PENGARUH ISU NUKLIR IRAN TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK DAN KEAMANAN AMERIKA SERIKAT ATAS IRAN DI TIMUR TENGAH

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH ISU NUKLIR IRAN TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK DAN KEAMANAN AMERIKA SERIKAT ATAS IRAN DI TIMUR

TENGAH

Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana ilmu politik (S.IP) strata-1 Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Oleh : Arif Adi Bachtiar

NIM: 08260065

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK HUBUNGAN INTERNASIONAL

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Nam a : Arif Adi Bacht iar

Nim : 08260065

Jurusan : Hubungan Int ernasional

Fakult as : Ilm u Sosial dan Ilm u Polit ik

Judul Skripsi : Pengaruh Isu Nuklir Iran Terhadap kebijakan Polit ik

Dan Keam anan Am erika Serikat At as Iran di Tim ur Tengah

Telah dipert ahankan dihadapan Dew an Penguji Ujian Skripsi

Fakult as Ilm u Sosial dan Ilm u Polit ik

Jurusan Hubungan Int ernasional

Dan dinyat akan LULUS

Pada hari : Selasa

Tanggal : 16 Juli 2013

Tem pat : Lab. Hubungan Int ernasional

M engesahkan,

Dekan FISIP UM M

Dr. W ahyudi., M .Si

Dew an Penguji :

1. Ruli Inayah Ramadhoan., M.Si ( )

2. Helmia Asyathri., S.IP ( )

3. Ayusia Sabhita Kusuma., M.Soc.,Sc ( )

(3)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahhi wa barakatuh.

Telah banyak penelitian di Indonesia yang membahas tentang kebijakan

politik luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah. Namun dari keseluruhan

penelitian, hanya sebagian saja yang meneliti tentang kebijakan politik luar negeri

Amerika Serikat terkait isu nuklir Iran.

Penulis menyadari bahwa di dalam proses pengerjaan dan penyajian

skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan yang perlu dibenahi dan

disempurnakan. Oleh karena itu masukan dan kritikan yang membangun sangat

diharapkan oleh penulis untuk membenahi kekurangan tersebut.

Akhir kata, penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat untuk menambah

dan mengembangkan pengetahuan mengenai studi Hubungan Internasional tidak

hanya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang saja, akan tetapi juga

disiplin Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia secara umum. Amien.

Wassalamu’alaikum warahmatullahhi wa barakatuh.

Malang, 23 September 2013

Penulis,

(4)

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

PERNYATAAN ORISINILITAS ... iv

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ... v

UNGKAPAN PRIBADI DAN MOTTO... ...vi

ABSTRAKSI ... viii

ABSTRACTION ... ix

KATA PENGANTAR...x

DAFTAR ISI ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.4.1 Manfaat Akademis ... 5

1.4.2 Manfaat Praktis ... 5

1.5 Penelitian Terdahulu ... 6

1.6 Kerangka Pemikiran ... 7

1.6.1 Teori Foreign Policy Analisys ... 7

1.6.2 Konsep Balance of Security... 11

(5)

1.7.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 13

1.7.2 Batas Waktu ... 13

1.7.3 Batasan Materi ... 14

1.7.4 Jenis Penelitian... 14

1.7.5 Peringkat Analisa ... 14

1.7.6 Teknik Pengumpulan Data ... 15

1.7.7 Teknik Analisa Data ... 15

1.8 Asumsi Dasar ... 16

1.9 Sistematika Penulisan ... 16

BAB II DINAMIKA POLITIK IRAN DAN HUBUNGAN AMERIKA SERIKAT DENGAN IRAN... 19

2.1 Dinamika Politik dan Pemerintahan Iran ... 19

2.1.1 Struktur Politik dan Sistem Pemerintahan Iran... 19

2.1.2 Situasi politik era pemilu presiden 2005 ... 24

2.2 Posisi Iran di Timur Tengah ... 29

2.3 Perkembangan Nuklir Iran ... 34

2.3.1 Sejarah Awal Program Nuklir Iran ... 34

2.3.2 Perkembangan Nuklir Era Ahmadinejad ... 38

2.4 Hubungan Amerika Serikat dengan Iran ... 45

BAB III KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT KE TIMUR TENGAH ... 54

(6)

3.2 Kepentingan Nasional Amerika Serikat di Timur Tengah ... 66

BAB IV Analisa Balance of Security sebagai Strategi Kebijakan Keamanan

Amerika Serikat di Timur Tengah ... 71

4.1 Mitra Amerika Serikat di Timur Tengah ... 71

4.2 Decision Making Process sebagai Awal Kebijakan Politik Luar

Negeri Amerika Serikat terhadap Iran ... 73

4.3 Peningkatan Kekuatan Militer Amerika Serikat di Kawasan Timur

Tengah ... 78

4.4 Peta Militer Amerika Serikat ... 81

4.5 Analisa Balance of Security sebagai Strategi Kebijakan Keamanan

Amerika Serikat di Timur Tengah ... 89

BAB V KESIMPULAN ... 91

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Alcaff, Muhammad. 2008. Perang Nuklir?.Jakarta:Publishing House

Holsti, K. J. 1987. Politik Internasional: Kerangka Analisis. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya (diterjemahkan oleh Etin Sudradjat) hal. 135

Mohtar Mas’oed, 1990.Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi, Jakarta : LP3ES, hal.68

E-Book:

Michael Knights, Trobled Waters: future U.S. Security Assistance in the Persian Gulf ( Washington, D.C.: Washington Instintute for Near East Policy, 2006), p, 34. Diperoleh dari pdf “After Iraq: Future U.S. Military Posture in the Middle East”, Bowman, L. bradley

Alfian Muthalib, “Politik Luar Negeri Maksimalis Amerika” Nation, PPSN. Vol.5. no.1 (2008): 111.

Nicholas D. Romber, Jr., “John Winthrop 1588 – 1649, “ in The Heath Anthology of American Literature, vol.1,2nd ed,ed. Paul Lauter (Lexington: DC. Heat and Company, 1994), 224.

Joseph Cirincione, Jon Wolfsthal and Miriam Rajkumar, "Iran," in Deadly Arsenals: Nuclear, Biological, and Chemical Threats (Washington, DC, Carnegie Endowment for International Peace, 2005), p. 298.

Oliver Meier, "Iran and Foreign Enrichment: A Troubled Model," The Arms Control Association, January/February 2006.

David Albright, Jacqueline Shire, and Paul Brannan, "Is Iran Running out of Yellowcake?," The Institute for Science and International Security, 11 February 2009.

Nathan E. Busch, No End in Sight: The Continuing Menace of Nuclear Proliferation (Lexington: The University Press of Kentucky, 2004), p. 265.

(8)

R. Jeffrey Smith and Michael Dobbs, "Russia Promised to Sell Centrifuge Plant to Iran; Bomb Grade Uranium Could be Made There," The Washington Post, 29 April 1995; Iran's Strategic Weapons Programmes: A Net Assessment (London: The International Institute for Strategic Studies, 2005), p. 13.

Laura Hayes, Borgna Brunner, and Beth Rowen,”Al-Qaeda”, http://www.infoplease.com/spot/al-qaeda-terrorism.html

Hans J. Morgenthau, “Another “Great Debate”: The National Interest of the United States,” in Classics of International Relation, 3nd ed, ed. John A. Vasquest (New Jersey: Prentice Hall, 1966),147.

See Anthony H. Cordesman and Khalid R. Al-Rodhan, Iran’s Weapon of Mass Destruction: The real and Potential Threat (Washington, D.C.: CSIS, 2006), pp. 99-159.

See Ashton B. Carrer, “ How to Counter WMD,” Foreign Affairs83, no. 5 (September/October 2004): 72-85

My use of the terms “balancing”and “bandwagoning” follows that of Kenneth Waltz in his Theory of International Politics (Reading, Mass,: Addison-Wesley, 1979). Arnold Wolfers uses a similar terminology in his essay “The Balance of Power in Theory and Practice,” in Discord and

Collaboration (Balimore: Johns Hopkins University Press, 1962), pp. 122-124, lihat juga “International Security, Vol. 9, No.4 (Spring, 1985), pp. 3-43”

(9)

merubah wajah dunia melalui konferensi perlucutan nuklir”,

Diperoleh dari : https://www.evernote.com/shard/s245/sh/3347a096-a06a-47a4-8281-43dcfe22ef34/fd8c3eab02db42cf4604ebe2bb55233b

Rayhan Barzegar, “balance of power in the persian gulf an iranian view”,

http://belfercenter.ksg.harvard.edu/publication/20359/balance_of_power_i n_the_persian_gulf.html

Government Profile: Iran”,

http://www.pbs.org/newshour/indepth_coverage/middle_east/iran/structure .html

Diperoleh dari : http://www.president.ir/en/cabinet

PROFIL NEGARAREPUBLIK ISLAM IRAN”, diperoleh dari : http://www.deplu.go.id/tehran/Pages/CountryProfile.aspx?IDP=1&l=id

Salehi: Kebijakan Luar Negeri Iran, Perdamaian & Keamanan”, http://www.islamtimes.org/vdcau0nuw49ney1.h8k4.html

Organisation of Islamic Cooperation”, http://www.oic-oci.org/page_detail.asp?p_id=52

Musthafa Luthfi, “Pemilu Iran dan Posisi Tawar Negara Barat”, http://www.hidayatullah.com/read/8927/02/08/2009/pemilu-iran-dan-posisi-tawar-negara-barat-.html

(10)

Luthfi Zuhdi, “Pengaruh Iran di Timur Tengah”, http://www.pelita.or.id/baca.php?id=49289

Iran Pasok Hamas Teknologi Roket Fajr-5”,

http://www.jpnn.com/read/2012/11/22/147750/Iran-Pasok-Hamas-Teknologi-Roket-Fajr-5-

Komandan: Rudal Iran Mampu Hancurkan 2.000 Markas Musuh “,http://www.islamtimes.org/vdcaaonu049nuw1.h8k4.html

Fajar Nugraha, “ Anggaran Militer Iran Meningkat 127%”,

http://international.okezone.com/read/2012/02/02/412/568034/anggaran-militer-iran-meningkat-127

Gebrakan Nuklir Iran”,

http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Aktualita &artikel=akt3&hlm=4

"Statement by the Iranian Government and Visiting EU Foreign Ministers," The International Atomic Energy Agency, 21 October 2003, www.iaea.org

"Iran's Nuclear Program: Expanding the Nuclear Fuel Cycle; Illicit Procurement", Institute for Science and International Security (ISIS), www.isisnucleariran.org

"Communication dated 26 November 2004 received from the Permanent Representatives of France, Germany, the Islamic Republic of Iran, and the United Kingdom concerning the agreement signed in Paris on 15 November 2004," The International Atomic Energy Agency, 26 November 2004, www.iaea.org

Awal Mula Konflik Nuklir Damai Iran dengan Barat”, http://islamtimes.org/vdcgqx9xnak9wq4.1ira.html,

Seputar Program Nuklir Iran”,

http://www2.irib.ir/worldservice/melayuRadio/nuklir/resistensi.htm,

“Dampak Pemakaian Energi Fosil”,

http://www.intisolar.com/news/dampak_pemakaian_energi_fosil.html,

IAEA: Iran siap gandakan pengayaan uranium”,

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121117_irannuke.shtml,

(11)

Mamuju-gudang uranium baru, akankah menjadi papua kedua?”, http://www.anneahira.com/mamuju.htm

Non Proliferation Education Center”,

http://www.npolicy.org/thebook.php?bid=2,

AS Konsumen Minyak Terbesar di Dunia”,

http://energitoday.com/2012/12/20/as-konsumen-minyak-terbesar-di-Prospek Demokratisasi”,

http://www.psktti-ui.com/abstrak1.php?id=7101090108&bhs=IN,

Wahyu Dwi Anggoro , “Obama Percepat Penarikan Pasukan AS di Afghanistan”, http://international.okezone.com/read/2013/01/12/414/745171/obama-percepat-penarikan-pasukan-as-di-afghanistan

Lilik Prasaja, “Kedatangan Obama dan Rekonsolidasi Israel-Turki-Amerika di

Timur-Tengah “,

(12)

Energy Information Administration EIA”, http://www.investopedia.com/terms/e/energy-information-admin.asp

INTERNATIONAL ENERGY OUTLOOK 2011 “,

http://www.eia.gov/forecasts/ieo/world.cfm,

National Defense Srategy og the United States of America,” March 2005,

http://www.globalsecurity.org/militarylibrary/policy/dod/nds-usa_mar2005.htm, diperoleh dari pdf “After Iraq: Future U.S. Military Posture in the Middle East”, Bowman, L. bradley

Statement by the President in His Address to the Nation “, http://georgewbush-whitehouse.archives.gov/news/releases/2001/09/20010911-16.html

Bambang Nuroso,“Upaya Presiden AS Tangani Krisis Ekonomi”, http://www.pelita.or.id/baca.php?id=66767

Ini Dia, Pertimbangan Fokus Baru Kehadiran Militer AS di Asia-Pasifik”,

http://www.intelijen.co.id/warta/1708-ini-dia-pertimbangan-fokus-baru-“IRAN Versus AMERIKA”, http://www.pelita.or.id/baca.php?id=92484,

Hafidz Muftisany,“Presiden Iran-PM Irak Perkuat Dominasi Timur Tengah”, http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/04/23/m2wvrr-presiden-iranpm-irak-perkuat-dominasi-timur-tengah

Greece & Turkey Enter the Alliance”,

http://www.jfcnaples.nato.int/page11702920.aspx

“How Patriot Missiles Work”, http://science.howstuffworks.com/patriot-missile.htm

Egidius Patnistik,“Pasukan AS Mulai Tiba di Turki”,

(13)

Ita Lismawati F. Malau,“Taliban Gempur Pangkalan Militer NATO di Afghanistan”, http://dunia.news.viva.co.id/news/read/371733-taliban-gempur-pangkalan-militer-nato-di-afghanistan

Hisyam Ad dien,“Laporan: Kuwait Berikan Lebih Banyak Lahan Mereka untuk Militer AS”, http://www.globalmuslim.web.id/2012/01/laporan-kuwait-berikan-lebih-banyak.html,

Dahono Fitrianto ,“Pentagon Siapkan Pangkalan Militer Terapung untuk Timur Tengah”,

http://internasional.kompas.com/read/2012/01/28/14593813/Pentagon.Siap kan.Pangkalan.Militer.Terapung.untuk.Timur.Tengah,

AS Bangun Stasiun Radar Baru di Qatar”,

http://indonesian.irib.ir/internasional/-/asset_publisher/W6dW/content/id/5135797

AS Diam-diam Terus Menumpuk Kekuatan di Teluk Persia”,

http://internasional.kompas.com/read/2012/05/03/22435181/AS.Diam-diam.Terus.Menumpuk.Kekuatan.di.Teluk.Persia

Ben Piven,“Map: US bases encircle Iran”,

http://www.aljazeera.com/indepth/interactive/2012/04/2012417131242767 298.html?utm_content=tweets&utm_campaign=Trial3&utm_source=Soci alFlow&utm_term=twitter&utm_medium=ExperimentMasterAccount

US bases encircle iran”, http://www.antarchia.org/en/content/us-bases-encircle-iran

Amerika tak Ingin Tinggalkan Timur Tengah, Perkuat Pangkalan Militer dan Pertahanan Rudal”, http://hizbut-tahrir.or.id/2011/10/31/amerika-tak- ingin-tinggalkan-timur-tengah-perkuat-pangkalan-militer-dan-pertahanan-rudal/

Obama perpanjang sanksi Iran”,

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/03/090313_obamairan.s html

Muhsin Labib, “Kronologi Krisis Program Nuklir Iran”,

(14)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Politik Luar Negeri suatu negara dipastikan mengarah kepada promosi

kepentingan nasional suatu negara termasuk juga negara Amerika Serikat.

Tindakan-tindakan Amerika Serikat ini tercermin dari serangkaian kebijakan luar

negeri Amerika Serikat terkait kompetisi ekonomi, memperkuat pertahanan di

perbatasan negara-negara, mewujudkan perdamaian, kebebasan, dan upaya

perluasan ideologi demokrasi1. Namun pada dasarnya politik luar negeri tidak

pernah bersifat tetap, politik luar negeri harus merespon dan merumuskan

kebijakan sesuai dengan kepentingan nasional dan peluang dalam hubungan

internasional.

Amerika yang notabene memiliki kekuatan ekonomi, politik dan tentunya

hegemoni yang kuat dalam dunia internasional tentunya dimanfaatkan sedemikian

rupa untuk kepentingan nasionalnya dan keamanan nasional Amerika. Hal ini

terlihat dari keikutsertaanya dalam perpolitikan di Timur Tengah khususnya Iran

yang saat ini masih berseteru dengan AS perihal pengembangan teknologi

nuklirnya.

Obama dan pemerintahanya menjadikan diplomasi sebagai garda terdepan

dalam politik luar negeri Amerika saat ini. Ini bertujuan untuk mengembalikan

citra AS di mata dunia setelah pemerintahan Bush. Timur Tengah menjadi

1

(15)

2 kawasan yang menjadi perhatian Amerika saat ini, seperti diketahui Timur Tengah

memiliki posisi geografis yang sangat penting bagi dunia karena kawasan ini

poros dari jalur dunia antara benua Eropa, Asia, dan Afrika. Selain memiliki

posisi geografis yang menarik, keunggulan Timur Tengah terletak pada cadangan

minyak yang mencapai 70% cadangan minyak dunia.2

Kebijakan luar negeri suatu negara tidak dapat dilepaskan dari aspek

ekonomi yang mendasarinya. Jika melihat masalah yang dihadapi Amerika faktor

ekonomi sangat dominan dalam kebijakan luar negerinya di Timur Tengah,

kawasan yang memiliki 70% cadangan minyak dunia3. Mengingat Amerika

adalah negara konsumen terbesar di dunia, AS membutuhkan sumber minyak

untuk mengembangkan industri dalam negeri Amerika dan teknologi yang

tentunya membutuhkan minyak yang tidak sedikit. Selain daripada itu keterlibatan

Amerika dalam urusan di Timur Tengah yaitu untuk menjaga lancarnya suplai

minyak di kawasan Timur Tengah dan terjaganya hak-hak eksplorasi

perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di kawasan itu.

Ada satu negara yang menentang dominasi AS di Wilayah Timur Tengah

seperti yang diketahui negara itu adalah negara yang juga mempunyai cadangan

minyak terbesar. Iran adalah negara yang sangat menentang dominasi AS di

wilayah kawasan Timur Tengah, semenjak dipimpin oleh Mahmoed Ahmadinejad

2

Dr Kurtubi, “Apakah Perang Memang untuk Minyak?”, diperoleh dari : http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=1406&coid=2&caid=19&gid=4, [Internet], diakses tanggal 14 November 2012

3

(16)

3 yang anti dominasi Barat, AS menjadi terbatas untuk mengakses Iran yang

mempunyai cadangan minyak terbesar itu. Banyak sekali perusahaan-perusahaan

Amerika yang dinasionalisasi AS4. Hal ini membuat AS membuat kebijakan

politik luar negeri yang keras terdahap Iran. Kebijakan Politik AS yang cenderung

represif kepada Iran seperti embargo senjata dan embargo ekonomi. AS mulai

menciptakan opini dunia internasional dan menganggap Iran sebagai ancaman

dunia bahwa Iran akan menciptakan weapon nuklir state. Isu yang berkembang

selama ini adalah isu nuklir Iran semenjak dipimpin oleh Mahmoed Ahmadinejad.

Iran berkeyakinan bahwa, Nuklir ini adalah hanya digunakan untuk pembangkit

tenaga listrik mengingat kebutuhan listrik dalam negeri iran sangat penting bagi

kepentingan nasional.

AS mulai mengumpulkan negara-negara yang sebagian besar dari anggota

NPT dan juga anggota OKI yang turut diundang untuk merundingkan sanksi yang

akan diberikan ke Iran terkait pengembangan nuklir Iran.5 KTT Keamanan Nuklir

diselenggarakan tanggal 12-13 April 2010 di Washington. KTT Keamanan Nuklir

ini dihadiri 47 pemimpin negara dan menjadi KTT internasional terbesar yang

digelar AS sejak 1945.Pemimpin dunia yang hadir antara lain Presiden China Hu

Jintao, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy,

Perdana Menteri India Manmohan Singh, dan Perdana Menteri Jepang Yukio

Hatoyama. Presiden Obama pun menggelar pertemuan bilateral dengan para

4

“Sejarah Nasionalisasi Minyak Iran (Bagian Kedua)”, diperoleh dari : http://indonesian.irib.ir/equilibrium/-/asset_publisher/yB7o/content/sejarah-nasionalisasi-minyak-iran-bagian-kedua, [Internet], diakses tanggal 26 November 2012

5

(17)

4 pemimpin dunia tersebut. Tujuan Barrack Obama mengadakan pertemuan ini

yakni membuat dunia bebas senjata nuklir untuk mencegah jatuhnya material

nuklir ke tangan yang salah, seperti kelompok teroris. Namun inti sebenarnya dari

KTT ini, adalah aksi obama untuk melobi para pemimpin dunia. Hanya satu

keinginan Obama, yakni meminta dukungan atas sanksi baru terhadap iran.6

Dalam kepentingan Amerika di wilayah Iran sangat sarat dengan faktor

kepentingan minyaknya yang sangat melimpah oleh karena itu mengapa Amerika

sangat sensitif terhadap perkembangan dan isu-isu yang berkembang di Iran.

