SEJARAH SERIKAT BURUH PERKRETAAPIAN DI
SUMATERA UTARA 1926-1970
Oleh :
RM MUSLIM SUHARTO CN
NIM. 3103121076
Program Studi Pendidikan Sejarah
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
i ABSTRAK
RM MUSLIM SUHARTO CN. NIM 3103121076. Sejarah Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara 1926-1970. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Sumatera Utara. Medan 2015
ii KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Penulisan skripsi ini merupakan satu bentuk manifestasi dari saya selaku manusia dan bagian dari
lembaga pendidikan formal dalam pergaulan Civitas akademika Universitas
Negeri Medan. Tentu menjadi satu kewajiban tersendiri bagi saya untuk dapat
menyampaikan sekelumit kondisi pergaulan manusia pada era sekarang ini.
Dengan hati yang rendah saya menyadari tentu disana sini banyak kesilapan yang
saya lakukan dalam mengerjakan skripsi ini. Terutama bagi mereka yang
membantu saya menyelesaikan kewajiban saya ini. Oleh karena saya tidak akan
dapat menyelesaikannya tanpa bantuan dari Keluarga, teman dan Kolega saya
yang dengan hati yang ikhlas membantu saya. Secara khusus saya ucapkan
terimakasih kepada :
1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Semesta Alam Yang Esa, yang
memberikan karunia akal dan pikiran kepada manusia.
2. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan,
beserta staf jajarannya.
3. Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Medan, beserta staf jajarannya.
4. Dra.Flores Tanjung M.A, selaku Ketua Jurusan di jurusan Pendidikan
Sejarah Universitas Negeri Medan, Dari ibu, ananda belajar, belajar
kesantunan dan belajar arti pentingnya pelayanan, terima kasih
ataspelajaran berharga yang telah diberikan. Dan juga terimakasih kepada
seluruh dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan.
5. Dr.Samsidar Tanjung, M.Pd. Ibu yang penuh budi dan kasih sayang
sekaligus Pembimbing Skripsi yang memotivasi saya untuk menyelesaikan
Skripsi ini.
6. Kepada Drs. Yushar Tanjung M.Si, yang juga Dosen Pembimbing
Akademik saya yang sedari awal memberikan dukungan dan kritik yang
iii gagasan penulis yang tidak terang, untuk selanjutnya menunjukkan jalan
dan melepas penulis untuk memilih sendiri keputusan yang mau diambil.
7. Dosen penguji dan pembanding skripsi. dan kepada Ibu Dra. Hafnita SD
Lubis, M.Si yang menyampaikan bahwa setiap temuan penelitian harus di
adakan kritik sumber guna keobyektifannya. Pristi Suhendro Lukitoyo,
S.Hum, M.Si, yang dengan sabar dan dalam kesibukannya, selalu
tersenyum meskipun penulis selalu buat salah dalam keseharian, saran –
saran perbaikan untuk pembuatan skripsi telah menyadarkan penulis
bahwa skripsi ini harus mempunyai sumber dan landasan data yang kuat.
8. Ayahanda Aslan Nur Sitompul dan ibunda Nurhayati Br Panjaitan yang
tak lelah membimbing saya sejak kecil baik mengajarkan pengetahuan
jasmani dan rohani hingga di berikan kesempetan untuk duduk di
perguruan tinggi agar dapat menegerti tentang ilmu pengetahuan yang
hakiki.
9. Bapak Astaman Hasibuan yang telah memberikan arahan kepada saya
untuk dapat menyelesaikan skiprsi dengan data dan informasi dari beliau.
Bapak Edi Sartimin yang telah bersusah payah merekonstruksi cerita
kelam masa lalu dan dengan jujur dan tegas menyampaikan informasi.
Dan bapak Adam selaku ketua SPKA DPD I Divre SU-NAD yang
memberikan petunjuk akan sejarah kereta api dan buruhnya.
10.Kepada kawan-kawan Stanbuk 2010 terkhusus Kelas A Reguler , yang
dengan segala suka duka memberikan pengalaman yang berkesan dalam
hidup saya. Kawan-kawan dari Serikat Mahasiswa Indonesia Cabang
Medan yang telah turut memberikan saya pendidikan luar kampus untuk
mengasah analisa, pemikiran kritis dan jujur dalam setiap perbuatan,
kepada Kawan-kawan Federasi Perjuangan Buruh Indonesia dan Serikat
Pekerja Kereta Api Jabodetabek yang menginspirasi saya tentang
semangat perjuangan untuk orang yang tidak mendapatkan keadilan dan
hak-haknya, dan Persatuan Perjuangan Indonesia Kota Medan yang telah
melatih saya untuk dekat dengan Rakyat dan Masyarakat kurang
iv persatu dengan ikhlas dan jujurnya dalam membantu saya menyelesaikan
skripsi ini dengan bantuan kritik, transportasi dan lain sebagainya.
