ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI BERDASARKAN PSAK NO. 34
(Studi Kasus Pada PT. Bintang Bagas Abadi di Malang)
SKRIPSI
Memperoleh Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Ekonomi
Oleh :
Elliska Yuliana Rezki
201210170311459
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
iv
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah serta karunianya kepada penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Pengakuan Pendapatan Pada
Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan PSAK No. 34 (Studi Kasus Pada PT.
Bintang Bagas Abadi di Malang). Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk
memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) Jurusan
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam penelitian skripsi ini, tentunya banyak pihak yang telah
memberikan bantuan dan dukungan. Oleh karena, itu penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada :
1. Orang tua tercinta Ibu Aproni dan Bapak Subagyo beribu-ribu terima kasih
sepanjang masa atas kesabarannya yang luar biasa memberikan doa,
dukungan, semangat, nasehat, kasih sayang, dan pengorbanan yang tiada
henti, semoga penulis dapat membanggakan kalian selalu.
2. Dr. Idah Zuhroh, M.M, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Dra. Siti Zubaidah, M.M., Ak, selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.
4. Drs. Adi Prasetyo, M.Si dan Gina Harventy, SE, M.Si, Ak., CA, selaku
v
dan senantiasa memberikan waktu untuk membantu penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
5. Ahmad Syaiful Hidayat Anwar, S.E., M.S, selaku dosen wali yang
senantiasa memberikan nasehat, motivasi, dan inspirasi selama menjalani
studi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Muhammadiyah Malang.
6. Seluruh dosen dan staff karyawan yang telah memberikan ilmu,
pengetahuan, dan pelayanan terbaik selama bergabung bersama civitas
akademika Universitas Muhammadiyah Malang
7. Adik-adikku Ninda yang sudah mau kuliah saat ini, Aldif yang harus
makin rajin belajar jangan makan terus ya ndut. Dan tidak lupa juga
Saudara-saudaraku yang dilampung khusunya Wak Darwin, Wak iyus,
Pak Cik, Binda, Kakak Butet, Kak Vera, semua kakak dan abangku yang
selalu memberikan semangat, motivasi, dan doa yang tiada henti terima
kasih, aku cinta sayang kalian selamanyaaa.
8. Saudara seperjuangan Negara Al-Faza Mbak Arin SPd selaku yang tertua
saat ini dikosan, kak Hanni SPd kak Ita itong S.ip, adik Anin SE, Idakun
SH, Shese SPd, Lopita ST, Nia SPd, Sari Spd, Sukma Huwawai S.ip
saudara stalking sejati, Windari kejar terus ST mu tahun depan. Intinya
vi
9. Saudara seperjuangan part 2 Mita yang duluan dapet SE, Itooo sebagai
suporter terbaik, Tiwi, Aida, Ayik, Echi Tantetanti grub terima kasih yang
tiada henti sudah membuat pengalaman kuliah menjadi lebih berwarna dan
didukung pejuang SE Akuntansi I 2012 dan teman-teman KKN 40 Jabung
2015, sukses dunia akhirat ya gaeess!!!
10.Buat keluarga baruku yang langsung klik rasanya Kak Resty, Kak Acik,
Triaaa terima kasih dukungan dan bantuannya apapun itu terimaaa kasiiih.
11.Buat saudara seperjuangan yang selalu membuat hari-hari di part time
menyenangkan, Mufit, Nafis, dan Suryo terima kasih dukungan dan doa
nya rangerskuuu.
12.Untuk PT. Bintang Bagas Abadi khususnya Mas Ito, Oddi, dan semua staf
yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini terima kasih
sebanyak-banyaknya.
