• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Biaya Pemanenan Kayu di Salah Satu IUPHHK-HA di Papua Barat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Biaya Pemanenan Kayu di Salah Satu IUPHHK-HA di Papua Barat."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1  Produktivitas setiap kegiatan pemanenan kayu
Tabel 2  Alat yang dimiliki IUPHHK-HA PT. Wijaya Sentosa
Tabel 4  Hasil perhitungan biaya variabel untuk seluruh alat dalam kegiatan
Tabel 5  Hasil perhitungan biaya usaha seluruh alat setiap kegiatan pemanenan kayu
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pencapaian target produksi berkaitan erat dengan produktivitas kerja alat yang digunakan dan waktu kerja alat tersebut, oleh karena itu diperlukan penelitian

Nakata Rimba (NR) kerusakan terbesar berasal dari intensitas pemanenan tertinggi yaitu 17 pohon/ha dengan kerusakan 35.43% dengan jumlah pohon sebelum pemanenan 748 pohon/ha dan

Analisis Biaya dan Produkt ivit as Penyaradan Kayu dengan Sist em Kuda- kuda dan Pengangkut an Kayu dengan Lokot raksi di Hut an Raw a Gam but ( St udi Kasus di Areal HPH PT

Budiaman (2000) menyatakan bahwa 43 % dari limbah pemanenan di hutan alam dapat dimanfaatkan untuk bahan baku produk lanjutan dan 44 % diantaranya digunakan sebagai bahan

Parameter yang diukur adalah prestasi kerja, biaya produksi, biaya perbaikan kerusakan tegakan tinggal dan analisis finansial pemanenan kayu dengan teknik RITH.. Pada pemanenan

Kegiatan pemanenan kayu yang meliputi kegiatan penebangan pohon, penyaradan dan pengangkutan secara simultan merupakan faktor penyebab kerusakan tegakan tinggal

Limbah pemanenan kayu tersebut terjadi di petak tebang akibat proses penebangan ( felling ), pembagian batang ( bucking ), dan kondisi batang pohon yang cacat dan/atau

FAO 1974 menyatakan faktor- faktor yang mempengaruhi produksi dan biaya pemanenan dapat dikelompokkan sebagai berikut: a iklim, sangat berpengaruh terhadap hasil dan biaya tapi tidak