Belum lagi isu nuklir yang berkembang saat ini di era Mahmoed Ahmadinejad.

Kebijakan keamanan yang diberlakukan oleh pemerintahan Obama adalah

dengan mempercepat pengiriman kapal induk USS John C. Stennis. Seperti yang

diketahui terdapat beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah seperti di

Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Kuwait dimana untuk

pangkalan yang berada di Kuwait AS menempatkan sekitar 15.000 pasukan.7

Faktor minyak senantiasa menjadi incaran kekuatan besar dunia mengingat

keluarnya Inggris dari Terusan Suez pada tahun 1968 yang mencakup Teluk

Persia telah memberikan peluang lebih besar bagi AS untuk meningkatkan

pengaruhnya di kawasan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan intervensi AS di

kawasan Timur Tengah.8

6

Diperoleh dari : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/317554/, [Internet], diakses tanggal 27 Oktober 2012

7

Siraaj, “AS mengerahkan lagi kapal perangnya ke Teluk Persia”, diperoleh dari, http://www.arrahmah.com/read/2012/07/08/21487-as-mengerahkan-lagi-kapal-perangnya-ke-teluk-persia.html#sthash.dTI3tufx.dpuf “, [Internet], diakses tanggal 14 November 2012.

8

(18)

5

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dirumuskan masalah sebagai

berikut :

Bagaimana Pengaruh Isu Nuklir Iran Terhadap Kebijakan Politik dan

Keamanan Amerika Serikat Atas Iran di Timur Tengah?

1.3Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mampu mendiskripsikan

kebijakan politik dan keamanan Amerika Serikat atas isu nuklir Iran di Timur

Tengah.

1.4Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademis

Sebagai bahan kajian untuk menambah pengetahuan dan wawasan di

bidang ilmu HI, terutama tentang pengaruh isu nuklir Iran terhadap kebijakan

politik dan keamanan Amerika Serikat atas isu nuklir Iran di Timur Tengah.

1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi guna menambah

informasi dan masukan dalam memecahkan masalah penelitian berikutnya,

terutama yang berhubungan dengan isu nuklir Iran terhadap kebijakan politik dan

keamanan Amerika Serikat di Timur Tengah. Serta berguna untuk menjawab

pertanyaan yang muncul dalam masyarakat terutama mengenai kebijakan politik

(19)

6

1.5Penelitian Terdahulu

No Penelitian Terdahulu Metodologi dan

Pendekatan Hasil 1 Winda, UMM “ Pengaruh

Ancaman AS di Wilayah Perbatasan Iran Terhadap Pengembangan Teknologi Nuklir Era Ahmadinejad 2005-2009”, 2009.

Eksplanasi,

Balance of

Threat

Penelitian ini menjelaskan bahwa ancaman yang diberikan AS lewat pengiriman pasukan militer ke wilayah Timur Tengah dapat dijelaskan bagaimana imperialisme

baru AS untuk mewujudkan

kepentingan nasionalnya paska tragedi WTC. dijelaskan bagaimana politik hegemoni AS di kawasan Timur Tengah dan keterpihakanya terhadap

Israel untuk melancarkan

kepentingan politiknya

Dari ketiga penelitian terdahulu di atas memiliki persamaan dengan

penelitian yang akan penulis lakukan yaitu mengenai kepentingan Amerika.

Namun selain persamaan ada juga perbedaan dari ketiga penelitian terdahulu

dengan penelitian penulis. Penelitian yang akan peneliti lakukan adalah mengenai

“Pengaruh Isu Nuklir Iran Terhadap Kebijakan Politik dan Keamanan Amerika

Serikat Atas Iran di Timur Tengah”, yang lebih menekankan pada perspektif

decision making process dan balance of security serta bagaimana perspektif

Amerika Serikat berupaya menjaga keamanan strategisnya di kawasan Timur

(20)

7

1.6 Kerangka Pemikiran

1.6.1 Teori Foreign Policy Analisys

Mengenai kebijakan politik dan keamanan yang diberlakukan Amerika

tidak terlepas dari peran kajian pembuatan keputusan luar negeri atau decision

making process. Menurut Holsti kebijakan luar negeri suatu negara adalah

serangkaian sikap, tindakan atau ide yang dirancang oleh pembuat kebijakan yang

ditujukan untuk memecahkan suatu masalah atau perubahan yang terjadi di dalam

maupun di luar lingkungan negara tersebut. Dapat dikatakan pula bahwa suatu

kebijakan luar negeri adalah salah satu upaya sebuah negara untuk mencapai

national interest mereka. Dalam hal ini negara mempunyai kepentingan yang

harus dicapai terhadap negara lain yang hal ini kemudian dituangkan dalam

kerangka kebijakan luar negeri.9

Untuk memahami bagaimana proses pembuatan kebijakan dengan

membedakan dua hal, ada 2 variabel yang dibagi oleh Holsti.10

1. Faktor Eksternal yaitu semua kondisi yang berasal dari luar negara tersebut,

seperti:

a) Struktur sistem internasional11

b) Karakteristik/ struktur ekonomi internasional12

c) Kebijakan dan tindakan aktor13 9

Holsti, K. J. 1987. Politik Internasional: Kerangka Analisis. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya (diterjemahkan oleh Etin Sudradjat) hal. 135

10

Ibid

11

Maksud dari sistem internasional mengacu pada suatu sistem apakah bipolar, unipolar atau multipolar. sehingga hal ini mempengaruhi keberpihakan negara-negara lain, khususnya negerara-negara kecil. Jika struktur sistemnya tidak terpusat pada satu kekuatan saja, maka makin banyak kesempatan bagi suatu negara untuk membuat pilihan tanpa dipengaruhi oleh negara lain dan sebaliknya

12

(21)

8 d) Masalah global14

e) Hukum internasional dan opini15

Kekuatan secara militer AS juga memiliki kekuatan secara politis, pada poin

pertama AS berusaha selalu menekankan kebebasan dalam ekonomi seperti Free

Trade Area yang seperti diketahui kemampuan industri dari AS itu sendiri sangat

besar pengaruhnya sehingga bisa menimbulkan kebijakan dengan sistem terpusat.

