PEMBANGUNAN WEBSTIE
LELANG ONLINE
KERJA PRAKTEK
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek
Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
AGHNAT FIKKRI RAKARISA
10110183
RIDWAN EFFENDI
10110189
MUHAMMAD FAJAR PRATAMA 10110203
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
LAMPIRAN E
LAMPIRAN F
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... v
DAFTAR SIMBOL ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Kerja Praktek ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Maksud dan tujuan ... 2
1.4 Batasan Masalah ... 2
1.5 Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 3
2.1 Profil Tempat Kerja Praktek ... 3
2.1.1 Sejarah Instansi ... 3
2.1.2 Logo Perusahaan ... 4
2.1.3 Struktur Organisasi ... 4
2.1.4 Deskripsi Jabatan ... 6
2.2 Landasan Teori ... 7
BAB III PEMBAHASAN ... 10
3.1 Kegiatan Kerja Praktek ... 10
3.2 Data Kerja Praktek ... 10
3.3 Analisis Sistem ... 11
3.4 Analisis Masalah ... 11
3.5 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan ... 11
3.6 Flowmap ... 12
3.7 Analisis Fungsional ... 13
3.7.1 Analisis Perangkat Lunak (Software Analysis) ... 13
3.7.2 Analisis Perangkat Keras (Hardware Analysis) ... 13
3.7.3 Analisis Pengguna (User Analysis) ... 14
3.8.1 ERD (Entity Relation Diagram) ... 14
3.8.2 Diagram Konteks ... 14
3.8.3 DFD (Data Flow Diagram) ... 15
3.9 Perancangan Antarmuka ... 16
3.10 Implementasi ... 19
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 26
4.1 Kesimpulan ... 26
KATA PENGANTAR
Puji syukur panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala, karena berkat rahmat
-Nya kami bisa menyelesaikan laporan yang berjudul Sistem Informasi Lelang
Online. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Kerja Praktek.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat
untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita
semua.
Bandung, 18 Januarii 2014
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kerja Praktek
Sistem pengolahan data. Informasi menjadi bagian terpenting pada setiap
pengambilan keputusan dalam suatu organisas, dan sudah menjadi tuntutan utama bagi
setiap perusahaan.. Informasi yang tepat, akurat dapat membantu perusahaan dalam
mencapai tujuan perusahaan tersebut.
Pegadaian merupakan Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) yang mempunyai
misi yaitu ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat golongan menengah ke bawah, melalui kegiatan utama berupa penyaluran
kredit gadai dan melakukan usaha lain yang menguntungkan. Pegadaian sebagai suatu
lembaga yang ikut meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman
berdasarkan hokum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktek pinjaman
uang dengan Bungan yang tidak wajar ditegaskan dalam keputusan Menteri Keuangan
No. Kep-36/MK/6/1/1971 tanggal 20 Januari 1970.
Untuk saat ini, proses lelang masih menggunakan cara konvensional yaitu melelang
berbagai barang dari nasabah pegadaian yang belum ditebus. Pada saat ini pelelangan
yang masih digemari adalah pelelangan tradisional. Akan tetapi pelelangan tradisional ini
sangat banyak kekurangannya, terutama dalam hal waktu. Untuk mengikuti lelang,
peserta lelang baik itu pelelang atau pembeli harus datang langsung ke balai pelelangan,
tempat diadakan pada saat jam buka saja. Tentu saja untuk mengikuti lelang pegadaian ini
peserta harus meluangkan waktu lebih untuk mengikuti lelang hingga usai. Lain halnya
jika lelang diadakan secara online, pelelangan atau penawaran barang akan diadakan terus
menerus sampai batas waktu lelang berakhir.
