1 1.1 Latar Belakang Penelitian
Bagian Network Operation adalah salah satu bagian di dalam Divisi Information System Center, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola desktop di lingkungan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Yang dimaksud desktop di sini adalah perangkat kerja yang disediakan oleh perusahaan bagi karyawan dan atau mitra kerjanya untuk menjalankan aktivitas kedinasan, yang termasuk dalam perangkat dimaksud adalah Personal Komputer, Laptop, Scanner, Printer, dan , Projector. Tanggung jawab pengelolaan desktop meliputi distribusi, perawatan, dan perbaikan. Distribusi di sini berarti proses penyediaan desktop ke karyawan dan atau mitra kerja perusahaan.
perusahaan. Beberapa keuntungan yang dapat diambil adalah bantuan tenaga maintenance perangkat dari vendor penyedia barang.
Seiring berjalannya roda perusahaan, permintaan perangkat desktop ( personal computer, laptop, printer, projector, scanner ) dari divisi-divisi kerja Telkom semakin bertambah pula, dengan jumlah permintaan yang semakin besar pula. Kemudian, Telkom ISC menerapkan konsep Seat Management dalam pengelolaan desktop perusahaan.
Seat Management adalah salah satu metoda praktis dalam pengelolaan desktop yang meliputi seluruh siklus pengelolaan desktop yang dilakukan secara serah kelola kepada pihak vendor, prinsipnya : Telkom tidak perlu memikirkan detail dari penyediaan barang dan jasa ( desktop ) yang dibutuhkan untuk operasional Telkom dan cukup hanya membebankan tanggung jawab penyediaan, delivery, maintenance, dan operasional harian desktop kepada vendor penyedia barang. Dengan bahasa yang lebih sederhana, bagi Telkom cukup dengan istilah : “kami membutuhkan, anda harus menyediakan, kapanpun, berapapun, di manapun”. Dengan aturan ini, maka vendor penyedia barang dan jasa harus memiliki kapabilitas yang tinggi terhadap stock dan gudang.
Dengan adanya Seat Management ini, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh di sisi PT Telkom, diantaranya :
2. Efektivitas resource SDM Telkom, karena satu sektor layanan sudah dimitrakan kepada vendor, sehingga diharapkan SDM Telkom ( unit terkait) dapat berkonsentrasi pada bidang kunci dari pekerjaan perusahaan. 3. Telkom tidak perlu mengeluarkan biaya untuk proses perawatan,
maintenance, maupun penggantian hardware / perangkat keras yang rusak, karena scope dari Seat Management adalah mencakup penggantian / back up ketika terjadi kerusakan, tentunya kerusakan dengan aturan tertentu. 4. Telkom tidak perlu berurusan langsung dengan Principal produk, karena
segala bentuk kerjasama dengan principal menjadi tanggung jawab vendor Seat Management. Principal adalah pemegang lisensi distribusi suatu produk di kawasan suatu negara. Contohnya : Principal produk Hewlett Packard, Principal produk DELL, Principal produk IBM.
Adapun vendor yang dipercaya untuk memegang proyek Seat Management harus memiliki beberapa kriteria yang cukup tinggi, yaitu :
1. Berpengalaman dalam melaksanakan Seat Management Service dengan fasilitas Helpdesk yang memadai.
2. Didukung oleh technical support yang memadai
3. Memiliki Helpdesk yang beroperasi pada jam kerja TELKOM
4. Menyediakan On Site Technical Support di lokasi TELKOM (ISCHO, ISDC REGIONAL I, II, III, IV, V, VI, VII)
6. Technical support harus mampu memenuhi service level (maintenance, response time, resolution time)
7. Mempunyai branch office / service point minimal sampai dengan level Kantor Divisi Regional TELKOM.
Dari masalah yang timbul maka sistem informasi dengan berbasis online adalah jawaban yang paling tepat untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut. Selain cepat, baik dalam memberikan informasi dan dapat meningkatkan layanan kepada user. Oleh karena itu penulis mengambil judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI TELKOM SEAT MANAGEMENT BERBASIS ONLINE.”
1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dilakukan observasi dan mengidentifikasi masalah-masalah yang perlu ditangani dan dikendalikan secara bijak. Hal ini perlu dilakukan sebagai bahan atau data dalam pembangunan sistem informasi dengan mendayagunakan teknologi yang bertujuan untuk memberikan jalan keluar (solusi) yang cepat, tepat dan akurat. Dari masalah-masalah yang ada perlu ditangani sebagai berikut :
2. Belum adanya adanya alat bantu pengawalan Service Level Agreement Telkom dengan user, meliputi :
a. data penanganan gangguan oleh vendor berdasar komitmen SLA b. data kehandalan perangkat Seat Management dengan memperhatikan statistik gangguan yang terjadi
c. memberikan gambaran tentang perilaku user dengan mengamati pola dan jumlah gangguan yang tercatat
3. Belum tertibnya administrasi perangkat kerja
4. Belum adanya bank data Seat Management, yang merupakan tools evaluasi permintaan, minimalisasi duplikasi user, data alokasi perangkat, informasi tentang prosedur, informasi format-format form desktop, sosialiasi perangkat desktop, informasi rencana delivery,sosialisasi KD (Keputusan Direksi) dan SOE (Standard Operating Environment) Desktop, reminder perangkat habis sewa.
Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sistem yang sedang berjalan di PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. yang masih belum adanya informasi SSC dan belum tertibnya masalah administrasi perangkat kerja.
2. Bagaimana Merancang Sistem Informasi Telkom Seat Management Berbasis Online dapat menyelesaikan masalah yang ada di PT. Telkom. 3. Bagaimana implementasi Sistem Informasi Telkom Seat Management
4. Bagaimana pengujian Sistem Informasi Telkom Seat Management Berbasis Online.
1.3 Maksud Penelitian dan Tujuan Penelitian
Maksud dari pelaksanaan usulan penelitian tidak lain untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapat dari bangku kuliah, dan untuk
memberikan pedoman referensi bagi sesama peneliti untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan.
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sistem yang berjalan di PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. yang masih belum adanya informasi SSC, pengawalan SLA, dan Sosialisasi perangkat dekstop.
2. Untuk merancang Sistem Informasi Telkom Seat Management Berbasis Online agar dapat menyelesaikan masalah yang ada di PT. Telkom. 3. Untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Telkom Seat
Management Berbasis Online.
4. Untuk melakukan pengujian Sistem Informasi Telkom Seat Management Berbasis Online.
1.4 Kegunaan Penelitian
perusahaan, sedangkan kegunaan akademis adalah kegunaan bagi si peneliti sendiri.
1.4.1 Kegunaan Praktis
Sistem Informasi Telkom Seat Management Berbasis Online ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna untuk dapat mendukung kegiatan pengelolaan perangkat dekstop dan dapat meningkatkan efektifitas kerja di PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
1.4.2 Kegunaan Akademis
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah pembangunan aplikasi ini meliputi :
1. Aplikasi yang dibangun hanya untuk membantu proses penanganan laporan gangguan dekstop dari user ke helpdesk dan bukan merupakan aplikasi untuk proses penanganan laporan gangguan dekstop dari user ke helpdesk. 2. Sistem yang dibangun tdak membahas tentang kehilangan perangkat
desktop.
