• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kredit, Surat-Surat Berharga, Penempatan Dana Pada Bank Lain, Penyertaan Modal Pada Lembaga Keuangan Non Bank Terhadap Profitabilitas Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bei Periode 2008-2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Kredit, Surat-Surat Berharga, Penempatan Dana Pada Bank Lain, Penyertaan Modal Pada Lembaga Keuangan Non Bank Terhadap Profitabilitas Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bei Periode 2008-2010"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN , DAN PENYERTAAN MODAL

PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA

BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2008-2010

OLEH SARLY SINAGA

080503099

PROGRAM STUDY AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATRA UTARA

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS EKONOMI

MEDAN

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

NAMA : SARLY SINAGA

NIM : 080503099

PROGRAM STUDI : S-1 AKUNTANSI

JUDUL SKRIPSI :PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA,

PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN,DAN

PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN

NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA

BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

INDONESIA TAHUN 2008-2010

Tanggal……….. Ketua Program Studi S-1 Akuntansi

(Drs.Firman Syarif M.Si,Ak)

Tanggal ……….. Dekan

(3)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS EKONOMI

MEDAN

PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI

NAMA : SARLY SINAGA

NIM :080503099

PROGRAM STUDI : S-1 AKUNTANSI

JUDUL SKRIPSI : PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA,

PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN , DAN

PENYERTAAN MODALPADA LEMBAGA KEUANGAN

NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA

BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

INDONESIA TAHUN 2008-2010

Medan,………2012

Menyetujui

(4)

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan

sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Kredit, Surat-surat

Berharga, Penempatan Dana, dan Penyertaan Modal Terhadap Profitabilitas Pada

Bank Umum yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya

tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan

beban akademik pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan perbankan

atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin,

dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika

penulisan ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam

skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, Maret 2012

Sarly Sinaga

(5)

ABSTRAK

PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN , DAN PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2008-2010

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank baik secara parsial maupun simultan terhadap profitabilitas (ROA) pada bank.

Penelitian ini adalah merupakan penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya dengan populasi penelitian berupa bank-bank yang terdaftar di BEI selama periode 2008-2010. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 bank. Penarikan sampel digunakan dengan purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder, dimana kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank sebagai variabel bebas dan Return On Asset (ROA) sebagai variabel terikat. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda dan dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas, namun secara simultan variabel bebas variabel kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas

(6)

ABSTRACT

PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN, DAN PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2008-2010

The goal of this reseacrh is to analyze the effect of the loan, notes of securities, placements in the other banks, and invesment either partically or simultaneously to profitability rate bank. Profitability rate bank that be used is Return On Asset (ROA).

This reseacrh is classsified as causal research and replicatin to former research, which the population of thisi research are banks that are listed in Indonesia Stock Exange (IDX) during 2008-2010. The research samples are 12 banks. It was done by purposive sampling method. Data of this research are secondary data, which as independen variable are consist of loan, notes and securities, placements in the other banks, and invesment, and as dependent variable is Return On Assets (ROA). The statistic method that’s used is multiple regretion analysis the model has been tested in classic assumtion.

This result indicate that loan, notes and securities, placements in the other banks, and invesment partially not significantly effect profitability, but

simultaneously the variable loan, notes and securities, placements in the other banks, and invesment significantly effect profitability.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Bapa yang maha baik atas segala limpahan berkat dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH KREDIT, SURAT-SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN, PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP

PROFITABILITAS PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2008-2010” dengan baik.

Penulisan skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk

menyelesaikan program strata satu (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara. Penulisan skripsi ini tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya

bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih

sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Drs.Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku ketua Prodi Akuntansi S1

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Ibu Dra. Mutia

Ismail MM.Ak selaku sekretaris Prodi Akuntasi S1 Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs. Idhar Yahya,MBA,Ak selaku dosen pembimbing yang

telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan arahan, bimbingan

dan bantuan dari awal hingga selesainya skripsi ini.

4. Ibu Drs. Rina Bukit, Msi,Ak selaku dosen penilai yang telah

(8)

5. Kedua orang tua penulis, Ayahanda A.Sinaga dan Ibunda E. Lumbanbatu yang selalu menyertai penulis dalam doa selama menjalani perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini. Abang, kakak dan keponakan penulis (B’Aller, K’Hetty, K’Royana, Rika, dan Ical) yang selalu mendoakan penulis.

6. Sahabat-sahabat penulis dikampus (Andrea, Emma, Ester, Eva, Maria, Yustina, Olive) dan sahabat-sahabat penulis di Koordinasi PD/PA Filipi terimakasih buat dukungan doanya, serta kepada b’Josep Tarigan yang selalu memberi semangat dan doa.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan penulis dalam pengetahuan dan pengulasan skripsi. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat

dijadikan acuan dalam penulisan karya-karya ilmiah selanjutnya. Akhir kata, Penulis berharap semoa skripsi ini menjadi bacaan yang bermanfaat bagi pembaca.

Medan, Maret 2012

Penulis,

Sarly Sinaga

(9)

DAFTAR ISI

ABSTRAK i

ABSTRACT ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR ix

DAFTAR LAMPIRAN x

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Perumusan Masalah 6

1.3 Tujuan Penelitian 6

1.4 Manfaat Penelitian 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teoritis 8

2.1.1 Pengertian Bank 8

2.1.2 Fungsi Bank 8

2.1.3 Sumber Dana Bank 10

2.1.4 Jenis dan Usaha Bank 12

2.1.5 Kredit 15

2.1.6 Surat-surat berharga 18

2.1.7 penempatan dana pada bank lain 19

2.1.8 Penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank 20

2.1.9 Profitabilitas 20

2.2 Tinjauan Peneliti Terdahulu 23

2.3 Kerangka Konseptual 24

2.4 Hipotesis Penelitian 26

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian 27

3.2 Populasi dan Sampel 27

3.3 Jenis dan Sumber Data 27

3.4 Tehnik Pengumpulan Data 28

3.5 Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel 28

3.5.1 Variabel Dependen 29

3.5.2 Variabel Independen 30

3.6 Metode Analisis Data 32

(10)

3.6.2 Pengujian Asumsi Klasik 33

3.7 Pengujian Hipotesis 37

3.7.1 Uji Regresi Parsial (Uji t ) 38

3.7.2 Uji f 38

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum 39

4.2 Hasil Penelitian 39

4.2.1 Analisis Statistik Deskriptif 39

4.2.2 Uji Asumsi Klasik 40

4.2.2.1 Uji Normalitas 41

4.2.2.2 Uji Multikolinearitas 44

4.2.2.3 Uji Heterokedastisitas 45

4.2.2.4 Uji Autokorelasi 47

4.3 Persamaan Regresi 48

4.4 Analisis Koefisien Korelasi dan Determinasi 50

4.5 Hasil Uji Hipotesis 51

4.5.1 Uji t (Uji Parsial) 51

4.5.2 Uji f (Uji Simultan) 55

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian 57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 57

5.2 Keterbatasan Penelitian 62

5.3 Saran 62

DAFTAR PUSTAKA 64

(11)

