• Tidak ada hasil yang ditemukan

TES PROYEKTIF MACAM MACAM TEKNIK PROYEKTIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TES PROYEKTIF MACAM MACAM TEKNIK PROYEKTIF"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Untuk sitasi (citation), tuliskan: Herlina. (2014). Mengenal Tes Proyektif. Bandung: Jurusan Psikologi FIP Universitas Pendidikan Indonesia

MACAM-MACAM TEKNIK PROYEKTIF

Kategorisasi tentang metode proyektif pada mulanya dikemukakan oleh Kurt Lawrence

Frank pada tahun 1948, yaitu terdiri atas 5 kategori sebagai berikut: konstitutif, interpretatif,

katartik, konstruktif, dan refraktif. Pengkategorian ini didasarkan pada jenis respons yang

ditimbulkan oleh metode masing-masing. Tetapi, tumpang tindih antara kategori-kategori dari

macam-macam metode proyektif tersebut tak dapat dihindarkan.

Pengkategorian lain yang menggunakan kerangka berpikir yang berbeda dikemukakan oleh

Lindzey. Ia menganalisis beberapa kriteria yang diperkirakan menjadi dasar bagi pengklasifikasian

metode proyektif.

Menurut Lindzey, ada 6 pendekatan yang berbeda (atau 6 kelompok kriteria) yang djadikan

dasar pertimbangan dalam pengklasifikasian teknik proyektif, yaitu:

a. Klasifikasi yang didasarkan pada ”attributes that inhere in the test material itself” (atribut yang

ada dalam bahan tes itu sendiri), misalnya derajat struktur dan sense modalityyang ada dalam

bahan tes.

b. Metode untuk menemukan teknik proyektif itu sendiri, misalnya apakah didasarkan pada rasional teoritis atau lebih pada empiris.

c. Metode penginterpretasian: formal versus analisis isi (atau ”sign” sebagai lawan dari interpretasi holistik).

d. Tujuan tes: evaluasi kepribadian umum atau asesmen terhadap variabel kepribadian khusus.

e. Cara pengadministrasian tes: administrasi individual atau kelompok, atau diadministrasikan oleh diri sendiri atau oleh penguji.

f. Jenis respons yang ditimbulkan:misalnya asosiasi, melengkapi, menyusun, dan sebagainya.

Jika kita mempertimbangkan klasifikasi akhir dari teknik proyektif dengan menggabungkan

seluruh kriteria dan berbagai kemungkinan alternatifnya, kita akan menemukan sangat banyak

kategori multidimensi, dan akan kurang bermanfaat bagi tujuan praktis.

Lindzey mengatakan bahwa secara psikologis, kriteria terakhir, yaitu jenis respons yang

ditimbulkan, merupakan dasar yang paling bermakna dan paling berguna agi pengklasifikasian

teknik-teknik proyektif. Menurut Lindzey, kategori yang didasarkan pada respons tersebut sejalan

dengan yang dikemukakan oleh Frank. Lindzey menyatakan “...kami menemukan bahwa instrumen

yang dibawa kedalam kategori yang sama memiliki kesesuaian umum dan konsistensi psikologis yang

(2)

Untuk sitasi (citation), tuliskan: Herlina. (2014). Mengenal Tes Proyektif. Bandung: Jurusan Psikologi FIP Universitas Pendidikan Indonesia

Adapun klasifikasi yang didasarkan pada jenis-jenis respons adalah:

1. Asosiasi (association)

Teknik asosiatif menuntut subjek untuk berespons terhadap stimulus dengan “kata, image, atau

ide yang pertama kali muncul” sesegera mungkin setelah stimulus diberikan.

Contoh teknik yang termasuk ke dalam kategori ini adalah tes asosiasi kata dan tes Rorschach.

(uraian singkat tentang tes Rorschach dibahas pada bagian lain buku ini)

2. Konstruksi (construction)

Teknik ini memberikan tuntutan yang lebih kompleks kepada subjek. Subjek diharapkan

”membuat” atau ”membuat lebih (make up)” sesuatu, atau ”menciptakan”.

Contoh tes yang termasuk kategori ini adalah TAT, CAT, Blacky, dan Make a Picture Story. (TAT,

CAT, dan Blacky Picture akan dipaparkan pada bagian tersendiri dalam buku ini).

3. Melengkapi (completion)

Teknik ini merupakan “penjelasan diri (self-explanatory)”. Dalam tes ini, subjek diberi suatu

“produk” yang tidak lengkap yang harus ia lengkapi.

Karena stimulus dalam teknik ini lebih terstruktur, maka kebebasan subjek dalam berespons

menjadi kurang dibandingkan dengan dalam teknik konstruktif.

Contoh tes yang termasuk kategori ini adalah Picture Frustration Study, The Story Completion,

dan Sentence Completion. (Dalam bagian lain buku ini akan dipaparkan tentang Madeleine

Thomas Story dan Wartegg Test untuk mewakili tes proyektif teknik melengkapi)

4. Memilih dan mengurutkan (choice and ordering)

Teknik ini sangat erat kaitannya dengan metode psikometrik. Karena respons yang dituntut

relatif terbatas dan sederhana, maka teknik ini tergolong paling kurang dalam memberikan

kebebasan dan spontanitas bagi subjek untuk berespons.

