• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pluralitas Dan Keseragaman Dalam Apressiasi Konstruksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pluralitas Dan Keseragaman Dalam Apressiasi Konstruksi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PLURALI TAS D AN KESERAGAM AN D ALAM APRESSI ASI KON STRUKSI

Mengam at i sem akin banyaknya m uncul yang m enam akan dirinya Organisasi Kem asyarakat an ( ORMAS) baru at au apapun nam anya akhir- akhir ini t elah m ew arnai perdebat an polit ik yang m enarik dalam m asyarakat . Dari perdebat an yang m uncul, ada t iga m asalah yang diket engahkan. Pert am a, yang m elihat bahw a kehadiran organisasi organisasi kem asyarakat an baru adalah m erupakan hal yang w aj ar- w aj ar saj a j ika dikait kan dengan t unt ut an dem okrat isasi yang sem akin dibut uhkan. Kedua, m elihat bahw a kehadiran organisasi- organisasi kem asyarakat an baru pada saat ini dianggap sebagai suat u fenom ena polit ik kem asyarakat an yang lahir sebagai akibat sem akin sem pit nya sarana/ saluran aspirasi polit ik yang ada ( part ai- part ai polit ik dan dew an) . Ket iga, m elihat bahw a kehadiran at as organisasi- organisasi kem asyarakat an baru ini keperm ukaan, lebih m enunj ukkan kepada m em anfaat kan sit uasi dan perkem bangan baru at as sist em polit ik ( form at polit ik) sekarang yang m enuj u kepada form at polit ik parlem ent arism e dengan sem akin sem araknya sist em kepart aian ganda ( m ult ipart y syst em ) at au dengan perkat aan lain, m enghidupkan kem bali pola polit ik aliran yang diam bil dari part ai- part ai lam a dikem as ke dalam

w adah yang baru

.

2 . PERUBAH AN AFI LI ASI FORM AT POLI TI K

Terhit ung dari sej ak t ahun 1966- an, form at polit ik baru yang dikem bangkan di I ndonesia t ernyat a t idak lagi m em buka peluang dan ruang gerak bagi perdebat an-perdebat an polit ik dan ideologis yang m em adai. Karena yang t erj adi di sini adalah sat u pem bent ukan form at yang baru, yakni dengan direduksinya m akna polit ik yang m enj adi sekedar persoalan t eknis- adm inist rat if dalam m em ecahkan persoalan. Form at baru yang dim aksudkan di sini adalah sebagai kebalikan dari m odel kepolit ikan Orde baru yang t elah m encapai usia kurang lebih t iga puluh t ahun yakni pada pola polit ik aliran 1950 sam pai dengan t ahun 1960- an ( ideologi dan budaya) . Pet a polit ik m odel aliran sepert i yang pernah dilakukan oleh Herbert Feit h dan Lance Cast les dalam buku m ereka yang berj udul,Pem ikiran Polit ik I ndonesia 1945- 1965 m engenai lim a aliran ut am a pem ikiran polit ik I ndonesia 1945- 1965 yang t erdiri dari: nasionalism e radikal, t radisionalism e Jaw a, I slam , Sosialism e Dem okrasi dan Kom unism e.

Lim a aliran pem ikiran polit ik it u kem udian selanj ut nya m ew uj udkan diri kedalam lim a bent uk part ai polit ik. Nasionalism e radikal m ew uj udkan diri kedalam Part ai Nasional I ndonesia ( PNI ) ; I slam m eleburkan diri kedalam MASYUMI ( sosialism e- dem okrat ik) dan Nahdat ul Ulam a ( NU) ; Sosialism e dem okrat ik m ew uj udkan diri kedalam Part ai Sosialis I ndonesia ( PSI ) sedangkan kom unism e m ew uj udkan diri kedalam Part ai Kom unis I ndonesia ( PKI ) ; dan yang t erakhir aliran t radisonalism e- Jaw a sat u- sat unya yang t idak m em bent uk diri kedalam part ai polit ik secara nyat a.

(2)

dan Parm usi. Dan yang kedua berfungsi ke dalam Part ai Dem okrasi I ndonesia ( PDI ) t erdiri dari unsusr- unsur Part ai I kat an Pendukung Kem erdekaan I ndonesia ( I PKI ) , Part ai Murba, Part ai Krist en I ndonesia ( Parkindo) , Part ai Kat holik dan Part ai Nasional I ndonesia ( PNI ) . Sem ent ara kino- kino kem asyarakat an yang dibidani oleh birokrasi berfungsi dan m em et am orfosakan diri kedalam Golongan Karya ( Golkar) . Disusul kem udian kebij akan ( sebagai ungkapan perubahan dinam is dalam pengem bangan budaya polit ik) pem bangunan polit ik float ing m ass ( m assa m engam bang) sam pai kepada penet epan azas t unggal Pancasila.

Maka dalam hubungan ini yang m enj adi int i persoalan sebut ulnya t erlet ak dalam penbent ukan dua kut ub yang saling bersinggungan yait u ant ar kut ub pem erint ah ( negara) yang m enganut faham developm ent alism e- int ergeralisis dengan m enekankan pada fakt or pem bangunan ekonom i dan st abilt as polit ik sert a t ert ib sosial ( social orderly) dan kubu yang lain ( non- pem erint ah) berdasarkan pada spekt rum pem ikiran ( aliran) plural- krit is at au liberal- reform ism e.

PEM I KI RAN POLI TI K I N D ON ESI A 1 9 6 6 - SEKARAN G

Developm ent alism e- * St abilit as 'Polit ik

I nt egeralis

* Pert um buhan Ekonom i

* Peran sent ral negara

* Keserasian sosial.

* Dem okrat isasi

Pluralis- krit is * Hak- hak azasi m anusia

* Rule of law

* Keadilan sosial.

(3)

PEM I KI RAN POLI TI K I N D ON ESI A 1 9 4 5 - 1 9 6 6

PENGARUH BARAT

PKI

SOSI ALI S KOMUNI SME

DEMOKRASI

PNI

NASI ONALI SME RADI KAL MASYUMI

NU TRADI SI ONALI SME

HI NDU JAWA I SLAM

TRADI SI

3 . I M PLI KASI PEN YEM PI TAN PLURALI SM E

Ket ika disain akbar digelar dalam pem bangunan polit ik dan ekonom i kurang lebih t iga puluh t ahun t erakhir oleh regim Orde Baru, t am paknya t elah m em baw a perubahan- perubahan yang m endasar dalam segi kehidupan polit ik bangsa ini. Sem akin m erebaknya sifat pluralis dalam m asyarakat ( ras dan et nis) , j uga pluralism e aksessibilit as t erhadap kesem pat an m em ilki sum ber- sum ber ekonom i dan aksessibilit as t erhadap pusat - pusat kekuasaan.Kit a am bil m isalnya cont oh kasus di Medan yang m enggam barkan bagaim ana kondisi t erj adinya penyem pit an t erhadap beberapa aksesibilt as- pluralist is t erhadap sum ber- sum ber ekonom i dan sebab- sebab pluralit as et nis dan ras t adi.

Disebabkan t im bulnya j urang pem isah ant ara kedua hal t ersebut di at as senant iasa m enem ui kesulit an unt uk dapat m engart ikulasikannya, sehingga pada gilirannya t erakum ulasi kedalam berbagai let upan- let upan ket idakpuasan dengan diw arnai oleh prim ordialism e ( agam a dan et nis) . Hal ini saya kira m erupakan fakt or dan kondisi yang set idak- t idaknya persis dengan proposisi yang dikem ukakan oleh Clifford Geert z ( 1959) yang m engat akan bahw a dalam realit as em piris polit ik, m em iliki afinit as yang kuat unt uk m enuj u kepada afiliasi polit ik aliran ( organisasi m assa) baru.

(4)

I ndonesia it u sendiri m elainkan t elah t im bul persepsi t erhadap pluralit as dan keseragam an yang dikem as dengan persoalan di lingkungan kekuasaan. Pluralit as dalam persfekt if berbangsa dan bernegara senant iasa bert um pu pada m asalah ket egangan dalam kerangka pencaharian keseim bangan hubungan kekuasaan ( balance of pow er relat ionships) ant ar t onggak- t onggak kekuasaan ( t it ik kekuasaan) sebagai suat u paradoks yang saling m elengkapi dan m em but uhkan. Keseragam an, m em but uhkan pluralit as yang t erkonst ruksi, agar, m asalah bagaim ana yang bernam a keseragam an it u bisa dan m am pu berdiri kokoh. Nam un disisi lain, m uncul rasa kekhaw at iran dengan dibayangi oleh pengalam an- pengalam an m asa lalu ( 1950-an) yang t elah dij adikan sebagai pakem dari argum en pem bangunan polit ik selam a ini yakni, kekhaw at iran akan t erulang kem bali fragm ent asi polit ik yang t aj am dan pada gilirannya kelak akan m engancam int egrit as bangsa.

Munculnya berbagai organisasi kem asyarakat an ( orm as) dengan m enggunakan label Persat uan Nasional I ndonesia ( PNI ) , MASYUMI Baru, Part isipasi Krist en I ndonesia ( PARKI NDO) , Murba Baru, dan sebagainya, dinilai sebagai pencangkokan nam a yang sudah lam a m at i diangkat kem bali ke dalam kem asan yang pernah hidup pada m asa lalu unt uk sebagian t am pak ikut m ew arnai at au m em perkuat konst at asi t ent ang pem unculan kem bali pola afiliasi polit ik aliran. Kendat i belum j elas bet ul, sej auhm ana dam pak at as kehadiran m ereka ini m anakala pola polit ik aliran t ersebut t erhadap pem bent ukan form at polit ik yang baru. Kem unculan m ereka ( orm as- orm as) baru ini j uga m enam pakkan suat u kecenderungan seolah- olah m engisyarat kan belum opt im alnya organisasi- organisasi polit ik konvensional, sem isal part ai polit ik dan dew an yang ada dalam kerangka m enam pung dan m enyalurkan aspirasi rakyat yang t erus t um buh dan berkem bang dan karena it ulah pula orang m encari saluran lain yang diant aranya dalam bent uk afiliasi lam a. Ternyat a kondisi polit ik dalam form at nya yang ada saat ini belum lah dapat dikat akan berhasil unt uk m encipt akan landasan yang kokoh dan m em berhasilkan bagi t ercipt anya landasan yang baru kepada sist em kepart aian dan corak afiliasi polit iknya.

Secara form al, m em ang upaya rest rukt urisasi polit ik dengan cara m em fusikan kekuat an- kekuat an ( part ai- part ai polit ik) yang dilakukan oleh pem erint ah Orde Baru dianggap sebagai sat u pola yang ant ik ( unik) t erut am a j ika dilihat dari kepust akaan polit ik ( dem okrasi) . Nam un dem ikian, set idak- t idaknya langkah sepert i ini t elah m em berikan kont ribusinya yang berart i bagi obsesi ganda polit ik Orde Baru yakni, pert um buhan ekonom i dan st abilit as polit ik. Nam un sebaliknya j ika hal ini diperhat ikan akan m em berikan pengaruhnya kepada pem bat asan- pem bat asan bagi part isipasi rakyat . Sem uanya ini dikem balikan kepada suat u langkah perubahan yang diharapkan sebagai kom it m en m aj u ke depan di dalam kerangka usaha m em bangun m asyarakat I ndonesia ini secara keseluruhan.

