• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hak Pemeliharaan Anak yang Belum Mumayyiz (Studi Analisis Putusan No: 304/Pdt.G/2007/PA.Bks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hak Pemeliharaan Anak yang Belum Mumayyiz (Studi Analisis Putusan No: 304/Pdt.G/2007/PA.Bks"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

llAK PEMELlllARAAN ANAK YANG BELUM IVllJM.AYYIZ

(Studi analisis putusan No: 304/Pdt.G/2007/PA.Bks)

Skripsi

Diajukan untuk mernenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Hukum Islam (SHI)

dari : ... ...

. RウMGMo|NセゥヲA{Ilo@

Nセ '

"·orcx:r ... o ..

」NZZᄋ[Zゥᄋᄋイᄋセ@

'<;o. Imluk : ... :; ...

::!...

C\

0 leh: klasifikasi : ... .

IVluhtadi Zam Zarn

Nll'vI: 104044201477

KONSENTHASI ADIVHNISTRASI KEPERDATAAN ISLAM

PROGRAIVI STU DI AH\VAL SYAKHSIYAH

FAKULTAS SY ARI' AH DAN

hukuャセi@

UNIVERSITAS ISLAlVI NEGERI SY ARIF HIDAY A TULLAH

JAKARTA

(2)

ャBᄏセ@ ... セN@ NNMセMLMMMMMMMMMᄋセセMMMMMMMM - - · - · - - -..

perpuセtᄋ|セゥ|ヲGn@

!fll\MA

J

N⦅⦅⦅u⦅inMセyO|hid@ .Jl\l<J\RTA .

HAK PEMELIHARAAN ANAK YANG BELLIM MUMA YYIZ

(Studi analisis putusan No: 304/Pdt.G/2007/PA.Bks)

Skripsi

Diajukan kcpada Fakultas Syari'ah dan Hukum untuk mcmenuhi pcrsyaratan mempcroleh

Gelar Sarjana Hukum Islam (SHI)

Okh: M uh tad i Zam Zarn NIM: 104044201477

Di Bawah Bimbingan

セMセセ@

Dr. H.

y。ケ。ィNN_セーケ。ョ@

M.Ag.

KONSENTRASI ADMINISTRASI KEPERDATAAN ISLAM

PROGRAM STUDI AHWAL SY Al(HSIYAH

FAKULTAS SYARI'AH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(3)

PENGESAHAN PANITIA U.JIAN

Skripsi yang bcrjudul " HAK PEMELIHARAAN ANAK YANG BELUM MUMA YYIZ" (Studi analisis putusan No: 304/Pdt.G/2007/l)A.Bks) telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Syari'ah dan Hukum (UIN) Syarif Hidayatullah .Jakana pada tanggal 07 Desember 2009. Skripsi ini tclah dit.;rima sebagd salah satu syarat untuk memperolah gelar Sarjana Hukum Islam (SHJ) pada Program Studi Ahwal Syakhsiyah.

Jakarta. 07 descmber 2009.

Mcngcsahkan

Dekan Fakultas Svari'ah dan Hukum

Prof. Dr. H. Mu iammad Amin Suma, SH, MA, MM NIP. 1955 0505 1982 031012

PAN/11A U.!JAN

Ketua : Drs. H. A. Basig Djalil. SH, MA NIP. 1950 0306 I 976 03 I 00 I

Skrctaris : Kamarusdiana. S.Ag, Ml I NIP. 1972 0224 J 998 0 J 3003

Pembimbing : Dr. H. Yayan Sopyan. M.Ag NIP.

Per.guji I

Penguj i II

: Euis Nurlaeiawati, MA, Phd

NIP. 1970 0704 1996 032002

: Drs. 11. Sayed Usman, SI I

NIP.

( ..

... !.: ...

セ@

..

セ@

... )

('"),

----⦅LOセᄋMG@

セN@

(

...

セᄋᄋᄋᄋセᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋI@

,

...

(

...

)

7

(4)

I . '

clukungan yang senantiasa pcnulis do'akan. "scmoga Allah membalas jasa mereka

lebih clari apa yang mereka usahakan". maka pada kesempatan yang berbahagia ini

penulis mengucapkan rasa tcrima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak

Rektorat, Fakultas dan Program study dalam hal ini kcpada Bpk :

I. Prof Dr. H. Muhammad Amin Suma SH,.MA. MM., Sclaku Dckan fakultas

Syariah dan Hukurn Universitas !slam Negeri Syarif hidayatullah Jakarta

2. Dr. H. Yayan Sopyan. M.Ag. Selaku dosen Pembimbing yang telah

rneluangkan waktunya, tcnaga clan pikiranya scrta kcsabaran dalam

bimbingan kepada pcnulis.

3. Ors. H. A. Basiq Djalil. Sil.MA clan Bapak k。ュ。イオセZ」ャゥ。ョ。N@ S.A[c.Ml I sclaku

Ketua dm1 Sckrctaris Jurusan Ahwal Assyakhsiyyuh. Yang tclah banyak

membantu sclama pcrkuliahan serta mcmbcrikan tcrobosan-tcrobosan baru

dc111i kc1najuan progran1sttidy1\dn1inisrasi Kcpedatuan lslan1

4. Dosen Fakultas Syariah clan l lukum yang tclah mcmbcrikan bckal ilmu

pengetahuan agama dan umLm1 scrta menjadi taulac!an bagi pcnulis.

5. Seluruh Pegawai Perpustakaan Syariah clan Hukum. Serta Perpustakaan

Utama Univeritas Islam Negeri Syarif hidayatullah

6. Drs. Entur Mastur SH dan Mic!jan SH, selaku ketua dan Wakil Sekretaris

Pengadilan Agama Bekasi. Terima kasih alas bimbingannya dalam

(5)

7. Mashuri S.Ag ( Alumni Fak. Syariah dan llukum tahun 2000) Drs. Yayan Atrnaja SH dan Kornaruddin S.Hi yang telah banyak mcrnbantu dalam menyelesaikan tugas penelitian ini.

8. Ternan-tcrnan seperjuangan Procli Aki Angkatan 2004. The Best My Friend : Ahmad Zarkasih, Rizal Purnorno, Taufik Jarnaluddin, Mara Sutan Rarnbe, Dede Sahri, Abdul Barri, Ma'min Barri, serta kaum 1iawa-nya : Ade Puspita sari, Hanna Abdullah, Farida, !yah.

9. Sahabat KKS 2007 Bangbayang CIAMIS, Yanto Kiswanto bcserta keluarga dan jamaah di Ciarnis.

Akhir kalmn, scgalanya penulis bcrscrah cliri kcpada Tuhan yang rncnjalankan scgala yang bcrgcrak dan yang tidak bergcrak, dan pe1\.uiis mcrnanjatkan do'a '"scrnoga harapan dan keinginan bagi mcrcka-mcrcka yang tclah banyak 111c111bantu di111udahkan segala urusannya, dibalas bcrlipal ganda kcbaikannya baik di dunia rnaupun di akhirat kclak" dan pcnulis sangat bcrharap scrnoga tulisan yang ml'sih banyak kekurangan dan kcsalahan ini dapal hcrguna bagi oran[ -orang yang membacanya.

