• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDY KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK GETSEMANI DESA HUTA PADANG KABUPATEN ASAHAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDY KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK GETSEMANI DESA HUTA PADANG KABUPATEN ASAHAN."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

GETSEMANI DESA HUTA PADANG KAB. ASAHAN

SKRIPSI

Telah Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Prodi Pendidikan Anak Usia Dini

OLEH:

RENATA MANURUNG NIM. 1133313033

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

(2)
(3)
(4)

Nama : Renata Manurung

Nim : 1133313033

Tempat tanggal lahir : Huta Padang 27 Januari 1996

Jenis kelamin : Perempuan

Anak ke : 4 dari 6 bersaudara

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Jln. Sukaria No.96 Pancing, Medan

No. HP : 082274295402

II. LATAR BELAKANG ORANGTUA Nama Orangtua

Ayah : Janner Manurung

Ibu : Ressy Br. Sirait

Pekerjaan Orangtua

Ayah : Petani

Ibu : Ibu Rumah Tangga

Alamat Orangtua : Huta Padang Kec. Bandar Pasir Mandoge Kab. Asahan

III. LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

No. Jenjang Pendidikan Tahun Kabupaten

1. SD Negeri 017722 Huta Padang 2001-2007 Asahan

2. SMP Swasta Umum Sentosa 2007-2010 Asahan

(5)

ABSTRAK

Renata Manurung, Nim 1133313033. Study Keterlibatan Orangtua Dalam Pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten Asahan. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, 2017.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa baik keterlibatan orangtua dalam pelaksanaan program Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan orangtua dalam pelaksanaan program Pendidikan Anak Usia Dini di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten Asahan.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 50 orangtua (baik ayah atau ibu) yang anaknya mengikuti pendidikan di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten Asahan. Data ini diperoleh dengan menggunakan angket, dan menganalisis dengan memperhitungkan persentase. Rumus yang digunakan dalam menganalisa data yaitu: .

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dari kegiatan

parenting education sebanyak 52,5% orangtua menyatakan bahwa orangtua

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis ucapkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada

waktunya. Skripsi ini berjudul “Keterlibatan Orangtua Dalam Pelaksanaan

Program Pendidikan Anak Usia Dini Di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten Asahan”.

Selama dalam proses penyelesaian skripsi ini banyak kendala yang

dihadapi penulis, namun semuanya dapat teratasi berkat bantuan, dorongan, dan

bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini dengan tulus dan rendah hati,

penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk

melaksanakan studi di Universitas Negeri Medan

2. Bapak Dr. Nasrun, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan

3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS selaku Wakil Dekan Bidang Akademik,

Bapak Drs. Elizon Nainggolan, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang

Keuangan dan Kepegawaian, dan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd,

selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan

UNIMED

4. Ibu Kamtini S.Pd, M.Pd selaku Ketua Prodi PG-PAUD

5. Bapak Dr. Aman Simaremare, MS selaku Dosen Pembimbing Skripsi dan

yang telah penuh kesabaran dan perhatian memberikan ilmu, bimbingan,

(7)

6. Drs. Jasper Simanjuntak, M.Pd, Dra. Dorlince Simatupang, M.Pd dan Dra.

Nurmaniah M.Pd selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan

serta saran-saran mulai dari perencanaan penelitian hingga selesainya

penyusunan skripsi.

7. Ibu Kamtini S.Pd, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis

yang senantiasa membimbing selama mengikuti masa perkuliahan

8. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Universitas Negeri Medan yang telah memberikan ilmu selama mengikuti

perkuliahan dan seluruh staf tata usaha Fakultas Ilmu Pendidikan yang

telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Ibu Rukiaty Haloho, S. Pd selaku Kepala TK Getsemani dan guru kelas

(ibu Tarmi dan Ibu Emeria) yang telah banyak memberikan bantuan dan

kerjasama selama penulis melakukan penelitian di TK Getsemani.