Mengacu pada hal-hal tadi, penulis mencoba untuk membuat sebuah rancang bangun
sistem yang menyediakan jasa layanan pelelangan online pada Perum Pegadaian, yang
nantinya sistem ini akan membantu kebutuhan masyarakat mencari barang lelang gadai
2
1.2 Rumusan Masalah
1. Menangani kesulitan yang dihadapi para calon penawar
2. Mempermudah calon penawar untuk melakukan penawaran barang
1.3 Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kerja praktek ini adalah untuk menganalisis
permasalahan yang terjadi pada sistem transaksi pelelangan yang ada di Pegadaian
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah yang penulis teliti, hanya pada penggunaan sistem informasi lelang
online saja.
1.5 Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan
Lokasi tempat melakukan praktek kerja lapangan adalah di Perum Pegadaian Cabang
Pungkur Bandung yang terletk di Jl. Pungkur no.123. Waktu pelaksanaan kerja praktek
[image:18.595.89.549.425.630.2]dimulai tanggal 1 Juli 2013 sampai dengan 30 Juli 2013.
3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Profil Tempat Kerja Praktek
2.1.1 Sejarah Instansi
Berawal dari Bank Van Leening yang didirikan VOC pada tanggal 20 agustus 1746
di Batavia yang bertugas memberikan pinjaman uang tunai kepada masyarakat dengan
jaminan harta bergerak. Dalam perkembangannya, sebagai bentuk usaha, Pegadaian telah
mengalami perubahan seiring dengan perubahan peraturan yang berlaku :
Berdirinya Pegadaian milik Pemerintah yang pertama di sukabumi, berdasarkan
Staatblad 1901 No. 131 tanggal 12 Maret 1901.
Perubahan status menjadi Jawatan Pegadaian, berdasarkan Staatblad 1930 No.
266.
Perubahan menjadi Perusahaan Negara Pegadaian berdasrkan Peraturan
Pemerintah RI tahun 1961 No. 178.
Perubahan menjadi Perusahaan jawatan (PERJAN), berdasarkan Peraturan
Pemerintah RI No. 7 tanggal 11 Maret 1969.
Sejak saat itu, kegiatan Perusahaan terus berjalan dan asset atau kekayaannya
bertambah. Namun seiring dengan perubahan zaman, Pegadaian dihadapkan pada
tuntutan kebutuhan untuk berubah pula, dalam arti untuk lebih meningkatkan kinerjanya,
tumbuh lebih besar lagi dan lebih professional dalam memberikan layanan. Oleh karena
itu untuk memberikan keleluasaan pengelolaan bagi manajemen dalam mengembangkan
usahanya, Pemerintah meningkatkan status Pegadaian dari Perusahaan Jawatan
(PERJAN) menjadi Perusahaan Umum (PERUM) yang dituangkan dalam peraturan
Pemerintah No. 10/1990 tanggal 10 April 1990. perubahan dari PERJAN ke PERUM ini
merupakan tonggak penting dalam pengelolaan pegadaian yang memungkinkan
terciptanya pertumbuhan Pegadaian yang bukan saja makin banyak cabangnya, tetapi
juga makin meningkatnya kredit yang disalurkan, nasabah yang dilayani, pendapatan dan
4
[image:20.595.113.505.81.310.2]2.1.2 Logo Perusahaan
Gambar 2.1 Logo Perusahaan
Ini Merupakan Logo Perusahaan PT Pegadaian (Persero)
2.1.3 Struktur Organisasi
Struktur adalah suatu bentuk diagram yang menunjukkan aspek-aspek penting
perusahaan yang meliputi fungsi-fungsi utama dan hubungan masing-masing saluran
wewenang, tanggung jawab, dan tugas mulai dari setiap pimpinan dan karyawan.
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan yang formal, berstruktur dan
terkoordinasi dari kelompok yang bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan tertentu,
sedangkan organisasi hanyalah merupakan suatu wadah atau alat saja.
Struktur organisasi adalah suatu gambaran yang menggambarkan tipe organisasi,
pendepartemenan organisasi, jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan,
garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem pimpinan organisasi
(Buchari Alma, 2006, 117-118).
Struktur Organisasi PERUM PEGADAIAN Cab. Pungkur dapat dilihat pada gambar
5
Pemimpin wilayah
Manajer Area Inspektur wilayah
Manajer Keuangan
Manajer bisnis Manajer SDM Manajer Logistik
Pemimpin Cabang
Asisten Manajer Bisnis Gadai
Asisten Manajer Bisnis Fidusia dan
Jasa Lain Asisten Manajer Bisnis Syariah Asisten Manajer Bisnis Emas Asisten Manajer Pemasaran PKBL dan CSR
[image:21.842.98.777.81.424.2]Ahli Taksir Asisten ManajerTresuri Asisten Manajer Akuntansi Pranata TI Asisten Manajer APSDM Asisten Manajer kesejahteraan dan Hubungan Industrial Asisten Manajer Pelatihan Hubungan Masyarakat Legal Officer Asisten Manajer Bangunan Asisten Manajer Perlengkapan Sekretariat Garis Komando Garis Koordinasi
6
2.1.4 Deskripsi Jabatan
Pada PERUM PEGADAIAN terdapat Department yang dibantu oleh beberapa
anggota yaitu sebagai berikut:
Pimpinan Cabang
Tugas pokoknya adalah merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan dan
mengendalikan kegiatan operasional, administrasi dan keuangan kantor cabang serta Unit
pelayanan cabang (UPC), sedangkan fungsinya adalah sebagai berikut :
Pimpinan cabang
Menyusun rencana kerja dan anggaran kantor cabang dan UPC berdasarkan acuan yang
telah ditetapkan
Mengevaluasi kegiatan perusahaan
Merencanakan, mengorganisasikan dan mengendalikan kebutuhan dan penggunaan
sarana dan prasarana kantor cabang.
Penaksir
Penaksir merupakan ujung tombak bagi kemajuan Perum Pegadaian. Tugas pokok
dan fungsinya adalah melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan untuk
menentukan mutu dan nilai barang menentukkan dan menetapkan uang kredit gadai.
Melaksanakkan penaksiran terhadap barang jaminan yang akan dilelang, untuk
mengetahui mutu dan nilai, dalam menentukan harga dasar barang yang akan dilelang.
Merencanakan dan menyiapkan barang jaminan ysng akan disimpan guna keamanan.
Penaksir tidak hanya menjalankan tugas – tugas pokok dan tambahan saja tetapi penaksir mempunyai peranan penting dalam memenangkan persaingan :
1. Penaksir memberikan kontribusi terbesar terhadap pencapaian customer value.
2. Penaksir merupakan wakil perusahaan di front office yang langsung berhadapan
dengan nasabah, sikap penaksir dalam melayani pelanggan merupakan cerminan
dari Perum Pegadaian. Nilai sebuah senyuman sangat berarti bagi pelanggan.
3. Penaksir merupakan agen – agen pemasar Perum Pegadaian pelanggan yang puas akan membawa 100 pelanggan baru kepada kita, pelanggan yang kecewa akan
mencegah 100 pelanggan baru kepada kita.
4. Penaksir pada Perum Pegadaian di bagi menjadi 2 yaitu penaksir emas dan
7
Kasir
Tugas pokok dan fungsinya adalah mengurus penerimaan dan pembayaran semua
transaksi yang terjadi di Kantor Cabang.
Pemegang atau Penyimpan Gudang
Tugas pokok dan fungsinya adalah bertanggung jawab penuh atas barang-barang
yang ada di gudang. Pemegang gudang terdapat 2 yaitu gudang emas dan gudang
barang-barang elektronik.
Tata Usaha
Tugas pokok dan fungsinya adalah membuat laporan dan mengentry data gadaian
2.2 Landasan Teori
Pengertian Lelang
Lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran
harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk
mencapai harga tertinggi yang didahului dengan pengumuman lelang.
Jenis Lelang
1. Lelang Noneksekusi Sukarela adalah lelang untuk melaksanakan penjualan barang
milik perorangan, kelompok masyarakat atau Badan Swasta yang dilelang secara
sukarela oleh pemiliknya.
