UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM S1 EKSTENSI MEDAN
SKRIPSI
Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan
pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
Oleh:
NAMA : RIODINAR HARIANJA
NIM : 050522007
DEPARTEMEN : AKUNTANSI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM S1 EKSTENSI MEDAN
DAFTAR HADIR TIM PENGUJI
Panitia seminar proposal skripsi program studi akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara tidak keberatan untuk melaksanakan
seminar proposal atas nama mahasiswa:
Nama : RIODINAR HARIANJA
Nim : 050522007
Judul :Sistem Akuntansi Pemerintahan Daerah pada Satuan Kerja
Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Studi Kasus Pemda
Kabupaten Toba Samosir
Hari / Tgl : Sabtu / 12 April 2008
Pukul : 08.30 WIB
Tempat : Ruang PPAk
Dengan majelis penguji sebagai berikut:
1. Ketua Penguji : Drs. Arifin Akhmad, Msi.Ak 1. ………
2. Pembimbing : Idhar Yahya, SE, MBA 2 …………...
3. Penguji I : Dra. Erlina, MSi 3. …………..
4. Penguji II :Sambas Ade Kesuma, SE, MSi 4. …………..
Medan, 12 April 2008
Ketua Departemen Akuntansi
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI
Universitas : Sumatera Utara
Fakultas : Ekonomi
Program : S1 Ekstensi
Jurusan : Akuntansi
Nama Mahasiswa : Riodinar Harianja
Nim : 050522007
Judul Skripsi : Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan Pada
Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (Skpkd) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
Pembimbing : Idhar Yahya, SE, MBA
Tgl/Bln/Tahun
Materi Bimbingan
Tgl/Bln/Tahun Diterima Paraf
Pembimbing Kembali
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:
“Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir”
Adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi level program S-1 Ekstensi Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Semua sumber informasi telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Dan apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh universitas.
Medan, 05 Agustus 2008
Yang membuat pernyataan
Riodinar Harianja
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Yesus Kristus karena berkat kasih dan karuniaNya, maka
skripsi yang berjudul “Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan pada
Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar
sarjana pada Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa meskipun skripsi ini telah disusun
melalui suatu usaha dan kemampuan secara maksimal, namun keterbatasan
sebagai manusia tidak dapat dihindari menuju kesempurnaan. Dengan demikian
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi
kesempurnaan skripsi ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda
M. Harianja dan Ibunda L. Gultom almarhum juga kepada Ibunda H. Gultom,
yang telah mendidik, membesarkan dan memberikan kasih sayang, doa yang
tulus, nasehat dan dukungan moril, serta segala sesuatu yang terbaik dan yang
tidak ternilai harganya bagi penulis.
Penulis juga dengan segenap hati mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Arifin Akhmad, M.Si, Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.
3. Bapak Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak selaku Sekretaris Departemen
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan arahan serta waktunya sehingga skripsi ini dapat
5. Ibu Dra. Erlina, M.Si, Ak dan Bapak Sambas Ade Kesuma, M.Si, Ak selaku
dosen penguji I dan II yang telah memberikan kritik dan sarannya bagi penulis
untuk menyelesaikan skripsi ini.
6. Seluruh staf pengajar dan pegawai Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi
yang telah mendidik dan membantu penulis selama masa perkuliahan.
7. Bapak Ir. Albert Marpaung, M.Si selaku Kepala BPKD Pemerintah Kabupaten
Toba Samosir yang telah memberikan izin kepada saya untuk mengadakan
penelitian.
8. Seluruh staff dan pegawai yang ada di BPKD, terima kasih yang
sebesar-besarnya atas segala waktunya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan
baik.
9. Buat saudara-saudaraku yang saya kasihi; Darlen Harianja dan istri, Roida
Harianja dan keluarga, Ide Harianja, Pestaria Harianja, Dewi Sartika Harianja,
terima kasih untuk doa dan segenap perhatiannya.
10.Buat adik-adik rohaniku yang terkasih; Maria, Saurma, Yuyeni, Parluasan,
Brian, terima kasih untuk semua dukungan dan semangatnya.
11.Buat sahabat-sahabatku terkasih; Minda, Susi, Nelly, K’Wasti, K’Melva, Roy
dan semua teman-temanku di K.O. Gloria.
Akhir kata penulis sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, Tuhanlah kiranya
memberkati dan membalas semua yang diberikan kepada penulis.
Medan, 05 Agustus 2008
Penulis
Riodinar Harianja
Nim. 050522007
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem akuntansi pemerintahan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir sudah sesuai dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian dan penulisan skripsi ini adalah deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey pendahuluan, study kepustakaan, dan penelitian lapangan. Metode penganalisaan data yang digunakan adalah metode deskriptif dimana data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penatausahaan terhadap penerimaan dan pengeluaran sudah disesuaikan dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006. Namun dalam pelaksanaan sistem akuntansi pemerintahan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) masih memerlukan penyempurnaan.
ABSTRACT
The objective of research was to know whether the government accounting system in Regional Financial Managing Workforce of Toba Samosir District has complied with Permendagri No. 13/2006 and Government Regulation No. 24/2005.
The method used ini this research was descriptive method. Type of data used was primary and secoundary data. The technic of data collection used was introductory survey, library study, and field observation. The method of data analysis used was descriptive method in which the data collected was then analyzed to draw the conclusion.
The result of research indicated that the administrative of receivement and expenditure has been consistent with Permendagri No. 13/2006. However the implementation of government accounting system in Regional Financial Managing Workforce still needs some improvement.
DAFTAR ISI
Halaman
Pernyataan .. ... i
Kata Pengantar .. ... ii
Abstrak .. ... iv
Abstract .. ... v
Daftar Isi . ... vi
Daftar Gambar . ... viii
Daftar Lampiran .. ... ix
BAB I PENDAHULUAN …. ... 1
A. Latar Belakang Masalah .. ... 1
B. Perumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
A. Pengertian Sistem Akuntansi ... 6
B. Unsur-unsur Sistem Akuntansi ... 7
C. Pengertian Pemerintah Daerah ... 7
D. Penatausahaan Penerimaan dan Pengeluaran ... 8
E. Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah pada SKPKD ... 17
1. Akuntansi Anggaran ... 18
4. Akuntansi Pembiayaan SKPKD ... 22
5. Akuntansi Aset SKPKD ... 27
6. Akuntansi Hutang SKPKD ... 28
7. Akuntansi Konsolidasian ... 30
8. Akuntansi Selain Kas ... 31
9. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD .. ... 37
BAB III METODE PENELITIAN ... 39
A. Tempat Penelitian ... 39
B. Jenis Penelitian ... 39
C. Jenis Data ... 39
D. Teknik Pengumpulan Data ... 40
E. Metode Analisa Data .. ... 41
BAB IV HASIL PENELITIAN ... 42
A. Data Penelitian ... 42
1. Sejarah Singkat Kabupaten Toba Samosir. ... 42
2. Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Toba Samosir . ... 43
3. Sistem Akuntansi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir ... 51
B. Analisis Hasil Penelitian .. ... 64
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 67
A. Kesimpulan ... 67
B. Saran .. ... 68
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Bagan alir pendapatan daerah melalui Bendahara Penerimaan .... 11
Gambar 2 : Bagan alir prosedur rancangan DPA-SKPD dan rancangan
anggaran kas . ... 13
Gambar 3 : Format buku besar. ... 34
Gambar 4 : Format neraca saldo. ... 35
Gambar 5 : Bagan alir akuntansi Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah.. 36
Gambar 6 : Format kertas kerja ... 38
Gambar 7 : Kartu Kendali Pendapatan ... 62
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Format Surat Penyediaan Dana (SPD)
Lampiran 2 : Format SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)
Lampiran 3 : Format Register SP2D
Lampiran 4 : Contoh SP2D untuk pengeluaran Uang Persediaan (UP)
Lampiran 5 : Contoh SP2D untuk pengeluaran Ganti Uang (GU)
Lampiran 6 : Contoh SP2D untuk pengeluaran Tambahan Uang (TU)
Lampiran 7 : Contoh SP2D untuk pengeluaran Langsung (LS)
Lampiran 8 : Format laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran
Lampiran 9 : Format laporan pertanggungjawaban bendahara penerimaan
Lampiran 10 : Register Penutupan Kas
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem akuntansi pemerintahan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir sudah sesuai dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian dan penulisan skripsi ini adalah deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey pendahuluan, study kepustakaan, dan penelitian lapangan. Metode penganalisaan data yang digunakan adalah metode deskriptif dimana data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penatausahaan terhadap penerimaan dan pengeluaran sudah disesuaikan dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006. Namun dalam pelaksanaan sistem akuntansi pemerintahan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) masih memerlukan penyempurnaan.
