• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK PEMEKARAN KABUPATEN NAGAN RAYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAMPAK PEMEKARAN KABUPATEN NAGAN RAYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada

Jurusan Pendidikan Sejarah

NENENG SUDARMI NIM. 3123121037

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

NENENG SUDARMI. NIM 3123121037. DAMPAK PEMEKARAN KABUPATEN NAGAN RAYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN. SKRIPSI S-1 JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH. FAKULTAS ILMU SOSIAL. UNIVERSITAS NEGERI MEDAN. 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pemekaran Kabupaten Nagan Raya, faktor-faktor pemekaran Kabupaten Nagan Raya dan juga untuk mengetahui dampak pemekaran Kabupaten Nagan Raya dalam bidang pendidikan.

Metode yang di gunakan adalah Deskriptif-Kualitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Metode Penelitian Lapangan (field research) di kombinasikan dengan Penelitian Kepustakaan (library research), Yaitu dengan mengumpulkan data – data secara objektif berdasarkan hasil wawancara dengan warga tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui tentang pemekaran kabupaten

Nagan raya dan dampaknya dalam bidang pendidikan serta

mengkolaborasikannya dengan tulisan-tulisan di dalam Buku-Buku yang berkaitan dengan Pemekaran kabupaten Nagan Raya.

Hasil penelitian menunjukkan pertama, pemekaran kabupaten Nagan Raya di awali dengan keinginan oleh masyarakat yang ada di Nagan Raya itu sendiri, bukan dari pusat. Para tokoh yang ada di Nagan Raya menilai bahwa Nagan Raya sudah pantas untuk di jadikan sebagai Kabupaten. Baik itu dari segi penduduk, wilayah, pandapatan, maupun kemakmuran. Kedua, ketika ide pemekaran tersebut muncul, seluruh lapisan masyarakat menyambut dengan baik niat tersebut, baik itu masyarakat yang ada di Nagan Raya maupun masyarakat yang berada di Kabupaten Induk (Aceh Barat), sehingga pada tahun 2002 di bentuklah Kabupaten Nagan Raya sesuai dengan Undang-Undang No 4 Tahun 2002. Ketiga, setelah pemekaran Kabupaten Nagan Raya, kondisi pendidikan di Kabupaten yang di bentuk sudah banyak mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah sekolah maupun siswa, semakin baiknya sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Pemekaran Kabupaten Nagan Raya berdampak positif dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang pendidikan.

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan pertolonganNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan

skripsi yang berjudul “Dampak Pemekaran Nagan Raya Dalam Bidang

Pendidikan “. Adapun tujuan Skripsi ini disusun yaitu sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini banyak mengalami kendala. Penulis sudah berusaha semaksimal mungkin didalam menyelesaikan skripsi ini walaupun penulis menyadari bahwa masih memiliki kekurangan didalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan agar para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk melengkapi skripsi ini.

Didalam menyelesaikan penyusunan Skripsi ini, penulis menghadapi beberapa kendala namun berkat bantuan, bimbingan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada:

1. Alm Ibunda tercinta Masdariah Nasution yang telah mendidik dan

membesarkan peneliti. Kiranya Allah SWT memberikan tempat yang baik buat ibunda. Kedua orang tua saya, ayahanda Jojo Suharja dan ibunda Tumini. Penghormatan dan penghargaan setinggi-tinggi nya saya berikan kepada mereka. Karena dengan kasih sayang dan dukungan dari mereka saya bisa menyelesaikan tulisan ini.

2. Abang Alda Suheriawan dan Kakak Melda Sari Purnama Wati yang selalu

memberi dukungan, baik moril maupun materil, semangat dan doa hingga terselesaikanya tulisan ini.

3. Abang Prof. Ibnu Hajar Damanik, M. Si dan Kakak Dra. Yusniarti yang telah memberikan dukungan moril dan materil sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Terimakasih Buya, terimakasih Umi.

4. Bapak Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan

5. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial

6. Bapak dan Ibu pembantu Dekan di lingkungan Fakultas

(7)

memperhatikan dan mengerti keadaan mahasiswa, mengajari dan mengarahkan layaknya anak sendiri.

8. Bapak Syahrul Nizar Saragih, M. Hum, MA selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah terimakasih banyak selama ini telah mengurusi dan membantu dalam melengkapi perlengkapan administrasi saya.

9. Ibu Dr. Lukitaningsih, M. Hum selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima

kasih buat pemikiran-pemikiran ibu yang telah membantu

mengembangkan pemikiran penulis. Terima kasih juga buat bimbingan, arahan dan masukan-masukan yang selama ini ibu berikan kepada saya hingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tulisan ini.

10.Bapak Dr. Hidayat, M. Si Selaku dosen pembimbing akademik dan penguji penulis yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis selama masa perkuliahan.

11.Bapak Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S selaku dosen penguji ahli yang banyak memberikan masukan positif dalam pengembangan skripsi ini. 12.Bapak Dr. Tappil Rambe, M. Si selaku dosen penguji bebas yang telah

banyak memberi inspirasi bagi penulis.

13.Bapak dan ibu dosen lainnya yang ada di Jurusan Pendidikan Sejarah, Ibu Flores Tanjung, Pak Pristi Suhendro, Pak Ponirin, Pak Pulung, Bu Syamsidar, Bu Hafnita dan seluruh Dosen lainnya yang telah memberikan ilmu dan pengalaman kepada peneliti selama mengikuti perkuliahan di Universitas Negeri Medan.

14.Seluruh keluarga saya tercinta, Maknek, Ayah Nuar, Mak Idah dan sepupu ku Dewi, Linda, Sindy, serta keponakan saya Suri, Ulfa, Daya, Nabila, Alvin, Chaca dan Rezky yang telah memberikan motivasi kepada penulis hingga sampai saat ini.

15.Sahabat ku Ina Insana, S. Sos, teman dari kecil hingga sekarang, yang telah memberikan motivasi kepada penulis hingga sampai saat ini, terimakasih banyak.

16.Sahabat-sahabat ku Dyna Ronauli Hatagaol, Dhiah Ristanti Handayani, Tria Devi Ayumi, Siti Mada Yusdina Lubis dan Zein Hasanah Begitu banyak ilmu tentang kehidupan yang saya dapat dari kalian semua. Kalian mengajarkan saya untuk selalu percaya dengan kemampuan saya sendiri, agar saya tidak pernah menyerah. Kalian mengajarkan ku apa arti berbagi. Terima kasih banyak sahabat-sahabatku.

(8)

Wiranda, Bayu, Jatmiko, Amly dan Damson. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini, senyum, canda, tawa, marah kalian telah memberikan warna dalam kehidupan saya sehari-hari dikampus.

18.Untuk teman-teman PPL-T Unimed SMA N.4 Pantai Cermin Tahun 2015,

Zia, Meri, Midah, Risna, Irma, Sri, Devi, Puri, Dewi, Zulviana, Kak Farans, Astri, Indra, Bang Dian, Zulki, Doni, Daniel, Jesaya dan Ivan. Terima kasih atas doa dan dukungan teman-teman semuanya. Kerinduan saat-saat bersama kalian.

Terakhir, untuk seluruh instansi pemerintahan yang ada di Kabupaten Nagan Raya, Kesbangpol Linmas, Dinas Pendidikan, Kantor Bupati, Badan Pusat Statistik, dan seluruh informan yang begitu banyak membantu saya. Saya ucapkan terima kasih. Peneliti meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadi bahan masukan bagi yang membacanya, khususnya di wilayah fakultas ilmu sosial.

Medan, Agustus 2016

Peneliti

(9)

DAFTAR ISI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI ... 6

2.1. Kajian Pustaka ... 6

2.2. Kerangka Konseptual ... 7

2.2.1. Pemekaran Wilayah ... 7

2.2.2. Otonomi Daerah ... 10

2.2.3. Dampak Pemekaran Kabupaten Nagan Raya ... 12

2.3. Kerangka Berfikir ... 15

2.4. Hipotesa ... 16

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 17

3.1. Metode Penelitian ... 17

3.2. Lokasi Penelitian ... 18

3.3. Sumber Data ... 18

3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 19

3.5. Teknik Analisis Data ... 20

BAB IV PEMBAHASAN ... 30

(10)

4.1.2. Kondisi Geografis ... 32

4.1.3. Pemerintahan ... 35

4.1.4. Keadaan Penduduk ... 37

4.2. Pemekaran Kabupaten Nagan Raya ... 42

4.3. Dampak Pemekaran Kabupaten Nagan Raya Dalam 44 Bidang Pendidikan ... 48

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 60

5.1. Kesimpulan ... 60

5.2. Saran ... 61

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 ... 33

Tabel 4.2 ... 33

Tabel 4.3 ... 34

Tabel 4.4 ... 38

Tabel 4.5 ... 39

Tabel 4.6 ... 40

Tabel 4.7 ... 41

Tabel 4.8 ... 50

Tabel 4.9 ... 50

Tabel 4.10 ... 51

Tabel 4.11 ... 52

Tabel 4.12 ... 53

Tabel 4.13 ... 53

Tabel 4.14 ... 54

Tabel 4.15 ... 55

(12)

DAFTAR GAMBAR

(13)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, berdasarkan

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1956 tentang pembentukan Daerah Otonom

Kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Utara, wilayah Aceh

Barat Aceh Barat mempunyai luas wilayah 10.097.04 km² atau 1.010.466 Ha

dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Barat dan

Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten Aceh Barat dengan Ibukota Meulaboh terdiri

dari tiga wilayah yaitu Meulaboh, Calang dan Simeulue, dengan jumlah

kecamatan sebanyak 19 (sembilan belas) Kecamatan yaitu Kaway XVI; Johan

Pahlwan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai

Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya; Simeulue Timur;

Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan Salang. Sedangkan

Kabupaten Aceh Selatan, meliputi wilayah Tapak Tuan, Bakongan dan Singkil

dengan ibukotanya Tapak Tuan.

Pemekaran wilayah terjadi karena adanya ketimpangan-ketimpangan

pembangunan dan tidak meratanya sektor-sektor pembangunan di semua wilayah,

sementara potensi yang dimiliki wilayah memungkinkan untuk dikembangkan

sebagai sumber penghasilan pembangunan.

Pada Tahun 1996 Kabupaten Aceh Barat dimekarkan lagi menjadi 2

(14)

Johan Pahlwan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla;

Sungai Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya dengan

ibukotanya Meulaboh dan Kabupaten Adminstrtif Simeulue meliputi kecamatan

Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan Salang

dengan ibukotanya Sinabang.

Selanjutnya pada tahun 2002 Kabupaten Aceh Barat daratan yang

luasnya 1.010.466 Ha, kini telah dimekarkan menjadi tiga Kabupaten yaitu

Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat dengan

dikeluarkannya Undang-undang N0.4 Tahun 2002.

Kabupaten Nagan Raya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nanggroe

Aceh Darusalam, Indonesia. Ibukotanya Suka Makmue, sebelah utara berbatasan

dengan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Barat, sebelah selatan

berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat Daya dan Samudera Indonesia, sebelah

barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat, dan sebelah timur berbatasan

dengan Kabupaten Gayo Lues serta Kabupaten Aceh Barat Daya. Secara Historis

Kabupaten Nagan Raya dahulunya berada dibawah kekuasaan Kesultanan Aceh.

Kabupaten Nagan Raya berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Aceh

Barat yang terdiri atas: Kecamatan Beutong; Kecamatan Darul Makmur;

Kecamatan Kuala; Kecamatan Seunagan; dan Kecamatan Seunagan Timur.

Pada dasarnya pemekaran suatu daerah, merupakan bagian yang tak

terpisahkan dari dinamika kehidupan sosial-budaya, politik dan ekonomi

(15)

memekarkan suatu daerah tidak terlepas dari dinamika tersebut di atas. Seiring

dengan berkembangnya suatu daerah maka dibutuhkan sebuah pemerintahan yang

dapat lebih mengakomodir dinamika yang ada. Baik secara politik, ekonomi,

sosial dan budaya. Sehingga dapat disimpulkan tujuan utama dari adanya

pemekaran suatu daerah adalah untuk menjawab persoalan, sejauh mana struktur

pemerintahan yang ada mampu mengakomodasi perkembangan/dinamika

aspek-aspek tersebut di atas yang ada di dalam lingkup teritorial daerah tersebut.

Mengingat belum ada ahli yang membahas secara spesifik mengenai

Sejarah kabupaten Nagan Raya, masyarakat Aceh juga secara umum belum

mengetahui secara spesifik tentang sejarah kabupaten Nagan Raya serta untuk

mengetahui bagaimana proses pemekaran Kabupaten Nagan Raya yang

merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat, maka penulis tertarik

untuk mengangkat judul “DAMPAK PEMEKARAN KABUPATEN NAGAN RAYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN” agar dapat di kaji berdasarkan fakta dan datanya.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi

identifikasi masalah adalah sebagai berikut :

a. Latar belakang pemekaran kabupaten Nagan Raya

b. Proses pemekaran Kabupaten Nagan Raya

c. Dampak pemekaran wilayah pada bidang pendidikan di kabupaten Nagan

(16)

1.3. Rumusan Masalah

a. Mengapa Kabupaten Nagan Raya nengalami pemekaran?

b. Bagaimana proses pemekaran kabupaten Nagan Raya?

c. Bagaimana dampak pemekaran wilayah pada bidang pendidikan di

kabupaten Nagan Raya?

1.4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka yang menjadi tujuan

penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui latar belakang pemekaran kabupaten Nagan Raya

b. Untuk mengetahui proses pemekaran kabupaten Nagan Raya

c. Untuk mengetahui dampak pemekaran wilayah pada bidang pendidikan

di kabupaten Nagan Raya

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Menambah wawasan peneliti tentang Sejarah Pemekaran Kabupaten

Nagan Raya

2. Untuk menambah pengetahuan atau informasi bagi para pembaca baik dari

kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum tentang sejarah

pemekaran Kabupaten Nagan Raya yang saat ini masih sangat terbatas.

3. Memperkaya informasi bagi akademisi UNIMED, khusunya jurusan

Pendidikan Sejarah untuk dapat kiranya mengetahui dan memahami

(17)

4. Memperkaya informasi bagi akademisi UNIMED, khususnya jurusan

Pendidikan Sejarah untuk dapat kiranya mengetahui dan memahami

mengenai Sejarah pemekaran kabupaten Nagan Raya.

5. Sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi Peneliti lain yang

bermaksud mengadakan penelitian dalam masaalah yang sama.

6. Menambah daftar bacaan Kepustakaan Ilmiah UNIMED khususnya

(18)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan

Dari data-data hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana yang telah

dijelaskan di awal tulisan ini, dapat di petik simpulan penelitian yang senga di

lakukan ini, yaitu:

1. Wilayah Kabupaten Nagan Raya sebelum dimekarkan merupakan bagian

dari Kabupaten Aceh Barat. Dengan sasaran pada penilaian luas wilayah,

kependudukan, dan dengan meningkatnya beban tugas di bidang

pemerintahan, dan kemayarakatan yang kemudian menjadi modal utama

munculnya aspirasi para tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri.

Kondisi sasaran yang sudah di nilai baik, akan tetapi belum efektif dan

merata di setiap daerah dalam pengelolaa Pemerintahan Kabupaten Aceh

Barat, Oleh sebab itu, Di simpulkan bahwa tujuan pemekaran adalah demi

mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan efektif.

2. Latar belakang pemekaran Kabupten Nagan Raya di karenakan beberapa

faktor, yaitu faktor luasnya wilayah Kabupaten induk, yang menyebabkan

tidak meratanya pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah, dan juga

keinginan para putra daerah untuk membangun Nagan Raya agar lebih

(19)

3. Pemekaran Kabupaten Nagan Raya berawal dari keinginan masyarakat

Nagan Raya sendiri. Keinginan ini tercetus sejak tahun 1999, sehubungan

dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang

otonomi daerah. Pada Tanggal 11 Maret dengan berbagai upaya kerja

keras dan doa para tokoh pemekaran Nagan Raya, DPR RI mengesahkan

Undang-Undang Nomor 4 tahun 2002 tentang pemekaran Kabupaten

Nagan Raya bersamaan dengan pemekaran Kabupaten Aceh Jaya. Pada

tanggal 10 April 2002, Megawati Soekarno Putri yang pada masa itu

menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia menandatangani

Undang-Undang Nomor 4 tahun 2002, kemudian disusul dengan Menteri Dalam

Negeri hari Subarno pada tanggal 22 Juni meresmikan 26 Kabupaten

pemekaran dan 4 kabupaten di Aceh termasuk salah satunya Kabupaten

Nagan Raya.

4. Pemekaran Kabupaten Nagan Raya membawa perubahan besar bagi

masyarakat di Nagan Raya karena terjadi pembangunan yang sangat pesat

dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari menigkatnya jumlah

sarana dan prasaran di sekolah, meningkatnya jumlah sekolah dan semakin

meningkatnya jumlah siswa dan guru. Sejak di mekarkan pada tahun 2002

hingga sekarang, Kabupaten Nagan Raya sudah mengalami kemajuan

yang signifikan dalam bidang pendidikan.

5.2 Saran-Saran

Penelitian ini menitikberatkan pada proses pemekaran Kabupaten Nagan

(20)

2002 tentang Pembentkkan Kabupaten Nagan raya, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya

dan Gayo Lues di Propinsi Naggroe Aceh Darussalam, serta dampak pemekaran

Kabupaten Nagan Raya di lihat dari segi pendidikan. Data-data yang dibutuhkan

dalam penulisan skripsi ini masih mengandalkan arsip-arsip dan informasi dari

beberapa tokoh yang terlibat dalam proses pemeekaran Kabupaten Nagan Raya

dan juga tokoh-tokoh dalam bidang pendidikan. Demikian pula dalam hal analisis

data, penelitian ini masih mengutamakan analisis kualitatif dengan pendekatan

oral historis.

Berdasarkan kesadaran kekurangan dari peniliti, untuk mendapatkan

hasil yang lebih sempurnadalam penulisan dikemukakan beberapa saran sebagai

berikut:

1. Mengikutsertakan analisis parametrik (statistik) untuk mengukur laju

pertumbuhan pembangunan dalam bidang pedidikan di kabupaten Nagan

Raya pasca pemekaran dari kabupaten Aceh Barat sebagai Kabupaten

Induk.

2. Mengikutsertakan variabel-variabel lain yang belum di teliti dalam

penelitian ini sehingga mendapatkan hasil penelitian yang lebih spesifik

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Abdulsyani. 2012. Sosiologi Skematika, Teori, Dan Terapan. Bumi Aksara:Jakarta

Daliman, A. 2012. Metode Penelitian Sejarah. Ombak: Yogyakarta

Hasjmy, A. 1972. Kebudayaan Aceh dalam Sejarah. Benua: Jakarta

Kawilarang, Harry. 2008. ACEH dari Sultan Iskandar Muda ke Helsinki. Bandar Publishing: Banda Aceh

KITLV. 2013. Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia. Obor: Jakarta

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. 2013. Buku Pedoman Penulisan Skripsi dan Proposal Penelitian Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah. FIS UNIMED

Simanjuntak, B.A. 2010. Otonomi Daerah, Etnonasionalisme, Dan Masa Depan Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia: Jakarta

Sjamsuddin, Helius. 2012. Metodologi Sejarah. Ombak: Yogyakarta

Sembiring, Valentina Debora. 2014. Pemekaran Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2003-2013 di Provinsi Sumatra Utara. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial-Universitas Negeri Medan

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Alfabeta: Bandung

Soekanto, Sarjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Press: Jakarta

Widjaja, HAW. 2014. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Rajawali Press: Jakarta

Undang-Undang No. 24 Tahun 1956

Undang-Undang No. 22 Tahun 1999

Gambar

Gambar 4.1 ..................................................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan suatu menara tangki merupakan perencanaan yang cukup kompleks, dimana banyak pengeruh dari dalam maupun luar struktur menara tangki itu sendiri,

Kesimpulan dari hasil penelitin ini adalah : 1) Tingkat produktivitas cengkih hutan di Kecamatan Leihitu cukup tinggi sehingga berpotensi untuk pengembangan

PERAN PUBLIC RELATIONS DI KUSUMA SAHID PRINCE HOTEL DALAM MENINGKATKAN

SIG penanganan jalan dilakukan dengan cara menggabungkan data spasial ruas jalan dengan hasil usulan prioritas penanganan jalan yang didapat dari analisis multikriteria dari

Dalam kerangka kerja konseptual yang telah dibentuk, terdapat lima pemboleh ubah yang digunakan untuk mengupas dengan lebih lanjut berkaitan kecenderungan berulang dalam kalangan

Penyelesaian sengketa konsumen dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan atau penyelesaian secara damai adalah penyelesaian yang dilakukan oleh kedua

Penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahkmat dan restu-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan skripsi ini dengan

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang cukup signifikan pada satu subkelompok pengeluaran yang disertai oleh sedikit penurunan indeks kelompok pengeluaran lainnya