• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA DI SD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA DI SD "

Copied!
26
0
0

Teks penuh

I. Tujuan Pembelajaran

Bahan belajar mandiri ini bertujuan untuk membekali pembaca, khususnya guru SD, dengan pemahaman yang komprehensif tentang penilaian pembelajaran membaca di sekolah dasar. Fokus utamanya terletak pada dua aspek: (1) berbagai jenis tes kemampuan membaca dan (2) penerapan model penilaian membaca yang efektif di lingkungan SD. Setelah mempelajari materi ini, pembaca diharapkan mampu menyebutkan aspek-aspek pemahaman bacaan, macam-macam tes kemampuan membaca, bahan tes kemampuan membaca, menentukan teknik penilaian membaca, dan menggunakan model penilaian membaca di SD secara tepat.

II. Konsep Membaca dan Tes Kemampuan Membaca

Membaca didefinisikan sebagai proses pengolahan informasi secara kritis dan kreatif untuk memperoleh pemahaman menyeluruh suatu bacaan. Proses ini melibatkan aspek pemahaman bahasa dan lambang tertulis (kata, istilah, pola kalimat, tanda baca), gagasan (maksud, gagasan pokok, gagasan pendukung, kesimpulan), dan nada serta gaya penulisan (sikap pengarang, nada tulisan, teknik penulisan). Tes kemampuan membaca, sebagai alat ukur, bertujuan mengkaji kemampuan siswa dalam menggali informasi dari teks, mencakup ketiga aspek tersebut serta kemampuan siswa dalam memahami konteks kebahasaan dan non-kebahasaan.

III. Macam-Macam Tes Kemampuan Membaca

Bahan belajar ini memaparkan beberapa jenis tes kemampuan membaca, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Tes cloze, meskipun bermanfaat untuk menilai keterbacaan teks dan kemampuan pemahaman, kurang mencerminkan kegiatan membaca sebenarnya karena lebih menekankan aspek kognitif. Menceritakan kembali, meskipun efektif untuk melatih siswa, cenderung menjadi tes ingatan dan kurang ekonomis. Tes meringkas, yang mengukur pemahaman global, membutuhkan kerangka berpikir tertentu dan sulit membedakan antara kesalahan pemahaman dan ketidakmampuan menulis. Tes subjektif (uraian), mudah disusun dan baik untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, namun subjektif dalam penskoran dan memakan waktu. Tes objektif (pilihan ganda, benar-salah, penjodohan), meskipun objektif dan efisien, kurang mirip dengan kegiatan membaca sebenarnya tetapi memudahkan siswa dalam mengungkapkan jawaban.

IV. Bahan Tes Keterampilan Membaca

Pemilihan bahan tes membaca sangat penting. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi tingkat kesulitan bacaan (dipengaruhi oleh kompleksitas kosa kata dan struktur, dapat diukur dengan tes cloze), isi bacaan (tidak terlalu asing atau umum), panjang pendek bacaan (sekitar 100 kata dengan 6-7 pertanyaan), dan bentuk wacana (prosa atau dialog, dari berbagai sumber). Keseluruhan faktor ini harus seimbang untuk menghasilkan tes yang valid dan reliabel.

V. Taksonomi dalam Tes Membaca

Dua taksonomi digunakan dalam tes membaca: Taksonomi Bloom dan Taksonomi Barrett. Taksonomi Bloom membagi ranah kognitif menjadi enam tingkatan: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Masing-masing tingkatan dijelaskan dengan contoh soal tes membaca. Taksonomi Barrett mengelompokkan kemampuan pemahaman membaca menjadi lima: pemahaman literal, penataan kembali, pemahaman inferensial, pemahaman evaluatif, dan apresiasi. Setiap kelompok dijelaskan dengan contoh soal dan analisis. Penggunaan kedua taksonomi ini membantu guru menyusun tes yang komprehensif dan mengukur berbagai aspek kemampuan membaca siswa.

VI. Penilaian Menulis

Penilaian menulis mencakup tes pratulis (respons terbatas, mengukur penguasaan kosa kata dan struktur), tes menulis terpadu (menulis ulang bacaan dengan kata sendiri), dan tes menulis bebas (menulis bebas dengan rambu-rambu tertentu). Tes pratulis cocok untuk kelas rendah, sementara tes menulis terpadu dan bebas lebih sesuai untuk kelas atas. Setiap jenis tes memiliki kelebihan dan kekurangan dalam mengukur berbagai aspek kemampuan menulis.

VII. Teknik Pembelajaran Menulis

Bahan belajar ini menyajikan berbagai teknik pembelajaran menulis di dalam dan di luar kelas. Teknik di dalam kelas meliputi permainan menulis, kuis (tanda baca, tata paragraf, tanda kutip), mengganti akhir cerita, dan meniru model tulisan (copy the master). Teknik di luar kelas mencakup menulis buku harian, membuat majalah dinding, dan kegiatan kliping. Semua teknik ini dirancang untuk meningkatkan minat dan kemampuan menulis siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif.

Referensi Dokumen

  • Aku Cinta Indonesia 5A ( Surana, S.Pd. )

Referensi

Dokumen terkait

Teknik analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang mencakup tiga komponen utama, yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display),

Berdasarkan simpulan tersebut, rekomendasi penelitian ini adalah (1) guru hendaknya menggunakan model penilaian otentik dalam setiap proses pembelajaran membaca pemahaman

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai teknik mind mapping tidak berpengaruh

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa selama menggunakan model pembelajaran guided discovery

Pada kelas eksperimen, model pembelajaran berbasis proyek disertai analisis kejadian fisika menuntun siswa untuk belajar bekerja sama dalam kelompok, sehingga

Jenis Suara Kalimat yang dibaca Pelaku dan Petunjuk untuk Sutradara/Penata Suara 43 BAPAK HARIS Haris, tunjukkan kantor guru sebelah mana.. 44 HARIS Itu pak paling ujung

Tujuan proses membaca adalah menerima atau memahami pesan yang terkandung dalam teks/tulisan (Kumara, 2014: 1). Tujuan membaca mencakup kesenangan, menyempurnakan membaca

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA DI SD UNTUK KELAS TINGGI Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kelas/Semester : IV/I Waktu : 2 x 35 menit Kompetensi Dasar :