Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
ANALISA BIAYA OPERASIONAL PADA CV RONIASI BERLIANSON
SKRIPSI MINOR
Diajukan Oleh
N A M A : VIRGO ERICK CHANDRA P N I M : 042 101 173
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KEUANGAN
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI MINOR
NAMA : Virgo Erick Chandra Pakpahan
NIM : 042 101 173
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III
JUDUL : ANALISA BIAYA OPERASIONAL PADA
CV. RONIASI BERLIANSON
Tanggal :………., 2007 Dosen Pembimbing
NIP. 132 315 868
( FRIDA RAMADINI SE. MM )
Tanggal :……….., 2007 Ketua Jurusan
NIP. 130 809 563
( Drs. Nakman Harahap, M.Si )
Tanggal :……….., 2007 DEKAN
NIP. 131 285 985
( Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec )
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
karunia yang telah memberikan kesehatan, keselamatan, pikiran, dan ilmu
pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi minor ini.
Skripsi minor ini ditulis dengan maksud untuk memenuhi persyaratan
menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III Keuangan Fakultas
Ekonomi Sumatera Utara.
Dalam penulisan skripsi minor ini penulis, penulis tidak terlepas dari
kekurangan-kekurangan, sehingga masih terasa jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis tidak menutup diri akan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan skripsi minor ini.
Selama dalam tahap penulisan skripsi minor ini, penulis telah banyak
menerima bantuan moril, spritual, dorongan serta bimbingan dari berbagai pihak.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Nakman Harahap, M.Si, selaku Ketua Departemen
Keuangan Program Studi Diploma III Fakultas Ekonomi Sumatera
Utara.
3. Ibu Dra. Yulinda M.Si, selaku Sekretaris Departemen Keuangan
Program Studi Diploma III Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.
4. Ibu Frida Ramadini SE.MM selaku Dosen Pembimbing yang telah
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
petunjuk dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan
skripsi minor ini.
5. Pimpinan dan Seluruh Karyawan CV. Roniasi Berlianson Tapanuli Utara
6. Teristimewa buat Ayahanda tercinta M. Pakpahan ( Ayah terima kasih
atas semua yang sudah ayah berikan selama ini. Aku ga akan mungkin
membalasnya kecuali hanya dengan mendoakan ayah ). Buat Ibunda
tersayang R. Saragih ( Mak, terima kasih buat perjuangannnya selama
ini. Aku sayang mama. Doakan saya supaya sukses dan rencana kita
kedepannya sukses juga mak. Dan buat Abangku Marsono terima kasih
atas dukungan yang sangat besar baik moril maupun materil dan
adik-adik ku yang baik (Andika Dan Debora) rajin-rajin klen belajar ya
7. Gank dikampung Goltiandi dan “Toga” ( thanks untuk persahabatan
kita)
8. Mumu_coy, jimi_coy, Sepno_coy ( Thx untuk semuanya, aku ga akan
lupa buat semua kebaikannya, klen adalah partner yang bisa diandalkan
wuekekeke), Ester ( MySweeTy ) teman – teman serumah Niko,Victor,
Josua berjuang terus yang, dan teman – temanku Anak DeTik 2004.
9. genk pamen G-14, mario, Ulin, le`Andy, Dony, thanks buat
persaudaraan kita selama ini, mudah-mudahan dihari yang akan datang
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Akhirnya dengan kerendahan hati penulis mempersembahkan skripsi minor
yang sederhana ini semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya, Amin.
Medan,15 Desember 2007
Penulis
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
DAFTAR TABEL
Table 1.1. Neraca CV. Roniasi Berlianson 2005-2006……….….…27
Table 1.2. Laporan Laba_rugi CV. Roniasi Berlianson 2005-2006……...……29
Table 2.1. Anggaran Biaya Operasional Periode 2005………..…...…40
Table 2.2. Anggaran Biaya Operasional Periode 2006………..….41
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
DAFTAR GAMBAR
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
DAFTAR ISI A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Perumusan Masalah ... 2
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3
D. Metodologi Penelitian 1. Lokasi Penelitian ... 4
2. Sumber data ... 4
3. Teknik Pengumpulan Data ... 4
4. Metode Analisis ... 5
BAB II: CV. RONIASI BERLIANSON A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat...6
2. Struktur Organisasi ... 8
B. Defenisi Biaya dan Klasifikasi Biaya 1. Definisi Biaya...14
2. Klasifikasi Biaya...15
C. Laporan Keuangan 1. Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan………...……..23
2. Neraca……….24
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
BAB III: ANALISIS DAN EVALUASI
A. Pengertian dan Jenis Anggaran
1. Pengertian Anggaran………32
2. Jenis Anggaran……….33
B. Definisi Biaya………..33
C. Biaya Operasional...34
D. Prosedur Penyusunan Anggaran Biaya Operacional…………..38
BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan...46
B. Saran...47
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan dewasa ini menunjukkan
persaingan yang semakin ketat, baik itu pada perusahaan industri maupun
perusahaan jasa. Untuk dapat mengantisipasi persaingan yang demikian berat
perusahaan dituntut dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam mengelola
sumber daya tersebut seperti perencanaan kerja, perencanaan biaya dan berbagai
teknik lain yang dapat meningkatkan efektifitas usaha.
Dalam melakukan perencanaan sangat erat kaitannya dengan anggaran,
karena anggaran adalah menuntut keputusan pengalokasian sumber daya menuju
pencapaian sasaran, di samping itu anggaran juga mempunyai fungsi pengawasan
yaitu mengawasi apakah pelaksanaan suatu kegiatan itu sudah dijalankan sesuai
dengan rencana yang telah dibuat. Dalam prakteknya apabila terdapat perbedaan
dengan realisasinya, perlu dianalisis perbedaan tersebut. Dari analisis tersebut
diambil keputusan yang perlu untuk mencegah kemungkinan yang merugikan di
masa yang akan datang. Terutama pada anggaran biaya operasional karena
anggaran tersebut sangat penting bagi setiap perusahaan di dalam kegiatan
operasinya.Hal itu untuk menghindari timbulnya biaya-biaya yang tidak
diperlukan, yang akan menyebabkan biaya menjadi lebih besar. Bila biaya terlalu
besar akan menyebabkan laba menjadi kecil dan sebaliknya jika biaya dapat
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
adanya analisa biaya operasional, menyebabkan segala kegiatan perusahaan akan
berpedoman pada anggaran yang telah ditetapkan dan pemborosan biaya yang
tidak diperlukan dapat dihindari. Sehingga efisiensi sebagai unsur penting di
dalam mencapai keberhasilan usaha dapat dicapai tepat waktu.
Dengan demikian dapat diartikan bahwa biaya operasional adalah suatu
pernyataan dari rencana manajemen untuk membuat pedoman dalam pengambilan
keputusan rencana anggaran biaya operasional dalam jangka waktu periode
tertentu.
Untuk pembahasan berikut dari berbagai jenis anggaran biaya operasional
penulis hanya membahas Analisa Biaya Operasional saja. Untuk itulah penulis
merasa tertarik untuk memilih judul “ANALISIS BIAYA OPERASIONAL
PADA CV. RONIASI BERLIANSON”.