Contoh: Kahn Test of Symbol Arrangement. Tes ini merupakan suatu tes berpikir abstrak yang

mengukur gaya kognitif, juga memberikan insight mengenai perkembangan psikoseksual,

regresi, kematangan, dan sebagainya. Alat tes berupa objek-objek plastik dengan berbagai

bentuk dan warna. Versi original dari tes ini menuntut subjek untuk menyusun objek-objek

plastik kecil sebanyak lima kali: tiga kali dalam urutan bebas, satu kali berdasarkan pada

kesukaan subjek terhadap objek tersebut, dan satu kali sebagai tes ingatan. Subjek juga harus

memberikan alasan atas susunan yang sudah dibuatnya dan menentukan apa simbolisasi dari

(3)

Untuk sitasi (citation), tuliskan: Herlina. (2014). Mengenal Tes Proyektif. Bandung: Jurusan Psikologi FIP Universitas Pendidikan Indonesia

subjek harus memilih responsnya terhadap susunan tersebut dan terhadap simbolisme

objek-objek dari suatu daftar kemungkinan respons.

5. Ekspresi (expression)

Jika dibandingkan dengan kategorisasi dari Frank, teknik ini sesuai dengan kategori “katartik”,

dimana subjek diberi peluang tidak hanya untuk melakukan proyeksi tapi juga ekspresi diri.

Menurut Lindzey, metode ini menjembatani diagnostik dan terapeutik, bagi semua yang

berperan aktif dalam praktik terapeutik. Lindzey juga mengatakan bahwa metode ini berbeda

dari metode lain dengan menekankan pada gaya atau cara proses konstruktif dilakukan. Selain

itu, juga lebih menekankan pada proses daripada produk.

Contoh: Free Art Expression. Istilah “free art” di sini harus dipahami dalam istilah

Ausdrucksbewegungen, gerakan ekspresif yang diproyeksikan secara tidak disadari (unwittingly) oleh individu melalui media grafis (pensil atau cat) di atas kertas atau kanvas, atau melalui

beberapa kegiatan modelling. (Walaupun istilah “gerakan ekspresif” ini tidak secara persis sama

dengan makna dalam istilah Jerman “Ausdrucksbewegungen”). Karena istilah Ausdrucksbewegungen mengandung beberapa jenis perilaku motorik, termasuk gerakan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, istilah ini juga dapat diterapkan pada kegiatan menggambar,

melukis, atau modelling, mirip dengan membuat menulis. Jika kegiatan ini dipandang termasuk

aspek Ausdrucksbewegungen, maka kegiatan ini mengungkapkan elemen-elemen yang tidak disadari, instinktual, primitif, kuno, yang berhubungan dengan perasaan maupun kesan

seseorang tentang tubuhnya.

Ausdrucksbewegungen harus dibedakan dengan “seni (art)”; dan menggambar, melukis, atau modelling dalam suatu setting klinis harus dipahami tanpa mengacu kepada “seni”.

Istilah “free” dimaknai sebagai “freedom from the regulation by the external world” (Hartmann,

dalam Rabin & Haworth, 1960:273). Kata “free” mewakili suatu jembatan dimana orang merasa

aman melangkah.

Free art expression dalam setting klinis memiliki dua pendekatan, satu berkaitan dengan

psikodiagnosis, dan satu lagi dengan psikoterapi. Kedua pendekatan ini dapat dipadukan, dapat

pula dilakukan terpisah.

Meskipun ada beberapa klasifikasi, namun tidak ada satupun klasifikasi yang sempurna.

Siapa pun yang menggunakan metode proyektif dapat dengan mudah menggunakan lebih dari satu

teknik yang berasal dari beberapa kategori. Mungkin saja terjadi tumpang tindih. Sebagai contoh, tes

(4)

Untuk sitasi (citation), tuliskan: Herlina. (2014). Mengenal Tes Proyektif. Bandung: Jurusan Psikologi FIP Universitas Pendidikan Indonesia

konstruktif bahkan ekspresif. Demikian pula, beberapa tes gambar, walaupun diklasifikasikan

kedalam kategori konstruktif, namun bisa juga merupakan teknik ekspresif.

SUMBER:

Rabin, Albert I., & Mary R. Haworth. (1960). Projective Techniques with Children. New York: Grune & Sratton

-. (2002). McGraw-Hill Concise Dictionary of Modern Medicine. The McGraw-Hill Companies, Inc. (online). Tersedia:

http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Kahn+Test+of+Symbol+Arrangement(11 oktober 2010)

Kipper, D A. 1977. Kahn Test Of Symbol Arrangement And Criminality. In Journal Of Clinical Psychology,33 (3 ),777-781. (online). Tersedia:

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa peneliti menggunakan istilah cyberloafing mengarah kepada perilaku serius seperti menyebar virus dan hackingnamun jenis cyberloafing yang akan menjadi fokus

Tingkat Perilaku asertif di pengaruhi oleh beberapa faktor yang dijelaskan dalam penlitian menurut Rathus & Nevid (1983) yaitu:1). Jenis kelamin: Pada umumnya

Pada tesis ini akan ditambahkan beberapa proses pemeriksaan untuk menentukan jenis kata, misalnya seperti pemeriksaan apakah kata termasuk kata singkatan yang ditandai dengan

Beberapa jenis yang termasuk media tanam yang berasal dari bahan organik, diantaranya adalah arang, arang sekam, cacahan pakis, kompos, moss, sabut kelapa

Contoh pertama data kosa kata homograf dengan kelas kata yang berbeda : kosa kata homograf “冲” yang cara baca pertamanya yaitu chōng termasuk jenis kelas

Penggunaan metode vikor diterapkan karena termasuk jenis Multi Criteria Decision Making untuk mengambil keputusan yang bersifat distrik berdasarkan beberapa kriteria

Mengapa jenis harus disebut, tidak lain untuk mendekatkan dan mengenalkan cakupan ‘sesuatu’ yang diwakili oleh kata, istilah atau ungkapan itu, termasuk ke dalam kelompok atau

Penelitian ini termasuk jenis analisis isi yang dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan aspek substansi, konstruksi, dan bahasa yang digunakan dalam pembuatan instrumen tes