• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SUB POKOK BAHASAN PRISMA DAN LIMAS MELALUI TEORI BELAJAR VAN HIELE DI KELAS VIII SMP KARTIKA I-2 MEDAN T.A 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SUB POKOK BAHASAN PRISMA DAN LIMAS MELALUI TEORI BELAJAR VAN HIELE DI KELAS VIII SMP KARTIKA I-2 MEDAN T.A 2014/2015."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh :

Dhina Etman NIM 4112111005

Program Studi Pendidikan Matematika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan

karunia yang telah dihadiahi-Nya kepada penulis sehingga skripsi ini dapat

terselesaikan dengan baik sesuai dalam kurun waktu yang diharapkan.

Skripsi yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Sub Pokok Bahasan Prisma dan Limas Melalui Teori Belajar Van Hiele di Kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini dengan segala ketulusan dan kerendahan hati penulis

menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Dr. M. Manullang, M.Pd sebagai

dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan dorongan, bimbingan serta

saran kepada penulis sejak awal pembuatan proposal penelitian hingga

terselesaikannya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada

Bapak Prof. Dr. Pargaulan Siagian, M.Pd, Ibunda Dra. Ida Karnasih, M.Sc., Ed.,

Ph.D, Bapak Pardomuan N.J.M Sinambela. S.Pd., M.Pd selaku dosen–dosen penguji

yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari rencana penelitian hingga

terselesaikannya skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor UNIMED, Bapak Prof. Drs. Motlan,

M.Sc., Ph.D selaku Dekan FMIPA UNIMED, Bapak Dr. Edy Surya, M.Si, selaku

Ketua Jurusan Matematika, Bapak Drs. Yasifati Hia, M.Si. selaku Sekretaris Jurusan

Matematika FMIPA UNIMED, Bapak Drs. Zul Amry, M.Si., Ph.D, selaku Ketua

Program Studi Pendidikan Matematika, Bapak Drs. Syafari, M.Pd Selaku dosen

Pembimbing Akademik dan seluruh Bapak, Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan

Matematika FMIPA UNIMED yang telah memberikan bantuan demi kelancaran

penyusunan skripsi ini.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Ibu Dra. Maharami

selaku kepala sekolah SMP Kartika I-2 Medan yang mana telah memberikan izin

kepada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah tersebut. Penulis juga

menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ritawan, S.Pd.I selaku guru bidang studi

matematika serta seluruh Bapak dan Ibu guru SMP Kartika I-2 Medan yang telah

(4)

yang telah membesarkan, merawat, membimbing serta memberikan nasehat,

dukungan moril mapun materil, do’a yang tiada putusnya, cinta dan kasih sayang

sepenuhnya yang begitu berarti hingga penulis dapat menyelesaikan studi sampai

penyelesaian skripsi ini. Terima kasih atas segala hal yang telah mama dan papa

berikan. Semua itu takkan pernah terganti dan anak papa dan mama ini balas sampai

kapanpun jua.

Secara Khusus, penulis juga menyampaikan terima kasih yang

sedalam-dalamya kepada sahabat-sahabat tersayang, Ratna Julia dan Nenni Triana yang telah

mendukung, membantu, dan menemani penulis saat suka maupun duka. Karenanya

semangat penulis senantiasa berkobar selama penyelesaian skripsi ini.

Terima kasih juga penulis sampaikan kepada yang terkasih, Muhammad

Ikhwan atas semangat dan do’anya hingga terselesaikannya skripsi ini. Ucapan

Terima kasih juga penulis sampaikan kepada kakanda Rahmi Erwita Dalimunthe,

Poppy Amalia, Karunia Utami, Bella Octaviana, Rifa Sri Agustina, Nur Hayati,

Kakanda Iryani Rawi, Kakanda Rahayu, Kakanda Siti Nurbaya, Maharami Tri

Dahayu, Abangda Hagie Fariz Gusman, dan Dwi Prabudi atas dorongan, semangat,

dan do’anya hingga skripsi ini dapat selesai sebagaimana yang diharapkan.

