• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pelayanan Kbih Terhadap Tingkat Kepuasan Jamaah Haji Pada Kbih Baitul Atiq – Tegal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Pelayanan Kbih Terhadap Tingkat Kepuasan Jamaah Haji Pada Kbih Baitul Atiq – Tegal"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh :

ABQINA KHAIRUL AZMI NIM : 1111053100031

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

KONSENTRASI MANAJEMEN HAJI DAN UMROH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) JAKARTA

(2)
(3)
(4)

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Skripsi merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata Satu (S-1) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika kemudia hari terbukti bahwa ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiblakan dari orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta, 22 Desember 2015

(5)

i

Konsentrasi Haji dan Umroh Fakukultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Analisis Pelayanan KBIH Terhadap Tingkat Kepuasan Jamaah Haji Pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq Tegal Tahun 2014, dibawah bimbingan H. Fauzun Jamal, LC. MA

Penyelenggaraan Ibadah haji sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah. Berdasarkan undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 pasal 6 menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan pelayanan administrasi, bimbingan Ibadah haji, Akomodasi, Transportasi, Pelayanan Kesehatan, Keamanan, dan hal-hal lainnya yang

diperlukan oleh calon jama’ah Haji. Pembinaan calon haji menjadi tanggung jawab Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota, dalam hal ini seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh. Dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama(KUA), Penyuluhan Agama, Departemen Kesehatan, Alim Ulama, Lembaga/Ormas Islam seperti Penyelenggara Ibadah haji Khusus (PIHK) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan sebagainya.

Keberhasilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dapat dilihat dari aspek kepuasan jamaah haji, hal ini dapat terlihat seberapa besar penilaian jamaah atas kinerja yang diberikan oleh KBIH tersebut. Kepuasan jamaah akan ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh KBIH sesuai dengan kehendak atau harapan jamaah. Untuk itu jaminan kualitas layanan menjadi prioritas utama bagi setiap KBIH dalam memanjakan konsumen.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan hasil penyajian dalam bentuk deskriptif, yang mana hasil data tersebut diperoleh dari angket yang disebar oleh penulis kepada responden, observasi, wawancara, dokumentasi. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden berupa catatan tertulis dari hasil wawancara, angket dan dokumentasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber tertulis yang terdapat dalam buku dan literatur yang terkait dengan judul penelitian. Hasil penelitian ini tampak bahwa 77% para jamaah haji tahun 2014 merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq- Tegal. Kemudian 23% merasa tidak puas, ini mencakup media yang digunakan dalam penyampaian materi membosankan, dan ruang kantor yang kurang nyaman.

(6)

ii Assalamualaikum Wr. Wb.

Innalhamdalillah, tidak ada kata terindah terucap dari lisan maupun

terbesit dalam hati penulis selain rasa syukur kepada Allah SWT semesta alam,

atas berbagai macam nikmat yang telah diberikan kepada penulis. Shalawat serta

salam semoga tercurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW, yang telah

membawa umatnya dari zaman kegelapan kezaman yang tinggi akan peradaban

dan cerahnya ilmu pengetahuan.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai

tanpa bantuan dan dorongan, baik dalam bentuk motivasi, pengarahan, bimbingan,

diskusi, penerimaan, kerja sama, maupun semangat dari berbagai pihak. Oleh

karena itu dalam kesempatan ini, penulis ingin sekali mengungkapkan banyak

terima kasih, terutama kepada semua pihak yang telah membantu dalam

menyelesaikan skripsi ini, khususnya kepada :

1. Dr. Arief Subhan, MA sebagai Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

Komunikasi

2. Drs. Cecep Castrawijaya, MA sebagai Ketua Jurusan Manajemen Dakwah

dan Drs. Sugiharto, MA sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah

sekaligus sekertaris dalam sidang skripsi saya.

3. H. Fauzun Jamal, LC., MA sebagai dosen pembimbing yang telah

memberikan banyak masukan kepada penulis dan telah ikhlas meluangkan

waktunya untuk membimbing serta memberikan arahan, petunjuk, dan

(7)

iii

6. H. Mulkanasir, BA., S.Pd., MM sebagai dosen penguji 1 dalam sidang

skripsi penulis.

7. Drs. M. Sungaidi, MA selaku dosen penguji 2 dalam sidang skripsi penulis

8. Bapak dan Ibu Dosen pengajar serta seluruh staf karyawan Fakultas

Dakwah dan Komunikasi

9. Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq-Tegal

khususnya bapak Drs. H. Sururi, M. Hum selaku ketua KBIH Baitul Atiq

yang membantu penulis dalam melaksanakan tugas penelitian.

10. Seluruh jamaah haji anggota KBIH Baitul Atiq tahun 2014 yang telah

berpartisipasi dalam memberikan pendapatnya melalui pengisian

kuesioner

11. Ayahanda tercinta Mahfudz dan Ibunda Chasiati tercinta yang senantiasa

ikhlas dan sabar dalam mengarungi pahit dan getirnya perjuangan hidup

demi kelangsungan pendidikan penulis mulai dari sekolah dasar sampai ke

jenjang yang lebih tinggi, dan selalu memberikan doa restunya sehingga

penulis dapat menyelesaikan studi Strata-1 di Universitas Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta.

12. Semua keluargaku tercinta, kakek, nenek,om, tante, sepupu, yang telah

memberikan semangat, doa, nasehat selama menyelesaikan skripsi ini.

13. Rekan-rekan mahasiswa satu angkatan periode 2011 jurusan Manajemen

Haji dan Umroh dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu

(8)

iv

skripsi ini bermanfaat bagi yang membaca.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Jakarta, 16 Desember 2015

(9)

iv

ABSTRAK...i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iv

DAFTAR TABEL... vii

BAB I : PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah...1

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah...4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian...5

D. Metode Penelitian...6

E. Waktu dan Tempat Penelitian...11

F. Teknik dan Analisis Data...12

G. Tinjauan Pustaka...13

H. Sistematika Penulisan...14

BAB II : LANDASAN TEORI...16

A. Kepuasan Pelanggan...16

1. Pengertian Kepuasan Pelanggan...16

2. Faktor Kepuasan Pelanggan...18

3. Mengukur Kepuasan Pelanggan...22

B. Kualitas Pelayanan...24

(10)

v

BAB III : GAMBARAN UMUM KBIH BAITUL ATIQ TEGAL...31

A. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Baitul Atiq... 31

1. Sejarah...31

2. Dasar dan Tujuan KBIH Baitul Atiq...32

3. Struktur Organisasi...33

4. Legalitas dan Izin Operasional...35

B. Profil Jamaah Haji KBIH Baitul Atiq Tahun 2014...36

1. Jenis Kelamin...36

2. Umur/Usia...36

BAB IV : ANALISIS TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...37

A. Analisis Kehandalan Pelayanan...37

B. Analisis Daya Tanggap Pelayanan...42

C. Analisis Jaminan Pelayanan...45

D. Analisis Empati Pelayanan...48

E. Analisis Bukti fisik Pelayanan...50

F. Kategori Tingkat Kepuasan...54

G. Hasil Uji Valid dan Reabilitas...55

(11)

vi

A. Kesimpulan...59

B. Saran-saran...59

DAFTAR PUSTAKA

(12)

vii

Tabel 1.1 Operasional Variabel Penelitian...9

Tabel 4.2.1 Prosentase penilaian responden terhadap kinerja pelayanan

penyampaian materi dalam bimbingan...37

Tabel 4.2.2 Prosentase penilaian responden terhadap media yang digunakan

pembimbing KBIH Baitul Atiq pada saat bimbingan...38

Tabel 4.2.3 Prosentase penilaian responden terhadap kelengkapan materi yang di

berikan pembimbing KBIH baitul Atiq...39

Tabel 4.2.4 Prosentase penilaian responden terhadap pelayanan karyawan KBIH

Baitul Atiq dalan pemrosesan data calon jamaah haji tepat waktu...40

Tabel 4.2.5 Prosentase penilaian responden terhadap pelayanan karyawan KBIH

Baitul Atiq dalam pencatatan data jamaah haji...41

Tabel 4.3.1 Prosentase penilaian terhadap kinerja pelayanan pembimbing dalam

menanggapi keluhan dan pertanyaan tentang materi yang belum di

mengerti...42

Tabel 4.3.2 Prosentase penilaian responden terhadap respon pemimpin KBIH

Baitul Atiq dalam menerima saran dari jamaah haji...43

Tabel 4.3.3 Prosentase penilaian responden terhadap tanggapan karyawan KBIH

Baitul Atiq dalam menanggapi komplain dari jamaah haji berkaitan

(13)

viii

urutan pelaksanaan rukun haji...46

Tabel 4.4.2 Prosentase penilaian responden terhadap Pihak Baitul Atiq memantau kesiapan materi dan fisik calon jamaah haji...47

Tabel 4.5.1 Prosentase penilaian responden terharap perhatian yang ditunjukan pembimbing kepada jamaah haji selama waktu bimbingan...48

Tabel 4.5.2 Prosentase penilaian responden terhadap pihak KBIH Baitul Atiq dalam menjalin komunikasi dengan jamaah haji...49

Tabel 4.6.1 Prosentase penilaian responden terhadap ruang KBIH Baitul Atiq..50

Tabel 4.6.2 Prosentase penilaian responden terhadap kondisi ruangan untuk bimbingan haji KBIH Baitul Atiq...51

Tabel 4.6.3 Prosentasi penilaian responden terhadap kondisi perlengkapan praktek haji KBIH Baitul Atiq...52

Tabel 4.6.4 Prosentase penilaian terponden terhadap kenyaman ruang tamu kantor KBIH Baitul Atiq...53

Tabel 4.7 Statistik skor skala kepuasan jamaah haji...54

Tabel 4.7.1 Interpretasi skor kepuasan jamaah haji...54

Tabel 4.7.2 Kategori skor skala kepuasan jamaah haji...55

(14)
(15)

1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penyelenggaraan Ibadah haji sudah menjadi tanggung jawab

Pemerintah. Berdasarkan undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 pasal 6

menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan,

pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan pelayanan administrasi,

bimbingan Ibadah haji, Akomodasi, Transportasi, Pelayanan Kesehatan,

Keamanan, dan hal-hal lainnya yang diperlukan oleh calon jama’ah Haji.1

Penyelenggaraan Ibadah haji merupakan tugas nasional karena

menyangkut nama baik dan martabat bangsa Indonesia di luar negeri,

khususnya di Arab Saudi. Mengingat pelaksanaannya bersifat massal dan

berlangsung dalam waktu yang terbatas, penyelenggaraan ibadah haji

memerlukan manajemen dan sistem yang baik agar tertib dan lancar.2

Oleh karena itu, ibadah haji merupakan kegiatan yang penting yang

memerlukan adanya pengelolaan khusus yang mengurusi masalah kegiatan

haji yang menyangkut tentang pelayanan-pelayanan yang akan diberikan

pada calon jama’ah haji.

Upaya peningkatan pelayanan ibadah haji sebagaimana dirumuskan

dalam kebijaksanaan teknis penyelenggaraan ibadah haji, yaitu kegiatan

bimbingan ibadah haji secara intensif kepada calon haji sejak mendaftar,

selama di arab saudi sampai kembali di Tanah Air.

1

Undang-undang No.13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, pasal 6 2

Agus Supriyadi, skripsi strategi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manasik haji calon

(16)

Pembinaan calon haji menjadi tanggung jawab Kantor Kementrian

Agama Kabupaten/Kota, dalam hal ini seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji

dan Umroh. Dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Kantor Urusan

Agama(KUA), Penyuluhan Agama, Departemen Kesehatan, Alim Ulama,

Lembaga/Ormas Islam seperti Penyelenggara Ibadah haji Khusus (PIHK)

dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan sebagainya.

Keberhasilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dapat dilihat

dari aspek kepuasan jamaah haji. Hal ini dapat terlihat seberapa besar

penilaian jama’ah atas kinerja yang diberikan oleh Kelompok Bimbingan

Ibada Haji (KBIH) tersebut. Kepuasan jama’ah akan ditentukan oleh

kualitas pelayanan yang diberikan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji

(KBIH) sesuai dengan kehendak atau harapan jama’ah. Untuk itu jaminan

kualitas layanan menjadi prioritas utama bagi setiap Kelompok Bimbingan

Ibadah Haji (KBIH) dalam memanjakan konsumen jasa.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq merupakan

sebuah KBIH yang ada di Kabupaten Tegal yang sudah berdiri sejak 15

tahun yang lalu. KBIH Baitul Atiq yang sebagai salah satu pusat

bimbingan ibadah haji di kabupaten Tegal memberikan pelayanan kepada

calon jama’ah haji . Variabel yang utama disajikan oleh Kelompok

Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) adalah memberi kepuasan jama’ah dan

peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaa’ah haji. Kepuasan jamaah haji

adalah kunci bagi KBIH agar tetap dapat bertahan, bersaing dan

menguasai pasar. Untuk itu anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji

(17)

jama’ah haji, dan bagi penyelenggara akan berusaha untuk menghasilkan

kinerja (performance) sebaik mungkin, sehingga dapat memuaskan

jama’ah.

Dengan kata lain faktor penting yang harus diperhatikan adalah

kepuasan pelanggan (jama’ah). Kepuasan jama’ah haji bagi Kelompok

Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) merupakan hal yang sangat penting sebab

jika jama’ah haji tidak puas dapat mempengaruhi jama’ah yang lain.

Semua upaya yang dilakukan untuk mencapai mutu dan memberikan

pelayanan unggul tidak ada artinya jika tidak berusaha untuk mempuaskan

jama’ah haji3.

Alasan penulis tertarik melakukan penelitian ini karena di Kelompok

Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq sebelumnya belum pernah ada

yang melakukan penelitian di KBIH tersebut, dengan adanya penelitian

tentang kepuasaan jama’ah KBIH Baitul Atiq tersebut maka hasil

penelitian tersebut akan bisa menjadi tolak ukur pengurus KBIH ketika

akan melakukan pembenahan di tahun–tahun berikutnya. hal ini menjadi

alasan penulis melakukan penelitian di KBIH Baitul Atiq.

Dari gambaran tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian

terhadap masalah ini yang dituangkan dalam judul skripsi yang berjudul :

“ANALISIS PELAYANAN KBIH TERHADAP TINGKAT

KEPUASAN JAMAAH HAJI PADA KBIH BAITUL ATIQ – TEGAL

TAHUN 2014”.

3

Richard F Gerson, Mengukur Kepuasan Pelanggan, ( Jakarta : PPM, 2002), cet ke -2,

(18)

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

Agar pembatas masalah ini lebih terarah, maka penulis membatasi

masalah yang akan dibahas yaitu hanya tingkat kepuasan jamaah haji

pada KBIH Baitul Atiq.

2. Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai

berikut :

a. Bagaimana pelayanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

Baitul Atiq- Tegal ?

b. Bagaimana tingkat kepuasan jamaah haji pada pelayanan di KBIH

Baitul Atiq-Tegal ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Dengan mengacu pada latar belakang dan perumusan masalah yang

sudah dinyatakan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah :

a. Untuk mengetahui pelayanan KBIH Baitul Atiq

b. Untuk mengetahui tingkat kepuasan jamaah haji pada KBIH Baitul

Atiq-Tegal.

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah :

a. Manfaat Praktis

Bagi penulis, manfaat praktis yang diharapkan adalah

(19)

memperluas wawasan dan sekaligus memperoleh pengetahuan

empirik mengenai penerapan fungsi Ilmu Pemerintahan yang

diperoleh selama mengikuti kegiatan perkuliahan pada Sekolah

Tinggi Ilmu Pemerintahan. Bagi pihak-pihak yang berkepentingan

dengan hasil penelitian, penulis berharap manfaat hasil penelitian

dapat diterima sebagai kontribusi untuk meningkatkan kinerja

aparat melalui peningkatan gaya kepemimpinan yang efektif.

b. Manfaat Akademis.

Manfaat akademis yang diharapkan adalah bahwa hasil

penelitian dapat dijadikan rujukan bagi upaya pengembangan Ilmu

Pemerintahan, dan berguna juga untuk menjadi referensi untuk

lebih mengetahui tingkat kepuasan bagi para jama’ah haji.

c. Bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq dapat

mengetahui tingkat kepuasan jama’ah haji yang bergabung dalam

kelompok bimbingan tersebut dan untuk lebih meningkatkan

pelayanan bagi para jama’ah haji.

D. Metodologi Penelitian.

1. Pendekatan yang digunakan

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

deskriptif kuantitatif. Pengertian metode kuantitatif menurut Borg and Gall

(1989) adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat

positivime, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

(20)

bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah

ditetapkan.

Pendekatan kuantitatif memiliki sifat menjeneralisasi dan memiliki

hipotesis yang dilahirkan dari teori-teori yang mendukung, kemudian

diujikan, penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

penelitian survey dengan cara mengambil sampel dari satu populasi dan

menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.4

Pendekatan ini digunakan dengan cara menyebarkan angket kepada

responden kemudian mengolah angket tersebut.

2. Populasi dan Sampel Penelitian

Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

a. Jumlah populasi sebanyak 30 orang jama’ah di KBIH Baitul Atiq

pada tahun 2014

b. Pengambilan sampel penelitian ini penulis menggunakan sampel

total sampling. Karena pengambilan sampel anggota populasi

dilakukan secara total tanpa memperhatikan strata yang ada dalam

populasi itu. Populasi bersifat homogen.5 Sampel adalah sebagian

atau wakil populasi yang diteliti, 6 sampel penelitian ini meliputi

elemen(responden) yang persyaratan minimal 30 orang. Senada

dengan pendapat Roscoe dalam Sugiono menyarankan tentang

4

Nurul Hidayati Metodologi Penelitian Dakwah, (Jakarta : UIN jakarta Press, 2006), h.82

5

Sugiyona,metode Penelitian Bisnis, ( Bandung: CV alfabetha 2008) cet ke-5 h.74

6

Suharmini Arikunto, Prosedur Penelitian :Suatu Pendekatan Prakter, (Jakarta: Rineka Cipta,

(21)

ukuran sampel untuk penelitian ukuran sampel yang layak dalam

penelitian adalah antara 30 dengan 500. Gay berpendapat bahwa

minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan metode

penelitian yang digunakan Metode deskriptif, minimal 10%

populasi dan metode deskriptif korelatif minimal 30 subjek

Oleh karena itu dengan alasan jumlah jamaah haji tahun 2014

di KBIH Baitul Atiq sebanyak 30 jamaah, maka penulis

mengambil semua populasi tersebut. Yaitu sebanyak 30 jamaah.

3. Operasional Variable Penelitian

Komponen dalam penelitian ini adalah yang diduga dapat

mempengaruhi kepuasan jama’ah haji dalam pelaksanaan serta dalam

perjalanan haji melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

(22)

Tabel 1.1

Operasional Variabel Penelitian

Variabel X Indikator Kepuasan dalam Pelayanan

Kehandalan 1) Kemampuan pembimbing haji dalam memberikan bimbingan

haji secara tepat kepada jamaah(cara penyampaian, media,

kelengkapan materi)

2) Ketepatan karyawan dalam memberikan pelayanan kepada

jamaah haji sesuai dengan waktu yang disepakati (pelayanan

sesuai janji, pencatatan data jamaahn haji)

Daya

tanggap

3) Pembimbing merespon dengan segera keluhan dan pertanyaan

jamaah

4) Pimpinan KBIH menanggapi saran dari jamaah

5) Pelayanan yang dilakukan karyawan menanggapi komplain dari

jamaah haji dengan segera

Jaminan 6) Jaminan jamaah haji dibimbing dengan baik

7) Jaminan dipantau kesiapan materi dan fisik oleh pihak KBIH

Empati 8) Pimpinan dan pembimbing KBIH Baitul Atiq bertegur sapa

kepada jamaah dan menanyakan materi dan doa-doa

9) KBIH masih menjalin komunikasi dengan jamaahnya

Bukti fisik 10) Kelayakan kondisi ruangan bimbingan haji

11) Kelayakan perlengkapan manasik

(23)

Variable Y Indikator Kepuasan dalam Pelayanan

Kepuasan Tingkat Kepuasan Jamaah Haji KBIH Baitul Atiq

4. Teknik pengambilan data

Teknik yang digunakan untuk memperoleh data penelitian

diantaranya :

a. Penyebaran kuesioner, yaitu daftar pertanyaan yang disetiap

pertanyaannya sudah disediakan jawabannya untuk dipilih, atau

disediakan tempat untuk mengisi jawaban.

b. Wawancara, yaitu teknik pengambilan data apabila peneliti

ingin melakukan study pendahuluan untuk menemukan

permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti

ingin mengeahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam

dan jumalh respondennya sedikit/kecil. Teknik pengambilan

data ini berdasarkan pada laporan tentang diri sendiri atau

self-report, atau setidaknya pada pengetahuan atau keyakinan

pribadi.

c. Dokumentasi, yaitu dilakukan dengan meneliti catatan-catatan

atau dokumentasi perusahaan yang tidak dirahasiakan yang ada

dan mempunyai relefansi dengan tujuan penelitian.

d. Observasi, yaitu pengamatan dan juga pencatatan sistematik atas

unsur-unsur yang muncul dalam suatu gejala atau gejala-gejala yang

(24)

akan dilaporkan dalam suatu laporan yang tersusun secara sistematis

mengikuti aturan yang berlaku.

5. Kuesioner

Kuesioner yang saya gunakan untuk penelitian mengenai tingkat

kepuasan jamaah haji terhadap pelayanan KBIH Baitul Atiq ini

menggunakan kuesioner berupa angket tertutup, artinya angket yang

pada setiap itemnya sudah ada alternatif jawabannya sehingga

responden tinggal memilih jawaban yang ada. Kuesioner ini diberikan

kepada responden yang terpilih menjadi sampel yaitu jamaah haji

KBIH Baitul Atiq-Tegal. Metode ini digunakan untuk memperoleh

data primer yaitu data tentang kualitas pelayanan (kehandalan,

daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik) yang diberikan KBIH

Terhadap kepuasan jamaah haji pada KBIH Baitul Atiq.

6. Sumber Data

Untuk mendapatkan data yang akurat sumber data terdiri dari

data primer dan sekunder.

a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden

berupa angket dan dokumentasi.

b. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber

tertulis yang terdapat dalam buku dan literatur yang terkait

dengan judul penelitian.7

E. Waktu dan Tempat Penelitian

a. Waktu Penelitian

7

(25)

Penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2015 sampai

akhir Desember 2015.

b. Tempat Penelitian

Dalam mengadakan penelitian ini penulis mengambil lokasi salah

satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, yaitu di kantor KBIH

Baitul Atiq yang beralamat di Jalan. KH. Umar Asmawi No. 08

Kebasen RT 11 RW 03 Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.

F. Teknik Analisis Data

Setelah data yang dibutuhkan dalam penyusuan skripsi ini

terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data. Teknik

analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

kuantitatif. Maksudnya untuk menjawab perumusan masalah mengenai

sejauh mana tingkat kepuasan jamaah haji terhadap pelayanan yang

diberikan oleh KBIH Baitul Atiq-Tegal. dengan menggunakan rumus

ditribusi frekuensi. Distribusi frekuensi yaitu merupakan susunan data

menurut kelas-kelas interval tertentu atau kategori tertentu dalam sebuah

daftar.

Instrumentasi yang digunakan untuk memperoleh data penelitian

adalah skoring. Skoring merupakan kegiatan pemberian skor terhadap data

yang telah disiapkan dalam pilihan jawaban yang telah dibuat. Penilaian

dalam penelitian ini diambil dari isian angket yang dibagikan kepada 30

(26)

penulis sediakan. Selanjutnya skor ditentukan melalui kriteria sebagai

berikut :

a. Responden yang menjawab a diberi skor 3

b. Responden yang menjawab b diberi skor 2

c. Responden yang menjawab c diberi skor 1

Variabel yang diduga dapat mempengaruhi kepuasan jama’ah haji

dalam pelaksanaan serta dalam perjalanan haji memalui KBIH Baitul atiq

– Tegal. Variabel-variabel tersebut adalah antara kepuasan jama’ah haji

terhadap pelayanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji(KBIH) Baitul

atiq-Tegal.

dengan menggunakan rumus ditribusi frekuensi. Distribusi frekuensi

yaitu merupakan susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau

kategori tertentu dalam sebuah daftar.

Dalam penelitian ini variabel independen atau variabel bebas diberi

simbol X adalah pelayanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

kemudian variabel dependen atau variabel terikat diberi simbol Y adalah

kepuasan jama’ah haji.

G. Hipotesis

Ho = tidak ada hubungan pelayanan KBIH Baitul Atiq terhadap Kepuasan

Jamaah Haji tahun 2014

Ha = ada hubungan pelayanan KBIH Baitul Atiq terhadap Kepuasan

(27)

H. Tinjauan Pustaka

Dalam beberapa skripsi yang penulis baca, banyak pendapat yang

harus diperhatikan dan menjadi perbandingan selanjutnya. Adapun setelah

penulis mengadakan kajian kepustakaan, penulis menemukan beberapa

skripsi yang memiliki judul yang hampir sama dengan yang penulis teliti.

Judul-judul tersebur adalah :

1. Ayi Aminuddin Rosid: “Analisis Pengaruh Tingkat Kualitas Pelayanan

Terhadap Kepuasan Pelanggan” (Studi Kasus Jamaah Haji PT. As

Shofa Travel Jakarta). Pada karya ini menggunakan 5 dimensi Service

Qualityyaiturealibility, responsievness, assurance, emphaty, tangibles

namun dari hasil penelitian yang menggunakan kelima variable

tersebut menunjukkan tidak responsif terhadap kepuasan pelanggan

(jamaah haji) karena pengaruhnya hanya sedikit terhadap kepuasan

pelanggan.

2. Dianti, “Analisis Tingkat Harapan dan Kepuasan Jama’ah Haji

terhadap Pelayanan PT. Hikmah Perdana Tour Jakarta.’ Skripsi ini

berisi tentang tingkat harapan dan penilaian jama’ah terhadap kinerja

yang diberikan oleh pihak pelayanan Penyelenggara Ibadah Haji

Khusus (PIHK) untuk meningkatkan kepuasan jama’ah haji pada PT.

Hikmah Perdana Tour.

Meskipun judul yang penulis teliti tidak jauh berbeda dengan

kedua skripsi tersebut, dalam penelitian ini penulis lebih menekankan

tentang tingkat kepuasan jama’ah haji terhadap pelayanan dengan

(28)

KEPUASAN JAMAAH HAJI PADA KBIH BAITUL ATIQ –

TEGAL TAHUN 2014”

I. Sistematika Penulisan

Untuk lebih mudah memahami pembahasan dan penulisan pada

skripsi ini, maka penulis menguraikan secara terperinci masalah demi

masalah yang pembahasannya terbagi menjadi lima bab dan

masing-masing baba terdiri dari sub bab dengan sistematika penulisan sebagai

berikut :

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini mengurai Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan

perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Mtodologi

Penelitian, Tinjauan Pustaka dan Sistematika Penulisan.

BAB II Tinjauan Teoritis

Terdiri dari beberapa hal diantaranya (1) tingkat kepuasan yang

terdiri dari pengertian kepuasan pelanggan, faktor-faktor yang

mempengaruhi kepuasan pelanggan dan mengukur kepuasan

pelanggan, (2) tingkat pelayanan yang terdiri dari pengertian

kualitas pelayanan, dimensi pelayanan, dan desain pelayanan.

BAB III Gambaran Umum KBIH Baitul Atiq–Tegal

Yang terdiri dari (1) Kelompok bimbingan Ibadah haji (KBIH)

(29)

tujuan KBIH Baitul Atiq, legalitas dan izin operasional), (2) profil

jama’ah (jenis kelamin, umur/usia dan wilayah tempat tinggal).

BAB IV Analisis Temuan Penelitian dan Pembahasan

Pada bab ini penulis berkonsentrasi terhadap analisis tingkat

kepuasan jama’ah haji tahun 2015 terhadap pelayanan Kelompok

Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq- Tegal Yang terdiri

dari : Analisis keandalan (reability) pelayanan, analisis tanggapan

(koresponsipan), analisis berwujud (Tangible), kategori tingkat

kepuasan dan hasil analisis

BAB V Penutupan

Mengurai tentang kesimpulan dan saran-saran yang menjadi

(30)

6

LANDASAN TEORI

A. Kepuasan Pelanggan

1. Pengertian Kepuasan Pelanggan

Oliver dalam bukunya menyatakan kepuasan adalah tanggapan

pelanggan atas terpenuhinya kebutuhan yang berarti bahwa penilaian

pelanggan atas barang atau jasa memberikan tingkat kenyamanan

yang terkait dengan pemenuhan suatu kebutuhan, termasuk

pemenuhan kebutuhan yang tidak sesuai harapan atau pemenuhan

yang melebihi harapan pelanggan1. Kepuasan pelanggan adalah

rangkuman kondisi psikologis yang dihasilkan ketika emosi yang

mengelilingi harapan yang tidak cocok dilipat gandakan oleh

perasaan-perasaan yang terbentuk dalam pelanggan tentang

pengalaman pengkonsumsian2.

Definisi kepuasan pelanggan juga dipaparkan oleh Tse dan

Wison menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan

adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian atau

diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja

aktual produk yangdirasakan setelah pemakaian3. Artinya bahwa

pelanggan akan merasa puas bila hasilnya sesuai dengan yang

diharapkan dan sebaliknya pelanggan akan merasa tidak puas bila

1

Barnes james G.Secrets of Customer Relationship Management (Rahasia Manajemen Hubungan

Pelanggan).Yogyakarta : Andi. 2003 h. 64 2

Peter. J. Paul dan Jerry C Olson. Edisi Ke-4. (Costumer Behavior perilaku konsumen dan strategi

pemasaran). Jakarta : Erlangga. 1994 H.157 3

(31)

hasilnya tidak sesuai dengan harapan, sebagai contoh seorang

pelanggan puas dengan kinerja bank maka pelanggan tersebut akan

terus menabung dan sebaliknya bila tidak puas maka akan menutup

rekening di bank tersebut dan pindah ke bank yang lain. Sesuai

dengan pendapat kuswadi kepuasan pelanggan yaitu perbedaan antara

harapan pelanggan dan persepsi pelanggan terhadap apa yang

diberikan perusahaan4.

Menurut Amir kepuasan pelanggan adalah sejauh mana manfaat

sebuah produk dirasakan ( preceived) sesuai dengan apa yang

diharapkan pelanggan5. Contohnyanseorang pelanggan akan selalu

membeli di toko A karena meme uhi semua kebutuhan atau

harapannya.

Dari berbagai pendapat yang dilontarkan para ahli bisa

disimpulkan definisi kepuasan pelanggan adalah respon dari perilaku

yang ditunjukan oleh jama’ah haji tahun 2014 Kelompok Bimbingan

Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq – Tegal yaitu dirasakan oleh para

jama’ah. Apabila hasil yang dirasakan dibawah harapan, maka jama’ah

haji akan kecewa, kurang puas bahkan tidak puas terhadap kinerja

pelayanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq –

Tegal, namun sebaliknya apabila sesuai dengan harapan, jama’ah haji

akan puas dan bila kinerja melebihi harapan, jama’ah haji akan sangat

4

Kuswadi.Cara Mengukur Kepuasan Karyawan. Jakarta : PT elex Media Komputindo

2004 h. 16 5

Amir, M. Taufik. Edisi Pertama.Dinamika pemasaran Jelajah dan Rasakan. Jakarta :

(32)

puas terhadap kinerja atau pelayanan Kelompok Bimbingan Ibadah

Haji (KBIH) Baitul Atiq–Tegal.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan pelanggan

Kepuasan pelanggan harus disertai dengan pemantauan terhadap

kebutuhan dan keinginan yang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Seperti yang diungkap oleh Cravens, dan beberapa faktor kepuasan

pelanggan yaitu :

a. Sistem Pengiriman

Memindahkan produk dari produsen ke pelanggan atau pemakai

akhir dalam bisnis biasanya meliputi saluran distribusi dari para

pemasok, pabrikan dan perantara. Untuk dapat memuaskan

pelanggan, jaringan ini harus berfungai sebagai unit yang terpadu

dan terkoordinir dimana semua anggotanya mengerti dan

menaggapi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

b. Performa produk atau jasa.

Performa dan keunggulan suatu produk atau jasa sangatlah penting

dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan, yang bisa disebut

sebagai hal utama dalam bersaing.

c. Citra

Citra atau merek perusahaan yang baik merupakan keunggulan

bersaing yang mempegaruhi tingkat kepuasan pelanggan

darimsudut positif. Terbentuk citra merrek (brand image) dan nilai

merek (brand equity) adalah pada saat pelanggan memperoleh

(33)

d. Hubungan harga-nilai

Pelanggan menginginkan nilai yang ditawarkan merek sesuai

dengan harga yang diberikan, oleh karenanya terdapat hubungan

yang menguntungkan antara harga dan nilai. Merek diproduksikan

oleh perusahaan sebagai suatu nilai yang unik sesuai harganya. Di

lain pihak, manajemen memutuskan untuk bersaing atas dasar

harga rendah di antara merek-merek dimana para pembeli sudah

menetapkan nilai yang seimbang.

e. Kinerja atau Prestasi Karyawan

Kinerja produk dan sistem pengiriman tergantung pada bagaimana

semua bagian organisasi bekerjasama dalam proses pemenuhan

kepuasan pelanggan. Setiap orang dalam organisasi mempengaruhi

pelanggan, baik hal-hal yang menyenangkan ataupun yang tidak

menyenangkan.

f. Persaingan

Kelemahan dan kekuatan para pesaing juga mempengaruhi

kepuasan pelanggan dan merupakan peluang untuk memperoleh

keunggulan bersaing. Pessaing yang spesifik menimbulkan dampal

baik atau buruk dalam rangka memenuhi keinginan segmentasi

pasar. Mengetahui kesenjangan (gap) antara keinginan pembeli

dengan tawaran yang diberikan para pesaing merupakan peluang

untuk meningkatkan kepuasan pelanggan6.