Pada poin kedua mengenai struktur ekonomi internasional apakah sudah

mengalami globalisasi atau belum tersentuh arus globalisasi, ketika globalisasi

sudah masuk maka kepentingan ekonomi nasional AS bisa digalakkan berskala

besar. Pada poin ketiga, Kebijakan AS sendiri dilandasi oleh beberapa faktor,

seperti kebijakan dari karakter pemimpin pada saat ini yaitu Obama, berdasarkan

euforia kemenangan Obama pada pemilu 2009 yang mempropagankan perubahan

tentu membawa angin segar terhadap dunia internasional maupun rakyat Amerika.

Untuk merumuskan kebijakan luar negeri AS berasaskan Pada hukum

internasional untuk menghindari penyimpangan hukum di kemudian hari dan

bagaimana publik menyikapi kebijakan ini.

2. Faktor domestik (The domestic context) yaitu semua kondisi yang berasal dari

dalam negara, seperti:16

13

Hal ini mengacu pada apakah ada tanggapan atau reaksi dari negara lain atas negara yang sedang mengalami permasalahan

14

Masalah global artinya adalah masalah masalah yang ditimbulkan dari pihak-pihak swasta misalnya produksi kendaraan bermotor menyebabkan kenaikan tingkat polusi global dan pemanasan bumi. Hal ini pada awalnya dilakukan hanya dalam sebuah negara tertentu saja, namun yang menjadi permasalahan adalah dampaknya yang menyebar ke luar negara tersebut, sehingga dibutuhkan pertanggungjawaban atas masalah ini.

15

Maksud dari hukum internasional dan opini adalah bagaimana kebijakan luar negeri yang diperoleh oleh kedua negara ini berkaitan dengan hukum internasional dan bagaimana juga opini publik menanggapi hal tersebut.

16

(22)

9 a) Kebutuhan ekonomisosial, dan keamanan (socioeconomic/security needs)

dalam bagian ini apa yang menjadi kebutuhan utama bagi negara tersebut

pada saat itu, dan bagaimana kondisinya baik dari bidang sosial, ekonomi

dan keamanan.

b) Geografi dan karakteristik topografi (geographical and topographical

characteristics) dalam hal ini kondisi geografi dan karakteristik topografi

sangat mempengaruhi keadaan sosial dan kebutuhan ekonomi suatu negara.

c) Atribut Nasional (national attributes), faktor ini dapat diartikan sebagai

karakteristik umum dari sebuah negara bangsa. Dalam hal ini bisa dilihat

dari luas wilayah, populasi, sistem ekonomi, prestasi negara, tingkat

pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, atribut nasional ini juga dapat

dikaitkan dengan keikutsertaan negara tersebut dalam institusi atau

organisasi internasional yang dapat mengangkan negara ini menjadi aktor

internasional yang dipertimbangkan oleh negara-negara lain.

d) Struktur pemerintah/ philosofi (government structure and Philosophy), hal

ini mengacu pada struktur pemerintahan dalam merumuskan kebijakan luar

negeri terdapat beberapa para birokrat, seperti menteri luar negeri, menteri

pertahanan, anggota legislatif dan presiden sebagai penentu kebijakan.

e) Opini publik (public opinion), hal yang perlu dicermati dalam faktor ini

adalah, bukan opini publik yang sepenuhnya mempengaruhi tujuan

pemerintah dan perilaku diplomat dan bukan sebaliknya. Opini publik

dalam hal ini hanya diberlakukan bagi masyarakat yang memiliki kebebasan

(23)

10 hambatan. Untuk mengetahui pengaruh opini publik ini secara khusus ada 3

hal yang ditawarkan holsti untuk diketahui, yaitu pertama siapa yang

beropini? Kedua pada isu apa? Dan ketiga, di situasi yang bagaimana?

Jangkauan opini publik ini nantinya berhubungan dengan nature dari isu

yang sedang diangkat atau masalah yang sedang dihadapi oleh negara

tersebut.

f) Birokrasi (bureaucracy), dari faktor ini, seberapa aktifkah dan bagaimana

proses perumusan maslalah yang dihadapi oleh birokrasi Amerika terkait

pengembangan nuklir Iran? Hal yang dapat disoroti adalah bagaimana

proses pembuatan kebijakan dan kerjasama mulai dari Ekesekutif, presiden

Amerika yang menjalankan mandat, disertai dengan Depertemen Luar

Negeri Amerika dan dibantu oleh Departemen Keamanan dan Pertahanan

Amerika,

g) Pertimbangan ethik (ethical consideration), hal ini mengacu pada tindakan

apa yang dilakukan oleh suatu negara untuk dapat mencapai tujuannya.

