• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh psychological capital dan kepuasan kerja terhadap psychological well-being pada petugas pemadam kebakaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh psychological capital dan kepuasan kerja terhadap psychological well-being pada petugas pemadam kebakaran"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.1     Format Skoring Skala Likert  ...........................................................
Gambar 2.1  Kerangka Berpikir ...........................................................................
Gambar 2.1 Pengaruh Kepuasan Kerja dan Psychological Capital terhadap Psychological
Tabel 3.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Carol D Ryff (dalam Keyes, 1995), yang merupakan penggagas teori Psychological Well-Being yang selanjutnya disingkat dengan PWB menjelaskan istilah PWB sebagai pencapaian

Berdasarkan hasil koefisien regresi menunjukkan 3 dimensi dari motivasi kerja dan psychological well-being yaitu need for affiliation, positive relation with others, dan

peneliti merupakan definisi dari Ryff & Keyes (1995) sehingga dapat diambil kesimpulan, psychological well-being sebagai sebuah kondisi dimana individu memiliki sikap positif

Menurut Ryff (1989) psychological well-being adalah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) petugas pemadam kebakaran antara lain adalah stress kerja, kepuasan kerja petugas

Variabel pertama penelitian ini psychological well being dan variabel kedua adalah kepuasan kerja. Karakteristik sampel dalam penelitian ini adalah individu yang

Adanya pengaruh dukungan sosial terhadap psychological well-being pada pengangguran terdidik ini berhubungan pula dengan salah satu dimensi psychological well-being, yaitu positive

Berdasarkan fenomena-fenomena dan hasil penelitian diatas, dapat diketahui bahwa psychological well being dapat memunculkan perasaan loneliness pada mahasiswa rantau yang dimana