6

(34)

Menurut Lupiyoadi ada lima faktor utama yang perlu diperhatikan

dalam kaitannya dengan kepuasan pelanggan yaitu :

a. Kualitas produk

Pelanggan akan puas bila evaluasi mereka menunjukan

bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.

b. Kualitas pelayanan

Pelanggan akan merasa puas bila mendapat pelayanan yang

baik atau yang sesuai dengan harapan.

c. Emosional

Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan

bahwa orang lain akan kagum bila sesorang menggunakan

produk yang bermerek dan cenderung mempunyai kepuasan

yang lebih tinggi. Kepuasan yang diperoleh bukan karena

kualitas dari produk tetapi nilai sosial yang membuat pelanggan

menjadi puas denga merek tertentu.

d. Harga

Produk yang mrmpunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan

harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih

(35)

e. Biaya

Pelanggan yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau

tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk

atau jasa cenderung puas terhadap produk atau jasa tersebut7.

Menurut lupioady, kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh beberapa

faktor berikut :

a. Mutu produk atau jasa

Yaitu mengenai mutu produk atau jasa yang lebih bermutu

dilihat dari fisiknya.

b. Mutu pelayanan

Berbagai jenis pelayanan akan selalu dikritik oleh pelanggan,

tetapi bila pelayanan memenuhi harapan pelanggan maka

secara tidak langsung pelayanan dikatakan bermutu. Contohnya

pelayanan penagduan pelanggan yang segera diatasi atau

diperbaiki bila ada yang rusak.

c. Harga

Harga adalah hal yang paling sensitif untuk memenuhi

kebutuhan pelanggan. Pelanggan akan cenderung memilih

produk atau jasa yang memberikan penawaran harga lebih

rendah dari yang lain.

7

Lupiyoadi, Rahmat. Edisi pertama.Manajemen Pemasaran Jasa : Teori dan Prakter. Jakarta :

(36)

d. Waktu penyerahan

Maksudnya bahwa baik pendistribusian maupun penyerahan

produk atau jasa dari perusahaan bisa tepat waktu dan seusai

dengan perjanjian yang telah disepakati.

e. Keamanan

Pelanggan akan merasa puas bila produk atau jasa yang

digunakan ada jaminan keamanannya yang tidak

membahayakan pelanggan tersebut8.

Kesimpulan dari beberapa pendapat ahli diatas, teori yang

paling lengkap untuk mengulas faktor-faktor kepuasan pelanggan

adalah menurut Lupiyoadi yaitu kualitas produk, kualitas

pelayanan, emosional, harga dan biaya.

3. Mengukur Kepuasan Pelanggan

Mengukur kepuasan pelanggan adalah untuk mengetahui sampai

sejauh mana perusahaan bisa mengukur mutu dan aktifitas pelayanan

untuk menentukan tingkat kepuasan dan membantu perusahaan

mengembangkan program untuk meningkatkan ikatan pelanggan.

Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan setiap perusahaan

untuk mengukur dan memantau kepuasan pelanggan (juga pelanggan

perusahaan pesaing) Kotler mengemukakan 4 metode untuk mengukur

kepuasan pelanggan, yaitu sebagai berikut9:

a. Sistem Keluhan dan Saran

8

Kuswadi.Cara Mengukur Kepuasan Karyawan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo 2004 h.17

9

(37)

Setiap perusahaan yang berorientasi pada pelanggan (costumer

oriented) perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para

pelanggan untuk menyampaikan saran, pendapat, dan keluhan

mereka. Media yang bisa digunakan meliputi kotak saran yang

diletakan ditempat-tempat strategis(yang mudah dijangkau atau

sering dilewati pelanggan), menyediakan kartu komentar (yang

bisa diisi langsung ataupun yang bisa dikirim via pos kepada

perusahaan), menyediakan saluran telepon khusus (costumer hot

kines), dan lain-lain.

b. Ghost Shopping

Metode ini dilaksanakan dengan cara mempekerjakan beberapa

orang (ghost shopper) untuk berperan atau bersikap sebagai

pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing

berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk

tersebut. Selain itu ghost shopper juga dapat mengamati atau

menilai cara perusahaan dan pesaingnya menjawab

pertanyaan-pertanyaan pelanggan dan mengenai setiap keluhan.

c. Lost Costumer Analysis

Metode ini sangat ynuk, perusahaan berusaha menghubungi para

pelanggan yang telah berhenti membeli atau yang telah beralih

pemasok. Diharapkan adalah akan diperoleh informasi ini sangat

bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan

selanjutnya dalam rangka meningkatkan kepuasan dan loyalitas

(38)

d. Survey Kepuasan Pelanggan

Umumnya banyak penelitian mengenai pelanggan dilakukan

dengan menggunakan metode survey, baik melalui pos, telepon,

maupun wawancara pribadi. Melalui survey, perusahaan akan

memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari

pelanggan dan sekaligus juga memberi tanda(signal) positif bahwa

perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya.

B. Kualitas Pelayanan

1. Pengertian Kualitas Pelayanan

Roger mendefinisikan kualitas sebagai kecocokan penggunaan

yang artinya barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan

pelanggan10. Menurut Crosby dalam (Nasution 2004:14) kualitas

adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang

disyaratkan atau distandarkan11, bila suatu produk memiliki kualitas

apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan dengan

meliputi bahan baku, proses produksi, dan produk jadi. Garvin dan

davis dalam Nasution 2004 menyatakan bahwa kualitas adalah kondisi

dinamis lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan

pelanggan12.

10

Roger, G. S.Implications for Marketing Strategi. Dallas : BPS. 1995 H. 157

11

Nasution. M. Nur ,Manajemen Jasa Terpadu.Bogor : ghalia Indonesia. 2004 H. 41

12

(39)

Pelayanan sering disebut sebagai jasa yang diberikan oleh

perusahaan, artinya bahwa adanya suatu perbuatan yang dilaksanakan

suatu pihak terhadap pihak lain13.

Definisi dari pelayanan itu sendiri menurut Sugiarto adalah

upaya maksimal yang diberikan oleh petugas pelayanan dari sebuah

perusahaan industri untuk memenuhi harapan dan kebutuhan

pelanggan sehingga terdapai kepuasan14.

Menurut Helien pelayanan pelanggan adalah kegiatan yang

berorientasi kepada pelanggan yang terdiri dari elemen-elemen nyata

berupa faktor yang bisa diraba, didengar dan dirasakan seperti ukuran,

berat, warna dan sebagainya15. Kemudian adanya elemen-elemen

tidak nyata yaitu lebih sulit diukur dan sering kali subyektif karena

tergantung pada sikap yang bisa dipengaruhi namun tidak diajarkan,

sebagai contoh rasa nyaman, rileks, percaya dan lain sebagainya.

Definisi dari Nasution kualitas pelayanan adalah tingkat

keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat

keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan16.

Berbagai definisi telah diurai diatas bisa ditarik kesimpulan

pengertian dari kualitas pelayanan yaitu segala bentuk

penyelenggaraan pelayanan secara maksimal dengan segala

13

Tunggal, Amin Wijaya. Kamus MBA. Jakarta : Bumi Askara. 1996 H.235

14

Sugiarto, Endar.Psikologi Pelayanan Pelayanan dalam Industri Jasa. Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama. 2002 H. 216 15

Helien, fisher.Layanan Konsumen dalam Seminggu. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. 2004

H. 7 16

(40)

keunggulan dalam rangka memenuhi para jamaah demi memenuhi

harapan jamaah haji.

2. Dimensi Kualitas Pelayanan

Sunarto mengidentifikasikan tujuh dimensi dasar dari kualitas

yaitu :

a. Kinerja

Yaitu tingkat absolut kinerja barang atau jasa pada atribut kunci

yang diidentifikasikan para pelanggan.

b. Interaksi Pegawai

Yaitu seperti keramahan, sikap hormat, dan empati ditunjukan oleh

masyarakat yang memberikan jasa atau barang

c. Reliabilitas

Yaiitu konsistensi kinerja barang, jasa dan toko.

d. Daya Tahan

Yaitu rentan kehidupan produk dan kekuatan umum.

e. Ketepatan waktu dan Kenyaman

Yaitu seberapa cepat produk diserahkan atau diperbaiki, seberapa

cepat produk informasi atau jasa diberikan.

f. Estetika

Yaitu lebih pada penampilan fisik barang atau toko dan daya tarik

(41)

g. Kesadaran akan merek

Yaitu dampak positif atau negatif tambahan atas kualitas yang

tampak, yang mengenal merek atau nama toko atas evaluasi

pelanggan17.

Terdapa lima dimensi kualitas pelayanan menurut para

narasumber dalam Lupiyoadi, yaitu :

a. Tangibles, atau bukti fisik yaitu kemampuan perusahaan dalam

menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Yang

dimaksud bahwa penampilan dan kemampuan sarana dan

prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya

adalah bukti nyata dan pelayanan yang diberikan.

b. Reliability,atau keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk

memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat

dan terpercaya.

c. Responsiveness, atau ketanggapan yaitu suatu kemauan untuk

membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat

kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas

d. Assurance, atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan,

kesopanan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk

menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan.

Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi,

kredibilitas, dan sopan santun.

17

Sunarto,Perilaku Konsumen. Yogyakarta : AMUS Yogyakarta, CV Ngeksigondo Utama. 2003

(42)

e. Empathy, yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat

individual atau peribadi yang diberikan kepada para pelanggan

dengan berupaya memahami keinginan pelanggan. Sebagai

contoh perusahaan harus mengetahui keinginan pelanggan

secara spesifik dari bentuk fisik produk atau jasa sampai

pendistribusian yang tepat18.

Garvin mengembangkan delapam dimensi kualitas, yaitu :

a. Kinerja (performance) yaitu mengenai karakteristik operasi

pokok dari produk inti. Misalnya bentuk dan kemasan yang

bagus akan lebih menarik pelanggan.

b. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu

karakteristik sekunder atau pelangkap.

c. Kehandalan (reability), yaitu kemungkinan kecil akan

mengalami kerusakan atau gagal dipakai.

d. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications).

Yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi

standar-standar yang telah di tetapkansebelumnya. Seperti

halnya produk atau jasa yang telah ditetapkan sebelumnya.

Seperti halnya produk atau jasa yang diterima pelanggan harus

sesuai bentuk sampai jenisnya dengan kesepakatan bersama.

18

Lupiyoadi, Rambat. Edisi Pertama.Manajemen Pemasaran Jasa : Teori dan Praktik. Jakarta :

(43)

e. Data tahan (durability), berkaitan dengan berapa lama produk

tersebut dapat terus digunakasn. Biasanya pelanggan akan

marasa puas bila produk yang dibeli tidak pernah rusak.

f. Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan,

mudah direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan.

g. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.

Misalnya kemasan produk dengan warna cerah, kondisi gedung

dan lain sebagainya.

h. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality), yaitu citra dan

reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan

terhadapnya19. Sebagai contoh merek yang lebih dikenal

masyarakat(brand image) akan lebih dipercaya dari pada merek

yang masih baru dan belum dikenal.

Dari beberapa pendapat para ahli tentang dimensi kualitas

pelayanan, dapat disimpulkan beberapa dimensi yang cocok untuk

penelitian ini yaitu dengan memenuhi syarat agar sebuah pelayanan

memungkinkan untuk menimbulkan kepuasan pelanggan. adapun

dimensi-dimensi tersebut yaitu : Tangables atau bukti fisik, Reability

atau keandalan, Responsivenses atau ketanggapan. Assurance atau

jaminan,Empathyatau perhatian.

3. Desain Pelayanan

19

Tjiptono, Fandi. Dan Anastasia Diana. Edisi Ke-lima.Total Quality Management (TQM)

(44)

Desain pelayanan merupakan cara perusahaan untuk

memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen. Tujuan dari desain

pelayanan adalah mengurangi tingkat komplain dari konsumen untuk

diantisipasi oleh perusahaan secara maksimal. Cara untuk

memaksimalkan pelayanan terhadap konsumen dilakukan dengan

jalan20:

a. Membuat desain pelayanan berdasarkan partisipasi pelanggan

(costomer’s pasticipation design)

b. Membuat desain pelayanan berdasarkan partisipati pelanggan

setelah dilakukan pengiriman (costomer’s participation in delivery)

20

Avialiani dan Wilfridus,Membangun Kepuasan Pelanggan Melalui Kualitas Pelayanan.2002 h.

(45)

31

GAMBARAN UMUM TENTANG

KBIH BAITUL ATIQ–TEGAL

A. KBIH Baitul atiq 1. Sejarah

Menurut Ketua KBIH Baitul Atiq H. Sururi, M. Hum

menyatakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq

pada mulanya didirikan oleh sepasang suami istri Bapak H. Mukharori

dan ibu Hj. Chumaedah pada bulan Mei 1992, ketika Bapak

Muhammad Rais dan Ibu Rihanah (orang tua bapak H. Mukharori)

dan ibu Toifah (Ibunda Hj. Chumaedah ) hendak berangkat

menunaikan ibadah haji. Pada saat itu pengajian manasik haji hanya

ada dirumah Bapak. Muhammad Rais dan ibu Rihanah dan ibu Toifah

tidak bisa mengikutinya. Selanjutnya Bapak H. Mukharori beserta istri

mempunyai inisiatif untuk mengadakan pengajian manasik haji sendiri

dirumahnya di Desa Kebasen Kecamatan Talang Kabupaten tegal.

Setelah mendapatkan informasi dari bapak H. Chumaedi (Kakak

Ibu Hj. Chumaedah) bahwa di desa Jatibarang Kab Brebes ada

pengajian manasik haji yang dibimbing oleh Ibu Hj. Aenun Nadhiroh,

kemudian Bapak Mukharori menghubungi Ibu Hj. Aenun Nasdhiroh

untuk memohon kesediaan waktunya membimbing manasik haji

(46)

Pada tahun 1997 Bapak H. Mukharori dan istrinya memberikan

sebidang wakaf di samping makam di desa Kebasen dan pada tahun

itu pula dimulai dibangun pembangunan gedung KBIH Baitul Atiq

untuk kegiatan pengajian Manasik haji. Selanjutnya pengurus

mengajukan izin operasional kepada Kepala Kantor Wilayah

Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada tanggal

23 Oktober 1998. Pada tanggal 28 November 1998 telah diterima

surat keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi

Jawa Tengah Nomor : Wk/4-a/HJ.02/4575/1998 tentang perizinan

operasional KBIH. Mengingat rumah bapak H. Mukharori tidak

cukup untuk kegiatan pengajian maka dibangun gedung Baitul Atiq

agar bisa menampung jamaah lebih besar. Pada tahun 2000 gedung

baru Baitul Atiq diresmikan untuk melakukan kegiatan manasik haji

sampai saat ini.1

2. Dasar dan Tujuan KBIH Baitul Atiq

Dasar penyelenggaraan KBIH Baitul Atiq adalah sebagai

berikut :

a. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Yayasan Baitul Atiq

nomor 1 tanggal 9 Agustus 1999

b. Hasil rapat Pengurusan KBIH Baitul Atiq tentang program kerja

pada tanggal 24 Oktober 1998

c. Surat izin operasional dari Kepala Kantor Wilayah Departemen

Agama Provinsi Jawa Tengah

1

(47)

d. Surat keputusan Direktur Jendral Penyelenggaan Haji dan Umroh

tentang pedoman operasional kelompok bimbingan.2

Tujuan penyelenggaraan KBIH Baitul Atiq adalah untuk

memberikan sebuah bimbingan haji yaitu tuntunan mansik haji dan

perjalanan ibadah haji yang meliputi kebijakan pemerintah di bidang

penyelenggaraan ibadah haji, teori dan praktik manasik haji, hikmah

ibadah haji, perjalanan dan pelayanan haji, kesehatan, serta hak dan

kewajiban haji.