Tak lupa pula rasa terima kasih penulis sampaikan kepada teman-teman

sejawat program studi pendidikan matematika kelas reguler A dan teman-teman PPL

SMA Swasta Persiapan Stabat atas semangatnya dan dorongannya.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini,

namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata

bahasa, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun

dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini bermanfaat dalam

memperkaya khasanah ilmu pendidikan dan juga dapat dijadikan sebagai salah satu

sumber referensi bagi peneliti selanjutnya yang berniat meneliti hal yang serupa.

Medan, Juni 2015 Penulis,

(5)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SUB POKOK BAHASAN PRISMA DAN LIMAS MELALUI TEORI BELAJAR VAN

HIELE DI KELAS VIII SMP KARTIKA I-2 MEDAN T.A 2014/2015

Dhina Etman (4112111005)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari sub pokok bahasan prisma dan limas,mengetahui apakah teori belajar Van Hiele dapat mengatasi kesulitan tersebut, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan teori belajar Van Hiele pada sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015. Subjek dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas VIII-3 SMP Kartika I-2 Medan dan objek penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan Tahun Ajaran 2014/2015 melalui teori belajar Van Hiele

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Tindakan kelas (PTK) yang dibagi dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Sebelum memberikan tindakan, siswa diberikan tes diagnostik dan setiap akhir siklus diberikan tes hasil belajar.

Dari hasil analisis data, diperoleh bahwa Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan adalah: (1) Siswa tidak mampu membedakan bangun prisma dan limas, (2) Siswa kesulitan dalam menjawab soal yang berkaitan dengan sisi, diagonal sisi, diagonal ruang, dan bidang diagonal suatu prisma, (3) Siswa kesulitan untuk menggambarkan jaring-jaring prisma segitiga, dan (4) Siswa kesulitan dalam menjawab soal terkait volume prisma. Berdasarkan data-data yang diperoleh terbukti bahwa teori belajar Van Hiele dapat mengatasi kesulitan pada sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015. Peningkatan hasil belajar setelah diterapkannya teori belajar Van Hiele pada sub pokok bahasan prisma dan limas adalah: (1) Nilai rata-rata tes hasil belajar mengalami peningkatan, yaitu perolehan nilai 70,53 di siklus I meningkat menjadi 85,20 pada siklus II yang mana terjadi peningkatan nilai sebesar 14,67, (2) Persentase tingkat ketuntasan belajar secara klaksikal pun mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 61% sementara pada siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 89 %. Dengan demikian, jelas terlihat bahwa terjadi peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 28%

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN i

RIWAYAT HIDUP ii

ABSTRAK iii

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR ISI vi

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR ix

DAFTAR LAMPIRAN x

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 6

1.3. Batasan Masalah 7

1.4. Rumusan Masalah 7

1.5. Tujuan Penelitian 7

1.6. Manfaat Penelitian 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kerangka Teoritis 9

2.1.1. Pengertian Belajar 9

2.1.2. Pengertian Pembelajaran Matematika 10

2.1.3. Hasil Belajar Matematika 12

2.1.4. Teori Belajar Van Hiele 13

2.1.4.1. Sejarah Teori Belajar Van Hiele 13 2.1.4.2. Tahap Berpikir Menurut Teori Van Hiele 13 2.1.4.3. Deskriptor Tingkatan Berpikir Van Hiele 15 2.1.4.4. Fase-fase Pembelajaran Teori Van Hiele 16 2.1.4.5. Karakteristik Teori Belajar Van Hiele 18 2.1.4.6. Manfaat Teori Van Hiele dalam Pembelajaran Geometri 19 2.1.4.7. Teori Van Hiele dan Penelitian yang Relevan 20

2.1.5. Materi Prisma dan Limas 21

2.1.5.1. Prisma 21

2.1.5.2. Limas 27

2.2. Kerangka Konseptual 32

2.3. Hipotesis Penelitian 34

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian 35

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 35

3.3. Subjek dan Objek Penelitian 35

3.3.1. Subjek Penelitian 35

3.3.2. Objek Penelitian 35

(7)

