NUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK FLUIDA
STATIS KEL AS XI SEMESTER II SMA NEGERI 11 MEDAN T.P 2015/2016
Oleh :
Dewi Sartika Br Tambunan NIM 4123321014
Program Studi Pendidikan Fisika
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
RIWAYAT HIDUP
iii
PE NGARUH MO DE L PE MBELAJARAN KOO PERATI F T I PE NUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK FLUIDA STATIS KEL AS XI SEMESTER II SMA
NEGERI 11 MEDAN T.P 2015/2016 Dewi Sartika Br Tambunan (4123321014)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida statis kelas XI SMA Negeri 11 Medan T.P. 2015/2016.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 11 Medan yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengancluster random sampling, yaitu kelas XI IPA 2 dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered
Heads Together dan kelas XI IPA 1 dengan menggunakan Pembelajaran
Konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes yang berbentuk pilihan ganda untuk soal pre-test dan post-test yang dibuat sebanyak 20 soal dan terdiri dari 5 pilihan jawaban dan lembar observasi aktivitas siswa. Untuk menguji hipotesis digunakan uji beda, setelah uji prasyarat dilakukan , yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.
Dari analisis data diperoleh skor rata-rata pretes kelas eksperimen 39,42 dengan standar deviasi 12,93 dan rata-rata postes 78 dengan standar deviasi 10,92, sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretes kelas kontrol 36,71 dengan standar deviasi 10,49 dan rata-rata nilai postes 65,14 dengan standar deviasi 10,81. Kedua kelas menunjukkan berdistribusi normal dan varians kedua kelas homogen. Hasil pengujian menggunakan uji t, diperoleh thitung= 4,96 dan
ttabel =1,669, sehingga thitung > ttabel (4,96 > 1,669) artinya bahwa ada pengaruh
model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida statis kelas XI semester II SMA Negeri 11 Medan TP. 2015/2016. Aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan juga meningkat. Jadi, aktivitas sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulisan skripsi ini dapat di selesaikan dengan baik, skripsi berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif TipeNumbered Heads
Together(NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Fluida Statis,
Di Kelas XI Semester II SMA Negeri 11 Medan T.P. 2015/2016” di susun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di jurusan fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini Penulis menyampaikan terimakasih kepada: Bapak Prof.Drs.Motlan,M.sc.,Ph.D, sebagai dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini, Bapak Muhammad Kadri,M.sc, Drs.Henok Siagian,M.Si, Dr.Karya Sinulingga,M.Si selaku dosen Pembanding yang telah memberikan masukan dan saran-saran kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini, Bapak Drs. Khairul Amdani, M.Si selaku dosen Pembimbing Akademik yang banyak memberikan nasehat dan masukan selama ini, Bapak Dr. Alkhafi Maas Siregar, M.Si selaku Ketua Jurusan Fisika dan bapak Drs. Juru Bahasa Sinuraya, M.Pd selaku Ketua Prodi pendidikan Fisika, Seluruh bapak dan ibu dosen beserta staf dan pegawai jurusan fisika FMIPA UNIMED yang telah banyak membantu penulis, Bapak Dr. Asrin Lubis, M.Pd selaku dekan FMIPA Unimed, Bapak Drs.K.Lumbantoruan,M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Medan dan Ibu Enti Siahaan, S.Pd selaku guru bidang studi fisika yang telah banyak membantu dan membimbing penulis selama penelitian.
v
Nainggolan, Astrid M.T Silitonga, Evi Febrianne Naibaho, Dahniati Sinaga, Juni Siburian, Hana Daforosa Siagian, Dessy Yulia Sitepu, Dewi Ratna Sitepu, Dewi Novita, Irma Asiyah Sari, Dina Junita Sinaga, Cut Gea, Edi Mansyur,M. Fadli Suriadi, Joan Kristian Sihombing, Dulas Sinaga, Laila Azwani, Adelyna Oktavia, Felisa Irawani Hutabarat, Fakhrunnisyak, Annisa Sebayang, Afrina Sari Rambe, Anju, Aisyah).
Teman-teman Kos di Tuasan (Adelyna panjaitan, Dormauli Sianturi, Tiarma Sirait, Lasriani Tamba), Teman-teman seperjuangan PPLT UNIMED di SMP N 1 Soposurung 2015, Terima kasih untuk semua pihak atas dukungan, bantuan, motivasi, dan nasehat kepada penulis.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dalam penyempurnaan skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.
Medan, Januari 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Penghantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Gambar viii
Daftar Tabel ix
Daftar Lampiran x
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 4
1.3. Batasan Masalah 4
1.4. Rumusan Masalah 5
1.5. Tujuan Penelitian 5
1.6. Manfaat Penelitian 5
1.7. Definisi Operasional 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7
2.1. Kerangka Teoritis 7
2.1.1. Pengertian Belajar 8
2.1.2. Hasil Belajar 10
2.1.3. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa 10 2.1.4. Model Pembelajaran Kooperatif 10 2.1.4.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif 10 2.1.4.2 Fase-Fase Model Pembelajaran Kooperatif 11 2.1.5 Pembelajaran Konvensional 12 2.1.6 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together 13
2.1.61 Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered
Head Together (NHT) 14
2.1.7 Materi Pelajaran 15
2.1.7.1 Fluida Statis 15
2.1.7.2 Tekanan Hidrostatik 15
2.1.7.3 Hukum Pascal 16
2.1.7.4 Hukum Archimedes 16
2.1.7.5 Viskositas (Kekentalan) Dan Hukum Stokes 18
2.1.7.6 Tegangan Permukaan 18
2.1.7.7 Gejala Kapilaritas 19
2.1.8 Peneliti Terdahulu 20
2.1.9 Kerangka Konseptual 22
vii
BAB III METODE PENELITIAN 24
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 24 3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 24
3.2.1 Populasi Penelitian 24
3.2.2 Sampel Penelitian 24
3.3. Variabel Penelitian 24
3.3.1 Jenis dan Desain Penelitian 24
3.3.2 Variabel Terikat 24
3.4 Jenis Dan Desain Penelitian 25
3.5 Prosedur Penelitian 25
3.6 Teknik Pengumpulan Data 26
3.6.1. Pretes 26
3.6.2. Postes 26
3.6.3. Validitas Tes Hasil Belajar 28
3.7 Instrumen Penelitian 28
3.8 Validitas Tes 28
3.9 Lembar Observasi 30
3.10 Teknik Analisis Data 30
3.10.1 Uji Normalitas 31
3.10.2 Melakukan Uji Homogenitas 32 3.10.3 Melakukan Uji Hipotesis 32 3.10.3.1 Uji Kesamaan Rata-Rata Pretest (Uji t Dua Pihak) 32 3.10.3.2 Uji Hipotesis (Uji satu Pihak) 34
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 36
4.1. Hasil Penelitian 36
4.1.1. Data Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 36 4.1.2. Data Postes Kelas Eksperimen Dan kelas Kontrol 37 4.2. Hasil Uji Persyaratan Analisis Data 39
4.2.1 Uji Normalitas 39
4.2.2 Uji Homogenitas 39
4.2.3 Hasil Uji Hipotesis Penelitian 40 4.2.4 Perlakuan Dalam Pelaksanaan Penelitian 41
4.2.5 Observasi 43
4.2.6 Pembahasan 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 48
5.1. Kesimpulan 48
5.2. Saran 49
DAFTAR PUSTAKA 50
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1. Tekanan Pada Fluida 15 Gambar 2.2. Prinsip Kerja Pengamatan Hidrolik 16
Gambar 2.3. Benda Terapung 17
Gambar 2.4. Benda Melayang 17
Gambar 2.5. Benda Tenggelam 18
ix
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1 Fase - Fase Pembelajaran Kooperatif 11
Tabel 2.2 Perbedaan Belajar Kooperatif Dengan Konvensional 12
Tabel 2.3 Tabel Penelitian Terdahulu 20
Tabel 3.1 Rancangan Penelitian 25
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar Materi Pokok Fluida Statis 29
Tabel 3.3 Kriteria Penilaian 29
Tabel 3.4 Pedoman Observasi Aktivitas Siswa 30
Tabel 4.1 Data Nilai Pretes Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol 36
Tabel 4.2 Data Nilai Postes Kelas Eksperimen Dan kelas Kontrol 38
Tabel 4.3 Nilai Pretes Dan Postes Kelas Eksperimen Dan Kontrol 39
Tabel 4.4 Uji Normalitas Pretes Kelas Eksperimen Dan Kontrol 39
Tabel 4.5 Uji Homogenitas Pretes-Postes Eksperimen Dan Kontrol 40
Tabel 4.6 Uji Hipotesis Data Pretes Siswa 40
Tabel 4.7 Uji Hipotesis Data Postes Kelas Eksperimen Dan Kontrol 41
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 53
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II 63
Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran III 73
Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IV 83
Lampiran 5 Lembar Kerja Siswa I 92
Lampiran 6 Lembar Kerja Siswa II 95
Lampiran 7 Lembar Kerja Siswa III 98
Lampiran 8 Lembar Kerja Siswa IV 100
Lampiran 9 Kisi-Kisi Penulisan Soal Pretes Dan Postes 102
Lampiran 10 Instrumen Soal Pretes Dan Postes 119
Lampiran 11 Rekapitulasi Hasil Belajar 125
Lampiran 12 Perhitungan Rata-Rata, Varians dan standar Deviasi 133
Lampiran 13 Uji Normalitas 136
Lampiran 14 Uji Homogenitas 140
Lampiran 15 Uji Hipotesis 144
Lampiran 16 Hasil Lembar Kerja Siswa 150
Lampiran 17 Tabel Observasi Aktivitas 152
Lampiran 18 Deskriptor Observasi Aktivitas Belajar Siswa 166
Lampiran 19 Aktivitas Belajar Siswa Kelas Eksperimen 169
Lampiran 20 Tabel Luas Distribusi Normal Standar 171
Lampiran 21 Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Liliefors 173
Lampiran 22 Daftar Nilai Kritis Distribusi F 174
Lampiran 23 Daftar Nilai Kritis Distribusi t 176
Lampiran 24 Dokumentasi Penelitian 177
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada kualitas pendidikan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Mutu pendidikan di Indonesia cenderung tertinggal apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, khususnya negara-negara ASEAN. Menurut Third
International In Matemathics and Science Study (TIMSS) yang mengukur hasil
pendidikan di dunia, bahwa kemampuan IPA kita berada diurutan 40 dari 42 negara. Salah satu indikator mutu pendidikan Indonesia khususnya mata pelajaran fisika telah tergolong memprihatinkan ditandai dengan nilai rata-rata IPA-fisika siswa di sekolah yang masih lebih rendah dibandingkan dengan nilai pelajaran lainnya (Rasyid, 2015).
Fisika adalah salah satu ilmu dasar yang berperanan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan pembelajaran fisika di SMA secara umum adalah memberikan bekal kemampuan dalam keterampilan serta meningkatkan kreativitas dan sikap ilmiah. Dalam kurikulum KTSP 2006 meliputi tiga ranah, yaitu : kognitif melalui pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisa, sintesis, dan evaluasi; afektif melalui pengembangan sikap ilmiyah; psikomotorik melalui peningkatan keterampilan proses baik dengan percobaan fisika maupun tanpa percobaan (Novelensia dkk, 2014).
sebenarnya sehingga aktivitas dan rata – rata hasil belajar siswa masih cenderung rendah. Dalam proses pembelajaran, guru biasanya menjelaskan materi dan mencatat rumus, proses pembelajaran inilah menjadi kurang menarik, sehingga kebanyakan siswa merasa fisika itu sulit dimengerti. Proses pembelajaran yang diinginkan siswa-siswi ialah proses pembelajaran yang inovatif yang dapat mendorong belajar siswa, membuat siswa lebih aktif, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan (Tionar dan sahyar, 2014).
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti di SMA Negeri 11 Medan kepada guru fisika kelas XI SMA Negeri 11 Medan, diperoleh data hasil belajar fisika siswa yang dicapai yaitu rata-rata 80,45, Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di sekolah tersebut adalah 75, meskipun nilai siswa mencapai KKM, tetapi fisika kurang menarik perhatian siswa untuk menyukai fisika. Dari angket yang diberikan kepada siswa-siswi SMA Negeri 11 Medan diperoleh 60,52% (23 orang) siswa berpendapat bahwa pelajaran fisika biasa saja, sehingga sebanyak 55,26 % (21 orang) jarang membaca buku panduan fisika sebelum diajarkan, begitu pula 65,78 % (25 orang) jarang mengulang pelajaran fisika yang telah diajarkan. Dalam proses pembelajaran 42,10 % (16 orang) kurang begitu aktif dalam mengemukakan pendapat didepan kelas saat belajar fisika (Siahaan).
Berdasarkan dari wawancara tesebut, rendahnya hasil belajar fisika disebabkan oleh: (1) Model pembelajaran fisika yang digunakan oleh guru kurang bervariasi (pembelajaran konvensional), dimana proses belajar mengajar yang dilakukan terpusat pada guru (teacher centered). (2) Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran dan tidak mau mengemukakan pendapat atau bertanya pada saat belajar. (3) Dalam pembelajaran guru masih kurang memaksimalkan media. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diterapkan model pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif dalam kegiatan belajar-mengajar, guna meningkatkan hasil belajar fisika. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif.
3
ini memiliki banyak efek positif terhadap hasil belajar siswa, salah satunya meningkatnya prestasi dan pengembangan keterampilan sosial antara peserta didik, yang menimbulkan keterampilan penalaran, keterampilan kolaboratif, dan memiliki ketrampilan sosial yang lebih besar,. Pendekatan pembelajaran kooperatif ini berpusat untuk mengajak sisiwa untuk berpikir secara imajinatif, kritis, dan kreatif (Daniel dan Githui, 2011).
Salah satu model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe Numbered Heads Together(NHT) yang dikembangkan oleh Spencer Kagan, Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling memberikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, model ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. Model pembelajaran ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik. Dengan menerapkan model ini, siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dan adanya saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya sehingga memudahkan mereka dalam hal pembagian tugas. Dalam model NHT ini ada fase penomoran, sehingga siswa bertanggung jawab atas nomor anggotanya masing (juniar hutahaean dan salwa ratna, 2014).
Model pembejaran Kooperatif tipe NHT telah diteliti sebelummnya oleh Salwa (2014) pada materi fluida statis di Sma Negeri 11 Medan. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai rata – rata kelas eksperimen (dengan menggunakan Model Pembelajaran Numbered Heads Together) adalah 76,02 sedangkan kelas kontrol (dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional) adalah 69,9, menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dari kategori kurang baik menjadi baik setelah diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif.
Mengatasi kelemahan pada penelitian sebelumnya peneliti akan lebih mengoptimalkan alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran, sehingga alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran efisien, serta materi yang diberikan dan lokasi penelitian yang berbeda. Cara untuk mengoptimalkan waktu adalah segera membagikan siswa menjadi beberapa kelompok beserta nomornya dalam kelompok yaitu satu hari setelah diberikannya pretes dalam bentuk pengumuman di selembar kertas yang akan ditempelkan dikelas .Di dalam kelas tersebut terdapat beberapa instruksi untuk siswa yang bertujuan untuk memudahkan siswa untuk pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti.
Dari uraian di atas maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Fluida Statis Kelas XI Semester II SMA Negeri 11 Medan .T.P 2015/2016”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah yang relevan dengan penelitian ini adalah:
1. Kurang aktifnya siswa pada saat pelajaran fisika berlangsung.
2. Penerapan model pembelajaran yang belum bervariasi dan masih bersifat konvensional.
3. Kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran fisika.
1.3 Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Negeri 11 Medan pada semester II Tahun Pelajaran 2015/2016.
2. Materi pembelajaran pada penelitian ini hanya dibatasi pada Materi Pokok Fluida Statis.
5
1.4 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian di Kelas XI Semester II SMA Negeri 11 Medan T.P 2015/2016 adalah:
1. Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi pokok fluida statis? 2. Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menerapkan model
pembelajaran konvensional pada materi pokok fluida statis?
3. Bagaimana aktivitas belajar siswa selama pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT ?
4. Apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok pokok fluida statis?
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka tujuan yang akan dicapai dalam penelitian di Kelas XI Semester II SMA Negeri 11 Medan T.P 2015/2016 adalah:
1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi pokok fluida statis.
2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi pokok pokok fluida statis.
3. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
4. Untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida statis.
1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, yakni:
2. Sebagai acuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa khususnya pada materi pokok fluida statis.
3. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan model ini.
1.7 Defenisi Operasional
1. Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan terhadap sesuatu yang diperoleh dalam belajar (Sudjana, 2009).
2. Numbered Heads Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama
50
DAFTAR PUSTAKA
Agustin,S.,Ariyanto,S.,Sukmaantara,I P.,(2013), Pengaruh Menggunakan Model Kepala Bernomor Bersama Teknikon Kedelapan Pelajar Prestasi
‘Pemahaman Bacaan Prestasi Di SMPN2 Tanggul Jember,Journal Pancaran,Vol 2: 207.