Bekasi, 18 September 2009

(Muhtadi zam za111)

(6)

DAFTAR ISi

KATA PENGANTAR ... .

ャIafャセaiセ@ ISi . .. . . . .. . .. . ... . . .. . . ... . . .. . ... . . ... .. . . ... . . ... . . .. ... iv

BAB I PENDAllULUAN

A. La tar lklakang Masai ah ... .

B. Pcmbatasan dan Perumusan tvlasalah ... . 6

C. Tujuan dan Penggunaan Peneletian . . . .. 7

D. Metodc Penclitian .. . . .. . . .. . . .. . . .. . . . . . . 7

E. Studi Review Tcrdahulu ... .

F. Sistcmatika Penulisan ... .

BAB II BAK ASUH DALAM FIQIH DAN Kill

/\ .. Pengcrtian Hak As uh clan Dasar Hukumnya ... .

10

13

15

13 .. Pihak-Pihak yang Mcndapatkan I !ak As uh . . . I 9

C. _Syarat-Syarat Untuk Mendapatkan Hak J\suh . . . ... 24

D. Batas Usia J\nak yang Dias uh dan Bia ya Pengasuhan '. ... セNN@ .. 27

(7)

!

'

.

BAB Ill ANALISJS PUTUSAN PERKARA NO 304/ Pdt.C/ 2007/ PA. BEKASI

A. Seki las Ten tang data Putusan Pengadilan Agama 13ckasi .. .. . .. . . .. . . . ... 32

B. Kronoligis Perkara No 304/ Pdt.G/ 2007/ PA Bekasi ... 33

C. Pertimbangan Maj el is Hakim .. . . . .. . . .. . . .. . .. . . .. . . .. . . . .. . . . .. .. .. 38

D. Putusan Majelis Hakim ... .. 41

E Analisa ... . 44

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan . . . .. . . .. . . .. . . 49

13. Saran-Saran .. .. .. .. . .. . .. . . .. .. . .. . .. .. .. .. . . .. .. . .. .. .. .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. .. .. S 1

DAFT AR PUSATAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(8)

BAB!

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia scbagai makhluk sosial tidak ー・イイセ。ィ@ lepas dari hubungan dengan

manusia lain. rnanusia rncrniliki kepcntingan yang bcrbeda antara satu dengan yang

lainnya. Dcngan perbcdaan kepcntingan ini hubungan yang di.bangun antara manusia

yang satu dengan manusia yang lain bisa mengaruh tcrbcntuknya. pertentangan,

perselisihan, sengketa bahkan permusuhan. Untuk menghindari te1jadinya ha! ini,

diperlukan norma atau rambu-rambu kehidupan sclain norma agama norma etika

dikenal juga norma hukum yang sangat pcnting peranannya dala111 111engatur perilaku

manusia dalam hid up bcrmasyarakat. 1 yang mau tidak rnau rncngacu pad a scbuah

aturan hukum yang harus ditaatinya.

Perkawinanan merupakan salah satu hubungan lrnkurn yang biasa dilakukan

oleh manusia sejak zaman Ada111 A.S. sehingga apabila dilihai dari sisi histori, hukum

yang paling awal (pcrtama) dikcnal manusia adalah hukum keluarga. Khususnya

hukum perkawinan yang ditandai dengan perkawinan Adam A.S. dcngan istcrinya

Hawa. Manusia menyakini benar bahwa Adam A.S. ada.lah manusia pertama dan

isterinya serta anak-anaknya yang hidup sezaman dengan Adam A.S. dipandang

1

(9)

2

sebagai gcncrasi mtrnusia pc·rtama, mab hukurn tclah acla scjak gcncrnsi Adam J\.S. dan keluarganya. 2

Tujuan pcrkawinan cblam Islam adalah untuk mcmenuhi petunjuk Allah dalam rangka mcndirikan kcluarga yang ham1onis sejahtcra dan bahagia. Harmonis dalam mcnggunak:lll hak dan kcwajiban anggota kcluarga. scjahtcra artinya mcnciriakan kctrnang;111 l;1hir dan batin discbabki111 tcrpcnuhinya kcbutuhan hidup lahir dan batinny11. schingga timbullah kcbahagian kasih sayang antara anggutll keluarga, rasa cinta clan kasih sayang dalam kcluarga ini akan dirasak<,n pula clalam masyamkiit atau u111at, schingga tcrbcntuklah un1at yang cliliputi cinta clan kasih

1

snyang:

Namun tidak· sctiap pasangan yang tcrikat dalam pcrjanjian suci tcrscbut dapat mcnyelcsaikan misinya ckngan sempuma. Tcrkadang bahtera rurnah' tangga yang rncrcka bangun bcrsama karnm ditcngah samudcrn kchiclupan yang mercka arungi dcngan bcrbagai 111aca111 i'aktor rcnycbabnya. schingga tcrjadilah pcrccraian. l'crccrai1u1 ini mcmbawa 「」イ「セァ。ゥ@ konsckwcnsi logis yang clitcrima masing-masing pihak tcm1asuk anak basil rcrkawinan mcrcka scbagai pihak yang paling dirugikan. sckalipun namanya pcrkawinan yang dibangun mcmilki tuiuan mcndirikan kcluarga harmonis scjahtcra d<111 h<iiugia scrta mcnumbuhkan rasa cinta clan kasih sayang dalam kcluarga bahkan pul;1 dirasakan okh rnasvarakat.·'

.

.

セセセセセセセセセセNセセ@

.

2M. Arnin Surna, llu/..u111 Kelarga /shun di Dunia /s/an1, (Jakarta p·r. Raja Grapi11<lo Pcrsada:

2004), Cet, ke 1 h. 3-4. 3Karnal tv1ukht3r

1 Asas-Asas !l11k11n1 lx/0111 7'entong ferkaH·inon, (Jakarta P1'. Bulan £3intang: 1993). Cet, ke J, h. 14.

(10)

3

A.nak adalah mcrupakan titipan Allah S\VT yar.g p•:rlu dijaga dan dibina sungguh-sungguh olch kcdua orang tuanya, karcna pada hakikatnya manusia lahir kedunia ini dalam kcdann suci, bagaikan kain putih yang bclum terkena noda apapun dan semua ini terg;mtung kcpada orang tuanyalah yang mendidik dan membimbing apakah anak tcrscbut ak:1n 1ncnjadi Yahudi Nasrani atau Majusi.

