• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Isi Rumen Dari Limbah Rumah Potong Hewan Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Ikan Nila

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pemanfaatan Isi Rumen Dari Limbah Rumah Potong Hewan Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Ikan Nila"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

R1NGKASAN

NOOR ARIDA FAUZANA.

Pemanfaatan lsi Rumen dari Limbah Rumah Potong

Hewan Sebagai Bahan Pakan dalam Ransum

Ikan Nila

(Oreochromis nilolicus).

Dibawah

bimbingan

Prof. Dr.Ir.Sengli

J.Damanik,

MSc

sebagai

Ketua,

Prof.Dr.lr.T.Chairun Nisa, MSe

dan Ir. M. Ramlan Matondang, MSe sebagai

anggota komisi pembimbing.

Penelitian ini bertujuan untuk (I) mengetahui kandungan gizi isi rumen

sebagai bahan pakan ikan yang bergizi , (2) mengetahui pengaruh kandungan protein

dalam ransum ikan dan penambahan filtrat air abu sekam terhadap pertumbuhan ikan

dan (3) menetapkan konsentrasi isi rumen yang terbaik sebagai bahan pakan dalam

ransum ikan.

Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak ikan nila yang meliputi

pertarnbahan berat

(gr)

dan pertarnbahan panjang (em), pertumbuhan relatif (%) baik

berat maupun panjang, mortalitas atau tingkat kematian ikan dan pengamatan

terhadap data kualitas air sebagai data penunjang.

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 200 I sampai Agustus 200 I

dengan menggunakan

Raneangan Aeak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 12

kombinasi perlakuan, setiap perlakuan di ulang 3 kali sehingga diperoleh 36 plot

pereobaan. Penyusunan pakan dengan kandungan protein pellet isi rumen terdiri dari

3 taraf yaitu 20 %, 25% dan 30 %.

Sedangkan pengolahan isi rumen dengan

penambahan filtrat air abu sekam terdiri dan 4 tarafyaitu 0%, 7,5%, 15 % dan 22,5

%.

Data penelitian diuji dengan analisa sidik ragam yang dilanjutkan dengan uj:

Duncan.

Berdasarkan hasil analisa proksimat terhadap isi rumen bahwa kandungan gizi

isi rumen adalah mengandung protein schesar 10,09%" lemak 13,91

'Vo,

scrat kasar

18,73%, berat kering 89,71% dan kadar abu 16,3%. Sedangkan pcnambahan

filtrat

air abu sekam dapat meningkatkan protein yang berkisar antara 3,87%

sampai

10,80% serta rnenurunkan serat kasar sampai 48,77%, dimana penambahan filtrat air

abu sekam 15% mengandung protein tertinggi sebesar

11,18% . .

Untuk pertumbuhan mutlak yaitu pertambahan berat dan pertambahan panjang

ikan nila, perlakuan protein dan filtrat serta interaksi keduanya berpengaruh nyata.

Pada akhir masa pemeliharaan, pertambahan berat terbesar dijumpai pada perlakuan

P3 (Protein 30%) sebesar 15,98 g dan R2 (lsi rumen

+

filtrat air abu sekam 15%)

yaitu sebesar 16,11 g. Sedangkan interaksi P3R2 (30; 15) memberikan pertambahan

berat terbesar yaitu 16,35 g.

Pertambahan panjang terbesar pada akhir masa

pemeliharaan dijumpai pada perlakuan P3 (Protein 30%) sebesar 5,155 em dan R2

(lsi rumen

+

filtrat air abu sekam 15%) yaitu sebesar 5,264 em. Sedangkan interaksi

P3R2 (30; 15) memberikan pertambahan panjang terbesar yaitu 5,38 em.

Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa untuk

nilai pertumbuhan

relatif berat yaitu perlakuan protein dan filtrat serta interaksi keduanya berpengaruh

nyata. Begitu juga dengan pertumbuhan relatif panjang yaitu perlakuan protein dan

filtrat serta interaksi keduanya berpengaruh nyata. Perlakuan P3 (Kandungan protein

30%) lebih baik dibandingkan yang 20% (PI) maupun 25% (P2) dimana perlakuan

VI

(7)

I

P3 memberikan pertumbuhan relatif' berat scbesar 219,17% dan pertumbuhan relatif

panjang sebesar 80,92%. Sedangkan penambahan filtrat air abu sekam 15% (R2)

lebih baik dibandingkan yang tanpa filtrat (RO), filtrat 7,5% (RI) dan 22,5% (R3).

Dengan perlakuan R2 pertumbuhan relatif berat yang dijumpai adaJah sebesar

221,24% sedangkan pertumbuhan relatif panjang 82,64%. Interaksi P3R2 (30;15)

memberikan pertumbuhan relatif berat sebesar 224,64% dan 84,51% untuk

pertumbuhan relatif panjang.

Mortalitas atau tingkat kematian ikan antar perlakuan berbeda tidak nyata.

Rerata mortalitas berkisar antara 10 - 26,7% dengan rerata jumlah ikan yang hidup

pada akhir masa pemeliharaan berkisar antara 7,33 sampai 9

ekor,

Rerata suhu air pagi, siang dan sore hari berkisar antara 24 - 30,5"C, Oksigen

terlarut (DO) 4,292 mg/l, karbondioksida bebas (C0

2)

13,97 mg/l, derajat keasaman

7,014 dan kadar amoniak 0,38 mg/l. Kualitas air media pemeliharaan tersebut secara

umum menggambarkan kisaran yang masih berada dalam batas toJeransi yang

diinginkan ikan dan tidak mernbahayakan bagi pertumbuhan ikan yang dipelihara.

Disimpulkan bahwa isi rumen dari Iimbah rumah potong hewan dapat

dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan nila dan penambahan filtrat air abu sekam

pada isi rumen dapat meningkatkan kandungan protein bahan. Kandungan protein

30% dan penambahan filtrat air abu sekam 15% lebih tinggi meningkatkan

pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang dan pertumbuhan relatif ikan nila.

VII

(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)
(142)
(143)
(144)
(145)
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)
(153)

Referensi

Dokumen terkait

Tepung isi rumen dapat dijadikan sebagai pengganti hijauan dan dapat meningkatkan performa dan produktivitas ternak dengan syarat yaitu tepung isi rumen

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh substitusi silase isi rumen dalam pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio, laju

Penambahan crude enzim cairan rumen pada pakan berbasis sumber protein nabati untuk ikan nila yang berukuran 6,10 ± 0,49 gram tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata

Kandungan Nitrogen kompos yang paling tinggi yaitu pada variasi komposisi bahan 60 % isi rumen : 20 % kotoran ternak dan sisa pakan : 20 % sampah organik pasar dengan

Model Pemanfaatan Limbah Industri Pangan Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pakan Ikan. PAKAN ALAMI - Hewan - Tumbuhan

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi seberapa besar potensi biogas dari limbah hewan (sapi), terdiri dari limbah darah, rumen dan kotoran yang dapat digunakan untuk kebutuhan

Kualitas pakan dan nutrien pakan dapat ditunjukkan dengan daya cerna protein yang tinggi yang nantinya akan dimanfaatkan ikan nila seefisien mungkin untuk menyusun

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan Spirulina pada substitusi tepung isi rumen yang difermentasi dalam pakan terhadap persentase