• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan KKL Ajid Menjemen kelas B

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan KKL Ajid Menjemen kelas B"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

STUDI BANDING DI PT. YAKULT INDONESIA PERSADA MOJOKERTO DAN PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO, TBK. PASURUAN

Digunakan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Syarat-Syarat Mengajukan Skripsi Dalam Rangka Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wijaya Mulya Surakarta

Oleh:

Nama : Ajid Jamal Rifa’i NPM : 201402004 ProgDi : Manajemen S-1

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) WIJAYA MULYA SURAKARTA

(2)

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

STUDI BANDING DI PT. YAKULT INDONESIA PERSADA MOJOKERTO DAN PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO, TBK. PASURUAN

Digunakan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Syarat-Syarat Mengajukan Skripsi Dalam Rangka Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wijaya Mulya Surakarta

Oleh:

Nama : Ajid Jamal Rifa’i NPM : 201402004 ProgDi : Manajemen S-1

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) WIJAYA MULYA SURAKARTA

(3)

HALAMAN PERSETUJUAN

Laporan ini telah disetujui oleh Pembimbing Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wijaya Mulya Surakarta.

Hari : ………. Tanggal : ……….

Surakarta, ……….. Pembimbing

(4)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT. Karena, atas

rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini dapat diselesaikan

tepat pada waktunya.

Adapun Laporan Kuliah Kerja Lapangan yang berjudul Studi Banding di PT. Yakult

Indonesia Persada Mojokerto dan PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Pasuruan” tersebut

dibuat untuk melengkapi dan memenuhi syarat-syarat mengajukan skripsi dalam rangka

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wijaya

Mulya Surakarta.

Dengan selesainya Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini, penulis mengucapkan

terimakasih kepada:

1. Dra. Sri Isfantin Puji Lestari, SE, MM. selaku ketua Sekolah Tinggi Ilmu

Ekonomi (STIE) Wijaya Mulya Surakarta.

2. Drs. Kasidi, MM. selaku pembimbing Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

3. Semua pihak yang telah mendukung dan memberi bantuan dalam kegiatan

penulisan.

Akhir kata, semoga Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat kepada kita

semua.

Sukoharjo, ...

Ajid Jamal Rifa’i

(5)

Halaman Judul ……….... i

Halaman Persetujuan ……….. ii

Kata Pengantar……….iii

Daftar Isi………. iv

BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum KKL ………... 1

B. Maksud dan Tujuan KKL ………. 1

BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. PT. Yakult Indonesia Persada……… 2

1. Visi dan Misi ……….. 2

2. Struktur Organisasi………..2

3. Aspek Pasar………. 3

4. Aspek Modal ……….. 4

5. Aspek Sumber Daya Manusia.……… 5

6. Aspek Produksi………... 5

7. Aspek Manajemen………...9

8. Aspek Kemitraan……….11

B. PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO, TBK. ………. 12

1. Visi dan Misi Perusahaan……… 12

2. Struktur Organisasi………..13

3. Aspek Pasar………. 13

4. Aspek Modal………... 14

5. Aspek Sumber Daya Manusia ...……….……… 14

6. Aspek Produksi………... 15

7. Aspek Manajemen………...22

8. Aspek Kemitraan……… 23

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan……….25

1. PT. Yakult Indonesia Persada………. 25

2. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. ………. 26

B. Saran……….. 27

1. PT. Yakult Indonesia Persada………. 27

2. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. ………. 27

Daftar Pusaka……….. 28

Lampiran………..29

A. PT. Yakult Indonesia Persada……… 29

(6)
(7)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar Hukum KKL

Surat Keputusan No. 07/KKL/STIE/WM/X/2016 bahwa KKL merupakan

mata kuliah berbobot 3 SKS yang wajib ditempuh guna melengkapi syarat

mengikuti skripsi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wijaya Mulya

Surakarta.

B. Maksud dan Tujuan KKL

Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan

yang dimiliki oleh mahasiswa agar dapat beradaptasi dengan lingkungan,

berkompeten sehingga memilliki daya saing yang kuat. Sedangkan tujuan khusus

yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah mahasiswa dapat memahami praktek

tentang manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya

manusia, dan manajemen operasional yang diterapkan perusahaan.

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A. PT. Yakult Indonesia Persada 1. Visi dan Misi

a. Visi

PT. Yakult Indonesia Persada sebagai perusahaan dengan produk

minuman kesehatan memilliki visi “Mengeksplorasi kemungkinan

(8)

Misi perusahaan Yakult adalah “Sebagai pelopor prebiotik minuman

Yakult yang sehat yang membantu dalam menjaga usus.” 2. Struktur Organisasi

(9)

3. Aspek Pasar

PT. Yakult Indonesia Persada memiliki cakupan pasar yang luas di

Indonesia yang tersebar ke seluruh wilayah di pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa

Tenggara Barat, Sumatera, Batam, Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi.

Konsumen Yakult pun terdiri dari berbagai kalangan usia. Karena sifatnya yang

berupa minuman kesehatan, bahkan balita dengan usia minimal 6 bulan (sudah

mengkonsumsi makanan tambahan) dapat diberikan Yakult. Untuk konsumen

dari kalangan lansia, tersedia Yakult Ace.