3. Sistem yang dibangun tidak membahas tentang proses keuangan dan laporan keuangan
4. Ruang lingkup sistem hanya mencakup telkom pusat saja tidak sampai ke cabang.
5. Hak akses disesuaikan dengan ketentuan dari Telkom IS Center. 6. Implementasi hanya berupa cara mengoperasikan perangkat lunak.
1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian
Tabel 1.1 Jadwal Penelitian 2 Sumber data sekunder
10 2.1 Pengertian Sistem
Menurut Amsyah (2001 : 27) ada beberapa definisi mengenai sistem, tetapi definisi dari kamus Webster’s Unabridged lebih mendekati dengan keperluan. Definisi tersebut adalah sebagai berikut : “Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi”.
Menurut Al-Bahra (2004 : 2) “Sistem (dipandang dari PDE) adalah sekumpulan manusia, mesin, dan metode yang teroganisir untuk mencapai suatu sasaran yang sepesifik.”
Suatu sistem dibangun dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau mencapai suatu sasaran (objectives). Tujuan meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan sasaran meliputi ruang ingkup yang sempit.
2.1.1Bentuk Dasar Sistem 1. Masukan ( Input )
Input merupakan data yang masuk ke dalam suatu sistem.
2. Model
Model merupakan kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang memproses data yang tersimpan di database dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Keluaran ( Output )
4. Teknologi
Teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian sistem.
5. Basis Data ( Database )
Database merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software database.
6. Kontrol ( Control )
Pengendalian atau control yang dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.
2.1.2Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu : 1. Komponen ( components )
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2. Batas sistem ( boundary )
sistem memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas sistem juga menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan luar sistem ( environments )
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
4. Penghubung ( interface )
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya.
5. Masukan ( input )
digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran ( output )
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan informasi adlaah keluaran yang dibutuhkan.
7. Pengolah ( proses )
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku atau bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang.
8. Sasaran ( objectives )
2.1.3Klasifikasi Sistem
1. Sistem terbuka dan tertutup
Suatu sistem dikatakan terbuka bila aktivitas didalam sistem tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, sedangkan suatu sistem dikatakan tertutup bila aktivitas-aktivitas sistem tersebut tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi di lingkungannya.
2. Sistem buatan dan sistem alamiah
Suatu sistem bila diklasifikasikan berdasarkan asalnya, sistem tersebut bisa diklasifikasikan sebagai sistem yang ada secara alamiah ( buatan Tuhan ) atau buatan manusia. Manusia adalah sistem yang secara alamiah demikian pula mahluk hidup disekitar kita, sedangkan mobil merupakan sistem buatan manusia.
3. Sistem berjalan dan konseptual
Suatu sistem yang belum diterapkan disebut sebagai sistem konseptual. Suatu sistem konseptual yang dapat diterima oleh pemakai sistem sehingga pemakai sistem tersebut menggunakannya untuk menunjang operasi sehari-hari maka sistem tersebut berubah menjadi sistem berjalan.
4. Sistem sederhana dan komplek
komponen dan tingkatan yang dihubungkan dalam berbagai cara yang berbeda, seperti sistem sebuah perusahaan.
5. Sistem kinerja yang dapat dipastikan dan tidak dapat dipastikan
Sebuah sistem yang dapat dipastikan kinerjanya artinya dapat ditentukan pada saat sistem akan dan sedang dibuat. Sedangkan sistem yang tidak dapat dipastikan kinerjanya artinya tidak dapat ditentukan dari awal tergantung kepada situasi yang dihadapi.
6. Sistem sementara dan selamanya
Suatu sistem mungkin digunakan untuk selamanya mungkin juga digunakan untuk periode waktu tertentu.
7. Sistem Pisik dan Abstrak
Sistem dapat dilihat dari wujudnya misalnya sistem kendaraan bermotor, sedangkan abstrak seperti sistem organisasi
8. Sistem subsistem dan super sistem
Subsistem adalah sistem yang lebih kecil dalam sebuah sistem, sedangkan super sistem adalah sistem yang lebih besar.
9. Sistem yang dapat beradaptasi dan tidak dapat beradaptasi
2.2 Pengertian Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat, berupa nilai yang dapat dipahami didalam keputusan sekarang maupun masa depan.
2.2.1Konsep Dasar Informasi
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Amsyah (2001 : 2) “Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu”.
Sedangkan menurut Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul Management Information System, “Informasi adalah data yang sudah diproses menjadi bentuk yang berguna bagi pemakai, dan mempunyai nilai pikir yang nyata bagi pembuatan keputusan pada saat sedang berjalan atau untuk prospek masa depan”.
Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu.
2.2.2Nilai Informasi
Manfaat informasi adalah untuk membantu memberi kejelasan dari sesuatu ketidakpastian atau untuk mengurangi ketidakpastian tersebut, sehingga manusia membuat sesuatu keputusan dengan kepastian yang lebih baik dan menguntungkan.
Menurut Amsyah (2001 : 316) nilai informasi ditentukan oleh lima karakteristiknya, yaitu :
1. Ketelitian
Ketelitian atau akurasi didefinisikan sebagai perbandingan dari informasi yang benar dengan jumlah seluruh informasi yang dihasilkan pada suatu proses pengolahan data tertentu.
2. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu merupakan karakteristik informasi yang penting. Bukan hanya bernilai baru atau lama, tetapi tepat waktu atau setidaknya saat informasi diperlukan. Bila informasi diperlukan sewaktu-waktu maka diharapkan informasi tersebut dapat disediakan secepat waktu yang diperlukan.
3. Kelengkapan
4. Ringkas
Informasi yang bernilai lebih cenderung bersifat seperti suatu kesimpulan, dan akan lebih jelas dan bernilai tinggi bila dapat disertai dengan bagan, gambar, grafik, tabel, dan bentuk lainnya.
5. Kesesuaian (Relevan)
Informasi yang bernilai tinggi tentu saja mempersyaratkan pula unsur yang kelima yaitu sesuai (relevan). Informasi hendaklah sesuai dengan keperluan pekerjaan atau manajemen dan sesuai (relevan) pula dengan tujuan yang akan dicapai.
2.2.3Siklus Hidup Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk menghasilkan informasi.
Gambar 2.1 siklus informasi
Sumber : Sistem Informasi Manajemen, Azhar Susanto, 2004, Penerbit Linggajaya
2.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem baik pisik maupun non pisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.
2.3.1Pengertian Sistem Informasi
Menurut Amsyah (2001 : 4) “Sistem informasi, yaitu suatu rangkaian informasi yang di dalamnya terdapat bagian-bagian yang berhubungan dan saling berketergantungan satu sama lain, mulai dari bagian besar ke bagian yang lebih kecil, yaitu dari sub, subsub, subsubsub, dan seterusnya sampai yang terkecil”.
Hubungan tersebut berupa hubungan-hubungan arus informasi yang mewakili tingkat-tingkat sistem keorganisasian. Dalam suatu organisasi hubungan-hubungan tersebut lazim disebut hubungan-hubungan antar unit kerja. 2.3.2Komponen Sistem Informasi
Komponen-komponen sistem informasi adalah : 1. Perangkat Keras ( Hardware )
Terdiri dari komputer, printer, dan jaringan. 2. Perangkat Lunak ( Software )
Merupakan kumpulan dari perintah atau fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.
3. Manusia ( Brainware )
Pihak yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem informasi dan lain-lain.
4. Prosedur ( Procedure )
Dokumentasi prosedur atau proses siste, buku penuntun operasional ( aplikasi ) dan teknis.