Demikianlah sepatah kata dari saya dalam menghantarkan
pembuka dalam skripsi saya yang berjudul Serikat Buruh Perkeretaapian
Di Sumatera Utara 1926-1970, jika ada kekurangan dalam penulisan saya
mohon maaf. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Medan, 11 Januari 2016
v DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Identifikasi Masalah ... 3
1.3. Pembatasan Masalah ... 4
1.4. Rumusan Masalah ... 4
1.5. Tujuan Penelitian ... 5
1.6. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II. KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Konsep ... 7
2.1.1. SejarahSerikatBuruh ... 7
2.1.2. Sejarah Buruh ... 10
2.1.3. Serikat Buruh ... 15
2.1.4. Transportasi Perkeretaapian ... 17
vi
2.2. Kerangka Berpikir ... 21
BAB III. METEDOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian ... 23
3.2. Lokasi Penelitian ... 24
3.3. Sumber Data ... 24
3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 26
3.5. Teknik Pengolahan Data ... 27
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Sumatera Utara ... 28
4.1.1.Sejarah Singkat Sumatera Utara ... 28
4.1.2. Lokasi dan Kondisi Geografis ... 31
4.1.3.Keadaan Demografi ... 33
4.2. Latar belakang berdirinya serikat buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara ... 35
4.2.1. Berdirinya Perusahaan perkeretaapian di Hindia Belanda ... 37
4.2.2. Berdirinya Deli Spoorweg Maatschappij di Sum.Timur ... 38
4.2.3. Serikat Buruh Perkeretaapian di Hindia Belanda ... 45
vii 4.2.4.1.Fase Kolonial Belanda dan Fasis Jepang (1926-1945). 52
4.2.4.2.Fase Orde lama (1945-1965) ... 55
4.2.4.3.Fase Orde Baru (1965-1970) ... 59
4.3. Dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam
Memperjuangkan hak-hak Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara
tahun 1927-1970 ... 61
4.3.1.Aktifitas Organisasi Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara
... 62
4.3.1.1.Fase Kolonial Belanda dan Fasis Jepang (1926-1945). 62
4.3.1.2.Fase Orde lama (1945-1965) ... 66
4.3.2.Perjuangan Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara .. 69
4.4. Temuan Penelitian ... 76
BAB V PENUTUP
5.1.Kesimpulan ... 79
5.2.Saran ... 81
DAFTAR PUSTAKA ... 84 LAMPIRAN
1. Lampiran 1. Data Informan ... 86
2. Lampiran 2.Pedoman wawancara ... 87
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Hadirnya corak Perkebunan di Deli memberikan karakter baru pada kehidupan sosial
di Tanah Deli dari kehidupan yang didasarkan pada pertanian mulai bergeser dalam
kehidupan perburuhan, mulai dari buruh pribumi dan orang luar.Masuknya pekerja luar yang
dibawa oleh Tjong A Fie setelah berkenalan dengan Nienhuys kemudian masuklah
orang-orang dari tiongkok untuk mengolah lahan, Menananam Benih Tembakau dan pekerja
bangunan. Setelah memiliki cukup keuntungan dari perkebunan Tembakau Nienhyus
memindahkan kantor Pusatnya ke Kampung Kesawan. Dalam perjalanan perkebunan
Tembakau yang terus meluas di lokasi Sungai Wampu dan Sungai Ular tembakau yang di
ikat dengan goni-goni yang cukup besar, menjadi satu sebab dibutuhkannya pengangkutan
yang dapat mempermudah pengangkutan dari perkebunan hingga kepelabuhan Deli, dan
dapat langsung dinaikkan ke kapal untuk di bawa ke Negeri Belanda sebagai pusat
penjualannya.
Dari lahirnya perkebunan inilah Buruh-buruh lahir untuk mengerjakan tanaman yang
menjadi komoditas primadona di sumatera utara, dimulai dari lahirnya buruh-buruh
perkebunan kemudian lahirnya transportasi perkeretaapian menjadi satu hal yang menjadi
syarat lahirnya buruh kereta api. Kereta api dipilih menjadi satu transportasi yang efektif
karena selain dapat membawa hasil perkebunan juga dapat dimanfaatkan untuk penumpang
yang tersebar di jalur yang dilalui.
