KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA WARISAN ORANG TUA ANGKAT MENURUT ADAT OSING DI DESA OLEHSARI, KECAMATAN GLAGAH, KABUPATEN BANYUWANGI
Teks penuh
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengkaji kedudukan anak angkat berbeda jenis kelamin terhadap harta warisan orang tua angkatnya ditinjau dari hukum
Dalam adanya pengangkatan anak ini adalah tidak memutuskan hubungan kekeluargaan atau nasab diantara keduanya yaitu antara anak angkat dengan orang tua kandungnya
Kedudukan Janda almarhum suami, jika tidak ada anak kandung terhadap harta asal dan harta gono gini menurut hukum waris dalam masyarakat adat Tengger di desa Ngadas,
Jika orang tua angkat semasa hidupnya telah menghibahkan barang-barang kepada anak angkatnya, hingga nafkah anak tersebut telah terjamin sepenuhnya, maka pada pembagian harta
suami isteri sejajar. Harta bersama dikuasai bersama dan untuk kepentingan bersama. Apabila terjadi perceraian maka kedudukan harta asal akan kembali ke asal sedangkan harta gono
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penulisan skripsi ini adalah: Dalam mewarisi harta gono gini di masyarakat adat Osing anak laki-laki maupun perempuan memperoleh hak
Penutup Berdasarkan temuan penelitian yang diperoleh oleh penulis, maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan anak angkat dalam hukum adat di Desa Bawo Omasi’o hampir sama dengan
Terhadap harta warisan, anak angkat mendapatkan bagian yang telah ditentukan dalam Hukum Islam.24 Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa kedudukan anak