13.Untuk last person, lelaki yang dikirim Tuhan untuk menjadi orang yang
siap sedia butuh apapun, dimanapun, dan kapanpun selamanya selalu ada
Herdian Dwimas, terima kasih dukungan, doa, kasih sayang yang tak
pernah putus, terima kasih mau selalu direpotkan segalanya, terima kasih
moodbooster cabelitta.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayahnya kepada semua
pihak yang telah memberikan segala bantuan, bimbingan, petunjuk, dan semangat
vii
Demikian penelitian ini, semoga dapat bermanfaat untuk penelitian
berikutnya. Dengan kerendahan hati penulis bersedia menerima saran dan kritik
yang membangun demi penelitian yang lebih baik.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Malang, 15 Juni 2016
viii
LEMBAR PERSEMBAHAN
SKRIPSI INI SAYA PERSEMBAHKAN KEPADA KEDUA ORANG TUA
SAYA YANG TAK PERNAH BERHENTI MENDOAKAN DAN JUGA
ix
PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI
Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya,
di dalam skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang
lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak
terdapat karya atau pendapat yang pernah diterbitkan oleh orang lain, kecuali
secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan
daftar pustaka.
Malang, 15 Juni 2016
Elliska Yuliana Rezki
x
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Batasan Masalah... 8
E. Manfaat Penelitian ... 8
BAB II. KAJIAN PUSTAKA ... 9
A. Review Penelitian Terdahulu ... 9
B. Tinjauan Pustaka ... 13
1. Pengertian Pendapatan ... 13
2. Pengertian Pengakuan Pendapatan ... 16
xi
4. Jenis Pendapatan Kontrak Konstruksi ... 22
5. Jenis Biaya Kontrak Kontruksi ... 25
6. Metode Kontrak Konstruksi ... 28
BAB III. METODE PENELITIAN... 40
A. Objek Penelitian ... 40
B. Jenis Penelitian ... 40
C. Jenis dan Sumber Data ... 41
D. Teknik Pengumpulan Data ... 41
E. Teknik Analisis Data ... 42
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 43
A. Gambaran Umum Perusahaan ... 43
B. Deskriptif Data Penelitian ... 47
C. Analisis Data ... 50
D. Pembahasan ... 61
BAB V: PENUTUP ... 68
A. Kesimpulan ... 68
B. Saran ... 69
xii DAFTAR TABEL
No Judul Halaman
1. Rekapitulasi Total Biaya 54
2. Perhitungan Persentase Penyelesaian 57
3. Laporan Laba Rugi 59
xiii DAFTAR PUSTAKA
Andaki, A.M., S. J. Jullie., dan P. Sherly. 2015. Analisis Perbandingan Pengakuan Pendapatan dan Pembebanan Biaya Menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang Perpajakan Pada Perusahaan Jasa Konstruksi (studi pada PT. Anugrah Adytama, Jakarta). Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi. Universitas Samratulangi Manado,vol 3, No. 1, hlm : 1193-1202.
Gustati, H. D. Andi., dan S. Elfitri. 2008. Pengaruh Pengakuan Pendapatan Dalam Penerapan Akuntansi Kontrak Konstruksi (PSAK No. 34) Terhadap Penentuan Laba/Rugi Periodik (studi kasus pada 3 perusahaan bidang usaha kontrak konstruksi di kota padang). Jurnal Akuntansi dan Manajemen, vol 3, no. 2, hlm : 1-15.
Hasibuan, M. H. D., M. Anmaria., dan G. Yosep. 2011. Evaluasi Atas Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kaitannya Terhadap Laporan Laba Rugi Perusahaan (studi kasus pada PT. Nusa Sukses Jaya). Jurnal Ilmiah Ranggading, vol 11, no. 2, hlm : 142-149.
Ikatan Akuntan Indonesia.(2010), Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Kieso, Donald E., Weygandt, Jerry J., dan Warfield, Terry D. 2012. Akuntansi Intermediate, Edisi Keduabelas, Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Lam, Nelson.,dan L. Peter. 2014. AkuntansiKeuangan :Perspektif IFRS. SalembaEmpat. Jakarta.
Novianti, D. M. 2014. Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Kontrak Jangka Panjang pada PT. Adhikarya Jaya Mandiri. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, vol 3, no. 8, hlm : 1-18.
Nuruzzaman, M. dan S. Agus. 2009. Evaluasi Atas Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Dalam Kaitannya Terhadap Laporan Laba Rugi Perusahaan (studi kasus pada PT. Tunas Mekar Eka Harpadi). Jurnal Ilmiah Ranggading, vol 9, no. 2, hlm : 75-80.
xiv
Bisnis dan Akuntansi. Universitas Samratulangi Manado,vol 1, no. 4, hlm : 1845-1856.
Rahmawati, L., H. Kusni., dan R. Ali. 2010. Analisis Perlakuan Akuntansi Atas Pendapatan Dan Beban Terhadap Kewajaran Laporan Keuangan Pada PT. Wiradharma Mulia jasa Konstruksi. Jurnal Akuntansi UBHARA, vol 7, no. 2, hlm : 60-77.
Ratunuman, S. M. 2013. Analisis Pengakuan Pendapatan dengan Presentase Penyelesaian dalam Penyajian Laporan Keuangan PT. Pilar Dasar. Jurnal Ekonimi Manajemen Bisnis dan Akuntansi.
Universitas Samratulangi, Manado
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/1863/147. Hal 558-663.
Rimansyah.,danSafitri. 2015. Analisis Pengakuan Pendapatan dan Beban Pada PT. Wahana Bumi Riau Cabang Palembang. Jurnal Media Wahana Ekonomika, vol 12, no. 2, hlm : 51-74.
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Perusahaan konstruksi termasuk dalam organisasi usaha yang
berorientasi laba yang bertujuan untuk mendapatkan laba yang maksimal
dari kegiatan usaha yang dijalankan. Untuk meningkatkan laba berarti
perusahaan juga harus meningkatkan salah satu unsur penting yaitu
pendapatan. Mengingat pendapatan merupakan hal yang penting dalam
operasi suatu perusahaan, maka didalam melakukan semua aktivitas usaha,
perusahaan akan mengharapkan laba yang dipengaruhi oleh pendapatan
dari aktivitas tersebut. Sama halnya dengan perusahaan jasa, pendapatan
dapat diakui jika perusahaan telah melakukan sebuah persetujuan
kesepakatan dalam jangka waktu yang telah disepakati serta perjanjian
kontrak kerja yang sudah ditandatangi secara jelas. Peristiwa seperti itu
biasanya terjadi pada perusahaan jasa konstruksi, dimana pembangunan
proyek tidak semuanya terselesaikan dalam satu periode akuntansi.
Sehingga masalah utama yang dihadapi dalam perusahaan jasa konstruksi
yaitu metode yang digunakan oleh perusahaan untuk mengakui
pendapatannya.
Permasalahan lain yang muncul dalam pengakuan dan pengukuran
pendapatan adalah seringkali laporan keuangan harus dibuat tapi pekerjaan
konstruksi belum selesai, untuk itu perlu dibuat penaksiran berapa
2
Kesalahan dalam pengakuan dan pengukuran pendapatan akan
mengakibatkan perhitungan laba rugi yang tidak tepat dan tentunya hal ini
dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan bagi
pengguna laporan keuangan perusahaan.
Pada perusahaan jasa konstruksi, terdapat hal yang spesifik dalam
menentukan waktu dari pendapatan. Umumnya pendapatan diakui pada
saat pekerjaan selesai. Namun, menurut Standar Akuntansi Keuangan,
perusahaan konstruksi dimungkinkan untuk mengakui pendapatan selama
berlangsungnya produksi sesuai dengan tahap kemajuan dalam
penyelesaian kontrak. Sehubungan dengan adanya perbedaan waktu
dimana pendapatan harus diakui dan dilaporkan, maka timbul dua metode
pengakuan pendapatan pada perusahaan konstruksi, yaitu metode kontrak
selesai dan metode persentase penyelesaian. Apabila perusahaan
menggunakan metode kontrak selesai, maka pendapatan diakui pada saat
pekerjaan telah selesai. Sedangkan jika perusahaan menggunakan metode
persentase penyelesaian, maka pendapatan dapat ditaksir pada saat proses
produksi berlangsung.
Menurut pendapat Kieso, Weygandt, dan Warfield (2012:515)
prinsip pengakuan pendapatan mengindikasikan bahwa pendapatan diakui
ketika ada kemungkinan memberikan keuntungan ekonomi kepada
perusahaan dan keuntungan tersebut dapat diukur dengan andal.