ABSTRACT
The objective of research was to know whether the government accounting system in Regional Financial Managing Workforce of Toba Samosir District has complied with Permendagri No. 13/2006 and Government Regulation No. 24/2005.
The method used ini this research was descriptive method. Type of data used was primary and secoundary data. The technic of data collection used was introductory survey, library study, and field observation. The method of data analysis used was descriptive method in which the data collected was then analyzed to draw the conclusion.
The result of research indicated that the administrative of receivement and expenditure has been consistent with Permendagri No. 13/2006. However the implementation of government accounting system in Regional Financial Managing Workforce still needs some improvement.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perubahan sistem pemerintahan dari sistem terpusat menjadi sistem
otonomi telah memberi dampak yang besar pada penyelenggaraan pemerintahan
dan ruang lingkup kerja pada umumnya sehingga memberi dampak juga pada
perubahan pengaturan sistem keuangan pemerintah daerah. Hal ini ditandai
dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian
direvisi menjadi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-undang
Nomor 25 Tahun 1999 yang direvisi menjadi Undang-undang Nomor 33 Tahun
2004 Tentang perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusat dan Daerah.
Otonomi daerah mewajibkan pemerintahan daerah untuk meningkatkan
pelayanan dan kesejahteraan masyarakat secara demokratis, merata, adil dan
berkesinambungan. Kewajiban itu bisa dipenuhi apabila pemerintah daerah
mampu mengelola potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber
daya keuangan secara optimal dengan menerapkan prinsip-prinsip “good
governance” yaitu transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Untuk mewujudkan
good governance, maka diperlukan pengembangan sistem penyelenggaraan
pemerintahan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan
sehingga tersediaanya data dan informasi yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan
Menurut Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 (2006 : 81) “Sistem akuntansi
pemerintahan daerah meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses
pengumpulan data, pencatatan, pengiktisaran, sampai dengan pelaporan keuangan
dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan
secara manual atau menggunakan aplikasi komputer”. Proses tersebut
didokumentasikan dalam bentuk jurnal dan buku besar, dan apabila diperlukan
ditambah dengan buku pembantu. Sistem akuntansi pemerintahan daerah dibagi
dalam dua subsistem akuntansi yaitu sistem akuntansi pada SKPD dan sistem
akuntansi pada SKPKD. Dalam pelaksanaanya transaksi yang terjadi di SKPKD
diklasifikasikan sebagai transaksi sebagai satuan kerja dan
transaksi-transaksi pada level pemda.
Sistem akuntansi pemerintahan daerah pada SKPKD dilakukan oleh PPKD.
PPKD adalah Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (Kepala SKPKD)
yang bertugas menyusun laporan keuangan daerah dalam ragka
pertanggungjawaban dan bertindak sebagai bendahara umum daerah (BUD).
Sistem akuntansi pemerintahan daerah ditetapkan dengan peraturan kepala
daerah dan mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan
keuangan daerah.
Dasar hukum yang mendasari pengelolaan keuangan daerah adalah:
1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang pemerintahan daerah. Telah
2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan
Antara Pemerintahan Pusat dan Daerah telah direvisi menjadi Undang-undang
Nomor 33 Tahun 2004.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 Tentang Pengelolaan dan
Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 Tentang Tata Cara
Pertanggungjawaban Kepala Daerah.
5. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara
6. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 Tentang Sistem Informasi
Keuangan Daerah.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 Tentang Hibah Kepala Daerah.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah.
9. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan.
10.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah.
Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir merupakan salah satu pemerintah
kabupaten di Propinsi Sumatera Utara diwajibkan melaksanakan sistem akuntansi
pemerintahan daerah pada tingkat SKPD maupun SKPKD untuk dapat menyusun
dan menyajikan laporan keuangan daerah. Penyusunan laporan keuangan yang
dilaksanakan dengan baik maka laporan keuangan dapat dilaksanakan dengan
mudah, andal, tepat waktu dan akurat.
Pada praktek pelaksanaan sistem akuntansi pemerintahan, Kabupaten Toba
Samosir masih mengalami berbagai kesulitan. Hal ini dibuktikan tidak
disajikannya laporan keuangan daerah dengan tepat waktu, di samping itu adanya
ketentuan pokok perundang-undangan yang baru tentang pengelolaan keuangan
daerah mengharuskan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir untuk melaksanakan
sistem akuntansi yang sesuai.
Hal ini menjadi bentuk permasalahan yang melatarbelakangi penulis untuk
membahas penerapan sistem akuntansi pemerintahan di SKPKD pada level
Pemda, oleh karena itu penulis menyusun skripsi ini dengan judul “Penerapan
Sistem Akuntansi Pemerintahan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah
(SKPKD) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir”.
B. Perumusan Masalah
Setelah mengidentifikasi masalah hanya pada sistem akuntansi pemerintahan
pada SKPKD Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut: Apakah penerapan sistem akuntansi pemerintahan
daerah pada SKPKD Pemerintah Kabupaten Toba Samosir telah disusun
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitan ini adalah:
Untuk mengetahui apakah sistem akuntansi pemerintahan pada SKPKD
Pemerintah Toba Samosir sudah sesuai dengan Permendagri No.13 Tahun
2006 dan PP No. 24 Tahun 2005.
D. Manfaat Penelitian
1. Untuk menambah pengetahuan penulis dengan melihat langsung sistem
akuntansi pemerintahan daerah pada SKPKD pada Toba Samosir
2. Sebagai salah satu sumbangan pemikiran berupa saran-saran yang diperoleh
sehubungan dengan sistem akuntansi pemerintahan daerah pada SKPKD
Pemda Toba Samosir.
3. Untuk bahan masukan dan bahan perbandingan bagi setiap orang yang ingin
menambah wawasan mengenai sistem dan prosedur akuntansi pada instansi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi menurut Mulyadi (2001 : 3) adalah “Organisasi formulir,
catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa guna untuk menyediakan
informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan
pengelolaan perusahaan”. Sedangkan sistem menurut Mulyadi (2001 : 5) adalah
“Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk
melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”.
Prosedur menurut Mulyadi (2001 : 5) adalah: “Suatu urutan kegiatan
klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih,
yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan
yang terjadi berulang-ulang”. Kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan berikut ini
yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku
besar:
1. Menulis
2. Menggandakan
3. Menghitung
4. Memberi kode
5. Mendaftar
6. Memilih
B. Unsur-unsur Sistem Akuntansi
1. Formulir
Merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
2. Jurnal
Merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat,
mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya.
3. Buku Besar
Terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data
keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal
4. Buku Pembantu
Terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk merinci rekening yang
ada di buku besar.
5. Laporan; merupakan hasil akhir proses akuntansi
B. Pengertian Pemerintah Daerah
Pengertian Pemerintah Daerah menurut Halim (2002 : 2) adalah
“Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah dan DPRD”. Sedangkan pengertian
menurut Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2004 (2004 : 1) adalah:
“Penyelenggara urusan pemerintah daerah oleh pemerintah daerah dan DPRD
menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip Negara Kesatuan RI
Selain itu menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006
(2006 : 3) Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, dan/atau walikota, dan
perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah”.
C. Penatausahaan Penerimaan dan Pengeluaran
Dalam rangka melaksanakan sistem akuntansi Pemerintahan Daerah baik di
tingkat SKPD maupun di tingkat SKPKD diperlukan penatausahaan yang baik
pula. Penatausahaan yang dilakukan yaitu penatausahaan penerimaan maupun
pengeluaran. Untuk itu secara singkat penulis akan menguraikan tentang
penatausahaan penerimaan maupun pengeluaran untuk dapat memberikan
gambaran yang lebih jelas tentang pelaksanaan sistem akuntansi Pemerintah
Daerah di tingkat SKPKD.
1. Penatausahaan Penerimaan (Sistem dan Prosedur Penerimaan)
Adapun pihak-pihak yang terkait dalam sistem dan prosedur penerimaan
adalah:
a. PPKD (Pejabat Pengelola Keuangan Daerah)
Dalam kegiatan ini, PPKD memiliki wewenang untuk menetapkan SKP
(Surat Ketetapan Pajak)
b. Pengguna Anggaran
Dalam kegiatan ini pengguna anggaran memiliki wewenang untuk
2)Menerima dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan dari
bendahara penerimaan melalui PPK – SKPD.
c. PPK - SKPD
Dalam kegiatan ini, PPK – SKPD memiliki wewenang untuk melakukan
verifikasi harian atas penerimaan
d. Bendahara Penerimaan
Dalam kegiatan ini, bendahara Penerimaan memiliki tugas sebagai berikut:
1) Menerima pembayaran sejumlah uang yang tertera pada SKP-Daerah/SKR
dari Wajib Pajak/Retribusi.
2) Memverifikasi kesesuaian jumlah uang yang diterima dengan dokumen
SKP-Daerah yang diterimanya dari PPKD.
3) Memverifikasi kesesuaian jumlah uang yang diterima dengan dokumen
SKR yang diterimanya dari Pengguna Anggaran.
4) Membuat Surat Tanda Setoran (STS) dan Surat Tanda Bukti
Pembayaran/Tanda Bukti yang Sah kepada Wajib Pajak/Retribusi.
5) Menyerahkan STS beserta uang yang diterimanya pada bank
6) Membuat dan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan
kepada pengguna anggaran dan PPKD selaku BUD
e. PPKD selaku BUD
Dalam kegiatan ini, PPKD selaku BUD memiliki tugas sebagai berikut:
1) Menerima Laporan Pertanggungjawaban penerimaan dari Bendahara
2) Melakukan verifikasi, evaluasi, serta analisis atas laporan
pertanggungjawaban Bendahara Penerimaan SKPD dalam rangka
rekonsiliasi penerimaan.
Prosesnya dimulai dari PPKD menyerahkan surat ketetapan pajak (SKP)
Daerah yang telah diterbitkan kepada Bendahara Penerimaan untuk keperluan
melakukan verifikasi pada saat penerimaan pendapatan. Pengguna Anggaran
menyerahkan Surat Ketetapan Retribusi (SKR) yang telah diterbitkan kepada
Bendahara Penerimaan untuk keperluan melakukan verifikasi pada saat
penerimaan pendapatan.
Kemudian Wajib Pajak/Wajib Retribusi menyerahkan uang (Setoran
Pajak/Retribusi). Bendahara Penerimaan kemudian melakukan verifikasi
penerimaan uang dengan SKP Daerah/SKR yang bersangkutan. Setelah
melakukan verifikasi, Bendahara Penerimaan mengeluarkan Surat Tanda Bukti
Pembayaran/Bukti Lain yang Sah.
Selanjutnya Bendahara Penerimaan Menyiapkan Surat Tanda Setoran (STS)
dan melakukan penyetoran kepada Bank disertai STS. STS yang telah diotorisasi
oleh Bank kemudian diterima kembali oleh Bendahara Penerimaan untuk
kemudian menjadi bukti pembukuan. Prosedur ini dapat digambarkan dalam
Bendahara penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahan terhadap
seluruh penerimaan yang menjadi tanggungjawabnya dan menyampaikannya
kepada PPKD selaku BUD. Berdasarkan SKP Daerah/SKR, STS dan Surat tanda
Bukti Pembayaran/Bukti Lain yang Sah, Bendahara Penerimaan menghasilkan:
a. Buku Kas Umum
b. Buku Pembantu Rincian Objek Penerimaan
c. Buku Rekapitulasi Penerimaan Harian
2. Penatausahaan Pengeluaran (Sistem dan Prosedur Pengeluaran)
PPKD memberitahukan kepada semua kepala SKPD melalui Surat
Pemberitahuan untuk menyusun Rancangan DPA-SKPD yang selanjutnya Kepala
SKPD menyerahkan rancangan DPA-SKPD kepada PPKD. PPKD mengotorisasi
Rancangan DPA-SKPD dan Rancangan Anggaran Kas SKPD. Proses ini dapat
Prosedur Rancangan DPA-SKPD dan Rancangan Anggaran Kas
Untuk selanjutnya PPKD menyusun Rancangan Anggaran Kas SKPD
menjadi Anggaran Kas Pemerintah Daerah, dimana dokumen ini akan digunakan
dalam proses pembuatan dokumen penyediaan dana. Setelah penetapan anggaran
kas, PPKD dalam rangka manajemen kas menerbitkan SPD (Surat Pencairan
Dana) dengan format yang ditampilkan pada lampiran 1. SPD disiapkan oleh
kuasa BUD untuk ditandatangani oleh PPKD. Pengeluaran kas atas beban APBD
dilakukan berdasarkan SPD. Adapun pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan
SPD adalah:
a. Kuasa BUD
Dalam kegiatan ini, kuasa BUD mempunyai tugas sebagai berikut:
1) Menganalisis DPA-SKPD yang ada.
2) Menganalisis anggaran kas pemerintah khususnya data Per-SKPD
3) Menyiapkan Draft SPD
4) Mendistribusikan SPD kepada para Pengguna Anggaran
b. PPKD
Dalam kegiatan ini, PPKD mempunyai tugas sebagai berikut:
1) Meneliti Draft SPD yang diajukan kuasa BUD
2) Melakukan otorisasi SPD
c. Pengguna Anggaran
Dalam kegiatan ini, Pengguna Anggaran mempunyai tugas sebagai berikut:
1)Memberikan keterangan yang diperlukan kuasa BUD
Prosedur pertama dimulai dari Kuasa BUD menyiapkan rancangan SPD
segera setelah menerima Rancangan DPA-SKPD dan Anggaran Kas SKPD.
Kuasa BUD menyiapkan rancangan SPD berdasarkan DPA-SKPD dan Anggaran
Kas Pemerintah Daerah. Rancangan SPD yang telah dibuat, diserahkan kepada
PPKD untuk diotorisasi dan ditandatangani oleh PPKD.
Rancangan SPD yang dibuat itu akan berisi jumlah penyediaan dana yang
dibutuhkan, baik untuk mengisi Uang Persediaan (UP), Ganti Uang Persediaan
(GU), Tambah Uang Persediaan (TU), dan pembelian barang dan jasa modal,
maupun penggajian dan tunjangan (LS). Setelah PPKD mengotorisasi rancangan
SPD, PPKD menyerahkan SPD kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna
Anggaran.
Berdasarkan SPD, Bendahara Pengeluaran mengajukan SPP (Surat
Permintaan Pembayaran) kepada Pengguna Anggaran melalui PPK-SKPD. SPP
diajukan dengan SPD sebagai dasar jumlah yang diminta untuk dibayarkan
kepada SKPD. SPP memiliki 4 jenis, yang terdiri dari:
1)SPP Uang Persediaan (SPP-UP)
2)SPP Ganti Uang (SPP-GU)
3)SPP Tambahan Uang (SPP-TU)
4)SPP Langsung (SPP-LS)
Pengajuan SPP tersebut dilampiri dengan daftar rincian rencana
penggunaan dan sampai dengan jenis belanja. Apabila dokumen SPP sudah
SPM yang telah diterbitkan akan diajukan kepada Kuasa BUD untuk
penerbitan SP2D. SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) adalah surat yang
digunakan untuk mencairkan dana. Dokumen SP2D ditampilkan pada lampiran 2.
Kuasa BUD akan meneliti kelengkapan dokumen SPM-UP/GU/TU/LS dan
apabila Kuasa BUD menganggap bahwa dokumen sudah lengkap, maka kuasa
BUD menerbitkan SP2D yang terdiri atas empat rangkap:
1)Berkas pertama akan diberikan kepada Bendahara Pengeluaran SKPKD
2)Berkas kedua digunakan BUD untuk mencatat SP2D dan nota debet ke
dokumen penatausahaan
3)Berkas ketiga diberikan kepada PPK-SKPD
4)Berkas keempat diberikan kepada pihak ketiga
Adapun pihak-pihak yang terkait dalam penerbitan SP2D adalah sebagai berikut:
a. Kuasa BUD
Dalam kegiatan ini, Kuasa BUD memiliki tugas sebagai berikut:
1) Melakukan pengujian atas kebenaran dan kelengkapan SPM
2) Mencetak SP2D
3) Mengirimkan SP2D kepada Bank
4) Membuat register SP2D, sesuai dengan lampiran 3.
b. Pengguna Anggaran
Dalam kegiatan ini, Pengguna Anggaran memiliki tugas menandatangani SPM
c. Bendahara Pengeluaran SKPD
Dalam kegiatan ini, Bendahara Pengeluaran SKPD memiliki tugas mencatat
C. Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah pada SKPKD
Sistem akuntansi pemerintah daerah terdiri dari dua subsistem, yaitu:
1. Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
Sistem akuntansi pemerintah daerah dilaksanakan oleh PPKD, yang akan
mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan oleh level pemda.
2. Sistem Akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
dilaksanakan oleh pejabat penatausahaan keuangan (PPK) SKPD
Dalam konstruksi keuangan negara, terdapat dua jenis satuan kerja, yaitu
SKPD dan SKPKD. Transaksi yang terjadi di SKPKD dapat diklasifikasikan
menjadi dua, yaitu:
a. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD sebagai satuan kerja
b. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD pada level Pemda
Untuk selanjutnya pembahasan dalam skripsi ini adalah sistem akuntansi yang
dilakukan oleh SKPKD pada level Pemda.
Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan sistem akuntansi pemerintahan
daerah pada SKPKD:
1. Fungsi Akuntansi SKPKD
Dalam kegiatan ini, fungsi akuntansi SKPKD memiliki tugas sebagai berikut:
a. Mencatat transaksi-transaksi pendapatan, belanja, pembiayaan, aset, hutang
dan selain kas berdasarkan bukti-bukti yang terkait.
b. Memposting jurnal-jurnal tersebut ke dalam buku besarnya masing-masing.
2. Bendahara di SKPKD
Dalam kegiatan ini, bendahara di SKPKD memiliki tugas menyiapkan
dokumen-dokumen atas transaksi yang terkait dengan proses pelaksanaan
akuntansi PPKD.
1. Akuntansi Anggaran
Menurut PP No. 24 Tahun 2005 (2005:54) “Anggaran merupakan pedoman
tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah meliputi rencana pendapatan,
belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah, yang disusun
menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode”. Akuntansi
anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen
yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan
pembiayaan.
Akuntansi Anggaran diselenggarakan setelah Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) disahkan oleh PPKD, dengan jurnal sebagai berikut:
Estimasi pendapatan
SILPA
xxx
xxx
Apropriasi Belanja
(SILPA)
xxx
xxx
Estimasi Penerimaan Pembiayaan
SILPA
xxx
xxx
Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan
(SILPA)
xxx
2. Akuntansi Pendapatan
Peraturan Pemerintah No, 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai pendapatan. Dalam
peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa pendapatan adalah semua penerimaan
Rekening Kas Umum Negara/ Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam
periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan
tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. Peraturan Menteri Dalam Negeri
No. 13 Tahun 2006 disebutkan bahwa pendapatan daerah adalah hak pemerintah
daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih.
Komisi, rabat, potongan, atau pendapatan lain dengan nama dan dalam
bentuk apa pun yang dapat dinilai dengan uang, baik secara langsung sebagai
akibat dari penjualan, tukar-menukar, hibah, asuransi dan/atau pengadaan barang
dan jasa termasuk pendapatan bunga, jasa giro atau pendapatan lain sebagai akibat
penyimpanan dana anggaran pada bank serta pendapatan dari hasil pemanfaatan
barang daerah atas kegiatan lainnya merupakan pendapatan daerah.
Pendapatan daerah dirinci menurut organisasi, kelompok, jenis objek dan
rincian objek pendapatan
Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran).
Akuntansi Pendapatan pada SKPKD adalah langkah-langkah teknis yang
Langkah 1
a. Fungsi Akuntansi di SKPKD (yang biasanya dilakukan oleh Bidang Akuntansi
SKPKD di BPKD) menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. Laporan
ini yang dilampiri salah satunya oleh tembusan Nota Kredit yang akan
menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pendapatan.
b. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini, Fungsi Akuntansi SKPKD dapat
mengidentifikasi penerimaan kas yang berasal dari dana perimbangan.
Langkah 2
Berdasarkan dokumen Laporan tersebut, Fungsi Akuntansi di SKPKD
menjurnal penerimaan kas dari dana perimbangan sebagai berikut:
Kas di Kas Daerah xxx
Pendapatan Dana Perimbangan xxx
Dalam kondisi nyata, dimungkinkan terjadi pengembalian kelebihan
pendapatan yang harus dikembalikan ke pihak ketiga. Terhadap pengembalian
ini, maka PPK – SKPKD mencatat transaksi pengembalian kelebihan tersebut
dengan menjurnal “Akun Pendapatan sesuai jenisnya” di Debit dan “Kas di Kas
Daerah” di kredit.
Pendapatan ………. xxx
Langkah 3
a. Jurnal pendapatan yang telah dibuat kemudian di posting ke Buku Besar
SKPKD.
b. Setiap akhir bulan, Fungsi Akuntansi di SKPKD memindahkan saldo-saldo
yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo.
3. Akuntansi Belanja
Menurut PP no. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah,
belanja adalah semua pengeluaran dari rekening Kas umum Negara/Daerah yang
mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang
tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah, sedangkan
menurut Permendagri No. 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pegelolaan Keuangan
Daerah, belanja daerah didefenisikan sebagai kewajiban pemerintah daerah yang
diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih.
Belanja daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintah
yang menjadi kewenangan pemda. Berdasarkan Permendagri No. 13 tahun 2006,
pengklasifikasian belanja daerah dibagi menurut fungsi, urusan pemerintah,
organisasi, program, kegiatan, kelompok, jenis, objek dan rincian objek belanja.
Akuntansi belanja disusun untuk memenuhi kebutuhan pertanggungjawaban
sesuai dengan ketentuan. Akuntansi belanja juga dapat dikembangkan untuk
keperluan pengendalian bagi manajemen dengan cara yang memungkinkan
Akuntansi Belanja SKPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus
dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk belanja, bunga, subsidi, hibah,
bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.
Langkah 1
Fungsi Akuntansi SKPKD menerima SP2D dari kuasa BUD. Berdasarkan
SP2D terkait, Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat transaksi ke jurnal sebagai
berikut:
Belanja bunga/subsidi/… Xxx
Kas di Kas Daerah xxx
Langkah 2
a.Setiap periode, jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan
kode rekening belanja.
b.Di akhir bulan, Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang
ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo.
4. Akuntansi Pembiayaan SKPKD
Pembiayaan (Financing) adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah,
baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima
kembali, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk
menutup defisit dan/atau memanfaatkan surplus anggaran. Transaksi pembiayaan
Penerimaan pembiayaan adalah semua penerimaan kas daerah antara lain
berasal dari penerimaan pinjaman, penjualan obligasi pemerintah, hasil privatisasi
perusahaan daerah, penerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepada pihak
ketiga, dan penjualan investasi permanen lainnya. Penerimaan pembiayaan diakui
pada saat diterima di Kas Daerah. Pengeluaran pembiayaan adalah semua
pengeluaran kas daerah karena memberikan pinjaman kepada pihak ketiga,
pembentukan dana cadangan, penyertaan modal pemerintah, dan pembayaran
kembali pokok pinjaman dalam periode tahun anggaran tertentu. Pengeluaran
pembiayaan diakui pada saat dikeluarkannya kas di Kas Daerah.
Akuntansi Penerimaan Pembiayaan
Langkah 1
a.Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD.
Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi
pembiayaan pada SKPKD (akuntansi penerimaan/pengeluaran kas).
b.Dari Laporan Posisi Kas Harian ini, Fungsi Akuntansi SKPKD harus
mengindentifikasi penerimaan kas yang berasal dari kegiatan pembiayaan.
Penerimaan Pembiayaan dapat berupa penggunaan SiLPA tahun lalu,
pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan,
penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman
Langkah 2
Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian, Fungsi Akuntansi
SKPKD menjurnal penerimaan kas dari dana perimbangan sebagai berikut:
Pencairan Dana
Cadangan 1
Kas di Kas Daerah xxx
Penerimaan Pembiayaan – Dana Cadangan xxx
2
Diinvestasikan dalam Dana Cadangan xxx
Dana Cadangan xxx
Penerimaan
Pinjaman
Daerah
1
Kas di Kas Daerah xxx
Penerimaan Pembiayaan – Pinjaman kpd PD xxx
2
Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
Utang Jangka Panjang xxx
Pinjaman kepada PD xxx
Penerimaan
Utang Daerah 1
Kas di Kas Daerah xxx
Penerimaan Pembiayaan – Utang Dalam Negeri xxx
2
Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
Utang Jangka Panjang xxx
Utang Dalam Negeri xxx
Penerimaan
Dana Bergulir
1 Kas di Kas Daerah xxx
Penerimaan Pembiayaan – Dana Bergulir xxx
2 Diinvestasikan dalam Investasi non Permanen xxx
Langkah 3
a.Jurnal-jurnal tersebut kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD.
b.Setiap akhir bulan, Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo
yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo
Akuntansi Pengeluaran Pembiayaan
Langkah 1
a.Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD.
Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi
pembiayaan pada SKPKD (akuntansi Penerimaan/pengeluaran kas).
b.Dari Laporan Posisi Kas Harian ini, Fungsi Akuntansi SKPKD harus
mengindetifikasi pengeluaran kas yang digunakan untuk kegiatan
pembiayaan. Pengeluaran pembiayaan dapat berupa pembentukan dana
cadangan, penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah, pembayaran
pokok utang, atau untuk pemberian pinjaman daerah.
Langkah 2
Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian, Fungsi Akuntansi
SKPKD menjurnal pengeluaran kas dari Kas Daerah sebagai berikut:
Pembentukan
Dana Cadangan
1 Pengeluaran Pembiayaan – Dana Cadangan xxx
Kas di Kas Daerah xxx
Penyertaan
Modal Pemda 1
Pengeluaran Pembiayaan – Penyertaan Modal PEMDA xxx Kas di Kas Daerah xxx
2
Penyertaan Modal Pemda xxx
Diinvestasikan dlm Investasi
Jangka Panjang xxx
Pembayaran
Pokok Utang
1 Pengeluaran Pembiayaan – Pembayaran Pokok Utang xxx Kas di Kas Daerah xxx
2
Utang Dalam Negeri xxx
Dana yang Harus Disediakan utk Pembayaran
Utang Jangka Panjang xxx
Pembentukan
Dana Bergulir 1
Pengeluaran Pembiayaan - Dana Bergulir xxx
Kas di Kas Daerah xxx
2
Investasi non Permanen xxx
Diinvestasikan dalam Investasi non Permanen xxx
Langkah 3
a.Jurnal – jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum kemudian diposting ke
buku besar SKPKD.
b.Setiap akhir bulan, Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo
5. Akuntansi Aset SKPKD
Menurut Permendagri No. 13 Tahun 2006 (2006:92) “Prosedur akuntansi
aset pada SKPKD meliputi serangkaian proses pencatatan dan pelaporan
akuntansi atas perolehan, pemeliharaan, rehabilitasi, penghapusan,
pemindahtanganan, perubahan klasifikasi, dan penyusutan terhadap aset tetap
yang dikuasai/digunakan SKPKD yang dapat dilakukan secara manual atau
menggunakan aplikasi komputer”
Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi aset adalah:
a.Berita acara penerimaan barang
b.Surat keputusan penghapusan barang
c.Surat keputusan mutasi barang (antar SKPKD)
d.Berita acara pemusnahan barang
e.Berita acara serah terima barang
f. Berita acara penilaian
g.Berita acara penyelesaian pekerjaan
Langkah 1
Berdasarkan bukti transaksi yang ada, Fungsi Akuntansi SKPKD membuat bukti
memorial. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi
mengenai:
a.Jenis/nama investasi
b.Kode rekening terkait
Langkah 2
Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal
umum. Jurnal pengakuan investasi, sebagai berikut:
Investasi ………. xxx
Diinvestasikan dalam investasi …… xxx
Jurnal pelepasan investasi, sebagai berikut:
Diinvestasikan dalam investasi …… xxx
Investasi ………. xxx
Secara periodik, buku jurnal atas transaksi investasi jangka panjang tersebut
diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait.
Langkah 3
Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan
keuangan SKPKD.
6. Akuntansi Hutang SKPKD
Prosedur akuntansi hutang pada SKPKD merupakan pencatatan atas
pengakuan hutang jangka panjang yang muncul dari transaksi pengeluaran
Langkah 1
Berdasarkan bukti transaksi yang ada, Fungsi Akuntansi SKPKD membuat
bukti memorial. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi
mengenai:
a.Jenis/nama hutang jangka panjang
b.Kode rekening terkait
c.Nilai hutang
d.Tanggal transaksi
Langkah 2
Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal
umum. Jurnal pengakuan hutang, sebagai berikut:
Dana yang harus disediakan untuk
pembayaran hutang jangka panjang xxx
Hutang jangka panjang xxx
Jurnal pembayaran hutang, sebagai berikut:
Hutang jangka panjang xxx
Dana yang harus disediakan untuk
pembayaran hutang jangka panjang
xxx
Secara periodik, buku jurnal atas transaksi hutang jangka panjang tersebut
diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait.
Langkah 3
7. Akuntansi Konsolidasian
Menurut PP No 24 Tahun 2005 (2005:228) “Konsolidasian adalah proses
penggabungan antara akun-akun yang diselenggarakan oleh suatu entitas
pelaporan dengan entitas pelaporan lainnya, dengan mengeliminasi akun-akun
timbal balik agar dapat disajikan sebagai satu entitas pelaporan konsolidasian”.
Kepala SKPD selaku pengguna anggaran menyusun laporan keuangan SKPD dan
menyerahkannya ke SKPKD untuk dilakukan proses konsolidasian. Dalam hal ini
terdapat sebuat akun perantara yang berfungsi sebagai jembatan antara SKPKD
dan SKPD. Akun yang dimaksud adalah R/K Pemda dan R/K SKPD.
Langkah 1
a.Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD.
Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi
konsolidator pada SKPKD.
b.Dari Laporan Posisi Kas Harian ini, Fungsi Akuntansi SKPD (berdasarkan
dokumen sumber SP2D) dan sebaliknya aliran kas dari bendahara
penerimaan SKPD ke BUD (berdasarkan dokumen sumber Nota Kredit).
Langkah 2
Fungsi Akuntansi SKPD kemudian mencatat aliran dana dari Kas Daerah ke
kas bendahara pengeluaran SKPD dengan jurnal sebagai berikut:
R/K SKPD ………. xxx
Catatan: Penerimaan dana di Bendahara Pengeluaran dicatat oleh PPK SKPD
dengan menjurnal “Kas di Bendahara Pengeluaran” di debit dan “R/K PPKD” di
kredit
Sedangkan untuk mencatat aliran dana dari Bendahara Penerimaan SKPD ke
Kas Daerah, Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat jurnal sebagai berikut:
Kas di Kas Daerah xxx
RK SKPD …………. xxx
Catatan: Transfer dana dari Bendahara Penerimaan dicatat oleh PPK SKPD
dengan menjurnal “R/K PPKD” di debit dan “Kas di Bendahara Pengeluaran” di
kredit.
8. Akuntansi Selain Kas
Prosedur akuntansi selain kas pada SKPKD meliputi serangkaian proses
baik manual maupun terkomputerisasi mulai pencatatan, penggolongan, dan
peringkasan transaksi dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan
dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang berkaitan dengan
transaksi dan/atau kejadian selain kas pada satuan kerja pengelola keuangan
daerah.
Prosedur akuntansi selain kas pada SKPKD meliputi:
a. Koreksi kesalahan pencatatan
Merupakan koreksi terhadap kesalahan dalam membuat jurnal dan telah
Merupakan pengakuan terhadap perolehan aset, hutang dan ekuitas yang
dilakukan oleh SKPKD. Pengakuan aset sangat terkait dengan belanja modal
yang dilakukan oleh SKPKD
c. Jurnal terkait dengan transaksi yang bersifat accrual dan prepayment
Merupakan jurnal yang dilakukan dikarenakan adanya transaksi yang sudah
dilakukan SKPKD namun pengeluaran kas belum dilakukan (accrual) atau
terjadi transaksi pengeluaran kas untuk belanja di masa yang akan datang
Bukti transaksi yang digunakan terdiri atas:
a.Berita acara penerimaan barang
b.Surat Keputusan Penghapusan Barang
c.Surat Pengiriman Barang
d.Surat Keputusan Mutasi Barang (antar SKPD)
e.Berita Acara Pemusnahan Barang
f. Berita Acara Serah Terima Barang
g.Berita Acara Penilaian
Langkah 1
PPK-SKPKD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian selain kas
membuat bukti memorial. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat
informasi mengenai tanggal transaksi dan/atau kejadian, kode rekening, uraian
Langkah 2
PPK-SKPKD mencatat transaksi bukti memorial ke dalam buku jurnal
umum. Secara periodik jurnal atas transaksi dan/atau kejadian selain kas
diposting ke dalam buku besar sesuai kode rekening yang bersangkutan.
Langkah 3
Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan
laporan keuangan SKPKD.
Setelah transaksi atau kejadian keuangan dicatat dan digolongkan ke dalam
Buku Jurnal, proses akuntansi selanjutnya adalah peringkasan transaksi atau
kejadian keuangan dari Buku Jurnal ke dalam Buku Besar. Dan dari buku besar
akan diiktisarkan ke Neraca Saldo. Proses pemindahan data dari Buku Jurnal ke
Buku Besar dikenal dengan istilah posting.
Format Buku Besar, Neraca Saldo dan bagan alir akuntansi pada SKPKD
Format Buku Besar
PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA…. BUKU BESAR
SKPD : ……….
KODE REKENING : ………. NAMA REKENING : ……….
PAGU APBD : ……….
PAGU PERUBAHAN APBD: ……….
Tanggal Uraian Ref Debet (Rp) Kredit Saldo (Rp)
1 2 3 4 5 6
Jumlah
………, tanggal ……..
PPK - SKPD
(Tanda tangan)
(Nama lengkap)
[image:48.595.112.517.362.568.2]Nip.
Format Neraca Saldo
PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. NERACA SALDO PER TANGGAL …..
SKPD : ……….. Halaman ……
Kode Rekening Uraian Jumlah
Debit Kredit
1 2 3
……, tanggal …..
PPK – SKPD
(tanda tangan)
(Nama lengkap)
[image:49.595.115.513.275.533.2]Akuntansi Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah
9. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD
Laporan Keuangan PPKD adalah laporan keuangan yang dikeluarkan oleh
SKPKD dalam kapasitas sebagai Pemda, yang dihasilkan dari proses akuntansi
yang telah dijelaskan di atas.
Dengan demikian yang akan muncul dalam laporan keuangan PPKD adalah
transaksi-transaksi pendapatan, belanja, pembiayaan, aset, hutang dan selain kas.
Laporan keuangan PPKD ini nantinya juga akan dikonsolidasikan bersama
laporan keuangan SKPD menjadi Laporan Keuangan
Pemerintah/Provinsi/Kota/Kabupaten.
Tekhnisnya, PPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) sebagai alat untuk
menyusun laporan keuangan. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan
dalam proses pembuatan laporan keuangan. Kertas kerja berguna untuk
mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara
manual. PPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca
saldo. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo”
yang terdapat pada kertas kerja.
PPKD kemudian membuat jurnal penyesuaian, jurnal ini dibuat dengan
tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan
atas transaksi-transaksi yang bersifat akrual. Jurnal penyesuaian tersebut
diletakkan dal kolom “Penyesuaian” yang terdapat pada kertas kerja.
Selanjutnya, PPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan
Kertas Kerja. Berdasarkan Neraca Saldo yang Telah Disesuaikan, PPKD
mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi
Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang
terdapat pada Kertas Kerja. Begitu juga akun-akun yang termasuk dalam
komponen Neraca akan dipindahkan ke kolom “Neraca” yang terdapat pada
Kertas Kerja.
Dari Kertas Kerja yang telah selesai diisi, PPKD dapat menyusun Laporan
Keruangan yang terdiri dari atas Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Berikut
adalah tampilan contoh Kertas Kerja PPKD
Format Kertas Kerja (Worksheet)
Ko- de Rek ning
Urai
an
Neraca
Saldo
Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Laporan Realisasi Anggaran
Neraca
[image:52.595.112.511.415.660.2]D K D K D K D K D K
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Penelitian
Yang menjadi objek penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Toba
Samosir Jalan Sutomo No. 1 Pagar Batu Balige.
B. Jenis Penelitian
Dalam kegiatan pengumpulan data yang relevan dalam penyusunan skripsi
ini penulis menggunakan metode deskriptif. Menurut Whitney (1960) dalam
Nazir (2005:45) “Metode deskriptif adalah mencari fakta dengan interpretasi yang
tepat”. Dengan mengumpulkan data penelitian yang diperoleh dari objek
penelitian dan literatur lainnya kemudian menguraikannya secara rinci untuk
mengetahui permasalahan penelitian kemudian mencari penyelesaiannya.
C. Jenis Data
1. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian atau
perusahaan yang memerlukan pengolahan lebih lanjut oleh penulis. Data ini
diperoleh melalui hasil wawancara maupun observasi.
2. Data sekunder, yaitu data yang telah diolah dan diperoleh langsung dari objek
penelitian yang berkaitan dengan pembahasan yang dilakukan, serta
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Survey Pendahuluan
Dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran mengenai keadaan Pemerintah
Kabupaten Toba Samosir termasuk di dalamnya sejarah dan kondisi
Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir saat ini. Survey pendahuluan
dilakukan untuk memahami secara jelas kondisi Kabupaten Toba Samosir,
melihat kegiatan yang dilakukan sebagai bukti pendukung kepada
permasalahan yang akan diteliti.
2. Studi Kepustakaan
Bertujuan untuk memperoleh landasan teori dan penerapannya melalui
literatur-literatur, laporan-laporan, peraturan perundang-undangan dan catatan
kuliah yang berkaitan dengan permasalahan yang ada serta berguna bagi
penyusunan skripsi ini. Dari studi kepustakaan tersebut dapat dihubungkan
dengan permasalahan yang ditemui pada survey pendahuluan untuk dapat
menentukan rencana selanjutnya dalam penelitian yang dilakukan.
3. Penelitian Lapangan
Langkah ini bertujuan untuk melihat secara lebih jelas serta memperoleh data
yang lebih akurat sebagai proses analisis selanjutnya. Penelitian dilaksanakan
melalui observasi langsung dan wawancara yang didukung dengan studi
E. Metode Analisa Data
Metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif, pada langkah
ini dimulai dengan mengumpulkan dan menyaring keterangan-keterangan yang
masuk secara menyeluruh dan detail, kemudian diuraikan sehingga diperoleh
gambaran yang jelas. Selanjutnya membandingkan pelaksanaan Sistem Akuntansi
Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dengan Sistem Akuntansi Pemerintah
Daerah menurut Permendagri No. 13 Tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah
BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian
1. Sejarah Singkat Kabupaten Toba Samosir
Kabupaten Toba Samosir dibentuk dengan Undang-Undang No. 12 Tahun
1998 tentang Pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Mandailing
Natal di Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Utara. Kabupaten Toba Samosir
merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara yang diresmikan pada
tanggal 9 Maret 1999 oleh Bapak Menteri Dalam Negeri sekaligus melantik Drs.
Sahala Tampubolon sebagai Pejabat Bupati Kabupaten Toba Samosir.
Kabupaten Toba Samosir terletak di bagian tengah propinsi Sumatera Utara
di jajaran bukit barisan dengan topografi berbukit dan bergelombang. Berada
pada ketinggian 300-1500 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Toba Samosir
memiliki batas sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan : Kabupaten Simalungun dan Kabupaten
Karo
Sebelah Selatan berbatasan dengan : Kabupaten Tapanuli Utara
Sebelah Barat berbatasan dengan : Kabupaten Dairi
Sebelah Timur berbatasan dengan : Kabupaten Asahan dan Kabupaten
Labuhan Batu
Kabupaten Toba Samosir merupakan daerah yang cukup terkenal di
luasnya lahan kering yang dapat dijadikan areal persawahan baru dengan
membangun sarana irigasi yang memadai. Perairan Danau Toba yang cukup luas
dan sungai yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk irigasi dan pembangkit
tenaga listrik. Keindahan alam dan panorama kawasan Danau Toba, kekayaan
seni budaya asli merupakan hal yang dapat digali dan dikembangkan untuk
pengembangan kepariwisataan di tanah air.
2. Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir Nomor 13 Tahun
2004 tentang Pembentukan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten
Toba Samosir, BPKD Kabupaten Toba Samosir adalah unsur pelaksana
Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir di Bidang Pengendalian Keuangan
Daerah. Untuk itu BPKD Kabupaten Toba Samosir memiliki visi dan misi yang
jelas. Visi adalah gambaran masa depan yang didambakan, yang memberikan
petujuk kea rah mana pembangunan harus dilaksanakan, maka visi BPKD
Kabupate Toba Samosir adalah: Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang
tertib, teratur dan akuntabilitas. Sedangkan misi BPKD Toba Samosir adalah:
a.Melakukan pembinaan terhadap pengelolaan administrasi keuangan daerah
b.Penyelenggaraan pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah
c.Menyelenggarakan penatausahaan keuangan pengendalian dan evaluasi di
d.Menciptakan pelayanan administrative keuangan dan kekayaan daerah yang
tertib.
Tugas pokok BPKD Kabupaten Toba Samosir, ditetapkan sesuai dengan
Peraturan Bupati Toba Samosir Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tugas Pokok dan
Uraian Tugas Masing-masing Jabatan pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah
Kabupaten Toba Samosir.
Berikut susunan organisasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah beserta
uraian tugas pokoknya.
a. Kepala Badan, dengan uraian tugas sebagai berikut:
1) Menyusun dan menetapkan rencana program kerja BPKD
2) Melaksanakan fungsi sebagai BUD
3) Mengkoordinasikan pelaksanaan pemungutan pendapatan daerah yang
telah ditetapkan dengan peraturan daerah.
4) Mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan
APBD
5) Mengkoordinasikan penyusunan Rancangan APBD dan Perubahan APBD
6) Mengkoordinasikan pelaksanaan fungsi bendaharawan umum
7) Mengkoordinasikan pengelolaan administrasi keuangan daerah
8) Mengkoodinasikan pengelolaan gaji PNS Daerah
9) Mengkoordinasikan penyusuanan laporan keuangan yang merupakan
pertanggungjawaban APBD
10) Menetapkan Rencana Strategis BPKD
12) Membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada
Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten.
b. Kepala Bagian Tata Usaha, terdiri dari:
1) Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas di
bidang keuangan dan kepegawaian, yang dalam pelaksanaan tugas berada
di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha.
2) Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas di
bidang umum dan perlengkapan, yang dalam pelaksanaan tugas berada di
bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha.
c. Kepala Bidang Anggaran dan Pendapatan yang tugas pokoknya adalah:
1) Menyusun rencana program kerja bidang anggaran dan pendapatan
2) Mempersiapkan pedoman penyusunan rencana kerja anggaran SKPD
3) Mempersiapkan Rencana Anggaran Pendapatan da Rencana Anggaran
Belanja Daerah
4) Mempersiapkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
5) Melakukan pemrosesan dokumen pelaksanaan anggaran
6) Menyusun pedoman dan petunjuk teknis penganggaran keuangan daerah
7) Menyusun kebijakan pengelolaan pendapatan daerah
10) Meningkatkan mutu pelayanan dalam penyelenggaraan administrasi
pendapatan daerah
11) Menyelenggarakan administrasi penerimaan pendapatan daerah
12) Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang
tugasnya
13) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.