B. Perumusan Masalah
Untuk lebih memperjelas permasalahan yang dijadikan sebagai dasar
penulisan skripsi minor ini, maka penulis mencoba untuk merumuskan
permasalahan tersebut dalam bentuk pertanyaan “Apakah Biaya Operasional
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah
biaya operasional pada CV. Roniasi Berlianson telah efisien dan efektif.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh penulis dari hasil penelitian melalui
Laporan Skripsi Minor ini adalah :
a. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan saya sebagai penulis dalam
mempraktekkan teori-teori tentang biaya operasional
b. Bagi Perusahaan
Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil
langkah tepat di dalam memajukan perusahaan pada masa yang akan
datang.
c. Bagi Orang Lain
Dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
D. Metodologi Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dilakukan penulis di CV.RONIASI BERLIANSON
yang berlokasi di Jl.Tugu 30. Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
2. Sumber Data
a. Data Primer
Adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi
atau perorangan langsung dari objeknya. Misalnya data mengenai sejarah
perusahaan, kegiatan usaha yang dijalankan dan yang lebih penting data mengenai
laporan keuangan perusahaan.
b. Data Sekunder
Adalah data yang diperoleh dari hasil pengolahan pihak kedua. Misalnya
dokumentasi yang ada di perusahaan dan sumber-sumber lain yang dipublikasi.
3. Teknik Pengumpulan Data a. Interview ( wawancara )
Adalah wawancara langsung kepada pimpinan dan karyawan
perusahaan untuk memperoleh keterangan untuk tujuan penyusunan laporan
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
b. Observation ( Observasi )
Adalah pengamatan secara langsung terhadap perusahaan dengan
pengamatan langsung terhadap pembukuan dan lokasi pelaksanaan produksi pada
CV.Roniasi Berlianson. Tapanuli Utara.
4. Metode Analisis
Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Deskriptif, yaitu dengan cara
mengumpulkan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran
yang jelas mengenai pengumpulan data, penyusunan dan analisis data sehingga
dapat diketahui gambaran umum objek yang diteliti.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
BAB II
CV. RONIASI BERLIANSON,TAPANULI UTARA
A. PROFIL PERUSAHAAN 1. Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan
CV. Roniasi Berlianson, merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang makanan ternak. perusahaan ini didirikan pada tahun 1984, dimana awal
didirikannya usaha ini mengingat pada saat itu kebutuhan pakan ternak untuk
ternak yang ada di Sinur Siborongborong sudah sangat meningkat, belum lagi
permintaan pakan untuk masyarakat pemelihara ternak. Sampai sekarang
pengadaan makanan ternak ini terus meningkat. Sehingga bukan hanya untuk
pakan ternak ayam saja tapi bisa mengelola pakan ternak untuk kerbau dan sapi.
Perusahaan ini menyadari bahwa permintaan akan pakan ternak akhir-akhir ini
sangat meningkat secara drastis, hal ini disebabkan masyarakat di daerah
Kabupaten Tapanuli Utara ini semakin sadar akan penggunaan pakan ternak
kering.
CV.Roniasi Berlianson, sudah mempunyai mesin pengolah pakan ternak
yang dilengkapi dengan Mixer untuk mencampur bahan pakan tersebut serta
gudang tempat penyimpanan pakan ternak dan juga tersedia gilingan padi bagi
petani sawah. Industri pengolahan pakan ternak CV.Roniasi Berlianson terletak di
Jln. Pacuan Km 0,9 Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara yang
berkantor di Jl. Tugu 30 Siborongborong. Ini sesuai dengan surat akte Notaris A.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Akta 5 tanggal 2 pebruari 1982 tentang wajib daftar perusahaan. CV. Roniasi
Berlianson juga telah terdaftar di kantor pendaftaran perusahaan dengan Ijin
Usaha Nomor 02.09.1907 RK 01.86 tanggal 11 Januari1986. Adapun tujuan
didirikannya usaha ini adalah :
1. Untuk memenuhi kebutuhan Pakan Ternak di Kabupaten Tapanuli Utara.
2. Untuk menampung hasil pertanian khususnya yang dapat dijadikan
sebagai bahan pakan ternak.
3. Agar masyarakat semakin bergiat dalam pemeliharaan ternak dengan
memberiakan pakan kering.
Mengingat bahwa Kabupaten Tapanuli Utara mempunyai prestasi baik
untuk membentuk suatu perusahaan komanditer guna memenuhi sebahagian kecil
kebutuhan masyarakat akan pakan ternak agar menghasilkan ternak yang unggul.
Berdasarkan keadaan tersebut, maka timbul inspirasi bagi pemilik untuk ikut aktif
dalam pembangunan perekonomian daerah yaitu di bidang pengadaan pakan
ternak dengan membangun industri pengolaahan pakan ternak. CV.Roniasi
Berlianson memiliki seorang pemegang kekuasaan terbatas yang ikut andil dalam
menjalankan perusahaan, agar perusahaan ini semakin maju dan berkembang.
Pemegang kekuasaan terbatas pada CV. Roniasi Berlianson ini adalah Ibu
Jureka Nuratna Pasaribu.
Dalam menjalankan usahanya CV. Roniasi Berlianson Tapanuli Utara
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
• Ruang kantor / Studio Laboratorium
• Peralatan Kantor yang terdiri dari mesin tik, komputer, meja kerja
• Peralatan Laboratorium
• Peralatan Khusus
• Kendaraan Umum
2. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan gambaran sistematis tentang bagian –
bagian tugas dan tanggung jawab serta hubungannya. Pada hakekatnya jumlah
kegiatan dan hubungan dan wewenang yang mempunyai fungsi yang
mengorganisir.
Struktur organisasi perusahaan mencerminkan kebijaksanaan yang
ditempuh untuk mengadakan pengawasan terhadap manusia, peralatan, dan
fasilitas lainnya yang terlibat di dalamnya demi tercapainya tujuan perusahaan
yang telah direncanakan dan ditetapkan oleh perusahaan tersebut.
Bentuk organisasi yang digunakan perusahaan mempunyai pengaruh
terhadap kebijaksanaan perusahaan dalam mengorganisir bawahannya, karena itu
dalam menetapkan kebijaksanaan terlebih dahulu ditentukan bentuk organisasi
yang akan ditetapkan dengan menyesuaikan susunan dan penempatan sumber
daya manusia yang sesuai dengan keahliannya. Penerapan struktur organisasi juga
berhubungan dengan bidang usaha dan besar kecilnya perusahaan. Dengan
adanya struktur organisasi perusahaan jelas pembagian tugas dan tanggung jawab
yang ada di dalamnya dapat terorganisir dan terkoordinir, maka kegiatan dalam
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Adapun bagan struktur organisasi pada CV. Roniasi Berlianson, Tapanuli
Utara adalah sebagai berikut :
GAMBAR 1. STRUKTUR ORGANISASI CV. RONIASI BERLIANSON, TAPANULI UTARA
Sumber : CV. RONIASI BERLIANSON, TAPANULI UTARA (tahun 2007)
Berikut ini di uraikan tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing
komponen organisasi CV. Roniasi Berlianson, Tapanuli Utara sebagai berikut :
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
1. Direktur umum
Melakukan pengawasan dan evaluasi keuangan dari hasil kerja setiapbagian organisasi.
Mengadakan perencanaan atas seluruh kegiatan operasional, seperti :
kegiatan operasi, keuangan, keamanan dan lain-lain yang terjadi di
perusahaan.
Bertanggung jawab dalam pengawasan dan pengembangan kegiatan
perusahaan dan dapat langsung turun tangan terhadap aktivitas
karyawan
Mengambil keputusan di dalam pengangkatan dan pemberhentian
karyawan.
2.Manajer Operasional
Bertanggung jawab atas semua proses pekerjaan dalam perusahaan.
Melakukan pengawasan dan penelitian untuk karyawan agar
meningkatkan kualitas kerja.
Mengambil keputusan yang sifatnya teknis.
Mengerti akan semua proses kerja, perkembangan usaha dan
kemampuan masing-masing karyawan sehingga dapat diselesaikan
kapan pekerjaan dapat diselesaikan dalam besar.
3.Sekretaris
• Sekretaris bertugas untuk mengatur jadwal direktur serta manajer
operasional dan mengetik proposal yang diperlukan
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Melaksanakan, mengatur dan mengawasi pembukuan atau pencatatan
atas transaksi keuangan perusahaan dan menatausahakan segala
sesuatunya yang berhubungan dengan masalah-masalah kepegawaian
dan umum.
Meneliti, menganalisa laporan-laporan keuangan untuk mendapatkan
gambaran tentang likuiditas dan kegiatan perusahaan.
Membuat laporan bulanan.
Bertanggung jawab terhadap inventaris dan asset dalam kantor.
Menyusun, merumuskan dan mengembangkan rencana dan prosedur
untuk melaksanakan kegiatan di bidang keuangan akuntansi.
Menjaga rahasia perusahaan dan senantiasa mematuhi perintah atasan.
Mengkoordinasikan penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran
beban.
Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan anggaran serta
pelaporannya.
Membuat daftar gaji staf karyawan.
Melaksanakan verifikasi atas dokumen pembayaran cash, giro dan gaji.
Mengelola data untuk keperluan akuntansi biaya.
Menghitung berapa jumlah penjualan tiket dan jumlah penumpang setiap
hari.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Mengawasi jalannya kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing
bagian dan juga melaksanakan penilaian pegawai yang ada di bawah
tanggung jawabnya.
Melaksanakan pengendalian dan pelaporan anggaran beban.
Menyelenggarakan pengelolaan data untuk keperluan akuntansi biaya.
Mengelola dan mengoptimalkan SDM.
Melaksanakan dan mengawasi semua kegiatan pegawai di lingkungan
seksinya sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan.
6. Divisi Administrasi
Menerima, mengadakan distribusi dan menyimpan surat – surat yang
masuk
Pengumpulan bahan – bahan kerja untuk Manajer dan Direktur.
Pengurusan arsip untuk keperluan Manajer dan Direksi.
Membantu pekerjaan administrasi.
7. Divisi Teknisi
Mengecek kondisi peralatan perusahaan baik mesin – mesin maupun
peralatan kantor seperti komputer.
Memperbaiki atau mengganti bila ada ditemukan peralatan atau sistem
yang rusak atau sudah tidak bisa dipakai lagi.
Disamping itu divisi teknis juga ada yang berfungsi untuk
mencampurkan campuran pakan ternak dengan komposisi yang sudah
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
B. Defenisi Biaya dan Klasifikasi Biaya 1. Definisi biaya
Kebutuhan akan biaya berbeda-beda dan biaya-biaya mungkin dihitung
berdasarkan kondisi, dan tujuan yang berbeda-beda serta untuk keperluan
pihak-pihak yang berbeda pula. Yang jelas biaya haruslah didasarkan pada fakta yang
bersangkutan, dan cukup terukur sehingga memungkinkan perusahaan mengambil
keputusan yang tepat. Committee on Cost Concepts and Standards of the
American Accounting Association menyatakan bahwa biaya adalah pengorbanan,
yang diukur dengan satuan uang, yang dilakukan atau harus dilakukan untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Tentative set of Broad Accounting Principles for
Business Enterprises menyatakan bahwa biaya dinyatakan sebagai harga
penukaran, atau pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh suatu manfaat.
Bila istilah biaya kita gunakan secara spesifik, haruslah istilah
tersebut kita lengkapi dengan menunjuk objek yang bersangkutan, misalnya :
biaya langsung, biaya konversi, biaya tetap, biaya variabel, biaya bersama, biaya
standar, biaya diffrensial, biaya kesempatan dan sebagainya. Setiap pelengkap
mempunyai arti yang penting dalam menghitung dan mengukur biaya, yang akan
berguna bagi pimpinan dalam usahanya mencapai sasaran dasar perencanaan dan
pengawasan.
Pengumpulan, penyajian dan analisis data biaya harus dapat memenuhi
tujuan-tujuan dan keperluan-keperluan dasar sebagai berikut :
a. Perencanaan rugi-laba dengan perantaraan budget.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
c. Mengukur laba tahunan atau laba periodik, termasuk hitung pokok
persediaan.
d. Membantu penentuan harga jual da kebijaksanaan harga.
e. Menyediakan data yang diperlukan untuk keperluan analisis dan
pengambilan keputusan.
2. Klasifikasi Biaya
Klasifikasi biaya diperlukan untuk menyampaikan dan menyajikan data
biaya agar berguna bagi manajemen dalam mencapai berbagai tujuannya. Menurut
Firdaus Dunia dalam bukunya yang berjudul akuntansi biaya, biaya dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan kegiatan manufaktur
2. Sehubungan dengan tingkat kegiatan atau volume
3. Sehubungan dengan depertemen yang ada dalam satu perusahaan
4. Sehubungan dengan periode akuntansi
5. Sehubungan dengan fungsi manajemen atau jenis kegiatan fungsional
2.1. Sehubungan Dengan Kegiatan Manufaktur.
Kegiatan manufaktur merupakan proses transformasi atas bahan-bahan
menjadi barang dengan menggunakan tenaga kerja dan fasilitas pabrik.
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan kegiatan manufaktur ini disebut Biaya-biaya
produksi (production cost or manufacturing cost). Biaya ini diklasifikasikan alam
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
langsung (direct material), tenaga kerja langsung (direct labor), dan overhead
pabrik (factory overhead ). Pengklasifikasian seperti ini diperlukan untuk
pengukuran laba dan penentuan harga pokok produk yang akurat serta
pengendalian biaya.
Dalam bentuk pengklasifikasian yang lain bahan langsung dan tenaga kerja
langsung digabungkan atau di jumlahkan menjadi biaya utama yang merupakan
biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
Penggabungan atau penjumlahan tenaga kerja langsung dan overhead pabrik
disebut biaya konversi yang merupakan biaya-biaya yang mengolah bahan
langsung menjadi produk selesai.
Biaya bahan langsung merupakan biaya perolehan dari seluruh bahan
langsung yang menjadi bagian yang integral yang membentuk barang jadi.
Disamping itu ada bahantidak langsung yaitu bahanyang tidaka dapat
diidentifikasikan dengan mudah terhadap produk yang selesai atau biasanya
bukan merupakan biaya yang berarti dalam menghasilkan produk. Biaya ini
dikelompokkan dalam elemen biaya overhead pabrik.
Biaya tenaga kerja langsung adalah upah dari semua tenaga kerja langsung
yang secara spesifik baik menggunakan tangan atau mesin ikut dalam proses
produksi. Contoh-contoh dari tenaga kerja langsung adalah operator-operator
mesin. Biaya tenaga kerja tidak langsungmerupakan upah dari semua tenaga kerja
yagn secara tidak langsung terlibat memproduksi suatu produk. Biaya tenaga kerja
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Biaya overhead pabrik adalah semua biaya memproduksi suatu produk
selain dari bahan langsung, dan tenaga kerja langsung. istilah lain untuk biaya ini
adalah biaya produksi tidak langsung (indirect manufakturing cost). Istilah ini
sesuai dengan sifat biaya overhead pabrik yang terdiri dari berbagai
elemen-elemen biaya yang tidak dapat dibabankan secara langsung kepada satuan-satuan,
pekerjaan-pekerjaan atau produk tertentu. Deg\ngan demikian biaya ini dihimpun
dan dialokasikan kepada pekerjaan atau produk yang dihasilkan melalui kelompok
biaya yang disebut biaya overhead pabrik. Biaya ini dapat diklasifikasikan
menjadi tiga unsur pokok yaitu:
o Bahan tidak langsung
o Tenaga kerja tidak langsung
o Biaya produksi tidak langsung lainnya seperti; asuransi peralatan,
penyusutan peralatan dan lain-lain
2.2. Sehubungan Dengan Tingkat Kegiatan atau volume
Ditinjau dari perilaku baiya terhadap perubahan dalam tingkat kegiatan atau
volume maka biaya dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok biaya yaitu: biaya
variable (variable cost), biaya tetap (fixed cost), dan biaya semi variabel (semi
variable cost). Agar dapat memudahkan dalam menyusun perencanaan atau
anggaran operasi dan mengendalikan biaya dengan baik maka untuk maksud
tersebut biaya semi variable harus dipecah menjadi unsure variabel dan unsure
tetap dan kemudian digabungkan kepada biaya variabel atau biaya tetap. Dengan
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Biaya variabel adalah biaya-biaya yang dalam total berubah secara langsung
dengan adanya perubahan tingkat kegiatan atau volume, baik volume penjualan
maupun volume produksi. Disamping itu biaya variabel mempunyai karakteristik
umum yang lain dimana biaya perunitnya tidak berubah. Contoh dari biaya-biaya
produksi yang dapat diidentifikasikan sebagai biaya variable adalah biaya bahan
langsung dan biaya tenaga kerja langsung, serta beberapa elemen biaya overhead
pabrik dan elemen biaya penjualan.
Biaya tetap adalah biaya-biaya yang secara total tetap tidak berubah dengan
adanya perubahan tingkat kegiatan atau volume dalam batas-batas dari itngkat
kegiatan yang relevan atau dalam periode waktu tertentu. Biaya tetap perunit akan
berugah seiring dengan adanya perubahan volume produksi.
Biaya semi variable adalah biaya-biaya yang mempunyai atau mengandung
unsur tetap dan unsure variabel. Unsur tetap ini biasanya merupakan biaya
minimum yang harus dikeluarkan untuk jasa yang digunakan. Contoh dari biaya
semi variable ini: biaya listrik, baiya telepon biaya angkutan. Pembebanan atas
baiya listrik terdiri dari elemen tetap yaitu beban minimum dari daya yang harus
dibayar tanpa melihat adanya pemekaian, dan elemen biaya variabel yang akan
dibebankan berdasarkan pemakaian KWH yang tertera dalam alat meteran listrik
dikalikan dengan tarif yang ditentukan.
2.3. Sehubungan Dengan Departemen Yang Ada Dalam Satu Pabrik.
Dalam kategori ini biaya-biaya dikelompokkan menurut
departemen-departemen atau unit-unit organisasi yang lebih kecil dari satu pabrik dimana
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Pengelompokan biaya seperti ini dapat membantu manajemen dalam dalam
menentukan harga pokok produk yang lebih tepat, yang pada akhirnya dapat
mengukur laba yang layak. Disamping itu juga berguna untuk mengendalikan
biaya pabrik, terutama biaya overhead pabrik. Dalam perusahaan manufaktur
terdapat dua jenis departemen atau bagian yaitu:
1. Deparetemen Produksi
Merupakan unit organisasi dari satu perusahaan manufaktur dimana proses
produksi dilaksanakan secara langsung atas produk, baik dengan tangan maupun
dengan mesin. Biaya yang terjadi dalam departemen ini seluruhnya dibebankan
secara langsung kepada produk yang bersangkutan. Jika dalam satu departemen
terdapat dua jenis mesin yang berbeda atau lebih maka untuk penentuan baiya
produk yang tepat, departemen tersebut dapat dibagi menjadi beberapa pusat
biaya.
2. Departemen Pembantu
Merupakan satu unit organisasi yang secara tidak langsung terlibat dalam
proses produksi. Departemen ini mamberi jasanya kepada departemen-departemen
yang lain dalam perusahaan, baik depaertemen produksi maupun departemen yang
lainnya. Sebagai contoh departemen pembantu adalah departemen pemelliharaan,
perencanaan, utiliti, dan pengendalian produksi. Semua biaya yang terjadi dalam
departemen ini dikelompokkan sebagai biaya overhead pabrik. Sehubungan
dengan pambebanan biaya overhead ke departemen-departemen manufaktur
tersebut diatas kita dapat mengelompokkan biaya-biaya atas beban departemen
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Beban departemen lansung adalah biaya-biaya yang terjadi atau berasl dari
suatu departemen dan langsung dapat dibebankan pada masing-masing
departemen, baik departemen produksi mauoun departemen pembantu.
Beban departemen tidak langsung adalah biaya-biaya yang terjadi dimana
manfaatnya diterima secara bersama oleh beberapa departemen, sehingga biaya
tersebut tidak dapat dibebankan secara langsung pada masing-masing departemen
tetapi dialokasikan dengan menggunakan basis tertentu. Sebagai contoh; sewa
gedung, penyusutan gedung,dan biaya listrik. Biaya departemen tidak langsung ini
dalam istilah lain disebut biaya gabungan.
2.4. Sehubungan Dengan Periode Akuntansi
Sehubungan dengan periode akuntansi, baiya-biaya dibedakan berdasarkan
waktu atau kapan biaya-biaya tersebut dibebankan terhadap pendapatan.
Pengklasifikasian seperti ini berguna bagi manjemen dalam membandingkan
beban-beban (expenses) dengan pendapatan (revenues) secara layak dalam rangka
penyusunan laporan keuangan. Sehubungan dengan periode akuntansi ada dua
kategori kelompok biaya:
1. Biaya Produk (produk costs)
Dalam perusahaan manufaktur biaya ini sama dengan baiya biaya produksi
yaitu bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Biaya-biaya ini
pada saat terjadi dicatat dan dialokasikan sebegai persediaan (inventory), tetapi
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
akan menjadi harga pokok penjualan (expenses) yang akan dibandingkan dengan
pendapatan yang telah terrealisir dari penjualan tersebut
2. Biaya Periode (period costs)
Biaya-biaya yang tidak berkaitan dengan persediaan atau produk tetapi
berhubungan dengan periode waktu atau periode akuntansi. Biaya periode ini bisa
bermanfaat untuk memperoleh pendapatan dalam beberapa periode akuntansi dan
ada juga yagn hanya memberi manfaat untuk periode akuntansi periode berjalan.
Jika biaya periode ini hanya bermanfaat untuk satu periode akuntansi disebut
pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) dan dicatat sebagai beban
(expenses). Apabila biaya ini memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi
disebut pengeluaran modal (capital expenditure) dan mula-mula dicatat sebagai
aktiva. Dan berdasarkan berlalunya waktu akan berubah manjadi beban. Sebagai
contohnya adalah beban penyusutan gedung.
2.5. Menurut Fungsi Manajemen atau Jenis Kegiatan Fungsional
Pengklasifikasian biaya menurut jenis dari kegiatan fungsional bertujuan
untuk membantu manajemen dalam perencanaan, analisis dan pengendalian biaya
atas dasar fungsi-fungsi yang ada dalam satu organisasi perusahaan. Anggaran
operasi disusun untuk setiap fungsi, dan selanjutnya dibandingkan dengan biaya
yang sesungguhnya terjadi yang juga dihimpun menurut fungsi-fungsi tersebut.
Penyimpangan yang terjadi akan dianalisis oleh manajemen untuk melakukan
tindakan-tindakan perbaikan atas penyimpangan yang tidak wajar.
Berdasarkan pada jenis kegiatan fungsional maka biaya dapat
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
a. Biaya Produksi, biaya-biaya yang terjadi untuk menghasilkan produk
hingga siap untuk dijual.
b. Biaya penjualan, biaya-biaya yang terjadi untuk menjual suatu
produk.
c. Biaya umum/administrasi, biaya-biaya yang terjadi untuk
memimpin, mengendalikan dan menjalankan suatu perusahaan
Dari penjelasan biaya diatas maka yang termasuk biaya operasional adalah
semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan usahanya seperti biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan
baku yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pembelian bahan baku.
Biaya tenaga kerja langsung adalah pembayaran kompensasi kepada tenaga kerja
langsung. Sedangkan biaya overhead pabrik adalah semua komponen biaya diluar
biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan
pembantu dan biaya tenaga kerja tak langsung masuk dalam biaya overhead
pabrik.
C. LAPORAN KEUANGAN
1. Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Siapakah sebenarnya yang memerlukan laporan keuangan ini? Ditinjau
dari segi intern perusahaan yaitu manajemen perusahaan, laporan keuangan
perusahaaan dapat dipergunakan untuk berbagai tujuan. Data laporan keuangan
terutama akan memberikan informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Laporan keuangan akan menunjukkan sampai seberapa jauh efisiensi
pelaksanaan kegiatan serta perkembangan perusahaan yang telah dicapai
manajemen. Karena manajeman diserahai tanggung jawab untuk dapat
memperoleh keuntungan yang memuaskan dengan sumber-sumber yang ada
dalam perusahaan, manajemen ingin mengetahui apakah tujuan perusahaan yang
telah dicapai. Dengan demikian manajemen dapat melepaskan tanggung jawabnya
dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan untuk satu periode kepada pemilik
perusahaan. Selanjutnya sebagai hasil analisa dan interpretasi terhadap laporan
keuangan manajemen akan dapat pula mangambil keputusan untuk mengadakan
atau membuat perencanaan dan penyususnan anggaran untuk masa yang akan
datang. Kekurangan-kekurangan yang terdapat pada periode yang lalu dapat
diperbaiki dan ditambah, maninjau kembali kebijakan yang telah dilaksanakan,
dan jika perlu akan mengadakan pengawasan yang lebih ketat terhadap
perencanaan yang akan datang.
Pada umumnya ada empat daftar yang diperlukan untuk menyusun laporan
keuangan :
1. Neraca
2. Laporan laba rugi
3. Laporan arus kas
4. Laporan perubahan ekuitas
Dua daftar yang pertama disebut dafatar utama suatu laporan keuangan.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
kedua daftar utama ini cukup banyak pula, dibuat daftar-dafatar lampiran yang
memperinci perkiraan-perkiraan yang dirasa perlu.
2. NERACA
a. Definisi dan Fungsi Neraca
Neraca adalah laporan posisi keuangan perusahaan pada satu tanggal
tertentu. Adakalanya disebut juga “dafatar kondisi keungan” aau juga disebut “
daftar kewajiban dan kekayaan” yang mengambarkan hasil ahirdari pada seluruh
pencatatan transaksi-transaksi akuntansisejak awal periode perusahaan.
Sumber-sumber suatu perusahaan yang berupa harta benda dan hak-hak hokum yang
dimiliki, disebut aktiva perusahaan. Perorangan atau kelompok yang mempunyai
klaim terhadap aktiva ini, dikatakan bahwa mereka mampunyai saham dalam
perusahaan itu. Kepentingan pemilik perusahaan atas aktiva disebut pemilik
saham atau modal sendiri atau modal saja, terdiri dari modal saham dan laba.
Kepentingan para kreditor atas aktiva-aktiva ini disebut
kewajiban-kewajiban. Kedua-duanya modal dan kewajiban-kewajiban disebut passive
perusahaan. Aktiva dan passive perusahaan dicatat dalam neraca dengan cara
tertentu, sebelum mereka dipergunakan atau dikeluarkan dari perusahaan melalui
mutasi atau transaksi yang dilakukan perusahaan. Aktiva dan passiva perusahaan
selalu berubah-ubah sebagai akibat dari mutasi atau transaksi yang dilakukan
perusahaan.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Susunan suatu neraca harus memenuhi tiga pengklasifikasian pokok yang
akan membentuk suatu kesamaan akuntansi terhadap ketiga unsure pokoknya:
aktiva, kewajiban dan modal.
Neraca harus disusun secara sistematis, sehingga dapat memberikan
gambaran posisi keuangan dari perusahaan. Didalamnya harus disebutkan
bahagian-bahagian mana yang termasuk aktiva, kewajiban-kewajiban dan modal.
c. Aktiva
Aktiva secara umum dapat merupakan sesuatu yang mempunyai bentuk
fisik atau dapat merupakan sesutau hak menurut hokum, kedua-duanya
mempunyai nilai uang. Aktiva yang mempunyai bentuk fisik dan aktiva yang
mempunyai nilai yang menjadi kalim perusahaan disebut aktiva berwujud. Aktiva
yagn merupakn hak atas sesuatu disebut aktiva tak berwujud. Nilai uang atau
rupiah yang tercantum dalam neraca pada umumnya adalahn ilai perolehannya..
• Aktiva Lancar
Aktiva lancar adalah aktiva-aktiva yang digunakan untuk menyatakan sisa
kas/bank dan aktiva lainya atau sumber-sumber yang dapat diterapkan atau
dicairkan menjadi uang tunai, dijual atau dipakai hadis dalam satu atau dalam satu
siklus operasi perusahaan yang normal.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Aktiva tetap adalah aktiva yang dipergunakan dalam perusahaan yang
sifatnya tetap dan permanent, tidak untuk diperdagangkan, dan yang dipergunakan
dalam opersi perusahaan.
d. Passiva
Kewajiban-kewajiban/passiva merupakan klaim seseorang atau kelompok
perorangan terhadap kekayaan perusahaa atau terhadap aktiva perusahaan. Pada
umumnya kewajiban-kewajiban dibayar dengan uang, akan tetapi dapat juga
dibayar dengan barang atau jasa. Kita dapat membedakan dua macam kewajiban,
yaitu : kewajiban jangka pendek ( hutang lancar )dan kewajiban jangka panjang (
hutang jangka panjang ).
• Hutang Lancar
Yang dimaksud dengan hutang lancar adalah hutang-hutang jangka pendek
(kurang dari satu tahun) yang harus dibayar dengan aktiva lancar.
• Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban-kewajiban yang tidak dapat
diselesaikan dalam satu periode akuntansi. Pada umunya hutang seperti ini
muncul akibat perluasan perusahaan atau pembelian peralatan pabrik yang
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
TABEL 2.1
CV. Roniasi Berlianson, Tapanuli Utara NERACA
PERIODE 31 DESEMBER 2005 DAN 2006
AKTIVA 2005 2006 Gedung-gedung Rp. 110.000.000 Rp. 120.000.000 Total Aktiva Tetap Rp. 207.000.000 Rp. 235.000.000
Total Aktiva Rp. 472.000.000 Rp. 666.000.000
Passiva
Hutang Dagang Rp.153.000.000 Rp. 247.000.000-
Hutang Pajak Rp. 82.000.000 Rp. 143.000.000-
Hutang Jangka Panjang Rp. 45.000.000 Rp. 60.000.000 Kekayaan Bersih Rp. 192.000.000 Rp. 216.000.000
Total Passiva Rp. 472.000.000 Rp. 666.000.000
Sumber : CV. Roniasi Berlianson, Tapanuli Utara (tahun 2007)
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
3. LAPORAN LABA-RUGI
1. Definisi dan fungsi laporan laba-rugi
Komponen laporan keuangan yang kedua adalah lapopran laba-rugi.
Laporan ini merupakan suatu daftar iktisar hasil dan biaya suatau perusahaan
dalam satu periode tertentu. Laporandemikian ini juga disebut dengan istilah
“daftar operasi perusahaan” atau “daftar hasil dan biaya”. Tujuan daripada
penyusunan perhitungan laba rugi ialah untuk mengukur kemajuanatau
perkembangan perusahaan dalam menjalankan fungsinya sehubungan dengan sifat
kegiatan perusahaan. Bagi perusahaan jasa, perhitungan laba-rugi dipergunakan
sebagai alat pengukur perkembangan perusahaan dalam penjualan jasa-jasa dan
biaya-biaya yang di keluarkan sehubungan dengan operasi perusahaan.
Perhitungan laba rugi perusahaan juga akan dapat menceritakan
bagaimana pertambahan atau pengurangan aktiva yagn disebabkan penjualan
jasa-jasa atau barang-barang. Pertambahan aktiva sebagai akibat operasi perusahaan
disebut hasil. Sesuai dengan sifat perusahaan, hasil ini disebut hasil penjualan,
hasil sewa, hasil bunga dan sebagainya. Pengurangan aktiva sebagai akibat
operasi perusahaan disebut dengan biaya.
Dalam perhitungan laba-rugi hasil dalam periode tertentu akan
diperbandingkan dengan biaya-biaya untuk memperoleh pendapatan. Selisih dari
hasil dan biaya-biaya akan merupakan laba atau rugi untuk periode tersebut.biaya
untuk mendapatkan hasil akan terdiri dari harga pokok penjualan atau jasa
ditambah dengan biaya umum dan administrasi, dan jika ada ditambah lagi
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
TABEL 2.2
CV. Roniasi Berlianson, Tapanuli Utara LAPORAN LABA RUGI
PERIODE 31 DESEMBER 2005 DAN 2006
KETERANGAN 2006 2005
PENJUALAN
Biaya Gaji dan Tunjangan Biaya Legalisasi
LABA BERSIH 119.300.000 86.470.000
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
C. Anggaran Biaya Operasional
Anggaran biaya operasional adalah anggaran atau taksiran semua biaya
yang dikeluarkan, yang pada hakekatnya dianggap habis dalam masa satu tahun
buku. Yang termasuk ke dalam anggaran biaya operasional adalah sebagai
berikut:
1. Anggaran Biaya tetap (fix cost budget)
Anggaran biaya ini adalah anggaran biaya yang jumlahnya tetap, tidak
berubah meskipun volume produk berubah sampai dengan kapasitas tertentu.
Yang termasuk di dalam biaya tetap adalah penyusutan, aktiva tetap, pajak
bangunan, asuransi dan lain-lain
Prosedur penyusunan anggaran biaya tetap dapat dilakukan dengan
menganalisis biaya tetap masa lalu, kemudian biaya ini diteliti dan dibuat
pertimbangan sebelumnya.
2. Anggaran biaya variabel (variable cost budget)
Anggaran biaya variabel adalah anggaran biaya yang jumlahnya
berubah-ubah secara proporsional sesuai dengan perberubah-ubahan volume produksi. Ini berarti
jika terjadi peningkatan aktivitas perusahaan maka jumlah biaya variabel akan
meningkat pula, begitu juga sebaliknya jika aktivitas produksi menurun jumlah
biaya variabel pun ikut menurun. Yang termasuk biaya variabel adalah bahan
baku langsung, bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja langsung, overhead
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
3. Anggaran biaya semi variabel (semivariable cost budget)
Anggaran semi variabel adalah anggaran biaya-biaya yang sebagian tetap
dan sebagian lagi bersifat variabel. Yang termasuk biaya semi variabel adalah
biaya pemeliharaan gedung, biaya pemeliharaan mesin, alat-alat, upah dan gaji
karyawan. Anggaran semi variabel dapat ditentukan dengan menganalisis
biaya-biaya pada tahun-tahun yang lalu dan membuat pertimbangan pada aktiva-aktiva
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
BAB III
ANALISIS DAN EVALUASI
Berdasarkan uraian-uraian teoritis diatas dan hasil penelitian berupa data
dan informasi yang ada, maka dapat dilihat gambaran umum mengebai anggaran
biaya operasional, penyusunan dan pelaksanaannya pada CV. RONIASI
BERLIANSON
Pada bab ini penulis akan menganalisis dan mengevaluasi terhadap
anggaran biaya operasional dan pelaksanaannya yang meliputi :
A. Pengertian dan Jenis Anggaran
1. Pengertian anggaran
Pengertian anggaran yang disebutkan pada Bab II dilihat bahwa anggaran
yang disusun oleh CV. Roniasi Berlianson mempunyai pengertian bahwa
anggaran perusahaan adalah merupakan suatu perencanaan yang disusun secara
formal didalam perusahaan yang mencakup seluruh kegiatan perusahaan tanpa
adanya pengecualian.
Hal ini terlihat, baik pada penyusunan maupun isi dari anggaran tersebut.
Sedangkan kegitan untuk memperoleh pendapatan dimana kegiatan tersebut
membutuhkan biaya, sehingga CV.Roniasi Berlianson menyatakan bahwa
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
2. Jenis-jenis anggaran
Jenis-jenis anggaran yang telah dijelaskan pada Bab II terdiri dari
Anggaran bahan baku, anggaran tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead
pabrik, anggaran biaya administrasi dan umum dan lain sebagainya yang semua
anggaran tersebut diintegrasikan menjadi anggaran penunjang dari anggaran
rugi-laba dan anggaran kas. Anggaran pihutang, anggaran persediaan, anggaran aktiva
tetap, anggaran hutang dan lain sebagainya diintegrasikan menjadi anggaran
penunjang dari anggaran neraca, yang anggaran laba-rugi ini merupakan
kelompok besar anggaran perusahaan.
B. Definisi Biaya
Dari pengertian yang terdapat pada Bab II dapat ditarik kesimpulan bahwa
biaya merupakan pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk memperoleh
suatu manfaat. Hal ini memebuktikan bahwa betapa pentingnya biaya yang harus
dikeluarkan agar operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik. Begitu juga
dengan CV.Roniasi Berlianson dalam menjalankan operasi perusahaan harus
mengeluarkan biaya terlebih dahulu.
Dimana pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh CV.Roniasi Berliason
merupakan pengorbanan ekonomis untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu jasa
pengorbanan atau secara langsung untuk mendapatkan hasil atau laba.
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
C. Biaya Operasional
Biaya operasional adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan
operasi perusahaan dalam satu periode akuntansi. Biaya operasional dapat dibagi
menjadi tiga bagian yaitu: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik
1. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah salah satu dari tiga elemen biaya dari satu
produk, dan biasanya bagian yang besardan berarti dalam jumlah biaya produksi
dari satu perusahaan manufaktur. Melalui satu proses produksi yaitu yaitu dengan
menggunakan tenaga kerja dan biaya overhead pabrik, bahan-bahan diubah
menjadi barang jadi. Biaya bahan yang dipakai dalam produksi manjadi bagian
dari harga pokok barang yang dihasilkan, atau dalam istilah akuntansi disebut
harga pokok produksi (cost of goods manufacturing). Jika barang dijual, maka
biaya bahan menjdi bagian dari harga pokok penjualan (cost of goods sold) yang
digunakan dalam menentukan laba. Prosedur akuntansi metode harga pokok dan
penilaian persediaan harus ditetapkan untuk menghitungdan membebankan biaya
bahan dalam rangka menentukan laba dan penyusunanlaporan posisi keuangan
perusahaan (neraca)
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja terjadi dan diperlukan dalam satu proses produksi
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
sehubungan dengan penggunaan sumber daya manusia atau tenaga kerja tersebut
dalam memproduksi suatu produk. Manajemen perusahaan sangat membutuhkan
informasi biaya tenaga kerja yang tepat waktu dan akurat untuk digunakan
sebagai suatu dasar dalam perencanaan, pengendalian danpengambilan keputusan.
Perencanaan untuk tenaga kerja merupakan bagian yang terpadu dari proses
penyusunan anggaran. Bermula dari rencana produksi dan data standar dan
standar biaya yang telah ditetapkan, maka anggaran biaya maka anggaran biaya
tenaga kerja dapat dibuat. Proses pengendalian meliputi perbandingan antara
biaya tenaga kerja yang sesungguhnya terjadi dengan biaya tenaga kerja yang
ditetapkan dimuka. Perbedaan yang terjadi dianalisis untuk mengetahui apa
penyebabnya. Dalam pengambilan keputusan, manajemen membutuhkan data
biaya ini untuk penentuan harga, mnembah produk baru, penggantian peralatan
dansebagainya,
Biaya tenaga kerja merupakan harga atau jumlah tertentu yang dibayarkan
kepada para pekerja atau karyawan yang berkerja pada bagian produksi. Biaya ini
terdiri dari dua elemen utama yaitu: biaya tenaga kerja langsung (direct labor) dan
biaya tenaga kerja tidak langsung (Indirect labor). Biaya tenaga kerja langsung
adalah biaya tenaga kerja yang dapat diidentifikasikan dengan suatu operasi atau
proses tertentu yang diperlukan untuk menyelesaikan produ-produk perusahaan.
Oleh sebab itu semua biaya tenaga kerja langsung dibabankan secara langsung
kepada komponen-komponen dari barang jadi atau produk-produk yang
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
langsung disebut biaya biaya utama (prime cost ) dan dengan biaya overhead
pabrik disebut biaya konversi (conversion cost)
Biaya tenaga kerja tidak langsung adalahbiaya tenaga kerja yang secara
tidak langsung terlibat dalam proses produksi, dengan demikian biaya ini tidak
dapat diidentifikasikan secara khusus kepada suatu operasi atau proses produksi
tertentu. Biaya ini terdiri dari biaya tenaga kerja yang terjadi dalam
departemen-departemen pembantu seperti departemen-departemen pembelian, departemen-departemen pemeliharaan,
departemen pengendalian mutu dan lain-lainnya.
3. Biaya Overhead Pabrik
Berdasarkan konsep dasar biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya yang
harus terjadi meskipun biaya tersebut secara langsung tidak mempunyai hubungan
yang dapat diukur dan diamati terhadap satuan-satuan aktivitas tertentu, produksi
dan tujuan-tujuan biaya.
Dalam aplikasinya biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya yang dari
segi masalah praktis tidak dapat dibebankan kepada tujuan-tujuan tersebut secara
langsung.. Suatu metode alokasi biaya yang konsisten harus digunakan yang mana
dengan beberapa ukuran menaksir pengorbanan ekonomi yang terjadi.
Bahan langsung dan tenaga kerja langsung merupakan biaya utama dari
suatu produk. Overhead pabrik meliputi semua biaya yang lain yang terjadi dalam
membuat suatu produk tersebut. Semua biaya produksi selain dari bahan langsung
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
lain dari biaya overhead pabrik ini adalah biaya produksi tidak langsung. Terdiri
dari tiga kelompok biaya yakni : biaya bahan tidak langsung, biaya ternaga kerja
tidak langsung, dan biaya produksi tidak langsung lainnya seperti air, listrik,
telepon, asuransi, pajak, pemeliharaan, penyusunan dan lain-lain.
Biaya overhead pabrik biasanya dapat diklasifikasikan dalam tiga
kelompok utama : yaitu bahan tidak langsung dan perlengkapan, tenaga kerja
tidak langsung dan biaya tidal langsung lainnya.
Biaya bahan tidak langsung dan perlengkapan. Bahan yang dipakai dalam
produksi yang tidak dapat dibebankan secara langsung kepada jumlah unit
produksi tertentu dan bias nya nilainya tidak berarti sebagai elemen biaya dalam
menghasilkan suatu produk.
Biaya tenaga kerja tidak langsung. Semua biaya tenaga kerja pabrik yang
secara tidak langsung terlibat dalam proses produksi dari suatu produk,
dikelompokkan sebagai biaya tenaga kerja tidak langsung, seperti tenga kerja
pengawas dan tenaga penunjang yang diperlukan untuk mengoperasikan fasilitas
produksi, dimana biaya-biaya ini adalah tidak mungkin dan juga tidak praktis
untuk dibebankan secara klangsung kepada jumlah unit produksi tertentu. Oleh
karena itu biaya ini dimasukkan sebagai biaya overhead pabrik, termasuk juga
dalam kategori ini biaya-biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja langsung
sepprti jaminan social yang diatur oleh pemerintah, premi lembur, tunjangan cuti
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Biaya tidak langsung lainnya. Biaya ini meliputi berbagai macam biaya
overhead pabrik yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya bahan tidak
langsung ataupu biaya tenaga kerja tidak langsung. sebagai contoh dari biaya
tidak langsung lainnya adalah pemeliharaa gedung pabrik, pemeliharaan mesin
dan peralatan, pemeliharaan kendaraan, pemeliharaan inventaris pabrik,
penyusutan, asuransi utilitas, pajak, royalty dan lain-lain.
Biaya-biaya overhead pabriktersebut diklasifikasikan menurut sifat atau
objek pengeluaran. Sebagai contoh, bahan tidak l;angsung dan perlengkapan
adalah objek yang diperoleh atau didapatkan atas pengeluaran dana. Biaya
overhead pabrik yang diklasifikasikan menurut objek pengeluaran dapat dibagi
lebih jauh atas elemen-elemen biaya. Sebagai contoh bahantidak langsung dan
perlengkapan dapat dirinci menjadi alat pelimas, bahan baker, perlengkapan
kantor, dan perlengkapan keselamatan.
D. Prosedur Penyusunan Anggaran Biaya Operasional
Penyusunan anggaran biasanya dilakukan dengan membentuk panitia
anggaran. Pada umumnya anggaran biaya dilakukan pada rencana-rencana dan
program-program tertentu. Pengalaman yang lalu disesuaikan dengan
perubahan-perubahan yang diharapkan dalam kebijakan manajemen dan dalam
kondisi-kondisi umum perekonomian sangat membantu dalam penyusunan anggaran biaya
operasional CV.Roniasi Berlianson. Catatan historis juga menjadi dasar untuk
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Melihat prosedur penyusunan anggaran pada CV.Roniasi Berlianson yang
tidak menggunakan panitia anggaran secara formal, dimana penyusunan panitia
anggaran ini memerlukan biaya yang cukup besar, jadi hal ini jika dilihat dari segi
biaya mungkin akan menguntungkan bagi perusahaan.
Di samping itu juga penyusunan anggaran biaya operasional dapat
dimengerti oleh bawahan, karena penyusunan dan pelaksanaan anggaran biaya
operasional pada CV. Roniasi Berlianson tidak begitu rumit sehingga bawahan
dapat mengerti maksud dari anggaran tersebut.Untuk itu kepala bagian dan
sub-sub unitnya memberikan pengertian pada saat para bawahan membaca laporan
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Tabel 1.1
CV. Roniasi Berlianson
Laporan Anggaran Biaya Operasional Untuk Periode 2005
Uraian 2005
Biaya promosi penjualan 9.720.000
Biaya Komisi 3.510.000
Biaya gaji dan Tunjangan 65.000.000
Biaya Legalisasi 5.000.000
Biaya Perjalanan Dinas 9.450.000
Biaya penyusutan 50.400.000
Biaya lain-lain 6.750.000
Total Biaya 149.830.000
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Tabel 1.2
CV. Roniasi Berlianson
Laporan Anggaran Biaya Operasional Untuk Periode 2006
Uraian 2006
Biaya Promosi penjualan 10.800.000
Biaya Komisi 3.900.000
Biaya gaji dan Tunjangan 65.000.000
Biaya Legalisasi 5.000.000
Biaya Perjalanan Dinas 10.500.000
Biaya Penyusutan 56.000.000
Biaya Lain-Lain 7.500.000
Total Biaya 158.700.000
Sumber : Laporan Keuangan CV.Roniasi Berlianson (tahun 2007)
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
CV. Roniasi Berlianson
Perbandingan Anggaran Operasional Dengan Realisasi Periode 2005-2006
9.720.000 10.800.000 1.080.000 11,11
Biaya Komisi 3.510.000 3.900.000 390.000 11,11
Biaya Gaji dan
9.450.000 10.500.000 1.050.000 11,11
Biaya Penyusutan 50.400.000 56.000.000 5.600.000 11,11
Biaya Lain-lain 6.750.000 7.500.000 750.000 11,11
Total Biaya 149.830.000 158.700.000 8.870.000 5,92
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
Secara keseluruhan biaya operasional mengalami kenaikan dari yang
dianggarkan sebesar Rp. 149.830.000 sementara realisasinya sebesar Rp.
158.700.000 dan naik sebesar RP. 8.870.000 dari yang dianggarkan atau terjadi
kenaikan sebesar 5,92% dimana kenaikan-kenaikan yang terjadi pada
masing-masing jenis biaya dapat dilihat sebagai berikut :
1. Biaya Promosi Penjualan
Biaya ini mengalami kenaikan dalam realisasinya, karena naiknya aktifitas
perusahaan, sehingga menyebabkan naiknya biaya promosi dan penjualan sebesar
Rp. 1.080.000 yang persentase kenaikannya sebesar 11,11%
2. Biaya Komisi
Biaya ini mengalami kenaikan dalam realisasinya, karena bertambahnya
komisi yang diberikan, sehingga menyebabkan naiknya biaya komisi sebesar Rp.
390.000 yang persentase kenaikannya sebesar 11,11%
3. Biaya Gaji dan tunjangan
Biaya ini tidak mengalami perubahan dalam satu periode ini disebabkan
gaji karyawan dan tunjangan tidak mengalami kenaikan.
4. Biaya Legalisasi
Biaya Legalisasi juga tidak mengalami perubahan dalam satu periode ini
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
5. Biaya Perjalanan Dinas
Biaya ini mengalami kenaikan dalam realisasinya, karena bertambahnya
aktifitas perusahaan, sehingga biaya perjalanan dinas juga meningkat sebesar
Rp.1.050.000 yang persentase kenaikannya sebesar 11,11%
6. Biaya penyusutan
Biaya ini mengalami kenaikan dalam realisasinya, karena bertambahnya
aktifitas perusahaan, sehingga menyebabkan bertambahnya biaya penyusutan
sebesar Rp. 5.600.000 yang persentase kenaikannya sebesar 11,11%
7. Biaya Lain-lain
Biaya lain-lain mengalami kenaikan dala realisasinya, karena
bertambahnya aktifitas perusahaan, sehingga menyebabkan kenaikan ini sebesar
Rp. 750.000 yang kenaikannya sebesar 11,11%
Berdasarkan perbandingan antara anggaran dan realisasi diatas banyak
pos-pos yang mengalami kenaikan biaya sehingga jumlah realisasi lebih besar
dibanding dengan anggaran yang ditetapkan. Hal tersebut disebabkan karena
perusahaan menyusun anggaran biaya operasional dengan melihat situasi dan
kondisi yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, perusahaan dapat mengatasi penyimpangan karena
penjualan dalam tahun 2006 tercatat mencapai Rp. 278.000.000 dari tahun 2005
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
41.700.000 yang dengan jumlah ini dapat menutupi kenaikan biaya operasi dari
yang dianggarkan oleh perusahaan.
Penganggaran biaya berkaitan dengan pengambilan keputusan manajemen
mengenai penggunaan sumber-sumber ekonomik (yang dinyatakan dengan uang)
pada masa yang akan datang. Secara keseluruhan biaya operasional perusahaan
mengalami kenaikan dari yang dianggarkan sebesar Rp. 149.830.000 sementara
realisasinya sebesar Rp. 158.700.000 dan naik sebesar RP. 8.870.000 dari yang
dianggarkan atau terjadi kenaikan sebesar 5,92%.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa anggaran biaya
operasional perusahaan masih efektif dan efisien. Hal ini dapat dibuktikan dari
selisih anggaran dengan realisasi secara total tidak begitu besar. Secara
keseluruhan selisih anggaran dengan realisasi adalah sebesar 5,92%. Hal ini perlu
dipertahankan atau lebih di tingkatkan lagi untuk tahun yang akan datang
sehingga perusahaan dapat terus membiaya seluruh kegiatan operasionalnya
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dalam Bab ini, akan diterangkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya
untuk menjadi sebuah kesimpulan yang menekankan penilaian yang berlandaskan
teoritis agar didapat masukan yang bermanfaat. Kesimpulan ini akan dituangkan
dalam point-point sebagai berikut :
1. CV. Roniasi Berlianson merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
industri makanan ternak.
2. Struktur organisasi CV. Roniasi Berlianson memperlihatkan pembagian tugas,
wewenang dan tanggung jawab, sehingga setiap karyawan dapat bekerja dan
bertanggung jawab sesuai tugasnya masing-masing.
3. Dilihat dari rencana kerja tahun 2006, perusahaan mengeluarkan biaya
operasional sebesar Rp. 158.700.000,- sedangkan biaya operasional yang
dianggarkan adalah Rp. 149.830.000,- terjadi penyimpangan sebesar 5,92%.
Namun demikian penyimpangan tersebut diimbangi dengan penjualan yang
jauh melampaui target yaitu senilai Rp. 278.000.000,-
4. Biaya operasional pada CV. Roniasi Berlianson cukup tinggi, meskipun masih
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
5. Secara keseluruhan biaya operasional CV. Roniasi Berlianson masih dapat
dikatakan efektif dan efisien karena hasil penjualan produk yang dihasilkan
masih dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
menghasilkan sampai menjual produk tersebut.
B. Saran
Dalam bagian terakhir ini, penulis mencoba memberikan beberapa saran
yang mungkin berguna bagi CV. Roniasi Berlianson dalam menjalankan kegiata
operasional perusahaan.
1. Mengingat pentingnya peranan anggaran., sebaiknya anggaran disusun secara
teliti dengan membentuk suatu panitia anggaran atau seksi khusus lainnya,
sehingga anggaran benar-benar merupakan pedoman kerja.
2. Perlunya peningkatan kinerja operasional perusahaan maupun kinerja
pemasaran melalui pemberian motivasi kerja bagi para karyawan, seperti
dengan pemberian bonus, kompensasi.
3. Agar anggaran perusahaan dapat memenuhi fungsinya sebagai alat
perencanaan dan pengawasan masih perlu dilakukan analisis anggaran.
4. Dalam upaya peningkatan volume penjualan, perlu adanya suatu seksi atau
bagian perusahaan yang bisa melakukan analisis dalam melihat kondisi
perekonomian perusahaan di masa yang akan datang sehingga fungsi anggaran
benar-benar tercapai.
5. Untuk mengurangi tingginya biaya operasional manajemen sebaiknya
Virgo Erick Chandra P. : Analisa Biaya Operasional Pada CV Roniasi Berlianson, 2007. USU Repository © 2009
DAFTAR PUSTAKA
Ahyari, Agus. Anggaran Perusahaan. Penerbit Fakultas Ekonomi. Yogyakarta.
1994
Dunia, A, Firdaus. Akuntansi Biaya. Edisi pertama Penerbit Universtas
Indonesia Jakarta 1994
Kartadinata, Abas. Akuntansi dan Analisis Biaya. Penerbit Rineka Cipta.
Jakarta. 1994
Purba, Radiks. Akuntansi Untuk Manajer. Jilid Kedua. Penerbit Rineka Cipta.
Jakarta. 2006
Riyanto, Bambang.Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat.
Penerbit BPFE. Yogayakarta. 1997
Rudianto. Akuntansi Manajemen. Penerbit PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia. Jakarta. 2006
Sartono, Agus. Manajemen Keuangan. Edisi Ketiga. Penerbit BPFE.
Yogyakarta. 1994
Syafri, Sofyan. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Penerbit PT.
Rajagrafindo Persada. Jakarta. 2001