Metode pemasaran Yakult adalah dengan membuat iklan dengan tagline

yang mudah diingat konsumen yang menunjukkan karakteristik Yakult. Pada

tahun 1996, Yakult menerapkan tagline “Sudahkah Anda minum Yakult?” pada

iklannya. Yakult tidak memberikan pertanyaan dengan jawaban “ya” atau

“tidak”. Hal ini demi merangsang keinginan konsumen untuk mengkonsumsi

Yakult setelah melihat iklan tersebut.

Pada tahun 2001, Yakult menerapkan tagline baru “Kami terusss minum

Yakult.”Hal ini merupakan langkah penyegaran dalam mempromosikan Yakult

karena Yakult tidak memiliki variasi rasa maupun warna di dalam produknya. Pada tahun 2003, Yakult mencantumkan “Pelopor Probiotik” dalam kemasan

maupun iklannya.Hal ini sekaligus memberikan gambaran misi Yakult sebagai

pelopor probiotik dalam menjaga kesehatan usus.

Pada tahun 2004, Yakult memasuki pasar pada

supermarket-supermarket.Yakult juga mengubah iklannya dengan menambahkan suasana

keluarga yang sedang berbelanja di supermarket, menandakan Yakult kini sudah

tersedia di supermarket-supermarket.

Pada tahun 2005, Yakult membuat jingle-nya yang berjudul “Days a Week”

untuk iklan barunya.

Pada tahun 2006, Yakult melakukan ekspansi produknya ke 33 negara dan

(10)

Pada tahun 2007, Yakult memperbarui tampilannya dengan memberi aksen

pelangi pada kemasan Yakult yang baru.Hingga saat ini kemasan pelangi tetap

dipakai karena dapat mendeskripsikan keceriaan ketika meminum Yakult. Pada tahun 2010, Yakult menerapkan tagline baru yaitu “Cintai Ususmu”.

Yakult memilih tagline tersebut dengan maksud yang jelas. Mencintai usus

berarti peduli pada kesehatan diri sendiri. Jika usus baik maka proses

pencernaan juga berjalan baik.

Selain promosi dengan iklan, Yakult juga melakukan promosi dengan

edukasi kesehatan tentang pentingnya minum Yakult. Cara promosi tersebut

disisipkan pada pemutaran film di tempat umum yang banyak dikunjungi

seperti sekolah, puskesmas, perkantoran, dan lain-lain. Promosi tersebut

dilakukan baik dengan film showing mobil maupun dengan melakukan

kunjungan pabrik. Setelah masyarakat sadar manfaat meminum Yakult bagi

kesehatan, diharapkan konsumen pasar akan meningkat.

4. Aspek Modal

Dalam sebuah perusahaan tentunya perusahaan tersebut membutuhkan

modal, modal sendiri adalah segala nilai sesuatu aktiva yang dimiliki oleh

perusahaan dan yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan modal sendiri

meliputi dalam artian uang dalam bentuk modal/barang.

Sumber modal PT. Yakult sendiri benar-benar 100% dari Yakult Honsha

Co. Ltd dan menjadi penanam modal asing murni (tidak patungan), itu sumber

modal dalam PT. Yakult internal sedangkan mungkin sumber modal eksternal

berasal dari bank atau pinjaman dan pasar modal atau supplier.

5. Aspek Sumber Daya Manusia

Faktor Sumber Daya Manusia juga berpengaruh pada kegiatan perusahaan.

Pada PT. Yakult pekerja terdiri dari berbagai lini dengan kualifikasi jenjang

pendidikan yang berbeda.Pekerja lini bawah, kualifikasi yang dibutuhkan

(11)

lulusan S1 dan pada manajer atas (top manajer) memiliki kualifikasi lulusan S2.

Kuantitas dari pekerja Yakult Mojokerto ada kurang lebih 200 pekerja dengan

sistem pembagian 2 shift kerja, karena proses produksi Yakult sendiri sudah

dikerjakan dengan mesin-mesin modern.

6. Aspek Produksi

Setiap tahapan proses produksi Yakult harus memenuhi standar

internasional secara ketat dan higienis untuk menjamin kualitas produk, dan

proses produksi dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan.

Pabrik Yakult menggunakan mesin otomatis dan sistem tertutup, yang

merupakan standar bagi seluruh pabrik Yakult di penjuru dunia dan seluruh

perlengkapan produksinya menggunakan bahan stainless steel terbaik yang

berkualitas.

Untuk menghasilkan produk yang aman dengan kualitas terbaik, Yakult

Indonesia menerapkan proses produksi berdasarkan manajemen keamanan

pangan sesuai standar ISO 22000:2005. Selain itu, Yakult juga mengambil

tindakan lebih lanjut dalam menerapkan sistem manajemen kualitas sendiri

yang ketat berdasarkan standar sertifikasi tersebut. Dengan demikian,

perusahaan telah menciptakan jaminan kualitas yang tinggi untuk menghasilkan

produk yang aman dan berkualitas baik. a. Tahap memasuki ruang produksi Yakult

Jika diuraikan secara rinci, maka ada 6 tahapan yang harus dilalui

karyawan Yakult sebagai berikut: 1) Membersihkan sepatu 2) Memakai penutup kepala 3) Memakai sepatu boot 4) Mencuci kedua tangan

5) Mensucihamakan kedua tangan 6) Memasuki ruang air shower

b. Bahan baku

Bahan baku pembuat Yakult sebagian besar masih diimpor, bahan

(12)

