• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL PPSI [Compatibility Mode]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODEL PPSI [Compatibility Mode]"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PPSI

Oleh

(2)

PERKEMBANGAN MODEL PPSI

Model pembelajaran PPSI berkembang pada tahun 1975, terutama di Indonesia model ini pada tahun tersebut cukup dikenal dan mulai berkembang. Sehingga sering disebut juga model PPSI sebagai Kurikulum 1975. Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. "Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang

LANGKAH PENGERTIAN

(3)
(4)

Model PPSI Menurut Bella H. Banathy

Langkah 1 : menentukan Tujuan instruksional Khusus (TIK)

Langkah 2 : Pengembangan alat evaluasi

Langkah 3 : dibuat materi-materi / bahan pengajaran yang diperoleh melalui hasil analisis dari tes yang dilakukan pada tahap kedua

Langkah 4 : ditentukan komponen-komponen program • Langkah 4 : ditentukan komponen-komponen program

pengajaran

Langkah 5 : tahap penerapan sistem pengajaran yang sudah dirancang dari tahap pertama hingga tahap keempat

(5)

Merumuskan tujuan

Kegiatan belajar

Pengembangan alat evaluasi

Pengembangan program kegiatan alat evaluasi program kegiatan

(6)

1)

MERUMUSKAN TUJUAN

INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)

2 ) MENYUSUN ALAT EVALUASI

3 ) MENENTUKAN KEGIATAN BELAJAR

3 ) MENENTUKAN KEGIATAN BELAJAR

DAN MATERI PELAJARAN

4 ) MERENCANAKAN PROGRAM

KEGIATAN

(7)

Tujuan

instruksional

khusus

adalah

rumusan yang jelas tentang kemampuan

atau tingkah laku yang diharapkan dimiliki

oleh

siswa

sesudah

mengikuti

suatu

oleh

siswa

sesudah

mengikuti

suatu

program pengajaran tertentu.

Kemampuan-kemampuan

tersebut

harus

dirimuskan

(8)

Berbeda dari apa yang

biasanya dilakukan,

pengmbangan alat evaluasi tidak dilakukan pada

langkah terakhir tetapi pada langkah kedua hal

ini didasarkan atas prinsip yang berorientasi

pada tujuan. Dengan dikembangkannya alat

evaluasi pada langkah keduaberfungsi untuk

pada tujuan. Dengan dikembangkannya alat

evaluasi pada langkah keduaberfungsi untuk

mengubah atau mempertegas rumusan tujuan

instruksional sehingga bisa diukur.

Dalam

mengembangkan

alat

evaluasi

ini

perlu

(9)

Langkah ini berfungsi supaya siswa nantinya dapat melakukan apa yang telah dirimuskan dalam tujuan instruksional khusus. Untuk itu perlu diperhatikan hal- hal berikut :

Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan

Menentukan mana kegiatan belajar yang tidak perlu ditempuh oleh siswa.

(10)
(11)

Mengadakan tes awal

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Apakah anak tersebut menunjukan dengan jarinya atau sambil menatap anak tersebut menunjukan dengan jarinya atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk ke suatu benda. wajah

Membangun suatu hal positif, hubungan Membangun suatu hal positif, hubungan secara koperasi dengan anak, bertindak secara koperasi dengan anak, bertindak sebagai contoh.

perkembangan diri sebagai remaja yang berima dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa; (2) mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik

• Hal ini dilukiskan oleh Koestler yang mengartikan kreativitas sebagai suatu proses bisosiatif, yaitu “menyambungkan secara tidak tergesa-gesa atas dua hal yang tak

uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian

 Untuk mendorong siswa agar memandang diri mereka sendiri sebagai makhluk yang tidak secara otonom interaktif dalam hubungan sosial-personal, tapi anggota suatu sistem sosial.

Istilah akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan dan untuk menunjuk pada suatu proses. Akomodasi yang menunjuk pada suatu

menjelaskan Pengertian Filsafat, Rumusan kesatuan sila-sila pancasila sebagai suatu sistem 5 Pancasila sebagai sistem filsafat Mahasiswa dapat memahami Kesatuan