• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI KEINDAHAN ALAM DENGAN METODE EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SAYUNG KABUPATEN DEMAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI KEINDAHAN ALAM DENGAN METODE EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SAYUNG KABUPATEN DEMAK"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Zuhrotun Afiyah
  • Pengajar:
    • Dra. L.M. Budiyati, M. Pd.
    • U’um Qomariyah, S. Pd., M. Hum.
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Topik: Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Keindahan Alam dengan Metode Examples Non Examples
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2011
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Dalam bab ini, penulis menjelaskan latar belakang masalah terkait rendahnya keterampilan menulis puisi di kalangan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sayung Kabupaten Demak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tersebut melalui metode examples non examples. Penulis juga mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dan guru, serta merumuskan tujuan dan manfaat penelitian. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan, khususnya dalam pembelajaran menulis puisi.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bahasa sebagai alat komunikasi memiliki dua bentuk, yaitu lisan dan tulis. Keterampilan menulis puisi sebagai bagian dari bahasa tulis sangat penting, namun banyak siswa yang merasa kesulitan. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik, sehingga siswa merasa bosan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan metode yang lebih efektif, seperti examples non examples, untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis puisi.

1.2 Identifikasi Masalah

Masalah yang dihadapi dalam pembelajaran menulis puisi antara lain adalah rendahnya minat siswa dan ketidakmampuan dalam mengekspresikan ide. Faktor internal seperti kurangnya pemahaman dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang monoton juga berkontribusi terhadap masalah ini. Penelitian ini berfokus pada penerapan metode examples non examples untuk mengatasi masalah tersebut.

1.3 Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada penggunaan metode examples non examples dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi di kalangan siswa kelas VIIC SMP Negeri 2 Sayung. Fokus utama adalah pada analisis objek langsung yang dapat membantu siswa dalam menciptakan puisi yang lebih baik berdasarkan pengamatan mereka.

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini meliputi dua pertanyaan utama: pertama, bagaimana peningkatan keterampilan menulis puisi siswa melalui metode examples non examples? Kedua, bagaimana perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode tersebut?

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi siswa serta perubahan perilaku mereka setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode examples non examples. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pembelajaran menulis puisi.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoretis dan praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat menambah kajian tentang pembelajaran menulis puisi. Secara praktis, penelitian ini dapat memberikan masukan bagi guru dalam memilih metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif, serta membantu siswa dalam mengembangkan ide-ide mereka.

II. LANDASAN TEORETIS

Dalam bab ini, penulis membahas teori-teori yang mendasari penelitian ini, termasuk pengertian keterampilan menulis puisi, hakikat puisi, dan metode examples non examples. Penulis juga mengulas berbagai penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik ini, menunjukkan kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks metode examples non examples.

2.1 Tinjauan Pustaka

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterampilan menulis puisi siswa masih rendah. Berbagai metode telah diuji, namun penelitian tentang metode examples non examples masih jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menerapkan metode yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi.

2.2 Landasan Teoretis

Landasan teoretis mencakup pengertian keterampilan menulis puisi, hakikat puisi, dan metode examples non examples. Keterampilan menulis puisi dianggap sebagai bentuk komunikasi yang kompleks, di mana siswa perlu memahami berbagai unsur puisi seperti tema, nada, dan struktur. Metode examples non examples memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.

2.2.1 Pengertian Keterampilan Menulis Puisi

Keterampilan menulis puisi adalah kemampuan untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan pengalaman dalam bentuk puisi. Menulis puisi melibatkan proses kreatif yang memerlukan pemahaman mendalam tentang bahasa dan struktur puisi. Keterampilan ini dapat dikembangkan melalui latihan dan bimbingan yang tepat.

2.2.2 Hakikat Puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menyampaikan pikiran dan perasaan penyair dengan bahasa yang padat dan imajinatif. Dalam puisi terdapat berbagai jenis dan unsur yang harus dipahami oleh siswa agar dapat menulis puisi dengan baik. Pemahaman ini penting untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi di kalangan siswa.

2.2.3 Metode Examples Non Examples

Metode examples non examples adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengamatan dan analisis. Dalam konteks menulis puisi, siswa diajak untuk melihat contoh dan non-contoh puisi, sehingga mereka dapat memahami elemen-elemen yang membedakan puisi yang baik dari yang tidak. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa secara signifikan.

III. METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan desain penelitian yang digunakan, subjek penelitian, serta instrumen yang diterapkan dalam pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan desain tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dengan fokus pada peningkatan keterampilan menulis puisi siswa melalui metode examples non examples.

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian tindakan kelas digunakan untuk mengamati dan meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Desain ini memungkinkan peneliti untuk melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil observasi.

3.2 Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIC SMP Negeri 2 Sayung Kabupaten Demak. Penelitian ini melibatkan semua siswa dalam kelas tersebut untuk mendapatkan data yang representatif mengenai peningkatan keterampilan menulis puisi melalui metode examples non examples.

3.3 Variabel Penelitian

Variabel penelitian meliputi keterampilan menulis puisi sebagai variabel dependen dan metode examples non examples sebagai variabel independen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh metode tersebut terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi siswa.

3.4 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian terdiri dari tes keterampilan menulis puisi dan nontes berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis puisi, sedangkan observasi dan wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang perubahan perilaku siswa.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui teknik tes dan nontes. Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis puisi, sementara nontes digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan interaksi siswa selama kegiatan. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes, sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi dan wawancara. Hasil analisis digunakan untuk mengevaluasi efektivitas metode examples non examples dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan keterampilan menulis puisi siswa setelah menerapkan metode examples non examples. Pembahasan dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan tersebut serta perubahan perilaku siswa selama proses pembelajaran.

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis puisi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode examples non examples. Rata-rata nilai siswa meningkat dari siklus I ke siklus II, menunjukkan efektivitas metode ini dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi.

4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I

Pada siklus I, nilai rata-rata keterampilan menulis puisi siswa adalah 68,82. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa kemajuan, masih terdapat ruang untuk perbaikan. Observasi selama siklus I menunjukkan bahwa siswa masih merasa kesulitan dalam mengekspresikan ide mereka secara tertulis.

4.1.2 Hasil Penelitian Siklus II

Setelah menerapkan perbaikan berdasarkan refleksi dari siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 78,02 pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode examples non examples efektif dalam membantu siswa menulis puisi dengan lebih baik dan lebih percaya diri.

4.2 Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode examples non examples tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis puisi, tetapi juga mengubah perilaku siswa menjadi lebih antusias dan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa menunjukkan minat yang lebih besar terhadap kegiatan menulis puisi dan lebih mudah dalam menemukan ide untuk dituangkan dalam bentuk puisi.

V. PENUTUP

Bab penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk praktik pembelajaran di masa depan. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode examples non examples dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa.

5.1 Simpulan

Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode examples non examples mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 2 Sayung Kabupaten Demak. Siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menulis puisi, serta menunjukkan minat yang lebih besar terhadap pembelajaran sastra.

5.2 Saran

Saran yang diberikan kepada guru adalah untuk terus menggunakan metode yang menarik dalam pembelajaran menulis puisi, seperti metode examples non examples, agar siswa tetap termotivasi dan tidak merasa bosan. Selain itu, penting untuk menyesuaikan objek yang dipilih dalam penulisan puisi dengan pengetahuan dan pengalaman siswa.

Gambar

gambar atu bentuk tertentu lainnya).
gambar menjadi sebuah puisi, kemudian mempresentasikan hasilnya di depan
gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran menulis puisi,
gambar lingkungan sekolah yang sudah biasa dilihat oleh siswa, sehingga siswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian minat dan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIIF SMP N 1 Teras dengan menerapkan metode pembelajaran outdoor mengalami peningkatan, dapat

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VIIF SMP N 1 Teras dengan menerapkan metode pembelajaran

Keterampilan menulis puisi siswa menunjukkan peningkatan, pada siklus I persentase kelulusan siswa 64% dengan rerata nilai 78 dan pada siklus II persentase

Murniati, Rina. Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berdasarkan Keindahan Alam dengan Menggunakan Teknik Beriur Kata Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 2

Hasil keterampilan menulis puisi yang telah dicapai siswa setelah dilakukan pembelajaran pada siklus II sudah mencapai ketuntasan, yaitu skor rata- rata siswa mencapai 85,28. Hal

Namun pada siklus III terjadi peningkatan rata-rata total nilai hasil keterampilan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan model picture and picture sebesar

Berdasarkan tabel 3 di atas, siklus I menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan siswa dalam menulis puisi menggunakan model picture and picture adalah 53,85 dan

SIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian tindakan tentang Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi melalui Pendekatan whole language pada siklus pertama dan kedua dihasilkan