Pada masanya buruh kereta api cukup memiliki catatan-catatan peristiwa yang turut
membantu mempersiapkan kemerdekaan di Sumatera utara, seperti pemogokan umum, lalu
2
sabotase jalur kereta api untuk menghalangi produksi perkebunan belanda dan masih banyak
lainnya.
Dalam Hal ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian gerakan yang dilakukan
oleh Buruh Kereta api dalam setiap zamannya terlebih pada zaman kolonial dan
pra-kemerdekaan. Karena melihat peranan buruh ternyata cukup mempengaruhi kemerdekaan di
Republik ini, danjuga melihat bahwa kelompok buruh yang bergabung dalam satu serikat
menjadi satu kelas masyarakat yang memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan di masyarakat.
Perjuangan-perjuangan secara politik, ekonomis juga menghiasi republik ini dengan
peristiwa-peristiwa yang ada direpublik ini. Transportasi yang memiliki peran penting dalam
perekonomian dan sosial juga menjadi hal yang cukup mempengaruhi setiap kehidupan
masyarakat. Mulai dari ekonomi, politik, sosial dan budaya, transportasi cukup
mempengaruhi pola pemikiran dalam masyarakat dan buruh itu sendiri. Efektif dan Efisien
adalah bagian dari perubahan masyarakat dari feodalisme ke arah yang lebih maju.
Perkembangan serikat buruh sekarang juga menjadi inspirasi bagi peneliti untuk
menulis tentang serikat buruh, perjuangan-perjuangan ekonomis sekarang yang dilakukan
oleh buruh hingga ada peristiwa mogok nasional di tahun 2012, 2013 dan 2014 juga menjadi
alasan melihat sejauh apa peranan dan bagaimana proses perjalanan organisasi serikat buruh
pada era dahulu, sehingga jadi satu pengharapan agar kita dapat tersadar dan lebih peduli
terhadap kaum buruh yang menjadi bagian dalam tatanan masyarakat Indonesia, yang
menjadi bagian utama dalam hidup dan penghidupan kita terutama dalam menggunakan jasa
Transportasi. Kemudian, penulis tertarik untuk menjadikan Serikat Buruh Perkretaapian
sebagai obyek penelitian terhadap Sejarah Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara.
3
satu pembelajaran bagi kita semua. Perjalanan dari adanya organisasi Buruh kereta Api
menjadi satu Contoh bahwa di era Demokrasi saat ini alat perjuangan bukan lagi
menggunakan Senjata dalam arti yang sebenarnya namun Organisasi merupakan satu senjata
dalam merebut hak-hak dari kaum buruh dan tertindas lainnya.
1.2. Identifikasi Masalah
Bertolak dari latar belakang masalah di atas maka yang menjadi identifikasi masalah
adalah sebagai berikut :
1. Sejarah berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara.
2. Peranan Buruh Kereta Api dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di
Sumatera Utara.
3. Dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam memperjuangkan
Kemerdekaan Indonesia di Sumatera Utara.
4. Sejarah gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam Memperjuangkan hak-hak
Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara.
5. Masa – masa kemajuan organisasi Serikat Buruh Perkeretaapian.
6. Pengaruh kondisi Sumatera Timur terhadap serikat buruh perkeretaapian.
1.3. Pembatasan Masalah
Berlandaskan identifikasi masalah tersebut, maka penulis menetapkan batasan
penelitian adalah “Sejarah Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara 1926-1970”.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari permasalahan diatas maka secara singkat perumusan masalah dapat
4
1. Latar belakang berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Timur?
2. Bagaimana dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam Memperjuangkan
5
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yakni adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui latar belakang sejarah berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di
Sumatera Utara.
2. Untuk mengetahui dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam
Memperjuangkan hak-hak Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara 1926-1970.
1.6. Manfaat Penelitian.
Melihat apa yang ingin dicapai dalam penelitian ini maka hasilnya dapat berguna
untuk kita semua, terkhusus secara:
1. Akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi ilmu
pengetahuan dan karya ilmiah lembaga pendidikan dan masyarakat berupa literatur
atau bahan bacaan yang berkaitan langsung dengan gerakan perjuangan serikat
buruh Kereta Api di Indonesia Pada umumnya dan Sumatera Utara pada Khususnya.
2. Praktis, penelitian ini dapat diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi para
pelaku gerakan sosial dalam menentang kebijakan kapitalisme khususnya bagi
serikat buruh Transportasi pada Umumnya dan Buruh Kereta Api pada Khususnya.
3. Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam
studi gerakan sosial khususnya peranan serikat buruh Transportasi.
4. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berfikir,
79
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Kaum buruh merupakan klas baru dalam tatanan sosial dengan semangat
kapitalisme di era globalisasi saat ini. Keterpurukan klas buruh di dunia dari awal
membawa semangat pembebasan dari kaum buruh itu sendiri. Sebagai masyarakat
yang menproduksi setiap kebutuhan masyarakat di penjuru dunia ini kaum buruh
memiliki akses yang terbatas atas hasil produksinya tersebut. Maka gerakan buruh
adalah satu bentuk perlawanan yang struktural, terorganisir untuk dapat merebut
haknya secara normatif, politik dan ideologi dari kaum pengusaha atau majikan.
Pertentangan dari kaum buruh dan pengusaha sepertinya hanya akan menyisakan
salah satu pihak. Karena kedua klas ini memiliki kepentingan yang berbeda dalam
melanjutkan kehidupannya.
Masuknya Belanda yang membawa corak industri dan perkebunan besar ke
Indonesia menciptakan suasana baru ditengah-tengah modernisasi yang sedang diraih
oleh Indonesia pada zamannya. Dan mau tidak mau harus di akui bahwa Belanda
secara tidak langsung membawa satu peradaban baru ke Indonesia dengan semangat
progresif dalam menghadapi perkembangan zaman, terlepas dari metode kolonial
yang diterapkan ke Indonesia yang lebih banyak membawa kerugian bagi rakyat
80
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, maka diperoleh beberapa catatan penting yang dapat dijadikan
kesimpulan seperti berikut :
1. Berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Timur di latar belakangi
oleh keberadaan Perkebunan De Deli Maatshappij yang membutuhkan transportasi
untuk mempermudah pemindahan komoditas tembakau Deli dari perkebunan di
antara sungai Ular dan Sungai Wampu sehingga dapat cepat di sampaikan ke
Pelabuhan Belawan. Di bangun Deli Spoorweg Maatshappij menjadi titik penting
kelahiran serikat buruh kereta api di Sumatera Utara, sebelumnya Serikat buruh
Staatsspoorwegen (SS) menjadi serikat buruh yang di ikuti oleh semua pekerja Belanda pada saat itu, dan pribumi baru terlibat ketika Vereniging Spoor en
Tramweg Personeel di dirikan dan memberikan ruang dari keberadaan pribumi pada tahun 1926 dibantu oleh adanya jaringan Sarekat Islam Dari Sumatera Utara
sebelum tragedi pemberontakan di Madiun pada tahun 1927. Dan kemudian
seiring berkembangnya waktu ISDV berubah menjadi PKI pada pemerintahan
Sukarno berhasil membangun Serikat buruh Kereta Api pada tahun 1958 di
Sumatera Utara dan melakukan kegiatan-kegiatan yang memiliki kedekatan
dengan PKI yang kala itu memiliki ormass buruh yaitu SOBSI dan kedekatan itu
menjadikan SBKA menjadi organisasi terbesar kala itu, selain ada beberapa
81
2. Dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam Memperjuangkan hak-hak
Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara 1926-1970, berbagai macam namun
yang paling penting adalah perjuangan untuk merebut kembali hak buruh di
Sumatera Utara. Hal yang dilakukan mulai dari menuntut hak normatif yaitu
kelayakan upah dan hidup buruh yang bekerja, yang awalnya terdapat diskriminasi
antara buruh Belanda dan pribumi. Kemudian setelah merdeka aktifitas serikat
buruh sudah mencakup ekonomi politik dan sosial budaya. Hal itu dilakukan
dengan terlibat aktifnya SBKA dan Serikat buruh lainnya di dewan perusahaan,
kemudian solidaritas antara perjuangan buruh, dan petani serta ormass yang
memiliki kedekatan dengan SBKA. Aktifitas lainnya yang dilakukan adalah
mengadakan forum silaturahmi antara buruh di kereta api yang mendapat musibah
dan mendirikan taman kanak-kanak untuk anak dari pegawai kereta api. Aktifitas
seluruh buruh kereta api dilaksanakan demi mewujudkan kesejahteraan bagi buruh
itu sendiri. Hingga semangat nya di salurkan dalam keterlibatan perjuangan
kemerdekaan dan merebut kereta api dari tangan Belanda.
5.2. Saran
Kesejahteraan buruh merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu
negara dalam melayani rakyatnya, pertentangan dari klas buruh adalah satu hal yang
sangat komplek untuk dibahas. Kesenjangan yang terjadi antara kaum buruh dan
82
Maka apabila negara tidak siap dan tidak sanggup membela secara terang
klas yang memproduksi setiap kebutuhan umat manusia maka manusia akan
menghilangkan negara itu sendiri secara perlahan dan tidak langsung karena
keterlibatan negara tidak dirasakan oleh rakyatnya terutama buruh yang bekerja
dengan menjual waktu dan tenaganya untuk menghidupi dirinya dan keluarganya,
Pun begitu juga bagi mereka yang bermaksud membela buruh kenyataan terdahulu
tentang arogansi dan ingin menang sendiri dari suatu kelompok yang akhirnya
memonopoli kesadaran buruh terbukti menghambat semanagat kebebasan dari buruh
itu sendiri.
Berdasarkan catatan diatas, maka penulis memaparkan beberapa saran yang
bisa saya sampaikan untuk kehiduapn yang lebih baik adalah :
1. Untuk negara, hendaknya negara hadir secara konsisten dalam setiap
kehidupan rakyat, terutama buruh. Hal ini dapat dilakukan dengan
menampung setiap kegelisahan buruh. Dan industrialisasi sebagai masa
depan manusia bolehlah sedini mungkin ditinjau ulang bagaimana
pelaksanaanya secara merata bagi kemakmuran rakyat. Kayanya sumber
daya alam Indonesia bisa di maksimalkan untuk mulai membentuk
industrialisasi yang mandiri terutama untuk transportasi. Usaha Perakitan,
Pemakaian dan pemasaran Perkeretaapian bisa dijadikan pemasukan untuk
menmakmurkan rakyat dengan sedikit peran negara dalam menata sistem
83
terutama dari pendidikan tinggi. Sehingga sinergislah industrialisasi dengan
pendidikan untuk kepentingan sepenuhnya rakyat Indonesia.
2. Untuk aktifis buruh kereta api, membantu buruh perkeretaapian tidak saja
dilakukan dalam mendapatkan hak normatif saja, namun usaha pendidikan
yang memberikan wacana dan khazanah maju bagi buruh perkeretaapian
menjadi hajatan wajib bagi aktifitas pembelaan buruh. Selain aktifitas formal
organisasi, hendaknya aktifitas nonformal seperti keterlibatan keluarga dan
pemenuhan kebutuhan lekuarga juga diusahakan sebisa mungkin untuk dapat
memberikan rasa solidaritas bagi sesama kaum buruh perkertaapian dan
secara umum bagi buruh di Indonesia. Dan ketika sudah membesar
hendaknya monopoli terhadap satu organisasi di elakkan sebisa mungkin
agar kebebasan dari kaum buruh juga lahir tanpa ada paksaan yang berarti
yang menghilangkan semangat bersama atau malah menghasilkan konflik
86 DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Arikunto,S. (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:Rineka Cipta
Asikin, Zainal, Dkk. (1997). Dasar-Dasar Hukum Perburuhan. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Gallin Dan. (2005). Gerakan Buruh. makalah tanpa penerbit Gaatschalk, Louis. (2008). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press.
Hasbullah, M dan supriyadi, D.(2012). Filsafat Sejarah. Bandung:Pustaka Setia Mabes ABRI. (1991) Bahaya Laten Komunisme Di Indonesia.Jakarta:Pusat Sejarah
dan Tradisi ABRI
Marx, Karl dan F.Angels. (2013). Ideologi Jerman Jilid I Feuerbach. Yogyakarta: Pustaka Nusantara
Lah Husny.T.HM. (1975) Lintasan Sejarah Peradaban dan Budaya Penduduk Melayu-Pesisir Deli Sumatera Timur. Medan: BP Husny.
Sjamsuddin, H. (2012). Metodelogi Sejarah.Yogyakarta:Ombak
Soegiro, DS dan Edi, Cahyono.(2003).Gerakan Serikat Buruh: Zaman Kolonial, Hindia Belanda Hingga Orde Baru.Jakarta:Hasta Mitra
Semaun.(1920).Penuntun Kaum Buruh.Jakarta: Tanpa Penerbit
Shiraishi, Takashi.(2005).Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa1912-1926 . Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.
Sutrasno.(1975).Sejarah dan Ilmu Pengetahuan.Jakarta:Pradnya Paramitha
Tedjasukmana, Iskandar.(2008).Watak Politik Gerakan Serikat Buruh Indonesia. Jakarta : TURC
Widodo, Hartono dan Judiantoro. (1992). Segi Hukum Penyelesaian Perselisihan Perburuhan. Jakarta : RaJawali Pers
Yusuf P, M. (2009). Sejarah Telekomunikasi Di Sumatera Utara.Medan : PT.KAI Yusuf P, M. (2011). Sejarah Kereta Api Tempo Dulu di Sumatera Utara. Medan :
PT.KAI
Jurnal