Perubahan t ersebut khususnya dalam orient asi dan budaya polit ik yang diharapkan dengan m elalui suat u proses pem fusian t erhadap part ai- part ai polit ik t adi it u belum m enam pakkan hasilnya yang nyat a dan m alahan sebaliknya; kit a bisa m engat akan bahw a orient asi pada ideologi dan prim ordialism elah yang sering m uncul bagi prilaku polit ik. Hal ini, akan bisa kit a am at i bahw a m asalah agam a, yang diperkent al t erut am a pada m asa- m asa m enj elang pem ilihan um um dan sem akin m enguat nya isu- isu unsur set iap saat m enj elang diadakannya suat u kongres-kongres t ert ent u, m ukt am ar dan apapun nam anya it u, dim ana j ust ru, spesifikasi program sebagai fakt or pem beda diant ara part ai- part ai polit ik seakan- akan t enggelam dibalik m asalah dan perdebat an pem bagian kursi ( kekuasaan) , j at ah unsur dan sebagainya.

(5)

of inferiorit y com plex part ai- part ai polit ik berhadapan dengan supra- st rukt ur polit ik. Diperlihat kan di dalam perpolit ikan perij inan, pem bat alan SI UPP t erhadap surat - surat kabar, yang dianggap sebagai bagian kecil cont oh nyat a unt uk m enunj ukkan bet apa sedem ikian kokohnya kekuasaan negara dalam form at polit ik saat ini yait u suat u form at polit ik yang oleh sebagian pengam at polit ik disebut sebagai sebuah st at e-corporat ism ( korporat ism e negara) . At as form at sepert i ini dim aksudkan sebagai upaya unt uk m encapai dan m em elihara st abilit as polit ik sebagai prasyarat pem bangunan ekonom i. Kegiat an- kegiat an kem asyarakat an t erut am a dalam kerangka bangunan polit ik dit at a dengan m elalui berbagai m acam organisasi korporat ism e yang sepenuhnya di baw ah kendali ( bayang- bayang) negara t adi.

4 . POSI SI KEKUATAN SOSI AL POLI TI K

Bahw a kehadiran organisasi- organisasi kem asyarakat an baru pada akhir- akhir ini, t ent unya ( apa lagi ia m uncul sebagai kekuat an besar) m erupakan saingan baru pula t erut am a j ika hal ini diarahkan kepada aksesibilit as ( sarana) ke pusat - pusat kekuasaan. Melahirkan pluralit as- aksessibilit as yang j ust ru akan m em persem pit j alan kearah it u. Bagaim ana caranya agar kekuat an- kekuat an yang baru it u ( m eskipun dianggap sebagai persaingan kepent ingan) it u dit iadakan saj a j ika m asalah ini akan dikem as ke dalam form at polit ik ( sist em polit ik) yang t ent unya m engalam i perubahan- perubahan.

Kit a m elihat dalam sist em polit ik yang ada sekarang ini bahw a kekuat an-kekuat an sosial polit ik yang t erakum ulasi ke dalam t iga an-kekuat an polit ik yakni, Angkat an Bersenj at a Republik I ndonesia ( ABRI ) , Part ai part ai Polit ik dan Birokrat ( Golongan Karya) . Dan j ika kit a hadapkan dengan kem unculan organisasi- organisasi kem asyarakat an baru yang sem akin m arak pada saat ini, kat akanlah j ika bisa m asuk ke dalam sist em ( st rukt ur) yang ada sekarang, m aka yang bakal t erj adi adalah adanya perubahan form at dan konst elasi sist em polit ik yang ada. Nam un pun dem ikian, ada sat u fakt or yang sangat dom inan dalam percat uran polit ik yang sedem ikian, yait u figur Presiden Soehart o. Maka karakt er det erm inan form at polit ik Orde Baru sekarang ini t erlet ak pada t angan Soehart o sebagai presiden yang berkuasa.

I ni didasarkan kepada sat u asum si bahw a rej im m ilit er t idak berada di dalam ruang kosong at au dalam ist ilah " polit ical vacuum " yang di dalam kerj anya dit erapkannya sebagai: " t o cant rall t he polit y" . Angkat an Bersenj at a Republik I ndonesia ( ABRI ) t idak akan bisa bersikap net ral dalam kapasit asnya sebagai kekuat an sosial - polit ik ( dual funct ional) . Hal ini disebabkan Angkat an Bersenj at a Republik I ndonesia ( ABRI ) yang m engharuskannya m em punyai sikap dan m em ilih kaw an yang bisa diandalkan guna m encapai t uj uan at au cit a- cit a bangsa. Kesam aan idealism e dan hist oris posisi Angkat an Bersenj at a Republik I ndonesia ( ABRI ) am at dekat dengan Golongan Karya ( GOLKAR) dim ana peran Angkat an Bersenj at a Republik I ndonesia ( ABRI ) sebagai legit im asi polit ik ( negara) , t ercerm in di dalam dw i fungsinya t adi it u.

