I. Pendahuluan
Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang pemilihan tema, yaitu perancangan media promosi visual untuk kue kering "Dua Bintang" Ungaran. Latar belakang ini menekankan pentingnya promosi bagi UMKM, khususnya dalam menghadapi persaingan dan keterbatasan modal. Pemilihan kue kering "Dua Bintang" didasari pada minimnya strategi promosi yang mereka gunakan dan potensi produk mereka yang belum tergali secara maksimal. Bagian ini juga menjelaskan alasan pemilihan jenis karya, menekankan pentingnya penerapan konsep bauran media (media mix) untuk mencapai efisiensi dan efektivitas promosi dengan dana terbatas. Tujuan dan manfaat penelitian diuraikan secara rinci, meliputi manfaat bagi perusahaan, penulis, akademisi, dan perguruan tinggi. Secara keseluruhan, pendahuluan ini memberikan konteks yang kuat bagi penelitian dan relevansi akademisnya.
1.1 Alasan Pemilihan Tema
Sub-bab ini membahas pentingnya promosi untuk UMKM dalam konteks persaingan pasar. Kue kering "Dua Bintang" dipilih sebagai studi kasus karena keterbatasan promosi yang mereka gunakan, hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Tesis ini melihat potensi peningkatan penjualan dan perluasan pasar melalui strategi promosi yang terencana dan terintegrasi. Pembahasan menekankan tantangan yang dihadapi UMKM dan bagaimana desain komunikasi visual dapat memberikan solusi. Relevansi akademis terletak pada penerapan teori pemasaran dan komunikasi dalam konteks praktis pengembangan UMKM.
1.2 Alasan Pemilihan Jenis Karya
Sub-bab ini menjelaskan mengapa jenis karya yang dipilih adalah perancangan media promosi visual dengan penerapan konsep bauran media. Penjelasan ini berfokus pada keunggulan konsep bauran media dalam mencapai efisiensi biaya dan efektivitas promosi. Strategi ini dipilih mengingat keterbatasan modal UMKM dan kebutuhan akan jangkauan promosi yang optimal. Pembahasan juga meliputi pemilihan media spesifik (iklan koran/tabloid, pamflet, kemasan, billboard, shop sign branding, dan kalender) dan alasan di balik pemilihan media tersebut. Relevansi akademis terletak pada aplikasi praktis teori bauran media dalam konteks desain komunikasi visual.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Sub-bab ini menjabarkan tujuan penelitian secara spesifik, yaitu menerapkan konsep bauran media dan menghasilkan rancangan media promosi visual untuk kue kering "Dua Bintang". Manfaat penelitian dijelaskan dari berbagai perspektif, termasuk manfaat bagi perusahaan (peningkatan penjualan), penulis (pengembangan kompetensi), akademisi (penambahan wawasan), dan perguruan tinggi (bahan referensi). Bagian ini menunjukkan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang desain komunikasi visual dan pemasaran.
II. Landasan Konseptual
Bagian ini menyajikan tinjauan pustaka yang mendasari penelitian. Konsep-konsep kunci seperti media promosi, tujuan promosi, fungsi media promosi, jenis-jenis media promosi, dan khususnya bauran media dibahas secara detail. Definisi dan teori-teori yang relevan dari berbagai sumber dikutip dan dianalisa untuk membentuk kerangka teoritis penelitian. Pembahasan juga mencakup jenis-jenis media promosi visual yang relevan dengan studi kasus, termasuk media cetak, elektronik, luar ruangan, dan media lini bawah. Analisis mendalam terhadap konsep bauran media, termasuk seleksi media, prioritas media, dan penjadwalan media, memberikan pondasi teoritis yang kuat untuk perancangan media promosi visual.
2.1 Media Promosi
Sub-bab ini mendefinisikan media promosi dan menguraikan tujuan dan fungsinya. Berbagai definisi dari berbagai ahli di bidang pemasaran dan komunikasi diulas dan dibandingkan untuk memberikan gambaran yang komprehensif. Pembahasan mencakup berbagai tujuan promosi, mulai dari menginformasikan hingga membujuk dan mengingatkan konsumen. Fungsi-fungsi promosi, seperti memberikan informasi, membujuk, mengingatkan, menambah nilai, dan mendukung upaya pemasaran lainnya, dijelaskan secara detail. Relevansi akademis terletak pada pemahaman mendalam tentang peran dan fungsi media promosi dalam strategi pemasaran.
2.2 Media Promosi Visual
Sub-bab ini mendefinisikan media promosi visual dan mengklasifikasikan jenis-jenisnya, meliputi media cetak, elektronik, luar ruangan, dan lini bawah. Setiap jenis media dijelaskan dengan karakteristik dan kegunaannya dalam konteks promosi. Pembahasan ini memberikan kerangka kerja untuk memilih media yang tepat dalam perancangan promosi visual. Relevansi akademisnya terletak pada pemahaman tentang pilihan-pilihan media yang tersedia dan karakteristiknya dalam konteks strategi komunikasi.
2.3 Bauran Media
Sub-bab ini menjelaskan secara mendalam konsep bauran media (media mix), termasuk seleksi media, prioritas media, dan penjadwalan media. Pembahasan mencakup faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan bauran media, seperti bobot media, konsentrasi media, kompleksitas pesan, dan lingkungan media. Teori-teori yang relevan dari berbagai sumber diulas untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang strategi bauran media. Relevansi akademis terletak pada pemahaman mendalam tentang strategi bauran media dan penerapannya dalam praktik.
2.4 Lingkup Perancangan
Sub-bab ini menjelaskan media-media yang akan dirancang dalam penelitian ini, yaitu iklan koran dan tabloid, pamflet, billboard, shop sign branding, kalender, dan kemasan. Penjelasan ini didasarkan pada analisis kebutuhan dan konsep bauran media yang telah dibahas sebelumnya. Pemilihan media-media ini didasarkan pada pertimbangan efektivitas, efisiensi biaya, dan jangkauan target pasar. Relevansi akademis terletak pada bagaimana pemilihan media didasarkan pada kerangka teoritis yang telah dijelaskan sebelumnya.
III. Metode Berkarya
Bagian ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan dalam perancangan media promosi. Diuraikan secara rinci tahapan proses berkarya, mulai dari penetapan tujuan karya, studi kepustakaan, analisis khalayak sasaran, analisis SWOT, rumusan analisis SWOT, seleksi media, penentuan konsep desain, observasi dan kerjasama dengan klien, pembuatan desain secara komputerisasi, pencetakan, dan penyajian karya desain. Penjelasan ini menunjukkan pendekatan sistematis dan terstruktur dalam proses perancangan. Pembahasan juga meliputi strategi sebaran media untuk masing-masing media yang dirancang. Relevansi akademisnya terletak pada penjelasan metodologi yang digunakan dalam penelitian desain.
IV. Deskripsi dan Analisis Karya
Bagian ini memaparkan hasil perancangan media promosi visual untuk kue kering "Dua Bintang", meliputi iklan koran dan tabloid, pamflet, billboard, shop sign branding, kemasan, dan kalender. Setiap media dijelaskan secara detail, termasuk spesifikasi karya, deskripsi karya, dan analisis karya dari aspek teknik, estetis, dan pesan. Analisis ini dilakukan secara sistematis dan objektif, dengan memperhatikan prinsip-prinsip desain komunikasi visual dan teori-teori yang relevan. Analisis hierarki visual juga disajikan untuk setiap media. Bagian ini juga mencakup pembahasan aplikasi bauran media secara keseluruhan. Relevansi akademisnya terletak pada presentasi dan analisis hasil karya desain secara terstruktur dan sistematis.
V. Penutup
Bagian penutup merangkum temuan penelitian dan memberikan saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut. Simpulan penelitian menekankan keberhasilan perancangan media promosi visual dan penerapan konsep bauran media. Saran-saran yang diberikan bersifat konstruktif dan relevan, baik untuk perusahaan maupun untuk penelitian selanjutnya. Bagian ini menunjukkan kesimpulan yang logis dan relevan berdasarkan temuan penelitian.
5.1 Simpulan
Sub-bab ini merangkum hasil penelitian dan temuan-temuan penting yang telah diperoleh. Simpulan ini harus sesuai dan didukung oleh data dan analisis yang telah disajikan di bagian sebelumnya. Pembahasan harus mencakup kesimpulan mengenai efektivitas perancangan media promosi visual dan penerapan konsep bauran media dalam konteks studi kasus. Relevansi akademisnya terletak pada presentasi kesimpulan yang ringkas dan terstruktur berdasarkan temuan penelitian.
5.2 Saran
Sub-bab ini memberikan saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut, baik untuk perusahaan maupun untuk penelitian selanjutnya. Saran-saran ini harus didasarkan pada temuan penelitian dan bersifat konstruktif dan relevan. Pembahasan mencakup saran untuk penerapan media promosi visual, perbaikan desain, dan strategi pemasaran yang lebih optimal. Relevansi akademis terletak pada presentasi saran yang bernilai tambah dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut.