• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA KUALITAS VERMIKOMPOS LIMBAH SLUDGE INDUSTRI KECAP DAN SERESAH DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) DENGAN VARIASI CACING TANAH Lumbricus rubellus Hoffmeister DAN Eisenia foetida Savigny.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "II. TINJAUAN PUSTAKA KUALITAS VERMIKOMPOS LIMBAH SLUDGE INDUSTRI KECAP DAN SERESAH DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) DENGAN VARIASI CACING TANAH Lumbricus rubellus Hoffmeister DAN Eisenia foetida Savigny."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Morfologi Cacing Tanah (Pangkulun, 1999).
Gambar 2. Bentuk Cacing Tanah Lumbricus rubellus (Anonim, 2011)
Gambar 3. Bentuk Cacing Tanah Eisenia foetida (Anonim, 2007).
Tabel 1. Komposisi Komponen Kimiawi Vermikompos (Pangkulun, 1999)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran dua spesies cacing tanah dalam mengolah bahan organik dengan mengukur: (1) laju konsumsi bahan organik, (2) pertumbuhan cacing tanah

Peningkatan kandungan N dalam bentuk vermikompos selain disebabkan adanya proses mineralisasi bahan organik dari cacing tanah yang telah mati, juga oleh urin yang dihasilkan

Ampas tahu dapat digunakan sebagai bahan baku vermikompos yang. dapat dicerna oleh cacing tanah

EM4 mengandung inokulum mikroorganisme yang sangat efektif untuk mendegradasi sampah organik dengan cepat, demikian juga pada cacing tanah rakus terhadap bahan organik, juga

Media hidup cacing tanah harus kaya bahan-bahan organik dan unsur hara lantaran bahan organik tersebutlah yang menjadi makanan pokok dari cacing tanah. 3)

(2015) menyatakan bahwa syarat bahan organik yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan cacing tanah antara lain mempunyai daya serap yang tinggi untuk menahan

Blotong yaitu endapan nira kotor yang diperoleh dari proses pemurnian nira pabrik gula. Penumpukan limbah secara terus-menerus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah blotong berpotensi untuk dijadikan bahan pupuk organik dengan metode vermicomposting (pengomposan dengan bantuan cacing tanah). Blotong mengandung Nitrogen, P2O5, humus, dan lain-lain, kandungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyuburbakan tanah dan memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis cacing terhadap kecepatan dekomposisi limbah blotong dan mengetahui kualitas vermikompos sesuai SNI:261-2019 tentang spesifikasi pupuk organik padat. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan yang dilakukan secara berseri. Seri pengamatan yaitu 2 MSP, 3 MSP, dan 4 MSP (Minggu Setelah Pemberian). Faktor penelitian yaitu jenis cacing yang terdiri dari Eisenia foetida (C1), Eudrilus eugeniae (C2), dan Lumbricus sp. (C3). Penelitian ini bersifat destruktif (tidak dikembalikan lagi untuk pengamatan selanjutnya). Hasil penelitian menunjukkan pengomposan dengan jenis cacing Eisenia foetida memiliki kandungan yang lebih baik yaitu C-Organik (35.84%), pH (7.26), N-total (2.36%), Nisbah C/N (15.19). Peningkatan massa cacing terbanyak terdapat pada jenis cacing Eisenia foetida yang memiliki kenaikan 7.11 g. Berdasarkan hasil tersebut pupuk limbah blotong tebu memenuhi persyaratan SNI

Cacing tanah juga selain bermanfaat sebagai perombak bahan organik, juga biasa dimanfaatkan oleh peternak cacing sebagai pakan ikan dan unggas, tidak hanya itu saja, cacing tanah