10.Yang teristimewa kepada orangtuaku Bapak J. Manurung dan Ibu R. Sirait

yang telah membesarkan, mendidik, serta senantiasa mendoakan,

memberikan motivasi dan cintanya kepada penulis dalam menyelesaikan

perkuliahan di UNIMED

11.Saudara/i ku tercinta Manna Ria Manurung (kakak), Andri Fernando

Manurung (abang), Elridawati Manurung (kakak), Hendriadi Manurung

(adik), dan Renika Manurung (adik) yang telah memberikan semangat

kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

12.Terkhusus buat PUSH tercinta yang sama-sama berjuang menyelesaikan

(8)

yang setia dalam berbagai keadaan, selalu ada ketika penulis menghadapi

hambatan dan selalu memberi bantuan berupa dukungan dan doa.

13.Sahabatku Sestika Sihotang, Friska Uly, Intan dan teman teman kost yang

berkenan berbagi kehidupan selama diperantauan untuk mengasah diri

demi disiplin ilmu yakni Nerlyana, Krisde, Kak Manogu, Elfrida.

14.Terima kasih kepada kakak rohaniku yakni Kak Mastiur Tambunan S.Pd

dan bang Herman Sinaga S.Pd yang telah menolong pertumbuhan rohani

penulis dan mendoakan penulis dalam menyelesaikan skripsi.

15.Teman-teman seperjuangan PG-PAUD Ekstensi 2013, Reguler A dan

Reguler B yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang menjadi rekan

belajar penulis. Melalui proses perkuliahan bersama teman-teman saya

berkesempatan berbagi dan mengasah diri untuk disiplin ilmu PG-PAUD.

Semua Pihak yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut serta

memberikan bantuan dan sumbangan pemikiran selama penulis mengikuti

perkuliahan. Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah penulis terima dari

berbagai pihak, penulis mengucapkan banyak terima kasih. Semoga skripsi ini

bermanfaat bagi penulis serta dapat dijadikan sebagai sumbangan pemikiran

dalam dunia pendidikan.

Medan, April 2017

(9)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 7

1.3 Batasan Masalah ... 8

1.4 Rumusan Masalah ... 8

1.5 Tujuan Penelitian ... 8

1.6 Manfaat Penelitian ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teoritis ... 10

2.1.1 Konsep Keterlibatan Orangtua ... 10

2.1.1.1 Pengertian Orangtua ... 10

2.1.1.2 Pengertian Keterlibatan Orangtua ... 11

2.1.1.3 Manfaat Keterlibatan Orangtua ... 12

2.1.1.4 Faktor yang mempengaruhi keterlibatan Orangtua ... 13

2.1.1.5 Bentuk-bentuk keterlibatan Orangtua ... 15

2.1.2 PendidikanAnakUsiaDini ... 20

2.1.2.1 Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini ... 20

2.1.2.2 Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini ... 21

(10)

2.1.3 Program Pendidikan Anak Usia Dini ... 23

2.2 Kerangka Berpikir ... 25

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 27

3.2 Populasi dan Sampel ... 27

3.3 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 28

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 30

3.5 Teknik Analisis Data ... 32

3.6 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi data hasil penelitian ... 35

4.2 Pembahasan hasil penelitian ... 63

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 69

5.2 Saran ... 70

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi Angket Bentuk Keterlibatan Orangtua ... 31

Tabel 3.2 Rincian Kegiatan Penelitian ... 34

Tabel 4.1 Orangtua menerima surat pemberitahuan dari pihak sekolah untuk menghadiri kegiatan parenting ... 36

Tabel 4.2 Keterlibatan orangtua dalam parenting education dengan menghadiri kegiatan yang diselenggarakan pihak sekolah dengan tepat waktu ... 37

Tabel 4.3 Orangtua mengikuti kegiatan parenting untuk membantu mengetahui tentang program sekolah, pengasuhan dan pendidikan yang tepat dilakukan bagi anak ... 38

Tabel 4.4 Keterlibatan orangtua dengan berpartisipasi menyampaikan

pengetahuan tentang kesehatan dan kebutuhan dasar ... 39

Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil keterlibatan orangtua dalam parenting education .... 40

Tabel 4.6 Keterlibatan orangtua dengan bertanya tentang bagaimana tingkah laku

anak saat mengikuti proses belajar seraya bermain di sekolah ... 41

Tabel 4.7 Keterlibatan orangtua dalam mengontrol setiap proses pembelajaran

yang dilakukan anak dengan memeriksa buku yang dikerjakan anak ... 42

Tabel 4.8 Keterlibatan orangtua dalam bertanya kepada guru seputar kegiatan

yang akan dilakukan anak, mis: perlombaan, perayaan hari-hari tertentu. 43

Tabel 4.9 Keterlibatan orangtua memotivasi dan antusias mengikutsertakan anak

untuk ikut serta dalam perlombaan yang diselenggarakan ... 44

(12)

Tabel 4.11 Keterlibatan orangtua membayar uang sekolah anak setiap bulannya

dengan tepat waktu ... 46

Tabel 4.12 Keterlibatan orangtua dalam mendampingi anak pada saat melakukan

kunjungan ke luar. Misalnya ke kebun binatang, field trip ... 47

Tabel 4.13 Keterlibatan orangtua dalam memberikan bantuan berupa uang dalam

pengadaan sarana prasarana yang dibutuhkan ... 48

Tabel 4.14 Keterlibatan orangtua dengan mengantar anak ke sekolah tepat waktu

dan menjemput anak pulang sekolah ... 49

Tabel 4.15 Rekapitulasi hasil keterlibatan orangtua menjadi volunteering ... 50

Tabel 4.16 Keterlibatan orangtua dalam membantu mengerjakan tugas rumah

anak sebagai tindaklanjut dari pembelajaran di sekolah ... 51

Tabel 4.17 Keterlibatan orangtua dalam memenuhi keperluan anak ... 52

Tabel 4.18 Keterlibatan orangtua dengan menemani/mengawasi anak bermain

untuk membantu meningkatkan pertumbuhan jasmani dan perkembangan

anak ... 53

Tabel 4.19 Keterlibatan orangtua dalam menciptakan kondisi rumah yang

menyenangkan dengan menyediakan permainan edukatif bagi anak ... 54

Tabel 4.20 Rekapitulasi hasil keterlibatan orangtua pembelajaran di rumah ... 55

Tabel 4.21 Keterlibatan orangtua dengan menghadiri rapat/pertemuan yang

(13)

