• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Foam Agent Dalam Pembuatan Bata Beton Ringan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Penggunaan Foam Agent Dalam Pembuatan Bata Beton Ringan"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Edwin Firmanto Simbolon
  • Pengajar:
    • Nursyamsi, ST.,MT
    • Besman Surbakti, MT
    • Rahmi Karolina, ST.,MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Penggunaan Foam Agent Dalam Pembuatan Bata Beton Ringan
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2014
  • Kota: Medan

I. Pendahuluan: Relevansi Penelitian terhadap Tujuan Pendidikan

Bagian pendahuluan ini membahas relevansi penelitian "Penggunaan Foam Agent dalam Pembuatan Bata Beton Ringan" terhadap tujuan pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks program studi Teknik Sipil. Penelitian ini sejalan dengan tujuan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan masalah teknik sipil secara inovatif dan berkelanjutan. Fokus pada penggunaan foam agent dalam pembuatan bata beton ringan menunjukkan penerapan prinsip-prinsip ilmu material dan teknologi konstruksi untuk menciptakan produk bangunan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kemampuan mahasiswa untuk merancang eksperimen, menganalisis data, dan menyusun laporan ilmiah juga diuji dan dikembangkan melalui penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bukan hanya sekadar menghasilkan produk baru, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.

1.1 Latar Belakang Masalah dan Rumusan Masalah

Latar belakang menekankan pentingnya inovasi dalam industri material bangunan, khususnya dalam mencari alternatif material yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan. Rumusan masalah yang diangkat secara sistematis mengarahkan penelitian untuk mengkaji pengaruh penambahan foam agent terhadap sifat mekanik dan fisik bata beton ringan. Hal ini relevan dengan pembelajaran pemecahan masalah dalam teknik sipil yang menuntut mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, dan mencari solusi yang terukur dan teruji. Dengan demikian, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis dan sistematis dalam menghadapi tantangan di bidang konstruksi.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian yang tercantum dengan jelas menunjukkan target pembelajaran yang ingin dicapai, seperti memahami sifat fisik dan mekanik beton ringan, mengoptimalkan komposisi mix design, dan menganalisis biaya produksi. Manfaat penelitian yang dijabarkan, meliputi kontribusi terhadap pengembangan teknologi material bangunan dan penyediaan solusi konstruksi yang lebih berkelanjutan, menunjukkan relevansi penelitian dengan isu-isu terkini di dunia konstruksi dan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan kebutuhan praktis di lapangan kerja dan pengembangan ilmu pengetahuan.

1.3 Batasan Masalah dan Metodologi

Batasan masalah yang ditetapkan memberikan ruang lingkup penelitian yang terfokus dan terukur, sehingga memudahkan mahasiswa untuk melakukan penelitian secara efisien dan efektif. Metodologi penelitian yang diuraikan secara rinci mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa terhadap langkah-langkah ilmiah dalam melakukan riset, termasuk perencanaan eksperimen, pengumpulan data, dan analisis data. Dengan demikian, penelitian ini melatih mahasiswa dalam menerapkan metode ilmiah dan berpikir sistematis dalam penelitian kuantitatif.

II. Tinjauan Pustaka: Kerangka Teoritis dan Prinsip-prinsip yang Relevan

Tinjauan pustaka memberikan kerangka teoritis yang kuat bagi penelitian ini. Bagian ini memaparkan konsep-konsep dasar tentang beton ringan, foam agent, dan berbagai prinsip ilmu material yang relevan, seperti hubungan antara komposisi material, proses produksi, dan sifat-sifat mekanik dan fisik produk akhir. Pembahasan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun landasan teori yang komprehensif untuk mendukung penelitiannya. Pengetahuan yang didapat selama menyusun tinjauan pustaka ini penting untuk analisis dan interpretasi data penelitian.

2.1 Konsep Beton Ringan dan Foam Agent

Sub-bab ini menjelaskan konsep beton ringan dan berbagai jenisnya, serta mekanisme kerja foam agent dalam menghasilkan beton ringan. Pembahasan ini menghubungkan teori ilmu material dengan aplikasi praktis dalam industri konstruksi. Mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep densitas, kekuatan tekan, dan sifat-sifat lain yang terkait dengan beton ringan, serta mampu menjelaskan bagaimana foam agent mempengaruhi parameter-parameter tersebut. Ini menunjukkan pemahaman konseptual yang mendalam.

2.2 Bahan Baku dan Proses Pembuatan

Penjelasan detail tentang bahan baku yang digunakan (semen, pasir, air, foam agent) dan proses pembuatan kubus dan bata beton ringan merupakan bagian penting yang menunjukkan keterampilan mahasiswa dalam memahami dan mengaplikasikan pengetahuan praktis teknik sipil. Analisis karakteristik masing-masing bahan baku dan bagaimana interaksi antar bahan menentukan sifat produk akhir, menunjukan pemahaman mendalam tentang ilmu material dan proses produksi beton.

2.3 Standar Kualitas Bata Beton

Penggunaan standar SNI sebagai acuan kualitas bata beton menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya regulasi dan standar dalam industri konstruksi. Mahasiswa diharapkan mampu membandingkan hasil penelitiannya dengan standar yang berlaku dan mengkaji kesesuaian produk yang dihasilkan dengan standar tersebut. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menginterpretasikan data dan menerapkan pengetahuan teoritis ke dalam konteks praktis.

III. Metodologi Penelitian: Desain Eksperimen dan Pengumpulan Data

Bab metodologi menggambarkan secara detail desain eksperimen yang digunakan, termasuk variabel yang diteliti, metode pengujian, dan prosedur pengumpulan data. Uraian yang sistematis dan terstruktur menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian secara ilmiah. Penggunaan metode pengujian yang sesuai dengan standar (misalnya SNI) menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap aspek ilmiah dan validitas data.

3.1 Desain Eksperimen

Bagian ini menjelaskan bagaimana percobaan dirancang untuk mencapai tujuan penelitian. Pembahasan mengenai variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol, serta alasan pemilihan metode eksperimen yang spesifik, menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merancang penelitian secara ilmiah dan sistematis. Penjelasan yang jelas dan terstruktur menunjukan keterampilan mahasiswa dalam mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan memastikan validitas data.

3.2 Pengumpulan Data dan Analisis Data

Penjelasan mengenai proses pengumpulan data, termasuk metode pengujian kuat tekan dan penyerapan air, serta teknik analisis data yang digunakan (misalnya uji statistik), menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap teknik pengolahan data yang tepat dan akurat. Pemilihan metode analisis data yang sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan menunjukkan keahlian mahasiswa dalam mengolah data secara ilmiah dan mengambil kesimpulan yang tepat.

IV. Hasil dan Pembahasan: Interpretasi Data dan Temuan Penelitian

Bab hasil dan pembahasan mempresentasikan temuan penelitian secara sistematis, lengkap dengan analisis dan interpretasi data. Pembahasan yang kritis dan mendalam menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data dan menghubungkan temuan penelitian dengan kerangka teoritis yang telah dibahas sebelumnya. Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan implikasi temuan penelitian dan keterbatasan penelitian juga diuji dan didemonstrasikan dalam bab ini.

4.1 Analisis Sifat Mekanik Bata Beton Ringan

Bagian ini menyajikan hasil pengujian kuat tekan dan penyerapan air bata beton ringan, disertai dengan analisis dan interpretasi data yang komprehensif. Pembahasan mengenai pengaruh variasi komposisi bahan dan penambahan foam agent terhadap sifat mekanik bata beton ringan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Perbandingan hasil pengujian dengan standar yang berlaku juga menunjukkan keterampilan mahasiswa dalam menilai kualitas produk yang dihasilkan.

4.2 Analisis Biaya Produksi

Analisis biaya produksi memberikan gambaran ekonomis dari penggunaan foam agent dalam pembuatan bata beton ringan. Pembahasan ini menghubungkan aspek teknis dan ekonomis dalam pengembangan teknologi material bangunan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis biaya produksi dan membandingkannya dengan biaya produksi bata beton konvensional. Dengan demikian, aspek ekonomis dan kelayakan pengembangan teknologi juga dipertimbangkan.

V. Kesimpulan dan Saran: Implikasi Temuan dan Rekomendasi untuk Penelitian Selanjutnya

Kesimpulan penelitian merangkum temuan-temuan penting yang telah diperoleh dan menjawab rumusan masalah yang telah diajukan. Saran-saran untuk penelitian selanjutnya memberikan arahan bagi pengembangan penelitian di masa mendatang. Kesimpulan dan saran yang komprehensif menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang material bangunan.

Referensi Dokumen

  • Pengaruh Zat Additive Pada Beton ( Abdullah, Yudith )
  • SNI 03-0349-1989 : Bata Beton ( Anonim )
  • Foaming Agents for Usse in Producing Cellular Concrete Using Preformed Foam, ASTM C 796 – 87 ( ASTM )
  • Teknologi Beton ( Mulyono, Tri )
  • Teknologi Beton ( Nugraha, Paul, dkk )

Gambar

Tabel 1.1 Komposisi Utama Semen Portland (Paul Nugraha, Antoni ,2007)
Tabel 1.2 Perencanaan Komposisi Beton Ringan
Tabel 2.1 Hasil Percobaan Eka Pradana Susanto
Tabel 2.2 Komposisi Utama Semen Portland (Paul Nugraha, Antoni ,2007)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil perbandingan kuat tekan antara bata beton ringan tanpa tambahan zeolit dengan bata beton ringan dengan penambahan zeolit serta perbedaan kuat tekan

Penambahan pecahan bata ringan sebagai pengganti sebagian agregat halus dari variasi 0% sampai 20% memberi pengaruh terhadap kuat tekan beton. Hasil kuat tekan

Pengaruh faktor air semen terhadap kuat tekan beton dengan agregat kasar bata ringan yang menjelaskan bahwa bahwa semakin besar nilai faktor air semen maka kuat tekan beton

Grafik kuat tekan bata ringan 28 hari Pada usia 28 hari dapat dilihat berdasarkan grafik teradi penambahan nilai kuat tekan terutama pada variasi penambahan batu

Kuat Tekan Batako Keseluruhan Latrit sebagai bahan pengganti sebagian pasir (50%) dapat mempengaruhi nilai kuat tekan dengan penambahan sebesar 3.47 kg/cm².Hasil pengujian

3 yaitu beton ringan yang diperoleh dengan memasukkan udara ke dalam adukan mortar melalui proses kimia yang terjadi pada foaming agent dengan kalsium hidroksida yang terdapat

Dari data yang diperoleh pada Tabel V.10, nilai kuat lentur beton Fascon didapat nilai sebesar 0,341 dan Duracon sebesar 0,358 MPa. Analisis Kuat Lentur menggunakan

Bedasarkan hasil tersebut beton ringan foam dengan agregat halus pasir Malang masih belum memenuhi nilai kuat tekan minimum untuk beton ringan struktural.. Kata Kunci: Kuat tekan, Beton