Sedangkan pengakuan pendapatan menurut Skousen, Stice dan Stice
3
telah direalisasi atau dapat direalisasi dan ketika transaksi telah diperoleh.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengakuan pendapatan adalah suatu
pencatatan kejadian transaksi yang telah direalisasikan, dapat
direalisasikan, atau telah diperoleh.
Ada 3 kunci utama yang perlu dipahami dari pernyataan standar
ini, yaitu :
1) Pendapatan dan biaya kontrak konstruksi dapat diakui jika hasil
kontrak dapat disetimasi secara andal;
2) Pengakuan pendapatan dan biaya kontrak konstruksi
memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas (sesuai kontrak
tertentunya); dan
3) Jika diperkirakan biaya aktivitas konstruksi diperkirakan lebih
tinggi dari hasilnya, maka segera diakui sebagai biaya (atau
beban).
Dalam hal kontrak harga tetap, hasil konstruksi dapat diestimasi
secara andal jika semua kondisi berikut ini dapat terpenuhi :
a) Total pendapatan kontrak dapat diestimasi secara andal
b) Kemungkinan beasar manfaat ekonomik yang berhubungan
dengan kontrak tersebut akan mengalir ke entitas
c) Baik biaya kontrak untuk menyelesaikan kontrak maupun
tahap penyelesaian kontrak pada akhir periode pelaporan
4
d) Biaya kontrak yang dapat diatribusi pada kontrak dapat
diidentifikasi dengan jelas dan diukur secara andal sehingga
biaya kontrak aktual dapat dibandingkan dengan estimasi
sebelumnya.
Keberhasilan perusahaan konstruksi bergantung pada kemampuan
perusahaan dalam membuat estimasi biaya yang tepat dan mengendalikan
biaya agar produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pada bagian
inilah akuntansi mengambil peran dalam menyediakan data yang
diperlukan dalam penyusunan rencana biaya proyek, rencana
pembelanjaan, anggaran, dan laporan keuangan proyek yang mana
perusahaan konstruksi harus dapat menyediakan laporan keuangan yang
andal dan tepat waktu.
Oroh (2013) melakukan penelitian tentang Evaluasi Penerapan
PSAK No. 34 (Revisi 2010) Dalam Pengakuan Dan Pengukuran
Pendapatan Usaha Jasa Konstruksi Pada CV. Surya Gemilang Utama
menunjukan, bahwa hasil analisa dalam mengukur tingkat kemajuan
pekerjaan kearah penyelesaian perusahaan ini menggunakan ukuran
keluaran, yaitu menggunakan taksiran teknik yang dibuat dalam laporan
prestasi fisik yang menggambarkan presentase kemajuan pekerjaan yang
dicapai. Presentase kemajuan pekerjaan ini dikalikan dengan nilai kontrak
yang telah disepakati sebagai dasar untuk menentukan berapa besar
pendapatan yang dapat diakui selama satu periode akuntansi. CV. Surya
5
dari pihak pemberi kerja sebagai ukuran dalam mengukur pendapatan
yang dapat direalisasi. Hal ini sudah sesuai dengan PSAK No. 34 (revisi
2010).
Penelitian juga dilakukan oleh Novianti (2014) menyimpulkan,
bahwa perusahaan dalam mengakui pendapatan dari kontrak jangka
panjang didasarkan pada kemajuan fisik (progress fisik) yang dituangkan
dalam laporan prestasi proyek yang dibuat oleh Site Enginering Manager
(SEM) beserta petugas pengawas lapangan. Terdapat perbedaan yang
signifikan dalam mengakui pendapatan dan laba pada tahun 2011 antara
metode pendekatan fisik dan metode presentase penyelesaian yang mana
metode pendekatan fisik mengakui pendapatan dan laba lebih tinggi
sehingga pendapatan dan laba yang disajikan dalam laporan keuangan
menjadi overstatement dan tidak sesuai dengan prinsip konservatisme
dalam penyajian laporan keuangan.
Salah satu perusahaan jasa konstruksi di indonesia adalah PT.
Bintang Bagas Abadi dengan tujuan perusahaan ini didirikan untuk turut
melaksanakan program pemerintah dalam pembangunan ekonomi
nasional, memberikan layanan jasa bangunan gedung, bangunan sipil dan
instalasi mekanikal dan elektrikal, manajemen untuk
konstruksi/pelaksanaan proyek pembangunan, penyediaan tenaga ahli serta
kegiatan konstruksi lainnya. Hal ini secara otomatis PT. Bintang Bagas
Abadi termasuk perusahaan jasa konstruksi, sehingga diharuskan mencatat
6
Akuntansi Keuangan yang berlaku saat ini. Karena tanggal (dari awal
hingga akhir) aktivitas kontrak biasanya berada pada periode akuntansi
yang berbeda, maka persoalan yang harus diperhatikan perusahaan adalah
bagaimana mengalokasikan pendapatan dan biaya kontrak selama periode
pengerjaanya.
Mengingat perusahaan jasa konstruksi memiliki karakteristik yang
khas, dimana pembangunan proyek tidak semuanya terselesaikan dalam
satu periode akuntansi. Pastinya banyak hal yang dihadapi oleh pemilik
perusahaan dalam melaporkan secara tepat dan andal dalam menyajikan
laporan pendapatan dan beban pada laporan keuangan yang benar-benar
diperoleh dan diterima oleh perusahaan pada periode tersebut. Oleh sebab
itu, untuk mengetahui secara mendalam mengenai penerapan metode apa
yang selama ini diterapkan pada PT. Bintang Bagas Abadi, maka
diperlukan penelusuran yang lebih mendalam. Penelusuran tersebut
menyangkut bagaimana pendapatan itu diakui, kapan pendapatan dapat
diakui, dan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan untuk mengakui
pendapatan tersebut. Karena persoalan utama dalam akuntansi kontrak
konstruksi adalah alokasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada
periode dimana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan dan dapat
dilaporkan secara tepat waktu.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis berkeinginan melakukan
7
PerusahaanJasa Konstruksi Berdasarkan PSAK No. 34 (studi kasus pada
PT. Bintang Bagas Abadi di Malang)”.
1.2Rumusan Masalah
Untuk dapat mengarahkan dan memudahkan dalam melakukan
penelitian yang lebih terfokus dan sistematis serta bedasarkan uraian latar
belakang diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana metode pengakuan pendapatan yang digunakan oleh
PT. Bintang Bagas Abadi untuk proyek periode tahun 2013?
2. Bagaimana kesesuaian pengakuan pendapatan PT. Bintang Bagas
Abadi berdasarkan PSAK No. 34?
1.3Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan dan agar
penelitian ini menjadi lebih terarah secara jelas, adapun tujuan dari penelitian
ini adalah :
1. Untuk mengidentifikasi metode pengukuran dan pengakuan
pendapatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan yang
diterima pada PT. Bintang Bagas Abadi.
2. Untuk menilai dan menganalisis kesesuaian pengakuan
pendapatan yang diterapkan oleh PT. Bintang Bagas Abadi
8
1.4 Batasan Masalah
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan batasan-batasan
sebagai berikut :
1. Metode pengakuan pendapatan yang diamati terbatas hanya
pada salah satu proyek yang dilakukan pada periode 2013.
2. Analisis yang dilakukan berfokus pada laporan keuangan
dalam hal mengakui pendapatannya berdasarkan PSAK No.
34 yang berlaku saat ini.
1.5 Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif
pemecahanmasalah bagi perusahaan dalam menangani masalah
pengakuan danpengukuran pendapatan jasa kostruksi untuk
menentukan metode yang akan digunakan secara tepat dengan alokasi
pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada periode dimana pekerjaan
konstruksi dilaksanakan.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan informasi dan referensi untuk peneliti selanjutnya
mengenai hal-hal yangberhubungan dengan pengakuan pendapatan dan
dapat mengembangkan penelitian ini seputar permasalahan yang