5. Basis Data ( Database )
2.4 Definisi kasus yang dianalisis
Dibawah ini dijabarkan beberapa definisi kasus yang dianalisis oleh penulis : 1. Standard Operating Environment (SOE)
Dengan ditetapkannya TISC sebagai unit yang mengelola pemenuhan kebutuhan perangkat desktop untuk seluruh unit kerja yang ada di TELKOM, perlu adanya upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan desktop dimaksud. Dengan ditetapkannya program sertifikasi SOA-404 untuk TELKOM, perlu adanya sinergi untuk memastikan agar pengelolaan desktop memenuhi standar tertentu sesuai kebutuhan operasional yang diperlukan TELKOM, maka perlu adanya tata kelola desktop yang mensinergikan antara konsep pemenuhan kebutuhan desktop dengan Standard Operating Environment (SOE) Desktop Management. SOE Desktop Management adalah aturan baku yang disyahkan management perusahaan menyangkut pengelolaan desktop di lingkungan PT Telkom, dimana didalamnya mencakup keseluruhan atribut-atribut penting dan atribut pelengkap di dalam pengelolaan desktop, mulai dari jenis, isi, standar, kerjasama operasional, proses imaging, staging, layanan komplain, aplikasi standar dan proses operasional hariannya.
2. Administrator
desktop dibutuhkan adanya Bandwidth Throttling yaitu kemampuan suatu sistem desktop management untuk adaptive dalam hal pemekaian bandwith sesuai dengan kondisi bandwidth utility network pada saat menjalankan fungsi – fungsi OS Deployment, Software Delivery dan Patch Management. Sedangkan Deployment adalah tahapan dalam pengelolaan desktop yang meliputi kegiatan pra-instalasi, pengiriman, instalasi dilokasi User sampai dengan pengujiaan dan penerimaan oleh User.
3. Desktop Management
Desktop merupakan perangkat yang difungsikan sebagai alat kerja yang terdiri dari : PC, Laptop, Printer, Projector dan Scanner. Desktop Management Tool adalah suatu alat / sistem yang digunakan dalam mengelola khusus untuk PC dan Laptop, secara fungsional terdiri atas : Inventory Management, Application Management, Deployment Management, Software License Management, Patch Management, Software Delivery Management, Remote Desktop Management. Selain fungsi diatas, alat/sistem yang digunakan harus mempunyai kemampuan bandwidth throtting dan support web base.
4. Vendor
oleh TISC, kebutuhan desktop baru dipenuhi secara sewa pakai kepada vendor dengan masa sewa selama 3 (tiga) tahun dengan ruang lingkup sewa ditentukan oleh TISC dan disesuaikan dengan kebutuhan. Sedangkan Seat – Management ialah salah satu metoda praktis dalam pengelolaan desktop yang meliputi seluruh siklus pengelolaan desktop yang dilakukan secara serah kelola kepada pihak Vendor.
Untuk PC dan Laptop, pemilihan produk dan basis teknologi mempertimbangkan aspek Market Leadership dari principal PC dan Laptop dengan menggunakan referensi dari badan riset international seperti Gartner, dan lain – lainnya.
5. TISC (Telkom Information System Center)
TISC adalah Pusat Sistem Informasi yang bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pengelolaan sistem informasi internal TELKOM. Telkom ISC bertanggungjawab menjamin Response Time dan Resolution Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh penyedia layanan untuk menjawab permintaan yang disampaikan oleh user, yang dihitung sejak permintaan user diterima oleh helpdesk sampai dengan jawaban/tanggapan diterima oleh user. Sedangkan Resolution Time adalah waktu yang diperlukan oleh penyedia layanan untuk memberikan solusi atas permintaan layanan yang disampaikan oleh user, yang dihitung sejak permintaan user diterima oleh helpdesk sampai dengan solusi diterima oleh user.
6. Fungsi Desktop
a) PC merupakan perangkat komputer yang diperuntukkan bagi user yang fungsi pekerjaannya memerlukan perangkat komputer yang dipasang secara permanen.
b) Laptop merupakan perangkat kerja komputer yang diperuntukkan bagi user yang fungsi pekerjaannya menuntut mobilitas yang tinggi dan memerlukan perangkat komputer yang dapat dijinjing (portable).
fungsi pekerjaannya memerlukan pencetak data / informasi yang berupa teks. (misalnya : plasa TELKOM, service point, dan lain - lain).
d) Printer Laserjet-A3 merupakan perangkat yang berfungsi untuk mencetak data beupa teks atau gambar dan diperuntukan bagi unit kerja yang berfungsi pekerjaannya memerlukan pencetak data / informasi berupa teks atau gambar dengan ukuran kertas sampai dengan A3.
e) Printer Laserjet-A4 merupakan perangkat yang berfungsi untuk mencetak data beupa teks atau gambar dan diperuntukan bagi unit kerja yang berfungsi pekerjaannya memerlukan pencetak data / informasi berupa teks atau gambar dengan ukuran kertas sampai dengan A4.
f) Projector – Mobile merupakan perangkat yang berfungsi untuk memproyeksikan data dan informasi secara visual dan diperuntukkan bagi unit kerja yang memerlukan perangkat projector yang dapat dijinjing.
2.4.1 Pengertian Seat-Management
Seat Management adalah salah satu metoda praktis dalam pengelolaan dekstop yang meliputi seluruh siklus pengelolaan dekstop yang dilakukan secara serah kelola kepada pihak Vendor.
2.5 Jaringan Komputer
Secara sederhana jaringan komputer dasar atau network adalah hubungan antara dua buah atau lebih komputer.
2.5.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer yaitu kumpulan dari beberapa komputer, baik jaringan komputer yang berskala kecil seperti di rumah atau di kantor atau jaringan yang berskala besar seperti antarkota dan provinsi, atau jaringan komputer yang mendunia ( internasional ) seperti antar benua atau antar dunia, dimana komputer-komputer tersebut saling berhubungan dan terorganisasi ( berintegrasi ) antara komputer yang satu dengan komputer yang lain yaitu antara komputer server ( sebagai induknya ) dengan komputer terminal atau client ( sebagai anaknya ).( Nana Suarna : 2007 : 11 ).
2.5.2 Macam-macam Tipe Jaringan 1. Jaringan Client-Server
Server yaitu komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain, sedangkan Client yaitu komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. a). Keunggulan
1) Kecepatan aksesnya lebih tinggi.
2) Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik. 3) Sistem backup data lebih baik.
b). Kelemahan
2) Dibutuhkan satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
3) Sangat ketergantungan pada server, karena server jika mengalami gangguan atau masalah, maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
2. Jaringan Peer To Peer
Jaringan tipe peer to peer diistilahkan dengan non-dedicated server, yaitu server tidak hanya berperan sebagai server murni, tetapi dapat juga berperan sebagai workstation.
a). Keunggulan
1) Komputer dalam jaringan dapat saling berbagi pakai fasilitas yang dimilikinya seperti : harddisk, drive, modem, fax, printer. 2) Biaya operasional lebih murah.
3) Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, karena jika salah satu komputer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
b). Kelemahan
2) Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client server.
3) Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
2.5.3 Topologi Jaringan
Topologi jaringan yaitu jaringan yang berhubungan dengan susunan fisik semua jaringan komputer, baik server maupun client ( terminal ). Ada 6 macam topologi atau arsitektur jaringan secara fisik antara lain sebagai berikut.