Tabel 4.22 Keterlibatan orangtua memberikan pemahaman bahwa TK bukan

hanya tempat belajar saja, tetapi juga tempat bermain yang bermanfaaat

untuk melatih keterampilan anak ... 57

Tabel 4.23 Rekapitulasi hasil keterlibatan orangtua dalam pengambilan keputusan

... 58

Tabel 4.24 Keterlibatan orangtua untuk ikut menyiapkan tempat pertemuan

diadakan ... 59

Tabel 4.25 Keterlibatan orangtua dengan memberikan dukungan dan motivasi

terhadap kegiatan yang akan mengembangkan seluruh potensi anak

sebagai rasa tanggungjawab dan kecintaan saya ... 60

Tabel 4.26 Rekapitulasi hasil keterlibatan orangtua dalam Berkolaborasi dengan

komunitas masyarakat ... 61

Tabel 4.27 Rekapitulasi Hasil keterlibatan orangtua dalam pelaksanaan program

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Angket Penelitian ... 74

Lampiran 2: Pedoman Wawancara ... 78

Lampiran3: Data Responden ... 80

Lampiran 4: Rekapitulasi Hasil Keterlibatan Orangtua dalam Pelaksanaan Program

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam perkembangan

sumber daya manusia yang berkualitas. Pengembangan sumber daya manusia

(SDM) hendaknya merupakan suatu proses yang berkesinambungan serta

diperhatikan secara serius dan menyeluruh meliputi pengembangan berbagai

aspek dan dimensi perkembangan manusia melalui pendidikan. Dalam

mempersiapkan sumber daya manusia atau generasi yang unggul, Pendidikan

Anak Usia Dini (PAUD) memegang posisi yang sangat mempengaruhi. Hal ini

berarti bahwa pengalaman pendidikan ini dapat memberikan pengaruh yang

mendalam, sehingga menjadi pondasi awal proses pendidikan dan perkembangan

anak selanjutnya.

Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan

perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Anak juga termasuk salah

satu golongan penduduk yang berada dalam situasi rentan, dalam kehidupannya

ditengah masyarakat. Kehidupan anak dipandang sangat lemah karena memiliki

ketergantungan yang tinggi terhadap orangtua. Jika orangtua lalai menjalankan

tugas dan tanggungjawabnya, maka anak akan menghadapi masalah. Kondisi ini

akan sangat merugikan anak karena akan mengganggu proses tumbuh kembang

hingga pada masa depan mereka. Penting dilakukan usaha untuk mengoptimalkan

pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga kelak bisa melaksanakan tugas

dan tanggung jawab sosialnya sebagai warga dewasa yang siap menghadapi

(16)

tantangan di masa depan, atau sekurang-kurangnya mampu mengurusi dirinya

sendiri tanpa menjadi beban orang lain .

Pada bidang pendidikan Indonesia memiliki Undang-Undang Sisdiknas

No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional yang menjamin hak anak

untuk Pendidikan.

Dalam UU No. 20 Tahun 2003, Pasal 28 , ayat 1 menyatakan: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu upaya pembinaan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Ki Hajar Dewantara (dalam Ahmadi dan Uhiyati 2003:54) menyatakan

dalam perspektif pendidikan terdapat tiga lembaga utama yang sangat

berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak yaitu keluarga,

sekolah dan masyarakat yang selanjutnya dikenal dengan istilah tri pusat

pendidikan. Keluarga merupakan tempat pertama untuk anak menerima

pendidikan dan pembinaan. Meskipun diakui bahwa sekolah menghususkan diri

untuk kegiatan pendidikan, namun sekolah tidak mulai dari ruang hampa. Sekolah

menerima anak setelah melalui berbagai pengalaman dan sikap serta memperoleh

banyak pola tingkah laku dan keterampilan yang diperolehnya dari lembaga

keluarga.

Upaya-upaya untuk perbaikan kualitas hidup anak telah ditentukan, akan

tetapi, kiranya masih jauh memadai. Rendahnya kualitas hidup anak tercermin

dari banyaknya anak putus sekolah dan rendahnya rata-rata tingkat pendidikan

anak berdasarkan hasil pendataan Depdiknas tahun 2006, baru sekitar 15,6 persen

(17)

usia 0-3 tahun, hanya sekitar 15,8 persen yang tersentuh pelayanan anak usia dini.

Data itu menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan keterlibatan dibanding

tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun 2002, sebanyak 72 persen anak Indonesia usia nol

sampai enam tahun belum tersentuh pendidikan anak usia dini, karena pada tahun

itu baru 7,34 juta atau 28 persen dari 26,1 juta anak usia 0-6 tahun yang mendapat

pendidikan anak usia dini. Karena itu, sangatlah diperlukan upaya yang serius dari

berbagai pihak untuk memperbaiki kualitas hidup anak. Salah satu upaya yang

dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup anak yaitu melalui keterlibatan

orangtua dalam pendidikan. Keterlibatan orangtua merupakan bagian yang tak

terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas hidup anak sebagai sumber daya

manusia.

