang sama sehingga diharapkan munculnya generasi bangsa yang

lebih baik dan betanggungjawab.

2. Bagi Instansi Pemerintah Daerah, dapat dipergunakan sebagai bahan

masukan, bahan pertimbangan serta evaluasi dalam menentukan kebijakan

selanjutnya.

E. Batasan Masalah

Agar dalam pembahasan pokok permasalahan lebih terfokus, maka penulis

memberi batasan pada perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dibuat

yaitu:

Kontribusi keuangan pemerintah daerah khususnya pendapatan daerah

untuk tahun anggaran 2001-2011 dengan mempergunakan perbandingan rasio

keuangan pada belanja daerah tahun 2001-2011 dan metode tolak ukur yang

digunakan adalah time series. Untuk mengetahui perkembangan potensi

pendapatan asli daerah hanya menggunakan pajak daerah dan retribusi daerah .

Kemudian untuk mengukur prospek Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama

periode kedepan menggunakan analisis trend selama 5 tahun dimulai tahun

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah akumulasi kompleks Hg dan Cd; kompleks Hg, Cd dan Pb yang tersebar acak di dalam jaringan sel organ hati, ginjal, insang, jaringan ikat dan disekitar pembuluh darah

Perspektif Daya Dukung Lahan Pertanian dan Inovasi Teknologi dalam Sistem Integrasi Ternak Tanaman Berbasis Padi, Sawit, dan Kakao.. Prosiding Workshop Nasional Dinamika

Maka dapat dirumuskan pernyataan penelitian : apakah Kejelasan Sasaran Anggaran yang terdiri dari partisipasi penyusutan, kejelasan sasaran anggaran, evaluasi anggaran,

Tujuan yang diharapkan dari pembangunan website praktek kerja industri di SMK Bakti Nusantara 666 ini diharapkan dapat membantu kegiatan prakerin dan dapat mempermudah

Ketuban pecah dini preterm adalah pecahnya ketuban yang terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin dan, tes fern atau IGFBP-1 (+) pada usia <37 minggu sebelum onset

bahwa untuk melaksanakan Pasal 30 Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, maka perlu mengatur

Pernyataan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Haryati (2009) yang menunjukkan bahwa secara simultan atau bersama-sama inflasi dan nilai tukar

1) Budaya, persepsi pada warisan budaya suatu negara terhadap budaya tradisional dan kontemporernya hingga mampu memberikan keunggulan tersendiri dan bermutu tinggi.