Setelah mendapatkan bimbingan haji, diharapkan jamaah calon

haji dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri dengan benar

sesuai dengan tuntunan syariat Islam dengan memenuhi syarat, rukun,

dan wajib haji beserta sunnah-sunnahnya sehingga menjadi haji yang

mabrur.

2

(48)

3. Struktur Organisasi KBIH Baitul Atiq

a. Struktur Organisasi

Bagan 1

Pembina

Ketua

Umum

Ketua

Bendahara

Bendahara

Umum

Sekretaris

Sekretaris

Umum

Pengawas

Pelaksana

Konsumsi

Humas Sarana

Prasarana Tim

Pendaftaran Tim

(49)

a. Pembina Kelompok Bimbingan Ibadah Hji Baitul Atiq-Tegal

• Majlis wakil cabang Nahdlatul Ulama (MWC) NU Talang :

- Rois Syuriyah KH. M. Chuseni sebagai ketua

- Ktua Tanfidziyah Ust.Misbakhul Mundir, S.ag.

sebagai anggota

b. Pengurus Masa Khidmat 2014-2019

• Ketua umum : Drs. H. Sururi, M. Hum.

• Ketua : K.H. Achmad Falachi

• Sekretaris Umum : H. Ading salim

• Sekretaris : H. Sujai Jamali

• Bendahara umum : H. Mukharori

• Bendahara : H. Nur Sodik

c. Pengawas Masa Khidmat 2014-2019

• Pengawas Masa Khidmat 2014-2019

- K.H. Muhammad Sebagai Ketua

- H. Nasrudin sebagai Anggota

- H. Ibrohim sebagai Anggota

d. Pelaksana Kegiatan KBIH Baitul Atiq Masa Khidmat 2014-2019

• Tim Pembimbing Ibadah Haji :

- KH. Muhammad AS

- KH. M. Chuseni

- KH. Achmad Falachi

(50)

- Drs. H. Sururi, M. Hum

- H. M. Ading

- Ust. Misbakhul Mundir, S. Ag

• Pendaftaran Jamaah Calon Haji :

- H. M. Ading

- H. Ali. Mustaqim

- H. Nur Sodik

- H. Taslihin

• Sarana Prasarana :

- H. Ali Mustakim

• Hubungan Masyarakat

- H. Taslikhin

- Pengurus ranting NU se-Kecamatan Talang dan

Pengurus MWC NU Talang

• Konsumsi

- Hj. Khumaedah

- Hj. Hindun

- Hj. Solkhah

4. Legalitas dan Izin Operasional

Dasar hukum penyelenggaraan dan pengelolahan Kelompok

Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Baitul Atiq :

a. Undang-undang No. 17 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan

(51)

b. Keputusan Menteri Agama RI No. 371 tahun 2002 tentang

penyelenggaraan Ibadah haji dan umroh

c. Surat keputusan Kepala kantor Wilayah Departemen Agama

Provinsi Jawa Tengah nomor : Wk./ 4-a/ HJ.02/45751998

d. Surat keputusan Kepala kantor Wilayah Departemen Agama

Provinsi Jawa Tengah nomor : W./ 4-a/ HJ.02/2160 A/2000 pada

24 Juni 2000

e. Surat keputusan Direktur Jendral Penyelenggaraan Ibadah Haji dan

Umroh nomor D/151/Tahun 2009 tertanggal 13 April 2009

f. Surat keputusan Direktur Jendral Penyelenggaraan Ibadah Haji dan

Umroh nomor D/332/Tahun 2012 tertanggal 15 Mei 2012

g. Surat keputusan Direktur Jendral Penyelenggaraan Ibadah Haji dan

Umroh nomor D/799/ Tahun 2013 tertanggal 20 desember 2013

tentang pedoman operasional kelompok bimbingan.3

B. Profil jamaah haji KBIH Baitul Atiq tahun 2014

Adapun data yang penulis himpun dari hasil penelitian, jamaah haji

tahun 2014 antara lain :

1. Jenis Kelamin

Jumlah jamaah haji yang mendaftar di tahun 2014 pada KBIH Baitul

Atiq sejumlah 30 jamaah. Terdiri dari 16 jamaah pria dan 14 jamaah

wanita.

3

(52)

2. Umur/Usia

Berdasarkan data yang penulis peroleh, usia jamaah haji KBIH Baitul

Atiq tahun 2014 adalah4:

Usia 30-40 = 6 jamaah

Usia 40-50 = 16 jamaah

Usia 50-60 = 6 jamaah

Usia 60-70 = 2 jamaah

4

(53)

ANALISIS TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kehandalan Pelayanan

1. Pelayanan penyampaian materi dalam bimbingan

Bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan dalam

penyampaian materi yang diberikan pembimbing KBIH baitul Atiq

saat Bimbingan, ini berarti pihak KBIH harus memberikan

penyampaian materi dengan bahasa yang jelas agar mudah dipahami

oleh jamaah

Dari 30 responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh hasil penilaian terhadap tingkat kepuasan pada kinerja

pelayanan penyampaian materi dalam bimbingan, seperti tertera pada

tabel dibawah ini.

Tabel 4.2.1

Prosentase penilaian responden terhadap kinerja pelayanan penyampaian materi dalam bimbingan

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

73,3 26,7 0

Dari data yang didapat, menghasilkan suatu tingkat kepuasan

jamaah haji terhadap pelayanan penyampaian materi dalam bimbingan

yang diterima sebesar 73,3% responden menjawab baik yang artinya

bisa dipahami oleh seluruh jamaah haji dan 26,7% menjawab sedang

(54)

2. Media yang digunakan pembimbing di KBIH Baitul Atiq pada saat bimbingan

Bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan secara rinci untuk

media yang digunakan pembimbing di KBIH Baitul Atiq, ini berarti

pembimbing memberikan pelayanan dengan media yang menarik agar

mudah dipahami oleh jamaah haji.

Dari 30 orang responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti,

telah diperoleh hasil penilaian terhadap tingkat kepuasan pada media

yang digunakan pembimbing KBIH baitul Atiq pada saat bimbingan.

Tabel 4.2.2

Prosentase penilaian responden terhadap media yang digunakan pembimbing KBIH Baitul Atiq pada saat bimbingan

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

0 40 60

Dari data yang didapat, menghasilkan suatu tingkat kepuasan

jamaah haji terhadap media yang digunakan pembimbing KBIH Baitul

Atiq dalam membimbing yang diterima sebesar 40% menjawab sedang

yang artinya cukup menarik. 60% menjawab buruk yang artinya

kurang menarik.

(55)

Dalam bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan secara

rinci. Untuk kelengkapan materi yang diberikan pembimbing di KBIH

Baitul Atiq, ini berarti pembimbing KBIH Baitul Atiq memberikan

kelengkapan materi yang diberikan harus lengkap sesuai ketentuan

islam.

Dari 30 orang responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti,

telah diperoleh hasil penilaian terhadap kelengkapan materi yang

diberikan pembimbing di KBIH Baitul Atiq, seperti tertera pada tabel

di bawah ini.

Tabel 4.2.3

Prosentase penilaian responden terhadap kelengkapan materi yang di berikan pembimbing KBIH Baitul Atiq

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

73,3 26,7 0

Dari data yang didapat, menghasilkan suatu tingkat kepuasan jamaah

haji terhadap kelengkapan materi yang diberikan pembimbing KBIH

Baitul Atiq yang diterima sebesar 73,3% menjawab baik yang artinya

lengkap. 26,7% menjawab sedang yang artinya cukup lengkap.

(56)

Bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan secara rinci.

Untuk Pelayanan karyawan KBIH Baitul Atiq yang berkaian dengan

kepastian pemrosesan data calon jamaah haji sesuai yang di janjikan.

Berarti karyawan memberikan pelayanan pemrosesan data calon

jamaah haji tepat waktu sesuai yang dijanjikan

Dari 30 responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh hasil penilaian terhadap tingkat kepuasan pelayanan

karyawan KBIH Baitul Atiq dalam memproses data calon jamaah haji

sesuai yang dijanjikan, yaitu seperti tertera pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2.4

Prosentase penilaian responden terhadap pelayanan karyawan KBIH Baitul Atiq dalan pemrosesan data calon jamaah haji tepat

waktu

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

80 20 0

Dari data yang didapat, menghasilkan suatu tingkat kepuasan

jamaah haji terhadap pelayanan pelayanan karyawan KBIH Baitul Atiq

dalam memproses data calon jamaah haji sesuai yang dijanjikan yang

diterima sebesar 80% menjawab baik yang artinya pelayanan yang

dijanjikan tepat waktu, dan 20% menjawab sedang yang artinya

pelayanan yang dijanjikan tunda 1-2 hari yang dijanjikan.

(57)

Bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan secara rinci.

Untuk pelayanan karyawan KBIH Baitul Atiq tentang pencatatan data

jamaah haji, ini berarti karyawan KBIH Baitul Atiq mencatat data

jamaah haji dengan akurat.

Dari 30 orang responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh penilaian terhadap tingkat kepuasan dalam pelayanan

karyawan KBIH baitul Atiq tentang pencatatan data jamaah haji,

seperti tertera pada tabel dibawah ini

Tabel 4.2.5

Prosentase penilaian responden terhadap pelayanan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam pencatatan data jamaah haji

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

43,3 56,7 0

Dari data yang didapat, menghasilkan tingkat kepuasan jamaah haji

terhadap pelayanan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam pencatatan data

jamaah haji yang diterima sebesar 43,3% menjawab baik yang artinya

akurat, dan 56,7% menjawab sedang yang artinya cukup akurat.

B. Analisis Daya Tanggap Pelayanan

1. Pembimbing di KBIH Baitul Atiq dalam menanggapi keluhan dan pertanyaan tentang materi yang belum dimengerti

Bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan secara rinci.

Untuk pelayanan pembimbing KBIH Baitul Atiq dalam menanggapi

(58)

berarti pembimbing KBIH Baitul Atiq segera menanggapi keluhan dan

pertanyaan tentang materi yang belum dipahami calon jamaah haji.

Dari 30 responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh hasil penilaiannya terhadap tingkat kepuasan calon jamaah

haji dalam pelayanan pembimbing di KBIH Baitul Atiq dalam

menanggapi keluhan dan pertanyaan tentang materi yang belum di

mengerti, seperti tertera pada tabel di bawah ini

Tabel 4.3.1

Prosentase penilaian terhadap kinerja pelayanan pembimbing dalam menanggapi keluhan dan pertanyaan tentang materi yang

belum di mengerti

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

73,3 26,7 0

Dari data yang diperoleh menghasilkan suatu tingkat kepuasan

jamaah haji terhadap pelayanan pembimbing KBIH Baitul Atiq dalam

menanggapi keluhan dan pertanyaan tentang materi yang belum di

mengerti yang diterima sebesar 73,3% menjawab baik yang artinya

segera menanggapi keluhan dan pertanyaan dengan memberikan

penjelasan yang sesuai yang diharapkan, 26,7% menjawab sedang

yang artinya menanggapi keluhan dan pertanyaan dengan memberikan

penjelasan yang tidak sesuai dengan harapan.

(59)

Bagian ini dijelaskan mengenai tingkat kepuasan secara rinci.

Untuk respon pemimpin KBIH Baitul Atiq dalam menerima saran dari

jamaah, ini berarti pemimpin KBIH baitul Atiq menyediakan kotak

saran dan mendengarkan langsung saran jamaah

Dari 30 responden(jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh hasil penilaian terhadap respon pemimpin KBIH dalam

menerima saran dai jamaah haji, seperti tertera pada tabel dibawah ini

Tabel 4.3.2

Prosentase penilaian responden terhadap respon pemimpin KBIH Baitul Atiq dalam menerima saran dari jamaah haji

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

40 60 0

Dari data yang didapat, menghasilkan suatu tingkat kepuasan jamaah

haji terhadap respon pemimpin KBIH Baitul Atiq dalam menerima saran

dari jamaah haji yang diterima sebesar 40% menjawab baik yang artinya

pemimpin KBIH Baitul Atiq menyediakan kotak saran dan mendengarkan

saran jamaah. 60% menjawab sedang yang artinya pemimpin KBIH hanya

mendengar langsung saran jamaah haji.

3. Tanggapan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam menanggapi komplain dari jamaah haji berkaitan dengan penyediaan kipas angin pada tempat bimbingan

Bagian ini menjelaskan mengenai tingkat kepuasaan secara rinci.

Untuk tanggapan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam menanggapi

komplain dari jamaah haji berkaitan dengan penyediaan kipas angin

pada tempat bimbingan, ini berarti karyawan KBIH Baitul Atiq segera

(60)

Dari 30 responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh hasil penilaian terhadap tingkat kepuasan pelayanan dalam

tanggapan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam menanggapi komplain

dari jamaah haji berkaitan dengan penyediaan kipas angin pada tempat

bimbingan, seperti tertera pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.3.3

Prosentase penilaian responden terhadap tanggapan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam menanggapi komplain dari jamaah haji berkaitan dengan penyediaan kipas angin pada tempat bimbingan

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

13,3 86,7 0

Dari data yang didapat, menghasilkan suatu tingkat kepuasan

jamaah haji terhadap tanggapan karyawan KBIH Baitul Atiq dalam

menanggapi komplain dari jamaah haji berkaitan dengan penyediaan

kipas angin pada tempat bimbingan. Yang diterima sebesar 13,3%

menjawab baik yang artinya karyawan segera memenuhi permintaan

kipas dengan menyediakan kipas angin. 86,7% menjawab sedang yang

artinya karyawan masih akan menyampaikan komplain kepada

pemimpin.

C. Analisis Jaminan Pelayanan

1. Jaminan dari pembimbing KBIH Baitul Atiq tentang materi yang sudah diberikan misalnya urutan pelaksanaan rukun haji

Bagian ini menjelaskan mengenai tingkat kepuasan secara rinci.

Untuk jaminan dari pembimbing KBIH Baitul Atiq tentang materi

(61)

berarti pembimbing harus menjamin semua calon jamaah haji paham

dengan materi yang diberikan pada saat ceramah dan buku yang

diberikan untuk calon jamaah haji.

Dari 30 responden (jamaah haji tahun 2014) yang diteliti, telah

diperoleh hasil penilaiannya terhadap tingkat kepuasan dalam jaminan

Jaminan dari pembimbing KBIH Baitul Atiq tentang materi yang

sudah diberikan misalnya urutan pelaksanaan rukun haji, seperti tertera

pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.4.1

Prosentase penilaian responden terhadap Jaminan dari pembimbing KBIH Baitul Atiq tentang materi yang sudah

diberikan misalnya urutan pelaksanaan rukun haji

Baik (%) Sedang (%) Buruk (%)

23,3 76,7 0

Dari data yang didapat menghasilkan suatu tingkat kepuasan

jamaah haji terhadap Jaminan dari pembimbing KBIH Baitul Atiq

tentang materi yang sudah diberikan misalnya urutan pelaksanaan

rukun haji. Yang diterima sebesar 23,3% menjawab baik yang artinya

sangat baik karena jamaah langsung paham dengan materi yang

diberikan pembimbing pada saat ceramah. 76,7% menjawab baik yang

artinya baik karena jamaah haji paham dengan materi yang diberikan

dengan buku yang dikasih oleh pembimbing.

Gambar

Tabel 4.2.2 Prosentase penilaian responden terhadap media yang digunakan
Tabel 4.5.1 Prosentase penilaian responden terharap perhatian yang ditunjukan
Tabel 4.9.1 Hasil Uji Reliabilitas.........................................................................57
Tabel 1.1Operasional Variabel Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan jemaah haji kota medan terhadap pelayanan haji tahun 2012 dan menganalisis atribut pelayanan yang

KBIH NU dalam menyelenggarakan pelayanan bimbingan ibadah haji telah menjalankan fungsi manajemen dengan baik, hal ini terbukti dengan adanya struktur organisasi

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al- Multazam adalah salah satu lembaga atau yayasan yang menaungi dan membimbing calon-calon haji yang hendak melakukan ibadah haji di

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, maka penulis akan memberikan sedikit saran terkait tentang pelayanan haji dalam meningkatkan kepuasan jamaah

Tabel tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar jamaah haji di Kabupaten Jepara merasakan sangat puas terhadap pelayanan KBH, terutama dalam pelayanan bimbingan manasik di tanah

Analisis tingkat kepuasan jemaah haji kota medan terhadap pelayanan haji tahun 2012 adalah puas yaitu dengan persentase 70,7 % yang artinya bahwa jemaah puas terhadap

Tujuan Tujuan dari kerja praktik ini adalah untuk merancang bangun Aplikasi Pendaftaran Calon Jamaah Haji Berbasis Website pada KBIH Al- Hidayah Surabaya di mana sistem terdiri atas

Upaya dalam menjaga kesehatan jamaah haji Dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji, jamaah haji jika kesehatannya menurun maka perlu ke tempat pelayanan kesehatan haji