Lactobacillus casei Shirota strain hidup, susu bubuk skim, glukosa,

sukrosa, perisa Yakult, dan air.

c. Proses produksi

Proses produksi Yakult dapat dibagi menjadi 7 tahapan proses, berikut

tahapan-tahapan tersebut:

1) Proses pembuatan seed starter (proses A)

Skim milk powder dan glukosa dilarutkan dengan air kemudian

disterilisasi dan difermentasi dengan penambahan Lactobacillus casei

Shirota strain di dalam tangki pembibitan (seed tank). 2) Proses pembuatan susu fermentasi (proses B)

a) Susu bubuk skim dan glukosa dituang ke dalam silo.

b) Susu bubuk skim dan glukosa dari silo tank selanjutnya dilarutkan

menggunakan air panas di dalam disolving tank.

c) Setelah proses pelarutan sempurna, larutan difilter dan ditransfer

ke mesin Ultra High Temperature (UHT) untuk disterilisasi

dengan temperatur tertentu. Dari mesin UHT selanjutnya larutan

susu steril ini ditransfer ke culture tank.

d) Untuk mendapatkan warna khas Yakult, susu dipanaskan dengan

temperature tertentu.

e) Proses penambahan seed starter (lihat proses A)

f) Proses fermentasi sejak proses seeding sampai didapatkannya

suatu susu fermentasi sesuai standar mutu yang ditetapkan.

g) Susu fermentasi yang sudah memenuhi standar mutu selanjutnya

dihomogenisasi menggunakan mesin homogenizer. 3) Proses pembuatan sirup (proses C)

a) Sukrosa (gula rafinasi) dituang ke dalam silo tank.

b) Sukrosa (gula rafinasi) dari silo tank selanjutnya dilarutkan

menggunakan air panas di dalam disolving tank.

c) Setelah larut sempurna, sirup ditransfer ke mesin HTST (High

Temperatur Short Time) untuk disterilisasi. 4) Proses mixing-1 (proses D)

Proses mixing-1 adalah proses dimana susu fermentasi dari mesin

(13)

berisi dengan sirup steril (hasil proses C). hasil dari proses ini disebut

sebagai Yakult Concentrate (YACON). 5) Proses sterilisasi air (proses E)

Air yang sudah mendapatkan perlakuan awal selanjutnya disterilisasi

dengan mesin ultraviolet (UV) dan ditampung sebagai air steril di

dalam water tank.

6) Proses pembotolan dan pengepakan

a) Botol-botol Polistyrene dihasilkan oleh mesin Moulding, Yakult

dibotolkan secara otomatis oleh mesin pengisi dan ditutup dengan

aluminium foil. Setiap botol Yakult mempunyai volume 65 ml. b) Yakult yag sudah dibotolkan selanjutnya dikemas menjadi

kemasan Multi yang terdiri dari 5 botol/pak dan dikemas lagi

menjadi kemasan Repack yang terdiri dari 10 pak Multi/pak (=50

botol).

7) Penyimpanan dingin

Yakult yang sudah dikemas selajutnya disimpan dalam Cold Storage.

d. Produk Yakult

Yakult tidak memiliki varian rasa maupun warna, disebabkan rasa dan

warna pada Yakult asli berasal dari proses fermentasi. Hingga sekarang

Perusahaan Yakult hanya memproduksi 2 jenis Yakult, yaitu: 1) Yakult biasa/regular

Yakult dengan isi bersih 65 ml dengan kandungan bakteri L. casei

Shirota strain 6,5 milyar di dalamnya. 2) Yakult Ace/premium

Yakult dengan isi bersih 80 ml dengan kandungan bakteri L. casei

Shirota strain mencapai 30 milyar. Bahkan terdapat kandungan

beberapa vitamin B, seperti vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, dan

vitamin D.

e. Pengolahan limbah

Untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, pabrik Yakult Indonesia

telah membangun sistem pengolahan air limbah dengan menggunakan

(14)

botol Yakult tanpa dasar yng diletakkan dalam tangki pengolahan limbah

dimana kemudian beragam mikroorganisme menempati bagian dalam dan

luar botol Yakult tersebut. Mikroorganisme ini mengurai dan mengolah

zat-zat organik yang membuat keruh air sehingga menghasilkan air yang

jernih.

7. Aspek Manajemen

PT Yakult Indonesia Persada didirikan pada tanggal 2 Februari 1990,

dengan kantor pusat di Central Plaza, Jakarta Selatan. Pada tahun yang sama

dilakukan pembangunan Pabrik di Pasar Rebo.

Pada tahun 1991, Yakult Indonesia memulai pemasaran produknya di

Jakarta, juga pembukaan cabang bandung (Jawa Barat) dan cabang Surabaya

(Jawa Timur).

Pada tahun 1992, pembukaan kantor cabang Semarang (Jawa Tengah) dan

Bandar Lampung.

Pada tahun 1996, kantor cabang Solo mulai beoperasi.

Pada tahun 1997, pembukaan cabang Yakult di Bali dan Medan, pada

tahun ini pula dilakukan pemindahan lokasi Pabrik Yakult dari Pasar Rebo –

Jakarta ke Cicurug, Sukabumi.

Pada tahun 2001, status perusahaan berubah menjadi PMA, juga cabang

Pekanbarun memulai kegiatan operasional.

Pada tahun 2002, pembukaan cabang Cirebon (Jawa Barat) dan cabang

Palembang (Sumatera Selatan).

Pada tahun 2003, pembukaan cabang Tasikmalaya, Malang dan Padang. Pada tahun 2004, pembukaan cabang di Serang, Tegal, Madiun,

Purwakarta, Jember, Purwokerto, dan Makasar.

Pada tahun 2005, cabang Banjarmasin, Pontianak dan Balikpapan

dibuka.Pada tahun ini Pabrik Yakult mendapat sertifikat HACCP (Hazard

Analysis Critical Control Point).

Pada tahun 2006, pembukaan cabang Yogyakarta, Jambi, Batam dan

(15)

Pada tahun 2007, peluncuran Yakult Ace sebagai produk kedua di

Indonesia. Cabang Lombok, Bengkulu, dan Padang Sidempuan memulai

kegiatan operasional.

Pada tahun 2008, pembukaan stand Yakult di Kidzania Jakarta sebagai

saran bermain dan edukasi anak. Pada tahun ini Yakult mendapatkan Top Brand

dan Best Brand Award.

Pada tahun 2009, pemindahan kantor cabang Madiun ke Kediri, menjadi

cabang Kediri. Kemudian pembukaan cabang Bangka dan Banda Aceh. Yakult

mendapatkan Top Brand dan Best Brand Award.

Pada tahun 2010, pembukaan cabang Yakult di Bukittinggi. Pembangunan

pengolahan air limbah di Pabrik Yakult Cicurug. Yakult kembali mendapatkan

Top Brand Award dan Best Brand Award.

Pada tahun 2011, pembukaan cabang Yakult di Kudus, Palangkaraya,

Samarinda dan Baturaja.

Pada tahun 2012, pembukaan cabang Yakult di Pematangsiantar, Duri,

Muarabungo dan Madiun.Yakult juga mendapatkan Top Brand Award.

Pada tahun 2013, pembukaan cabang Yakult di Lhoksumawe dan

Magelang.Pada tahun ini dilakukan pembangunan Pabrik Yakult kedua di

Ngoro, Mojokerto.

8. Aspek Kemitraan

PT. Yakult memiliki kemitraan pada sistem distribusi produknya karena

Yakult mempunyai 2 sistem distribusi, yaitu direct sales dan Yakult Lady.

Dengan sistem direct sales, staff penjualan Yakult sendiri mengantarkan produk

mereka dengan kendaraan berpendingin untuk menjamin ketersediaan Yakult di

supermarket, minimarket, toko, kantin, dan gerai lainnya. Selain itu, staff

penjualan mereka juga memberikan penjelasan mengenai manfaat Yakult

kepada pelanggan melalui kegiatan sampling di beberapa supermarket besar,

serta penempatan sales promotion di supermarket untuk memberikan kejelasan

(16)

Sedangkan sistem pendistribusian Yakult Lady diciptakan untuk

menjangkau konsumen dengan cara jemput bola atau kepada end user, bahkan

walau hanya 1 botol. Setiap Yakult Lady memiliki wilayah yang mencakup

1000 orang. Selain mengantarkan Yakult, para Yakult Lady juga melakukan

komunikasi dan memberikan informasi kesehatan kepada pelanggan, sehingga

Yakult Lady disebut pula sebagai “Pusat Informasi Berjalan.” Sistem Yakult

Lady ini tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumatera, Batam,

Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi.

Yakult juga menjalin kemitraan dengan menghadirkan Yakult Science

Laboratorium di Kidzania. Contohnya adalah kemitraan Yakult dengan PT.

Aryan Indonesia, pemilik dan pengelola theme park adutainment Kidzania

Jakarta.

B. PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO, TBK. 1. Visi dan Misi Perusahaan

a. Visi

PT. Nippon Indosari , Tbk. dengan produknya Sari Roti memiliki visi

“Menjadi perusahaan roti terbesar di Indonesia dengan menghasilkan dan

mendistribusikan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga yang

terjangkau bagi rakyat Indonesia.” b. Misi

Misi PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. adalah “Membantu

meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesisa dengan memproduksi dan

mendistribusikan makanan yang bermutu tinggi, sehat, halal, dan aman

(17)

3. Aspek Pasar

Hingga saat ini Sari Roti sudah memasarkan produknya hampir ke semua

daerah di Indonesia. Dengan pabriknya yang telah berdiri di berbagai daerah,

Sari Roti akan mudah didapatkan di wilayah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,

dan Sulawesi.

Sari Roti mempunyai aspek pasar yang bagus dikarenakan perubahan pola

konsumsi masyarakat Indonesia di kota-kota besar yang mulai berubah

mengkonsumsi roti sebagai pengganti nasi.Selain itu, ketersediaan Sari Roti

pada minimarket-minimarket yang tersebar di setiap daerah membuatnya lebih

mudah didapatkan bagi masyarakat yang sedang bepergian.Karena roti

merupakan salah satu produk makanan yang mudah dibawa untuk perjalanan,

sehingga Sari Roti adalah pilihan terbaik untuk mengganjal perut ketika

singgah di minimarket.

Cara pemasaran Sari Roti yang paling terkenal adalah jingle-nya yang

unik. Jingle Sari Roti tersebut adalah “Sari Roti, roti Sari Roti.” Simple namun

mudah diingat.

PT. Nippon Indossari Corpindo juga memberikan free sample produknya

ketika kunjungan pabrik. Dengan begitu masyarakat bisa merasakan rasa gurih

yang dimiliki Sari Roti, dengan harapan konsumen Sari Roti dapat bertambah

nantinya. Sehingga kunjungan pabrik semacam itu, selain menambah wawasan

juga merupakan bagian dari cara perusahaan mempromosikan produknya.

4. Aspek Modal

PT. Nippon Indosari Corpindo.Tbk, sumber modalnya berasal dari

(18)

perusahaan diperjual-belikan di pasar saham, selain itu perusahaan juga terbuka

dalam menerima dana untuk kelangsungan perusahaan dari pihak lain yang

menjalin kerja sama.

5. Aspek Sumber Daya Manusia

Pada PT. Nippon Indosari Corpindo, cara perusahaan mendapatkan tenaga

kerja atau karyawan baru adalah dengan cara eksternal dan internal. Cara

eksternal dilakukan dengan menginformasikan lowongan kepada berbagai

media atau log tertentu, sedangkan cara internal dilakukan dengan seleksi,

yaitu melakukan interview dengan HRD, User, kemudian melakukan uji

Psikotes, dan tes akhir dari tahap seleksi adalah melakukan medical check up,

guna mengetahui kesehatan pelamar.Waktu kerja karyawan dibagi menjadi 2

shift, yaitu pukul 21.00 – 05.00 WIB dan pukul 05.00 – 16.00 WIB.

6. Aspek Produksi

a. Proses masuk ruang produksi

Pabrik Sari Roti mempunyai standar kualifikasi kebersihan diri yang

tinggi sebelum turun ke area proses produksi. Area ini disebut area wajib

GMP, yang perlu dilakukan yaitu:

1) Menggunakan baju laboratorium, masker, hairnet, dan covershoes. 2) Mencuci tangan dengan sabun antibakteri.

3) Mengeringkan tangan dengan mesin pengering.

4) Memberikan alkohol pada tangan agar steril dan bebas dari kuman. 5) Masuk ruang shower

b. Bahan baku

Dalam proses pembuatan Sari Roti, bahan baku dipilih melalui proses

seleksi yang ketat sesuai standar yang telah ditetapkan di internal

perusahaan. Bahan baku yang terpilih harus memenuhi syarat dapat

memberikan hasil berupa roti yang berkualitas, baik dari segi penampakan,

tekstur, aroma, hingga rasa. Selain itu, bahan baku yang digunakan harus

memenuhi persyaratan halal agar dapat menjamin status kehalalan roti

(19)

Bahan baku yang dikirim oleh Pemasok diperiksa terlebih dahulu

melalui proses yang cukup ketat, dengan tujuan agar Pemasok yang telah

terpilih dapat menjaga konsistensi kualitas dari bahan baku yang diterima.

Bahan baku yang diterima selanjutnya disimpan di gudang bahan baku

sesuai dengan persyaratan standar penyimpanan masing-masing bahan.

Bahan baku tersebut antara lain:

1) Tepung terigu 2) Air

3) Ragi 4) Telur 5) Garam 6) Gula 7) Margarin

8) Isian berupa cokelat, strawberry, keju, kelapa, blueberry, mocca,

sarikaya, dan vanilla (roti manis)

c. Proses produksi

Dalam proses pembuatan roti, dikenal beberapa metode proses

pembuatannya. Mulai dari proses yang hanya memerlukan satu kali

pencampuran seperti straight dough mixing dan no time dough mixing,

hingga proses pembuatan roti yang memerlukan dua kali proses

pencampuran seperti sponge and dough mixing.

Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam

proses pembuatan roti, Sari Roti menggunakan metode sponge and dough

mixing. Metode ini memiliki kekurangan berupa proses yang diperlukan

memerlukan waktu yang lebih lama, namun kelebihannya adalah dapat

memberikan roti dengan kualitas terbaik, baik dari segi tekstur,

kelembutan, aroma, dan rasa dari roti yang dihasilkan. Tahap-tahap produksi Sari Roti:

1) Bahan baku ditimbang sesuai dengan standar formulasi yang telah

(20)

masing-masing bahan baku yang digunakan telah ditimbang dengan benar

agar dapat menjaga konsistensi kualitas roti yang dihasilkan.

2) Pada proses pencampuran pertama atau sponge mixing, sebagian

bahan baku dicampurkan terlebih dahulu untuk menghasilkan adonan

biang. Bahan baku yang telah tercampur selanjutnya disimpan pada

tempat khusus untuk kemudian disimpan pada ruang fermentasi.Pada

proses fermentasi ini, ragi yang ada pada adonan akan bekerja

memecah karbohidrat yang terdapat pada tepung terigu dan beberapa

bahan lainnya menjadi alkohol dan beberapa jenis asam. Alkohol dan

asam tersebut yang akan berperan besar terhadap aroma dan rasa khas

dari adonan roti yang dihasilkan.Pada proses fermentasi ini juga

dihasilkan gas CO2 yang kemudian terperangkap di dalam adonan

sehingga volume adonan akan mengembang beberapa kali lipat dari

volume adonan awal.Proses fermentasi ini berlangsung antara 3

hingga 4 jam pada ruangan khusus yang dijaga suhu dan

kelembabannya agar proses fermentasi dapat berlangsung secara

sempurna.