1. Topologi Bus
Topologi Bus yaitu seluruh terminal saling terhubung ke sebuah bus ( jalur) utama komunikasi data. Informasi atau data dikirim dan diambil melalui sepanjang jalur atau melewati seluruh workstation. Topologi ini dipakai untuk area jaringan lokal, untuk banyak titik, dan untuk jarak yang pendek.
2. Topologi Star
3. Topologi Titik ke Titik
Topologi titik ke titik yaitu setiap simpul atau nodenya dihubungkan langsung antar terminal, dan sistem jaringan semacam ini tidak tergantung pada terminal mana pun, dan hubungan antar terminal hanya diketahui oleh terminal yang bersangkutan.
4. Topologi Ring
Topologi ring yaitu semua terminal dan server dihubungkan, sehingga terbentuk pola lingkaran mirip sebuah cincin. Tiap terminal ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain. Jika alamat-alamat yang dituju sesuai, maka informasi diterima. Sebaliknya apabila tidak sesuai informasi akan dilewatkan. 5. Topologi Linear Bus
Topologi linear bus yaitu arsitektur yang mirip dengan cabang atau sebuah pohon. Data yang dikirim dari suatu terminal ke terminal lain akan melalui pemeriksaan jalur yang terbuka. Apabila jalur tersebut telah diterima, maka data tersebut akan dikirimkan, dan apabila terminal yang lain pun mengirim secara bersamaan, maka data tersebut akan mengalami tabrakan. Selanjutnya, harus menunggu jalur bebas sebelum melaksanakan pengiriman data ulang.
6. Topologi Hierarki
7. Topologi Web Network
Topologi web network atau mess network atau plex network atau completely connected network yaitu bentuk network dimana masing-masing node dalam network dapat berhubungan dengan network lainnya melalui beberapa link.
2.6 Perangkat Lunak Pendukung
Perangkat Lunak Pendukung yang dibutuhkan untuk membuat software ini adalah sebagai berikut :
2.6.1 Aplikasi Bahasa Pemograman
1. HTML (Hyper Text Markup Language)
Merupakan bahasa pemrograman standar yang digunakan untuk menulis halaman web.
2. HTTP (Hyper Text Transport Protocol)
Merupakan protocol standar yang digunakan untuk mengirim file-file HTML ke dalam browser.
3. PHP ( Personal Home Page )
PHP diciptakan oleh Rasmus Ledorf, seorang pemrogram C yang handal. Semula PHP hanya digunakan untuk mencatat jumlah pengunjung pada homepagenya. Rasmus adalah salah seorang pendukung open source. Karena itulah ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Setelah mempelajari YACC dan GNU Bison, Rasmus menambah kemampuan PHP 1.0 dan menerbitkan PHP 2.0.
Script PHP berkedudukan sebagai tag dalam bahasa HTML, sebagaimana diketahui, HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa standar untuk membuat halaman-halaman web. Kode PHP diawali dengan tanda <?php dan diakhiri dengan tanda ?>. Pasangan kedua kode inilah yang berfungsi sebagai tag kode PHP. Berdasarkan tag inilah, pihak server dapat memahami kode PHP dan kemudian memprosesnya. Dan hasilnya dikirim ke browser.
4. URL (Uniform Resource Locator)
2.6.2 Apikasi Database 1. MySQL
MySQL adalah suatu software sistem manajemen database yang menggunakan standar SQL (Structured Query Language), yaitu bahasa standar yang paling banyak digunakan untuk mengakses database. Keunggulan dari MySQL adalah :
a). MySQL dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh banyak CPU sekaligus. MySQL mendukung penggunaan oleh beberapa user pada waktu yang bersamaan, oleh karena itu database server dapat diakses oleh client secara bersamaan pula.
b). MySQL merupakan open source software.
Untuk menggunakan MySQL, yang mana merupakan lisensi dari GPL, user dapat mempergunakannya secara cuma-cuma, tanpa dipungut biaya.
c). MySQL mampu berjalan dalam berbagai sistem operasi (Portability). MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows, Mac OS X server, Solaris, Amiga, Linux, FreeBSD, HP-UX, dan lainnya.
d). Performance Tuning yang baik
MySQL memiliki kecepatan yang sangat baik dalam menangani query sederhana.
MySQL mampu menangani database yang besar dengan tipe kolom yang sangat kompleks.
f). High Security
MySQL memiliki sistem sekuritas yang tinggi dengan disertai beberapa lapisan sekuriti seperti level subnetmask, nama host, dan ijin akses user dengan sistem perijinan yang disertai dengan serta password terenkripsi.
g). Standard Command and Function
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query, yang mana merupakan fungsi standar dari SQL.
h). Connectivity
MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protocol TCP/IP, Named Pipes (NT), dan Unix soket (Unix).
i). Flexibility Table Structure
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya seperti Oracle.
j). Localisation
k). Interface
MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman menggunakan fungsi API.
l). Clients dan Tools
MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database, yang mana pada setiap tool disertakan petunjuk online.
2.6.3 Aplikasi Pendukung 1. Apache
Untuk menjalankan PHP dan MYSQL, kita membutuhkan sebuah web server. Apache merupakan salah satu web server yang ketangguhannya telah teruji serta sifat dari apache yang free dan opensource. Web server adalah suatu program yang dijalankan pada komputer yang terkoneksi dengan internet.
2. Macromedia Dreamweaver 8
Macromedia Dreamweaver 8 adalah suatu aplikasi untuk membuat dan mengedit HTML dokumen. Aplikasi ini menyediakan kemampuan interface yang standar, tampilan panel-panel yang berfungsi mempermudah user membuat html dokumen, teks editor yang terintegrasi, dan lain sebagainya.
Macromedia Dreamweaver MX adalah JSP, ASP, PHP, CFML, dan ASP.net.
3. Microsoft Office Word
Microsoft office word merupakan sebuah program aplikasi siap pakai yang khusus dibuat untuk mengolah kata dan tulisan. Dengan menggunkan program ini kita dapat membuat variasi tulisan dan berbagai fasilitas untuk membuat naskah terdapat dalam program ini. 4. Microsoft Office Excel
Microsoft office excel merupakan software kelompok aplikasi siap pakai. Dimana Microsoft Excel merupakan aplikasi spreadsheet ( lembar kerja ) canggih yang dapat digunakan untuk mempresentasikan, mengatur, dan menganalisis data. Dengan pengertian sederhana excel dapat digunakan untuk melakukan perhitungan-perhitungan, membuat tabel dan membuat grafik dengan mudah.
5. Web browser
36 3.1. Objek Penelitian
Penulis melakukan objek penelitian pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. divisi Information System Center yang bergerak di bidang network and dekstop. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan, maka penulis akan menjabarkan mengenai status dan gambaran secara umum perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Cikal bakal berdirinya perusahaan Telekomunikasi Indonesia dimulai pada tahun 1884 lewat Staatsblad nomor 52 tentang “ Post en Telegraafdienst”. Pada tahun 1906 melalui staatsblad nomor 395 dinas ini diubah menjadi “ Post Telegraaf en Telefoondients” atau disingkat PTT. Perubahan nama tersebut secara eksplisit telah menyebut kata telepon sebagai bagian dari kegiatan perusahaan PTT. Nama dari dinas PTT tersebut terus bertahan selama jaman pendudukan Belanda sampai jaman pendudukan Jepang.
