• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matematika Kelas 5 Lusia Tri Astuti P Sunardi 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Matematika Kelas 5 Lusia Tri Astuti P Sunardi 2009"

Copied!
188
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Lusia Tri Astuti, S.Pd
    • P. Sunardi, S.Pd
  • Pengajar:
    • Helen Anggraini, ST
    • Suharto, ST
  • Sekolah: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
  • Mata Pelajaran: Matematika
  • Topik: Matematika Kelas 5
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2009
  • Kota: Jakarta

I. Bilangan Bulat

Bab ini membahas bilangan bulat dan sifat-sifat operasi hitungnya. Sifat komutatif, asosiatif, dan distributif diperkenalkan dengan contoh-contoh praktis. Siswa diajarkan untuk melakukan operasi hitung bilangan bulat dan memahami konsep KPK dan FPB melalui faktorisasi prima. Materi ini relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menekankan pemahaman dasar matematika dan kemampuan menyelesaikan masalah sehari-hari.

1.1. Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat

Sifat komutatif pada penjumlahan dan perkalian dijelaskan dengan contoh, seperti a + b = b + a. Sifat asosiatif juga diperkenalkan, yang memungkinkan siswa untuk mengelompokkan bilangan dalam penjumlahan dan perkalian. Ini penting untuk membangun fondasi matematika yang kuat.

1.2. Menaksir Hasil Operasi Hitung

Siswa diajarkan cara menaksir hasil operasi hitung dengan membulatkan bilangan. Metode taksiran tinggi, rendah, dan terbaik diperkenalkan untuk membantu siswa dalam estimasi, yang berguna dalam situasi nyata.

II. Pengukuran

Bab ini membahas pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan. Siswa belajar untuk menggunakan notasi waktu 24 jam dan melakukan operasi hitung yang berkaitan dengan satuan waktu. Pengukuran sudut dengan busur derajat juga diajarkan, yang penting dalam berbagai aplikasi matematika dan fisika.

2.1. Mengukur Waktu

Siswa dilatih untuk menentukan waktu dengan notasi 12 dan 24 jam. Contoh praktis membantu siswa memahami konsep waktu dalam kehidupan sehari-hari.

2.2. Menentukan Jarak dan Kecepatan

Materi ini mengajarkan siswa cara menghitung jarak dan kecepatan menggunakan rumus dasar. Ini penting untuk memahami hubungan antara waktu, jarak, dan kecepatan dalam konteks fisik.

III. Luas Bangun Datar

Bab ini fokus pada penghitungan luas bangun datar, seperti trapesium dan layang-layang. Siswa diajarkan rumus untuk menghitung luas dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Penekanan pada aplikasi praktis dari konsep ini membantu siswa memahami pentingnya matematika dalam kehidupan nyata.

3.1. Menentukan Luas Trapesium dan Layang-layang

Rumus untuk luas trapesium dan layang-layang dijelaskan dengan contoh dan latihan. Siswa diajak untuk menerapkan rumus dalam situasi nyata, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah.

IV. Volume Kubus dan Balok

Bab ini menjelaskan cara menghitung volume kubus dan balok. Siswa belajar tentang satuan volume dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini penting untuk membangun pemahaman siswa tentang tiga dimensi dan aplikasinya.

4.1. Menentukan Volume Kubus dan Balok

Siswa diajarkan rumus untuk menghitung volume kubus dan balok, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan. Ini membantu siswa memahami konsep ruang dan volume.

V. Pecahan

Bab ini membahas pecahan, termasuk konversi antara bentuk persen dan desimal. Siswa belajar operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Materi ini penting untuk membangun pemahaman yang kuat tentang pecahan dan aplikasinya.

5.1. Mengoperasikan Pecahan

Siswa diajarkan cara mengoperasikan berbagai bentuk pecahan dengan latihan yang bervariasi. Ini membantu siswa menguasai konsep pecahan dengan baik.

VI. Sifat-sifat Bangun Datar dan Bangun Ruang

Bab ini memperkenalkan siswa pada sifat-sifat bangun datar dan bangun ruang. Siswa belajar tentang jaring-jaring bangun ruang sederhana dan kesebangunan antar bangun datar. Materi ini penting untuk pengembangan pemahaman geometris siswa.

6.1. Mengenal Sifat-sifat Bangun Datar dan Bangun Ruang

Siswa diajarkan tentang sifat-sifat dasar bangun datar dan bangun ruang, serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ini membantu siswa memahami konsep geometris dengan lebih baik.

Referensi Dokumen

  • Standar Isi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah ( Badan Standar Nasional Pendidikan )
  • Matematika Mari Berhitung ( Djoko M. dan Siti M. )
  • Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi ( Oemar Hamalih Prof, Dr. )
  • Mengajar Matematika ( Sabel A. Max dan Maletsky M. Evan )
  • Kamus Pintar Matematika ( Suherman )
  • Matematika I untuk Ilmu Pertanian Kehidupan dan Perilaku ( Totong M, Krisna, M. )

Gambar

Gambar 2.2 Melihat jam tangan
Gambar 2.4 Truk dengan bidang miring
Gambar 2.7 Kakek sedang  memancing
Gambar 2.8 Ibu sedang naik tangga listrik
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika kamu telah mengetahui bentuk bangun datar trapesium dan layang- layang maka kita akan mempelajari bagaimana cara menghitung luas bangun datar trapesium dan layang-layang..

Jadi, persegi panjang adalah bangun datar segiempat yang panjang sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar, keempat sudutnya sama besar dan kedua diagonalnya sama panjang!.

Pada gambar segi empat yang mempunyai dua pasang sisi berhadapan saling sejajar, semua sudutnya sama besar, dan semua sisinya sama panjang disebut dengan bangun

Balok adalah bangun ruang yang mempunyai … pasang sisi yang

Bangun datar segiempat yang memiliki empat sisi (dua pasang sisi) di mana sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan keempat sudutnya siku-siku adalah ....

Sebuah benda berbentuk trapesium dengan sisi-sisi yang sejajar adalah 15 m dan 18 m serta tingginya 12 m.. Luas trapesium tersebut

Trapesium adalah sebuah segiempat yang memiliki sepasang sisi yang berhadapan sama panjang (hanya dua sisi, kalau persegi atau persegi panjang 2

1 Persegi 2 Jajar genjang 3 Trapesium 4 Segitiga sama sisi Berdasarkan beberapa bangun datar di atas, bangun datar yang memiliki sudut tumpul adalah..... persegi dan jajar genjang