3) Setelah proses fermentasi selesai, adonan akan kembali dimasukkan

ke dalam mixer untuk dilakukan proses pencampuran bahan kedua

atau dikenal sebagai dough mixing. Pada proses ini adonan

akanditambahkan beberapa bahan baku lainnya seperti gula, garam,

susu, dan beberapa bahan lainnya yang bertujuan untuk memberikan

rasa yang khas pada masing-masing adonan roti yang dihasilkan.Pada

proses pencampuran kedua ini, adonan yang dihasilkan harus

(21)

mesin. Kedua hal ini merupakan indikator utama bahwa adonan roti

telah cukup baik dan dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya.

4) Adonan selanjutnya diistirahatkan selama beberapa menit untuk

menstabilkan suhu adonan dan untuk menjaga kualitas adonan.

5) Selanjutnya adonan roti dipotong sesuai dengan standar berat yang

telah ditetapkan untuk setiap produk menggunakan mesin pemotong

khusus (divider) dan kemudian dibulatkan secara otomatis

menggunakan rounder.

6) Adonan yang telah dipotong dan dibulatkan tersebut selanjutnya akan

masuk ke dalam intermediate proofer. Proses ini bertujuan agar

adonan lebih relaks sehingga adonan menjadi lebih lembut dan mudah

untuk dibentuk pada proses selanjutnya.

7) Untuk menghasilkan adonan roti dengan ukuran pori yang seragam,

adonan dipipihkan terlebih dahulu. Pada proses ini gas yang terdapat

pada kantung udara akan dikeluarkan sehingga adonan akan memiliki

pori-pori yang halus dan seragam.

8) Adonan selanjutnya dibentuk sesuai dengan bentuk yang dikehendaki.

Bentuk dapat berupa bentuk bulat, oval, bentuk seperti tabung, atau

bentuk-bentuk lainnya. Khusus untuk roti manis, sebelum dibentuk

biasanya adonan akan diisi terlebih dahulu dengan isian roti.

9) Setelah dibentuk, adonan selanjutnya disusun pada loyang khusus.

Loyang yang sudah penuh dengan adonan selanjutnya disimpan pada

rak khusus dan dimasukkan ke dalam ruang fermentasi akhir.Proses

fermentasi akhir (final proofing) ini memiliki prinsip yang sama

dengan proses fermentasi pertama, namun dilakukan dengan waktu

yang lebih singkat.

10) Setelah adonan mengembang dan diperoleh volume adonan yang

sesuai dengan standar yang diharapkan, adonan selanjutnya

(22)

(baking) dilakukan pada tunnel oven yang memiliki panjang sekitar 12

meter selama 10 hingga 30 menit, tergantung dari jenis roti yang akan

dibuat, dengan suhu pemanggangan yang dijaga ketat agar roti dapat

matang dengan sempurna.Selama proses ini, adonan akan

dimatangkan baik di bagian dalam maupun bagian luar. Pada proses

ini akan diperoleh warna roti yang diharapkan. Demikian pula dengan

aroma khas roti akan muncul pada saat proses pemanggangan

berlangsung.

11) Roti yang telah matang selanjutnya akan dikeluarkan dari loyang

(depanning) dan dilakukan proses pendinginan (cooling) pada cooling

tower terlebih dahulu sebelum roti siap untuk dikemas. Proses

pendinginan ini bertujuan agar uap air yang terdapat pada roti dapat

keluar terlebih dahulu secara optimal. Apabila roti dikemas dalam

kondisi yang masih panas akan lebih berpotensi menyebabkan roti

mudah berjamur.Roti yang baru keluar dari oven juga umumnya

kondisinya masih lembek. Khusus untuk roti tawar, jika roti tersebut

langsung dipotong, maka roti akan lebih mudah rusak sehingga

bentuknya tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

12) Setelah mencapai suhu yang telah ditetapkan, roti selanjutnya siap

untuk dikemas. Khusus untuk roti tawar, roti akan dipotong terlebih

dahulu. Selain itu juga dilakukan proses sortir untuk memastikan

bahwa roti yang akan dikemas adalah roti yang telah memenuhi

persyaratan mutu yang ditetapkan.Pada kemasan Sari Roti selalu

tercantum kode produksi dan dilengkapi dengan tanggal baik sebelum,

(23)

tertera pada kemasan. Khusus untuk roti tawar Sari Roti, tanggal baik

sebelum tertera pada kwiklok atau penjepit kemasan roti.

13) Roti yang telah dikemas selanjutnya akan dilewatkan terlebih dahulu

pada metal detector. Hal ini bertujuan agar roti yang akan dijual

kepada konsumen bebas dari kontaminasi fisik dan tidak

membahayakan konsumen. Proses metal detecting ini juga merupakan

salah satu bagian implementasi sistem HACCP (Hazard Analysis and

Critical Control Point) pada proses pembuatan Sari Roti.

14) Roti yang telah lolos dari metal detector selanjutnya akan disusun

pada krat khusus, diserahkan kepada gudang Finished Goods dan siap

untuk didistribusikan.

d. Produk Sari Roti

Produk Sari Roti antara lain yaitu : 1) Roti tawar

2) Roti gandum 3) Roti kupas

4) Roti isi (cokelat, keju, dll.) 5) Isi krim (cokelat, keju, dll.) 6) Roti sobek (cokelat, keju, dll.) 7) Roti kasur

8) Roti sisir 9) Bun burger 10) Bun hotdog 11) Roti sandwich 12) Roti chiffon 13) Roti dorayaki 14) Tepung roti

e. Pengolahan limbah

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan,

Perseroan memiliki potensi terjadinya pencemaran lingkungan yang

mungkin disebabkan oleh limbah produksi Perseroan.Untuk

mengantisipasi munculnya potensi pencemaran lingkungan hidup, maka

Perseroan menerapkan sistem pengelolaan lingkungan dan senantiasa

(24)

Limbah perseroan dapat dikategorikan menjadi:

1) Limbah padat

Untuk mengelola limbah padat, Perseroan bekerjasama dengan

pihak ketiga. 2) Limbah cair

Sebagian besar pabrik Perseroan berlokasi di dalam kawasan

industri, oleh karena itu dalam mengolah limbah cair, Perseroan

bekerjasama dengan pihak kawasan industri.Sementara itu untuk pabrik

yang berlokasi di luar kawasan industri, Perseroan melakukan

pengolahan limbah cair secara mandiri dengan memperhatikan standar

pengolahan limbah. 3) Debu dan gas

Perseroan selalu menjaga lingkungan kerja Perseroan terbebas dari

gangguan debu dan gas dengan cara membuat sistem sirkulasi yang

baik sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. 4) Kebisingan

Tingkat kebisingan di area pabrik Perseroan berada di bawah

ambang batas yang ditetapkan oleh Peraturan Menakertrans

No.PER-13/MEN/X/2011 atau masih berada di bawah 85 dBA.

8. Aspek Manajemen

PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. berdiri pada tahun 1995. Pabrik

pertama berlokasi di Blok W, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.

Pada tahun 2001, perusahaan menambah kapasitas produksi dengan

menambahkan dua lini mesin (roti tawar dan roti manis).

Pada tahun 2005, perseroan membuka pabrik kedua di Pasuruan, Jawa

Timur.

Pada tahun 2006, perseroan mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard

Analysis Critical Control Point) yaitu sertifikat jaminan keamanan pangan

sebagai bukti komitmen perseroan dalam mengedepankan prinsip 3H (Halal,

(25)

Pada tahun 2008, perseroan membuka pabrik ketiga di Cikarang, Jawa

Barat.

Pada tahun 2009 hingga sekarang, perseroan meraih penghargaan Top

Brand dan Top Brand for Kids.

Pada tahun 2010, Perseroan melakukan penawaran umum saham perdana

tepatnya pada tanggal 28 Juni 2010 di Bursa Efek Indonesia dengan kode

emiten roti. Perseroan juga mendapatkan penghargaan Marketing Award dan

Original Brand.

Pada tahun 2011, perseroan membangun tiga pabrik di Semarang (Jawa

Tengah), Medan (Sumatera Utara), dan Cikarang Barat (Jawa Barat).

Pada tahun 2012, perseroan membangun dua pabrik baru di Palembang

(Sumatera Selatan) dan Makassar (Sulawesi Selatan), serta menambahkan

masing-masing satu lini mesin paada tiga pabrik yang telah ada di Pasuruan,

Semarang, dan Medan. Perseroan mendapatkan penghargaan Investor Award. Pada tahun 2013, perseroan membangun dua pabrik baru (double capacity)

di Cikande (Banten) dan Purwakarta (Jawa Barat).

9. Aspek Kemitraan

Pada PT. Nippon Indosari Corpindo,Proses pendistribusian produk Sari

Roti berlangsung selama 24 jam. Dan untuk menjamin bahwa produk yang

sampai kepada konsumen adalah produk yang fresh, Sari Roti dibuat setiap

hari, sehingga setelah Sari Roti selesai diproduksi, Sari Roti akan segera

dikirimkan kepada konsumen, baik melalui jalur modern, tradisional, maupun

institusional. Pada sistem distribusi modern, perusahaan menjalin kemitraan

dengan mengirimkan produknya ke supermarket dan minimarket yang berskala

nasional. Sedangkan pada jalur tradisional, perusahaan menjalin kemitraan

pada masyarakat luas dengan mengirimkan produknya kepada distributor dan

(26)

perusahaan menerima pesanan dari suatu institusi dengan jumlah pemesanan

(27)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. PT. Yakult Indonesia Persada

Setelah dijelaskan mengenai segala aspek PT. Yakult Indonesia Persada,

dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a. PT. Yakult Indonesia Persada memiliki wilayah dan sasaran pemasaran

yang terbuka lebar dengan produknya yang murah dan mudah di dapat di

berbagai wilayah.

b.Berbagai metode pengiklanan yang dilakukan Yakult sukses membuat Yakult menjadi minuman fermentasi kesehatan yang diminati masyarakat

Indonesia, terbukti dengan kapasitas produksi yang dilakukan Yakult

semakin meningkat serta dibukanya pabrik baru di Mojokerto, Jawa

Timur.

c. Yakult menggunakan modal sendiri dengan dukungan dari Yakult Honsha

Co. Ltd baik dalam operasional maupun mesin-mesin yang digunakan

dalam proses produksi. SDM yang digunakan lebih banyak dialokasikan

pada pendistribusian dan kantor cabang, karena pada pabrik Yakult lebih

banyak menggunakan mesin-mesin modern dalam proses produksinya. d.Selain menggunakan sistem direct sales, Yakult menjalin kemitraan

dengan menerapkan sistem penjualan Yakult Lady.

e. Manajemen Yakult berkembang dengan baik, terbukti setiap tahun

(28)

26

f. Diperolehnya berbagai penghargaan semakin memperkuat keberhasilan

pada manajemen Yakult.

2. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

Setelah dijelaskan mengenai segala aspek PT. Nippon Indosari Corpindo,

Tbk., dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. atau yang lebih dikenal dengan

produknya “Sari Roti” merupakan produsen roti terbesar di Indonesia. b.PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. memiliki pabrik yang beroperasi di

sebagian wilayah Indonesia terutama di pulau Jawa dan Sumatera dengan

kapasitas produksi yang masih terus ditambah.

c. Mengingat jangka waktu kadaluarsa Sari Roti hanya pendek (5 hari

setelah produksi), berarti PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. memiliki

sistem pemasaran dan pendistribusian yang baik.

d.Sistem pendistribusian Sari Roti dilakukan dengan menjalin mitra usaha

pada toko, minimarket, dan agen-agen penjualan Sari Roti.

e. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. merupakan perusahaan dengan

modal yang sahamnya diperjualbelikan secara terbuka.

f. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. memiliki manajamen yang baik,

terbukti dengan terus dibangunnya pabrik-pabrik baru yang menandakan

PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. semakin berkembang.

g.Penghargaan yang di dapat Sari Roti juga menandakan keberhasilan

manajemen PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. dalam memperoleh

kepercayaan masyarakat.

C. Saran

1. PT. Yakult Indonesia Persada

Yakult sebagai perusahaan yang memproduksi minuman kesehatan

hendaknya terus memberikan edukasi pada masyarakat Indonesia, yaitu pada

masyarakat secara umum mengenai manfaat Yakult. Jika masyarakat Indonesia

sadar akan manfaat Yakult bagi kesehatan usus, diharapkan jumlah penduduk

(29)

27

Dengan adanya kepedulian mencegah sebelum mengobati, Yakult

merupakan produk yang tepat untuk menjaga kesehatan terutama pada usus. Di

samping itu, penjualan Yakult juga akan meningkat karena permintaan

masyarakat yang peduli pada kesehatan usus juga meningkat.

2. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

Sari Roti memiliki banyak varian dalam produknya. Sayangnya tidak

semua varian bisa tersedia pada minimarket-minimarket, sehingga hanya varian

tertentu yang menjadi favorit konsumen. Hendaknya Sari Roti menyuplai setiap

varian yang dimilikinya pada setiap agen penjualan maupun distributornya

dengan lengkap, sehingga konsumen tidak kecewa ketika varian roti yang

(30)

DAFTAR PUSTAKA

1. Yakult, “Sejarah,” PT. Yakult Indonesia Persada, http://www.yakult.co.id/sejarah.html

2. Yakult, “Proses Produksi,” PT. Yakult Indonesia Persada, http://www.yakult.co.id/proses-produksi-A.html

3. Yakult, “Pengolahan Air Limbah,” PT. Yakult Indonesia Persada, http://www.yakult.co.id/pengolahan-air-limbah-A.html

4. Yakult, “Jurnal Perusahaan,” PT. Yakult Indonesia Persada, http://www.yakult.co.id/jurnal-perusahaan.html

5. Sari Roti, “Teknologi,” PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk., http://www.sariroti.com/content/teknologi/

6. Sari Roti, “Sejarah,” PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk., http://www.sariroti.com/content/sejarah-1/

7. Sari Roti, “Distributor,” PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk., http://www.sariroti.com/content/distributor/

8. Sari Roti, “Struktur Organisasi,” PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk., http://www.sariroti.com/content/struktur-organisasi/

LAMPIRAN

(31)

Mahasiswa STIE Wijaya Mulya melakukan kunjungan ke pabrik Yakult Mojokerto

PT. Yakult Indonesia Persada tampak depan

(32)

Proses Quality Control pada kemasan botol Yakult

B. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

(33)

Proses Pengepakan (packing) roti tawar Sari Roti

(34)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memastikan produksi dari produk-produk yang aman dan berkualitas tinggi, PT Lasallefood menerapkan program pengawasan secara ketat terhadap kualitas produk yang dibuat

18 Kualitas bahan baku menjadi prioritas Cyra Furniture dalam membeli bahan baku dari supplier, karena bahan baku berkualitas menghasilkan produk dengan kualitas

Proses pembimbingan teknis tentang teknologi proses produksi, mesin peralatan produksi, standar mutu produk dan manajemen pengelolaan usaha yang komersial sehingga bisa

spesifikasi kualitas dari produk yang dihasilkan dalam suatu proses produksi.. Dalam rangka menerapkan konsep pengendalian kualitas

Analisis kualitas produk colenak berdasarkan proses produksi se-kota Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.. BAB I Pendahuluan

Pengendalian kualitas dalam manajemen operasi merupakan salah satu teknik yang perlu dilakukan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk berupa barang atau jasa

Proses produksi sediaan solida di PT Otsuka Indonesia sangat penting untuk memastikan bahwa produk obat yang dihasilkan berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi oleh pasien.. Oleh

Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, pengendalian kualitas selama proses produksi berlangsung sangat berperan penting dalam menjaga kualitas produk agar dapat mengurangi