PTT diubah namanya menjadi Jawatan PTT (Jawatan Pos, Telegram dan telepon) yang pertama kali diketuai oleh Soeharto.
Berdasarkan PERPU nomor 240 tahun 1961 status Jawatan PTT diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN POSTEL) dan berada di bawah naungan Departemen Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pasiwisata. Saat inilah sebenarnya kata telekomunikasi dipergunakan secara resmi sebagai pengganti kata telegrap dan telepon.
Pada tahun 1965 PN POSTEL dipecah menjadi dua Perusahaan Negara yaitu PN Pos dan Giro berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 29 tahun 1965 dan PN Telekomunikasi berdasarkan PP nomor 30 tahun 1965. Pada tahun 1966 sesuai dengan Keputusan Presiden tanggal 21 Februari 1966 nomor 38 tentang penyempurnaan Kabinet Dwikora bahwa kegiatan Pos dan Telekomunikasi ditangani oleh Kementrian Pos dan Telekomunikasi. Status tesebut tidak berlangsung lama karena pada tanggal 25 Juli 1966 Kementrian Pos dan Telekomunikasi diturunkan lagi statusnya menjadi Direktorat Pos dan Telekomunikasi di bawah naungan Departemen Perhubungan.
telekomunikasi untuk masyarakat umum dalam negeri. Khusus untuk telekomunikasi internasional/luar negeri dipercayakan kepada PT INDOSAT yaitu perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang seluruh sahamnya dibeli oleh Pemerintah RI dan ditetapkan sebagai perusahaan perseroan dengan PP nomor 52 tahun 1980.
Dalam rangka memberikan kemungkinan untuk menjalankan usaha pertelekomunikasian secara maksimal dan mengikuti pola manajemen yang lebih terbuka maka Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 1991 tanggal 1 Mei 1991 menetapkan bentuk PERUMTEL menjadi Perusahaan Perseroan. Akhirnya pada tanggal 24 September 1991 bentuk PERUMTEL berubah menjadi Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT Telekomunikasi Indonesia yang didirikan dengan Akte Notaris nomor 128 yang ditanda tangani oleh Notaris Imas Fatimah, SH dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Soesilo Soedarman. PT Telekomunikasi Indonesia ini disingkat dengan sebutan PT TELKOM.
membentuk suatu divisi pendukung yaitu Information Sistem Center (IS Center) sebagai penyedia sistem informasi bagi perusahaan dan penanggung jawab pengelolaan infrastruktur sistem informasi di seluruh Indonesia untuk menunjang kelancaran operasi dan strategi PT TELKOM.
3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan
Untuk menhadapi era globalisasi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. telah membuat suatu keputusan dengan menyatakan sebuah visi yang mampu melihat jauh kedepan yaitu :
Visi jangka pendek :
”Pencapaian target sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Kontrak Management (KM)”
Visi jangka menengah :
”Menjadi perusahaan infokom yang leading di kawasan Asia”
Misi PT Telkom :
1. memberikan layanan terbaik kepada pelanggan 2. sapu bersih semua bentuk potensi fraud
3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan
Stuktur organisasi merupakan suatu susunan dari fungsi-fungsi dan merupakan hubungan-hubungan yang menyatakan suatu kegiatan dalam mencapai suatu tujuan .Secara fisik suatu struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk bagan yang memperlihatkan hubungan unit-unit organisasi dan garis wewenang yang ada. Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan bagan organisasi yaitu dapat memperlihatkan karakteristik utama dari perusahaan dan memperhatikan gambaran pekerjaan dan hubungan-hubungan yang ada di dalam perusahaan.
Struktur organisasi PT Telkom secara garis besar dapat dilihat pada gambar 3.1. Sedangkan struktur organisasi IS Center dapat dilihat pada gambar 3.2.
Gambar 3.2 Struktur Organisasi Telkom ISCenter
3.2. Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metodologi penelitian deskriptif analisis, yaitu dengan cara menggambarkan secara tepat data yang ada di lapangan kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang berlaku.
3.2.1. Desain Penelitian
sehingga setelah instalasi dari sistem benar-benar akan memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahapan analisis sistem.
3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara :
1. Penelitian Dokumentasi
Penelitian dilakukan dengan membaca buku – buku di perpustakaan dan mencari referensi yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas oleh penulis.
2. Penelitian Lapangan
Penelitian dilakukan dengan cara megamati langsung ke lapangan untuk memperoleh data – data yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.
3.2.2.1. Sumber Data Primer
Peneliti terjun langsung kelapangan menganalisis, melihat keadaan dari sistem yang berjalan saat ini dan memberikan evaluasi dari kinerja sistem tersebut.
1. Observasi
ditemukan. Bagian IS Center ialah bagian yang peneliti jadikan tempat observasi.
2. Wawancara
Teknik yang dilakukan dengan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung pada pihak bagian IS Center yang mengurus semua kegiatan Dekstop dilokasi penelitian untuk meminta penjelasan mengenai masalah yang akan di bahas. Bagian yang peneliti ajukan wawancara yaitu pada bagian IS Center.
3.2.2.2. Sumber Data Sekunder
Data-data atau informasi yang didapatkan untuk penelitian melalui perpustakan, internet, dan lain-lain.
Studi dokumentasi yang digunakan adalah pencarian bahan-bahan atau buku-buku bacaan, karya ilmiah dan sumber-sumber bacaan lainya seperti dari internet. Untuk studi dokumentasi, peneliti mendapatkan data-data atau informasi berupa dokumen yang berbentuk company profile dan Keputusan Direksi yang digunakan untuk mengelola dekstop.
3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem
3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem yang penulis ambil adalah analisis dan perancangan berorientasi objek, digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan sub modul, perancangan berorientasi objek juga menunjukan hubungan elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya.
Model analisis harus dapat mencapai tiga sasaran utama, yaitu menggambarkan apa yang dibutuhkan oleh pengguna, membangun dasar bagi pembuatan desain perangkat lunak, membatasi serangkaian persyaratan yang dapat divalidasi begitu perangkat lunak dibangun.
memainkan peran mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung proses paralel. Deployment diagram menggambarkan detail bagaimana komponen dibangun dalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Sebuah node adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk membangun komponen dalam lingkungan sebenarnya. Dengan kata lain diagram ini memperlihatkan pemetaan software kepada hardware.
3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan adalah menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah berjalan. Dalam pengembangan sistem ini metode pengembangan menggunakan metode web engineering, karena metode ini memberikan ide bagi pengembang maupun user tentang cara sistem akan berfungsi dan yang akan dikembangkan.
Gambar 3.3 Tahapan-tahapan Proses Web Engineering Tahapan tersebut antara lain :
1. Customer communication .
2. Planning
Perencanaan proyek pengembangan aplikasi web kemudian ditentukan, perencanaan akan terdiri dari pendefinisian pekerjaan dan target waktu atas pekerjaan maupun sub pekerjaan yang ditentukan tersebut.
3. Modeling
Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang memang diperlukan / dibutuhkan pada aplikasi yang akan dibangun dan solusi yang ditawarkan yang diharapkan dapat menjawab apa yang tersirat dari hasil-hasil analisa dan pengumpulan data.
4. Construction
Pembangunan aplikasi web memadukan antara perkembangan teknologi dengan tools pengembangan web yang telah ada, artinya memilih tools yang efektif namun tetap dapat menyesuaikan dengan teknologi yang berkembang saat ini. .
5. Deployment
Alasan penyusun menggunakan metode web engineering ini, karena metode ini cukup efektif sebagai paradigma dalam rekayasa perangkat lunak, karena mendapatkan kebutuhan dan aturan yang jelas yang disetujui oleh pelanggan, dalam pembuatan perangkat lunak bisa dilakukan secara cepat dan memungkinkan untuk merubah kembali perangkat lunak agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan
Dalam pengembangan sistem yang akan dibangun penlis menggunakan UML yang penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Use case Diagram
Use case merupakan kumpulan skenario yang mendeskripsikan hubungan antara para penguna sistem dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang bagaimana sistem tersebut digunakan. Use case diagram menampilkan relasi antara aktor dan use case.
Diagram use case terdiri dari beberapa elemen, yaitu:
a. Aktor.
Gambar 3.4 Simbol Aktor
c. Use case.
Gambar 3.6 Simbol Use Case
2. Diagram Class
Diagram class digunakan untuk mendeskripsikan jenis-jenis obyek pada sebuah sistem dan hubungan yang terdapat diantara mereka. Diagram class juga menunjukkan properti dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan obyek tersebut.
Diagram class terdiri dari beberapa elemen, yaitu:
a. Nama. b. Atribut.
c. Metode/operation.
Gambar 3.7 Contoh Nama, Atribut dan Operasi
Atribut dan metode dapat memiliki salah satu sifat berikut:
Sesuai dengan perkembangan class model, class dapat dikelompokkan menjadi package. Hubungan antar class ialah sebagai berikut:
a. Asosiasi. b. Agregasi. c. Pewarisan.
d. Hubungan dinamis.
Gambar 3.8 Contoh Association
Tabel 3.1 Multiplicity Indicators
Indicator Meaning
0..1 Zero or one
1 One Only
0..* Zero or more
1..* One or more
N Only n (where n>1) 0..n Zero to n (where n>1) 1..n One to n (where n>1)
3. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antara obyek di dalam dan di sekitar sistem berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Diagram sequence terdiri dari beberapa elemen, yaitu:
a. Partisipan merupakan berbagai macam obyek dalam sistem.
b. Pesan dikirimkan dari partisipan satu ke partisipan yang lain.
Gambar 3.10 Simbol Pengiriman Pesan
c. Aktivasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh partisipan.
Gambar 3.11 Simbol Aktivasi
d. Garis alir biasanya berbentuk garis putus-putus yang menghubungkan antara partisipan dengan aktivasi.
Gambar 3.12 Simbol Garis Alir
4. Activity Diagram
Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja. Dalam beberapa hal, diagram ini memainkan peran mirip sebuah diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung proses paralel.
Diagram statechart terdiri dari beberapa elemen, yaitu:
a. Titik awal (start) merupakan awal dari suatu proses.
Gambar 3.13 Simbol Initial State
b. Aktivity menunjukkan aktivitas yang dilakukan.
Gambar 3.14 Simbol Activity
c. Transition menunjukan alur perubahan dari satu activity ke activity yang lain.
Gambar 3.15 Simbol Transition
e. Titik akhir (end) merupakan akhir dari suatu proses.
Gambar 3.16 Simbol Titik Akhir
5. Deployment Diagram
server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk membangun komponen dalam lingkungan sebenarnya. Dengan kata lain diagram ini memperlihatkan pemetaan software kepada hardware.
3.2.4 Pengujian Software
Dalam pengujian sistem ada beberapa metode pengujian yang digunakan yaitu pengujian White Box dan Black Box.
Pengujian white box merupakan metode design tes yang menggunakan struktur kontrol desain prosedur untuk memastikan bahwa operasi internal bekerja sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Pengujian white box ini dilakukan pada saat perangkat lunak dibangun atau dikembangkan.
Pengujian black box merupakan metode pengujian yang berfokus pada persyaratan fungsi perangkat lunak. Dengan metode black box pengujian dilakukan dengan mencari fungsi-fungsi perintah yang tidak benar, menguji kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada tampilan perangkat lunak yang telah dikembangkan.
Metode pengujian yang digunakan pada perangkat lunak ini menggunakan metode black box. Tujuannya adalah untuk memperkecil kesalahan pada saat pengembangan dan dengan mudah melakukan koreksi terhadap kekurangan yang terjadi setelah perangkat lunak selesai dikerjakan.
55 4.1 Analisis Sistem yang Berjalan
Kegiatan analisis merupakan kegiatan penguraian suatu sistem informasi yang utuh dan nyata ke dalam bagian-bagian atau komponen-komponen komputer dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi masalah-masalah yang muncul, kesempatan, hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga menjadi baik dan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan serta perkembangan teknologi.
4.2 Perencanaan Kebutuhan
4.2.1 Prosedur Permintaan & Pemenuhan Desktop
Prosedur permintaan dan pemenuhan dekstop menjelaskan tentang bagaimana user untuk meminta perangkat kerja agar dapat digunakan untuk kepentingan pekerjaan sehingga akan menambah efektifitas kinerja perusahaan.
4.2.1.1 Kompulir Data Kebutuhan
Permintaan kebutuhan desktop dari user dikompulir pada unit General Support / Sekretariat untuk disampaikan ke ISC melalui Nota Dinas yang dikirim oleh pejabat setingkat Senior Manager/General Manager dengan melampirkan Form Permintaan Desktop yang ditujukan kepada OSM IS terkait.
Khusus untuk divisi-divisi (termasuk seluruh unit-unit dibawahnya) yang menjadi area operasi IS PO dan IS DC EWS diajukan kepada OSM IS PO/OSM IS DC EWS.
Untuk lebih jelasnya dapat dirinci sebagai berikut :
a. ISC HO Bertanggung jawab terhadap semua unit yang berkantor di Gedung Kantor Pusat – Japati, Cisanggarung,Hegarmanah. dan semua Direktorat (kecuali Kantor Direktorat yang berlokasi di wilayah operasi IS DC Regional II yang menjadi tanggung jawab IS DC Regional II)
b. IS Area Khusus ISDC Reg-III, bertanggung jawab atas unit kerja yang berlokasi kerja di Gegerkalong.
d. IS DC EWS bertanggung jawab terhadap terhadap ESC dan CIS. e. IS PO bertanggung jawab terhadap Multi Media, Infratel dan FWN Permintaan yang telah diterima didisposisi kepada Mgr SLM untuk diproses sesuai prosedur penanganan permintaan, dan didisposisikan ke Manager Network (IS HO dan IS DC Regional) atau Manager Helpdesk (ISPO / EWS) untuk melakukan evaluasi pemenuhan permintaan.
4.2.1.2 Evaluasi
Manager SLM melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan urgensi, ketersediaan alokasi, peluang dan kesempatan dan memberikan keputusan terhadap permintaan desktop tersebut (diterima/ditolak/dipending).
4.2.1.3 Tindak Lanjut
Selanjutnya, Manager SLM di masing-masing area menindaklanjuti hasil evaluasi permintaan desktop dengan melaksanakan hal-hal sesuai keputusan sebagai berikut :
a. Jika permintaan diterima, dimasukkan ke dalam list order delivery. b. Jika permintaan dipending, dimasukkan ke dalam waiting list.