3.4.1. Siklus I 37

3.4.1.1. Permasalahan I 37

3.4.1.1. Perencanaan Tindakan Siklus I 37

3.4.1.2. Pelaksanaan Tindakan I 39

3.4.1.3. Observasi I 39

3.4.1.4. Analisis Data I 40

3.4.1.5. Refleksi I 40

3.4.2. Siklus II 41

3.5. Instrumen Pengumpulan Data 41

3.5.1. Tes 41

3.5.2. Observasi 42

3.5.3. Wawancara 42

3.5.4 Dokumentasi 42

3.6. Teknik Analisis Data 42

3.6.1. Reduksi Data 43

3.6.2. Paparan Data 43

3.6.3. Simpulan Data 43

3.7. Indikator Keberhasilan 46

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 47

4.1.1. Pelaksanaan dan Hasil Penelitian pada Siklus I 47

4.1.1.1. Permasalahan I 47

4.1.1.2. Perencanaan Tindakan I 52

4.1.1.3. Pelaksanaan Tindakan I 54

4.1.1.4. Observasi I 58

4.1.1.5. Analisis Data I 59

4.1.1.6. Wawancara I 71

4.1.1.7. Refleksi I 72

4.1.2. Pelaksanaan dan Hasil Penelitian pada Siklus II 73

4.1.2.1. Permasalahan II 73

4.1.2.2. Perencanaan Tindakan II 73

4.1.2.3. Pelaksanaan Tindakan II 75

4.1.2.4. Observasi II 80

4.1.2.5. Analisis Data II 82

4.1.2.6. Wawancara II 92

4.1.2.7. Refleksi II 92

4.2. Temuan Penelitian 93

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian 94

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 97

5.2. Saran 98

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Kriteria rata – rata penilaian observasi 44

Tabel 3.2. Tingkat Penguasaan Siswa 44

Tabel 4.1. Nilai Tes Diagnostik Siswa Kelas VIII-3 SMP Kartika I-2

Medan T.A 2014/2015 47

Tabel 4.2. Deskripsi Tingkat Kemampuan Siswa pada Tes Diagnostik 48 Tabel 4.3. Gambaran Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Pada Tes

Diagnostik 48

Tabel 4.4. Letak Kesulitan Siswa Kelas VIII-3 dalam Menyelesaikan

Tes Diagnostik 49

Tabel 4.5. Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I 60

Tabel 4.6. Nilai Tes Hasil Belajar I Siswa Kelas VIII-3 SMP Kartika

I-2 Medan T.A 2014/2015 62

Tabel 4.7. Deskripsi Tingkat Kemampuan Siswa Siklus I 64 Tabel 4.8. Gambaran Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Pada Tes

Hasil Belajar I 64

Tabel 4.9. Letak Kesulitan Siswa Kelas VIII-3 dalam Menyelesaikan

Tes Hasil Belajar I 65

Tabel 4.10. Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II 83 Tabel 4.11. Nilai Tes Hasil Belajar II Siswa Kelas VIII-3 SMP

Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015 86

Tabel 4.12. Deskripsi Tingkat Kemampuan Siswa Siklus II 87 Tabel 4.13. Gambaran Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Pada Tes

Hasil Belajar II 87

Tabel 4.14. Letak Kesulitan Siswa Kelas VIII-3 dalam Menyelesaikan

Tes Hasil Belajar II 88

Tabel 4.15. Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Tes

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1. Contoh Soal Tes Diagnostik 3

Gambar 1.2. Contoh Jawaban Siswa 3

Gambar 2.1. Contoh Prisma 21

Gambar 2.2. Prisma dan Unsur-unsurnya 22

Gambar 2.3. Prisma Segi Tiga 22

Gambar 2.4. Prisma Segi Empat 22

Gambar 2.5. Prisma Segi Lima 23

Gambar 2.6. Prisma Segi Enam 23

Gambar 2.7. Jaring-jaring Prisma Segi Tiga 24 Gambar 2.8. Jaring-jaring Prisma Segi Empat 24 Gambar 2.9. Jaring-jaring Prisma Segi Lima 24 Gambar 2.10. Jaring-jaring Prisma Segi Enam 25

Gambar 2.11. Prisma Segi Tiga ABC.EFG 25

Gambar 2.12. Jaring-jaring Prisma Segi Tiga ABC.EFG 25 Gambar 2.13. Potongan Kubus Menjadi Prisma Segitiga 26

Gambar 2.14. Contoh Limas 27

Gambar 2.15. Limas dan Unsur-unsurnya 27

Gambar 2.16. Limas Segi Tiga 28

Gambar 2.17. Limas Segi Empat 28

Gambar 2.18. Limas Segi Lima 29

Gambar 2.19. Limas Segi Enam 29

Gambar 2.20. Jaring-jaring Limas Segi Tiga 30 Gambar 2.21. Jaring-jaring Limas Segi Empat 30 Gambar 2.22. Jaring-jaring Limas Segi Lima 30

Gambar 2.23. Limas Segitiga T. ABC 31

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus 101

Lampiran 2 RPP Siklus I Pertemuan 1 115

Lampiran 3 RPP Siklus I Pertemuan 2 122

Lampiran 4 RPP Siklus II Pertemuan 1 127

Lampiran 5 RPP Siklus II Pertemuan 2 134

Lampiran 6 LAS 1 Siklus I 139

Lampiran 7 LAS 2 Siklus I 146

Lampiran 8 LAS 1 Siklus II 149

Lampiran 9 LAS 2 Siklus II 154

Lampiran 10 Alternatif Penyelesaian LAS 1 Siklus I 157 Lampiran 11 Alternatif Penyelesaian LAS 2 Siklus I 162 Lampiran 12 Alternatif Penyelesaian LAS 1 Siklus II 166 Lampiran 13 Alternatif Penyelesaian LAS 2 Siklus II 169

Lampiran 14 Kisi-kisi Tes Diagnostik 173

Lampiran 15 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar 1 174 Lampiran 16 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar 2 175

Lampiran 17 Tes Diagnostik 176

Lampiran 18 Tes Hasil Belajar 1 178

Lampiran 19 Tes Hasil Belajar 2 180

Lampiran 20 Alternatif Penyelesaian Tes Diagnostik 182 Lampiran 21 Alternatif Tes Hasil Belajar 1 185 Lampiran 22 Alternatif Tes Hasil Belajar 2 190 Lampiran 23 Pedoman Penskoran Tes Diagnostik 193 Lampiran 24 Pedoman Penskoran Tes Hasil Belajar 1 195 Lampiran 25 Pedoman Penskoran Tes Hasil Belajar 2 199

Lampiran 26 Lembar Validator 202

Lampiran 27 Lembar Validitas Tes Diagnostik 203 Lampiran 28 Lembar Validitas Tes Hasil Belajar 1 206 Lampiran 29 Lembar Validitas Tes Hasil Belajar 2 212 Lampiran 30 Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I 215 Lampiran 31 Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II 221 Lampiran 32 Daftar Nama Siswa Kelas VIII-3 SMP Kartika I-2 Medan 227

Lampiran 33 Hasil Wawancara I 228

Lampiran 34 Hasil Wawancara II 230

Lampiran 35 Dokumentasi Penelitian 231

Jadwal Kegiatan Penelitian Surat Izin Penelitian dari FMIPA

(11)

1

Pendidikan adalah usaha sadar, terencana dan diupayakan untuk

memungkinkan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri baik fisik

maupun nirfisik; yakni mengembangkan potensi pikir (mental-intelektual), sosial,

emosional, nilai moral, spiritual, ekonomikal (kecakapan hidup), fisikal, maupun

kultural, sehingga ia dapat menjalankan hidup dan kehidupannya sesuai dengan

harapan dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa, dan negara; serta dapat

menjawab tantangan peradaban yang semakin maju (Supriadie dan Deni, 2012: 1).

Sehubungan dengan hal tersebut, matematika memiliki peranan yang luar

biasa didalam dunia pendidikan. Hal ini terlihat dari mata pelajaran matematika

yang wajib dijalani di setiap jenjang pendidikan, Mulai dari pendidikan dasar

hingga perguruan tinggi. Disamping hal tersebut, matematika merupakan salah

satu ilmu dasar yang tak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan

dan teknologi.

Sejalan dengan pernyataan diatas, maka matematika sangat perlu

diajarkan. Sebagaimana pendapat Crockroft (dalam Situmeang, 2010: 1) yang

mengemukakan bahwa:

Matematika perlu diajarkan kepada siswa karena: (1) Selalu digunakan dalam segala segi kehidupan, (2) semua bidang studi memerlukan keterampilan matematika yang sesuai, (3) merupakan sarana komunikasi yang kuat, singkat, dan jelas, (4) dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara, (5) meningkatkan kemampuan berpikir logis, ketelitian, dan kesadaran keruangan, dan (6) memberi kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Suherman.et.al (dalam Khotimah,

2013: 1) bahwa matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah,

yaitu matematika yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SLTP) dan

(12)

ciri-ciri yang dimiliki matematika yaitu memiliki objek kajian yang abstrak

serta berpola pikir deduktif konsisten.

Geometri merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang diajarkan di

sekolah dan merupakan cabang ilmu yang menghubungkan matematika dengan

dunia nyata. Oleh karena itu, geometri merupakan salah satu pelajaran yang

sangat penting untuk dipelajari oleh siswa, termasuk siswa SMP.

Usiskin (dalam Abdussakir, 2010: 1) mengemukakan bahwa geometri

adalah: (1) Cabang matematika yang mempelajari pola-pola visual, (2) cabang

matematika yang menghubungkan matematika dengan dunia fisik atau dunia

nyata, (3) suatu cara penyajian fenomena yang tidak tampak atau tidak bersifat

fisik, dan (4) suatu contoh sistem matematika.

Geometri memiliki peluang yang lebih besar untuk dipahami peserta didik

dibandingkan dengan cabang matematika yang lain. Hal ini karena ide-ide

geometri paling banyak menyentuh hampir di seluruh aspek kehidupan peserta

didik. Meskipun demikian, Purnomo (dalam Abdussakir, 2010: 2) menyatakan

bahwa bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar geometri masih

rendah. Menurut konsensus yang dilakukan oleh Programme for International Student Assesment (PISA) dalam konten ruang dan bentuk yaitu konten matematika yang berhubungan dengan geometri, Indonesia berada dalam

golongan kelompok bawah dengan skor 361, dan skor tertinggi diperoleh

Hongkong, yaitu 558 (Hayat dan Suhendra, 2010: 225) Bahkan, Sudarman (dalam

Abdussakir, 2010: 2) menambahkan bahwa diantara cabang matematika, geometri

menempati posisi yang paling memprihatinkan. Berbagai penelitian menunjukkan

bahwa prestasi geometri peseta didik SD masih rendah, sedangkan di SMP

ditemukan bahwa masih banyak peserta didik yang masih belum memahami

konsep-konsep geometri.

Menurut Purnomo, kesulitan peserta didik dalam memahami

konsep-konsep geometri terutama pada konsep-konsep bangun ruang (Abdussakir, 2010: 3).

Peserta didik masih kesulitan dalam melihat gambar bangun ruang. Mereka

kesulitan dalam melihat bangun ruang jika tidak menggunakan benda yang

(13)

Pada observasi yang telah dilakukan di SMP Kartika I-2 Medan, peneliti

memberikan tes diagnostik di kelas VIII-3 yang berjumlah 28 orang siswa,

diperoleh hasil yang tidak memuaskan. Tes yang diberikan berhubungan dengan

materi dasar prisma dan limas yang sebelumnya telah diajarkan di bangku sekolah

dasar serta materi yang berhubungan dengan phytagoras. Alasan dipilih materi ini

karena materi tersebut merupakan materi prasyarat dari materi bangun ruang sisi

datar dengan sub pokok bahasan prisma dan limas. Berikut merupakan salah satu

soal dari lima soal yang diberikan oleh peneliti:

Gambar 1.1. Contoh Soal Tes Diagnostik

Untuk soal di atas, berikut diperoleh jawaban salah satu siswa:

Gambar 1.2. Contoh Jawaban Siswa

Jawaban siswa tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak memahami

materi dasar prisma dan limas. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan siswa

pada opsi A dan D, dapat diambil kesimpulan bahwa siswa tidak mengetahui

mampu membedakan bangun prisma dan limas dan tidak mengetahui unsur-unsur

dari bangun prisma.

