Perbanyakan Iles-Iles (Amorphophallus mulleri Blume) Secara Kultur In-Vitro Dengan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh NAA (Naphtalene Acetic Acid) dan BAP (6-Benzylaminopurin)
Teks penuh
Dokumen terkait
dikatakan sama, yang membedakan hanyalah intensitas puncak yang menunjukkan bahwa metode pemurnian dengan menggunakan H2O2 terhadap bentonit dapat dikatakan tidak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP yang optimum sebagai komposisi media yang tepat untuk pem- biakan kultur jaringan
sukun, dan melinjo pada umumnya memerlukan zat pengatur tumbuh dalam konsentrasi yang lebih tinggi berkisar antara 5-10 mg/l, untuk meningkatkan ke- mampuan proliferasi tunas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi respon pertumbuhan tanaman Anthurium (Anthurium andraeanum) akibat penambahan BAP dan NAA secara in-vitro dan
sukun, dan melinjo pada umumnya memerlukan zat pengatur tumbuh dalam konsentrasi yang lebih tinggi berkisar antara 5-10 mg/l, untuk meningkatkan ke- mampuan proliferasi tunas
Kombinasi media pasir dan pemberian zat pengatur tumbuh IBA 800 mg/l dapat digunakan sebagai perlakuan untuk perbanyakan nyawai melalui stek pucuk dengan tingkat
Tabel I menunjukkan bahwa kecepatan tumbuh umbi dari berbagai perlakuan penutupan luka menunjukkann hasil yang sama, sedangkan daya tumbuh umbi perlakuan penutupan
Penggandaan tunas pada tanaman berkayu atau tanaman tahunan seperti gaharu, cendana, belimbing, sukun, dan melinjo pada umumnya memerlukan zat pengatur tumbuh dalam konsentrasi yang