• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH SERIKAT BURUH PERKERETAAPIAN DI SUMATERA UTARA 1926-1970.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SEJARAH SERIKAT BURUH PERKERETAAPIAN DI SUMATERA UTARA 1926-1970."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH SERIKAT BURUH PERKRETAAPIAN DI

SUMATERA UTARA 1926-1970

Oleh :

RM MUSLIM SUHARTO CN

NIM. 3103121076

Program Studi Pendidikan Sejarah

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

RM MUSLIM SUHARTO CN. NIM 3103121076. Sejarah Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara 1926-1970. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Sumatera Utara. Medan 2015

(6)

ii KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Penulisan skripsi ini merupakan satu bentuk manifestasi dari saya selaku manusia dan bagian dari

lembaga pendidikan formal dalam pergaulan Civitas akademika Universitas

Negeri Medan. Tentu menjadi satu kewajiban tersendiri bagi saya untuk dapat

menyampaikan sekelumit kondisi pergaulan manusia pada era sekarang ini.

Dengan hati yang rendah saya menyadari tentu disana sini banyak kesilapan yang

saya lakukan dalam mengerjakan skripsi ini. Terutama bagi mereka yang

membantu saya menyelesaikan kewajiban saya ini. Oleh karena saya tidak akan

dapat menyelesaikannya tanpa bantuan dari Keluarga, teman dan Kolega saya

yang dengan hati yang ikhlas membantu saya. Secara khusus saya ucapkan

terimakasih kepada :

1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Semesta Alam Yang Esa, yang

memberikan karunia akal dan pikiran kepada manusia.

2. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan,

beserta staf jajarannya.

3. Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Medan, beserta staf jajarannya.

4. Dra.Flores Tanjung M.A, selaku Ketua Jurusan di jurusan Pendidikan

Sejarah Universitas Negeri Medan, Dari ibu, ananda belajar, belajar

kesantunan dan belajar arti pentingnya pelayanan, terima kasih

ataspelajaran berharga yang telah diberikan. Dan juga terimakasih kepada

seluruh dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan.

5. Dr.Samsidar Tanjung, M.Pd. Ibu yang penuh budi dan kasih sayang

sekaligus Pembimbing Skripsi yang memotivasi saya untuk menyelesaikan

Skripsi ini.

6. Kepada Drs. Yushar Tanjung M.Si, yang juga Dosen Pembimbing

Akademik saya yang sedari awal memberikan dukungan dan kritik yang

(7)

iii gagasan penulis yang tidak terang, untuk selanjutnya menunjukkan jalan

dan melepas penulis untuk memilih sendiri keputusan yang mau diambil.

7. Dosen penguji dan pembanding skripsi. dan kepada Ibu Dra. Hafnita SD

Lubis, M.Si yang menyampaikan bahwa setiap temuan penelitian harus di

adakan kritik sumber guna keobyektifannya. Pristi Suhendro Lukitoyo,

S.Hum, M.Si, yang dengan sabar dan dalam kesibukannya, selalu

tersenyum meskipun penulis selalu buat salah dalam keseharian, saran –

saran perbaikan untuk pembuatan skripsi telah menyadarkan penulis

bahwa skripsi ini harus mempunyai sumber dan landasan data yang kuat.

8. Ayahanda Aslan Nur Sitompul dan ibunda Nurhayati Br Panjaitan yang

tak lelah membimbing saya sejak kecil baik mengajarkan pengetahuan

jasmani dan rohani hingga di berikan kesempetan untuk duduk di

perguruan tinggi agar dapat menegerti tentang ilmu pengetahuan yang

hakiki.

9. Bapak Astaman Hasibuan yang telah memberikan arahan kepada saya

untuk dapat menyelesaikan skiprsi dengan data dan informasi dari beliau.

Bapak Edi Sartimin yang telah bersusah payah merekonstruksi cerita

kelam masa lalu dan dengan jujur dan tegas menyampaikan informasi.

Dan bapak Adam selaku ketua SPKA DPD I Divre SU-NAD yang

memberikan petunjuk akan sejarah kereta api dan buruhnya.

10.Kepada kawan-kawan Stanbuk 2010 terkhusus Kelas A Reguler , yang

dengan segala suka duka memberikan pengalaman yang berkesan dalam

hidup saya. Kawan-kawan dari Serikat Mahasiswa Indonesia Cabang

Medan yang telah turut memberikan saya pendidikan luar kampus untuk

mengasah analisa, pemikiran kritis dan jujur dalam setiap perbuatan,

kepada Kawan-kawan Federasi Perjuangan Buruh Indonesia dan Serikat

Pekerja Kereta Api Jabodetabek yang menginspirasi saya tentang

semangat perjuangan untuk orang yang tidak mendapatkan keadilan dan

hak-haknya, dan Persatuan Perjuangan Indonesia Kota Medan yang telah

melatih saya untuk dekat dengan Rakyat dan Masyarakat kurang

(8)

iv persatu dengan ikhlas dan jujurnya dalam membantu saya menyelesaikan

skripsi ini dengan bantuan kritik, transportasi dan lain sebagainya.

Demikianlah sepatah kata dari saya dalam menghantarkan

pembuka dalam skripsi saya yang berjudul Serikat Buruh Perkeretaapian

Di Sumatera Utara 1926-1970, jika ada kekurangan dalam penulisan saya

mohon maaf. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Medan, 11 Januari 2016

(9)

v DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 3

1.3. Pembatasan Masalah ... 4

1.4. Rumusan Masalah ... 4

1.5. Tujuan Penelitian ... 5

1.6. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Konsep ... 7

2.1.1. SejarahSerikatBuruh ... 7

2.1.2. Sejarah Buruh ... 10

2.1.3. Serikat Buruh ... 15

2.1.4. Transportasi Perkeretaapian ... 17

(10)

vi

2.2. Kerangka Berpikir ... 21

BAB III. METEDOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian ... 23

3.2. Lokasi Penelitian ... 24

3.3. Sumber Data ... 24

3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 26

3.5. Teknik Pengolahan Data ... 27

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Sumatera Utara ... 28

4.1.1.Sejarah Singkat Sumatera Utara ... 28

4.1.2. Lokasi dan Kondisi Geografis ... 31

4.1.3.Keadaan Demografi ... 33

4.2. Latar belakang berdirinya serikat buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara ... 35

4.2.1. Berdirinya Perusahaan perkeretaapian di Hindia Belanda ... 37

4.2.2. Berdirinya Deli Spoorweg Maatschappij di Sum.Timur ... 38

4.2.3. Serikat Buruh Perkeretaapian di Hindia Belanda ... 45

(11)

vii 4.2.4.1.Fase Kolonial Belanda dan Fasis Jepang (1926-1945). 52

4.2.4.2.Fase Orde lama (1945-1965) ... 55

4.2.4.3.Fase Orde Baru (1965-1970) ... 59

4.3. Dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam

Memperjuangkan hak-hak Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara

tahun 1927-1970 ... 61

4.3.1.Aktifitas Organisasi Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara

... 62

4.3.1.1.Fase Kolonial Belanda dan Fasis Jepang (1926-1945). 62

4.3.1.2.Fase Orde lama (1945-1965) ... 66

4.3.2.Perjuangan Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara .. 69

4.4. Temuan Penelitian ... 76

BAB V PENUTUP

5.1.Kesimpulan ... 79

5.2.Saran ... 81

DAFTAR PUSTAKA ... 84 LAMPIRAN

1. Lampiran 1. Data Informan ... 86

2. Lampiran 2.Pedoman wawancara ... 87

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Hadirnya corak Perkebunan di Deli memberikan karakter baru pada kehidupan sosial

di Tanah Deli dari kehidupan yang didasarkan pada pertanian mulai bergeser dalam

kehidupan perburuhan, mulai dari buruh pribumi dan orang luar.Masuknya pekerja luar yang

dibawa oleh Tjong A Fie setelah berkenalan dengan Nienhuys kemudian masuklah

orang-orang dari tiongkok untuk mengolah lahan, Menananam Benih Tembakau dan pekerja

bangunan. Setelah memiliki cukup keuntungan dari perkebunan Tembakau Nienhyus

memindahkan kantor Pusatnya ke Kampung Kesawan. Dalam perjalanan perkebunan

Tembakau yang terus meluas di lokasi Sungai Wampu dan Sungai Ular tembakau yang di

ikat dengan goni-goni yang cukup besar, menjadi satu sebab dibutuhkannya pengangkutan

yang dapat mempermudah pengangkutan dari perkebunan hingga kepelabuhan Deli, dan

dapat langsung dinaikkan ke kapal untuk di bawa ke Negeri Belanda sebagai pusat

penjualannya.