Berdasarkan hasil tes diagnostik yang diperoleh dari 28 orang siswa, hanya

10 orang siswa atau 36% yang memperoleh nilai di atas KKM yang telah

(14)

belajar siswa di kelas VIII-3 SMP Kartika I-2 Medan terkait materi prisma limas

tergolong sangat rendah.

Hasil tes diagnostik tersebut senada dengan hasil wawancara yang

dilakukan dengan Bapak Ritawan, S.Pd.I selaku guru mata pelajaran matematika

SMP Kartika I-2 Medan oleh peneliti pada kamis, 15 Januari 2015 bahwa:

Pada materi prisma dan limas secara umum kekurangpahaman siswa terletak pada karakteristik, luas permukaan, dan volume. Ditambah lagi dengan kebiasaan siswa yang lebih suka menggunakan metode menghafal dalam menguasai materi. Sehingga, ketika diberikan soal modifikasi yang berbeda dengan contoh soal, siswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikannya.

Pemaparan tersebut semakin diperkuat dengan keterangan yang diperoleh

dari guru bahwa rata-rata nilai harian matematika siswa pada sub pokok bahasan

prisma limas hanya menyentuh nilai 66,33. Dari 28 Orang siswa, 65% diantaranya

memperoleh nilai dibawah KKM yang telah ditetapkan serta menurut observasi

yang dilakukan oleh peneliti bahwa metode belajar yang diterapkan oleh guru

sangat monoton.

Sejalan dengan hal diatas, peneliti juga melakukan wawancara dengan

Nabila dan Fajar, yakni siswa kelas VIII-3 yang sebelumnya telah mempelajari

sub pokok bahasan prisma dan limas, ia mengatakan bahwa kesulitan utama yang

ia hadapi karena dirinya sendiri tidak suka dengan matematika karena matematika

ia anggap sebagai mata pelajaran yang sulit, kemudian ditambah lagi dengan

metode belajar yang guru terapkan kurang variatif sehingga membuat ia mudah

bosan menjalani proses pembelajaran matematika.

Penuturan dari kedua siswa tersebut dapat diterima karena pernyataan

tersebut sejalan dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti. Selama

observasi berlangsung terlihat bahwa cara mengajar guru masih sarat dengan

metode ajar yang bersifat teacher oriented tanpa mengikutsertakan siswa secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini tentu saja dapat memicu

kebosanan siswa sehingga dapat memberikan dampak buruk pada rendahnya hasil

belajar siswa.

Banyak faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Faktor tersebut

(15)

guru. Interaksi maupun aktivitas masih didominasi oleh guru, sedangkan siswa

lebih banyak mendengar, mencatat, dan mengerjakan soal latihan. Proses

belajarnya terkesan guru lebih banyak mentransfer pengetahuan dan pikiran guru

kedalam pikiran siswa, sehingga pada akhirnya terjadi verbalisme pada diri siswa. Siswa cenderung hafal gambar suatu bentuk geometri, tanpa dipahami sifat dari

bentuk bangun-bangun tersebut (Nurhayana, 2013: 2).

Selain itu, kurang berhasilnya para siswa dalam belajar geometri, dapat

disebabkan oleh faktor internal siswa yang sering menghafal suatu konsep tanpa

didasari dengan pemahaman, kebermaknaan, serta kemampuan spasial yang

belum maksimal (Nurhayana, 2013: 2).

Menilik dari berbagai permasalahan yang ada, maka dapat dilakukan

tindakan-tindakan perbaikan pengajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa

terhadap mata pelajaran matematika khususnya pada unit geometri melalui teori

Van Hiele. Hasil penelitian Van Hiele dapat digunakan untuk membantu siswa

dalam mempelajari geometri dengan baik. Menurut Van Hiele (dalam Suherman,

2001: 51), tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi

pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan, jika ditata secara terpadu

akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak kepada tingkatan berpikir

yang lebih tinggi.