DAFTAR TABEL

NO. TABEL JUDUL HALAMAN

2.1 Tinjauan Peneliti Terdahulu 21

3.1 Daftar Sampel 28

3.2 Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel 31

4.1 Analisis Deskriptif 41

4.2 Uji Normalitas Data 43

4.3 Uji Multikolinearitas 45

4.4 Uji Autokorelasi 47

4.5 Uji Regresi Data 48

4.6 Uji Korelasi dan Determinasi 50

4.7 Uji t 52

(12)

DAFTAR GAMBAR

NO. GAMBAR JUDUL HALAMAN

2.1 Kerangka Konseptual 24

4.1 Histogram data 41

4.2 P-Pplot Normalitas Data 42

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar Pemilihan Sampel 66

2. Daftar Sampel Bank 67

3. Daftar Kredit, Surat-surat berharga, Penempatan Dana, Penyertaan

Modal, Penyertaan Modal, dan ROA 68

4.Daftar Uji Deskriptif Data 69

5. Daftar Uji Normalitas Data dengan Grafik 69

6. Daftar Uji Normalitas Data dengan Statistik 70

7. Daftar Uji Multikolinearitas Data 71

8. Daftar Uji Heterokedastisitas 71

9. Daftar Uji Autokorelasi 72

10.Uji Regresi data 72

11 Uji Kolinearitas dan Determinasi 72

12 Daftar Uji t 73

(14)

ABSTRAK

PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN , DAN PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2008-2010

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank baik secara parsial maupun simultan terhadap profitabilitas (ROA) pada bank.

Penelitian ini adalah merupakan penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya dengan populasi penelitian berupa bank-bank yang terdaftar di BEI selama periode 2008-2010. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 bank. Penarikan sampel digunakan dengan purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder, dimana kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank sebagai variabel bebas dan Return On Asset (ROA) sebagai variabel terikat. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda dan dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas, namun secara simultan variabel bebas variabel kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas

(15)

ABSTRACT

PENGARUH KREDIT, SURAT - SURAT BERHARGA, PENEMPATAN DANA PADA BANK LAIN, DAN PENYERTAAN MODAL PADA LEMBAGA KEUANGAN NON BANK TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2008-2010

The goal of this reseacrh is to analyze the effect of the loan, notes of securities, placements in the other banks, and invesment either partically or simultaneously to profitability rate bank. Profitability rate bank that be used is Return On Asset (ROA).

This reseacrh is classsified as causal research and replicatin to former research, which the population of thisi research are banks that are listed in Indonesia Stock Exange (IDX) during 2008-2010. The research samples are 12 banks. It was done by purposive sampling method. Data of this research are secondary data, which as independen variable are consist of loan, notes and securities, placements in the other banks, and invesment, and as dependent variable is Return On Assets (ROA). The statistic method that’s used is multiple regretion analysis the model has been tested in classic assumtion.

This result indicate that loan, notes and securities, placements in the other banks, and invesment partially not significantly effect profitability, but

simultaneously the variable loan, notes and securities, placements in the other banks, and invesment significantly effect profitability.

(16)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Perusahaan adalah suatu bentuk organisasi yang melakukan berbagai kegiatan

untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan perusahaan

pada umumnya adalah untuk memperoleh laba demi menjamin kelangsungan

perusahaan tersebut baik perusahaan dagang, jasa, maupun manufaktur.

Bank sebagai salah satu perusahaan yang memiliki fungsi intermediasi

melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan

kemudian disalurkan kembali pada masyarakat dalam bentuk pemberian pinjaman

(kredit), hal ini tentu akan mendatangkan laba kepada bank tersebut melalui

selisih bunga simpanan.

Kondisi permintaan kredit dari masyarakat saat ini terus mengalami

peningkatan yang didukung dengan penyaluran kredit dari bank-bank umum juga

mengalami peningkatan, hal ini tentunya akan berdampak pada permodalan

bank-bank umum dan juga terhadap perekonomian. Semakin banyak bank-bank menyalurkan

kredit maka akan semakin banyak pendapatan yang diterima dari penyaluran

kredit tersebut, hal ini tentunya akan mempengaruhi kenaikan modal bank, namun

pelunasan kredit dari masyarakat juga tidak selalu lancar, seperti sekarang ini

banyak kasus kredit macet di bank-bank umum yang mengakibatkan pendapatan

bank juga mengalami penurunan. Hal tersebut akan mempengaruhi modal pada

(17)

penyaluran kredit yang juga akan mengalami permasalah atau macet maka laba

bank akan mengalami penurunan. Kredit juga akan mempengaruhi laba pada

bank, jika pelunasan kredit dari masayarakat bermasalah maka laba perusahaan

juga akan berkurang dan demikian sebaliknya jika pelunasan kredit lancar maka

akan menaikkan laba bank.

Peranan lembaga perbankan tidak bisa lepas dari perdagangan modern

dewasa ini, sebagai contoh dunia perbankan bisa membantu memperlancar lalu

lintas pembayaran, melalui surat-surat berharga yang akan memberikan

kemudahan bagi masyarakat dan pengusaha dalam proses pembayaran yang lebih

praktis dan aman, namum setiap transaksi yang menggunakan alat surat berharga

seperti cek dan bylet giro kemungkinan bisa juga terjadi penipuan, kesalahan, dan

kelalaian.

Pada umumnya, tujuan dari bisnis bank adalah untuk memperoleh laba demi

menjamin kelangsungan usahanya disamping berperan membantu kelancaran dan

kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan

ekonomi nasional. Apabila sistem perbankan sehat, maka perekonomian negara

akan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kemampuan bank untuk

memperoleh laba ini dapat diukur melalui profitabilitasnya. Dengan mengetahui

profitabilitasnya, kita dapat mengetahui sampai sejauh mana kemampuan bank

tersebut didalam menghasilkan keuntungan atau laba baik yang berasal dari

kegiatan operasional bank yang bersangkutan maupun dari hasil non

operasionalnya. profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA

(18)

digunakan untuk merealisasikan laba tersebut. Laba hanya akan diperoleh bank

apabila seluruh pendapatan bank dapat menutupi seluruh biaya yang harus

dikeluarkan oleh bank. Pendapatan bank diperoleh dari pengelolaan aktiva

produktif (kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan

penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank) dan penjualan jasa-jasa yang

ditawarkan oleh bank.

Penghimpunan dana dari masyarakat dilakukan oleh bank dalam bentuk

produk simpanan giro, tabungan, dan deposito berjangka yang disebut dengan

dana pihak ketiga, dimana dengan semakin besarnya pertumbuhan dana yang

dihimpun dari masyarakat akan semakin besar pula kemampuan bank untuk

mengembangkan dana tersebut. Pemberian kredit kepada masyarakat merupakan

salah satu cara yang dilakukan oleh bank dalam mengembangkan dana yang

dimilikinya. Akan tetapi, pemberian kredit ini mengandung risiko yaitu berupa

tidak lancarnya pembayaran kredit atau dengan kata lain disebut kredit

bermasalah yang akan mempengaruhi kinerja bank. Hal inilah yang membuat

pihak bank sangat konservatif dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Pihak bank lebih menekankan kemungkinan return yang dapat diperoleh melalui

jaminan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar rasio kecukupan modal bank

(Capital Adequacy Ratio/CAR) tidak kurang dari ketentuan yang ditetapkan Bank

(19)

Pemberian kredit kepada masyarakat, penempatan dana pada bank lain,

surat-surat berharga, dan penyertaan modal bank pada lembaga keuangan bukan bank

(LKBB) dengan maksud untuk memperoleh pendapatan inilah yang disebut

dengan aktiva produktif (earning assets).