Dari lahirnya perkebunan inilah Buruh-buruh lahir untuk mengerjakan tanaman yang

menjadi komoditas primadona di sumatera utara, dimulai dari lahirnya buruh-buruh

perkebunan kemudian lahirnya transportasi perkeretaapian menjadi satu hal yang menjadi

syarat lahirnya buruh kereta api. Kereta api dipilih menjadi satu transportasi yang efektif

karena selain dapat membawa hasil perkebunan juga dapat dimanfaatkan untuk penumpang

yang tersebar di jalur yang dilalui.

Pada masanya buruh kereta api cukup memiliki catatan-catatan peristiwa yang turut

membantu mempersiapkan kemerdekaan di Sumatera utara, seperti pemogokan umum, lalu

(13)

2

sabotase jalur kereta api untuk menghalangi produksi perkebunan belanda dan masih banyak

lainnya.

Dalam Hal ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian gerakan yang dilakukan

oleh Buruh Kereta api dalam setiap zamannya terlebih pada zaman kolonial dan

pra-kemerdekaan. Karena melihat peranan buruh ternyata cukup mempengaruhi kemerdekaan di

Republik ini, danjuga melihat bahwa kelompok buruh yang bergabung dalam satu serikat

menjadi satu kelas masyarakat yang memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan di masyarakat.

Perjuangan-perjuangan secara politik, ekonomis juga menghiasi republik ini dengan

peristiwa-peristiwa yang ada direpublik ini. Transportasi yang memiliki peran penting dalam

perekonomian dan sosial juga menjadi hal yang cukup mempengaruhi setiap kehidupan

masyarakat. Mulai dari ekonomi, politik, sosial dan budaya, transportasi cukup

mempengaruhi pola pemikiran dalam masyarakat dan buruh itu sendiri. Efektif dan Efisien

adalah bagian dari perubahan masyarakat dari feodalisme ke arah yang lebih maju.

Perkembangan serikat buruh sekarang juga menjadi inspirasi bagi peneliti untuk

menulis tentang serikat buruh, perjuangan-perjuangan ekonomis sekarang yang dilakukan

oleh buruh hingga ada peristiwa mogok nasional di tahun 2012, 2013 dan 2014 juga menjadi

alasan melihat sejauh apa peranan dan bagaimana proses perjalanan organisasi serikat buruh

pada era dahulu, sehingga jadi satu pengharapan agar kita dapat tersadar dan lebih peduli

terhadap kaum buruh yang menjadi bagian dalam tatanan masyarakat Indonesia, yang

menjadi bagian utama dalam hidup dan penghidupan kita terutama dalam menggunakan jasa

Transportasi. Kemudian, penulis tertarik untuk menjadikan Serikat Buruh Perkretaapian

sebagai obyek penelitian terhadap Sejarah Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara.

(14)

3

satu pembelajaran bagi kita semua. Perjalanan dari adanya organisasi Buruh kereta Api

menjadi satu Contoh bahwa di era Demokrasi saat ini alat perjuangan bukan lagi

menggunakan Senjata dalam arti yang sebenarnya namun Organisasi merupakan satu senjata

dalam merebut hak-hak dari kaum buruh dan tertindas lainnya.

1.2. Identifikasi Masalah

Bertolak dari latar belakang masalah di atas maka yang menjadi identifikasi masalah

adalah sebagai berikut :

1. Sejarah berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara.

2. Peranan Buruh Kereta Api dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di

Sumatera Utara.

3. Dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam memperjuangkan

Kemerdekaan Indonesia di Sumatera Utara.

4. Sejarah gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam Memperjuangkan hak-hak

Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara.

5. Masa – masa kemajuan organisasi Serikat Buruh Perkeretaapian.

6. Pengaruh kondisi Sumatera Timur terhadap serikat buruh perkeretaapian.

1.3. Pembatasan Masalah

Berlandaskan identifikasi masalah tersebut, maka penulis menetapkan batasan

penelitian adalah “Sejarah Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Utara 1926-1970”.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari permasalahan diatas maka secara singkat perumusan masalah dapat

(15)

4

1. Latar belakang berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Timur?

2. Bagaimana dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam Memperjuangkan

(16)

5

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yakni adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui latar belakang sejarah berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di

Sumatera Utara.

2. Untuk mengetahui dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam

Memperjuangkan hak-hak Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara 1926-1970.

1.6. Manfaat Penelitian.

Melihat apa yang ingin dicapai dalam penelitian ini maka hasilnya dapat berguna

untuk kita semua, terkhusus secara:

1. Akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi ilmu

pengetahuan dan karya ilmiah lembaga pendidikan dan masyarakat berupa literatur

atau bahan bacaan yang berkaitan langsung dengan gerakan perjuangan serikat

buruh Kereta Api di Indonesia Pada umumnya dan Sumatera Utara pada Khususnya.

2. Praktis, penelitian ini dapat diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi para

pelaku gerakan sosial dalam menentang kebijakan kapitalisme khususnya bagi

serikat buruh Transportasi pada Umumnya dan Buruh Kereta Api pada Khususnya.

3. Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam

studi gerakan sosial khususnya peranan serikat buruh Transportasi.

4. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berfikir,

(17)

79

BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Kaum buruh merupakan klas baru dalam tatanan sosial dengan semangat

kapitalisme di era globalisasi saat ini. Keterpurukan klas buruh di dunia dari awal

membawa semangat pembebasan dari kaum buruh itu sendiri. Sebagai masyarakat

yang menproduksi setiap kebutuhan masyarakat di penjuru dunia ini kaum buruh

memiliki akses yang terbatas atas hasil produksinya tersebut. Maka gerakan buruh

adalah satu bentuk perlawanan yang struktural, terorganisir untuk dapat merebut

haknya secara normatif, politik dan ideologi dari kaum pengusaha atau majikan.

Pertentangan dari kaum buruh dan pengusaha sepertinya hanya akan menyisakan

salah satu pihak. Karena kedua klas ini memiliki kepentingan yang berbeda dalam

melanjutkan kehidupannya.

Masuknya Belanda yang membawa corak industri dan perkebunan besar ke

Indonesia menciptakan suasana baru ditengah-tengah modernisasi yang sedang diraih

oleh Indonesia pada zamannya. Dan mau tidak mau harus di akui bahwa Belanda

secara tidak langsung membawa satu peradaban baru ke Indonesia dengan semangat

progresif dalam menghadapi perkembangan zaman, terlepas dari metode kolonial

yang diterapkan ke Indonesia yang lebih banyak membawa kerugian bagi rakyat

(18)

80

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

sebelumnya, maka diperoleh beberapa catatan penting yang dapat dijadikan

kesimpulan seperti berikut :

1. Berdirinya Serikat Buruh Perkeretaapian di Sumatera Timur di latar belakangi

oleh keberadaan Perkebunan De Deli Maatshappij yang membutuhkan transportasi

untuk mempermudah pemindahan komoditas tembakau Deli dari perkebunan di

antara sungai Ular dan Sungai Wampu sehingga dapat cepat di sampaikan ke

Pelabuhan Belawan. Di bangun Deli Spoorweg Maatshappij menjadi titik penting

kelahiran serikat buruh kereta api di Sumatera Utara, sebelumnya Serikat buruh

Staatsspoorwegen (SS) menjadi serikat buruh yang di ikuti oleh semua pekerja Belanda pada saat itu, dan pribumi baru terlibat ketika Vereniging Spoor en

Tramweg Personeel di dirikan dan memberikan ruang dari keberadaan pribumi pada tahun 1926 dibantu oleh adanya jaringan Sarekat Islam Dari Sumatera Utara

sebelum tragedi pemberontakan di Madiun pada tahun 1927. Dan kemudian

seiring berkembangnya waktu ISDV berubah menjadi PKI pada pemerintahan

Sukarno berhasil membangun Serikat buruh Kereta Api pada tahun 1958 di

Sumatera Utara dan melakukan kegiatan-kegiatan yang memiliki kedekatan

dengan PKI yang kala itu memiliki ormass buruh yaitu SOBSI dan kedekatan itu

menjadikan SBKA menjadi organisasi terbesar kala itu, selain ada beberapa

(19)

81

2. Dinamika gerakan Serikat Buruh Perkeretaapian dalam Memperjuangkan hak-hak

Kaum Buruh Kereta Api di Sumatera Utara 1926-1970, berbagai macam namun

yang paling penting adalah perjuangan untuk merebut kembali hak buruh di

Sumatera Utara. Hal yang dilakukan mulai dari menuntut hak normatif yaitu

kelayakan upah dan hidup buruh yang bekerja, yang awalnya terdapat diskriminasi

antara buruh Belanda dan pribumi. Kemudian setelah merdeka aktifitas serikat

buruh sudah mencakup ekonomi politik dan sosial budaya. Hal itu dilakukan

dengan terlibat aktifnya SBKA dan Serikat buruh lainnya di dewan perusahaan,

kemudian solidaritas antara perjuangan buruh, dan petani serta ormass yang

memiliki kedekatan dengan SBKA. Aktifitas lainnya yang dilakukan adalah

mengadakan forum silaturahmi antara buruh di kereta api yang mendapat musibah

dan mendirikan taman kanak-kanak untuk anak dari pegawai kereta api. Aktifitas

seluruh buruh kereta api dilaksanakan demi mewujudkan kesejahteraan bagi buruh

itu sendiri. Hingga semangat nya di salurkan dalam keterlibatan perjuangan

kemerdekaan dan merebut kereta api dari tangan Belanda.

5.2. Saran

Kesejahteraan buruh merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu

negara dalam melayani rakyatnya, pertentangan dari klas buruh adalah satu hal yang

sangat komplek untuk dibahas. Kesenjangan yang terjadi antara kaum buruh dan

(20)

82

Maka apabila negara tidak siap dan tidak sanggup membela secara terang

klas yang memproduksi setiap kebutuhan umat manusia maka manusia akan

menghilangkan negara itu sendiri secara perlahan dan tidak langsung karena

keterlibatan negara tidak dirasakan oleh rakyatnya terutama buruh yang bekerja

dengan menjual waktu dan tenaganya untuk menghidupi dirinya dan keluarganya,

Pun begitu juga bagi mereka yang bermaksud membela buruh kenyataan terdahulu

tentang arogansi dan ingin menang sendiri dari suatu kelompok yang akhirnya

memonopoli kesadaran buruh terbukti menghambat semanagat kebebasan dari buruh

itu sendiri.

Berdasarkan catatan diatas, maka penulis memaparkan beberapa saran yang

bisa saya sampaikan untuk kehiduapn yang lebih baik adalah :

1. Untuk negara, hendaknya negara hadir secara konsisten dalam setiap

kehidupan rakyat, terutama buruh. Hal ini dapat dilakukan dengan

menampung setiap kegelisahan buruh. Dan industrialisasi sebagai masa

depan manusia bolehlah sedini mungkin ditinjau ulang bagaimana

pelaksanaanya secara merata bagi kemakmuran rakyat. Kayanya sumber

daya alam Indonesia bisa di maksimalkan untuk mulai membentuk

industrialisasi yang mandiri terutama untuk transportasi. Usaha Perakitan,

Pemakaian dan pemasaran Perkeretaapian bisa dijadikan pemasukan untuk

menmakmurkan rakyat dengan sedikit peran negara dalam menata sistem

(21)

83

terutama dari pendidikan tinggi. Sehingga sinergislah industrialisasi dengan

pendidikan untuk kepentingan sepenuhnya rakyat Indonesia.

2. Untuk aktifis buruh kereta api, membantu buruh perkeretaapian tidak saja

dilakukan dalam mendapatkan hak normatif saja, namun usaha pendidikan

yang memberikan wacana dan khazanah maju bagi buruh perkeretaapian

menjadi hajatan wajib bagi aktifitas pembelaan buruh. Selain aktifitas formal

organisasi, hendaknya aktifitas nonformal seperti keterlibatan keluarga dan

pemenuhan kebutuhan lekuarga juga diusahakan sebisa mungkin untuk dapat

memberikan rasa solidaritas bagi sesama kaum buruh perkertaapian dan

secara umum bagi buruh di Indonesia. Dan ketika sudah membesar

hendaknya monopoli terhadap satu organisasi di elakkan sebisa mungkin

agar kebebasan dari kaum buruh juga lahir tanpa ada paksaan yang berarti

yang menghilangkan semangat bersama atau malah menghasilkan konflik

(22)

86 DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Arikunto,S. (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:Rineka Cipta

Asikin, Zainal, Dkk. (1997). Dasar-Dasar Hukum Perburuhan. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Gallin Dan. (2005). Gerakan Buruh. makalah tanpa penerbit Gaatschalk, Louis. (2008). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press.

Hasbullah, M dan supriyadi, D.(2012). Filsafat Sejarah. Bandung:Pustaka Setia Mabes ABRI. (1991) Bahaya Laten Komunisme Di Indonesia.Jakarta:Pusat Sejarah

dan Tradisi ABRI

Marx, Karl dan F.Angels. (2013). Ideologi Jerman Jilid I Feuerbach. Yogyakarta: Pustaka Nusantara

Lah Husny.T.HM. (1975) Lintasan Sejarah Peradaban dan Budaya Penduduk Melayu-Pesisir Deli Sumatera Timur. Medan: BP Husny.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodelogi Sejarah.Yogyakarta:Ombak

Soegiro, DS dan Edi, Cahyono.(2003).Gerakan Serikat Buruh: Zaman Kolonial, Hindia Belanda Hingga Orde Baru.Jakarta:Hasta Mitra

Semaun.(1920).Penuntun Kaum Buruh.Jakarta: Tanpa Penerbit

Shiraishi, Takashi.(2005).Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa1912-1926 . Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.

Sutrasno.(1975).Sejarah dan Ilmu Pengetahuan.Jakarta:Pradnya Paramitha

Tedjasukmana, Iskandar.(2008).Watak Politik Gerakan Serikat Buruh Indonesia. Jakarta : TURC

Widodo, Hartono dan Judiantoro. (1992). Segi Hukum Penyelesaian Perselisihan Perburuhan. Jakarta : RaJawali Pers

Yusuf P, M. (2009). Sejarah Telekomunikasi Di Sumatera Utara.Medan : PT.KAI Yusuf P, M. (2011). Sejarah Kereta Api Tempo Dulu di Sumatera Utara. Medan :

PT.KAI

Jurnal

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini mendukung standar pada SPAP 2001 yang menyatakan bahwa dengan adanya kecermatan dan keseksamaan yang dilakukan oleh seorang auditor,

15 Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Perbandingan Hasil Tes Kinematika dan Dinamika Menggunakan Paper

mengajar, guru di TK Padma Mandiri menggunakan sarana yang berkaitan dengan. materi yang diajarkan, biasanya menggunakan alat yang sederhana

Pemberian Pupuk CRF pengaruh yang paling baik pada persentase perkecambahan pertumbuhan bibit Sengon Buto ( Enterolobium cyclocarpum ) dengan persentase perkecambahan

[r]

Berdasarkan gambar tersebut, larutan yang mmeberikan tiitk didih paling tinggi adalah... Titik bekunya lebih tinggi dari titik beku larutan elektrolit.. Larutan yang memiliki

memenuhi syarat ketuntasan belajar klasikal yaitu 85 % dari jumlah siswa yang mencapai nilai minimal 75. 4) Masih ada 7 siswa (25%) yang tergolong masih sulit melakukan

Persetujuan Tindakan Kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai