• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISASI RESERVOIR HIDROKARBON DENGAN METODE INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK DAN MULTIATRIBUT PADA LAPANGAN “PRB’

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KARAKTERISASI RESERVOIR HIDROKARBON DENGAN METODE INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK DAN MULTIATRIBUT PADA LAPANGAN “PRB’"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 4. Jenis-jenis phase wavelet wavelet berdasarkan konsentrasi energinya, yaitu mixed (1), minimum phase wavelet (2), maximum phase wavelet (3), dan zero phase wavelet (4) (Sismanto, 2006)
Gambar 10. Base Map Area Penelitian
Gambar 11. Crossplot Density vs AI (kiri) dan Porosity vs AI (kanan) dari layer TKF hingga BKF
Gambar 12. Crossplot  Porosity vs AI (kiri) dari layer TKF – TKF’ dan dari BKF – BKF’
+7

Referensi

Dokumen terkait

Keunggulan metode inversi model based adalah hasil yang didapatkan memiliki informasi yang lebih akurat karena memasukkan komponen frekuensi rendah (dari data log),

interpretasi penampang seismik, analisis data rekaman sumur dan pemodelan inversi impedansi akustik.. Dari hasil pengolahan dan interpretasi data rekaman sumur

Dari gambar 4.6 (g) dan (h) hasil atribut sweetness yang dihasilkan dari penjumlahan IMF 1,2,3dan penjumlahan IMF 1,2,3 dan EMD 3 terlihat bahwa nilai anomali

Berdasarkan hasil peta atribut, strike slip fault yang berada pada utara daerah penelitian merupakan jalur migrasi hidrokarbon yang kemudian terperangkap oleh

Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya : melakukan korelasi sumur dan geological marker pada data sumur; kemudian hasil tersebut diintegrasikan dengan

Hasil regresi antara log impedansi inversi dengan log impedansi data sumur pada masing -masing migrasi menunjukkan bahwa migrasi Kirchhoff memiliki tingkat korelasi tinggi dan error

Dengan menggunakan metode ini, kita dapat memisahkan dengan baikantara batupasir dan serpih Formasi Plover yang terdapat pada Lapangan “PRO”,Cekungan Bonaparte.Metode seismik inversi

Sebuah akuisisi seismik 3D telah dilakukan untuk eksplorasi minyak dan gas di lapangan blok F3 dari sektor Laut Utara Belanda yang terbentuk antara periode Jura dan Kretase. Keberadaan hidrokarbon ditunjukkan dengan fenomena titik terang dan cerobong gas di bawah