4.2.2 Deployment
Deployment adalah tahapan dalam pengelolaan desktop yang meliputi
kegiatan pra-instalasi, pengiriman desktop ke lokasi User, instalasi desktop
Proses Deployment ditujukan untuk kepentingan sebagai berikut : 1. Penggantian habis masa sewa existing
a. Berca (sejak November 2007 ) b. Datascrip ( Mulai November 2007 ) c. Aldira ( Desember 2007 )
2. Pemberian sarana kerja pegawai baru
3. Penggantian desktop kerja lama ( non sewa )
4. Keperluan lain-lain, misalnya : Outlet Plasa Telkom, Layanan Flexy Center, Call Center 147, atau Program Speedy.
Proses deployment terdiri dari dua tahapan, yaitu Pra Deployment dan untuk memudahkan proses identifikasi perangkat setelah nantinya perangkat Seat Management disebar ke user-user. Hal ini akan sangat memudahkan proses penarikan perangkat pada tahun ke-3 ( saat perjanjian sewa telah habis ).
2. Update SSC
ISC-A1000000 / 2007 tentang Standard Software Catalogue (SSC) versi 1.0 tahun 2007, maka jenis software yang diijinkan untuk diinstall pada Personal Computer dan Laptop Seat Management harus mengacu pada ketentuan yang ada pada SSC dan memperhatikan aspek legalitas software. Jenis-jenis software yang karena fungsinya diperlukan untuk diinstall dalam desktop Telkom, harus memenuhi aspek legal dan melalui pengujian serta approval dari ISC, dan permintaan untuk instalasi software harus dimintakan resmi ke ISC.
3. Create Master Image
4. Create Form ( Berita Acara )
Setelah image selesai dibuat, maka dilakukan pengujian terhadap image tersebut, yaitu dengan cara reload image terhadap perangkat personal komputer dan laptop lainnya, jika proses reload berhasil, dan hasil yang didapat pada perangkat uji coba image sudah sesuai dengan yang diinginkan, maka artinya pengujian image sukses. Selanjutnya dibuat berita acara serah terima image dari Telkom kepada vendor Seat Management.
Setiap ada perubahan image, selalu dilakukan pengujian ulang dan pembuatan berita acara serah terima image, dokumen-dokumen berita acara seperti ini menjadi konsumsi auditor pada saat proses audit perusahaan.
Berita acara Serah Terima Image, dan Berita Acara Pengujian Master Image terdapat dalam lampiran 1 dan 2.
5. Desktop Management Tools Infrastructure
Desktop Management Tools dimaksud adalah menggunakan ALTIRIS, yaitu sebuah software yang memiliki kemampuan berupa : Inventory solution, yaitu mendeteksi konfigurasi hardware, software, serial number, user data profile, IP address dan data-data optional lain, yang terdapat pada setiap personal komputer maupun laptop.
pendistribusian software baik itu berupa service pack maupun install software dapat dilakukan melalui server tanpa harus datang ke lokasi sambil membawa source installer, modul ini mampu meningkatkan efektivitas pekerjaan dan juga efisiensi waktu.
Patch management solution, modul ini memiliki kemampuan melakukan update patch pada setiap personal komputer atau laptop user. Patch dimaksud adalah patch dari Microsoft yang diperuntukkan bagi Windows Operating System, maupun aplikasi keluaran Microsoft lainnya, misalnya Microsoft Office, Media Players, dan sebagainya. Modul ini berkerja dengan cara melakukan download security patches dari web site Microsoft, kemudian menyimpannya di Server Altiris, kemudian mendistribusikan patches-patches tersebut kepada PC atau laptop user. Dengan adanya patch management solution, maka user tidak perlu melakukan update manual untuk Windows Operating System mereka. Dan modul ini juga akan meningkatkan security Windows karena setiap ada hot fix / patches selalu langsung dilakukan update kepada PC / laptop user.
terhadap file yang corrupt dan juga setting pada registry Windows yang bermasalah.
Appication metering solution, modul ini memiliki kemampuan untuk : (1) mendeteksi aplikasi yang terinstall pada personal komputer atau laptop user (2) monitoring terhadap penggunaan aplikasi tersebut (3) melakukan block terhadap software yang tidak legal (4) melakukan block terhadap penggunaan software tertentu, misalnya seperti Game atau software tertentu yang dikehendaki, block dapat dilakukan sepanjang hari, dapat juga dilakukan pada jam tertentu (jam kerja saja). carbon copy solution, modul ini memiliki kemampuan untuk melakukan remote terhadap PC atau laptop user, yang fungsinya untuk memberikan kemudahan pada saat perbaikan atau troubleshooting saat terjadi gangguan.
Semua solution yang dimiliki Altiris bekerja dengan metode Agent, artinya di setiap personal komputer atau laptop Seat Management harus terlebih dahulu diinstall Agent Altiris.
6. Antivirus Infrastructure
Antivirus yang digunakan pada perangkat Seat Management adalah TrendMicro ( Premium Support Program ).
7. Uji Fungsi Perangkat
(1) untuk personal komputer, dipastikan bahwa operating system tidak bermasalah, monitor berfungsi baik, port USB semua berfungsi, tidak bermasalah ketika dilakukan test print dokumen
(2) untuk laptop, dipastikan bahwa operating system tidak bermasalah, monitor berfungsi baik, port USB semua berfungsi, tidak bermasalah ketika dilakukan test print dokumen, dapat diintegrasikan dengan projector
(3) untuk printer, dapat menjalaskan proses pencetakan dengan baik, tidak ada masalah dengan hasil komposisi warna antara tampilan di layar dengan hasil cetakan
(4) untuk projector, dapat menampilkan melalui lensa projector, yaitu semua apa yang tampil di monitor / maupun laptop. Untuk projector yang dilengkapi dengan wireless, maka dilakukan pengujian bahwa perangkat komputer / atau laptop dapat terintegrasi kepada projector melalui media wireless ( bukan melalui kabel VGA projector )
pendamping uji fungsi ). Uji fungsi dilakukan terhadap 10% dari jumlah perangkat, artinya jika perangkat Seat Management berjumlah 1000 unit, maka pengujian dilakukan terhadap 10 unit, dan dilakukan secara acak. Pengujian 10% dari jumlah perangkat dianggap sudah mewakili, dianggap cukup mencerminkan keadaan seluruhnya.
4.2.2.2 Deployment
Tahapan ini adalah tahap terakhir dari proses deploy perangkat Seat Management kepada user-user. Terdiri dari :
(1) Validasi data dari SLM. Data kebutuhan terlebih dahulu dikompulir oleh unit SLM (Service Level Management) Telkom ISCenter. Data ini diperoleh baik melalui JPS (Joint Planning Session) maupun dari Nota Dinas yang diterima SLM ISCenter.
(2) Penyerahan data distribusi ke vendor. Data kebutuhan yang sudah diolah oleh unit SLM kemudian dipetakan, dan disesuaikan dengan planning Seat Management, artinya sejumlah angka kebutuhan tertentu, akan didelivery secara sekaligus atau berkala, dalam rentang waktu tertentu, pada jadwal tertentu pula. Data ini kemudian diserahkan ke vendor untuk segera dilakukan proses selanjutnya di pihak internal vendor.
benar-benar sampai ke ruang kerja dimana end user berada, contoh kasus : jika user berada di wilayah Telkom divisi regional V Jawa Timur, di kantor Pelayanan Kota Ponorogo yang terletak di Jl. Dr. Soetomo No.2 Ponorogo, maka pengiriman perangkat dilakukan sampai ke alamat dimaksud, dan bukan sekedar di Kantor Divisi Regional Surabaya, atau juga bukan di Kantor Daerah Telekomunikasi Madiun ( sebagai Kandatel yang membawahi Ponorogo ).