Fitur yang paling menonjol dari hasil penelitian Van Hiele adalah hierarki

5 tingkat dari cara pemahaman ide-ide ruang. Hierarki 5 tingkat tersebut (dalam

Abdussakir, 2010: 4) adalah:

(16)

Tingkat berpikir siswa SMP/MTs dalam pembelajaran geometri menurut

teori Van Hiele telah sampai pada tahap berpikir deduksi informal. Hal ini sesuai

dengan pendapat Van De Walle (dalam Rosanti, dkk, 2014: 2) yang menyatakan

bahwa sebagian besar siswa SMP/MTs berada pada antara tahap 0 (visualisasi)

sampai tahap 2 (deduksi informal). Selanjutnya berdasarkan beberapa hasil

penelitian, Sunardi, Burger & Shaughnessy (dalam Rosanti, dkk, 2014: 2)

menyatakan bahwa tahap berpikir siswa SMP dalam belajar geometri dicapai

tertinggi pada tahap 2 (deduksi informal) sedangkan sebagian besar mereka

berada pada tahap visualisasi dan tahap analitik, sehingga dapat dikatakan bahwa

apabila siswa telah berada pada level 2 (deduksi informal) maka siswa tersebut

memiliki pengetahuan geometri yang baik pada tingkat SMP/MTs, yaitu mampu

menghubungkan sifat-sifat pada suatu bangun geometri dan sifat-sifat antara

beberapa bangun.

Berdasarkan paparan tersebut, dapat diketahui bahwa penerapan teori

belajar Van Hiele dapat membantu siswa menyelesaikan permasalahan geometri

dan melalui hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika SMP

Kartika I-2 Medan bahwa teori belajar Van Hiele belum pernah diterapkan di

sekolah tersebut, maka diharapkan teori belajar Van Hiele dapat meningkatkan

hasil belajar prisma dan limas siswa.

Bertitik tolak dari latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk

melalukan penelitian dengan judul: “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Sub Pokok Bahasan Prisma dan Limas Melalui Teori Belajar Van Hiele di Kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015”

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasi beberapa

masalah sebagai berikut:

1. Hasil belajar geometri masih rendah

2. Hasil belajar siswa pada sub pokok bahasan prisma limas masih rendah

3. Siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit

(17)

5. Siswa kesulitan menyelesaikan soal modifikasi yang berbeda dengan contoh

soal

6. Metode belajar yang guru terapkan kurang variatif

7. Belum diterapkannya teori belajar Van Hiele dalam pembelajaran geometri di

SMP Kartika I-2 Medan

1.3. Batasan Masalah

Melihat luasnya cakupan masalah pada identifikasi masalah yang telah

dipaparkan sebelumnya, maka penelitian ini dibatasi pada penggunaan teori

belajar Van Hiele dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada sub pokok

bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka

yang menjadi fokus permasalahan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kesulitan apa yang dialami siswa dalam mempelajari sub pokok bahasan

prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015?

2. Apakah teori belajar Van Hiele dapat mengatasi kesulitan pada sub pokok

bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A

2014/2015?

3. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan teori belajar

Van Hiele pada sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP

Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015?

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari sub pokok

bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan T.A

(18)

2. Untuk mengetahui apakah teori belajar Van Hiele dapat mengatasi kesulitan

pada sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII SMP Kartika I-2

Medan T.A 2014/2015

3. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan teori

belajar Van Hiele pada sub pokok bahasan prisma dan limas di kelas VIII

SMP Kartika I-2 Medan T.A 2014/2015.

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

1. Bagi siswa, untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada sub pokok

bahasan prisma dan limas

2. Bagi guru, dapat digunakan sebagai bahan masukan tentang suatu alternatif

pembelajaran matematika yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar

geometri melalui penerapan teori belajar Van Hiele

3. Bagi pihak sekolah, sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran dalam

rangka perbaikan kualitas pembelajaran dan membantu pihak sekolah

menjalin komunikasi yang positif dengan siswa

4. Bagi peneliti, Sebagai informasi sekaligus sebagai bahan pegangan bagi

peneliti dalam menjalankan tugas pengajaran sebagai calon pengajar dimasa

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Abdussakir. 2010. Pembelajaran Geometri sesuai Teori Van Hiele. El-Hikmah: Jurnal Kependidikan dan Keagamaan, Vol VII Nomor 2, Januari 2010, ISSN 1693-1499. Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang: Malang.

Arikunto, dkk. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara: Jakarta.

Arikunto, S. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta.

Avridiana, Nurita, dkk. 2013 Penyeleaian Soal Secara Matematis pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Menggunakan Metode Ekspositori. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo, Vol 1 No. 2, September 2013, ISSN 2337-8116. STKIP PGRI Sidoarjo: Sidoarjo.

Dalfiana. 2013. (http://makalahdanrppvanhielefia.blogspot.com/2013/06/van-hiele.html) (diakses februari 2015)

Fitrianawati, Meita. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Logika Berbasis Multimedia Interaktif untuk Siswa SMA Kelas X sebagai Sumber Belajar Mandiri. FMIPA UNY: Yogyakarta.

Hayat, Bahrul dan Suhendra Yusuf. 2010. Benchmark Internasional Mutu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Khotimah, Husnul. 2013. Meningkatkan Hasil Belajar Geometri dengan Teori Van Hiele. Pendidikan Matematika FMIPA UNY: Yogjakarta.

Nurhayana, Erry Trisna, Nyoman Dantes dan Made Candiasa. 2013. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Model Van Hiele terhadap Pemahaman Konsep Geometri Ditinjau dari Kemampuan Visualisasi Spasial pada Siswa Kelas V di Gugus II Kecamatan Buleleng. E-Journal Volume 3 Tahun 2013, Program Pendidikan Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan pendidikan Dasar: Singaraja.

Purwoko. 2014. (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/PengembanganPembelajar anMatematika_UNIT_4_0.pdf/) (diakses februari 2015)

(20)

Shahidayanti, Tutik. 2012. Pengembangan Modul pada Materi Segi Empat untuk Siswa Kelas VII SMP Berdasarkan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. FMIPA UNY: Yogyakarta.

Siagian, Teddy Alfra. 2013. Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Dengan Menggunakan Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Di Kelas Xi Ipa Sma Swasta Indonesia Membangun Medan Tahun Ajaran 2013/ 2014. FMIPA Unimed: Medan.

Situmeang, Rolando. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP. FMIPA Unimed: Medan.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta: Jakarta.

Suherman, E, et al. 2013. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia.

Supriadie, Didi dan Deni Darmawan. 2012. Komunikasi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.

Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Prestasi Pustaka: Jakarta.

Gambar

Gambar 1.2. Contoh Jawaban Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Bila nilai variabel sama dengan nilai yang ada dalam daftar konstanta 1 maka pernyataan 1 dikerjakan, bila sama dengan nila yang ada dalam daftar konstanta 2 maka pernyataan

As the capabilities document is encoded as an XML instance document containing all the information for a calling client to bind to the service, this seems to be the natural place to

Diajukan Diajukan sebagai sebagai sebagai sebagai Salah Salah Salah Salah Satu Satu Satu Satu Syarat Syarat untuk Syarat Syarat untuk untuk untuk Memenuhi Memenuhi Memenuhi

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa mengetahui dan menyetujui putra / putri *) kami untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa baru, Program Studi Pendidikan Dokter /

Dalam proses pencatatan akuntansi setiap transaksi akan mempengaruhi pencatatan pada buku yang lainnya, oleh karena itu jika dicermati kita akan melihat sebuah

Berdasarkan angka 1 s/d 9 di atas, kami Pokja Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya pada ULP Kabupaten Bengkulu Utara, bertempat di Sekretariat ULP mengumumkan

[r]

Manfaat dari dukungan ini adalah dapat meminimalisir munculnya tekanan yang ada pada diri individu akibat tuntutan di lingkungan masyarakat, seperti memberikan