D.alam kontcks kchidupan modern yang ditandai dcngan adanya globalisasi discmua aspek kehidupan nrnnusia, tern1inologi pcmeliharaan anak, pcrlu clipahami lcbih luas dan mcnycluruh <1gar orang tua tidak hanya mcngutamakan kcwajibannya pada tcrpcnuhinya kcbutuhan nrntcriil anak saja, tctapi lcbih dari itu kcbutuhan mcrcka akan cinta clan k:isih sayang, turut mcnjadi ャセQォエッイ@ pcncntu pcmhcntuk

'

kcpribadian anak. Schingga kualitas komunikasi antara anak dan orang tua 111utlak pula 111cndapatkan pcrhatian. l3ila ha! ini tidak clipcnuhi, maka pada akhirnya anak akon 111cncari ko111pcnsasi dilunr yang bcsar kcmungkinan akan lcbih 111cndatangkan pengaruh negatif dari pergaulan rncrcka.

Dalam istil<:h fikih pcmelihnraan anak sctc!ah tcrjadinya pcrccraian discbut

hadhanah dalam arti yang lcbih lcngbp aclalah pcm el iharaan anak yang masih kecil sctclah putusnya pcrkawi11:111 ha! ini dibicarakan dalam fiqih karcna secara praktis antara suami dan istcri tclah tc1jadi pcrpisalwn sedangkan anak-anak mcmcrlukan bantuan uari ayah dan al<lll ihunya.5

5

Ainir SyarifujJin. }/11/.:111J1 J>erkaH·inan /s/crn di Indonesia anrara f-ikih i\funakahat don

(11)

4

Namun yang perlu ditegaskan disini adalah bahwa terdapat perbedaan antara tangung jawab pemeliharaan yang bersifat matcriil dan langgung jawab yang bersifat pengasuhan. Tanggung jawab pemeliharaan yang bersifat materiil akan konsep Islam merupakan kewajiban ayah sedangkan tanggung jawab yang bersifat pengasuhan adalah langgung jawab ibu. Dalam berbagai literatur fikih yang paling berhak alas pengasuhan anak diberikan kepada ibu selama anak tersebut belum mumayyiz dan apabila anak tersebut sudah mumayyiz disuruh memilih dcngan siapa ia akan tinggal. I-ladist riwayat dari Abdullah bin Amr rncnceritakan:

olp. <\.] Lj..?.-"'-J .\.L.., <\.] セZuj@ .1.c.J <\.]

c,,...ihi

0\.S |セ@ ,,,-i!I 01 .iii\ JJ-'"'_) L, ..:.J\j olyl 01

rl\...,

4-1 i_}:..\ C::..U\

,,.L

J "-:;1:. .iii\ セ@ .ilil Jr_)

4J

JU8 Lセ@ <le jll,1 01 .ii) J セ@ ol,I 01 J

セ@ i .Lj.J WI . <G. . ..? ·I) セ@

-<·.-,

"Bahwa seorang peremp11a11 berkala kepada Rusu/11//ah: "IVahai Rasu/11//ah anukku ini aku yang mengandzmgnya, air s11s11k11 yang diminumnya, dun di bilikku lempal kumpu/nya, ayahnya le/ah 111enceraiku11k11 dun ingi11 111e111isuhka1111ya duriku" muka Rasulullah SA IV. Bersabda: "kamulah yang lebih berluzk memelilwranyu selamu kamu tidak menikah " (Dikeluarkan oleh al-Bukhari) ·

Menurut Undang-undang No. l Tahun I 974 pasal 41 menyatakan bahwa: "hak pemeliharaan anak setelah terjadinya perceraian juga diberikan kepada ibu dari anak tersebut nanrnn biaya pemeliharaan tetap menjadi tanggungjawab ayahnya.

Kemudian dikuatkan dalan1 pasal 156 point a KE! menyatakan bahwa: Anak yang belum mumayyiz berhak mendapatkan Hadhanah dari ibunya, kecuali bila ibunya telah meninggal dunia,maka kedudukannya digantikan oleh:

1. Wanita-wanita dalam garis lurus ke atas dari ibu 2. Ayah

3. Wanita-wanita dalm garis lurus ke atas dari ayah

4. Saudara perempuan dari anak yang bersangkutan

5. Wanita-anita kerabat sedarah menurut garis samping dari ayah

6

(12)

5

Bcrangkat d:iri p:1r:1digma hukum itulah Pcngadilan Agama clalam mcngambil kcputusan dan kctib tcrjadinya scngkcta hak asuh mcmbcrikan link utama kcpada ibu untuk mcngasuh an:1k yang bclum mumayy1z dan mcmbcbankan biaya pc111clilwraa11 anak tcrscbut kcpada ayahnya

Dari scmua pcnjcl:1.sa11 diatas sangat jclas sckali bahwa hak asuh anak yang bclu111 mu111ayyiz :1dalah h:1k ibu untuk mcng:i.suhnya. nan111n dizaman sckarang ini tcrdapat banyak faktor pcnycbab tcrjadinya pcrccraian yh11g bclum tcrjadi dimasa lalu dcngan bcrbagai macam pmblematika sosial. yang tcntu juga bcrujung pada scngkcta hak pcngasuhan anak. I !:1k pcngasuhan anak schcnarnya 111crurakan /wk hcrsama

mtara ayah dan ibu mcskipun ibu mcndapatkan hak utama

Namun pada praktcknya Pengadilan Agama tidak sclalu memberikan putusan ncngenai hak asuh anak pada ibu, sckalipun hak utama untuk mcngasuhnya adalah bu dari anak tcrscbut. Salah satu kasus pcrccraian antwa lrfan Syahroni dcngan '1ovita Kurniasari. Anak mcrcka yang hcrnama Nova! f'aqihaikal yang bclum numayyiz hak pcngasuhannya diputuskan olch Pengadilan Agama Bekasi dibcrikan cpada <Iyahnya yaitu AイャセQQQ@ Syahroni. iv1cngapa hnkim Pcngadilan Agama Bckasi a!am pcrkara ini mcmutuskan hak asuh anak yang bclurn rnurnayyiz kcpada ayah? 'adahal da!am hukurn !slam dan pcraturan pcrundangan-undangan peradilan di

(13)

6

Tertarik dengan problematika kasus tersebut, penulis mencoba mengangkat

wacana terscbut dalarn sebuah skripsi dengan judul "Hak Pcmeliharaan Anak Yang

Belum Mumayyiz" (Studi analisis putusan No: 304/Pclt.G/2007/PA.Bks).

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

l. Pcmbatasan Masalah

Agar pembahasan dalam pcnelitian ini clapat tearah clan tidak terlalu !uas,

maka penulis membatasi permasalahan scbagai berikut:

I. Pcnelitim1 dilnkukan di Pcngadilm1 Agama Bckasi.

2. Proses penyclesaian suatu perkarn di Pcngaclilan Agmna Bckasi.

3. Putusan hakim yang terjadi di Pengadilan Agama Bekasi terhadap Irfan

Syahroni (pcnggugat) dengan Novita Kurniasari (tergugat) tentang perkara

hak asuh anak yang be!um mumayyiz dtmgan No. pcrkara

304/Pclt.G/2007 IP A. Bekasi.

2. Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah pokok yang akan diteliti clan diuraikan dalmn

skripsi ini adalah:

I. Bagaimana proses pcnyclcsaian pcrbra hak asuh anak di Pcngadilan i\gama

Bckasi?

Mcngapa hakim dalam perkara 1111 mcmutuskan hak asuh anak· yang belum

mumayyiz kepada ayah?

(14)

7

4. Ai;akah sclama ini ォセーオエオウ。ョ@ hakim Pcngadilan Agama sudah bcnar-bcnar adil dalarn mcngamhil kcputusan untuk kepcntingan anak9

C. Tujuan clan Kegunaan l'cnclitian I. Tujuan l'cnclitian

/.da bcbcrnp tujuan yang rng1n dicapai olch pcnul:s dalam pcnclitian ini yaitu:

I. Untuk !llcngcuil1ui 11rnscs pcnycksaian pnkarn hak asuh anak di l'cngadilan Aga!lla Bckasi

llntuk 111c11gc1ahui lllc'ngapa haki111 dalalll pcrkara 1n1 mcmuluskan hak asuh anak yang bt!lum m11111ayyiz kcpada ay,1h

3. Untuk mcngctahui hakim yang rncmihak kcpada kcpcntingan anak dalam pcrkma ini

5. Untuk mcngctahui scl::ima ini hakim Pcngac!ilan aァ。ョセN。@ Bekasi sudah bcnar-bcnar adil c!al::un mcngambil kcputusan untuk kcpcntingan anak

2. Kcgunaan Pcnclitian

I. Bagi pcnulis iiapat rncnambah pcngctahuan tcntang matcri atau kajian yang di

.

balias.

(15)

D. Mctodc Pcncliti:1n

I. Mctodc Pcndckatan

8

Dalam pc11uiisrn1 hukum 1n1 mctodc yang digunakan adalah metode Pcnclckatan Survey. ynitu 111crupakan mctodc formal untuk rncmpcrolch inlom1asi yang sanrn atau scjcnis clari bcrbagai kclompok atau orang. yang tcrutama ditcmpuh dcngan melakukan .,·awancara sccara pribadi.

2. Jcnis l'cnclitinn

Mcngingat kajian ini bcrsifat ilmiah dan dituangkan dalam bcntuk skripsi, maka pcnulis bcrusaha 111cndapatkan data yang akurat dan bukti-bukti yang bcnar. Untuk itu pcnulis mcnggun11knn jcnis pcnclitian kualitatif mcrupakan proscdur yang mcngha!':.ilkan d:lta ckskri111if hcrupa kata·bta tcrtulis atau lisan dari orang-orang dan pcrilaku yang diamati.

3. Jcnis Data dan Sumbcr Data

Data yang dipakai dalam pc·nclitian Analisa Yurisprudcnsi ini adalah:

a. Data primer, yaitu data asli yang bcrupa putusan Pcngadilan Agama Bckasi Nomor SPTOャG、エNgOセPPWOpゥ|NbォウL@ Bcrita Acara Pcrsidangan dan wawancara. b. Data ウ」ォオョ、セイN@ yaitu data yang dipcrolch pcncliti dari pcnclitian kcpustnkaan

(16)

9

4. Tcknik Pcngurnpui:\r, d:11:1

Dcngan mcinpcrhatikan JCn1s data yang ada, maka pcnulisan Analisa Yurisprudensi ini tcknik pcngurnpulan d:ita yang digunakan alblah:

a. Mcnganalisis pcrkar:i yang diputus olch l'cng:idilan 1\g:mw lkkusi Nonwr :304/Pd t.CJ/2007 /!' J\.1 l ks.

b. \Vawancara

Wawancara :1dalah proses rncrnpcrolch kctcrangan untuk tujuan pcnclitian Jcngan cam tanya jawab sa111bil bcrwtap mub antarn pcnulis atau pcwawancara lcngan informan. D:1larn h:il ini pcnulis rnclakukan wawanrnra dcngan:

I. I !akim l'cngadil:m 1\ga111a I3ckasi 2. Pcngugat d:m Tcrgug:it

'· Tcknik r\nalisis Data

Dalam mcng:malisis data pcnulis mcnggunakan i\naiisis Yurisprudcnsi, yaitu lcng:m rncng:m:ilis:i d:d:un 1ncnjawah rcrmasalahan digunakan sudut pandang hukum 1crdasarkan pcr;llur:rn hukum yang berlciku dibidang lrnk asuh anak. untuk clanjutnya dihubungkan dcngan kcnyataan di larangan yang bcrkaitan dcngan iern1asa/ahan yang .:1kan di ha has.

(17)

r ' .

lV

E. Study Review Terdahulu

Dari beberapa literatur skripsi yang berada di pcrpustakaan Fakultas Syari 'ah

dan Utama terdapat beberapa penelitian yang mengkaji masalai1 pemeliharaan anak

pasca perceraian. Penelitian-pcnelitian terscbut diantaranya scbagai berikut:

No Nru11a pcnulis I Judul I Tahun Subtansi Pcrbedaan

--

-I. Tobroni, Hukum Hadhanah Skripsi ini Skripsi ini

Menurut Hukum Islam Bagi menjelaskan menjelaskan tcntang

!bu Yang Mcngidap Penyakit hukum hadhanah seorang ibu yang

Menular, 2004. Fakultas menurut hukum mengidap penyakit

Syari 'ah dan l l ukum Islam bagi i bu yang TBC mulai dari

mengidap penyakit .awal penyenbuhan

TBC yang dapat hingga proses

mcnular. Seberapa penyembuhannya

hahayanya clan yang memakan waktu

bagain1ann cara 6-9 bulan .

pen ul arann ya

tcrhadap kcschatan

anak yang cliasuh

seclangkan

pengasuhan

hadhanah adalah

(18)

2 Firman Sulaiman, l lak

3

Pcmcliharaan Anak Yang BciLun Mumayyi?. Aki bat Perccraian (S;udi Kritis Tcrhadap Pasal l 05 i'oinl a Kompiiasi J iukum Islam),

2003. Fakultas Syari'ah dan Hukum

llilaludi11 Sali1ry, I lak 1\nak Mcnurut I lukum lsl:1111 ci:lfl

Skr·ipsi ini Skripsi mcmbahas mcnjclaskan hadhanah !llcrupakan tcntang syarat- kewajiban kcdua syarat !rndhanah orang tua untuk

dan siapa saja yang n1cr;:i\vnt dan

bcrhak mcmclihara !llcndidik anak anak yang bclum mcrcka meskipun mumayyiz sctelah tcijadi perccraian. tcrjadiny;:1. ウケ。イョエセウケ。イ。エ@

pcrccwian scrta hadlwnah clan siapa. cfcktilitas pasal I 05 saja yang bcrhak point a Ko!llrilasi nclaksanakan

Huku!ll Islam hadhanah sudah jelas

sebagai pcdor,ian tcrdapat dalam Kl-II

hukum bagi para yang bcrkaitan hakilll dalam

mcnyelcsaikan sengkcta hadhanah dilingkungan

Pcngadilan J\gama.

ckngan hadhanah.

11

Skripsi ini Skripsi ini mcmbahas エ」ョエセオQァ@ npn saja

Hukurn l'ositiC 200(i. Fakultas tentang link anak bentuk hak-hak anak Syari'ali d:111 I l11k111n rncnurut hukurn

lsbm adabh hak hukum Islam dan yang dimiliki sctiap hukum positif scrta an,1k scjak dalam b:igaimana ーセイウ。ュ。。ョ@

(19)

4. Usi Sanusi. Aki bat I lukulll Yang Ti111h11I Sctl'i:1h l'crccraian dan l'c111hiay:1an J\nak- J\nak Dalalll I luku111 Islam dan lJndang-lJ11d:1ng I'crkawinan No. I Tahun

12

Scdangkan mcnurut hak anak mcnurut

anak 111crupakan

hak asasi n1anusia

untuk anak

I

diantaranya hak

I, das:1r. hak sckundcr,

hak tcrsicr. Skrirsi ini 111 c nj c hsk :rn イ・イ」」イ。ゥセオQ@ dan

pclllbiayaan d:lialll pc rs pc kt if hu k u111

huk11111 lsla111 dan hukum positif

Skripsi lllcmbahas pclllhiaya:lll :lll:1k 111cn11rut huk11111 lsla111 dan undang-und:1ng pcrkawinan No I

lsb111 d:lll undang- 'tahun 1974 Scrta 1974, 2005. Fakultas Syari'ah undang pcrkawinan clarnpaknya

dan Hukum No. I tahun 1974. pcrccraian tcrhaclap baik bapak atau ibu pcrncliharaan anak be-r k cw:1j i b:111

---

-mcmclihara anak dan bapak yang bcrtanggung jawab atas sen1ua binya

(20)

13

Dari bcberapa judul skripsi di atas, ada pcrbcdaan pcmbahasanya dengan skripsi

yang akan dibahas oleh pcnulis. Penulis akan mencoba mc1'1bahas Analisis Putusan

"Hak Pemeliharaan Anak Yang Belum Mumayyiz" di Pengadilan Agama Bekasi.

Mengapa hakim Pengadilan Agama Bckasi dalarn perkara ini mernutuskan hak asuh

anak yang bclum mumayiiz kepada ayah, serta faktor apa yang menyebabkan hakim

memutuskan hak asuh anak yang belum mumayyiz kepada ayah, clan mewawanearai

langsung orang yang berperkara (lrfan Syahroni dengan Novi.'.a Kumiasar').

F. Sistematika Pcnulisan

Adapun pembahasan skripsi ini dibagi menjadi lima bab dengan susunan

sabagai bcrikut:

BAB!

BAB II

BAB III

Pendahuluan yang didalamnya bcrisi latar belakang masalah,

pembatasan clan pcrumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian,

mctode penelitian, studi review terdahulu, sistematika pcnulisan:

Hak asuh dalam fiqih clan KHI, bab ini mcmbahas pengertian hak asuh

dan dasar hukumnya, pihak-pihak yang mendapatkan hak asuh,

syarat-syarat untuk mendapatkan hak asuh, batas usia anak yang di asuh dan

biaya pengasuhannya, hak asuh dalam KHI.

Analisis putusan perkara No 304 /Pdt.G /2007 PA. Bekasi. bab ini

memb.0has sckilas tentang Pcngadilan Agama Bekasi, kronologis

pcrkara No 304 /Pdt.G/ 2007/ PA. Bckasi. pcrtimbangan rnajelis hakim.

(21)

'

' , , ) ,

14

(22)

BAB II

HAK

ASUH DALAM FIQIH DAN

KOJVIPILASI

HUKUM ISLAM

A. Pengcrtian Hak Asuh dan Dasar Hukumnya

I. Pcngcrtian Hak Asuh

Dalam literatur fiqih, masalah yang berkaitan clengan pemeliharan anak

clikenal clengan istilah hadhanah. Hadhanah dengan dibaca fathah セ@ atau kasrah

ha-nya セN@ namun yang lebih terkenal adalah dibaca fathah ha-nya.18 Hadhanah

diambil dari kata 'hidhona' セ@ arlinya bagian tubuh yang tcrletak dibawah ketiak

sampni Jambung 1'1• Ada juga ynng menu I is hwl/w11uh bcrasal dari kata セ@ - セ@

セ@ - ZゥNNNゥセ@ - yang artinya mendckap, 111cmcluk, 111cngasuh, mcrawat, dan

mcngerami20. Sehingga ibu yang mengasuh anaknya dcngan mendckap, 'mcrawat, clan

mcmeluk diistilahkan dengan hadhanah.

Dalam literatur fiqih hadhanah di definisikan clalam beberapa terminologi,

cliantaranya:

I. Menurut Muhammad lbnu Ismail al San'any

"Abdul Rahman al-Juzairi, Kitabul Fiqh ala Madwbil Arba 'ah. (Beirut: Dar al-Fikr, U.h). Juz 4, h.534.

19Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, (Beirut: Dar al-Fikr, 1983), Cet. ke-4, Ji lid 2, h. 289.

20

Ahmad Warson Munawir, Al Munawir Kamus Bahasa Arab Indonesia, (Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku-Buku Ilmiah Keagamaan, 1984), h. 295.

21AI Imam Muhammad Jbnu Ismail al San'any, Subulus Salam, (Kairo: Dar Jhya' al -Turas

al-Araby, I 960), Juz 3, h. 227.

(23)

! . '

16

"Aiemelihara orang yang be/11111 111a111up11 111e11g11rus diri sendiri, dm: menjaganya dari sesuatu yang dapat 111e111bi11asaka11m'i111111emha/1ayaka11"

2. Menurut Imam Abi Zakaria an-Nawawi

"Menjaga anak yang be/um mumayyi:: dan be/11111 1111111:1m mengurus kebutuhannya, mendidih1ya dengan hal-hal yang ber111m1faa/ baginya dan 111e11jagrmya dari hal-hal yang membahayakannya"

3. Menurut Sayyid Sabiq

L,; oセNj@ oy\.,i セ@ ';!_, セ@ ';/ c.S.lll ofa-JI [[セQ⦅LQ@ セLji@

.b.i:..;

rYill

Uc

o_;\.ic

エヲ。セi@ セ@

<.j.Ji;

セ@ セ⦅L@ セS@ セ@ セyS@ '-r"-=U '•,j_;" t...,.. セャNASS@ セ@

r

r

4

Y-'"'"I

t

)Lhlll 3 ;; t.,,:J w\....,U/ "Sua/u sikap pemeliharaan terhwlap llnllk kecil hllik fuki-laki muupun perempuan a/au yang kurang aka/, be/11111 dapal membedakun 1111/ara baik dan buruk, be/um mampu dengan bebas mengurus diri sendiri don he/11111 ta!IU 111e11gerjakan sesuatu untuk kebaikan dan memeliharanya dan sesua/11 111e11yaki1i dan membahayakannya mendidik serta mengasuhnya baik jisik 111a11p1111 111e11ta/ a/au aka/, supaya mampu menegakan kehidupan se111p11r1111 dan her1u11gg11ngj1111·1J/J"

Dari beberapa dcfinisi di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadhanah ada!ah mengasuh dan memelihara anak yang belum mumayyiz supaya menjadi manusia yang hidup scmpurna dan bcrtanggung jawab. Di samping itu hadhanah berbeda maksudnya dcngan "pcndidikan". Dalam hadhanah terkandu:.g pengertian pemeliharaan jasmani clan rohani disamping terkanclung ーオャセ@ pengertian pendidikan terhadap anak. 24

221111an1

Abi Zakaria Yahya bin Syirafan-Na\\'a\ri, Raudlatul Thalibien, (Beirut: Dar a!-Kutub al-Alami:;:ah, t.t.h), Jilid 7, h. 504.

'Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, (Beirut: Dar al-Fikr, 1983 ), Cct. ke-4, Jilid 2, h. 290 24

(24)

17

2. Dasar Hukum Hak Asuh

Dasar Hukum Hak Asuh Adalah:

1. Firman Allah SWT

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, pelihara/ah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah ma1111sia '-Ian batu .... · (At-Tahrim 66:6)

2. Hadist Nabi SAW

4.l...,c. セi@ i'.il l.J.il wLI j\

Jl.3

.,L

3

9c.

..ii I セ@ セi@ 1.JI

J\3

•Lie. ..ii I セ@ .J ;,

y_y,

<.,?!\

i.Jc.

y o HセPQSNjI@ Nuケ]MNャLA」[jセ@ ..ll3 31 BML^セLj」NSQ@ :\.,i)-i>-:ij,h,Q W)l.J 0"' 'JI

"Apabila manusia 111e11inggal dzmia, puluslah amalnya, kecua/i dari dga perkara: shodaqoh jariaah, i/11111 yang bermw?faa/ a/au anak shalih yang 111endoakannya"

(HR.Muslim)

Yang dimaksud dcngan mcmclihara kcluarga daL.m ayat dialas adalah

mengasuh dan mendidik mercka schingga menjadi scorang muslim yang berguna

bagi aganm26• Ayat tersebut memerintahkan agar semua kaum muslimin mengasuh

dan mendidik anaknya. Sedangkan dalam hadist diatas mengisyaratka:•: bahwa agar

amal manusia dapat terns lersambung, maka dia harus mendidik anaknya menjadi

anak yang shalih.

"Al-Imam Abi Husain Muslim bin Al Hajjaz Al qusairi annaisaburi, Shahih Muslim, (Dar

lhya al kutub al arabiyah, t.t.h) h.240

26

(25)

18

Namun para ulama bcrbcda pcndapat tcntang siapa yang bcrhak tcrhadap

hadhanah, orang tua atau anak, scbagian pcngikul rnazhab 1 lanafi bcrpcndapal bahwa

hadhanah itu rncrupakan hak anak, sedangkan rncnurut Imam Syafi'i, Ahmad dan sebagian pcngikut rnazhab Maliki berpcndapal bahwa orang tualah yang berhak

'7

terhadap lwdhanah.

-Menurut Wahbah al-Zuhaili, lwdlumah merupakan hak bersarna antara kedua orang tua (ibu clan ayah) clengan anak-anak, sehingga apabila nantinya timbul permasalahan dalam hadhanah, maka yang diprioritaskan adalah hak anak28 Hak

hadhanah tidak mutlak ada pada ibu atau ayah, karcna ''.ang diutamakan adalah kcpcntingan anak dan yang mcnguntungkan bagi anak.29

Dari beberapa pcndapnt diatas dapat dikompro111ikan dcngan arti bahwa

hadhanah itu sclain hak dari anak juga mcrupakan hak dari pcngasuh. Anak asuh bcrhak mendapatkan pengasuhan dari pcngasuhnya karena ia memcrlukan pemeliharaan, bimbingan, petunjuk, pclajaran, clan scbaga.inya. Dcmikian pula pengasuh ia berhak atas pengasuhan anak asuhnya, karena ia termasuk yang menginginkan kebahagian dan kemaslahatan pada masa akan clatang.30 mengasuh anak keeil adalah kcwajiban keclua orang tua, clan merupakan hak anak sebab apabila

27 Ibid h. l 39 28

Wahbah al-Zuhaili, Al-fiqhul Islam \\'a Adilala1uh, (Damask us: Dar al-fikr, 1989), Cet,

ke-3,Juz. 4, h. 719 .

29Kan1al Muhtar, Asas-.Asas lluku111 lslanr Tentang Perka1vi11an, h: 139

30

(26)

l '

19

disia-siakan akan menimbulkan bcncana dan kebinasaan baginya.31 Jadi sclain merupakan hak, sekaligus merupakan kewaj iban orang tua terhadap anak ..

B. Pihak-Pilrnk yang Bcrhak Mendapatkan Hak Asuh

Dalam suatu rumah tangga yang aman dan damai, scgala scsuatu yang menyangkut kesejahteraan anak adalah di bawah pengawasan kcdua orang tuanya. Seorang anak pada permulaan hidupnya san1pai pada umu.r tertentu merncrlukan orang lain untuk membantunya dalarn kchidupannya.32 Suami isteri ballll rncrnbahu bekerja sama memenuhi keperluan anaknya diliputi dengan rasa kasih sayang dan kesabaran schingga anakpun merasa tcntcram dalam pcrtumbuhan jasmani dan rohaninya.33

Apabila sepasang suami istcri bcrccrai, baik dcngan j:.dan talak. li1sak, li'an. a tau karcna tcrjadi kcmatian, scdangkan mcrcka mcmpunyai anak yang masih kc j!,

maka yang lcbih berhak mengasuh mercka adalah isteri, yaitu ibu dari anak-anak itu sendiri, karena kesempurnaan kasih sayangnya.34

Para ulama fiqih sepakat bahwa jika terjadi percen:1an antara suanu isteri sedangkan mereka mempunyai anak yang masih kecil, maka yang lebih berhak untuk mengasuh anak mereka adalah isteri yaitu ibu dari anak, sdarna tidak ada suatu

31

A. Fuad Said, JJerceraian Alenurul Huk1un lslan1, (Jakarta: PustakaAl-Husna 1994), h. 215

32

Abdurahman, Ghazali, Fiqih M11t;akahat, (Jakarta: Kcncana 200'.I), Cct kc I. h .. 177 "Ibid, h. 177

(27)

20

alasan yang berhubungan dcngan syarat-syarat pengasuhan yang mcnccgah isteri

rnelakukan pengasuhan tersebut.35

Alasan mengapa ibu didahulukan hak asuhnya daripada ayah alas dasar hadits

Rasulullah SAW mengatakan bahwa wanita Icbih bcrhak mcngasuh anak dari pada

laki-laki sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

"1 セセNj@ olc3 BQセオ|sQQQN@ ._.J,il ul .iii JY-'.J

4

w.11..9 olyl

t.JI

3_;.=

.y

..iii .lfC

..:;c-"-:!k·

.iii I セ@ .iii I

J

.)-'-'.)

4J

J

ra

セ@ o\J::. ]ii:! ul .ii) .J セ@ 0 ltl ul JI • I>"' ".] cf fi'-'> .J • Li-.,

f' (

.i....,..\ '4-Y,.I ) セᄋ@

rJ

L,

"-!

セ|@ w.il

rL

.J

Dari Abdi/ah bin amr, bahwascmnya seorang perempuan berkala ya Rasulullah sesungguhnya anakku ini perutku lempalnya, susuku menjadi ュゥョオョQQセスG。L@ pangk11,mk11 menjadi /empal peme!iharaanya, dan scsunggulmya ayahnya le/ah menlalak saya dan ia hendak mengambilnya dari saya, maka Rasu/11//ah berkata: "Engkau lehih berhak atasnya se!a11u. engkau be/um menikah" (Dike!uarkan o!eh Ahmad)

Kcmudian bahwa wanita lcbih baik dalam melaksanakan pengasuhan

dibandingkan laki-laki. Wanita pada umumnya lcbih mengetahui tata cara mendidik

anak, clan lebih menguasai hal-hal yang berkaitan dengannya, sepcrti kesabaran yang

tidak dimiliki oleh laki-laki.37 Sclain itu sifat-sifat dan kcadaan wanita sangat

diperlukm1 bagi orang ym1g akan mengasuh anak dm1 mendidiknya. Hadits di alas.

juga menunjukan bahwa bila ibu telah mcnikah maka gugur!ah haknya untuk

mcngasuh clan memelihara anaknya. Apabila seorang ibu tidak mampu mcngasuh

35

Sayyid Sabiq, Fiql: Sunnah (Beirut: Dar a\-Fikr, 1983), h. 289

36

Al Imam Muhammad Ibnu Ismail al-San'any, Si.bu/us Salam, (Kairo: Dar Al Araby 1960)

/uz. 3, h. 227

37

(28)

21

anaknya atau sudah meninggal dunia, atau terdapat hal-hal yang rncnccguh ibu untuk mengasuh anak, maka hak pcngasuhan tcrscbut bcrpinclah kepada anggota kcluarga yang lain

Hak asuh pertama kali dibcrikan kepacla ibu, maka para ahli fiqib rnenyimpulkan bahwa keluarga ibu dari seorang anak lcbih bcrhak daripada kcluarga ayahnya. Urutan mereka yang berhak mengasuh anak adalah sebagai berikut:

1. !bu anak tersebut

2. Nenek dari pihak ibu dan terus ke atas 3. Nenek dari pihak ayah

4. Saudara kandung percmpuan anak tcrscbut 5. Saudara perempuan scibu

6. Saudara percmpuan seayah

7. Anak perempuan dari saudara pcrernpuan sekandung 8. Anak perempuan dari saudara percmpuan scayah 9. Saudara perempuan ibu yang sekandung dengannya

(29)

I 6. Bibi yang sekandung dengan ayah I 7. Bibi yang seibu dengan ayah 18. Bibi yang seayah dengan ayah 19. Bibinya ibu dari pihak ibunya 20. Bibinya ayah dari pihak ibunya 21. Bibinya ibu dari pihak ayahnya 22. Bibinya ayah dari pihak ayah.38

Menurut mazhab Hambali, urutan hak asuh sesudah ibu adalah:

l. Ibunya !bu

2. !bu dari ibw1ya ibu 3. Ayah

4. Kakek

5. !bu - ibu dari kakek

6. Saudara perempuan kandung 7. Saudara perempuan seibu 8. Saudara perempuan seayah

9. Saudara perempuan ayah sekandung

I 0. Saudara perempuan ayah seibu dan scterusnya.39

38

Syaikh Hasan Ayyub, Fikih Ke/uarga, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005), h. 394-395

39Muhammad Jawad Mughniyah, Fikih Lima Ma::hab, (Jakarta; Lentera, 2006), h. 416

(30)

Menurut mazhab Hanafi, hak pcngasuhan tcrscbut bcrpindah dari ibu kepada:

I. !bu dari ibu 2. !bu dari bapak

3. Saudara perempuan sekandung 4. Saudara perempuan seibu 5. Saudara perernpuan sebapak 6. Saudara perempuan sebapak

7. Anak perempuan dari saudara perernpuan sekandung 8. Anak percmpuan dari saudara pcrcmpuan scibu 9. Bibi (saudara percmpuan ibu)

I 0. Bibi (saudara perernpuan bapak)4°

Sedangkan menurut mazhab Maliki, uruwn hak asuh scsudah ibu adalah: I. !bu dari ibu dan seterusnya keatas

2. Bibi kandung (saudara percmpum1 ibu) 3. Bibi seibu ( saudara perempuan seibu) 4. Bibi ibu (saudara perempuan nenek)

5. Bibi ibu (saudara perempun bapak dun ibu) 6. Bibi bapak (saudm·a perempuan kakek) 7. !bu ibunya ayah

8. !bu bapaknya ayah dan sctcrusnya.41

40

Syaikh Hasan Ayyub, Fikih Ke/uarga, (Jakaita: Pustaka Al-Kdut>ar, 2005), h. SセU@

(31)

24

Kemudian menurut mazhab Imamiyah hak asuh dialihkan kepada ibu. ayah. Apabila ayah meninggal atau menjadi sesudah asuhan diserahkan kepadanya, sedangkan ibu masih hidup, maka asuhan diserahkan kembali kepadanya. !bu adalah orang yang paling berhak mengasuh anak dibanding dengan sd uruh kerabat tcrmasuk kakek dari pihak ayah, bahkan andaikata dia kawin lagi dengan laki-laki lain sekalipun. Kalau kedua orang tua meninggal dunia, maka asuhan beralih ke tangan kakek dari pihak ayah. Apabila kakek dari pihak ayah ini meninggal tanpa menunjuk seorang penerima wasiat (yang ditll11iuk sebagai mengasuhJ., maka asuhan beralih kepada kerabat-kerabat si anak berdasarkan urutan waris. Kerabat yang lebih dekat menjadi penghalang bagi kerabat yang lcbih jauh. Bila anggota keluarga yang lcbih berhak jumlah berbilang dan scjajar, misalnya nenek dari pihak ayah dengan nenek dari pihak ibu, atau bibi dari pihak ayah denga bibi dari pihak ibu, maka dilakukan undian manakala mereka berebut ingin mcngasuh. Orang yang namanya kduar dialah sebagai pemenang, dialah yang paling berhak mcngasuh sampai orang ini meninggal atau menolak haknya. Ini juga merupakan pendapat Hambali.42