(4) Instalasi di End User oleh vendor. Proses intalasi dilakukan oleh vendor disetiap lokasi dimana perangkat terdistribusi.
(5) On Site Training oleh vendor. Untuk memastikan agar perangkat desktop yang diserahkan kepada User dapat dioperasikan dengan baik dan benar maka pada saat instalasi harus disertai dengan orientasi tentang produk, minimal petunjuk tentang :
a. Prosedur menghidupkan / mematikan desktop; b. Cara merawat perangkat;
c. Cara pengamanan perangkat (screen saver, password protection, dll);
d. Hal-hal lain yang harus dilakukan User bila terjadi gangguan (6) Penandatanganan Berita Acara Instalasi. Setelah proses instalasi
dilakukan di lokasi user, maka dilakukan penandatanganan Berita Acara Instalasi oleh user dan teknisi vendor.
1. Beberapa User Telkom tidak berada ditempat pada saat Teknisi Vendor akan melaksanakan Instalasi.
2. Beberapa User yang telah dialokasikan perangkat desktop telah mutasi (pindah lokasi kerja atau pensiun), sehingga perangkat yang telah di delivery oleh Vendor ke User tidak dapat diinstalasi. 3. BA Kolektif hanya dapat dilaksanakan di ISC(HO, DC, PO dan
Area), dan tidak dapat dilaksanakan di Unit/Divisi/Center lain. 4. BA Kolektif ditandatangani oleh Pejabat lini di ISC(HO, DC, PO
dan Area).
5. Seluruh perangkat yang dibuatkan BA Kolektif, selanjutnya dapat dialokasikan kepada user yang membutuhkan dibawah pengelolaan ISC(HO, DC, PO dan Area) masing-masing
Gambar 4.1 Flow pada Fase Deployment ! "# $ "
! "## $
% % % &
'
! % " &
4.2.3 Helpdesk Support
Helpdesk vendor (dalam hal ini PT Hewlett Packard Indonesia) akan memberikan pelayanan kepada PT. Telkom berupa solusi atas masalah yang terjadi pada perangkat keras, sistem operasi, desktop management.
Helpdesk vendor akan berfungsi :
(1) Melayani TELKOM sebagai pintu penghubung untuk proyek Telkom Seat Manegement
(2) Melakukan pencatatan dan pelaporan juga memberikan solusi atas permasalahan yang dilaporkan user
(3) Melakukan eskalasi kepada team teknisi yang akan melakukan onsite maintenance
4.2.4 Detail Alur Pelaporan Gangguan
Detail dari alur proses pelaporan gangguan adalah sebagai berikut :
(1) End User Telkom yang mengalami masalah akan melaporkannya kepada Helpdesk Telkom
(2) Helpdesk Telkom akan melakukan seleksi dan penyaringan, apabila memang besangkut paut dengan proyek Seat Management masalah akan dilaporkan kepada Helpdesk vendor
(3) Helpdesk vendor akan segera melakukan follow up dan investigasi masalah, dan mengupayakan untuk bisa membantu menyelesaikan masalah melalui bimbingan via telepon atau remote access
(4) Apabila diperlukan maka Helpdesk vendor akan menghubungi teknisi untuk melakukan perbaikan secara onsite
(5) Engineer yang sudah selesai melakukan perbaikan akan memberikan kabar balik kepada Helpdesk vendor yang akan segera menutup ticket, dan memberitahukan kepada Helpdesk Telkom
4.2.5 Problem Handling Management
Gambar berikut merupakan Proses Bisnis – Problem Handling Management.
Gambar 4.3 Proses Bisnis – Problem Handling Management
SLA (Service Level Agreement) digunakan untuk mengetahui pencapaian kinerja suatu unit dari produk-produk yang di-support. Kinerja unit ini secara langsung akan mempengaruhi kinerja individu yang digunakan untuk menentukan promosi dan penghasilan dari individu tersebut. Pengukuran dilakukan antara user dengan Telkom IS Center.
4.2.6 Service Level Agreement
promosi dan penghasilan dari individu tersebut. Pengukuran dilakukan antara user dengan Telkom IS Center.
Adapun Service Level Agreement (SLA) antara Telkom dengan vendor Seat Management adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 Tabel Waktu Layanan Vendor Kategori Services Waktu Layanan
Helpdesk Support Senin-Jumat, 8.00 – 17.00 WIB
Tidak termasuk hari libur TELKOM dan hari libur nasional
Onsite Support Seluruh on-site services dilakukan pada saat Waktu Layanan Utama, jam 8.00 hingga 17.00 WIB, Senin-Jumat, kecuali pada hari libur nasional maupun hari libur TELKOM
Tabel 4.2 Tabel Waktu Tanggapan Vendor
Kategori Services Waktu tanggapan
Helpdesk call pock up Dalam 60 detik
Helpdesk call response Dalam 2 jam akan ditelpon kembali HardwareOnsite
Resolutions
a. 1x24 jam untuk user yang berada di area TELKOM (Zona-1) :
Jayapura (58 kota)
b. 2x24 jam untuk user yang berada di area kantor TELKOM diluar wilayah / kota di Zone-1
4.2.7 On Going Support ( OGS )
OGS (On Going Support ) adalah pelayanan yang diberikan oleh vendor kepada PT. TELKOM berupa solusi atas masalah yang terjadi pada perangkat keras, sistem operasi, dan desktop management.
(1) Model Support
Onsite repair, engineer berangkat ke lokasi user untuk melakukan repair / perbaikan di site (lokasi), proses perbaikan dapat berupa reimage Operating System atau penggantian hardware module. 1 on 1 exchange services, engineer akan mengirimkan unit pengganti yang masih bagus (back-up) / part ke lokasi user. Unit pengganti dapat berupa unit dengan spesifikasi teknis yang sama atau lebih baru.
(2) Scope of Work
In Scope, adalah semua lingkup pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab vendor, meliputi :
(c) Melakukan pemindahan data dari PC / Laptop yang rusak ke PC / laptop pengganti ( kerusakan / kehilangan data bukan menjadi tanggung jawab vendor )
Out of Scope, adalah lingkup pekerjaan yang tidak lagi menjadi tanggung jawab vendor, meliputi :
(a) Setting / konfigurasi / troubleshooting software atau hardware di luar kontrak unit dalam project Telkom Seat Management
(b) Penggantian spare part yang dikategorikan dapat habis seiring waktu penggunaan (consumable part), contoh : tinta / toner printer
(3) Kriteria void garansi hardware
Garansi hardware tidak akan berlaku jika disebabkan oleh kerusakan berikut :
(1) Unit atau suku cadang (spare part) mengalami kerusakan fisik berupa : patah, retak / pecah, tergores dalam, bengkok, tuts keyboard patah. (2) Unit atau suku cadang (spare part) mengalami kerusakan akibat tegangan arus pendek listrik atau listrik yang tidak stabil, contoh : terbakar, terkena air / cairan dari luar, tersambar petir.
(4) Support Maintenance Process Flow
Flow tentang proses support maintenance ditunjukkan oleh gambar 4.4.
TIDAK void kepada HP Helpdesk untuk call
ID# tersebut penggantian part HP yang sama
END
VOID Process
YA
TIDAK