PENUTUP KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP ABORSI KARENA PERKOSAAN TERKAIT ETIKA KEDOKTERAN.
Teks penuh
Dokumen terkait
Dengan ini penulis menyatakan bahwa penulisan Hukum / Skripsi yang berjudul Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Aborsi merupakan hasil karya asli penulis, bukan
“Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Perkosaan Terkait dengan Hak-hak Korban Serta Kewajiban Negara Dalam Memenuhi Hak-Hak Korban
1) Dalam hal korban perkosaan memutuskan membatalkan keinginan untuk melakukan aborsi setelah mendapatkan informasi mengenai aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat
BAB V Tinjauan hukum Islam terhadap dibolehkannya aborsi akibat perkosaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, meliputi
Hasil penelitian ini ialah bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi membolehkan aborsi akibat perkosaan karena korban perkosaan
Berdasarkan uraian tersebut, satu permasalahan yang perlu dikaji lebih lanjut adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap tindakan aborsi (abortus provocatus) khususnya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar memenuhi kepastian hukum yang adil sebagaimana ditentukan dalam pasal 28D ayat (1) UUD 1945 serta memenuhi asas lex certa dan
Terkait dengan perlindungan hukum, korban tindak pidana perkosaan banyak yang telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, yang disebabkan oleh