• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengalaman Ibu Terhadap Macam-macam Posisi Persalinan Di BPS Nurhayati Aceh Tamiang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengalaman Ibu Terhadap Macam-macam Posisi Persalinan Di BPS Nurhayati Aceh Tamiang"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

DEWITA

NIM. 075102062

KARYA TULIS ILMIAH

PROGRAM D-IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ABSTRAK ... ii

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... v

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1.Latar Belakang ... 1

1.2.Tujuan Penelitian ... 2

1.3.Pertanyaan Penelitian ... 2

1.4.Manfaat penelitian ... 2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. Definisi Pengalaman ... 4

2.2. Persalinan ... 4

2.3. Macam-macam Posisi Dalam Persalinan ... 6

BAB 3 METODE PENELITIAN ... 22

3.1. Desain Penelitian ... 22

3.2. Defenisi Operasional ... 22

3.3. Populasi dan sampel ... 23

3.3.1. Populasi ... 23

3.3.2. Sampel ... 23

(3)

3.8. Analisa Data ... 26

3.9. Tingkat Kepercayaan Data ... 27

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 29

4.1. Hasil Penelitian ... 29

4.2. Pembahasan ... 33

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 35

5.1. Kesimpulan ... 35

5.2. Saran ... 36

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

FORMULIR PERSETUJUAN PENELITIAN

KUESIONER DATA DEMOGRAFI

PANDUAN WAWANCARA

RENCANA ANGGARAN BIAYA PENELITIAN

SURAT IZIN PENELITIAN

SURAT BALASAN PENELITIAN

(4)

Maha Kuasa, Karena hanya dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya lah penulis

dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini tepat pada waktunya. Karya Tulis Ilmiah

ini merupakan sebagian persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan program D-IV

Bidan Pendidik.

Dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini penulis banyak mengalami

kesulitan, akan tetapi berkat bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak,

untuk itu perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada:

1. Prof. dr. Gontar A, Siregar, Sp. PD-KGEH selaku Dekan Fakultas Kedokteran

Universitas Sumatera Utara.

2. dr. Murniati Manik, Msc. SpKK selaku ketua pelaksana program studi D-IV

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

3. dr. Zulkifli, Msi, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan petunjuk,

arahan, masukan serta dukungan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini.

4. Dewi Elizadiani Suza, Skp. MNs selaku koordinator karya tulis imliah.

5. Hj. Nurhayati selaku pimpinan PBS Kuala Simpang yang telah memberi izin

(5)

dan materil, terima kasih juga untuk do’a dan senyum yang tiada henti selama

penulis menjalani pendidikan.

8. Kakak dan adik-adikku yang senantiasa menjadi sumber inspirasi bagi penulis,

selalu menghibur dikala duka juga tak bosan dalam memberikan dukungan demi

terselesainya karya tulis ilmiah ini.

9. Seluruh rekan-rekan seperjuangan yang selalu mengingatkan penulis dalam

menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih

banyak terdapat kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan saran dan

kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan dimasa yang akan datang.

Akhir kata penulis mengharapkan semoga karya tulis ilmiah ini

bermanfaat bagi profesi kebidanan khususnya dan masyarakat luas pada

umumnya.

Medan, 2008

Peneliti

(6)

POSISI PERSALINAN DI BPS NURHAYATI

KUALASIMPANG ACEH TAMIANG

Nama : Dewita

NIM : 075102062

Program Studi : D-IV Bidan Pendidik FK USU

Pembimbing,

(7)

2008

ABSTRAK

Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinyatetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang membahayakan ibu maupun janinnya. Disamping itu kebebasan memilih posisi melahirkan membuat ibu lebih percaya diri mengatasi persalinan dan lebih puas dengan pengalamannya.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2008. Partisipan adalah ibu-ibu yang pernah melahirkan sebanyak empat orang. Desain penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan data demografi, wawancara mendalam, diberikan menggunakan tape recorder dan analisa data menggunakan metode parse.

Hasil penelitian diperoleh mengenai macam-macam posisi persalinan yaitu persepsi ibu tentang posisi persalinan. Posisi ibu pada saat melahirkan, posisi tersebut dianjurkan oleh bidan. Perasaan ibu menggunakan posisi tersebut dan Bidan menganjurkan mengambil posisi persalinan. Kebanyakan partisipan melakukan persalinan dengan posisi lithotomi dianjurkan oleh bidan yang menolong persalinan, mengurangi rasa nyeri atau nyaman bagi ibu. Partisipan tidak pernah mendenggar tentang posisi persalinan yang lain dan tidak pernah mencoba dalam proses persalinan.

Penelitian ini diharapkan berguna untuk pelayanan kebidanan dan melakukan promosi kesehatan terhadap macam-macam posisi persalinan. Bagi pendidikan kebidanan sebagai informasi tentang persepsi terhadap macam-macam posisi persalinan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.

(8)

2008

ABSTRAK

Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinyatetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang membahayakan ibu maupun janinnya. Disamping itu kebebasan memilih posisi melahirkan membuat ibu lebih percaya diri mengatasi persalinan dan lebih puas dengan pengalamannya.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2008. Partisipan adalah ibu-ibu yang pernah melahirkan sebanyak empat orang. Desain penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan data demografi, wawancara mendalam, diberikan menggunakan tape recorder dan analisa data menggunakan metode parse.

Hasil penelitian diperoleh mengenai macam-macam posisi persalinan yaitu persepsi ibu tentang posisi persalinan. Posisi ibu pada saat melahirkan, posisi tersebut dianjurkan oleh bidan. Perasaan ibu menggunakan posisi tersebut dan Bidan menganjurkan mengambil posisi persalinan. Kebanyakan partisipan melakukan persalinan dengan posisi lithotomi dianjurkan oleh bidan yang menolong persalinan, mengurangi rasa nyeri atau nyaman bagi ibu. Partisipan tidak pernah mendenggar tentang posisi persalinan yang lain dan tidak pernah mencoba dalam proses persalinan.

Penelitian ini diharapkan berguna untuk pelayanan kebidanan dan melakukan promosi kesehatan terhadap macam-macam posisi persalinan. Bagi pendidikan kebidanan sebagai informasi tentang persepsi terhadap macam-macam posisi persalinan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.

(9)

1.1 Latar Belakang

Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinya

tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang membahayakan

ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan, pertolongan dan

pelayanan dengan fasilitas yang memadai (Manuaba, 1999).

Pengalaman merupakan sumber pengetahuan. Mengenali pentingnya

pengalaman seputar persalinan bagi ibu dan memberi kesempatan untuk

menceritakannya pada orang lain: “suatu pengalaman lebih dari suatu kisah”

(Kirkham, 1997). Dengan membagikan pengalaman mereka saat mengalami suatu

hal menjadikan pemahaman mereka semakin mendalam (Jo Alexander, 2007).

Selama ini, posisi melahirkan yang banyak digunakan adalah berbaring

telentang sepanjang persalinan tahap pertama. Selanjutnya, jika tiba waktunya

mengejan ibu dipindahkan keposisi berbaring, kedua kaki dibuka lebar dan

disangga atau litotomi.. Ibu dapat mencoba berbagai posisi melahirkan yang

berbeda untuk setiap tahapan dan kondisi persalinan.Tujuan diberikan posisi

posisi persalinan adalah untuk mengurangi rasa sakit atau membuat proses

persalinan lebih mudah (Danuatmaja 2004).

Melahirkan dengan posisi berlutut, jongkok, dan berdiri tegak

memungkinkan dinding perut serviks dan bayi turun kejalan lahir lebih cepat. Hal

itu dikarenakan kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih teratur sehingga persalinan

(10)

Bukti radiologis menunjukkan bahwa berjongkok meningkatkan diameter

pintu bawah ptera. anggul sampai 30% atau 2 cm, juga pengaturan posisi

merupakan pendekatan mengurangi rasa sakit (Mander, 2004).

Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan

diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya

keluarga yang berkualitas. Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang

diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan

maksud meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga

yang berkualitas, bahagia dan sejahtera .

1.2 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengalaman ibu terhadap macam-macam posisi

bersalin.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Bagaimana pengalaman ibu terhadap macam-macam posisi Persalinan di

BPS Nurhayati Kuala Simpang Aceh Tamiang.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : 1.4.1 Bagi Praktik pelayanan kebidanan

Hasil penelitian yang diperoleh dapat menjadi sumber pengetahuan

dan strategi bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada

(11)

1.4.2 Bagi Peneliti

Peneliti diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang berharga

dan mengasah pola pikir masyarakat, sehingga dapat menerapkan

pengalaman ilmiah yang diperoleh untuk penelitian dimasa yang

akan datang.

1.4.3 Bagi Pendidikan Kebidanan

Penelitian ini sangat berguna untuk menambah wawasan ilmu

pengetahuan dan sebagai bahan penerapan ilmu yang telah didapati

(12)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Pengalaman

Pengalaman kata dasarnya ”alami” yang artinya mengalami, melakoni,

menempuh, menemui, mengarungi, menghadapi, menyeberangi, menanggung,

mendapat, menyelami, mengenyam, menikmati, dan merasakan (Endarmoko,

2006).

Pengalaman merupakan sumber pengetahuan. Mengenali pentingnya

pengalaman seputar persalinan bagi ibu dan memberi kesempatan untuk

menceritakannya pada orang lain. Dan membagikan pengalaman mereka kepada

orang lain sehingga menimbulkan pemahaman yang semakin mendalam

(Kirkham, 1997).

2.2 Ibu

Ibu adalah sebutan untuk seorang perempuanyang telah melahirkan kita,

sebutan wanita yang sudah bersuami, panggilan lazim kepada seorang wanita (Ali,

1999).

2.3Masa Intra Partum / Persalinan

2.3.1 Defenisi

Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar

dari uterus ibu.

Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup

(13)

Persalinan dibagi dalam 4 kala :

1. Kala I. Persalinan dimulai adanya kontraksi yang adekuat serta adanya dilatasi

serviks, dan berakhir saat pembukaan lengkap yaitu sepuluh sentimeter.

2. Kala II. Persalinan dimulai ketika serviks membuka lengkap dan berakhir saat

bayi lahir.

3. Kala III.Persalinan dimulai dengan kelahiran bayi dan berakhir dengan

lahirnya plasenta serta membran.

4. Kala IV.Persalinan dimulai dengan kelahiran plasenta dan berakhir dua jam

setelah selesainya kala III persalinan.

2.3.2 Teori Terjadinya Persalinan (Mochtar, 1998) 1. Teori Penurunan Hormon

Satu sampai dua minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar

hormon estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot

polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul

his bila progesteron turun.

2. Teori Plasenta Menjadi Tua

Plasenta menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan

progesteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah hal ini akan

menimbulkan kontraksi rahim.

3. Teori Distensi Rahim

Rahim yang menjadi besar dan merangsang menyebabkan iskemia otot-otot

(14)

4. Teori iritasi mekanik

Dibelakang serviks terletak ganglion servikale (flkesus frankenhauser). Bila

ganglion ini digeser dan ditekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul

kontraksi uterus.

2.4 Macam-macam Posisi Dalam Persalinan

Berbagai posisi persalinan yang dapat dilakukan ibu, yaitu : (Simkim,

2005)

2.4.1 Posisi Berbaring Miring

Posisi ini dilakukan sepanjang kala I dan kala II. Caranya wanita

berbaring miring dengan kedua pinggul dan lutut dalam keadaan fleksi dan

diantara kakinya ditempatnya sebuah bantal, atau kaki atasnya diangkat dan

disokong. Untuk sims berlebih atau semi prone. Wanita berbaring miring

dengan lengan bawah di belakang (atau di depan) tubuhnya, kaki bawah,

ekstensi, dan kaki atas fleksi lebih dari 900C dan disokong dengan atau atau

dua bantal. Ia agak berguling ke arah depan.

Pengaruh posisi ini :

- Memungkinkan wanita yang lelah untuk beristirahat.

- Aman jika obat-obatan nyeri telah digunakan.

- Gaya gravitasi netral (dapat digunakan bila kala I maupun kala II sangat

cepat).

- Dapat mengurangi hemoroid.

- Dapat mengatasi masalah detak jantung janin, jika berkaitan dengan

(15)

- Membantu menurunkan tekanan darah tinggi (khususnya posisi lateral

kiri).

- Menghindarkan tekanan terhadap tulang sakrum (berbeda dengan posisi

duduk dan supine)

- Dapat meningkatkan kemajuan saat menggantikan intervensi berjalan.

- Pada kala II, karena tidak ada tekanan terhadap tulang sakrum

(sebagaimana halnya jika duduk) posisi ini memungkinkan gerakan

posterior dari tulang sakrum ketika janin turun).

- Dapat menambah rotasi pada bayi dengan oksiput posterior (OP).

Posisi berbaring miring digunakan bila :

- Selama persalinan terus mengalami kemajuan dengan baik dan wanita

menginginkannya.

- Ketika terjadi hipotensi supine.

- Ketika wanita telah mendapat obat narkotik atau anestesi epidural.

- Ketika wanita mengalami hipertensi yang dipicu kehamilan.

- Ketika wanita merasakan posisi ini nyaman dalam kala I atau kala II

- Ketika wanita lelah

- Pada kala II, ketika hemoroid terasa nyeri pada posisi dorsal.

Bilamana tidak menggunakan posisi berbaring miring :

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya rasa nyeri atau

menginginkan posisi yang lain. Namun, jika dijelaskan bahwa posisi ini

meningkatkan kemajuan persalinan, wanita mungkin bersedia mencoba

(16)

- Ketika diperlukan gaya gravitasi untuk membantu penurunan, terutama

jika kala II menjadi lambat.

- Ketika wanita telah berbaring miring selama lebih dari satu jam tanpa

kemajuan.

2.4 2 Setengah duduk

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya, wanita duduk dengan

tubuh membentuk sudut > 450 terhadap tempat tidur.

Pengaruh posisi ini :

- Memberikan beberapa keuntungan dari gaya gravitasi, jika dibandingkan

dengan posisi supine.

- Lebih baik dari posisi supine dalam

 Menambah dimensi pintu atas panggul  Memperbaiki oksigenasi janin

- Posisi ini mudah dilakukan

- Tekanan terhadap tulang sakrum dan koksigis dapat mengganggu

gerakan sendi panggul.

Bilamana menggunakan posisi setengah duduk :

- Ketika kemajuan persalinan baik dan wanita menginginkannya.

- Ketika wanita perlu istirahat

- Ketika anestesia epidural telah diberikan

- Untuk kenyamanan pemberi perawatan dalam mengamati perineum

selama kala II.

(17)

- Pada janin oksiput posterior

- Ketika janin dalam keadaan gawat

- Ketika wanita mengalami hipertensi dan posisi ini akan memperburuk

hipertensinya.

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya nyeri atau

menginginkan posisi lain. Namun, bila dijelaskan bahwa posisi ini

akan meningkatkan kemajuan persalinan, wanita dapat bersedia untuk

mencobanya.

2.4.3 Duduk tegak lurus

Dilakukan selama kala I dan kala II.

Caranya wanita duduk tegak lurus di atas tempat tidur, kursi atau kursi

pendek.

Manfaat posisi ini yaitu :

- Memberikan keuntungan gaya gravitasi

- Memungkinkan wanita yang lelah untuk beristirahat, jika ia didukung

dengan baik.

- Memungkinkan penempatan kompres panas atau dingin di bahu,

punggung bawah, perut bawah.

- Memungkinkan wanita untuk dapat bergoyang ataupun berayun jika

digunakan kursi goyang ataupun bola persalinan.

Bilamana menggunakan posisi duduk tegak lurus :

- Ketika wanita perlu istirahat

(18)

- Ketika wanita merasa nyaman pada posisi ini dalam kala I maupun kala II.

- Ketika kemajuan persalinan lambat, duduk tegak terutama menguntungkan

bila kedua lutut wanita lebih rendah dari sendi pinggulnya.

Bilamana tidak menggunakan posisi duduk tegak lurus :

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya nyeri atau

menginginkan posisi lain. Namun, bila dijelaskan bahwa posisi itu akan

meningkatkan kemajuan persalinan, wanita dapat bersedia untuk

mencobanya.

- Ketika detak jantung memburuk dalam posisi ini.

2.4.4 Duduk Bersandar ke depan dengan penyangga

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya, wanita duduk dengan

kaki ditempatkan dan bersandar ke depan, kedua tangan diistirahatkan pada

paha atau pada suatu benda didepannya, atau wanita mengangkang di sebuah

kursi atau toilet dan mengistirahatkan tubuh bagian atas pada punggungnya.

Apa pengaruh posisi ini :

- Memberikan keuntungan gaya gravitasi

- Posisi istirahat penuh jika wanita disangga dengan baik

- Mengurangi nyeri punggung

- Dapat menambah rotasi dari oksiput posterior (bila dibandingkan dengan

posisi supine, setengah duduk)

- Mensejajarkan janin terhadap panggul

- Memperluas pintu atas panggul (bila dibandingkan dengan posisi supine)

(19)

Bilamana menggunakan posisi duduk dan bersandar ke depan :

- Apabila wanita pada posisi setengah berbaring tidak mengalami

kemajuan persalinan, posisi ini untuk menggeser titik berat janin dari

spina ibu.

- Ketika wanita mengalami nyeri punggung.

- Ketika wanita menemukan posisi ini nyaman baginya pada kala I atau

kala II.

- Ketika kemajuan persalinan aktif melambat.

Bilamana tidak menggunakan posisi duduk dan bersandar ke depan

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya nyeri atau

menginginkan posisi lain. Namun, bila dijelaskan bahwa posisi itu akan

meningkatkan kemajuan persalinan, wanita dapat bersedia untuk

mencobanya.

- Ketika kemajuan persalinan tidak membaik pada posisi ini.

2.4.5 Berdiri, bersandar ke depan

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya, wanita berdiri dan bersandar

pada pasangan, tempat tidur yang ditinggikan, sebuah pola persalinan yang

diletakkan di atas tempat tidur, atau pada sebuah meja.

Pengaruh posisi ini :

- Memberikan keuntungan gaya gravitasi

- Memperluas pintu atas panggul (bila dibandingkan dengan posisi supine

atau duduk).

(20)

- Dapat meningkatkan fleksi kepala janin.

- Dapat meningkatkan rotasi dari OP, terutama jika dikombinasikan dengan

gerakan berayun.

- Menyebabkan kontraksi agar tidak terlalu nyeri tetapi lebih produktif

daripada posisi supine atau duduk.

- Mengurangi nyeri punggung dengan mengurangi tekanan bagian

presentasi janin terhadap tulang sakrum wanita.

- Dapat lebih mudah dipertahankan dibandingkan dengan posisi berpijak

pada tangan dan lutut.

- Jika wanita dipeluk dan disangga oleh pasangannya pada posisi tegak,

pelukan meningkatkan perasaan sejahtera dan dapat mengurangi produksi

katekolamin.

- Dapat meningkatkan rasa ingin mengejan pada kala II.

Bilamana menggunakan posisi berdiri dan bersandar ke depan :

- Ketika persalinan menjadi lambat atau macet

- Ketika kontraksi jarang atau intensitasnya menurun

- Ketika wanita mengalami nyeri punggung

- Ketika wanita merasakan posisi ini nyaman pada kala I atau kala II.

Bilamana tidak menggunakan posisi berdiri dan bersandar ke depan :

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya nyeri atau

menginginkan posisi lain. Namun, bila dijelaskan bahwa posisi itu akan

meningkatkan kemajuan persalinan, wanita dapat bersedia untuk

(21)

- Ketika kelahiran sudah menjelang dan penolong tidak ingin membantu

persalinan pada posisi ini.

