• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTIVASI GURU DI SLBMELATI GEMPOL PASURUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MOTIVASI GURU DI SLBMELATI GEMPOL PASURUAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MOTIVASI GURU DI SLBMELATI GEMPOL PASURUAN

S K R I P S I

Oleh : Radix Artona

0 5 8 1 0 2 0 6

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

MOTIVASI GURU DI SLBMELATI GEMPOL PASURUAN

S K R I P S I

Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Psikologi

Oleh : Radix Artona

0 5 8 1 0 2 0 6

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)
(4)
(5)
(6)

M O T T O & P E R S E M B A H A N

Motto:

Orang sukses adalah orang yang tidak pernah berfikir dirinya kalah, ketika ia terpukul jatuh (gagal) ia bangkit kembali, belajar dari kesalahannya dan bergerak

(7)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayah-Nya, serta Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membimbing umatNya ke jalan yang benar. Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan Judul “Motivasi Guru SLB melati Gempol Pasuruan”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan petunjuk serta bantuan yang bermanfaat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Cahyaning Suryaningrum,Dra.M.Siselaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

2. Zainul Anwar,S.Psi, M.Psi, selaku pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 3. Yudi Suharsono,S.Psi, M.Psi, selaku dosen wali yang telah mendukung dan

memberi pengarahan sejak awal perkuliahan hingga selesainya skripsi ini. 4. SLB MELATI Gempol yang telah memberikan ijin dan fasilitas bagi penulis

untuk melakukan magang.

5. Kedua orang tuaku yang menjadi motivasi dan memberikan doa serta kasih sayang yang tidak pernah berhenti selama penulis menuntut ilmu sampai menyelesaikan skripsi.

6. Kedua kakakku mbak renggo dan mbak tatih,Hotimah, Sahabat-sahabatku,Amirul, Dini paijo, Faris, Uyab,agus dan seluruh teman – teman yang telah bersedia memberikan motivasi dan masukannya dan saudara – saudaraku yang membantu, mengingatkan dan memberikan pelajaran yang berarti tentang kehidupan.

(8)

Hanya ucapan terimakasih yang sebesar- besarnya yang dapat penulis

sampaikan, semoga bantuan dan do’anya yang telah diberikan dapat menjadi catatan

amal kebaikan dihadapan Allah SWT.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa masih banyak

kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis

sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca yang budiman untuk

perbaikan dimasa mendatang. Akhirnya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan

berguna bagi yang membacanya, dan kepada lembaga pendidikan guna untuk

peningkatan mutu pendidikan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat,

taufiq, hidayah dan inayahnya kepada kita semua. Amin

Wassalamualaikum Wr. Wb

Malang, 5 Mei 2012 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

MOTTO PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

INTISARI ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI... x

DAFTARTABEL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN... xiii

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

1. Tujuan Penelitian ... 4

2. Manfaat Penelitian ... 4

C. Rencana Penelitian ... 5

1. Metode Pengumpulan Data ... 5

2. Metode Analisa Data ... 5

BAB II. PENGUMPULAN DATA A. Prosedur Pengumpulan Data ... 8

B. Deskripsi Data ... 9

1.Subjek Penelitian... ... 9

2.Data Penelitian ... 9

C. Analisis Data ... 15

D. Pembahasan ... 17

(10)

2. Faktor hygiene ... 18

BAB III. PENUTUP A. Kesimpulan ... 20

B. Saran ... 20

DAFTAR PUSTAKA ... 22

(11)

DAFTAR TABEL

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1Surat Keterangan Magang dan Penelitian ... 24

Lampiran 2Form Penilaian Skripsi Magang ... 25

Lampiran 3Absensi Magang di SLB Melati ... 26

Lampiran 4Profil SLB Melati Gempol ... 28

Lampiran 5Guide Interview ... 32

Lampiran 6VerbatimHasil Interview ... 33

Lampiran 7 Kegiatan Guru SLB Melati Gempol Pasuruan ... 41

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat pendidikan luar biasa. 2006. Naskah dan informasi pendidikan khusus (PLB). Diakses pada 6-4-2012 dari www. ditplb. or. Id

Tarmansyah. 2007. Diakses pada 2-4-2012 dari

http://publikasi.umy.ac.id/index.php/komunikasi/article/viewFile/795/662 Mulyasa, E. (2006). Menjadi guru profesional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Herzberg. 2008. Teori-teori motivasi. Diaksespada 18-4-2012 dari

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi. Siagian, S. (1995). Teori motivasi dan aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta. Gomes, F. C. (2003). Manajemen sumber daya manusia. Yogjakarta : CV. Andi

Offset

Purwanto, N. (2002). Psikologi pendidikan. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya. Munandar, S. C. V. (1999). Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah :

(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Guru mempunyai peranan yang sangat penting dan bertanggung jawab

terhadap perkembangan mental dan emosional muridnya. Menurut Permendiknas

No.32 Tahun 2008. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama

mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan

mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan

formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru pendidikan khusus

adalah tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi dan

sertifikasi pendidik bagi peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional,

mental, intelektual, sosial atau potensi kecerdasan dan bakat istimewa pada satuan

pendidikan khusus, satuan pendidikan umum atau satuan pendidikan kejuruan.

Sedangkan menurut Tarmansyah (2007), guru berperan memberikan

instruksi dalam upaya mengembangkan pengetahuan pembelajar sesuai dengan

latar belakang mereka. Hal yang paling utama dalam hal ini adalah keikutsertaan

siswa dalam membangun kemampuan memaknai arti dari informasi yang

diterimanya. Kemampuan seorang guru dalam berdialog dengan siswa mendorong

terjadinya interaksi yang efektif. Tinjauan kondisi psikologis anak berkebutuhan

khusus yang begitu beragam dalam kelas inklusi akan sangat berpengaruh

terhadap teknik yang digunakan guru dalam komunikasi verbal dan non verbal.

Unsur-unsur komunikasi yang ada di dalamnya dipengaruhi oleh gaya komunikasi

yang diterapkan oleh guru kepada siswa. Guru memiliki peran yang sangat banyak

untuk mencerdaskan suatu bangsa yaitu sebagai pendidik, pengajar, pembimbing,

pelatih, penasehat, pembaharu, model dan teladan pribadi, peneliti, pendorong

kreativitas, pembangkit pandangan, emasipator, evaluator dan lain-lain (Mulyasa,

2006).

Berbeda dengan guru di sekolah biasa, menjadi guru SLB harus memilki

motivasi yang lebih karena tugasnya berat dan menuntut komitmen penuh. Guru

(15)

2

dan pikirannya untuk mendidik anak-anak luar biasa. Anak-anak penyandang

kelainan biasanya tidak responsif, menutup diri, bahkan menghindar dari orang

lain, dihantui rasa malu dan frustasi akibat kelainan yang disandangnya. Tanpa

memiliki dedikasi yang disertai kesabaran dan motivasi dalam mengembangkan

pendekatan pendidikan yang menarik dan mengundang, maka guru SLB akan

gagal dalam menjalankan tugasnya. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri

individu meliputi pembayaran atau upah, keamanan pekerjaan, pekerjaan itu

sendiri (Gomes, 2003).

Berdasarkan pengamatan peneliti, tidak semua guru bersedia mengajar di

sekolah luar biasa (SLB), melainkan guru lebih memilih mengajar di sekolah

umum. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui motivasi guru

Sekolah Luar Biasa (SLB).

Menurut Herzberg, motivasi memiliki dua faktor yaitu faktor motivasional

dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor

motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik,

yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan

faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik

yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang

dalam kehidupan seseorang. Faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan

seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam

karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau

pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan

seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan

sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan

organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan

yang berlaku.

Pendapat Siagian (1995) motivasi adalah gaya pendorong yang

mengakibatkan seorang mau dan rela mengerahkan kemampuan dalam bentuk

keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan

berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya untuk menunaikan

(16)

3

SLB (Sekolah Luar Biasa) Melati Gempol Pasuruan merupakan salah satu

sekolah luar biasa bagian D, yang ada di Gempol yang menyelenggarakan

pendidikan khusus bagi anak-anak tuna daksa. SLB Melati Gempol diperuntukkan

untuk anak-anak baik putra maupun putri yang memiliki kelainan atau kecacatan

(tuna daksa) dari tingkat sekolah dasar.

Program pengajaran di SLB Melati Gempol mengacu pada kurikulum, isi

mana materi pembelajarannya tidak jauh berbeda dan diupayakan sama dengan

materi pembelajaran di sekolah dasar biasa. Hanya saja ada beberapa hal yang

perlu dimodifikasikan seperti yang menyangkut teknik penyampaian materi

pelajaran, serta metode mengajar yang digunakan oleh tenaga pengajar. Proses

belajar mengajar pada anak tuna daksa berbeda dengan kelas anak-anak normal,

karena anak cacat (tuna daksa) perlu cara khusus dalam mengajar dan mendidik,

biasanya dalam bentuk kelas kecil. Seorang guru hanya berhadapan dengan 4-6

orang anak supaya guru lebih berkonsentrasi dan terarah, sebab anak-anak cacat

tuna daksa memerlukan perhatian khusus.

Dengan adanya pelajaran yang diberikan, diharapkan siswa SLB Melati

Gempol dapat mendukung pelajaran umum dan pelajaran keterampilan. Materi

yang diberikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan dan keadaan fisik peserta

didik. Dalam pemberian materi ataupun praktik keterampilan dipilih motif yang

sederhana tidak terlalu sulit dan banyak pengulangan supaya anak dapat dengan

mudah mengingat dan menghafal. Mengingat keterbatasan mental dan fisik

tersebut, maka materi yang diberikan pada anak-anak tuna daksa di SLB Melati

Gempol cenderung pada keterampilan. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di

SLB Melati Gempol bisa berjalan dengan baik, hal ini karena didukung dengan

sikap siswa yang sangat antusias dalam belajar, ketertiban dalam mengikuti

pelajaran, selain itu juga salah satu faktor utama dari guru yang bisa menerapkan

metode yang tepat bagi siswa tuna daksa.

Mengembangkan kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus yang

umumnya tertutup memerlukan kiat-kiat yang lebih bervariasi agar keinginan dan

kebutuhan mereka dapat diketahui dan dipenuhi secara tepat. Secara umum,

(17)

4

Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan, mengarahkan dan

menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan

sesuatu sehingga mencapai tujuan tertentu (Purwanto, 2002).

Tanggung jawab pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus (tuna) di

sekolah terletak di tangan pendidik, yaitu guru SLB. Guru SLB merupakan salah

satu komponen pendidikan yang secara langsung mempengaruhi tingkat

keberhasilan anak berkebutuhan khusus (tuna) dalam menempuh

perkembangannya. Guru SLB dituntut untuk memiliki motivasi, kesabaran yang

tinggi, kesehatan fisik dan mental yang baik dalam bekerja karena mereka

melakukan tugas fungsional yaitu mengajar satu persatu siswanya dengan penuh

kesabaran, melakukan tugas administrasi seperti membuat raport, dan tugas

struktural dalam organisasi sekolah. Berdasarkan pengamatan peneliti selama ikut

aktif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, terlihat ada sebuah

hubungan antara guru dan murid yang melibatkan rasa kasih sayang dan

persahabatan diantara keduanya. Dengan menggunakan pola hubungan yang

sangat dekat antara murid dengan guru seperti layaknya seorang orang tua kepada

anaknya, kemandirian dan penanaman nilai-nilai spiritual juga sangat diperhatikan

di sekolah ini. Meski terjadi adanya perlakuan yang berbeda dalam hal

komunikasi, mengingat hal itu juga disesuaikan dengan kondisi mental

masing-masing anak, namun hal ini tidak membuat satu sama lainnya merasa

dibeda-bedakan. Hal tersebut penulis amati ketika proses belajar mengajar di pusat terapi

tersebut sedang berlangsung.

B. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a) Mengetahui motivasi guru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di

SLB Melati Gempol Pasuruan.

2. Manfaat Penelitian

Dengan diadakan penelitian ini, penulis berharap penelitian ini dapat

memberikan manfaat, baik secara teoretis maupun secara praktis. Adapun

(18)

5

a) Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan manfaat teoritis, yaitu

dengan memberikan sumbangan pikiran dan tolak ukur kajian ilmu

psikologi, yang berkaitan dengan motivasi guru SLB (Sekolah Luar Biasa).

b) Manfaat Praktis

Bagi guru dapat dijadikan bahan acuan dan masukan serta kritik konstruktif

terutama motivasi guru dalam mendidik anak berkebutuhan khusus.

Bagi sekolah luar biasa (SLB) peran guru sangatlah penting sebagai

motivasi siswa dalam proses belajar.

C. Rencana Penelitian

1. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini digunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara.

Adapun wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur.

Wawancara semi terstruktur atau wawancara yang bersifat percakapan , tidak

menggunakan kuesioner melainkan panduan wawancara yang fleksibel untuk

membantu pewawancara fokus pada topik yang diteliti. Wawancara Semi

Terstruktur dilaksanakan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

Bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.

2. Metode Analisa Data

Analisis data yaitu proses mengatur, mengkonstruksi dan mengartikan

sejumlah data yang terkumpul. Proses analisis data yang dilakukan dalam

penelitian ini dengan teknik data kualitatif. Adapun tahap-tahapan analisis adalah:

1. Mengorganisasi Data

Peneliti mendapatkan data langsung dari subjek melalui wawancara (Indepth

Interview), yang mana data direkam dengan MP3 dan dibantu alat tulis

lainnya.Kemudian dibuatkan transkipnya dengan mengubah hasil wawancara

dari bentuk rekaman menjadi bentuk tertulis secara verbatim.Setelah selesai

menemui subjek data dibaca berulang ulang, agar penulis mengerti benar data

(19)

6

2. Pengelompokkan Berdasarkan Kategori, Tema, dan Pola Jawaban.

Dalam tahap ini dibutuhkan pengertian yang mendalam tentang data,

perhatian yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul diluar

apa yang digali. Berdasarkan kerangka teori dan pedoman wawancara,

peneliti menyusun sebuah kerangkan awal analisis sebagai acuan dan

pedoman dalam melakukan koding.Dengan pedoman ini, peneliti kemudian

kembali membaca transkip wawancara dan melakukan koding. Melakukan

pemilihan data yang relevan dengan pokok pembicaraan.Data yang relevan

diberi kode dan penjelasan singkat, kemudian dikelompokkan atau

dikategorikan berdasarkan kerangka analisis yang telah dibuat. Dalam

penelitian ini, analisis dilakukan pertama-tama terhadap masing-masing

kasus. Peneliti menganalisis hasil wawancara berdasarkan pemahaman

terhadap hal-hal yang diungkap oleh responden. Data yang telah

dikelompokkan tersebut oleh peneliti dicoba untuk dipahami secara utuh dan

ditemukan tema-tema penting secara kata kuncinya.Sehingga peneliti dapat

mengungkapkan pengalaman, permasalahan dan dinamika yang terjadi pada

tiap subjek. Pada bagian kedua dari analisi, peneliti melakukan analisis antar

kasus dengan menyimpulkan hal umum dan memberi perhatian pada

hal-hal khusus yang ditemukan dintara subjek-subjek penelitian dengan mengacu

pada teori dan permasalahan penelitian.

3. Menguji Asumsi atau Permasalahan yang ada Terhadap Data

Setelah kategori dan pola tergambar dengan jelas, peneliti menguji data

tersebut terhadap asumsi yang dikembangkan dalam penelitian ini. Pada tahap

ini kategori yang telah didapat melalui analisis ditinjau berdasarkan landasan

teori yang telah dijabarkan pada bab dua, sehingga dapat dicocokan apakah

ada kesamaan antara landasan teori dapat dibuat asumsi-asumsi mengenai

hubungan antara konsep-konsep dan faktor-faktor yang ada.

4. Mencari Alternatif Penjelasan Bagi Data

Setelah kaitan antara kategori dan pola dengan asumsi terwujud, penulis

masuk kedalam tahap penjelasan. Berdasarkan pada kesimpulan yang telah

(20)

7

yang lain. Dari hasil analisi, ada kemungkinan terdapat hal-hal yang

menyimpang dari asumsi atau tidak terpikir sebelumnya. Dalam tahap ini

akan dijelaskan dengan alternatif lain melalui refleksi atau teori-teori lain.

Alternatif ini sangat berguna pada bagian kesimpulan, diskusi, dan saran.

5. Menulis Hasil Penelitian

Penulisan analisis data masing-masing subjek yang telah berhasil

dikumpulkan merupakan suatu hal yang membantu peneliti untuk memeriksa

kembali apakah kesimpulan yang dibuat telah selesai.Dalam penelitian ini,

penulisan yang dipakai adalah persentasi data yang telah didapat yaitu

penulisan data dari hasil penelitian berdasarkan wawancara dengan tiap-tiap

subjek. Prosesnya dimulai dari data-data yang telah diperoleh dari tiap subjek

dibaca berulang kali sampai peneliti mengerti benar permasalahannya lalu

dianalis secara perorangan, sehingga didapatkan ganbaran mengenai

penghayatan yang dialami masing-masing subjek.Selanjutnya, dilakukan

interprestasi secara keseluruhan dimana di dalamnya mencakup keseluruhan

Referensi

Dokumen terkait

Atas petunjuk Allah, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam

Dengan kekuatan dan hidayah-Nya penulis menyelesaikan skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan judul “Analisis Sistem Informasi

Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk memenuhi syarat - syarat Memperoleh gelar Sarjana Psikologi

Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa faktor yang menjadi penyebab banyaknya pernikahan menggunakan wali hakim di KUA Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan adalah karena

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Penulis menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1) pada Fakultas Teknologi Pertanian, penulis menyelesaikan skipsinya dengan judul Praktik Sanitasi dan Penyimpanan Pangan

Alhamdulillah hirobil’alamin akhirnya penulis telah menyelesaikan karya tulis ini dengan judul “IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN DALAM

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, penulis menyelesaikan skripsi dengan judul “Fungsi