• Tidak ada hasil yang ditemukan

(STUDI KASUS DI IUPHHK-HA PT INDEXIM UTAMA KALIMANTAN TENGAH)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "(STUDI KASUS DI IUPHHK-HA PT INDEXIM UTAMA KALIMANTAN TENGAH)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Persen Keterbukaan Tanah Hutan Bersifat Sementara dan Permanen  Pada Setiap Tahapan Kegiatan  Pemanenan Kayu 024681012

Referensi

Dokumen terkait

Penyusun biaya terbesar merupakan kegiatan penyaradan sebesar 41% dari biaya seluruh kegiatan pemanenan kayu dan kegiatan pembuatan jalan sebesar 28% dari seluruh

Hasil penelitian Lim (1992) di IUPHHK PT Kayu Pasaguan menunjukkan hubungan yang sangat nyata antara luas bidang dasar pohon yang ditebang dengan volume limbah yang terjadi, yang

Limbah pemanenan kayu tersebut terjadi di petak tebang akibat proses penebangan ( felling ), pembagian batang ( bucking ), dan kondisi batang pohon yang cacat dan/atau

Penyusun biaya terbesar merupakan kegiatan penyaradan sebesar 41% dari biaya seluruh kegiatan pemanenan kayu dan kegiatan pembuatan jalan sebesar 28% dari seluruh

54/Kpts/Um/2/1972 jo. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 261/Kpts-IV/1990 tentang pohon-pohon di dalam kawasan hutan yang dilindungi. Hasil analisis vegetasi tingkat pohon

Limbah pemanenan kayu adalah bagian dari pohon yang ditebang yang tidak dapat dimanfaatkan karena adanya cacat dan rusak berdiameter kecil serta panjang

Volume limbah yang digunakan untuk mengetahui hubungan kemiringan lereng, intensitas tebang, luas bidang dasar, dan keterampilan penebang terhadap besarnya limbah adalah jenis

FAO 1974 menyatakan faktor- faktor yang mempengaruhi produksi dan biaya pemanenan dapat dikelompokkan sebagai berikut: a iklim, sangat berpengaruh terhadap hasil dan biaya tapi tidak