Penempatan dana yang dilakukan antar bank bertujuan untuk memperoleh

bunga dari hasil penempatan dana pada bank lain. Mengingat bunga yang

diperoleh relatif lebih kecil dibandingkan dengan penempatan pada aktiva lain,

maka penempatan dana antar bank ini lebih bermanfaat untuk menghindari idle

cash (kas yang menganggur) yang dimiliki bank dan untuk tujuan likuiditas.

Penyertaan merupakan penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan

lain untuk tujuan investasi jangka panjang. Bank hanya diperkenankan melakukan

penyertaan modal pada perusahaan lain di bidang keuangan seperti sewa guna

usaha, modal ventura, perusahaan asuransi, dan lain sebagainya dan juga pada

perusahaan lain di luar bidang keuangan dalam rangka restrukturisasi kredit.

Masalah yang dihadapi adalah bisnis perbankan menimbulkan persaingan tajam

yang tidak seimbang yang dapat menimbulkan ketidakefisienan manajemen dalam

mengelola aktiva yang dimiliki oleh bank yang berakibat pada penurunan

pendapatan yang diperoleh bank. Timbulnya kredit bermasalah yang sekarang ini

sering terjadi pada perusahaan perbankan juga dapat menimbulkan penurunan laba

yang diperoleh bank.

Penelitian di bidang perbankan yang dilakukan Rahmawati (2003)

menganalisis hubungan aktiva produktif terhadap rentabilitas pada Lippo Bank

(20)

dan mendapati bahwa aktiva produktif (kredit, penempatan dana pada bank lain,

surat-surat berharga, dan penyertaan modal pada lembaga lain) secara simultan

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rentabilitas. Cindy Anggreini (2006)

Pengaruh kualitas aktiva produktif terhadap profitabilitas pada BNI, variabel

independen dalam penelitian ini adalah kredit, penempatan dana pada bank lain,

surat-surat berharga, sedangkan variabel dependen nya adalah profitabilitas yang

mendapati bahwa aktiva produktif secara simultan berpengaruh signifikan

terhadap profitabilitas, namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh

Suartana (2008) membuktikan bahwa aktiva produktif dan dana pihak ketiga

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas LPD (Lembaga

Perkreditan Desa) dengan menggunakan indikator profitabilitas (ROA) di

Kabupaten Badung periode 2003-2007 namun tidak berpengaruh secara simultan.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas seberapa besar

pengaruh kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan

penyertaan terhadap tingkat profitabilitas bank dengan objek penelitian bank-bank

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2008-2010, dalam sebuah

skripsi dengan judul “Pengaruh Kredit, Surat- surat berharga, Penempatan dana

pada bank lain, dan Penyertaan Modal pada lembaga keuangan non bank

Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

(21)

1.2 Perumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

1. Apakah kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan

penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank berpengaruh secara

parsial dan simultan terhadap profitabilitas bank yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia tahun 2008-2010?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. untuk mengetahui apakah kredit, surat-surat berharga, penempatan dana

pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank

berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap profitabilitas (ROA)

pada bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan

penulis khususnya mengenai pengaruh kredit, surat-surat berharga,

penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga

keuangan non bank terhadap profitabilitas

2. Bagi manajemen bank, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan

referensi dan informasi dalam menentukan arah kebijakan dan strategi

(22)

berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada

lembaga keuangan non bank terhadap profitabilitas serta pengaruhnya

terhadap tingkat profitabilitas.

3. Bagi akademis, penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai

bahan referensi dalam penelitian-penelitian selanjutnya yang sejenis

khususnya yang berkaitan dengan kredit, surat-surat berharga, penempatan

dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga keuangan non

bank terhadap profitabilitas serta pengaruhnya terhadap tingkat

(23)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Bank

Menurut UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah

diubah dengan UU No 10 Tahun 1998, pengertian bank adalah sebagai

berikut “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam

bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan

taraf hidup rakyat banyak”.

Berdasarkan SK Mentri Keuangan RI No 792 Tahun 1990, pengertian

bank adalah : “Bank merupakan suatu badan yang kegiatannya di bidang

keuangan melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat

terutama guna membiayai investasi perusahaan”.

Aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.

Menghimpun dana dari masyarakat luas (dalam istilah perbankan dikenal

dengan kegiatan pendanaan (funding) merupakan aktivitas yang utama.

Berbagai strategi dilakukan oleh bank agar masyarakat mau menanamkan

dananya dalam bentuk simpanan. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh

masyarakat antara lain giro, tabungan, sertifikat deposito, dan deposito

berjangka. Setelah memperoleh dana dalam bentuk simpanan dari

(24)

kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan

istilah kredit (lending).

Dalam pemberian kredit, debitur akan dikenakan jasa pinjaman oleh kreditur

dalam bentuk bunga dan biaya administrasi.

Menurut PSAK (2004;31,1), bank didefinisikan sebagai berikut:

”Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan

(financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang

memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Falsafah yang mendasari kegiatan usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pokok bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, serta deposito berjangka dan memberikan kredit kepada pihak yang memerlukan dana”.

2.1.2. Fungsi Bank

Secara umum, fungsi utama bank adalah menghimpun dana dari

masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagai

tujuan atau sebagai perantara keuangan (financial intermediary). Namun

secara lebih spesifik, menurut Budisantoso dan Sigit Triandaru (2006:9) bank

dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of development, dan agent of

services.

a. Agent of trust

Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalam

hal penghimpunan dana maupun penyaluran dana. Masyarakat percaya

bahwa uangnya tidak akan disalahgunakan oleh bank, uangnya akan

dikelola dengan baik, bank tidak akan bangkrut, dan pada saat yang

(25)

b. Agent of development

Kegiatan bank berupa penghimpunan dan penyaluran dana sangat

diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil.

Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan

investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa.

Dengan kata lain, bank berfungsi sebagai lembaga yang memobilisasi

dana untuk pembangunan ekonomi.

c. Agent of services

Sebagai agent of services, bank dapat memberikan pelayanan jasa

kepada masyarakat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang

berharga, pemberian jaminan bank, dan penyelesaian tagihan. Dengan

kata lain, bank berfungsi sebagai lembaga yang menawarkan jasa

perbankan kepada masyarakat.

2.1.3. Sumber Dana Bank

Menurut Hermansyah (2005:42), sumber dana dari suatu bank terdiri

dari 4 (empat) sumber yaitu :

a. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri

Dana ini merupakan dana murni yang dimiliki oleh bank yang telah ada

sejak bank tersebut memulai kegiatan usahanya, bahkan sejak bank

(26)

b. Dana yang bersumber dari masyarakat

Merupakan dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat dalam bentuk

simpanan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti giro,

deposito, dan tabungan.

Menurut Manurung (2004:137), dana yang berasal dari masyarakat

terdiri dari:

1. Simpanan Giro (Demand Deposit)

Giro (demand deposit) adalah simpanan yang penarikannya dapat

dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, bilyet giro,

sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan.

2. Tabungan (saving deposit)

Tabungan (saving deposit) dapat diartikan sebagai simpanan yang

penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang

disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan

atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

3. Deposito Berjangka (Time Deposit)

Deposito berjangka (time deposit) diartikan sebagai simpanan yang

penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu

berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

4. Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit)

Sertifikat deposito (certificate of deposit) adalah simpanan dalam

bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpannya dapat

(27)

c. Dana yang bersumber dari BI (Bank Indonesia) sebagai Bank Sentral

Merupakan dana yang diberikan oleh BI melalui fasilitas kredit kepada

bank-bank yang mengalami kesulitan pendanaan jangka pendek dan

dijamin dengan agunan yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan.

d. Dana yang bersumber dari lembaga keuangan bank (LKB) dan

lembaga keuangan bukan bank (LKBB)

2.1.4 Jenis dan Usaha Bank

Menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan,

berdasarkan jenis dan usahanya, bank terdiri dari:

a. Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam

kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank

umum ini dapat diselenggarakan atau dimiliki oleh pemerintah, swasta

nasional, koperasi. Usaha bank umum meliputi:

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan

berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau

bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

2. Memberikan kredit.

3. Menerbitkan surat pengakuan utang

4. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun

(28)

1. Surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh

bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada

kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud.

2. Surat pengakuan utang dan kertas dagang lainnya yang

masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam

perdagangan surat-surat dimaksud

3. Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan

pemerintah

4. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

5. Obligasi

6. Surat dagangan berjangka waktu sampai dengan 1 (satu)

tahun

7. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri

maupun untuk kepentingan nasabah

8. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau

meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan

menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan

wesel unjuk, cek atau sarana lainnya.

9. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat-surat

berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar

pihak ketiga

10. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan

(29)

11. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak

lain berdasarkan suatu kontrak.

12. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah

lainnya dalam bentuk surat-surat berharga yang tidak

tercatat di bursa efek

13. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit, dan

kegiatan wali amanat.

14. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan

lain berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan

yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

15. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank

sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini

dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan

kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah

yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas

pembayaran. Usaha Bank Perkreditan Rakyat meliputi :

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa

deposito berjangka, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang

dipersamakan dengan itu.

(30)

3. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan

Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh

Bank Indonesia

4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia

(SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan

pada bank lain.

2.1.5 Kredit

a.Pengertian Kredit

Istilah credit berasal dari bahasa Latin yaitu credo yang berarti I believe, I trust, saya percaya. Dalam artian luas kredit diartikan sebagai kepercayaan. Maksud dari percaya bagi si pemberi kredit adalah ia percaya kepada si penerima kredit bahwa kredit yang disalurkannya pasti akan dikembalikan sesuai dengan perjanjian. Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar kembali sesuai jangka waktu.

Menurut Undang-Undang Perbankan No. 10 tahun 1998, “Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.

Dari pengertian ini kita melihat adanya suatu kontraprestasi yang

diterima kreditur pada masa yang akan datang berupa jumlah bunga, imbalan

atau hasil keuntungan.

Menurut Hasibuan (2001:87), “Kredit adalah semua jenis pinjaman yang

harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai dengan

perjanjian yang telah disepakati”.

Kredit menjadi sumber pendapatan dan keuntungan bank yang terbesar.

(31)

sering menjadi penyebab utama bank menghadapi masalah besar. Maka dapat

dinyatakan bahwa usaha bank sangat dipengaruhi oleh keberhasilan mereka

mengelola kredit. Usaha bank yang berhasil mengelola kreditnya akan

berkembang, sedangkan usaha bank yang selalu dirong-rong kredit

bermasalah akan mundur.

b. Tujuan dan Fungsi Kredit

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan dan fungsi tertentu.

Adapun yang menjadi tujuan pemberian kredit menurut Kasmir (2002:96)

adalah:

1. Mencari keuntungan

Keuntungan diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank

sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan

kepada nasabah.

2. Membantu usaha nasabah

Bank memberikan fasilitas kredit untuk membantu usaha nasabah yang

membutuhkan dana, baik untuk investasimaupun untuk modal kerja.

Dengan dana ini maka pihak debitur akan dapat mengembangkan dan

memperluas usahanya.

3. Membantu pemerintah

Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak

perbankan, maka semakin baik, mengingat semakin banyak kredit

berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor.

(32)

1. Untuk meningkatkan daya guna uang,

Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang, yang berarti

jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang

berguna.

2. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang,

Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari

satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga, suatu daerah yang

kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan

memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya

3. Untuk meningkatkan daya guna barang

Kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur

untuk mengolah barang menjadi berguna atau bermanfaat.

4. Untuk meningkatkan peredaran barang

Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu

wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari

satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat

meningkatkan jumlah barang yang beredar.

5. Sebagai stabilitas ekonomi

Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi

karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah

barang yang diperlukan oleh masyarakat

c. Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit

(33)

adalah dengan analisis 5 C menurut Manurung (2004:193) dapat diuraikan

sebagai berikut:

1. Karakter (Character)

Karakter (character) mencakup keinginan (kuat) calon debitur untuk memenuhi janji atau melunasi kewajiban sesuai jadwal, dalam kondisi baik dan buruk.).

2. Kapasitas (Capacity)

Menurut Manurung (2004:193),defenisi kapasitas adalah : “kapasitas

(capacity) berkaitan dengan kemampuan calon debitur untuk melunasi

kredit sesuai jadwal.”

Penilaian kemampuan ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, misalnya pendekatan materiil, yaitu melakukan penilaian terhadap keadaan neraca, laporan laba-rugi, dan arus kas (cash flow) usaha dari beberapa tahun terakhir.

3. Modal (Capital)

Penilaian atas modal (capital) yang dimiliki calon debitur, dimana bank ingin melihat kekuatan permodalan, juga komitmen dalam usaha. 4. Jaminan (Collateral)

Jaminan (collateral) amat dibutuhkan oleh bank untuk menghindari atau mengurangi risiko kerugian, bila terjadi hal-hal yang buruk dari usaha yang dikelola nasabah.

5. Kondisi (Condition)

Dalam pemberian kredit oleh bank, kondisi ekonomi secara umum dan kondisi sektor usaha pemohon kredit perlu memperoleh perhatian dari bank untuk memperkecil risiko yang mungkin terjadi yang diakibatkan oleh kondisi ekonomi tersebut.

2.1.6 Surat-Surat Berharga

Surat berharga (disebut juga sekuritas atau efek) merupakan

bentuk penanaman dana sementara dalam rangka pemanfaatan dana yang

belum digunakan. Surat berharga dapat diperjualbelikan dengan segera bila

terdapat kebutuhan dana untuk membiayai kegiatan usaha bank dalam jangka

waktu dekat. Surat berharga yang biasa diperjualbelikan oleh bank terdiri atas

(34)

dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar uang.

Sebagai cadangan sekunder (secondary reserve), surat berharga dapat

dijadikan sebagai pelengkap atau cadangan pengganti bagi cadangan primer

(primary reserve). Karena sifatnya yang dapat menghasilkan pendapatan bagi

bank selain berfungsi sebagai cadangan, secondary reserve dapat memberikan

manfaat bagi bank, yaitu untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan

profitabilitas bank.

2.1.7Penempatan dana pada bank lain

Menurut Dendawijaya (2001:67), “penempatan dana pada bank lain

adalah penanaman dana bank pada bank lainnya berupa giro, call money,

deposito berjangka, kredit yang diberikan dan penempatan lainnya, yang

dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya”.

Kegiatan penempatan dana pada bank lain dapat dilakukan melalui

pasar uang (money market) maupun dilakukan secara langsung ke bank yang

dituju. Kegiatan penempatan dana melalui pasar uang pada umumnya

dilakukan melalui fungsi dealing room yang berada di pusat bank. Beberapa

instrumen pasar uang yang dapat digunakan sebagai sarana penempatan dana

pada bank lain antara lain penempatan call money pada bank lain

(placement), fasilitas BI (FAS BI) dari bank Indonesia untuk pembelian SBI

dan sebagainya. Sedangkan instrumen pasar uang yang dapat digunakan

untuk mendapatkan dana dari bank lain antara lain interbank call money dari

(35)

Indonesia dan bank lainnya), dan sebagainya.

2.1.8 Penyertaan Modal pada Lembaga Keuanagan Non Bank

Penyertaan merupakan penanaman dana bank dalam bentuk

saham perusahaan lain untuk tujuan investasi jangka panjang.

Menurut Dendawijaya (2001:67), “penyertaan adalah penanaman dana

bank dalam bentuk saham pada perusahaan yang bergerak di bidang

keuangan yang tidak melalui pasar modal, serta dalam bentuk penyertaan

modal sementara pada perusahaan debitor untuk mengatasi akibat kegagalan

kredit”.

Keterlibatan bank dalam penyertaan dapat diakibatkan oleh adanya

pengalihan kredit, bila debitur dipandang beresiko tinggi, sementara kredit

sudah diberikan maka bank dapat melakukan inisiatif untuk menyelamatkan

kredit tersebut melalui pengalihan kredit menjadi penyertaan bank dalam

perusahaan tersebut.

2.1.9 Profitabilitas

Bagi perusahaan pada umumnya, masalah profitabilitas merupakan hal

yang penting disamping masalah laba, karena laba yang besar saja belum

merupakan suatu ukuran bahwa suatu perusahaan telah bekerja secara efisien.

Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh

dengan modal atau kekayaan (aktiva) yang digunakan untuk menghasilkan

(36)

Dengan menghitung profitabilitas dapat diketahui sampai sejauh mana

kemampuan suatu bank dalam menghasilkan keuntungan baik yang berasal

dari kegiatan operasional bank yang bersangkutan maupun dari hasil non

operasionalnya. Didalam perbankan, profitabilitas juga merupakan salah satu

faktor yang dipertimbangkan dalam menilai sehat atau tidaknya sebuah bank

selain faktor modal, kualitas aktiva, manajemen, dan likuiditas.

Kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan

penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas mengukur tingkat

kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan, baik dengan

menggunakan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan tersebut maupun

dengan menggunakan dana yang berasal dari pemilik. Tingkat profitabilitas

atau yang lazim disebut rentabilitas merupakan tolak ukur kinerja bank,

karena profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang menunjukan

hasil dari sejumlah besar kebijakan dan keputusan yang diambil oleh

manajemen perusahaan. Rasio rentabilitas menurut Totok budisantoso

(2006:62), dapat diukur dengan beberapa indikator yaitu: 1. Return On Asset

(ROA) 2. Return On Equity (ROE) 3. Rasio Biaya Operasional dan 4. Net

Profit Marjin

Menurut Lukman Dendawijaya Return On Asset (ROA) (2009:118) ini

dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

ROA = Laba Sebelum Pajak x 100% Total Aktiva

Dalam rangka mengukur tingkat kesehatan bank, terdapat perbedaan

(37)

berdasarkan ketentuan Bank Indonesia. Secara teoritis, laba yang

diperhitungkan adalah laba setelah pajak, sedangkan dalam sistem CAMEL,

laba yang diperhitungkan adalah laba sebelum pajak. Pendekatan tersebut

dilakukan dengan menilai faktor-faktor permodalan, kualitas aktiva produktif,

manajemen, rentabilitas, dan likuiditas. Bagi perbankan hasil akhir penilaian

kondisi bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu kemampuan bank

untuk mengetahui apakah kondisi bank itu sehat atau tidak sehat yang

mengakibatkan menurunnya profitabilitas perbankan. Salah satu indikator

untuk mengukur tingkat keuntungan (profitabilitas) bank dari segi

penggunaan asset digunakan analisis Return On Assets (ROA), Return On

Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukan kemampuan dari modal yang

diinvestaikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan atau

dengan kata lain untuk menggambarkan produktivitas bank.

Menurut Lukman Dendawijaya (2009:118), mengatakan Semakin

besar ROA suatu bank, maka semakin besar pula tingkat kuntungan yang

dicapai bank tersebut dari segi penggunaan asset. Dari penjelasan tersebut

dapat dilihat bahwa kredit bermasalah dapat mempengaruhi kemampuan bank

untuk memperoleh profitabilitas. Artinya profitabilitas akan tergantung pada

besar kecilnya kredit bermasalah yang dihadapi oleh bank. Hal ini sesuai

dengan yang dikatakan oleh Siswanto Sutoyo (2008:25) Sebuah bank yang

dirongrong oleh kredit bermasalah dalam jumlah besar cenderung menurun

(38)

profitabilitas akan menurun, dengan akibat nilai kesehatan operasi di

masyarakat dan di dunia perbankan pada khususnya akan ikut menurun.

2.2 Tinjauan Peneliti Terdahulu

Penelitian-penelitian terdahulu tentang pengaruh kredit, surat-surat berharga,

penempatan dana pada bank lain,dan penyertaan modal pada lembaga keuangan

non bank terhadap profitabilitas pada bank umum diringkas dalam tabel 2.1

[image:38.595.107.548.334.753.2]

berikut ini.

Tabel 2.1

Ringkasan Peneliti Terdahulu

Tahun Nama Judul Variabel Kesimpulan

2008 Suartana Pengaruh pertumbuhan aktiva produktif dan dana pihak ketiga pada profitabilitas BPR di kabupaten Bandung Variabel independen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan kredit yang diberikan, pertumbuhan

tabungan,dan

pertumbuhan deposito, sedangkan variabel dependen nya adalah profitabilitas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan aktiva produktif( kredit yang diberikan,

pertumbuhan

tabungan, dan dana pihak ketiga hanya berpengaruh secara

parsial pada profitabilitas pada BPR di kabupaten Bandung (2003-2007)

2006 Cindy

Anggreni Pengaruh kualitas aktiva produktif terhadap profitabilitas pada BNI Variabel independen dalam penelitian ini adalah

kredit,penempatan dana pada bank lain,

surat-surat berharga, sedangkan variabel dependen nya adalah profitabilitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas aktiva produktif hanya berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas

2003 Rahmaw

ati Hubungan aktiva produktif terhadap Variabel independen dalam penelitian ini adalah

kredit,penempatan dana

(39)

rentabilitas

pada Lippo Bank (1995-2002)

pada bank lain,

surat-surat berharga, sedangkan variabel dependen nya adalah rentabilitas

simultan terhadap rentabilitas

2 .3 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan penjelasan sementara gejala-gejala yang

menjadi objek permasalahan tentang hubungan antar variabel, yakni variabel

bebas dan variabel terikat yang disusun dari berbagai teori yang telah diuraikan

(Sugiyono, 2004 : 47). Berdasarkan tinjauan teoritis dan tinjauan penelitian

terdahulu, maka kerangka konseptual penelitian dapat digambarkan sebagai

berikut:

[image:39.595.117.443.407.686.2]

Gambar 2.1 Skema Kerangka Konseptual

Kredit yang diberikan (X1)

Surat-surat berharga (X2)

Penempatan dana antar bank

(X3)

Penyertaan (X4)

ROA

(40)

Profitabilitas (ROA) merupakan hal yang penting disamping masalah laba,

karena laba yang besar saja belum merupakan suatu ukuran bahwa suatu

perusahaan telah bekerja secara efisien.

Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh

dengan modal atau kekayaan (aktiva) yang digunakan untuk menghasilkan laba

tersebut, atau dengan kata lain adalah menghitung profitabilitasnya.

Melalui kerangka konseptual diatas ingin dilihat beberapa faktor yang

berpengaruh terhadap profitabilitas bank. Dalam penelitian ini, yang merupakan

variabel dependen adalah profitabilitas bank, sedangkan yang menjadi variabel

independen adalah kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank

lain,dan penepatan modal.

Dari kerangka konseptual diatas dapat dijelaskan bahwa kredit yang diberikan

(X1) akan berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas (ROA), semakin

banyak kredit yang diberikan maka akan semakin meningkatkan laba

(profitabilitas), surat-surat berharga (X2) akan berpengaruh secara parsial

terhadap profitabilitas (ROA) yaitu penanaman dana sementara dalam rangka

pemanfaatan dana yang belum digunakan, penempatan dana pada bank lain (X3)

akan berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas (ROA), semakin besar

penempatan dana maka akan semakin tinggi laba yang diperoleh, penyertaan

(X4) akan berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas (ROA) yang

bertujuan untuk mengatasi kegagalan kredit, sehingga dapat meningkatkan laba,

dan secara simultan atau bersama-sama kredit, surat-surat berharga, penempatan

(41)

2.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah perumusan masalah, maka yang

menjadi hipotesis adalah :

H1 : kredit, surat-surat berharga, penempatan dana bank lain, dan

penyertaan modal pada lembaga keuangan non bank

(42)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan data kausal yang berguna untuk menganalisis

hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana

suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya (Umar, 2003:30).

3.2 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang

mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004:72). Populasi penelitian ini

adalah Bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 29 bank.

Populasi yang ada akan diambil sejumlah tertentu sebanyak 12 bank sebagai

anggota sampelnya yaitu bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

2008-2010.

3.3 Jenis dan sumber Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder merupakan data

primer yang telah diolah lebih lanjut, misalnya dalam bentuk tabel, grafik,

diagram, gambar, dan sebagainya sehingga lebih informatif jika digunakan pihak

lain (Umar, 2003:60). Data dalam penelitian ini diambil dari situs Bursa Efek

(43)

3.4 Tehnik Pengumpulan Sampel

Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpose sampling yaitu

tehnik pengumpulan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2004:78).

Kriteria pengambilan sampel yang ditetapkan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1. Bank-bank tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun

2008-2010.

2. Bank-bank tersebut tidak sedang berada dalam proses delisting pada

periode tersebut.

[image:43.595.86.526.414.753.2]

3. Bank-bank tersebut mengeluarkan laporan keuangan yang telah diaudit.

Tabel 3.1

Populasi Bank-bank yang terdaftar di BEI No Nama Perusahaan Kode Bank Kriteria

1 Kriteria 2 Kriteria 3 Ket

1 PT. Bank Agroniaga

Tbk

AGRO   X S1

2 PT. Bank Swadesi Tbk SWDS   X -

3 PT. Bank PAN

Indonesia

PANIN   X -

4 PT. Bank Mega Tbk   X S2

5 PT. Bank Ekonomi   X -

6 PT. Bank Lippo BLP   X -

7 PT. Bank Bumiputra

Indonesia Tbk

BABP   X -

8 PT. Bank Rakyat

Indonesia Tbk

BBRI    S3

9 PT. Bank Capital

Indonesia Tbk

BACA   X -

10 PT. Bank Ekonomi

Raharja Tbk

BAEK   X -

11 PT. Bank Central Asia BBCA    S4

12 PT. Bank UOB Buana

Tbk

(44)

13 PT. BNI Persero Tbk BBNI    S5

14 PT. Bank Nusantara

Parahyangan Tbk

BBNP    -

15 PT.Bumi ARTA Tbk BNBA    S6

16 PT. Bank Tabungan

Negara Tbk

BBTN X X  -

17 PT. Bukopin Tbk BBKP    S7

18 PT. Bank Mandiri

Persero Tbk

BMRI    S8

19 PT. Bank CIMB Niaga Tbk

BNGA    S9

20 PT. Bank Internasional Indonesia Tbk

BNII   X -

21 PT. Bank Permata Tbk BNLI    S10

22 PT. Bank Mayapada

Internasional Tbk

MAYA    S11

23 Bank Eklusif

Internasional

BEKS X X  -

24 PT. Bank Arta Graha Internasional Tbk

INPC    S12

25 PT. Bank Himpunan

Saudara 1906 Tbk

SDRA    -

26 PT. Bank Kesawan Tbk BKSW    -

27 PT. Bank Victoria

Internasioanal Tbk

BBVI    -

28 PT. Bank Danamon

Tbk

BDMN    -

29 PT. Bank OCBC NISP

Tbk

ISP    -

3.5 Defenisi Operasional dan pengukuran Variabel

3.5.1Variabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel yang dijelaskan atau yang

dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2003 :50). Terdapat satu

variabel dependen dalam penelitian ini yaitu profitabilitas. Profitabilitas

(45)

usaha (laba operasi) terhadap modal sendiri yang digunakan untuk

menghasilkan laba tersebut. Dalam menghitung profitabilitas digunakan

rumus yang ditemukan oleh Husnan (1994:74) yakni dengan cara

membandingkan EBIT (earning before interest and tax) atau dapat disebut

juga laba operasi terhadap total aset/aktiva, atau dapat dilihat dalam formula

sebagai berikut:

��� =�����ℎ����������������

��������� X 100%

Variabel dependen disimbolkan dengan “Y”.

3.5.2 Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi variabel

lain (Umar, 2003:50). Variabel independen yang digunakan dalam penelitian

ini adalah kredit, surat-surat berharga, penempatan pada bank lain, dan

penyertaan modal.

Kredit yaitu semua jenis pinjaman dapat berupa uang atau tagihan yang

harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai dengan

perjanjian yang telah disepakati, surat-surat berharga yaitu surat berharga

(disebut juga sekuritas atau efek) yang merupakan bentuk penanaman

dana sementara dalam rangka pemanfaatan dana yang belum digunakan, surat

berharga dapat diperjualbelikan dengan segera bila terdapat kebutuhan dana

untuk membiayai kegiatan usaha bank dalam jangka waktu dekat,

(46)

lainnya berupa giro, call money, deposito berjangka, kredit yang diberikan

dan penempatan lainnya, yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan

sesuai dengan fungsinya dan dapat dilakukan melalui pasar uang (money

market) maupun dilakukan secara langsung ke bank yang dituju, penyertaan

modal yaitu penanaman dana bank dalam bentuk saham pada perusahaan

yang bergerak di bidang keuangan yang tidak melalui pasar modal, serta

dalam bentuk penyertaan modal sementara pada perusahaan debitor untuk

mengatasi akibat kegagalan kredit, dan variabel bebasnya adalah profitabilitas

(ROA) atau yang lazim disebut rentabilitas merupakan tolak ukur kinerja

bank, karena profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang

menunjukan hasil dari sejumlah besar kebijakan dan keputusan yang diambil

oleh manajemen perusahaan.

Variabel independen disimbolkan dengan “X1” (kredit), “X2” (surat-surat

berharga), “X3” (penempatan dana pada bank lain), “X4” (penyertaan

[image:46.595.108.515.532.749.2]

modal), dan variabel dependen simbolkan dengan “Y” (profitabilitas)

Tabel 3.2 Variabel Penelitian Defenisi Operasional Variabel

Konsep Variabel Indikator Skala

Kredit (X1) Penyediaan uang atau

tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan antara bank dengan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga

Nilai kredit yang ditransformasikan kedalam bentuk logaritma natural Rasio Surat-surat berharga (X2)

Surat pengakuan utang, wesel, obligasi sekuritas kredit atau setiap

Nilai surat-surat

berharga yang ditransformasikan

(47)

derivatifnya atau kepentingan lain atau suatu

kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang.

kedalam bentuk logaritma natural

Penempatan

Dana pada bank lain (X3)

Penempatan dana pada bank lainnya berupa giro, call

money, deposito berjangka,

kredit yang diberikan pada penempatan lainnya

Nilai penempatan dana pada bank lain yang ditransformasikan kedalam logaritma natural Rasio Penyertaan modal pada lembaga keuangan non-bank (X4)

Penanaman dana dalam

bentuk saham pada

perusahaan yang bergerak di bidang keuangan yang memalui pasar modal

Nilai penempatan dana pada lembaga non keuangan yang ditransformasikan kedalam logaritma natural Rasio Profitabilitas bank (Y) Mengukur keberhasilan manajemen bank dalam menghasilkan keuntungan

Rasio ROA (return on Assets)

Rasio

Sumber: diolah oleh peneliti

Variabel independen yang terdiri dari kredit, surat-surat berharga,

penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada lembaga

keuangan non-bank tersebut ditransformasikan kedalam bentuk logaritma.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk penyetaraan satuan agar data dari

variabel independen dapat dilihat pengaruhnya dengan variabel dependen

melalui program analisis statistik. Adapun tujuan dilakukannya transformasi

data adalah untuk mendapatkan data yang lebih normal, lebih homogen, dan

tidak terlalu ekstrim perbedaan diantara variabel.

(48)

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

analisis statistik. Peneliti melakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik sebelum

melakukan hipotesis.

3.6.1 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data

yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum,

minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi),

sehingga secara kontekstual dapat lebih mudah dimengerti oleh pembaca.

3.6.2 Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian analisis regresi dalam statistik harus bebas dari

asumsi-asumsi klasik seperti normalitas data, autokorelasi, heterokedasitas, dan

asumsi-asumsi klasik lainnya. Adapun pengujian asumsi klasik yang

digunakan adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam

model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki

distribusi normal. Pengujian ini diperlukan karena untuk menguji

uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti

distribusi normal (Erlina, 2007:103). Cara yang digunakan untuk

mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah

dengan menganalisis grafik. Jika data menyebar disekitar garis

(49)

histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model

regresi memenuhi asumsi normalitas, demikian sebaliknya.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah

dalam model ditemukan adanya korelasi diantara variabel

independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi

korelasi diantara variabel independen.

Multikolinearitas adalah situasi adanya korelasi

variabel-variabel independen antara yang satu dengan yang lainnya.

Dalam hal ini kita sebut variabel-variabel bebas yang

bersifat orthogonal adalah variabel yang memiliki nilai korelasi

diantara sesamanya sama dengan nol.

Jika terjadi korelasi sempurna diantara sesama variabel

bebas, maka konsekuensinya adalah:

1. Koefisien-koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir

2. Nilai standar eror setiap koefisien menjadi tak terhingga

Apabila terjadi korelasi antar variable independen, maka

akan terdapat masalah multikolinearitas dilakukan dengan melihat

VIF dengan korelasi diantar variabel independen. Pengujian

multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat Variance

inflation factor (VIF) dan korelasi diantara variabel independen.

(50)

multikolinearitas. Disamping itu suatu model dikatakan terdapat

gejala multikolinearitas jika kolerasi diantara variabel independen

> dari 0.9 (Ghozali, 2006: 91).

Ada dua cara yang dapat dilakukan jika terjadi

multikolinearitas (Erlina, 2007) yaitu:

1. Mengeluarkan salah satu variabel, misalnya variabel

independen A dan B saling berkorelasi kuat, maka bisa

dipilih a atau b yang dikeluarkan dari model regresi.

2. Menggunakan metode lanjut seperti regresi bayesian atau

regresi Ridge.

c. Uji Heterokedastisitas

Tujuan dari pengujian dari heterokedasitas ini adalah untuk

menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan varians dari

residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap,

maka disebut homokedastitas (Erlina, 2007:108). Deteksi ada

tidaknya gejala heterokedastitas adalah dengan melihat ada tidak

nya pola tertentu. Jika membentuk pola tertentu maka telah terjadi

gejala heterokedastitas.

d. Uji Autokorelasi

Tujuan autokorelasi adalah untuk menguji apakah dalam

suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan

pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1

(51)

berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini

timbul karena residual atau kesalahan pengganggu tidak bebas

dari observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut

waktu time series karena “gangguan” pada individual/kelompok

yang sama pada periode berikutnya. Model regresi yang baik

adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.

Pada penelitian ini, uji autokorelasi dilakukan dengan

Durbin waston, karena uji ini yang umum digunakan. Uji ini

hanya digunakan untuk korelasi tingkat pertama (first order

autokorelasi) dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta)

dalam model regresi (Ghozali, 2006:96) berikut:

1. Apabila nilai Durbin Waston (DW) terletak antara 0 dan

batas bawah atau Lower Bound (DL), berarti ada

autokorelasi positif.

2. Apabila nilai DW terletak antara Dl dan bata atas atau

Upper Bound (DU), berarti tidak dapat diputuskan apakah

terjadi autokorelasi atau tidak.

3. Apabila nilai DW terletak antara 4 – DL dan 4, berarti ada

autokorelasi negatif.

4. Apabila DW terletak antara 4 – DU dan 4 – DL, berarti

tidak dapat diputuskan apakah terjadi autokorelasi atau

(52)

3.7 Pengujian Hipotesis

Untuk menentukan hubungan yang berlaku antara kredit, surat-surat berharga,

penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal terhadap profitabilitas

pada bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, maka analisis statistik

yang digunakan adalah dengan menganalisis besarnya pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen, dengan menggunakan persamaan Regresi

Linear Berganda.

Model persamaan nya adalah sebagai berikut:

Y = a + b1LN_X1 + b2LN_X2 + b3LN_X3 + b4LN_X4 + e

Keterangan :

Y = variabel independen (profitabilitas)

a = koefisien penentu yang menyatakan perubahan rata-rata

LN_X1 = variabel independen pertama (kredit yang ditransformasikan)

LN_X2 =variabel independen kedua(surat-surat berharga yang

ditransformasikan)

LN_X3 = variabel independen ketiga (penempatan dana pada bank lain

yang ditransformasikan)

LN_X4 = variabel independen keempat (Penyertaan modal yang

ditransformasikan)

(53)

e = tingkat kesalahan pengganggu (variabel pengganggu).

Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan:

3.7.1 Uji Regresi Parsial (Uji t)

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu

variabel independen secara individual menerangkan variasi-variasi

dependen (Ghojali, 2005). Uji ini dilakukan dengan membandingkan

signifikansi thitung dengan ketentuan:

a. Jika thitung < ttabel pada ∝ 0,05 maka Ha ditolak

b. Jika thitung > ttabel pada ∝0,05 maka Ha diterima

3.7.2 Uji F

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel

independen berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel

dependen. Dalam uji ini dilakukan dengan membandingkan

signifikasi Fhitung dengan ketentuan :

a. Jika Fhitung < Ftabel pada ∝ 0,05 maka Ha ditolak

b.Jika Fhitung > Ftabel pada ∝ 0,05 maka Ha diterima

(54)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

Di dalam bab ini disajikan analisis terhadap data yang telah diperoleh selama

pelaksanaan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian adalah bank umum

yang terdaftar di BEI. Jumlah bank yang terdaftar di BEI pada tahun 2008 hingga

tahun 2010 adalah sebanyak 29 bank. Keseluruhan data tersebut kemudian

diambil sesuai kriteria yang telah dipilih berdasarkan metode purposive sampling

sehingga data yang terkumpul sebanyak 12 bank. Berdasarkan 12 bank tersebut,

kemudian dilakukan pengujian-pengujian meliputi statistik deskriptif, uji asumsi

klasik dan uji hipotesis penelitian.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Statistik Deskriptif

Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data sekunder

yang di peroleh dari

perbankan dari tahun 2008-2010 yang dijabarkan dalam bentuk statistik.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kredit, surat-surat

berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada

lembaga keuangan non bank sebagai variabel independen dan profitabilitas

(55)

dengan sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI selama 2008

hingga 2010 disajikan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.1 Analisis Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

X1 36 25.7530 36.9353 31.276325 2.3247994

X2 36 24.0013 33.1391 28.611886 2.3935976

X3 36 25.6814 37.5477 29.824933 2.8452155

X4 36 21.6185 36.7341 29.236374 2.7166669

Y 36 .1000 3.6800 1.670750 1.0130791

Valid N (listwise) 36

Sumber: SPSS 17, Data diolah 2012

Berikut ini adalah perincian deskriptif dari data yang telah diolah:

1. Variabel kredit memiliki nilai minimum 25,7530, nilai maksimum 36,

9353 dan rata-rata 31,276352, standart deviasi dengan jumlah sampel 36.

2. Variabel surat-surat berharga memiliki nilai minimum 24,0013, nilai

maksimum 331391, dan rata-rata 28,611866 dengan jumlah sampel 36.

3. Variabel penempatan dana memiliki nilai minimum 25,6814, nilai

maksimum 37,5477 dan rata-rata 29,236374 dengan jumlah sampel 36.

4. Variabel penyertaan memiliki nilai minimum 21,6185, nilai maksimum

(56)

5. Variabel ROA memiliki nilai minimum 0,1, nilai maksimum 3,6800, dan

rata-rata 1,67750

4.2.2. Uji Asumsi Klasik 4.2.2.1 Uji Normalitas

1. Grafik

Pengujian dengan grafik histogram dengan kriteria pola distribusi

yang tidak menceng ke kiri dan kekanan maka dapat dinyatakan bahwa

distribusi data berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Pengujian

normalitas menggunakan P-P Plot, dengan kriteria, apabila titik-titik pada

P-P Plot berada pada garis lurus, maka dapat dinyatakan bahwa distribusi

data berasal dari populasi yang terdistribusi normal.

[image:56.595.185.484.499.690.2]
(57)

Gambar 4.2 (Uji Normalitas 2)

Berdasarkan hasil histogram dan diagram P-P Plot diatas dapat diketahui

bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang normal dan titik-titik

menyebar di sekitar garis lurus, seperti tampak pada gambar p-plot di atas. Hal ini

berarti bahwa data penelitian ini telah diambil dari populasi yang terdistribusi

normal.

2. Uji Statistik

Untuk mendeteksi normalitas data, dapat pula dilakukan melalui

analisis statistik Kolmogorov-Smirnov Test (K-S). Uji K-S dilakukan

[image:57.595.134.505.187.382.2]

Gambar

Tabel 2.1 Ringkasan Peneliti Terdahulu
Gambar 2.1  Skema Kerangka Konseptual
Tabel 3.1
Tabel 3.2 Variabel Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti seberapa besar pengaruh aktiva produktif yang terdiri dari kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti seberapa besar pengaruh Aset produktif yang terdiri dari kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank

Aktiva produktif yang diuji dalam penelitian ini adalah kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan modal pada perusahaan lain

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima variabel yaitu penempatan pada Bank Indonesia X1, penempatan pada bank lain X2, surat berharga yang dimiliki X3, pembiayaan X4 dan

CAR adalah rasio yang memperlihatkan bahwa seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko (kredit penyertaan,surat berharga,tagihan pada bank lain) ikut

Apakah pertumbuhan giro, tabungan, deposito berjangka, penempatan pada bank lain, surat berharga, kredit yang diberikan, dan penyertaan secara simultan mempunyai pengaruh

Simpanan dari Bank Lain, Surat Berharga, Nilai Tukar, BI rate, dan Inflasi. yang memiliki pengaruh dominan terhadap pertumbuhan kredit pada

Permasalahan yang dibahas yaitu: apakah pemgaruh volume tabungan, deposito, pinjaman diterima, penempatan pada bank lain, kredit dan modal mempunyai pengaruh yang signifikan