Perceraian akibat suami riddah: analisis koperatif putusan penagdilan agama bogor perkara Nomor 49/Pdt.G/2010/PA.BGR. dan Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Perkara Nomor 378/Pdt.G/2009/PA.JP
Teks penuh
Dokumen terkait
“ Gugatan perceraian dimaksud dapat dilakukan oleh seorang isteri yang melangsungkan perkawinan menurut agama Islam dan oleh seorang suami atau isteri yang
Dalam hal ini Hakim Pengadilan Agama Bogor dalam kasus cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga mencoba dan mengkombinasikan beberapa Undang-Undang yang
Kedelapan: sesungguhnya propaganda pluralisme agama bila dimunculkan oleh seorang muslim, maka tindakan tersebut dianggap murtad nyata keluar dari agama Islam, karena
Perkawinan atau Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan
Oleh karena itu, pasangan suami istri yang telah melakukan perkawinan menurut hukum agama (Islam), tetapi tidak tercatat atau dicatatkan, cukup dilakukan
Dari kasus perceraian karena kawin paksa yang terjadi di Pengadilan Agama Kendal dengan nomor perkara 0044/Pdt.G/PA.Kdl di latar belakangi oleh kasus perjodohan Indogami
Jadi apabila salah satu pihak dari suami maupun isteri keluar dari agama Islam murtad dan kemurtadannya itu belum atau tidak diajukan ke pengadilan dan pengadilan belum memutuskannya
Hal ini terkait pada pasal 72 Kompilasi Hukum Islam yang menyebutkan bahwa seorang suami atau istri dapat mengajukan permohonan pembatalan perkawinan apabila pada waktu berlangsungnya