(6)

akan m em berikan peluang baru sebagai kont ribusi m ereka dalam kerangka perkem bangan perpolit ikan di I ndonesia at au j uga dengan kem am puan yang m ereka m iliki m enj adi persoalan lain m enuj u ke arah cit a- cit a t ersebut .

Akan t et api yang paling j elas kelihat an adalah perm asalahan pert isipasi m asyarakat ( rakyat ) dalam polit ik m uncul kem bali di dalam bent uk kebangkit an baru organisasi- organisasi kem asyarakat an kendat ipun belum m em iliki legit im asi baik secara hukum m aupun berupa pengakuan- pengakuan yang kuat sebagaim ana yang diberikan kepada part ai- part ai polit ik sebagai kekuat an sosial polit ik. Baru yang t am pak, sej um lah besar kelom pok- kelom pok dan individu- individu berkehendak m erebut kekuasaan ( posisi) ke dalam kerangka bangunan rej im yang baru. Sebagai cont oh, pada saat pelaksanaan Pem ilihan Um um 1997- 1998. I ni, m erupakan suat u upaya m anuver- m anuver polit ik yang m ereka t am pilkan dengan berbagai argum ent asi yang diarahkan kepada suat u t at anan polit ik nasional yang baik, sesuai dengan persepsi m ereka sendiri. Mereka, dat ang unt uk m em bangkit kan kem bali part ai- part ai polit ik yang t elah lam a t erkubur di baw ah t anah longsoran Orde Baru. Orang- orang yang m ew akili sayap m odernis I slam I ndonesia, berusaha m enghidupkan kem bali Masyum i Baru ( part ai t erbesar kedua ( 20, 9% ) yang m em perolehsuara dalam Pem ilihan Um um t ahun 1955, nam un. dilarang oleh Presiden Soekarno karena part isipasinya dalam aksi- aksi pem bront akan di daerah-daerah sekit ar t ahun 1950- an. Ket ika Soehart o naik ke pent as polit ik nasional sebagai presiden Republik I ndonesia, dalam pem erint ahan Orde Baru, hanya m engij inkan pendirian part ai polit ik baru bernam a PARMUSI ( part ai Muslim in I ndonesia) dan sem ua m ant an pem im pin part ai t ersebut disingkirkan. PARMUSI , yang m em peroleh suara 5,3% dalam pem ilihan um um t ahun 1971.

Kehadiran organisasi- organisasi m assa baru ini j uga kelihat annya berkorelasi dengan aspek agam a dan ideologi. I ndikasi sepert i penyerapan unsur- unsur I slam m enj adi issu besar kerangka ideologi yang lebih bergaung dibandingkan dengan unsur- unsur yang m em bangkit kan kem bali unsur Krist en at aupun unsur nasionalis. Maka yang m enj adi pert anyaannya: m engapa issue it u yang m enj adi t et ap kuat dan t erus berlanj ut ( perobahan dan kesinam bungan) ? Apakah ini m erupakan suat u cerm inan at as issu- issu t ent ang adanya dom inasi Jaw a dan dist ribusi pendapat an yang t idak m erat a ant ara pulau Jaw a dan di luar pulau Jaw a ? At au apakah ini j uga ada kait annya dengan kondisi m asyarakat kit a yang m em iliki het erogenit asnya sedem ikian besar sehingga fakt or m ult iet nisit as t urut m ew arnai pet a perpolit ikan nasional kit a? Oleh sebab it u seolah- olah organisasi- organisasi m assa yang baru-baru ini berm unculan dapat dikat akan sebagai yang m ew akili " t radisi" it u yang dikarakt erisasikan ke dalam bent uk- bent uk persaingan yang m ungkin t erj adi sebagai upaya unt uk m em peroleh kekuasaan dan ini senant iasa didasarkan kepada landasan keberagam an di at as t adi. Dan ini selanj ut nya akan m em berikan dam pak t erhadap perkem bangan dan perubahan sist em polit ik nasional um um nya.