Yang termasuk lelang Noneksekusi Sukarela adalah :
a) Lelang yang dilakukan atas kehendak pemiliknya sendiri (perorangan,
swasta)
b) Lelang Aset BUMN/BUMD berbentuk Persero
c) Lelang Aset milik Bank Dalam Likuidasi berdasarkan PP Nomor 25 Tahun
1999 tentang pencabutan izin usaha, pembubaran dan likuidasi Bank.
d) Harga limit dapat bersifat terbuka / tidak rahasia atau dapat bersifat tertutup/
rahasia sesuai keinginan Penjual/ Pemilik Barang.
2. Lelang Eksekusi adalah lelang untuk melaksanakan putusan / penetapan
pengadilan atau dokumen-dokumen lain yang sesuai dengan peraturan
8
hukum, antara lain : lelang eksekusi fiducia dan lelang eksekusi pasal 6
Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT No.4 Tahun 1996).
Pasal 6 UUHT No. 4 tahun 1996, yaitu apabila debitur cidera janji, Pemegang Hak
Tanggungan tingkat Pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan
atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasannya dari
hasil tersebut.
1. Lelang Non Eksekusi Wajib adalah lelang untuk melaksanakan penjualan barang milik
negara/daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004
Tentang Perbendaharaan Negara atau barang milik Badan Usaha Milik Negara/Daerah
(BUMN/D) yang oleh peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk dijual secara
lelang, termasuk kayu dan hasil hutan lainnya dari tangan pertama.
Tahapan pelaksanaan lelang terdiri dari:
1.
Hari Lelang (Auction Day)
Sebelum lelang dilaksanakan, peserta lelang wajib melakukan:
a) Penyetoran uang jaminan yang telah ditentukan (minimal 20% dan maksimal
sebesar harga limit).
b) Calon pembeli wajib mengetahui hak dan kewajibannya, termasuk pembayaran
biaya/pajak yang dikeluarkan sesuai peraturan yang berlaku.
c) Dipastikan bahwa asset yang akan dibeli sudah dilihat (pada saat open house)
dalam kondisi sebagaimana adanya untuk menghindari keluhan di kemudian hari.
2.
Metode Lelang
Metode pelaksanaan lelang untuk barang bergerak maupun barang tidak bergerak
akan digunakan lelang lisan/terbuka, yaitu:
a) Dilaksanakan dengan mengundang khalayak ramai dan menghadirkan calon
pembeli untuk penawaran obyek lelang.
b) Harga minimum (limit) langsung ditawarkan kepada pengunjung lelang
dengan sistem lelang naik-naik.
c) Penawaran harga dipandu oleh pemandu lelang (asflager).
d) Pemandu Lelang (Afslager) adalah orang yang membantu Pejabat Lelang
9
e) Penawaran lelang dapat dilakukan langsung dan/atau tidak langsung dengan
cara : lisan, semakin meningkat atau menurun; tertulis; atau tertulis
dilanjutkan dengan lisan, dalam hal penawaran tertinggi belum mencapai
harga limit.
Calon pembeli yang setuju akan mengangkat panel bid NIPL (Nomor Induk Peserta
Lelang), pembeli pada harga yang tertinggi dinyatakan sebagai pemenang lelang.
Acara inti pelaksanaan lelang adalah :
a) Pembukaan oleh MC
b) Sambutan dari penjual / Star Auction
c) Pembacaan Risalah Lelang poleh Pejabat Lelang
d) Penyerahan harga limit (amplop tertutup) dari Penjual kepada Pejabat Lelang.
e) Lelang dipandu oleh Asflager (Pemandu lelang)
f) Penyebutan harga limit (per obyek)
g) Penawaran terbuka per obyek dengan cara penawaran dilakukan dengan
mengangkat nomor peserta lelang sebagai tanda persetujuan harga.
h) Pengikatan pemenang lelang dengan Surat Pengikatan Pemenang Lelang
(SPPL) berikut pemberian perincian kewajiban pembayaran yaitu : pelunasan
10
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Kegiatan Kerja Praktek
Jadwal kerja praktek dilaksanakan di Pegadaian. Waktu dan penempatan kerja
praktek adalah sebagai berikut :
Tempat : Bagian IT
Waktu : 1 Juli 2013 – 30 Juli 2013
Adapun kegiatan selama kerja praktek sebagai berikut:
3.2 Data Kerja Praktek
Data kerja praktek sangat dibutuhkan untuk menunjang pembangunan aplikasi, data
yang diperoleh diambil melalui metode penelitan secara kualitatif dan diskusi terhadap
user guna mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh instansi, adapun data lain yang
diperoleh setelah dilakukan penelitian diantaranya:
1. Data-data yang berupa database dan contoh database.
2. Data profil instansi yang berupa sejarah instansi, struktur job dan description.
3. Contoh manual dokumen kepegawaian.
4. Hasil Kerja Praktek
5. Analisis Sistem.
6. Analisis Masalah,
7. Analisis Kebutuhan Non Fungsionalitas.
8. Analisis Kebutuhan Fungsionalitas.
9. Perancangan aplikasi
10. Implementasi.
11
3.3 Analisis Sistem
Analisis sistem dilakukan untuk memperoleh sumber permasalahan dan gambaran
yang tepat dari apa yang akan dilakukan oleh sistem. Analisis Sistem bertujuan untuk
mengetahui bagaimana seluk beluk sistem yang akan diteliti dan akan dibangun.
Sistem aplikasi pelelangan Pegadaian dilakukan menggunakan aplikasi desktop
berupa aplikasi transaksi antara calon pelelang dan petugas Pegadaian, dimana aplikasi
ini hanya digunakan untuk melakukan transaksi tetapi belum bisa memberikan informasi
kepada peserta lelang bagaimana status dari barang tersebut.
Agar peserta lelang bisa mengetahui mengenai informasi barang yang akan dilelang
ataupun status dari barang tersebut, maka dibangunlah Sistem Informasi Lelang Online.
3.4 Analisis Masalah
Analisis yang dilakukan adalah mengenai prosedur - prosedur atau cara kerja dari
setiap data yang dibutuhkan dan dihasilkan dari sistem yang telah berjalan. Dari setiap
proses yang berjalan dihasilkan data dan informasi yang akan diolah. Dengan data yang
telah diolah maka diharapkan dapat menghasilkan keluaran baru sesuai kebutuhan dari
fungsinya.
3.5 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan
Setelah diadakan pengamatan, analisis dan wawancara dari sistem yang sedang
berjalan, maka akan dibangun sistem informasi yang baru sesuai dengan prosedur yang
12
[image:28.595.149.477.113.668.2]3.6 Flowmap
Gambar 3.1 Flowmap sistem kerja lelang pegadaian
Flowmap Lelang Petugas Pegadaian Pelanggan P h ase Pelanggan memilih barang yang di lelang Jika pelanggan mendapat barang yang diingikan Biodata calon pelelang Biodata calon pelelang Tidak jadi ikut lelang Mengisi biodata lelang pegadaian TIDAK YA Jika biodata diterima Biodata dikembalikan TIDAK Biodata didaftarkan ke daftar peserta
13
3.7 Analisis Fungsional
3.7.1 Analisis Perangkat Lunak (Software Analysis)
Analisis kebutuhan sistem informasi kepegawaian ini membutuhkan spesifikasi
perangkat lunak (software) yang digunakan. Adapun Perangkat lunak yang digunakan
Pegadaian saat ini adalah sebagai berikut:
Sistem Operasi Linux Ubuntu 9.4
Libre Office
Sistem transaksi Kepegawaian berbasis Desktop
Spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mendukung aplikasi yang akan
dibangun adalah sebagai berikut:
Microsoft Windows 7 dan sistem operasi berbasis Microsoft
Dreamweaver CS 6
Microsoft Office Visio 2010
Mysql Database
Browser yang mendukung html5
3.7.2 Analisis Perangkat Keras (Hardware Analysis)
Intel Pentium 4 1,8 Ghz
Memory 256 Mb
14
[image:30.595.69.555.139.318.2]3.7.3 Analisis Pengguna (User Analysis)
Tabel 3.1 Analisis Pengguna
3.8 Analisis Non-Fungsional
Analisis fungsional dibutuhkan untuk mengembangkan suatu sistem yang berguna
bagi proses sistem informasi kepegawaian. Dimana informasi yang tersedia untuk
pegawai dapat disajikan dengan menggunakan aplikasi yang lebih mudah dan praktis.
3.8.1 ERD (Entity Relation Diagram)
Perancangan aliran informasi ini meliputi perancangan ERD, diagram konteks dan
Data Flow Diagram (DFD).
3.8.2 Diagram Konteks
Gambar 3.2 Diagram Konteks
Pengguna Tanggung jawab Hak akses Tingkat
pendidikan Tingkat keterampilan
Jenis
Pelatihan
Pengguna - Mencari
informasi
barang yang
dilelang
Semua
pendidikan
Dapat
menggunakan
sistem yang
terkomputerisasi
Orang yang
[image:30.595.74.535.540.698.2]15
3.8.3 DFD (Data Flow Diagram)
1.0 Menu_Utama 2.0 Informasi_tempat 3.0 Contact_us 4.0 Elektronik 5.0 Kendaraan 6.0 Perhiasan 2.1 Informasi_transaksi 3.1 hubungi 4.1 handphone 4.2 komputer 4.3 laptop 4.1.1 Informasi_handpho ne 4.2.1 Informasi_komputer 4.3.1 Informasi_laptop 5.1 motor 5.2 mobil 6.1 Infromasi_perhiasan 5.1.1 Informasi_motor 5.2.1 Informasi_mobil
16
[image:32.595.83.522.101.602.2]3.9 Perancangan Antarmuka
[image:32.595.85.524.398.650.2]Gambar 3.4 Rancangan antarmuka T1
17
Gambar 3.6 Rancangan antarmuka T3
[image:33.595.81.532.354.603.2]18
[image:34.595.81.524.221.614.2]Gambar 3.8 Rancangan antarmuka T5
19
3.10 Implementasi
Wujud dari hasil tahap implementasi ini nantinya adalah sebuah sistem yang siap untuk
diuji.
Gambar 3.10. Antarmuka menu utama
20
Gambar 3.12. Antarmuka Contact Us
[image:36.595.125.562.363.609.2]21
Gambar 3.14. Antarmuka menu handphone
[image:37.595.107.533.430.676.2]22
Gambar 3.16. Antarmuka barang elektronik berupa handphone Sony Xperia E
23
Gambar 3.18. Antarmuka Menu Kendaraan
[image:39.595.114.542.431.699.2]24
Gambar 3.20. Antarmuka informasi mobil
[image:40.595.101.546.436.700.2]25
Gambar 3.22. Antarmuka menu perhiasan
[image:41.595.119.499.392.615.2]BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dengan dibangunnya Sistem Informasi Lelang Pegadaian ini dapat membantu
menangani permasalahan yang terjadi di instansi terkait dalam hal ini Pegadaian. Adapun
masalah yang dapat tertangani yaitu:
Peserta dapat mengetahui detail barang-barang berupa nama barang dan harga
awal barang yang dilelang oleh pihak Pegadaian
Peserta dapat mengetahui peserta lelang lain yang menawar barang yang dilelang Peserta dapat mengetahui penawar tertinggi dari barang yang dilelang.
4.2 Saran
Berdasarkan dari kesimpulan diatas diharapkan adanya pengembangan pada sistem
agar dapat membantu dan mempermudah para peserta lelang dan pihak Pegadaian untuk
melakukan transaksi lelang. Adapun saran-saran yang didapat untuk Sistem Informasi
Lelang ini adalah:
Diharapkan Sistem Informasi lelang ini dapat melakukan penawaran langsung
oleh pihak peserta lelang.