2.4.6 Berlutut, bersandar ke depan dengan penyangga

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya wanita berlutut di atas

tempat tidur atau lantai, bersandar ke depan bagian punggung tempat tidur,

dudukan kursi, bola persalinan, atau penyangga lainnya.

Pengaruh posisi ini :

- Memberikan beberapa keuntungan dari gaya gravitasi

- Mensejajarkan janin dengan pintu atas panggul

- Lebih memperluas pintu atas panggul dibandingkan dengan posisi

berbaring miring, supine, atau duduk.

- Memungkinkan akses yang mudah untuk tekanan ke punggung

- Mengurangi tegangan pada tangan dan pergelangan jika dibandingkan

dengan posisi berpijak pada tangan dan lutut.

- Memungkinkan gerakan yang mudah (berayun, bergoyang)

- Dapat mengurangi kompresi tali pusat

- Dapat menyebabkan nyeri lutut (untuk mencegah ini, wanita dapat

memakai bantalan lutut yang khusus untuk olahraga atau berkebun)

Bilamana menggunakan posisi berlutut dan bersandar ke depan :

- Ketika janin oksiput posterior

- Ketika wanita mengalami nyeri punggung

- Ketika wanita berada di bak mandi atau kolam

(22)

- Ketika janin pada letak tinggi

- Ketika wanita merasakan posisi ini nyaman

- Sebagai pilihan posisi lain untuk nyeri punggung

Bilamana tidak menggunakan posisi berlutut dan bersandar ke depan :

- Ketika wanita merasa nyeri pada lutut atau kaki

- Ketika wanita sangat lelah

- Ketika kala I atau kala II tidak mengalami kemajuan pada posisi ini.

2.4.7 Posisi berpijak pada tangan dan lutut

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya, wanita berlutut

(dianjurkan pada permukaan yang beralas), bersandar ke depan dan

menyangga tubuhnya dengan kedua telapak atau kepalan tangannya (yang

terakhir disebutkan dapat lebih ditoleransi jika wanita mengalami carpal

tunnel syndrome)

Pengaruh posisi ini :

- Membantu rotasi janin dari OP.

- Dapat membantu mengurangi bibir anterior pada akhir kala I

- Mengurangi nyeri punggung

- Memungkinkan gerakan berayun, merangkak, bergoyang untuk

mendorong rotasi dan meningkatkan kenyamanan

- Mengurangi hemoroid

- Dapat mengatasi masalah detak jantung janin, khususnya jika berkaitan

(23)

- Memungkinkan akses yang mudah untuk counterpressure atau peremasan

kedua pinggul.

- Memungkinkan Akses untuk pemeriksaan vaginal.

- Lengan dapat menjadi lelah, untuk menguranginya wanita dapat

mengistirahatkan tubuh bagian atas dan kepala di atas sebuah bantal, kursi

duduk, atau bola persalinan.

Bilamana menggunakan posisi berpijak pada tangan dan lutut :

- Ketika wanita mengalami nyeri punggung

- Ketika janin oksiput posterior

- Ketika wanita merasakan posisi ini nyaman untuk kala I dan kala II

- Ketika bibir anterior memperlambat kemajuan

Bilamana tidak menggunakan posisi ini :

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya nyeri atau

menginginkan posisi lain. Namun, bila dijelaskan bahwa posisi itu akan

meningkatkan kemajuan persalinan, wanita dapat bersedia untuk

mencobanya.

2.4.8 Posisi dada-lutut terbuka

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya wanita berlutut,

bersandar ke depan untuk menyangga gaya berat tubuhnya pada kedua

tangan, lalu dada direndahkan ke arah lantai, sehingga bokongnya lebih

tinggi dibandingkan dengan dada. Pada posisi dada-lutut terbuka, kedua

pinggul kurang fleksi (sudut > 900) dibandingkan dengan posisi dada lutut

(24)

Posisi yang lebih terbuka membuat panggul berada pada sudut yang sangat

berbeda dibandingkan jika lutut ditarik ke bawah batang tubuh.

Pengaruh posisi ini :

- Melindungi dari terjadinya gawat janin dengan prolaps tali pusat

- Jika digunakan selama 30 – 45 menit dalam fase laten atau setiap waktu

sebelum kepala masuk ke panggul posisi ini memungkinkan reposisi

kepala janin. Gaya gravitasi akan mendorong kepala janin agar “mundur”

dari panggul dan berotasi atau fleksi sebelum kembali memasukinya.

- Dapat mengatasi beberapa masalah detak jantung janin

- Mengurangi nyeri punggung

- Mengurangi hemoroid

- Posisi ini melelahkan. Bantal dan sokongan dari pasangan akan membuat

posisi ini lebih mudah.

Bilamana menggunakan posisi dada-lutut terbuka.

- Ketika terjadi prolaps tali pusat

- Ketika dicurigai OP pada prapersalinan atau persalinan dini, yang

diindikasikan dengan kontraksi yang pendek, sering tidak teratur, dan

nyeri, khususnya di punggung bagian bawah, dan tidak diiringi oleh

pembukaan. Posisi ini dapat diatasi dengan posisi semi prone (sims

berlebih).

- Ketika wanita mengalami nyeri punggung

- Ketika penting bagi wanita untuk menghindari mengejan prematur

(25)

- Jika pemberi perawatan akan melakukan rotasi manual pada kepala

posterior selama kala II.

Bilamana tidak menggunakan posisi dada-lutut terbuka :

- Selama kemajuan kala II berjalan normal (berhasil melawan gaya

gravitasi).

2.4.9 Posisi dada-lutut tertutup

Dilakukan selama kala I dan kala II. Caranya : wanita berlutut dan

bersandar ke depan, menyangga tubuhnya dengan kedua tangan, kemudian

merendahkan dadanya ke arah tempat tidur, dengan kedua lutut dan pinggul

fleksi dan abduksi di bawah perutnya.

Pengaruh posisi ini :

- Mengurangi nyeri punggung

- Kurang menegangkan dibandingkan dengan posisi berpijak pada tangan dan

lutut atau dada-lutut terbuka.

- Membuka kedua tulang iskhium, memperlebar diameter kedua spina dan

intertuberositas

- Mengurangi hemoroid

- Dapat mengatasi beberapa masalah detak jantung janin

- Adalah suatu posisi, anti gravitasi yang dapat menolong keadaan bibir

anterior.

Bilamana menggunakan posisi dada-lutut tertutup :

- Ketika wanita mengalami nyeri punggung

(26)

- Ketika terjadi prolaps tali pusat

Bilamana tidak menggunakan posisi data-lutut tertutup :

- Pada prapersalinan atau awal persalinan ketika diharapkan terjadi rotasi

(sebagai gantinya adalah posisi data-lutut terbuka dengan pinggul > 900)

- Ketika wanita menolak, berkaitan dengan bertambahnya nyeri atau

menginginkan posisi lain. Namun, bila dijelaskan bahwa posisi itu akan

meningkatkan kemajuan persalinan, wanita dapat bersedia untuk

mencobanya.

- Ketika wanita menjadi mengalami nafas pendek, lambungnya perih, atau

ketidaknyamanan lainnya.

- Ketika kala II mengalami kemajuan yang berjalan normal (berhasil melawan

gravitasi).

2.4.10 Berjongkok

Dilakukan terutama pada kala II, tetapi juga setiap kali ibu merasa

nyaman dengan posisi ini. Caranya : wanita merendahkan tubuhnya dari

posisi berdiri ke jongkok dengan kedua kaki datar di lantai atau tempat

tidur, untuk menjaga keseimbangan wanita menggunakan pasangannya,

palang untuk berjongkok, atau penyangga lainnya, jika diperlukan.

Pengaruh posisi ini :

- Memberikan keuntungan gaya gravitasi

- Memperluas pintu bawah panggul dengan menambah diameter

(27)

- Dapat membutuhkan usaha mengejan yang lebih sedikit dibandingkan

dengan posisi horisontal

- Dapat meningkatkan perasaan ini mengejan

- Dapat mendorong penurunan janin

- Dapat mengurangi nyeri punggung

- Memungkinkan bebas memindahkan titik berat untuk kenyamanan

- Memberikan keuntungan mekanik tubuh bagian atas lebih menekan fundus

dibandingkan dengan posisi lainnya

- Dapat menghambat koreksi terhadap sudut kepala janin, jika janin secara

relatif berada pada letak tinggi dan asinklitisme

- Jika dilanjutkan dalam waktu lama, posisi ini menekan pembuluh darah dan

serat-serat saraf di belakang sendi lutut, mengganggu sirkulasi dan mungkin

menyebabkan neuropati akibat terjepit.

Bilamana menggunakan posisi jongkok :

- Ketika ruangan dalam panggul diinginkan lebih luas selama kala II, terutama

jika janin dalam keadaan OA.

- Ketika rotasi tidak adekuat.

Bilamana tidak menggunakan posisi jongkok :

- Ketika terjadi cedera pada ekstremitas bawah, artritis, ataupun kelemahan

kaki.

- Ketika kepala janin belum mencapai level spina iskhiadika

- Ketika anestesia epidural mengakibatkan blokade terhadap saraf motorik

(28)

2.4.11 Litotomi berlebih (Posisi McRoberts)

Dilakukan selama kala II. Caranya : Wanita berbaring datar dengan

punggungnya (bantal di kepala), kaki abduksi dan lutut ditarik ke arah bahu

(oleh wanita sendiri atau oleh dua orang lain dengan masing-masing menarik

satu kaki ke arah bahu wanita).

Pengaruh posisi ini :

- Menempatkan janin dalam sudut dorong (drive angle) yang tidak

menguntungkan.

- Dapat menyebabkan hipotensi supine, yang mengakibatkan pengurangan

pasokan oksigen ke janin.

- Adalah suatu posisi anti gaya gravitasi

- Canggung bagi wanita

- Dapat menguntungkan dalam keadaan tertentu. Jika kepala janin

“terperangkap” dan tidak dapat lewat diantara arkus pubis dengan posisi

lainnya, litotomi berlebih dapat membantu. Menarik kedua lutut wanita ke

arah bahu akan merotasikan panggul ke arah posterior, membuat datar

punggung bawah dan menggerakkan arkus pubis ke atas (ke arah kepala

wanita). Hal ini dapat mendorong janin menggelincir di bawah arkus pubis

dan terus turun.

Bilamana menggunakan litotomi berlebih :

- Ketika posisi gaya gravitasi dan posisi untuk memperluas diameter panggul

telah dicoba, tetapi janin masih “terperangkap” di panggul

(29)

Bilamana tidak menggunakan posisi litotomi berlebih :

(30)

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan

fenomenologi yaitu suatu penelitian tentang pengalaman yang bertujuan untuk

mendapatkan pemahaman tentang data peristiwa dan kaitan-kaitan terhadap

orang-orang dalam situasi tertentu serta menangkap pengertian tentang sesuatu

yang sedang diteliti.

Fenomenologi merupakan pandangan berfikir yang menekankan pada fokus

pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia

(Moleong, 2006). Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengalaman ibu

terhadap macam-macam posisi persalinan.

3.2 Definisi Operasional

3.2.1 Pengalaman adalah sesuatu hal yang dapat diingat dan diceritakan

melalui kata-katanya sendiri tentang suatu hal.

3.2.2 Ibu adalah sebutan untuk seorang perempuan yang telah melahirkan

kita, sebutan wanita yang sudah bersuami, panggilan lazim kepada seorang

wanita.

3.2.3 Posisi persalinan adalah posisi yang digunakan dalam proses

(31)

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang

melahirkan di BPS Nurhayati Kuala Simpang Aceh Tamiang.

3.3.2 Sampel

Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini empat orang ibu yang

pernah melahirkan di BPS Nurhayati. Dan peneliti menggunakan empat orang ibu

sebagai responden. Tehnik pengambilan sampel yang dilaksanakan dalam

penelitian ini adalah purposive sampling yaitu tehnik pengambilan dengan

pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti. Ibu-ibu yang memenuhi kriteria

yang dijumpai oleh peneliti selama pengambilan data berlangsung dilibatkan

sebagai subjek penelitian. Kriteria untuk sampel yang akan diteliti adalah sebagai

berikut :

1. Ibu-ibu yang melahirkan di BPS Nurhayati.

2. Pernah melahirkan sebelumnya

3. Bersedia untuk diwawancarai atau menjadi responden

3.4 Lokasi dan waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di BPS Nurhayati Kuala Simpang Aceh

Tamiang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan maret

(32)

3.5 Pertimbangan Etik

Dalam penelitian ini data yang diambil harus data yang sebenarnya, menjaga

keselamatan responden, melindungi respondendari ketidaknyamanan dan bahaya

serta tidak menyebabkan kerugian bagi responden.

Peneliti memulai penelitian dengan menekankan masalah etik yang

meliputi : peneliti menjelaskan maksud dan sesudah pengumpulan data. Jika

responden bersedia berpartisipasi dalam penelitian, maka responden harus

mendantangani lembar persetujuan riset (informed consent). Jika responden

menolak untuk diteliti, maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati

hak-haknya untuk menjaga kerahasiaan identifikasi responden pada lembar

pengumpulan data (kuesioner) hanya nomor kode yang digunakan sehingga

kerahasiaan identifikasi semua informasi yang diberikan tetap terjaga. Dan

seluruh informasi yang diperoleh tidak akan dipergunakan, kecuali untuk

meningkatkan kualitas kesehatan dan tetap menjaga kerahasiaannya.

3.6 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis yaitu :

1. Kuesioner data demografi berisi pertanyaan mengenai data umur responden,

pada lembar pengumpulan data (kuesioner), seperti usia, agama, tingkat

pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman.

2. Panduan wawancara berisi pertanyaan yang akan diajukan kepada responden

(33)

pianjurkan oleh penolong persalinan, posisi apa yang nyaman menurut ibu,

dan lain-lain

.

3.7 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah

sebagai berikut :

1. Setelah mendapatkan izin dari ketua program studi Diploma IV Bidan

Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan dan Bidan

Nurhayati, peneliti mengadakan pendekatan kepada calon responden untuk

mendapatkan persetujuannya sebagai sampel penelitian.

2. Pengumpulan data. Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data dengan

cara menggunakan kuesioner data demografi sebagai data dasar dan deep

interview yakni wawancara mendalamterhadap responden.

3. Sebelum wawancara, peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu dan

menjelaskan hal-hal yang terkait dengan penelitian.

4. Partisipan menjawab pertanyaan yang terdapat pada lembar kuesioner sesuai

dengan petunjuk pada masing-masing bagian.

5. Peneliti memulainya dengan melakukan wawancara dan merekam hasil

wawancara.

6. Peneliti menulis dan membaca transkrip, jika ada hal-hal yang kurang jelas

(34)

7. Peneliti menganalisa data yang ditemukan dan mengelompokkan data

kemudian menguraikan data kedalam bentuk narasi dari semua konsep

kelompok dan kategori konsep.

8. Peneliti membahas hasil penelitian sesuai dengan analisa data yang telah

dilakukan.

9. Pengumpulan data dihentikan, hal ini dapat diketahui dengan menggunakan

grand tour observation dan grand tour question atau yang disebut dengan

penjelajahan umum, yang akhirnya peneliti memperoleh fokus penelitian, dan

bila partisian diwawancarai kembali partisipan tersebut tetap memberikan

jawaban yang sama.

3.8 Analisa Data

Analisa data dilakukan saat transkripsi data pertama dilakukan. Dari awal

penelitian,peneliti akan mulai menginterpretasikan pengertian yang mungkin

terhadap data yang akan disajikan pada awal penelitian. Kesimpulan waktu

mengenai data akan diperoleh dengan menganalisa data secara sistematis dan

menetapkan hubungan-hubungan data yang jelas (Brockopp & Tolsma, 1999).

Metode yang digunakan adalah metode Parse. Adapun Parse mendiskripsikan

proses analisanya secara rinci yang terdiri dari:

1. Menggali intisari dan uraian kata. Intisari yang digali adalah suatu ide

pokok yang dideskripsikan oleh paritispan.

2. Mensintesa intisari tersebut. Intisari yang disintesa adalah suatu ungkapan

(35)

3. Merumuskan suatu perbandingan dari masing-masing uraian partisipan.

Perbandingan tersebut adalah suatu pernyataan terkonsep tidak langsung

oleh peneliti yang menghubungkan intisari yang disintesa dari setiap

partisipan.

4. Menggali konsep inti dan perbandingan yang dirumuskan dan setiap

partisipan.

5. Mensintesa suatu struktur pengalaman langsung dari konsep yang digali

yaitu suatu pernyataan terkonsep oleh peneliti yang dihubungkan dengan

konsep inti tersebut. Struktur itu dianggap sebagai jawaban yang

dikembangkan dari pertanyaan peneliti.

3.9 Tingkat Kepercayaan Data

Tingkat kepercayaan data akan dipertahankan dengan cara member checkng

dan prolong engangement partisipant. Member cheking merupakan suatu tehnik

untuk mempertahankan kepercayaan data dengan cara partisipan memferifikasi

dan menguraikan data yang diperoleh. Jadi dengan cara ini peneliti

mengklarifikasi kembali data yang telah diperoleh kepada partisipan untuk

mengetahui kesesuaiannya.

Proses member checking dimulai pada saat peneliti bertemu dengan

partisipan , memberi fotokopi transkrip, kemudian mendiskusikan kembali proses

member checking yang telah dilakukan dengan dosen pembimbing peneliti. Selain

(36)

kepercayaan data. Peneliti mempelajari pengalaman, membangun kepercayaan,

(37)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian fenomonologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan

menjelaskan mengenai persepsi ibu terhadap bermacam-macam posisi persalinan

di BPS Nurhayati Kualasimpang . Keempat partisipan berdomisili di daerah

Kualasimpang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam.

4.1 Hasil Penelitian

4. 1.1 Karakteristik partisipan

Keempat partisipan yang menjadi sampel dalam penelitian ini

adalah partisipan yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk diwawancari serta

mau menandatangani perjanjian sebelum interview di mulai. Para partisipan

adalah ibu yang melahirkan di BPS Nurhayati. Umur keempat partisipan berkisar

antara 27 – 34 tahun. Rata-rata umur partisipan adalah 29,75 (28 tahun).

Partisipan yang melahirkan di BPS Nurhayati 2 orang mengalami persalinan anak

kedua, dan 2 orang lagi mengalami persalinan yang ke tiga. Semua partisipan

beragama islam. Dua orang partisipan berpendidikan D1, satu partisipan

berpendidikan SMU, dan satu lagi partisipan berpendidikan SMP. Satu partisipan

yang bekerja sebagia PNS dan tiga partisipan yang bekerja sebagai ibu rumah

tangga.

Berikut ini adalah karakteristik dari masing-masing partisipan :

Partisipan 1 berumur 28 tahun, persalinan anak kedua, agama islam, pendidikan

(38)

persalinan anak ketiga, agama Islam, pendidikan terakhir SMP, pekerjaan sebagai

ibu rumah tangga. Partisipan 3 berumur 30 tahun, persalinan anak ke dua, agama

islam, pendidikan terakhir D1, pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Partisipan

4 berumur 34 tahun, persalinan anak ke tiga, beragama Islam, pendidikan terakhir

SMU, pekerjaan ibu sebagai ibu rumah tangga. Karakteristik partisipan dapat

dilihat pada table berikut ini :

Tabel 4.1 Karakteristik Partisipan

Umur

4.1.2 Pengalaman tentang Posisi Persalinan

Posisi persalinan, merupakan posisi yang dipilih ibu menuju proses

persalinan, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 4 partisipan,

(39)

(1) Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengalaman ibu tentang posisi

persalinan

Posisi persalinan merupakan posisi yang digunakan selama proses persalinan.

Partisipan mengatakan bahwa posisi persalinan yang sesuai dengan pernyataan

partisipan berikut ini :

“ Posisi persalinan menurut saya em...telentang,em... posisi lain gak

tau gak pernah dengar yang saya tau cuman posisi telentang “

( Partisipan 1 )

“ Em...ya...apa...posisi telentang aja enek aja kok telentang,enek aja

gitu loh “ ( Partisipan 2 )

“ Menurut saya posisi bersalin gimana enaknya lah gituya kalau enak

mereng ya mereng, kalau enak telentang ya telentang.” (

Partisipan 3 )

“ Pengalaman saya kalau tentang posisi bersalin enaknya pertama

mereng lah disaat mereng itu disaat sakitnya kuat baru saya telentang. ”

( Partisipan 4 )

(2) Posisi ibu pada saat melahirkan

Posisi ibu pada saat melahirkan merupakan kebebasan memilih posisi melahirkan

membuat ibu lebih percaya diri mengatasi persalinan dan melahirkan.

(40)

“ Waktu melahirkan posisi saya telentang dengan kaki ditekuk, posisi

tyang lain tidak pernah saya ccba cuman posisi seperti itu yang pernah saya

lakukan.” ( Partisipan 1 )

“Posisi saat saya melahirkan ya posisi telentang.”

( Partisipan 2 )

(3) Perasaan ibu saat menggunakan posisi itu

Kondisi psikologis ibu terhadap posisi persalinan hal yang sangat penting untuk

mempercepat dan mempermudah proses persalinan. Dari hasil wawancara yang

dilakukan maka diketahui pernyataan partisipan berikut ini :

“ Perasaan saya dengan posisi melairkan telentang nyaman buat saya

karena dibimbing Bidan saya merasa nyaman dengan posisi itu, enak aja

buat saya dengan posisi itu.”

( Partisipan 1 )

“ Kok posisi melahirkan telentang, enak aja buat saya.”

( Partisipan 2 )

”Dengan posisi bersalin telentang itu, karena disuruh Bidan telentang ya

saya ikut aja.” ( Partisipan 3 )

(4) Bidan menyarankan posisi persalinan.

Posisi yang dianjurkan oleh Bidan, agar mempermudah pasien dalam proses

persalinan. Hal ini diperoleh dari hasil wawancara yang sesuai dengan pernyataan

(41)

“ Waktu mau melahirkan dulu Bidan menyuruh saya tidur tidur miring

dulu baru kok udah sakit kali baru disuruh telentang.” ( Partisipan 1 )

4.2 Pembahasan

4.2.1. Pengalaman tentang posisi persalinan

Posisi dalam persalinan menurut simkim (2005), bahwa banyak posisi

yang dapat dilakukan selama proses persalinan yaitu posisi berbaring miring,

setengah duduk, duduk tegak lurus, duduk bersandar ke depan penyangga, berdiri

bersandar ke depan, berlutut bersandar ke depan dengan penyangga, berpijak

pada tangan dan lutut, posisi dada –lutut terbuka, posisi dada lutut tertutup,

berjongkok, dan litotomi berlebih (posisi McRoberts).

Pernyatan tersebut sesuai dengan pernyataan partisipan, bahwa partisipan

dalam melakukan proses persalinan dengan posisi litotomi dan posisi tersebut

dianggap mengguntungkan dalam keadaan tertentu. Bila kepala janin

terperangkap dan tidak dapat lewat diantara pubis dengan posisi lainnya, litotomi

dapat membantu. Hal ini dapat mendorong janin menggelincir di bawah arkus

pubis dan terus turun.

Posisi persalinan yang miring yang dianjurkan bidan karena selama

persalinan terus mengalami kemajuan dengan baik. Posisi ini cocok di lakukan

pada wanita yang mengalami hipertensi dan kelelahan, tetapi posisi ini

disesuaikan juga dengan rasa nyaman yang dialami oleh wanita tersebut.

(42)

4.2.2 Posisi Persalinan Ibu

Posisi persalinan yang dianjurkan berdasarkan hasil jawaban partisipan

yaitu bahwa semua posisi persalinan dianjurkan oleh bidan. Posisi tersebut

disesuaikan dengan kondisi janin yang akan dilahirkan. Apabila posisi selain

litotomi yang dapat di anjurkan tidak mengalami perubahan, dapat juga di lakukan

dengan posisi yang lain. Wanita tentu saja bisa menolak pilihan posisi persalinan

yang akan dilakukan sebab memperberat rasa nyeri, tetapi sangat perlu dijelaskan

bahwa posisi yang dianjurkan tersebut akan meningkatkan kemajuan di dalam

persalinan, wanita di perlukan kesediannya untu mencoba.

(43)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan

Hasil penelitian yang diperoleh dari keempat partisipan mengenai

macam-macam posisi persalinan yang meliputi tentang pengalaman partisipan mengenai

posisi persalinan, posisi pada saat melahirkan, perasaan dalam melakukan posisi

yang dipilih, Bidan yang menyarankan mengambil posisi dalam persalinan.

Posisi persalinan yang bermacam-macam bertujuan untuk untuk mengurangi

rasa sakit atau membuat persalinan lebih mudah (Danuatmaja, 2004).

Sebagian partisipan tidak mengetahui lebih banyak mengenai

macam-macam posisi persalinan, sehingga partisipan tersebut merasa ragu dan tidak

penah mencoba persalinan dengan posisiyang lain. Faktor yang menjadi masalah

dalam perngalaman macam-macam posisi persalinan ini karena partisipan belum

mengetahui atau tidak pernah mendengar mengenai posisi persalinan jmiring dan

litotomi, partisipan hanya mengetahui bahwa pada saat persalinan hanya dapat

dilakukan dengan posisi tidur telentang dengan litotomi.

Hal ini menjadi masalah bagi jalannya proses persalinan, karena posisi

posisi persalinan yang lain dianggap membantu untuk kelancaran proses

persalinan, itu diperlukannya penyuluhan dan sosialisasi mengenai macam-macam

posisi persalinan pada bidang pelayanan kesehatan baik instansi maupun

(44)

melahirkan, agar membuat ibu lebih percaya diri mengatasi persalinan dan

melahirkan, dan ibu juga lebih puas dengan pengalamannya (Danuatmaja, 2004).

5.2 Saran – saran

Berdasarkan sumbangan pemikiran dari rangkaian penulisan akhir karya

tulis ilmiah ini, maka saran-saran yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut :

1. Bagi praktek pelayanan kebidanan

Memberikan pelayanan kesehatan khususnya memberikan bantuan dengan

mengarahkan ibu-ibu untuk memilih posisi yang cocok untuk persalinan,

agar dapat memperlancar jalan lahir.

2. Bagi penelitian kebidanan

Diharapkan agar penelitian yang dilakukan untuk waktu yang akan datang,

jika memilih penelitian dengan metode kualitatif hendaknya mendalami

probing technique dan perlu melakukan prolonged engagement lebih lama

sebelum melakukan wawancara, untuk membina hubungan saling percaya

dengan partisipan, agar data yang dihasilkan lebih valid.

3. Bagi Pendidikan Kebidanan

Diharapkan untuk pendidikan kebidanan pada umumnya untuk

memberdayakan mahasiswa dalam memahami akan pentingnya

mengarahkan dan menginformasikan kepada pasien dalam pemilihan posisi

persalinan yang dirasa nyaman. Informasi tersebut dapat disampaikan

kepada masyarakat dan khususnya D-IV Bidan Pendidik agar melakukan

(45)

secara persentase dapat diketahui sejauhmana pengetahuan dan pemahaman

ibu-ibu tentang macam-macam posisi persalinan.

(46)

Petunjuk pengisian :

a. Semua pertanyaan harus di jawab.

b. Untuk soal nomor 1 sampai 3 isilah titik.

c. Untuk soal nomor 3 dan seterusnya berilah tanda chek list () pada

kotak yangtelah disediakan.

d. Setiap pertanyaan dijawab dengan satu jawaban yang sesuai menurut

partisipan.

1. No. Responden : ………..

2. Usia Ibu : ………..

3. Persalinan yang ke : ………

4. Agama ibu : Islam Protestan Katolik

Hindu Budha

5. Pendidikan terakhir : Tidak tamat SD SMP SMU

D-I D-II D-III

S1 S2

6. Pekerjaan ibu : IRT Swasta

(47)
(48)

3. Bagaimana perasaan ibu menggunakan posisi tersebut ?

(49)

Nama :

Umur :

Alamat :

Bersedia menjadi responden pada penelitian yang berjudul “ PENGALAMAN

IBU TERHADAP MACAM-MACAM POSISI PERSALINAN DI BPS

NURHAYATI ACEH TAMIANG”. Surat persetujuan menjadi responden ini saya

setujui dengan ikhlas tanpa pamrih.

Demikian lembar persetujuan ini saya buat, semoga dapat dipergunakan

semestinya.

Responden

(50)

PENGALAMAN IBU TERHADAP MACAM-MACAM

POSISI PERSALINAN DI BPS NURHAYATI

KUALASIMPANG

Dipersiapkan dan disusun oleh:

Dewita

NIM. 075102062

Telah disetujui tanggal ...Juni 2008, oleh:

Pembimbing

(dr. Zulkifli. Msi)

(51)

LEMBAR PERNYATAAN

PENGALAMAN IBU TERHADAP MACAM-MACAM

POSISI PERSALINAN DI BPS NURHAYATI

KUALASIMPANG

KARYA TULIS ILMIAH

Dengan ini saya menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah ini sepanjang

pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau

diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini

disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, ...Juni 2008

(52)

Judul Pengalaman Ibu Terhadap Macam-Macam Posisi Persalinan di BPS Nurhayati Kuala Simpang

Nama Dewita

NIM 075102062

Program D-IV Bidan Pendidik

Pembimbing Penguji

... ...Penguji I

(dr. Zulkifli, Msi) (Dewi Elizadiani Suza, S.Kp, Mns)

...Penguji II

(dr. Isti Fujiyati, Msc, (CM-FM))

...Penguji III

(dr. Zulkifli, Msi)

Program D-IV Bidan Pendidik telah menyetujui Karya Tulis Ilmiah ini sebagai dari persyaratan Kelulusan Sarjana Sains Terapan untuk D-IV Bidan Pendidik.

(Dewi Elizadiani Suza, S.Kp, Mns) (dr. Murniati Manik, Msc, SpKK)

NIP.132258269 NIP.130810210

Koordinator Ketua Pelaksana

(53)

DAFTAR TABEL

(54)

LEMBAR KONSULTASI

PROGRAM STUDI D-IV BDAN PENDIDIK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(55)

Ali. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Brocckop, Y, D dan Tolsma, H, T, M. 1999. Dasar Riset Keerawatan. Jakarta: EGC

Endarmoko, E. 2006. Bahasa Indonesia. Jakarta:EGC

JNPK-KR. 2007. Asuhan Keperawatan Normal. Jakarta: JHPIEGO

Mander, R. 2004. Nyeri persalinan : Jakarta: EGC

Manuaba. 1999. Memahami kesehatan reproduksi wanita. Jakarta: ARCAN

Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obtetri. Jilid 1. Jakarta: EGC

Moeloeng Lexy, J.2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja

Rosdakarya.

Notoadmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan Teori Dan Aplikasi. Jakarta: PT Rineka

Cipta

Simkim, P dan Ancheta, R.2005. Buku Saku Persalinan. Jakarta: EGC

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta. EGC

Sunarjo. 2003. Fsikologi Untuk Keperawatan. Bandung. CV Alfa Beta

Widayatun, T.R. 1999. Ilmu Prilaku, Buku Pegangan Mahasiswa AKPER. Cetakan

Pertama. Jakarta.Sagung Seto

Gambar

Tabel 4.1 Karakteristik Partisipan

Referensi

Dokumen terkait

2010-2014 26 provinsi: NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, DIY, NTB, NTT, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sultra, Sulteng, Sulsel, Sulbar,

hijaiyah yang bentuknya sama dengan alat bantu karton yang bertulisan huruf hijaiyah dan papan panel siswa kelas III SLB C sesuai dengan silabus dan rencana

guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan.” Sedangkan Susilawati 2009: 33 menjelaskan “kekuatan adalah komponen yang sangat penting untuk meningkatkan fisik seseorang

Saat pertama kali e-SPT diterapkan di KPP Pratama Makassar Barat tahun 2015 kendala yang dihadapi dalam penerapannya yaitu pertama sulitnya mengajarkan dan

(2) Jenis karkas, daging, dan/atau jeroan yang berasal dari selain jenis lembu serta olahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a tercantum dalam

Didalam perusahaan manufacturing yang aktivitas utamanya adalah mem-produksi,sangat penting dilakukan teknik perhitungan biaya.Metode yang memberikan pengaruh cukup besar

2 Rilyani, S.Kep.,Ns.,M.Kes/Riska Wandini, S.Kep.,Ns PRAKTEK KLINIK KDT 151 Praktik Klinik Keperawatan Dasar 3 20 Prima Dian Furqoni,S.Kep.,Ns / Team

Pada penelitian ini, peneliti membuat judul “ Pembangunan Aplikasi Penjualan Online pada Toko Jam Tangan AMPM Watch” penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan website yang