Limbah pemanenan kayu, faktor eksploitasi dan karbon tersimpan pada limbah pemanenan kayu di IUPHHK-HA PT. Indexim Utama, Kalimantan Tengah
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Besarnya persentase limbah di petak mekanis yang terjadi akibat kegiatan pemanenan sebesar 29,10% dari keseluruhan volume kayu yang ditebang menunjukan bahwa tingkat
212/Kpts/IV-PHH/1990 Tentang Pedoman Teknis Penekanan dan Pemanfaatan Kayu Limbah Pembalakan dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor :6886/Kpts- II/2002 Tentang Pedoman dan Tata
limbah pemanenan kayu sebagai pohon atau bagian batang yang tertinggal. dan belum dimanfaatkan di areal tebangan yang berasal dari
Untuk memperhitungkan emisi karbon potensial akibat pemanenan kayu maka dapat diduga dari besarnya biomassa hutan yang terdapat pada pohon yang dipanen, pohon yang
Periksa lokasi dan volume pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan yang diizinkan dalam dokumen RKT IUPHHK-HTI.. Periksa kebenaran lokasi dan volume pemanfaatan
Soewito (1980); dalam Puspitasari (2005) mengemukakan bahwa limbah kayu akibat pemanenan di areal tebangan berasal dari dua sumber yaitu bagian dari pohon yang ditebang
Menurut Direktorat Pengolahan Hasil Hutan (1989) dalam Sari (2009) limbah pemanenan kayu terjadi karena kesalahan teknis, yaitu menebang terlalu tinggi sehingga menghasilkan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung volume limbah kayu yang terjadi di petak tebang, TPn, dan TPk, dan menentukan besarnya tingkat pemanfaatan hutan berupa