Perubahan dan perkem bangan sist em polit ik yang dim aksudkan it u berkenaan dengan kem am puan yang dim iliki oleh organisasi- organisasi m assa unt uk dapat m em asuki gerbang sist em polit ik it u sendiri. Persoalannya t erlet ak pada keberadaan sum ber daya yang dim iliki unt uk m em berikan dukungan sehingga dapat diart ikulasikan dan diagregasikan. Sum ber daya it u dij adikan sebagai upaya unt uk m em peroleh legit im asi yang berasal dari dukungan dan t unt ut an rakyat banyak yang dinyat akan at au diart ikulasikan bagi kepent ingan- kepent ingan/ harapan-harapan/ nilai- nilai kepada organisasi t ersebut .

(7)

m elihat bahw a akan t erj adi suat u perobahan dan perkem bangan yang sangat pent ing dalam kait annya dengan perpolit ikan nasional m asa m endat ang ( proses perobahan polit ik) yakni akan t erbukanya arena/ gelanggang parlem ent er at au dibukanya suat u sist em kepart aian yang baru?

5 . PEN UTUP

Kebangkit an kem bali organisasi- organisasi kem asyarakat an baru- baru ini dinilai sebagai suat u refleksi t erhadap azas- azas dem okrasi yang dij adikan sebagai suat u kebut uhan m endasar dalam kerangka bangunan sist em polit ik. Hal ini disebabkan kerena sem akin m enyem pit nya saluran- saluran aspirasi polit ik ( kepent ingan polit ik) rakyat sebagai bent ukan bagi part isipasi polit ik rakyat di at as t at anan polit ik Orde Baru yakni dalam form at polit ik dim ana t elah t erj adi pengreduksian m akna polit ik dan persoalan polit ik bisa diselesaikan dengan cara t eknis- adm inist rat if.

(8)

BAH AN BACAAN

FEI TH, Herbert & Lance Cast les ( ed) ,I ndonesian Polit ical Thinking 1945- 1966, ( I t haca: Cornell Universit y Press, 1970) dan Herbert Feit h & Lance Cast les ( ed) , Pem ikiran Polit ik I ndonesia 1845- 1966 ( Jakart a: LP3ES, 1988) .

I SHAK, ot t o Syam sudin, " Afiliasi Polit ik Di Masa Orde Baru" , KOMPAS, 16 Februari 1994.

KAI SI EPO, Manuel, " Dari I deologi ke Penafsiran Baru" , KOMPAS ( 20 Mei 1994) .

KOMPAS, ( 2 Juni 1994)

HAMI D, Abdul, " Pluralism e dan Tert ib Polit ik" ,KOMPAS ( 8 Juni 1994) .

KAI SI EPO, Manuel, " persoalan Pasca Polit ik Aliran" ,KOMPAS ( 18 Agust us, 1994) .

WI JAYA, Andy F, " Mereka- reka Pem ikiran Polit ik Era Orde Baru" , KOMPAS ( 30 Okt ober 1994) .

KOMPAS ( Okt ober 1995 dan Nopem ber 1995) .

SURYADI NATA, Leo, Golkar dan Milit er : St udi Tent ang Budaya Polit ik,

( Jakart a: LP3ES, 1992) .

LI DDLE, R.William , Pem ilu Pem ilu Orde Baru pasang Surut Kekuasaan Polit ik ( Jakart a: LP3ES, 1992) .

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini mengacu pada model Analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. 

M enemukan penget ahuan baru t ent ang penilaian at au pencit raan bagi Universit as M uham madiyah Surakart a dan Progam St udi Pendidikan Biologi dari m ahasisw a angkat an