Keluarga merupakan unit terkecil dalam sebuah negara yang memiliki

fungsi yang sangat penting dalam usaha membina generasi penerus untuk

menggantikan posisi orangtuanya dimasa yang akan datang. Keluarga memiliki

kewajiban untuk memenuhi kebutuhan anaknya meliputi agama, psikologi,

jasmani, rohani, meletakkan dasar pendidikan akhlak dan kepribadian. Keluarga

merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena

hubungan sedarah. Keluarga terdiri dari keluarga inti (ayah, ibu dan anak) dan

keluarga yang diperluas (kakek, nenek, adik/ipar dan pembantu) pada umumnya

kedua jenis inilah yang didapati di masyarakat Indonesia. Keluarga dan suasana

rumah sangat berpengaruh atas taraf-taraf pemula pertumbuhan dan

perkembangan anak melalui pendidikan mereka.

Dalam Wiyani (2016:1) PAUD diartikan sebagai usaha sadar dan

(18)

anak usia 0 hingga 6 tahun secara aktif dan kreatif agar memiliki kecerdasan

emosional dan spiritual, serta kecerdasan intelektual yang diperlukan bagi dirinya,

masyarakat, bangsa dan negara. Pelaksanaan program Pendidikan Anak Usia Dini

(PAUD) merupakan pondasi bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia

selanjutnya. Konsep pada PAUD yaitu bermain seraya belajar serta belajar seraya

bermain merupakan pondasi awal yang mengarahkan anak pada pengembangan

kemampuan yang lebih beragam, anak tumbuh dan berkembang sesuai tahapan

perkembangannya, sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki

pendidikan selanjutnya serta mengarungi kehidupan dimasa dewasa, membantu

menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar di sekolah, intervensi dini dengan

memberikan rangsangan/stimulasi sehingga dapat menumbuhkan potensi-potensi

yang tersembunyi yaitu dimensi perkembangan anak (kognitif, bahasa, sosial

emosional, konsep diri, psikomotorik, minat dan bakat), melakukan deteksi diri

terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam pertumbuhan dan

perkembangan potensi-potensi yang dimiliki anak.

Jeynes (dalam Diadha, 2015:3) mendefenisikan Keterlibatan orangtua

sebagai partisipasi orangtua dalam proses dan pengalaman pendidikan anak-anak

mereka. Kemudian keterlibatan orangtua dalam pendidikan itu sendiri dapat

diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas yang dilakukan orangtua baik di

rumah ataupun di sekolah, sehingga akan memberikan keuntungan baik bagi

orangtua, anak maupun sekolah. Dengan demikian, Keterlibatan orangtua dalam

pelaksanaan program pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat

(19)

dini akan berjalan dengan baik dan lancar dengan mengoptimalkan seluruh

potensi anak.

Keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak pada umumnya dilakukan

dengan mengantar dan menjemput anak, menghadiri kegiatan-kegiatan yang

diikuti anak, membayar uang sekolah. Epstein (dalam Prabhawani, 2016:4)

mengatakan ada enam bentuk keterlibatan orangtua di sekolah dan di rumah yang

terdiri dari:

a. Parenting education, berupa kegiatan yang membantu orangtua untuk

memahami perkembangan anak, keterampilan pengasuhan yang sesuai, dan membantu sekolah memperoleh informasi tentang anak.

b. Komunikasi merupakan bentuk yang efektif antara sekolah dan rumah untuk memberitahukan tentang program sekolah, perkembangan dan kesehatan anak guna meningkatkan kerjasama antara guru dan orangtua tentang anak.

c. Volunteering, yaitu kegiatan mengorganisasikan orangtua dengan tujuan

membantu mendukung program sekolah dimana anaknya belajar.

d. Pembelajaran di rumah yaitu bentuk kemitraan dalam berbagai usaha untuk membantu anak belajar di rumah sehingga ada keberlanjutan proses belajar dari sekolah ke rumah.

e. Pengambilan keputusan, sebagai perwujudan rasa memiliki orangtua terhadap lembaga tempat anak mereka belajar

f. Berkolaborasi dengan komunitas masyarakat, ikut merecanakan secara bersama-sama kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekolah

Keterlibatan orangtua dalam pendidikan akan diperlukan pada setiap jenjang

pendidikan terutama pada lembaga PAUD. Sebab Pendidikan Anak Usia dini

merupakan masa yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan

dan perkembangan, baik bahasa, fisik, kognitif/kecerdasan, sosial emosional,

Nilai agama moral, seni maupun komunikasi sesuai dengan keunikan dan

tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Sehingga keterlibatan

hendaknya dilakukan orangtua dengan peran yang memadai. Selain melakukan

(20)

produksi untuk membantu pemenuhan ekonomi keluarga, hendaknya orangtua

juga harus memberikan upaya terbaiknya dalam pendidikan anak usia dini.

Tetapi dilihat dari kondisi yang terjadi dan berdasarkan hasil wawancara

dari guru-guru di TK Getsemani, terdapat beberapa orangtua yang telah

menyekolahkan anaknya di TK Getsemani Desa Huta Padang namun orangtua

lebih mempercayakan pendidikan dan perkembangan anak pada guru di sekolah.

Terlihat dari jumlah anak yang mengikuti pendidikan di TK Getsemani sebanyak

50 orang, hanya 40% orangtua yang mau bertanya dan ingin mengetahui sudah

sejauhmana program pendidikan anak usia dini dan apa saja yang telah dilakukan

anak pada pembelajaran di TK Getsemani dan 60% lagi orang tua anak usia dini

hanya menyerahkan anak mereka sepenuhnya kepada lembaga PAUD tanpa

bertanya tentang program pelaksanaan yang dilakukan kepada anaknya, karena

orangtua sibuk dengan pekerjaannya yang pada umumnya sebagai petani dan

pedagang.

Selain itu, dari 50 orangtua yang menyekolahkan anaknya di TK

Getsemani, hanya 30% orangtua yang tanggap dan antusias ketika pihak sekolah

meminta bantuan berupa uang untuk mendukung kelancaran pembelajaran, dan

70% lagi kurang merespon ketika diminta bantuan yang berhubungan dengan

uang. Sehingga hal ini seringkali menjadi penghambat keberhasilan program

pelaksanaan pendidikan anak usia dini.

Pada umumnya orangtua juga kurang berpartisipasi dalam pendidikan

anak, terlihat ketika pada pagi hari masih banyak anak yang sering datang

terlambat ke sekolah. Kemudian saat melakukan proses pembelajaran, masih ada

(21)

guru. Kondisi ini akan merugikan anak dan akan mengganggu proses tumbuh

kembang mereka.

Adapun program pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan di TK

Getsemani yaitu melalui taman kanak-kanak pada kelompok B. Dimana proses

pembelajarannya bermain seraya belajar yang bertujuan untuk membantu

meletakkan dasar pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya

cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan

lingkungannya dan untuk tingkat penalaran anak didik serta perkembangan

selanjutnya.

Untuk itu, agar program pendidikan anak usia dini (TK) berjalan dengan

lancar dan baik diperlukan keterlibatan dari orangtua untuk mendukung

keberhasilan program pendidikan dan pencapaian perkembangan anak.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan “Studi

Keterlibatan Orangtua Dalam Pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini di

TK Desa Huta Padang Kabupaten Asahan”.

1.2 Identifikasi Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang, maka identifikasi permasalahan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Orangtua masih kurang peduli dengan pendidikan anak terlihat ketika

masih banyak orangtua yang tidak mau bertanya sejauhmana program

(22)

2. Pada umumnya, orangtua kurang merespon ketika diminta bantuan

berupa uang untuk mendukung kelancaran program Pendidikan Anak Usia

Dini

3. Masih banyak anak yang belum mengerjakan pekerjaan rumah yang

diberikan guru

1.3 Batasan Masalah

Adanya keterbatasan waktu, dana, tenaga, teori – teori dan agar penelitian

dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka penulis membatasi masalah dalam

penelitian ini yaitu: Studi Keterlibatan Orangtua pada aspek parenting education,

komunikasi, volunteering (sukarelawan), pembelajaran di rumah, pengambil

keputusan, dan berkolaborasi dengan komunitas masyarakat Dalam Pelaksanaan

Program Pendidikan Anak Usia Dini di TK Getsemani Desa Huta Padang

Kabupaten Asahan”.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan

masalah sebagai berikut: Bagaimanakah Keterlibatan Orangtua Dalam

Pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini di TK Getsemani Desa Huta

Padang Kabupaten Asahan?

1.5 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah

(23)

Pendidikan Anak Usia Dini di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten

Asahan.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

a. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini menambah wawasan, pengetahuan, dan

informasi tentang kajian keterlibatan orangtua dalam pelaksanaan program

Pendidikan Anak Usia Dini di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten

Asahan.

b. Manfaat Praktis

1. Bagi masyarakat

- Sebagai bahan masukan bagi warga sekitar TK Getsemani untuk

bersama-sama mengembangkan program TK yang ada

- Sebagai bahan masukan bagi Kepala Sekolah TK Getsemani untuk

mampu mengoptimalkan peran PAUD dalam masyarakat

2. Bagi Peneliti Lain

- Sebagai sumbangan referensi dan bahan rujukan untuk melakukan

penelitian yang lebih luas dan hasil penelitian ini akan menambah

wawasan, kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan keterlibatan

(24)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan hasil keterlibatan orangtua dalam pelaksanaan program

pendidikan anak usia dini di TK Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten Asahan

sebagai berikut:

1. Sebesar 52,5% orangtua melibatkan diri dalam hal parenting education yang

dikategorikan baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini.

2. Sebesar 49,5% orangtua terlibat aktif dalam berkomunikasi dengan guru yang

dikategorikan kurang baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini

3. Sebesar 54% orangtua terlibat menjadi volunteering (sukarelawan)

dikategorikan baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini.

4. Sebesar 48% orangtua memberikan partisipasi dalam hal pembelajaran di

rumah dikategorikan kurang baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak

usia dini.

5. Sebesar 59% orangtua turut terlibat dalam hal mengambil keputusan

dikategorikan baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini

6. Sebesar 34% orangtua terlibat dalam hal berkolaborasi dengan komunitas

masyarakat yang dikategorikan kurang baik dalam pelaksanaan program

(25)

7. Sebesar 49,8% orangtua melibatkan diri yang dikategorikan kurang baik dalam

pelaksanaan program pendidikan anak usia dini di Taman Kanak-kanak (TK)

Getsemani Desa Huta Padang Kabupaten Asahan, orangtua belum sepenuhnya

menjalin komunikasi dan bekerjasama yang baik dengan guru untuk mendukung

keberhasilan kegiatan pembelajaran.

5.2 Saran

Berdasarkan temuan data di lapangan dan kesimpulan penelitian ini,

saran-saran dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Orangtua

a. Hendaknya orangtua lebih memberikan perhatian dan berpartisipasi aktif dalam

pelaksanaan program PAUD agar tercapai pembelajaran yang baik.

b. Hendaknya orangtua membangun kerjasama yang baik dengan guru-guru

PAUD dalam bidang parenting, berkomunikasi, menjadi volunteering

(sukarelawan), pembelajaran di rumah, pengambilan keputusan, dan berkolaborasi

dengan komunitas masyarakat.

c. Hendaknya Orangtua terus mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anaknya

serta berupaya mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki anak sewaktu

(26)

2. Kepala Sekolah:

a. Hendaknya Kepala sekolah lebih mengarahkan guru untuk berkoordinasi

dengan orangtua agar senantiasa mau terlibat dalam pelaksanaan program sekolah

anak.

3. Guru:

a. Hendaknya guru menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua baik secara

langsung maupun tidak langsung

b. Hendaknya guru menghimbau kepada orangtua untuk menandatangani hasil

pekerjaan rumah anak agar orangtua senantiasa terlibat untuk membantu

(27)

DAFTAR PUSTAKA Sumber buku

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta: Rineka Cipta

Ahmadi dan Uhbiyati. 2003. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rhineka Cipta

Bafadal, Ibrahim. 2004. Dasar-Dasar Manajemen dan Supervisi Taman

Kanak-Kanak. Jakarta: Bumi Aksara

Hasbullah. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Lestari, Sri. 2012. Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan

Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Lubis, Effi Aswita. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Medan: Perdana Mulya Sarana

Musfah, Jejen. 2012. Pendidikan Holistik: Pendekatan Lintas Perspektif. Jakarta: Kencana PrenadaMedia group

Nasriah. 2013. Konsep Dasar PAUD. Medan: Unimedpress

Patmonodewo, Soemiarti. 2003. Pendidikan anak Prasekolah. Jakarta: Rhineka Cipta

Setyosary, Punaji. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Sudjono, Anas. 2012. Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: Raja Grapindo Persada

Suyadi. 2010. Psikologi belajar PAUD. Yogyakarta: Pedagogia

(28)

Sumber Jurnal

Amini, Mukti. 2015. Profil Keterlibatan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia

TK. Jurnal Ilmiah VISI PPTK PAUDNI (online), Vol.10. No.1, Juni 2015

dalam http://journal.unj.ac.id/jurnalfip/idex.php/visi/article/download/7/8, diakses 10 Desember 2016.

Diadha, Rahminur. 2015. Keterlibatan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia

Dini Di Taman Kanak Kanak. Edusentris Jurnal Ilmu Pendidikan dan

Pengajaran (online), Vol.2, No.1, Maret 2015 dalam http://ejournal.sps.upi.edu/index.php/edusentris/article/download/161/131, diakses 10 Desember 2016.

Nugraheni, Shohaiva. 2014. Persepsi Dan Partisipasi Orang Tua Terhadap

Lembaga PAUD Sebagai Tempat Pendidikan Untuk Anak Usia Dini.

Journal Of Non Formal Education And Community Empowerment

(online), Dalam http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc. Diakses 14 Desember 2016

Gambar

Tabel 4.18 Keterlibatan orangtua dengan menemani/mengawasi anak bermain
Tabel 4.23 Rekapitulasi hasil keterlibatan orangtua dalam pengambilan keputusan

Referensi

Dokumen terkait

(2) Faktor penghambat pembelajaran PAUD di TK Dharmarini 2 Mranggen Demak dilihat dari Sumber daya manusianya, Guru kurang menguasai kelas, anak usia dini

Hasil temuan menunjukkan bahwa: (1) orangtua anak usia dini saat remaja sudah sebagian mengetahui bagaiman tentang kehamilan, (2) pengasuhan yang diterapka

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan parenting pada orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja

Hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diketahui bahwa peran orangtua dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini di TK Harapan Ayah Bunda Kalumbuk

Bimbingan konseling yang diberikan pada orangtua anak usia dini berkebutuhan khusus adalah usaha yang dilakukan konselor untuk membantu individu/orangtua (klien) dalam

Proses strategi coping orangtua murid kepada anak usia dini mempunyai keunggulan untuk memberikan cara yang khas yang dilaksanakan oleh orangtua, namun masih

Artinya Tingkat Kepuasan Orangtua Terhadap Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (AUD) di TK Nurul Iman Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar ditinjau

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak usia dini telah dilakukan dengan baik dan orangtua memberikan contoh yang baik bagi anak, seperti