• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VARIASI JARAK PENEMBAKAN SHOT PEENING TERHADAP STRUKTUR MIKRO, STRUKTUR MAKRO, KEKASARAN, KETEBALAN DAN KEKERASAN MENGGUNAKAN STEEL BALL 0.7 MM PADA MATERIAL STAINLESS STEEL AISI-304

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH VARIASI JARAK PENEMBAKAN SHOT PEENING TERHADAP STRUKTUR MIKRO, STRUKTUR MAKRO, KEKASARAN, KETEBALAN DAN KEKERASAN MENGGUNAKAN STEEL BALL 0.7 MM PADA MATERIAL STAINLESS STEEL AISI-304"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.9 Plat sampel
Gambar 3.10 Proses shot peening
Gambar 3.11 Diagram alir penelitian
Gambar 4.1 material Sampel sebelum dan sesudah perlakuan shot peening (a) Raw , variasi jarak shot peening (b) 80 mm, (c)  90 mm, (d)  100 mm, (e)  110 mm, dan (f)  120 mm
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab salah satu penyebab kerusakan karena korosi dengan perlakuan permukaan shot peening yaitu penembakan bola baja dengan

Laju korosi antara raw material SS 304 yang telah diperlakukan shot peening dengan variasi waktu penembakan dan penambahan perlakuan pelapisan Ni-Cr ditunjukkan pada Gambar 10, di

1) Membahas pengaruh proses dry shot peening dengan variasi intensitas tembakan terhadap sifat mekanis dan struktur mikro aluminium alloy 2024..

Gambar struktur mikro pada permukaan lekukan aluminium 2024 setelah proses dry shot peening terlihat semakin gelap, karena butirannya semakin padat, yang

Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa sambungan FSW setelah di-shot peening, mengalami deformasi plastis terbatas sampai dengan kedalaman 0,7 mm dari permukaan

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab salah satu penyebab kerusakan karena korosi dengan perlakuan permukaan shot peening yaitu penembakan bola baja dengan

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab salah satu penyebab kerusakan karena korosi dengan perlakuan permukaan shot peening yaitu penembakan bola baja dengan

Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa sambungan FSW setelah di-shot peening, mengalami deformasi plastis terbatas sampai dengan kedalaman 0,7 mm dari permukaan