Kepala Bidang Anggaran dan Pendapatan, terdiri dari:
1) Kepala Sub Bidang Anggaran yang memiliki tugas pokok sebagai berikut:
a) Membantu Kepala Bidang Anggaran dan Pendapatan dalam rangka
penyusunan anggaran
b) Menyiapkan penyusunan APBD dan perubahan APBD
c) Melakukan proses penelitian Surat Penyediaan Dana berdasarkan DPA
Belanja tidak langsung dan Belanja langsung
d) Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang
tugasnya
e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Anggaran dan Pendapatan.
2) Kepala Sub Bidang Pendapatan yang memiliki tugas pokok sebagai
berikut:
a) Membantu Kepala Bidang Anggaran dan Pendapatan untuk menyusun
kebijakan pengelolaan pendapatan daerah
b) Melakukan intensifikasi pengelolaan sumber-sumber pendapatan
c) Melakukan ekstensifikasi pengelolaan sumber-sumber pendapatan
daerah
d) Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang
tugasnya
e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Anggaran dan Pendapatan.
d. Kepala Bidang Perbendaharaan yang tugas pokoknya sebagai berikut:
1)Menyusun program kerja Bidang Perbendaharaan
2)Menguji kebenaran atas tagihan-tagihan yang diajukan Bendahara
Pengeluaran atas beban Belanja Daerah untuk pengeluaran Belanja tidak
langsung dan Belanja Langsung sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang
berlaku.
3)Memproses pembuatan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
untuk beban belanja tidak langsung dan belanja langsung atas
tagihan-tagihan yang diajukan Bendahara Pengeluaran yang telah diuji kebenarannya
sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku untuk ditandatangani
Bendahara Umum Daerah (BUD) dan menyampaikan SP2D yang telah
ditandatangani BUD kepada yang berhak
4)Melakukan penatausahaan administrasi keuangan pada bidang
perbendaharaan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam
pelaksanaan APBD
Kepala Bidang Perbendaharaan terdiri dari:
1) Kepala Sub Bidang Administrasi Gaji dengan tugas pokok sebagai
berikut:
a) Menyusun rencana program kerja Sub Bidang Administrasi Gaji
b) Memproses Pencetakan/pembuatan Daftar Gaji PNS Daerah di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
c) Menguji kebenaran SPP/SPM Gaji yang dibayarkan Bendahara
Pengeluaran atau perubahan Daftar Gaji sesuai ketentuan peraturan
yang berlaku
d) Memproses pembuatan dan penerbitan SP2D Gaji atas SPP/SPM yang
diajukan terhadap Bendahara Pengeluaran
e) Mempersiapkan dan memproses penerbitan Surat Keterangan
Pemberhentian pembayaran Gaji PNS yang pensiun dan mutasi
f) Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang
tugasnya
g) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Perbendaharaan.
2) Kepala Sub Bidang Perbendaharaan yang memiliki tugas pokok sebagai
berikut:
a) Menyusun Rancangan Program Kerja Sub Bidang Perbendaharaan
b) Meneliti kebenaran atas tagihan yang diajukan Bendahara Pengeluaran
atas Belanja Daerah untuk pengeluaran Belanja Tidak Langsung
c) Mempersiapkan penerbitan SP2D yang diajukan Bendahara
Pengeluaran untuk Belanja tidak langsung maupun Belanja langsung
d) Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang
tugasnya
e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Perbendaharaan.
e. Kepala Bidang Akuntansi Pelaporan dan Pengelolaan Kekayaan Daerah
mempunyai tugas pokok sebagai berikut:
1) Mengkoordinasikan penyusunan laporan pendapatan, belanja dan
pembiayaan setiap bulan, triwulan dan semester
2) Mengkoordinasikan pencatatan akuntansi pendapatan, belanja dan
pembiayaan secara sistematis
3) Mengkoordinasikan tata cara pembuatan laporan pertanggungjawaban
keuangan terhadap Bendahara SKPD, pembuatan laporan dan pelaksanaan
administrasi barang daerah
4) Melaksanakan penyusunan pedoman tata cara inventarisasi asset
Pemerintah Kabupaten dan petunjuk teknis pedoman pengelolaan serta
penghapusan kekayaan daerah
5) Mengkoordinasikan pelaksanaan analisa kebutuhan barang perangkat
daerah
Kepala Bidang Akuntansi Pelaporan dan Pengelolaan Kekayaan Daerah, terdiri
dari:
1) Kepala Sub Bidang Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok
sebagai berikut:
a) Melaksanakan prosedur akuntansi keuangan daerah pada BPKD
b) Melakukan verifikasi dan analisis terhadap laporan
pertanggungjawaban bendahara penerimaan SKPD
c) Menyusun laporan arus kas BPKD
d) Menghimpun SPJ fungsional Bendahara Pengeluaran SKPD
e) Melakukan pengujian, investigasi, konfirmasi, rekonsiliasi atas asset
baik fisik maupun non fisik untuk keperluan penyusunan laporan
keuangan
f) Melakukan pembinaan pelaksanaan akuntansi pada unist SKPD
sebagai pengguna anggaran
g) Melaksanakan tugas lainnya yang diperintahkan oleh atasan.
2) Kepala Sub Bidang Pengelolaan Kekayaan Daerah mempunyai tugas
pokok sebagi berikut:
a) Menyusun pedoman tata cara inventarisasi asset Pemerintah
Kabupaten dan petunjuk teknis administrasinya
b) Menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan
dengan bidang pengadaan barang dan menyiapkan bahan petunjuk
c) Merencanakan kebutuhan barang-barang Perangkat Daerah
d) Melaksanakan pembukuan pengadaan barang-barang Perangkat
Daerah
e) Meneliti dan mengusulkan penghapusan barang bergerak maupun tidak
bergerak sesuai dengan prosedur yang berlaku
f) Melaksanakan pengurusan surat-surat kendaraan dinas milik
Pemerintah Kabupaten
g) Menyusun kode lokasi dan catalog barang atas barang asset inventaris
Pemerintah Daerah
h) Menyusun dan menerima laporan pengadaan barang dari SKPD
i) Menghimpun dan merekapitulasi serta melaporkan Daftar Mutasi
Barang
j) Melaporkan seluruh pelaksanaan tugas Kepala Bidang
k) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
3. Sistem Akuntansi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
Berdasarkan Peraturan Bupati Toba Samosir Nomor 27 Tahun 2007 tentang
Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Toba Samosir,
ditetapkan, beberapa ketentuan umum dalam pengaturan sistem dan prosedur
pengelolaan keuangan daerah antara lain:
a.Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selanjutnya disebut APBD adalah
Perwakilan Rakyat Daerah, yang masa berlakunya dari tanggal 1 Januari sampai
dengan tanggal 31 Desember tahun berkenaan.
b.Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah Kepala Daerah
yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan
keseluruhan pengelolaan keuangan daerah.
c.Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah
kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut kepala
SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan
bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah.
d.Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang
bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah.
e.Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang
dipimpinnya.
f. Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingka Kuasa BUD adalah
pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD.
g.Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk
menerima, menyimpan, menyetorkan, menatausahakan dan
mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan
APBD pada SKPD.
h.Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima,