• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan BAP dan 2,4-D dalam kultur in vitro Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume, 1837)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penggunaan BAP dan 2,4-D dalam kultur in vitro Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume, 1837)"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

[r]

[r]

[r]

Seluruh perlakuan irradiasi dengan dosis lain di atas 10 Gray yakni 20, 30, hingga 100 Gray menyebabkan persentase tanaman hidup mencapai 0 % sepanjang periode

Terdapat interaksi antara konsentrasi KNO3 dan cara aplikasi pada pertumbuhan vegetatif, yaitu panjang petiol daun kedua pada 22 MST dan jumlah anak daun pertama. Aplikasi 8 %

(A) garis merah merupakan cara mengukur lebar kanopi dan panjang rachis tanaman suweg; (B) Panah berwarna merah pada anak daun adalah cara menghitung jumlah

Tunas utama pada umbi umur 0 tahun baru terbentuk sekitar 1 bulan setelah tanam, berbeda dengan umbi umur lain yang telah memiliki mata tunas utama saat tanam,

Aksesi iles-iles yang diamati secara umum memiliki daun sebanyak 1-2 daun tiap umbi, jumlah daun terbanyak ditemukan pada satu tanaman dari aksesi SGBKK di ulangan