Universitas Muhammadiyah Malang
Arsip Berita
www.umm.ac.id
Magister Agama UMM Terima 10 Mahasiswa Singapura Tanggal: 2011-02-22
Mahasiswa asing tak hanya meminati program studi S1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program Magisterpun kini mulai dilirik. Semester ini, Magister Agama Islam Program Pascasarjana UMM menerima 10 mahasiswa asal Singapura. Hal ini menambah daftar orang asing yang studi di Pascasarjana UMM setelah tahun lalu seorang mahasiswa asal Thailand mengambil Magister Agama Islam dan seorang dari Spanyol studi di Magister Ilmu Hukum.
Kepala Prodi Magister Agama Islam UMM, Prof. Dr. Tobroni mengonfirmasi 10 mahasiswa itu sudah melakukan registrasi dan segera mengikuti perkuliahan awal semester depan. “Mereka sudah menyerahkan berkas dan melakukan pembayaran, jadi tinggal menunggu mereka datang ke UMM awal bulan depan,” kata Tobroni, Selasa (22/02).
Kehadiran 10 mahasiswa asal Singapura itu, kata Tobroni, merupakan indikasi keberhasilan Prodinya meyakinkan kepada publik bahwa kualifikasinya memenuhi syarat internasional. Tak hanya itu, dosen UMM yang pernah menjadi visiting profesor di Universiti Kebangsaan Malaya, Malaysia, itu yakin Prodinya bisa bersaing dengan
universitas-universitas di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.
“Kami yakin dalam hal pelayanan akademik, pembelajaran dan pembimbingan tesis kita masih lebih unggul. Sebab, di Malaysia, misalnya, mahasiswa lebih banyak dilepas sehingga merasa kurang puas walau fasilitasnya di sana lebih baik,” lanjut Tobroni.
Saat ini belum banyak universitas di Indonesia yang melirik mahasiswa Islam asal Singapura. Selama ini mahasiswa Singapura cenderung memilih studi di Malaysia. Padahal beberapa kolej Islam mulai berdiri dan terakreditasi di Singapura, termasuk Al-Hira Educational and Social Services yang mengirim 10 stafnya ke UMM itu.
Sepuluh mahasiswa Singapura itu adalah Abdurahman bin Mohd Don, M. Amin bin Kadir, Jenab Nurlela, Mohd Ghazali bin Mohd Said, Muhd Syanim bin Mohd Sidek, Muji bin Mochri, Nekmah binti Batri, Rasman bin Saridin, Syaifudin Amien dan Mohd Yusuf bin Saad. Di antara nama-nama itu, Rasman bin Saridin adalah alumni jurusan Tarbiyah FAI UMM. Dialah direktur Al-Hira Educational and Social Services yang ikut mempromosikan UMM kepada warga Singapura.
Lebih jauh, Tobroni optimis ke depan akan banyak lagi mahasiswa asal Singapura bahkan Brunei yang akan studi di UMM. Hal ini karena sudah dikenalnya UMM di mata mahasiswa di kedua negara itu dan mulai bergesernya perhatian dari universitas Malaysia ke Indonesia. “Saya yakin itu. Saya sudah dikontak oleh beberapa teman yang meyakinkan akan hal itu, tinggal nunggu waktu saja,” kata Tobroni yakin.
Di sisi internal, Tobroni meyakinkan bahwa pelayanan Magister Agama Islam sangat serius dalam hal akademik dan pembimbingan tesis. Pihaknya tidak mau mahasiswa dibiarkan tidak mengerjakan tesis hanya karena kurang menguasai ilmunya, apalagi lulusnya sampai makan waktu berlarut-larut. “Kami jamin, jika mahasiswa mengikutinya dengan baik, lepas dari semester tiga sudah bisa selesai tesisnya,” pungkasnya. (nas)