Ardillah,D.N.,and Novita,D.,(2015), Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Nht (Numbered Head Together) Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Siswa Kelas XI Pada Materi Pokok Laju Reaksi, Unesa Journal Of Chemical Education,Vol 4: 31.
Arends, R.I., (2008), learning to teach (Belajar Untuk Mengajar, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Aunurahman., (2011),Belajar Dan Pembelajaran, Bandung: Penerbit Alfabeta.
ETP, N., Bektiarso,S., dan Maryani., (2014), Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Disertai Metode Eksperimen Dalam Pembelajaran Fisika DI SMA, Jurnal Pendidikan Fisika, Vol 3 : 242.
Hamalik, O., (2010),Proses Belajar Mengajar, Jakarta : PT Bumi Aksara.
Hutahaean, J.,Ratna,S.D., (2014), Pengaruh Model Pembelaajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Dengan menggunakan Media Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Semester 2 Pada Materi Pokok Fluida Statis Di SMA Negeri 10 Medan TP. 2013/2014, Jurnal Inpafi,Vol 2: 65.
Ishabu,L.S.,(2013), Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kreativitas Siswa Untuk Pelajaran Operasi Hitung Bilangan Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Di Kelas IV SD Negeri 63 Ambon-Indonesia, Mathematical Theory And Modeling,Vol 3: 71.
Istarani.,(2011), 58 Model Pembelajaran Inovatif, Medan : Media Persada.
Malau, T.M., and Sahyar., (2014), The Difference Of Student’s Physics Learning Outcomes Using Cooperative Learning Model Type Numbered Head Together With Direct Instruction In Grade X SMA Negeri 1 Berastagi,
Jurnal Inpafi,Vol 2: 182 – 184.
Marnoko., (2011), Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Dan Model Pembelajaran Konvensional Pada Hasil Belajar Ekonomi Mahasiswa Fe Unpab,Jurnal Ilmiah Abadi Ilmu,Vol 4: 628. Muraya, D.N., and Kimamo, G., (2011), Effects Of Cooperatif Learning
Approach On Biology Mean Achievement Scores Of Secondary School Students’ In Machakos District, Kenya, Educational Research and Reviews,Vol 6: 731-732.
Nurachmandani, S., (2009),Fisika 2 : Untuk SMA/MA KELAS XI, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Nursyamsi,S.Y.,Corebima,A.D.,(2016), The Effect Of Numbered Head Together (NHT) Learning Strategy On The Retention Of Senior High School Students In Muara Badak,East Kalimantan,Indonesia,European Journal Of Education Studies,Vol 2: 53.
Palupi, D.S., (2009), Fisika : Untuk SMA DAN MA KELAS XI , Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Panggabean,J.H.,and Parhusip,R.,(2014), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Berbantuan Macromedia Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Optika Geometri Kelas X Semester II SMAN18 Medan T.P 2013/2014, Jurnal Inpafi,Vol 2: 115.
Pardosi,J.,and Harahap,M.B.,(2014), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Berbantuan Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Listrik Dinamis Kelas X Semester II SMA Negeri 1 Habinsaran.T.P 2012/2013,Jurnal Inpafi,Vol 2: 107. Rahmawati,D.,Nugroho,S.E.,Putra,N.M.D.,(2014), Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Berbasis Eksperimen Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Smp,
Unnes Physics Education Journal,Vol 3: 43.
52
Sadirman., (2011), Interaksi Dan Motivasi Belajar, Jakarta : Penerbit PT.Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, W., (2011), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standard Proses Pendidikan. Jakarta : Penerbit Prenada Media Group.
Slameto., (2010), Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya, Jakarta : PT Rineka Cipta.
Sudjana, N., (2009), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung : Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Sudjana., (2009),Metoda Statistika, Bandung : Penerbit Tarsito.
Sukmayasa, M.H., Lasmawan, W., Sariyasa., (2013), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Nht Berbantuan Senam Otak Terhadap Keaktifan Dan Prestasi Belajar Matematika,Jurnal Pendidikan Dasar, Vol 3.
Trianto., (2011), Model-Model Pembelajaran Inovatif – Progresif, Jakarta : Penerbit Kencana.
Widodo,S., Sukiswo,S.E., Putra,N.M.D.,(2011), Penerapan Pembelajaran
Kooperatif Model Numbered Headt Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Smp Pada Pokok Bahasan Dan Pengukuran,
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia,Vol 7: 44.
Yalvema Miaz.,(2015), The Implementation Of Numbered Head Together To Improve The Students Achievement Of Social Sciences In Primary School,