Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/Tanggal Lahir : Bogor, 10 Oktober 1990
Usia : 22 Tahun
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Anak ke Warga Negara
: :
Satu Dari Dua Bersaudara Indonesia
Alamat : Jl. Kebon Pedes RT 03 RW 03 No.10 Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor
E-mail : [email protected]
PENDIDIKAN FORMAL
1994 – 1996 Taman Kanak-Kanak Al-Mustaqim Kota Bogor 1996 – 2002 Sekolah Dasar Negeri Kebon Pedes 3 Kota Bogor 2002 – 2005 Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Kota Bogor 2005 – 2008 Sekolah Menengah Atas PGRI 4 Kota Bogor
SKRIPSI
Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
RIZKY ASWIN AMVANI
10108483
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
iii
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat hidayah dan karunia-Nya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Rasulullah SAW, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul “Sistem Informasi Inventory Dengan
Memanfaatkan Metode Single Exponential Smoothing Untuk Peramalan Penjualan Produk di PD Nabila Kosmetik Bogor”.
Adapun tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi jenjang strata satu (S1) di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Komputer Indonesia.
Dengan keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis, maka penulis membutuhkan peran serta dari pihak lain dalam proses penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu izinkanlah penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.
2. Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang telah menyampaikan wahyu Allah.
3. Ibundaku Wiwin Suwartini dan bapakku Saepudin yang selama ini telah banyak memberikan kasih sayang, perhatian, doa, dorongan dan bantuan baik moril maupun materil yang tiada henti. Terima kasih karena telah membuat penulis merasa menjadi anak yang paling beruntung karena mempunyai orang tua seperti kalian.
iv
6. Bapak Irfan Maliki, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing. Terima kasih banyak karena telah menjadi dosen pembimbing yang sangat baik dan telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan disela-sela kesibukannya. Saran dan nasehat bapak selama penyusunan skripsi ini benar-benar sangat membantu sekali.
7. Ibu Rani Susanto, S.Kom. selaku dosen penguji. Terima kasih karena telah banyak memberikan saran dan nasehatnya selama proses revisi berlangsung.
8. Seluruh staf dosen jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia.
9. Sekretariat jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia. 10.Suratiyaningrum yang telah banyak berjasa kepada penulis. Terima kasih
atas segala pelajaran dan pengalaman hidup yang sangat berharga selama 6 tahun terakhir ini.
11.Teman-teman sekelas IF-10 Angkatan 2008 (Wanda, Ahmad, Rully, Dudik, Reki, Aji, Amin, Yudi, Atep, Arif, Edi, Lutfi dan semuanya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu).
12.M.K, Tiga Sudut, Kenote dan teman- teman STBA Yapari ABA Bandung. Luar biasa teman-teman, akhirnya saya lulus juga.
13.Teman-teman satu perjuangan skripsi semester genap 2012/2013 yang tak kenal lelah menunggu dosen hingga malam hari selama proses revisi berlangsung.
14.Serta semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan skripsi ini, yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
v
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Bandung, 26 Agustus 2013
vi DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR SIMBOL ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 2.2.1.1. Karakteristik Sistem ... 10
2.2.1.2. Model Umum Sebuah Sistem ... 11
2.2.1.3. Klasifikasi Sistem ... 12
vii
2.2.2.1. Sirklus Informasi ... 13
2.2.2.2. Kualitas Informasi ... 14
2.2.3. Sistem Informasi ... 14
2.2.4. Basis Data ... 14
2.2.5. Forecasting (Peramalan) ... 16
2.2.6. Metode Single Exponential Smoothing... 16
2.2.7. MAD (Mean Absolute Deviation) ... 17
2.2.8. Teknik Pengambilan Sampel ... 17
2.2.9. Inventory ... 18
2.2.10. Monitoring ... 19
2.2.11. ERD (Entity Relationship Diagram) ... 20
2.2.12. Client Server ... 21
2.2.12.1. Topologi Fisik ... 22
2.2.13. Analisis Sistem ... 24
2.2.14. Kamus Data ... 26
2.2.15. Microsoft Visual Basic 6.0 ... 26
2.2.16. MySQL ... 28
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 31
3.1. Analisis Sistem ... 31
3.2. Analisis Masalah ... 31
3.2.1. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan ... 31
3.2.1.1. Prosedur Penjualan Barang ... 32
3.2.1.2. Prosedur Pembelian Barang ... 33
3.2.1.3. Prosedur Penagihan ... 35
3.2.2. Analisis Metode ... 36
3.2.2.1. Menentukan Jumlah Sampel Barang ... 37
3.2.2.2. Metode Single Exponential Smoothing... 39
3.2.2.3. Aturan Bisnis... 55
viii
3.3.1. Analisis Perangkat Keras (Hardware Analysis)... 56
3.3.2. Analisis Perangkat Lunak (Software Analysis) ... 58
3.3.3. Analisis Pengguna (User Analysis) ... 59
3.3.4. Analisis Pengkodean ... 60
3.3.5. Analisis Jaringan ... 61
3.4. Analisis Data ... 62
3.5. Analisis Kebutuhan Fungsional ... 64
3.5.1. Diagram Konteks ... 64
3.5.2. Data Flow Diagram ... 65
3.5.3. Spesifikasi Proses ... 73
3.5.4. Kamus Data ... 80
3.6. Perancangan Sistem ... 82
3.6.1. Skema Relasi ... 82
3.6.2. Struktur Tabel ... 83
3.6.3. Perancangan Struktur Menu ... 86
3.6.4. Perancangan Antarmuka ... 87
3.6.5. Jaringan Semantik ... 100
3.6.6. Perancangan Prosedural ... 101
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 105
4.1. Implementasi Sistem ... 105
4.1.1. Implementasi Perangkat Keras ... 105
4.1.2. Implementasi Perangkat Lunak ... 105
4.1.3. Implementasi Basis Data ... 106
4.1.4. Implementasi Antarmuka ... 108
4.2. Pengujian ... 112
4.2.1. Pengujian Alpha ... 112
4.2.1.1. Skenario Pengujian Alpha ... 112
4.2.1.2. Kasus dan Hasil Pengujian Alpha ... 114
ix
4.2.2. Pengujian Beta ... 133
4.2.2.1. Skenario Pengujian Beta ... 133
4.2.2.2. Hasil Wawancara Pengujian Beta ... 134
4.2.2.3. Kesimpulan Hasil Pengujian Beta ... 134
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 137
5.1. Kesimpulan ... 137
5.2. Saran ... 137
139
DAFTAR PUSTAKA
[1] Kadir, Abdull. 2003, Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi.
[2] Hartono, Jogiyanto. 2005, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi.
[3] Simarmata, Janner. 2010, Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta : Andi. [4] Supranto, J. 2010, Metode Ramalan Kuantitatif: Untuk Perencanaan Ekonomi
dan Bisnis. Jakarta : Rineka Cipta
[5] Wibowo, Andi Agung. 2005, Rancang Bangun Aplikasi Sistem Penerimaan Pesanan Barang Dan Peramalan Penjualan Dengan Metode Aplikasi Single
Moving Average (Studi Kasus Pada PT Kuat Bersaudara) Surabaya :
STIKOM Surabaya.