Tindakan yang dimaksud adalah ketika membuat kebijakan itu sendiri apa

yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh negara

tersebut berdasarkan pemikiran mereka. Namun inti dari pertimbangan etik

ini sendiri adalah bagaimana caranya agar tujuan dari kepentingan nasional

(24)

11 Kebijakan luar negeri dimulai ketika kebijakan domestik sudah selesai di

analisis.17 Dengan demikian politik luar negeri Amerika di dominasi faktor

eksternal yaitu pembentukan opini internasional yang menandakann bahwa nuklir

Iran itu adalah berbahaya. Mengacu pada KTT keamanan nuklir yang membahas

perihal tentang teknologi nuklir jangan sampai jatuh ke tangan yang salah atau

dapat dikategorikan sebagai musuh dari Amerika itu sendiri.

1.6.2 Konsep Balance of Security

Untuk membantu menjelaskan bagaimana langkah strategis AS untuk

berusaha mengamankan kepentingan strategisnya di kawasan Timur Tengah,

peneliti menggunakan konsep balance of security sebagai kerangka berpikir

utama. Penggunaan konsep ini dapat membantu penulis mengidentifikasi dan

menjelaskan apa yang menjadi dorongan AS untuk ikut berperan aktif menjaga

hubungan AS dengan negara-negara mitra Timur Tengah.

Menurut Rayhan Barzegar, Pandangan yang berlaku di Barat, terutama di

Amerika Serikat terhadap Timur Tengah yaitu ideal untuk melakukan langkah apa

yang disebut “balance of security” dimana tokoh utama atau AS menghindari

sumber bahaya untuk menjaga kestabilan politik di kawasan mengingat banyak

kepentingan AS di wilayah sekitar Iran yang tentu saja bisa berakibat buruk

seandainya perpolitikan tidak stabil seperti kenaikan minyak yang signifikan,atau

bisa saja pecah perang bersenjata. Bentuk tradisional dari balance of security ini

dengan menjaga keamanan di negara-negara yang bisa dikatakan sebagai “mitra

AS” dengan menanggarkan kemiliteranya untuk meningkatkan keamanan di

17

(25)

12 geografis tiap negara atau masuk dalam wilayah zero sum game untuk melakukan

deffence dari akibat terpengaruhnya stabilitas politik kawasan karena isu nuklir

Iran.18

Konsep ini berusaha menjelaskan seberapa besar keterlibatan kebijakan

keamanan AS ke Timur Tengah sebagai wujud perlindungan wilayah yang

menjadi mitra AS dan menjaga dari pengaruh isu nuklir Iran yang sekarang

manjadi isu yang sensitif. Memang disadari kekuatan militer Iran yang naik secara

signifikan membuat negara-negara Timur Tengah lainya ikut merasakan

kekhawatiran dan timbul upaya untuk balancing baik secara politik dan keamanan

di dukung oleh AS pada saat ini dengan Iran. Itu juga didasarkan pada tuntutan

politik dan keamanan yang berakar dalam kebijakan revisonist.19

Balance of security yang dikemukakan oleh Rayhan Barzegar menitik

beratkan kepada munculnya juga kekhawatiran mitra AS itu dikala Iran memang

benar sedang memuncaknya kemandirian nasional baik dari segi militer dan

pengembangan nuklir. Seperti yang diketahui antara negara Iran dan beberapa

negara Timur Tengah lainya jarang terjadi keharmonisan terkait perbedaan

ideologis yang dianut. Sedangkan Iran sendiri berdiri di atas kaki sendiri dengan

kata lain menolak segala bantuan dan menolak imperialisme Barat di Iran.

Tindakan keamanan yang dilakukan AS adalah dengan meningkatkan keamanan

di wilayah mitra AS berupa pengiriman kapal induk lengkap dengan persenjataan

tempurnya dan pengiriman bantuan rudal pertahanan yang diberi nama rudal

18

Rayhan Barzegar, “balance of power in the persian gulf an iranian view”, diperoleh dari pdf : http://belfercenter.ksg.harvard.edu/publication/20359/balance_of_power_in_the_persian_gulf.html , [Internet], diakses tanggal 18 Juli 2013

19

(26)

13 patroit di beberapa negara mitra seperti di Turki, Arab Saudi, dan beberapa negara

lainya untuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan terancamnya wilayah

kedaulatan mereka.

1.7Metodologi Penelitian

1.7.1 RuangLingkup Penelitian

Penelitian ini difokuskan pada bagaimana Amerika Serikat menerapkan

kebijakan politik dan keamanan terhadap Timur Tengah atas pengembangan

nuklir Iran. Ini bahwasanya perlu mengingat pentingnya negara-negara Timur

tengah yang tergolong sebagai mitra dari AS agar tidak memberikan dukunganya

baik secara politis, ekonomi dan militer.

1.7.2 Batas Waktu

Dalam penelitian ini, penulis akan membatasi waktu penelitian pada tahun

2009-2012. Sehingga dapat membatasi peneliti dalam membahas mengenai

“Pengaruh Isu Nuklir Iran Terhadap Kebijakan Politik dan Keamanan

Amerika Serikat Atas Iran di Timur Tengah”. Perubahan politik luar negeri

sangat dipengaruhi oleh karakter pemimpin yang sekarang dipegang oleh Obama.

Metode pengambilan keputusan yang dimiliki Obama apakah berbeda dengan pola

kebijakan luar negeri sebelum Obama. Sedangkan prinsip politik luar negeri di

pemerintahan Obama adalah dengan mengedepankan diplomasi sehingga dianggap

(27)

14

1.7.3 Batasan Materi

Batasan materi menunjukkan ruang sebuah peristiwa yakni cakupan

kawasan dan gejala atau daerah studi. Adapun batasan materi dari penelitian ini

adalah penulis akan mengulas mengenai kebijakan politik dan keamanan Amerika

Serikat atas Iran di Timur Tengah.

1.7.4 Jenis Penelitian

Penulisan karya ilmiah ini menggunakan tipe deskriptif sebagai salah satu

cara untuk menjelaskan permasalahan yang sedang dibahas. Deskriptif adalah

upaya untuk menjawab pertanyaan siapa, apa, dimana, kapan atau berapa. Jadi

merupakan upaya melaporkan apa yang terjadi. Ilmuwan politik mungkin

mengajukan pertanyaan, kapan perang bisa terjadi? Dimana perang cenderung

terjadi? Bagaimana intensitas perang itu? Apakah bangsa yang frustasi cenderung

melakukan perang? Deskripsi adalah bagian tak terpisahkan dari sains dan

biasanya dilakukan sebelum eksplanasi dan prediksi.20

1.7.5 Peringkat Analisa

Pada penelitian ini terdapat dua variabel yakni variabel dependen21 dan

variabel independen.22 Variabel dependen atau unit analisanya adalah kebijakan

politik dan keamanan Amerika Serikat yang dapat dikatakan sebagai sistem

20

Mohtar Mas’oed, 1990.Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi, Jakarta : LP3ES, hal.68

21

Variabel dependen disini maksudnya adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena variabel bebas. Variabel ini tergantung dari variabel bebas terhadap perubahan

22

(28)

15 internasional sedangkan variabel independenya atau unit eksplanasinya adalah

pengaruh isu nuklir Iran terhadap kebijakan AS di Timur Tengah yang dapat

dikatakan sebagai state.

Dilihat dari pembagian diatas, maka dapat diketahui bahwa unit analisanya

pada tingkat yang lebih tinggi daripada unit eksplanasi. Maka dari itu penelitian ini

bersifat reduksionis.23

1.7.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah

dengan cara studi pustaka (Library research). Artinya adalah bahwa setiap data

yang diperoleh bersumber dari data-data yang sifatnya sekunder yang berasal dari

buku-buku, jurnal, surat kabar, majalah, dan internet yang memberikan

informasi-informasi yang relevan dan sesuai tema serta permasalahan yang dibahas.

1.7.7 Teknik Analisa Data

Adapun teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

analisis data kualitatif, dimana teknik ini melakukan analisa masalah yang ada

sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang objek yang akan diteliti dan

kemudian dilakukan penarikan kesimpulan.

23

(29)

16

1.8Asumsi Dasar

Asumsi dasar peneliti beranggapan bahwa “Pengaruh Isu Nuklir Iran

Terhadap Kebijakan Politik dan Keamanan Amerika Serikat Atas Iran di Timur

Tengah” disebabkan karena faktor kekhawatiran AS akan meningkatnya eskalasi

pengembangan nuklir, dan seperti ang telah kita ketahui pengembangan nuklir

tersebut telah menyebabkan Iran meningkatkan juga anggaran militer yang bersifat

defence untuk melindungi area-area sentrifugar pengayaan uranium. Hal semacam

ini juga membuat kekhawatira di lingkungan negara-negara tetangga Iran yang

notabene hubungan Iran dan mereka tidaklah berjalan harmoni.

Kejadian ini membuat AS menerapkan politik luar negeri bidang keamanan

berupa mengirimkan beberapa armada tempur dan personel militer sebagai wujud

realisasi komunikasi politik AS dan mitra di Timur Tengah. AS juga mengajak

dunia internasional untuk menyetujui sanksi bagi Iran, seperti yang telah diketahui

sebelumnya AS mengadakan KTT keamanan nuklir untuk membentuk suatu opini

internasional dan pada intinya mengajak negara-negara anggota dewan PBB untuk

mencegah jangan sampai teknologi nuklir digunakan untuk kegiatan militer dan

yang tidak kalah penting yaitu jatuh ke tangan yang salah.

1.9Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam skripsi ini dapat dibagi menjadi 5 bab sebagai

(30)

17

Bab I PENDAHULUAN

Bab ini terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan

Penelitian, Manfaat Penelitian, Penelitian Terdahulu, Landasan

Teori/Konsep, Metode Penelitian, Hipotesa, Sistematika Penulisan.

Bab II DINAMIKA POLITIK IRAN DAN HUBUNGAN AMERIKA

SERIKAT DENGAN IRAN

Bab ini akan menjelaskan tentang struktur pemerintahan Iran,

sistem pemerintahan Iran, pengembangan nuklir Iran serta

hubungannya Amerika Serikat dengan Iran.

Bab III DINAMIKA KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA

SERIKAT KE TIMUR TENGAH

Dalam bab ini dijelaskan bagaimana pandangan Amerika Serikat

tentang perkembangan geopolitik Timur Tengah yang secara tidak

langsung sebagai dampak dari pengembangan nuklir di Timur

Tengah dan bagaimana strategi kebijakan politik luar negeri

Amerika Serikat di Timur Tengah.

Bab IV ANALISA BALANCE OF SECURITY SEBAGAI STRATEGI

KEBIJAKAN KEAMANAN AMERIKA SERIKAT DI TIMUR

(31)

18 Dalam bab ini menjelaskan bagaimana kebijakan politik dan

keamanan Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai respon

Amerika Serikat atas pengembangan nuklir Iran.

Bab V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan penulis setelah melakukan analisa

hubungan antara bab 2 dengan bab 3 pada bab 4, dan sekaligus

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di