[6] Irawan, Budhi. 2005, Jaringan Komputer, Yogyakarta : Graha Ilmu. [7] Arsyad Lincolin. 1996, Peramalan Bisnis. Fakultas Ekonomi Universitas
Gajah : Yogyakarta.
[8] Davis, Gordon B. 1985, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen,
Jakarta : PT. Pustaka Bimanan Pressindo.
[9] Fathansyah. 1999, Basis Data, Bandung : Informatika.
[10] Kadir, Abdull. 2008, Belajar DATABASE Menggunakan MySQL, Yogyakarta : Andi.
[11] Ladjamudin, Albahra Bin. 2005, Konsep Sistem Basis Datadan
Implementasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu.
[12] Riduwan, 2006, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan
Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.
[13] Abdul, Razaq, 2004, Pemrograman Microsoft Visual Basic, Surabaya : Penerbit Indah.
[14] Hikmat, Harry. 2010, Monitoring dan Evaluasi Proyek, Yogyakarta : Graha Ilmu.
1 1.1 Latar Belakang Masalah
Informasi menjadi faktor penting yang dibutuhkan banyak orang, baik dalam perkembangan dunia usaha, pariwisata dan pendidikan. Seiring berkembangnya informasi, penggunaan komputerisasi sangat berperan penting dalam mengembangkan suatu instansi atau perusahaan. Perkembangan ini harus dilengkapi dengan sarana yang mendukung efektifitas dan efisiensi kerja.
PD Nabila Kosmetik merupakan sebuah perusahaan dagang yang bergerak dibidang penjualan kosmetik yang didirikan oleh sebuah keluarga besar di kota Bogor pada tahun 2005. Saat ini PD Nabila Kosmetik memiliki 8 orang karyawan dan 4 tim sales, dimana setiap timnya terdiri dari 8 orang sales. Sistem penjualan yang dilakukan PD Nabila Kosmetik yaitu melalui para sales yang melakukan demo produk ke tempat-tempat tertentu dimana para pelanggan tetap dan pelanggan baru dapat memesan produk-produk yang dijual.
Dalam proses bisnisnya, PD Nabila Kosmetik belanja secara langsung ke toko grosiran untuk membeli barang yang dibutuhkan lalu melakukan pembukuan untuk mengolah seluruh data barang yang masuk oleh karyawan. Sementara sales setelah melakukan aktivitas seperti demo produk, satu per satu harus melaporkan produk apa saja yang sudah terjual kepada pimpinan, kemudian diserahkan kepada karyawan untuk melakukan pembukuan pengolahan data barang yang keluar.
Sistem yang sedang berjalan saat ini, terdapat beberapa kendala contohnya dalam proses pendataan data kebutuhan penjualan. Proses pendataan kebutuhan penjualan masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan pendataan kurang dapat memberi informasi yang akurat terhadap data kebutuhan penjualan.
barang berakibat tidak terpenuhinya permintaan barang dari sales. Hal tersebut dapat mengganggu pelayanan terhadap konsumen karena membutuhkan waktu yang lebih dalam pengadaan barang.
Kendala lain dari sistem yang sedang berjalan saat ini, belum adanya sistem yang dapat memonitoring tingkat penjualan tim sales. Hal tersebut memperlambat pimpinan dalam memantau kinerja dan melakukan evaluasi terhadap sales.
Dengan ditemukannya permasalahan yang ada, maka PD Nabila Kosmetik membutuhkan suatu sistem informasi yang mampu mengolah data kebutuhan penjualan dan stok barang, memprediksi penjualan bulan selanjutnya dan memonitoring tingkat penjualan tim sales. Untuk memprediksi penjualan bulan selanjutnya dilakukan analisis peramalan menggunakan metode single exponential
smoothing, karena metode ini dinilai cocok dengan data yang ada di PD Nabila
Kosmetik. Berdasarkan latar belakang tersebut maka judul yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu “SISTEM INFORMASI INVENTORY DENGAN MEMANFAATKAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING
UNTUK PERAMALAN PENJUALAN PRODUK DI PD NABILA KOSMETIK BOGOR”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka masalah yang dapat di identifikasikan adalah sebagai berikut :
1. Belum adanya sistem informasi yang dapat mengelola seluruh data penjualan dan data stok barang.
2. Sulitnya pimpinan dalam memperkirakan penjualan bulan selanjutnya sehingga sulit menentukan barang yang akan dibeli.
1.3 Maksud dan Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk membuat suatu sistem informasi di PD Nabila Kosmetik.
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mempermudah PD Nabila Kosmetik dalam mengelola seluruh data penjualan dan stok barang.
2. Mempermudah pimpinan dalam memperkirakan penjualan bulan selanjutnya dan menentukan barang yang akan dibeli.
3. Mempermudah pimpinan untuk memonitoring tingkat penjualan tim sales.
1.4 Batasan Masalah
Karena banyaknya hal yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem informasi, maka batasan masalah yang akan dibatasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Data yang akan diolah merupakan seluruh data penjualan, data stok barang yang masuk dan keluar, data sales dan data wilayah.
2. Dalam menentukan perencanaan pembelian bulan selanjutnya, dilakukan analisis peramalan menggunakan metode single exponential smoothing
dengan nilai 0.4, dimana perhitungan peramalan mengacu kepada penjualan selama 12 bulan terakhir.
3. Grafik penjualan yang ditampilkan adalah grafik penjualan per tim, per sales, per wilayah dan tingkat penjualan selama 12 bulan terakhir terhadap kategori barang.
4. Pencetakan laporan yang ditampilkan dalam sistem informasi ini yaitu laporan stok barang terbaru, laporan penjualan per tanggal dan rekap penjualan selama 1 bulan.
yang sudah ada dengan menggunakan analisis data terstruktur, dimana
tools yang digunakan adalah flowmap untuk menggambarkan proses dalam
prosedur yang sedang berjalan, Entity Relationship Diagram (ERD) untuk
menggambarkan struktur objek data dan Data Flow Diagram (DFD) untuk
menggambarkan proses yang digunakan.
7. Aplikasi yang dibangun berbasis desktop dan client server, dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan Mysql sebagai
database-nya.
1.5 Metodologi Penelitian
Tahap-tahap yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
1.5.1 Tahap pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Studi Pustaka
Studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data kepustakaan dengan menggunakan berbagai literature yang menunjang dan berkaitan dengan materi yang diambil meliputi pengumpulan buku-buku sumber , jurnal , dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian termasuk informasi dari internet.
b. Observasi
Wawancara yang dilakukan yaitu dengan cara tanya jawab dengan narasumber di PD Nabila Kosmetik. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat langsung dari narasumber.
1.5.2 Tahap pembuatan perangkat lunak
Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan yaitu metode
Waterfall. Waterfall Model adalah sebuah metode pengembangan software yang
bersifat sekuensial dan terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait seperti terlihat pada gambar 1.1 berikut :
Kebutuhan Sistem
Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak
Desain Perangkat Lunak
Implementasi Perangkat Lunak
Uji Mesin Formal Informasi Perangkat
Lunak
Operasi dan Perawatan
Gambar 1. 1 Waterfall
a. Kebutuhan Sistem
Tujuan dilakukan tahapan ini untuk memahami sistem yang sedang berjalan untuk mendefinisikan permasalahan sistem sehingga selanjutnya dapat menentukan kebutuhan sistem secara garis besar sebagai persiapan ke tahap perancangan.
b. Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khususnya pada
software. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus
Pada tahap perancangan ini diberikan gambaran umum yang jelas kepada pengguna dan rancang bangun yang lengkap tentang sistem yang akan dikembangkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan sistem. Tahap perancangan ini digunakan untuk persiapan implementasi. Desain dilakukan dengan menggunakan pemodelan terstruktur.
d. Implementasi Perangkat Lunak
Setelah tahap perancangan sistem selanjutnya dilakukan konversi rancangan sistem kedalam kode-kode bahasa pemrograman yang diinginkan. Pada tahap ini dilakukan pembuatan komponen-komponen sistem yang meliputi modul program, antarmuka, dan basis data. Bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah Visual Basic 6.0 dan menggunakan DBMSMysql.
e. Uji Mesin Formal Informasi Perangkat Lunak
Tahap pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan serta memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan adalah valid dan sesuai dengan kebutuhan yang telah dideskripsikan.
f. Operasi dan Perawatan
Pada tahap ini perangkat lunak sudah diserahkan kepada pengguna. Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap sistem yang baru untuk mengetahui apakah sistem telah memenuhi tujuan yang ingin dicapai. Dari hasil evaluasi ini dimungkinkan untuk melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan terhadap sistem agar sistem senantiasa dapat digunakan dengan baik.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
penulisan.
BAB II. LANDASAN TEORI
Membahas berbagai konsep dasar dan teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian yang dilakukan dan hal-hal yang berguna dalam proses analisis permasalahan serta tinjauan terhadap penelitian-penelitian serupa yang telah pernah dilakukan sebelumnya termasuk sintesisnya. Hal-hal terkait yang akan dibahas dibagian awal adalah profil tempat penelitan. Terdapat pula tinjauan pustaka tentang landasan teori yang mendasari pembangunan sistem informasi ini seperti pengertian sistem, informasi, sistem informasi, basis data, peramalan, analisis sistem, kamus data, teknologi informasi, Microsoft Visual Basic 6.0 dan Mysql.
BAB III. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Membahas analisis kebutuhan dalam membangun perangkat lunak, analisis sistem yang sedang berjalan sesuai dengan metode pembangunan perangkat lunak yang digunakan. Terdapat pula perancangan antarmuka untuk aplikasi yang akan dibangun sesuai dengan hasil analisis yang telah dibuat. Model dalam perancangan yang akan digunakan adalah pemodelan terstruktur.
BAB IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
Membahas hasil implementasi dari hasil analisis dan perancangan yang telah dibuat disertai juga dengan hasil pengujian yang dilakukan di PD Nabila Kosmetik sehingga diketahui apakah sistem yang dibangun sudah memenuhi syarat sebagai aplikasi yang mudah digunakan.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
9 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Profil Perusahaan
Pada tahun 2005, Nabila Kosmetik didirikan oleh bapak Sukatma dan ibu Wiwin Suwartini, dengan bapak Sukatma sebagai pemilik dan ibu Wiwin sebagai pimpinan. Saat awal pendirian, Nabila Kosmetik hanya memiliki 5 orang karyawan untuk bagian gudang dan bendahara, 2 tim sales dimana 1 tim sales terdiri dari 7 orang, serta 2 orang supir. Penjualan kosmetik pun masih bertujuan di kawasan kota Bogor saja. Namun seiring berkembangnya usaha penjualan kosmetik, Nabila Kosmetik saat ini memiliki 8 orang karyawan, 4 supir dan 4 tim sales dimana 1 tim sales terdiri dari 8 orang, serta penjualan barang yang mengalami perluasan hingga daerah-daerah diluar kota Bogor. Pada tahun 2011 lalu pimpinan Nabila Kosmetik, bapak Sukatma meninggal dunia sehingga pemilik digantikan oleh istri beliau yaitu ibu Neneng Qibtiah.
2.1.1. Logo Perusahaan
Berikut ini Gambar 2.1 adalah logo dari PD Nabila Kosmetik :
Gambar 2.1 Logo PD Nabila Kosmetik 2.1.2. Badan Hukum Perusahaan
2.2. Landasan Teori
Dalam penelitian tugas akhir ini digunakan beberapa teori berkaitan deng-an permasalahdeng-an ydeng-ang dibahas sebagai dasar pemahamdeng-an dalam sebuah sistem serta metode yang dipakai untuk kegiatan pengembangan terhadap sistem itu sendiri.
2.2.1. Pengertian Sistem
Pendefinisian mengenai sistem dikemukakan oleh beberapa pakar, diantaranya adalah sebagai berikut :
Sistem dapat abstrak atau fisik. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsep-konsep yang saling bergantung. Misalnya sistem teknologi adalah sistem teratur dari gagasan-gagasan tentang Tuhan, manusia, dan sebagainya. Sistem yang bersifat fisik adalah serangkaian unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan[1].
Pakar lain mengemukakan bahwa sistem adalah sekumpulan hak atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. [8]
Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks untuk mencapai tujuan.
2.2.1.1 Karakteristik Sistem
Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu. Adapun karakteristik sebuah sistem [1] adalah sebagai berikut :
1. Mempunyai komponen (components)
Komponen adalah segala sesuatu yang menjadi bagian penyusun sistem. 2. Mempunyai batasan (boundary)
Batasan diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan sistem yang lain. 3. Mempunyai lingkungan (environments)
4. Mempunyai penghubung / antar muka (Interface)
Penghubung / antar muka merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang bertugas menjembatani hubungan antar komponen dalam sistem.
5. Mempunyai masukan (input)
Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang perlu dimasukan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna.
6. Mempunyai pengolahan (processing)
Pengolahan merupakan komponen sistem yang mempunyai peran utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi para pemakainya.
7. Mempunyai keluaran (output)
Keluaran merupakan komponen sistem yang merupakan berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan.
8. Mempunyai sasaran (objectives) dan tuan (goal)
Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem.
9. Mempunyai kendali (control)
Setiap komponen dalam sistem harus selalu dijaga agar tetap bekerja sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.
10.Mempunyai umpan balik (feed back)
Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.
2.2.1.2 Model Umum Sebuah Sistem
Model umum sebuah sistem terdiri dari masukan (input), pengolahan data
(process), dan keluaran (output). Ini tentu saja disederhanakan karena sebuah
Gambar 2.2 Model Umum Suatu Sistem[1]
2.2.1.3 Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang [2] diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System) Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem Fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem Alamiah (Natural system) dan Sistem Buatan Manusia (Human
Made System)
Sistem Alamiah (Natural system) adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. Sistem Buatan Manusia (Human Made System) adalah sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia.
3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tertentu
(Probabilistic System)
Sistem Tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem Tak Tertentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
2.2.2. Pengertian Informasi
Konsep dasar informasi, data adalah fakta atau yang dapat digunakan
sebagai input dalam menghasilkan informasi sedangkan informasi adalah “hasil
pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat bagi orang yang akan
menerimanya”.
Pada definisi lain Informasi adalah pernyataan-pernyataan atau bentuk-bentuk yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Definisi selanjutnya menjelaskan Informasi merupakan data yang telah diletakan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan didalam pembuatan keputusan. [2]
2.2.2.1. Sirklus Informasi
Pengolahan data menjadi suatu informasi dapat digambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan seperti Gambar 2.4 berikut:
DATA
PROSES
INFORMASI
KEPUTUSAN
TINDAKAN
HASIL TINDAKAN
Gambar 2.3 Siklus Informasi
2.2.2.2. Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal[2], yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan, diantaranya:
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.
2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. 2.2.3. Sistem Informasi
Berdasarkan uraian dari pengertian sistem informasi yang telah dibahas maka dapat dijelaskan beberapa pengertian tentang sistem informasi [2] dianta-ranya:
1. Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, ilmu teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi tertentu, memberi sinyal kepada manajemen terhadap kejadian-kejadian internal; dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan suatu keputusan.
2. Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan laporan yang diperlukan.
2.2.4. Basis Data
seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, san sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang, seperti : a. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang
diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
b. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
c. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
2.2.5. Forecasting (Peramalan)
Peramalan adalah metode untuk memperkirakan suatu nilai di masa depan dengan menggunakan data masa lalu. Peramalan ini juga dapat diartikan sebagai seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa yang akan datang, sedangkan aktivitas peramalan merupakan suatu fungsi bisnis yang berusaha memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat.
Tujuan utama dari peramalan dalam manajemen permintaan adalah untuk meramalkan permintaan dari item-item independent demand dimasa yang akan datang untuk selanjutnya dikombinasikan dengan pelayanan pesanan yang bersifat pasti.
Peramalan bukanlah suatu dugaan, karena dugaan hanya mengestimasikan masa mendatang berdasarkan perkiraan saja, sedangkan peramalan menggunakan perhitungan matematis sebagai bahan pertimbangan.
Pada dasarnya konsep peramalan merupakan kesimpulan dari beberapa kenyataan pada saat melakukan peramalan, antara lain :
- Peramalan hampir tidak memberikan hasil yang betul-betul tepat, hal ini
dikarenakan terdapat faktor-faktor yang tidak dapat diprediksi atau
dikendalikan yang berakibat pada peramalan
- Kebanyakan teknik-teknik peramalan mengasumsikan bahwa terdapat
kestabilan pada sistem.
- Peramalan kelompok produk atau produk secara keseluruhan cenderung
lebih akurat dibandingkan peramalan produk secara individu[7].
2.2.6. Metode Single Exponential Smoothing
Juga dikenal sebagai simple exponential smoothing yang digunakan pada peramalan jangka pendek, biasanya hanya 1 bulan ke depan. Model mengasumsikan bahwa data berfluktuasi di sekitar nilai mean yang tetap, tanpa trend atau pola pertumbuhan konsisten. Rumus untuk single exponential
Keterangan :
= Data penjualan pada periode t = Peramalan pada waktu t
= Peramalan pada waktu t+1
= Konstanta perataan antara 0.1 sampai 0.9 2.2.7. MAD (Mean Absolute Deviation)
Dalam banyak situasi peramalan, ketepatan dipandang sebagai kriteria penolakan untuk memilih suatu metode peramalan. Untuk menentukan keakuratan metode peramalan cara yang paling umum digunakan yaitu dengan mencari nilai MAD. Persamaan untuk mencari nilai MAD adalah sebagai berikut [5] :
Keterangan :
= Jumlah eror ramalan. = Banyaknya data error.
2.2.8. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam bukunya Riduwan (Skala pengukuran variabel-variabel penelitian, Bandung, CV Alfabeta, cetakan ke-2) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau hasil unit pengukuran yang menjadi obyek penelitian. Nawawi menyebutkan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik yang diperoleh dari hasil menghitung maupun mengukur. Nazir menambahkan bahwa populasi adalah data, bukan orang tau bendanya.
Berdasarkan sifatnya maka populasi dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1. populasi homogen, sumber data memiliki sifat yang sama.
dengan data yang lebih terbatas. Data terbatas tetapi masih memiliki sifat atau karakteristik populasi tersebut dinamakan sampel. Keuntungan menggunakan sampel adalah :
1. Memudahkan peneliti. 2. Penelitian lebih efisien.
3. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data.
4. Penelitian lebih efektif, sehingga menghemat penggunaan specimen, mengurangi atau melokalisir efek destruktif dari perlakuan.
Salah satu cara yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah
menggunakan rumus Taro Yamate, seperti berikut [12] :
Keterangan : = Jumlah sampel
= Jumlah populasi = Tingkat presisi 2.2.9. Inventory
Inventory (persediaan) adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik
perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal, atau
persediaan barang yang masih dalam pengerjaan proses produksi, ataupun persediaan
bahan baku untuk menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.
Keberadaan persediaan atau sumber daya menganggur ini dalam suatu sistem
mempunyai suatu tujuan tertentu. Alasan utamanya adalah karena sumber daya
tertentu tidak bisa didatangkan ketika sumber daya tersebut dibutuhkan. Sehingga,
untuk menjamin tersedianya sumber daya tersebut perlu adanya
Selain itu perusahaan juga harus menanggung biaya-biaya yang timbul akibat
adanya persediaan tersebut. [15]
Adapun alasan perlunya persediaan adalah :
1. TRANSACTION MOTIVE
Menjamin kelancaran proses pemenuhan (secara ekonomis) permintaan
Operating Stock (qo) = Persediaan supaya operasi dapat berjalan paling baik
(EOQ)
2. PRECATUIONARY MOTIVE
Meredam fluktuasi permintaan/pasokan yang tidak beraturan.
Fluktuasi = rata-rata demand + Safety Stock
3. SPECULATION MOTIVE
Alat spekulasi untuk mendapatkan keuntungan berlipat dikemudian hari.
2.2.10. Monitoring
Monitoring adalah proses pengumpulan dan analisis informasi berdasarkan
indikator yang ditetapkan secara sistematis dan kontinu tentang kegiatan/ program
sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk penyempurnaan program/ kegiatan
itu selanjutnya.
Monitoring adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai kesadaran
(awareness) tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi
dilakukan agar dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan
pergerakan ke arah tujuan atau menjauh dari itu. Monitoring akan memberikan
informasi tentang status dan kecenderungan bahwa pengukuran dan evaluasi yang
diselesaikan berulang dari waktu ke waktu, pemantauan umumnya dilakukan untuk
tujuan tertentu, untuk memeriksa terhadap proses berikut objek atau untuk
mengevaluasi kondisi atau kemajuan menuju tujuan hasil manajemen atas efek
tindakan dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk mempertahankan manajemen
yang sedang berjalan.
Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan
atas objektif program. Memantau perubahan yang fokus pada proses dan keluaran.
Monitoring menyediakan data mentah untuk menjawab pertanyaan sedangkan
evaluasi adalah meletakkan data-data tersebut agar dapat digunakan dan dengan
demikian memberikan nilai tambah. Evaluasi adalah tempat belajar kejadian,
pertanyaan yang perlu dijawab, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan
perbaikan. Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak akan ada dasar, tidak memiliki
bahan baku untuk bekerja dengan, dan terbatas pada wilayah spekulasi oleh karena itu
Tujuan monitoring:
1. Mengkaji apakah kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai
dengan rencana.
2. Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi
3. Melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan
sudah tepat untuk mencapai tujuan kegiatan.
4. Mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh
ukuran kemajuan.
5. Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa
menyimpang dari tujuan.
2.2.11. ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu[9] :
a. Entity
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain .Simbol dari entitiini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
b. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
c. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu [9] :
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B. 2. Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3. Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.
2.2.12. Client Server
Dalam jaringan komputer terdapat dua tipe jaringan, yaitu model Peer to
Peer dan model client-server. Tipe jaringan yang diterapkan dalam sistem ini
adalah model jaringan client-server.
Sistem client - server mempunyai dua komponen utama yaitu komputer
client dan komputer server. Server merupakan komputer induk yang melakukan
pemrosesan terbanyak untuk memenuhi permintaan- permintaan dari komputer
client dan bertindak sebagai server database yang menyimpan data. Client yaitu
komputer atau workstation yang melakukan pengiriman permintaan- permintaan data pada server kemudian menampilkan data tersebut pada interface aplikasi yang dimilikinya. Selain itu client juga mempunyai kemampuan untuk mengubah atau menghapus data itu.
Sistem client - server merupakan suatu sistem client komputer yang melibatkan proses - proses client yang meminta suatu pelayanan data kepada komputer server yang menyediakan layanan data tersebut. Sehingga client
maupun server sama - sama melakukan pekerjaan. Dengan adanya kombinasi
client (Frontend) dan server (back-end) ini maka kumpulan dari modul - modul
program tidak dieksekusi dalam memori yang sama namun terbagi dalam komputer client - server.
Hal ini menjadikan konfigurasi bagi komputer client dan komputer server
keluaran yang disesuaikan dengan fungsi kerja dari elemen - elemen tersebut. Bagi server yang menjalankan tugas pengelolaan suatu database digunakan suatu konfigurasi yang khusus menangani tugasnya tersebut dengan sistem operasi yang dikhususkan bagi server seperti windows NT server, windows 2000 server,
sedangkan komputer client menggunakan konfigurasi yang umum bagi sebuah komputer desktop yang terhubung ke jaringan dengan sistem operasi seperti
windows 98, windows ME, windows Xp dan lain – lain[6].
2.2.10.1 Topologi Fisik
Berikut ini akan dijelaskan mengenai topologi fisik yang digunakan di dalam jaringan lokal diantaranya[6] :
1. Linear Bus (Garis Lurus)
Topologi Linear Bus (Garis lurus) terdiri dari satu jalur kabel utama dimana pada masing-masing ujungnya diberikan sebuah terminator. Semua nodes pada jaringan (file server, workstation, dan perangkat lainnya) terkoneksi sebuah kabel utama (backbone). Jaringan-jaringan Ethernet dan Local Talk menggunakan topologi linear ini.
Gambar 2.4 Topologi Linear Bus
2. Star (Bintang)
Topologi model ini dirancang, yang mana setiap nodes (file server,
workstation, dan perangkat lainnya) terkoneksi ke jaringan melewati sebuah
Data yang dikirim ke jaringan lokal akan melewati concentrator sebelum melanjutkan ke tempat tujuannya. Concentrator akan mengatur dan mengendalikan keseluruhan fungsi jaringan, dan juga bertindak sebagai repeter (penguat aliran data). Konfigurasi pada jaringan model ini menggunakan kabel
Twisted Pair, dan dapat diguanakan pula kabel coaxial atau kabel fiber optic.
Gambar 2.5 Topologi Star
3. Ring (Cincin)
Topologi Ring (Cincin) menggunakan teknik konfigurasi yang sama dengan topologi star tetapi pada topologi ini terlihat bahwa jalur media transmisi menyerupai suatu lingkaran tertutup menyerupai cincin (lingkaran), sehingga diberi nama topologi bintang dalam lingkaran atau star-wired ring.
4. Tree (Pohon)
Topologi model ini merupakan perpaduan antara topologi Linear Bus dan
Star, yang mana terdiri dari kelompok-kelompok dari workstation dengan konfigurasi star yang terkoneksi ke kabel utama yang menggunakan topologi
Linear Bus.
Gambar 2.7 Topologi Tree
2.2.13. Analisis Sistem
Analisis sistem didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Sedangkan menurut Abdul Kadir [1], analisis sistem merupakan tahapan yang dimulai karena adanya permintaan terhadap sistem baru. Dimana, permintaan dapat datang dari seorang manajer di luar departemen sistem informasi atau dari pihak eksekutif yang melihat adanya masalah atau menemukan adanya peluang baru. Sehingga tujuan utama analisis sistem adalah untuk menetukan hal-hal detail yang akan dikerjakan oleh sistem yang akan diusulkan.[8]
1. Flowmap
Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah
dan urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Biasanya flowmap mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.
2. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan
menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Proses tersebut diberi nomor nol. Semua entitas
eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks beserta aliran data
utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak memuat
penyimpanan data (storage) dan tampak sederahana untuk diciptakan,
begitu entitaseksternal serta aliran data-aliran data menuju dan dari sistem
diketahui penganalisis dari wawancara dengan user dan sebagai hasil
analisis dokumen.
3. Data Flow Diagram (DFD)
DFD atau diagram alir data adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
Terdapat 4 (empat) macam simbol yang digunakan dalam Data
Flow Diagram, diantaranya:
berupa orang, organisasi atau sistem lain yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
b. Arus Data (Data Flow) Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini ditunjukkan dengan simbol panah. c. Proses (process) adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh
orang, mesin atau komputer dari hasil arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
d. Simpanan data (Data Store) merupakan tempat penyimpanan data . simpanan data dari DFD disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel.
2.2.14. Kamus Data
Kamus data adalah daftar yang mencatat banyaknya proses yang terjadi dalam sistem. Secara umum kamus data diklasifikasikan menjadi dua[3] yaitu:
1. Kamus data elementer, yaitu daftar tentang semua elemen data yang berhubungan dengan sistem sehingga data yang mengalir dapat didefinisikan dan dapat tersimpan secara lengkap.
2. Kamus data komposit, yaitu daftar tentang semua elemen data yang berhubungan dengan sistem dimana elemen data komponen ini terdiri dari dua elemen data yang saling berkaitan.
2.2.15. Microsoft Visual Basic 6.0
Visual Basic 6.0 merupakan sebuah program aplikasi berbasis windows.
Menurut Abdul Rajaq dalam buku Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0
menyatakan bahwa :
Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berbasis
respon dari pemakai. Respon tersebut berupa kejadian atau event tertentu, misalnya memilih tombol, memilih menu dan sebagainya.
Menurut Daryanto dalam buku Belajar Komputer Visual Basic
menyatakan bahwa: “Visual Basic adalah salah satu development tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan Windows”.
Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Microsoft visual basic 6.0 adalah sebuah program yang memungkinkan kita untuk membuat suatu program aplikasi basis data dengan kemudahan dan kecanggihan yang ada. untuk merancang sistem pembelian pada PT. Bama Jaya penulis menggunakan program aplikasi Microsoft
Visual Basis 6.0 karena memudahkan program untuk berinteraksi langsung
dengan elemen- elemennya, dan program Microsoft Visual Basis 6.0 mudah dikoneksikan sehingga dapat menghasilkan informasi dengan cepat dan akurat.
Visual Basic 6.0 di gunakan untuk membantu penggunanya dalam
membuat suatu program aplikasi , objek- objek tersebut menurut Abdul Rajaq dalam buku Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 diantaranya adalah :
1. Form
2. Label
3. Text Box
4. Common Button
5. Menu Editor
6. Frame
Uraian mengenai kutipan dari objek-objek aplikasi Visual Basic 6.0 adalah sebagai berikut :
1. Form
Form merupakan sebuah objek di dalam aplikasi visual basic form
2. Label
Berfungsi untuk menampilkan text pada program aplikasi yang akan di buat label biasa digunakan untuk menampilkan judul, text, penjelas disebut kotak text (Text box) keterngan dan sebagainya.
3. Text Box
Adalah suatu objek control yang menerima input dari pengguna dalam bentuk text yang diketik dalam kotak text biasanya objek ini digunakan untuk memasukkan informasi informasi tertulis seperti misalnya nama, alamat, nilai, numerik, dan lain sebagainya.
4. Common Buttom
Tombol perintah (Common Button) hamper selalu muncul pada setiap aplikasi tombol perintah dalam penampilannya tampak seperti sebuah segi empat dengan text diatasnya.
5. Menu Editor
Adalah control yang membuat serangkaian pilihan - pilihan yang dapat dipilih atau diklik untuk melakukan tugas tertentu menu biasanya terdapat dibagian atas suatu program aplikasi yang dibuat.
6. Frame
`Berupa bingkai segi empat yang berfungsi mengkomodasikan
control-control yang lain semua control yang diletakkan di dalam frame ini
dianggap sebagai satu kelompok[13]. 2.2.16. MySQL
MySQL adalah sebuah Database Open Source populer di dunia. Penggunaan nya sebagai database bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java adalah hal umum. Untuk memudahkan penggunaan MySQL, terdapat
secara grati. MySQL merupakan salah satu jenis database server yang sangat terkenal. MySQL menggunakan bahasa SQL untuk mengakses database nya. Lisensi MySQL adalah FOSS License Exception dan ada juga yang versi
komersial nya. Tag MySQL adalah “The World's most popular open source
database”. MySQL tersedia untuk beberapa platform, di antara nya adalah untuk
versi windows dan versi linux.
Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasinya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata nontransaksional. Pada modus operasi nontransaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun demikian pada modus nontransaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus nontransaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi
blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya.
31
Sebelum memasuki tahap perancangan program, tahap analisis dilakukan agar ketika merancang program tidak terjadi kesalahan. Analisis sistem dilakukan untuk memperoleh definisi permasalahan dan gambaran yang tepat dari apa yang akan dilakukan oleh sistem. Analisis sistem bertujuan untuk mengetahui bagaimana seluk-beluk sistem yang akan diteliti dan dibangun.
Analisis yang dilakukan adalah mengenai masalah yang ditemukan serta prosedur-prosedur atau cara kerja dari setiap data yang dibutuhkan dan dihasilkan dari sistem yang telah berjalan. Setiap proses yang berjalan menghasilkan data dan informasi yang akan diolah. Maka dengan mengolah data tersebut diharapkan dapat menghasilkan keluaran baru sesuai kebutuhan dari fungsinya.
3.2. Analisis Masalah
Terdapat beberapa masalah yang ditemukan pada sistem yang dimiliki PD Nabila Kosmetik diantaranya :
1. Belum adanya sistem informasi yang dapat mengelola seluruh data penjualan dan data stok barang.
2. Sulitnya pimpinan dalam memperkirakan penjualan bulan selanjutnya sehingga sulit menentukan barang yang akan dibeli.
3. Sulitnya pimpinan untuk memonitoring tingkat penjualan tim sales. 3.2.1. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan
Setelah diadakan pengamatan dan wawancara dari sistem yang sedang berjalan, maka akan dibangun sistem informasi yang baru sesuai dengan prosedur yang sedang berjalan di perusahaan ini.
3.2.1.1 Prosedur Penjualan Barang
Berikut adalah prosedur penjualan barang yang dilakukan PD Nabila Kosmetik :
1. Bag.gudang mencatat daftar barang terbaru yang harus dibawa oleh sales, kemudian daftar barang tersebut diberikan kepada sales.
2. Sales kemudian mencatat barang yang keluar sehingga menghasilkan laporan barang keluar (dua rangkap).
3. Laporan barang keluar kemudian diserahkan kepada pimpinan.
4. Pimpinan lalu melakukan pemilahan laporan barang keluar tersebut, dimana satu untuk sales kemudian satu untuk bagian pembukuan. Dari laporan barang keluar bagian pembukuan membuat pembukuan barang keluar.
Flowmap prosedur penjualan barang
A2 = Arsip pembukuan barang keluar
A3 = Arsip laporan barang keluar untuk sales A5 = Arsip daftar barang sales
Laporan barang
Gambar 3.1 Prosedur penjualan barang 3.2.1.2 Prosedur Pembelian Barang
Berikut adalah prosedur pembelian barang yang dilakukan sales PD Nabila Kosmetik :
1. Bagian pembukuan mengambil dokumen barang keluar selama 1 bulan terakhir dari pengarsipan, kemudian menyerahkan kepada pimpinan. 2. Didasarkan pada dokumen barang keluar selama 1 bulan terakhir,
pimpinan merencanakan pembelian kemudian menghasilkan daftar barang yang akan dibeli.
4. Nota pembelian barang diserahkan oleh supplier kepada pimpinan lalu di cek sesuai atau tidak dengan daftar barang yang akan dibeli. Jika hasil pengecekan tidak sesuai dengan daftar barang yang akan dibeli maka nota akan dikembalikan kepada supplier untuk dilakukan komplain, jika sesuai maka nota langsung diberikan kepada bagian pembukuan.
5. Dari nota pembelian, bagian pembukuan membuat laporan stok barang terbaru, kemudian dilaporkan kepada pimpinan.
Berikut gambar 3.2 adalah prosedur pembelian barang :
Flowmap prosedur pembelian barang
Pimpinan
A1 : Arsip laporan stok barang terbaru A2 : Arsip pembukuan barang keluar
Komplain Laporan stok
Gambar 3.2 Prosedur Pembelian Barang 3.2.1.3 Prosedur Penagihan
Berikut adalah prosedur penagihan yang dilakukan sales PD Nabila Kosmetik :
1. Sales membawa laporan barang keluar milik sales untuk melakukan penagihan.
2. Sales mencatat hasil penagihan lalu menghasilkan bukti pembayaran. 3. Bukti pembayaran tersebut satu diberikan kepada konsumen dan satu
lagi diberikan kepada pimpinan.
4. Pimpinan melakukan pengecekan uang dengan bukti pembayaran sesuai atau tidak. Jika tidak maka bukti pembayaran akan diberikan kembali kepada sales agar sales dapat menyesuaikan kembali uang dengan bukti pembayaran, jika sesuai maka bukti pembayaran akan diberikan kepada bendahara.
Flowmap prosedur penagihan yang telah di cek Catat Hasil yang telah di cek
Bukti pembayaran yang telah di cek Bukti pembayaran
yang telah di cek
Menyesuaikan uang dengan bukti pembayaran
Keterangan :
A4 = Arsip laporan uang yang masuk, A3 = Arsip laporan barang keluar untuk sales
Bukti pembayaran
Bukti pembayaran yang telah di cek
Gambar 3.3 Prosedur Penagihan 3.2.2. Analisis Metode
Analisis metode dilakukan untuk mendapatkan gambaran apakah metode yang digunakan dalam penelitian ini sudah tepat atau tidak dalam menyelesaikan masalah yang ada. Untuk menganalisis seluruh barang yang ada digunakan rumus Taro Yamate untuk mengambil sampel. Sedangkan untuk menyelesaikan permasalahan pada perencanaan pembelian menggunakan metode single
exponential smoothing untuk meramalkan barang agar perencanaan pembelian
3.2.2.1 Menentukan Jumlah Sampel Barang
Pertanyaan yang seringkali diajukan dalam metode pengambilan sampel
adalah berapa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian. Salah satu cara
yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus
Taro Yamate, seperti berikut :
Keterangan : = Jumlah sampel
= Jumlah populasi = Tingkat presisi
Perhitungan menggunakan rumus Taro Yamate untuk menentukan jumlah sampel di PD Nabila Kosmetik adalah sebagai berikut :
Diketahui : Data barang di PD Nabila Kosmetik seperti pada tabel 3.1 Tabel 3.1 Data Barang PD Nabila Kosmetik
No Kategori Banyaknya barang
1 Parfum 12
2 Bedak 8
3 Produk Anak 6
4 Lipstik 11
5 Cream 8
6 Sabun 6
7 Rias Wajah 9
8 Campuran 9
= 10%
Dicari : Jumlah sampel yang dibutuhkan
= sampel
Langkah selanjutnya yaitu menentukan jumlah sampel untuk masing-masing kategori :
Berikut tabel 3.2 adalah jumlah sampel dari masing-masing kategori : Tabel 3.2 Data Jumlah Sampel
No Kategori Banyaknya Sampel
1 Parfum 7
2 Bedak 5
3 Produk Anak 4
5 Cream 5
6 Sabun 4
7 Rias Wajah 5
8 Campuran 5
Jumlah 41
3.2.2.2 Metode Single Exponential Smoothing
Metode single exponential smoothing dikenal juga sebagai simple
exponential smoothing yang digunakan pada peramalan jangka pendek, biasanya
hanya 1 bulan ke depan. Model mengasumsikan bahwa data berfluktuasi di sekitar nilai mean yang tetap, tanpa trend atau pola pertumbuhan konsisten. Rumus untuk
single exponential smoothing adalah sebagai berikut:
Keterangan :
= Data penjualan pada periode t = Peramalan pada waktu t
= Peramalan pada waktu t+1
= Konstanta perataan antara 0.1 sampai 0.9
Perhitungan peramalan dilakukan untuk mengetahui nilai α yang akan digunakan. Untuk mengukur tingkat kesalahan peramalan dilakukan perhitungan nilai MAD, semakin kecil nilai MAD maka semakin akurat pula nilai α tersebut. Jangka waktu peramalan yang akan dilakukan yaitu untuk 1 bulan ke depan dengan mengacu kepada jumlah penjualan selama 12 bulan terakhir. Berikut tabel 3.3 adalah data penjualan 41 barang yang dijadikan sampel di PD Nabila Kosmetik selama 12 bulan terakhir (Maret 2012 – Februari 2013) :
Tabel 3.3 Data Penjualan PD Nabila Kosmetik
gori Barang
21 Lipstik Mirabella
Chik
98 95 75 79 79 66 73 82 84 75 78 76
Gambar 3.4 Grafik Penjualan Lipstik Mirabella Chik
Untuk menentukan nilai yang digunakan akan dilakukan perhitungan metode single exponential smoothing dengan nilai α 0.1 sampai 0.9. Hasil permalan setiap bulannya dibulatkan agar hasil yang di dapatkan lebih maksimal. Penjelasan perhitungan peramalan menggunakan metode single exponential
smoothing adalah sebagai berikut :
Nama barang : Lipstik Mirabella
Untuk = 0.2 :
Untuk = 0.4 :
Untuk = 0.7 :
Untuk = 0.9 :
Berikut tabel 3.4 adalah perhitungan peramalan menggunakan metode
single exponential smoothing:
Tabel 3.4 Perhitungan Metode Single Exponential Smoothing (α = 0.1, 0.2, 0.3)
1 98 - - - -
2 95 98 3 98 3 98 3
3 75 98 22.7 97 22.4 97 22.1
4 79 95 16.43 93 13.92 90 11.47
5 79 94 14.78 90 11.13 87 8.02
6 66 92 26.3 88 21.90 85 18.62
7 73 90 16.67 83 10.52 79 6.03
8 82 88 6 81 0.57 77 4.77
9 84 87 3.4 81 2.46 79 5.34
10 75 87 12.06 82 7.02 80 5.25
11 78 86 7.86 81 2.62 79 0.68
12 76 85 9.07 80 4.09 78 2.47
13 84 79 78
Tabel 3.5 Perhitungan Metode Single Exponential Smoothing (α = 0.4, 0.5, 0.6)
= 0.4 = 0.5 = 0.6
1 98 - - - -
2 95 98 3 98 3 98 3
3 75 97 21.8 97 21.5 96 21.2
5 79 84 5.44 82 3.37 81 1.79
6 66 82 16.26 81 14.68 80 13.71
7 73 76 2.76 73 0.34 71 1.51
8 82 75 7.34 73 8.82 72 9.6
9 84 78 6.4 78 6.41 78 5.84
10 75 80 5.15 81 5.79 82 6.66
11 78 78 0.09 78 0.1 78 0.33
12 76 78 2.05 78 19.4 78 18.6
13 77 77 77
Tabel 3.6 Perhitungan Metode Single Exponential Smoothing (α = 0.7, 0.8, 0.9)
= 0.7 = 0.8 = 0.9
1 98 - - - -
2 95 98 3 98 3 98 3
3 75 96 20.9 96 20.6 95 20.37
4 79 81 2.27 79 0.12 77 1.97
5 79 80 0.68 79 0.02 79 0.19
6 66 79 13.2 79 13 79 22.98
7 73 70 3.03 69 4.39 67 6.7
8 82 72 9.91 72 9.87 72 9.57
10 75 82 7.5 83 8.2 84 8.7
11 78 77 0.74 77 1.35 76 2.12
12 76 78 1.77 78 17.2 78 1.78
13 76 76 76
Setelah di dapat hasil ramalan langkah selanjutnya adalah mencari nilai MAD.
Untuk menghitung nilai MADmenggunakan = 0.1 adalah sebagai berikut :
Untuk = 0.2:
Untuk = 0.3:
Untuk = 0.4:
Untuk = 0.6:
Untuk = 0.7:
Untuk = 0.8:
Untuk = 0.9:
Berikut tabel 3.7 adalah perbandingan nilai MAD α 0.1 sampai 0.9 yang telah dihitung dari masing-masing barang :
Tabel 3.7 Perbandingan Nilai MAD
No Kate
gori
Nama Barang
α 0.1 α 0.2 α 0.3 α 0.4 α 0.5 α 0.6 α 0.7 α 0.8 α 0.9
2 Parfum Kenzo 13.25 13.45 13.53 13.84 14.36 14.82 15.52 15.56 16.52
21 Lipstik Mirabella
Haseline
Dengan melihat tabel perbandingan nilai MAD dapat dilihat bahwa dari 41 barang yang diramalkan, 26 barang menunjukan bahwa α dengan nilai 0.4 lebih akurat karena mempunyai nilai MAD yang lebih kecil. Dari seluruh barang yang di analisis pula, α dengan nilai 0.4 memiliki nilai yang relatif kecil. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai α yang paling tepat digunakan dalam metode ini yaitu 0.4.
Agar lebih jelas berikut akan disajikan jumlah nilai MAD dari
masing-masing α seperti pada tabel 3.8 :
No α Banyaknya Nilai MAD
1 0.1 7
2 0.2 3
3 0.3 0
4 0.4 26
5 0.5 1
6 0.6 0
7 0.7 2
8 0.8 2
9 0.9 0
Jumlah 41
Gambar 3.5 Grafik Penjualan Lipstik Mirabella Chik dan Hasil Peramalan Tabel 3.9 Data Penjualan Lipstik Mirabella Chik dan Hasil Peramalan
No Bulan Data Penjualan Hasil Peramalan
1 Maret 2012 98 -
2 April 2012 95 98
3 Mei 2012 75 97
4 Juni 2012 79 88
5 Juli 2012 79 84
6 Agustus 2012 66 82
7 September 2012 73 76
8 Oktober 2012 82 75
9 November 2012 84 78
10 Desember 2012 75 80
11 Januari 2013 78 78
12 Februari 2013 76 78
13 Maret 2013 77
3.2.2.3 Aturan Bisnis
Dalam dunia pekerjaan, setiap perusahaan pasti mempunyai aturan bisnis masing-masing. Berikut adalah aturan bisnis yang diterapkan pada sistem yang akan dibangun :
3. Data penjualan akan dikelola oleh bagian pembukuan, dimana data penjualan yang ditambahkan oleh bagian pembukuan melihat dari laporan penjualan sales.
4. Dalam melakukan pembelian bulan selanjutnya pimpinan akan mengacu kepada hasil peramalan.
5. Tingkat penjualan sales akan dimonitoring oleh pimpinan.
6. Laporan stok barang yang dicetak oleh bagian gudang akan dilaporkan ke pimpinan.
7. Laporan penjualan dan rekap penjualan yang dicetak oleh bagian pembukuan akan dilaporkan ke pimpinan.
8. Penentuan harga jual setiap barang diputuskan oleh pimpinan, dimana pimpinan mengacu kepada biaya pembelian dan biaya perawatan barang.
9. Setiap tim memiliki wilayah masing-masing dan akan ditukar dengan tim lain selama 1 bulan sekali.
10.Pimpinan berhak untuk menukar sales mana saja yang harus pindah tim.
3.3. Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Analisis kebutuhan non fungsional dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan non fungsional. Spesifikasi kebutuhan non fungsional adalah spesifikasi yang rinci tentang hal-hal yang akan dilakukan sistem ketika diimplementasikan.
3.3.1. Analisis Perangkat Keras (Hardware Analysis)
Untuk menjalankan suatu aplikasi maka diperlukan perangkat keras yang dapat mendukung proses kerja dari sistem itu sendiri. Spesifikasi perangkat keras yang digunakan oleh PD Nabila Kosmetik tertera pada Tabel 3.10.
No Perangkat Keras Spesifikasi
1 Processor Intel Pentium 4 2.00 GHz
2 Monitor Monitor LCD 15”
3 Memory DDR2 512 MB
4 VGA VGA On-Board 224 MB
5 Keyboard Dell
6 Mouse K-One
7 Printer Canon iP1300
Sementara untuk menjalankan sistem informasi di PD Nabila Kosmetik dibutuhkan perangkat keras pendukung sehingga sistem yang dibangun berjalan dengan baik. Spesifikasi minimum perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem tersebut tertera pada Tabel 3.11.
Tabel 3.11 Spesifikasi Minimum Perangkat Keras yang dibutuhkan
No Perangkat Keras Spesifikasi
1 Processor Intel Pentium 4 2.0 GHz
2 Monitor Monitor 15 inch
3 Memory DDR2 512Mb
4 VGA VGA On-Board 224 MB
5 Keyboard Standar
6 Mouse Standar
Berdasarkan perbandingan perangkat keras yang ada di PD Nabila Kosmetik dengan perangkat keras minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem maka dapat disimpulkan bahwa perangkat keras yang dimiliki oleh PD Nabila Kosmetik saat ini sudah cukup memenuhi.
3.3.2. Analisis Perangkat Lunak (Software Analysis)
Sistem Operasi yang digunakan PD Nabila Kosmetik adalah WindowsXP dengan spesifikasi sebagai berikut :
Tabel 3.12 Spesifikasi Perangkat Lunak di PD Nabila Kosmetik
No Perangkat Lunak Keterangan
1 Sistem Operasi WindowsXP 2 Web Browser Mozilla Firefox
Adapun perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem informasi di PD Nabila Kosmetik adalah sebagai berikut:
Tabel 3.13 Perangkat Lunak yang dibutuhkan
No Perangkat Lunak Keterangan
1 Sistem Operasi Windows7 2 Web Browser Mozilla Firefox
3.3.3. Analisis Pengguna (User Analysis)
Analisis pengguna dilakukan kepada pimpinan, karyawan bag.gudang dan karyawan bag.pembukuan PD Nabila Kosmetik. Berikut pada tabel 3.14 kegiatan yang dilakukan (Sistem Yang Berjalan) :
Tabel 3. 14 Tabel Analisis Spesifikasi Pengguna (Sistem Yang Berjalan)
Pengguna dari aplikasi yang akan dibangun terdiri dari 3 pengguna yaitu administrator, karyawan bagian gudang dan karyawan bagian pembukuan. Administrator pada sistem yang akan dibangun merupakan pimpinan PD Nabila Kosmetik. Spesifikasi pengguna dijabarkan pada tabel 3.15 untuk mengetahui tugas dan kualifikasi untuk menggunakan aplikasi yang akan dibuat.
Tabel 3. 15 Tabel Analisis Spesifikasi Pengguna Administrator/Pimpinan
Spesifikasi Hak Akses Mengelola user.
Mengelola sales.
Melihat peramalan.
Melakukan monitoring.
Melihat laporan data stok barang.
Melihat laporan dan rekap penjualan. Tingkat
Pendidikan
Minimal S1/D3.
Pengguna Pengalaman Tingkat
pendidikan Tingkat keterampilan Pimpinan Pernah
menggunakan aplikasi berbasis desktop.
S1/D3 Mampu menggunakan perangkat lunak office
dan menggunakan
internet
Bagian Gudang Pernah
menggunakan aplikasi berbasis desktop.
SMA Mampu menggunakan
perangkat lunak office
dan menggunakan
SMA Mampu menggunakan
perangkat lunak office
dan menggunakan