C. Syarat-Syarat untuk Mcndapatkan lfak Asuh

Karena besamya tanggung jawab yang dibebankan kepada peng.1suh, bahwa ulama mazhab sepakat bahwa ada syarat-syarat untuk menjacli pengasuh.43 Namun terdapat perbedaan pendapat diantara mereka mengenai syarnt-syarat apa saja yang mutlak harus ada pada seorang pengasuh.

42

/bid, h.416

43

(32)

25

Para ulama mazhab sepakat bahwa untuk nenjadi seonmg pengasuh haruslah mukallaf, berakal sehat, bisa dipercaya, suci diri, bukan pelaku maksiat, bukan peminum khamr, serta tidak mengabaikan anak yang diasuhnya. Tujuan dari keharusan dari adanya sifat-sifat terscbut diatas adalah untuk memelihara dan menjarnin kesehatan .mak dan pertumbuhan mornlnya.44

Para ulama mazhab berbeda pendapat tentang apakal1 Islam merupakan dalam syarat dalam asuhan. Imammiyah dan Syafi'iyah berpendapat bahwa orang kafir

0

tidak boleh mengasuh anak yang beragama Islam. Sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki tidak mensyaratkan lslan1 bagi pengasuh, sehingga sahlah hak asuhan pcngasuh yang bukan muslim.45

Menurut mazhab Hanafi, Islam tidak mcnjadi syarat untuk rncngasuh anak karcna kasih sayang dan lcmah lcmbut seorang ibu terhadap anaknya adalah sifot alamiyah yang tidak terpcngaruh olch pcrbedaan agama untuk mcnyusui, mcmbcri makan, dan mengurus anak tcrsebut. Kccuali kalau ada dugaan bcral bahwa perempuan tersebut mempengaruhi anak dengan mcmbawanya ke gercja alau memberinya makanan atau minuman yang haram.46 Namun muhab Hanafi berpendapat bahwa kemurtadan perempuan alau laki-laki menggugurkan hak asuh.47

'·'!bid, h. 4 I 6

45lbid, h. 416-417

46

Pcunoh Daly, Hukum Perkawinan !slam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1994), cet. Kc-2, h. 404

'17Muhammad Jawad Mugniyah, Fiqih Lima Mtdwb, (Jakarta: PT. Lentera Basritama, 1996),

(33)

26

Menurut Sayyid Sabiq, untuk mendapatkan hak asuh maka seseorang haruslah

bcrakal, baligh, mampu mcndidik anak, dapat dipcrcaya, bcrahklak mulia. dan harus

beragama Islam:18 Orang yang suka berbuat maksiat tidak layak untuk mengasuh

karena sikap dan tingkah laku pengasuh besar pengaruhnya terhadap anak yang

diasuh.49 Begitu pula dengan orang murtad, kedudukannya sama dengan orang kafir,

karcna itu ia tidak bolch mengasuh anak yw1g bcragama Islam scbagaimana hadist

Nabi:

,;u.i1 キャ|Nゥセ@ r-LJ

"-;!k

.&I セセi@ Wili セ@ ul A.:ilyl UilJ イゥセi@ "..ii uu.:.., 01 c-\1.J

UC-4J

J

\.9 J セ@

w

,i,jJ r-L J

"-;!k

.Ji I セ@ セi@ .J

J

\.9 ,;u.i1 c-\1 j

d

\.9 J セ@ 31 セ@

</'

J

<..,.LIJI

J

lli セi@ セi@ セi@ wl W iaャセッ・Nji@

J

\.9 セセセi@ ,i,jlJ

J

\.9 セ@

w

tf,i,j\

o , ( JJIJ .Jil セ⦅_iI@ IA.li.. li 4:!-il セi@ セi@ wl W \A,i.i.J セi@ r-LJ

"-;!k

NNゥゥゥセ@

"Dari Rafi' bin Sinan ra, hahwa ia masuk Islam dan islerinya lidak mau ma.\'llk Islam, lalu Nahi mendudukan ibu di salli pi/wk clan ayalmya di salli pi/wk dan mendudukan anak dianlara keduanya, lalu anak ilu cendenmg kepada ibunya. Rasulul/ah kemudian berdo 'a: ya Allah berilah petunjuk kepada anak ini, lalu anak itu cenderung kepada ayahnya, lalu ayalmya mengamhil anak itu. (Dikeluarkan oleh Abu Dawud)

Masalah hak asuh adalah persoalan yang menyangku masa depan lahir dan

bathin, perkembangan moral dan akhlak, pcndidikan dan agania seorang anak, untuk

itu dibutuhkan kekuasaan untuk mcndapatkan hak tcrscbut scbagaimana yang

terdapat didalam masalah nikah dan harta. Jika orang fasik saja tidak bisa

48

Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah (Beirut: Dar al-Fikr, 1983), Cet. ke-4., Ji lid 2, h. 291-292

49 Ibid,

h. 291-292

50

(34)

27

mendapatkan hak asuhnya maka orang kafir (non muslim) lcbih tidak bcrhak lagi

tmtuk mendapatkan hak tersebut, karena mcrcka akan mcndatangkan bahaya yang

lebi.h besar yang akan merusak agama anak dan membawanya keluar dari IsL1m

dengan pengajaran, pendidikan, budaya, yang mcreka berikan.:;i

Dengan demikian ayah bisa mendapatkan hak asuh manakala ibu dipandang

tidak la yak untuk mengasuh anak karcna murtad atau bc1 セ」イゥャ。ォオ@ buruk scpcrti

menjadi pelacur, penjudi, pemadat dan berbagai perilaku buruk lainya yang

membahayakan pendidikan moral dan agama anak.

D. Batas Usia Anak yang Diasuh dan Biaya Pengasuhan I. Batas Usia Anak yang Diasuh

Mcnurut mazhab Hanafi, hak asuh baik untuk ibu maupun yang lainya adalah

sampai anak terscbut tidak memerlukan lagi bantuan perempuan dan mampu

mengerjakan aktifitasnya sehari-hari sepcrti makan, rninum, bcrpakaian, dan istinja,

batas masa tersebut menurut kebiasaan adalah usia tujuh tahun untuk laki-laki dan

usia sembi Ian tahun untuk wanita. 52

Menurut mazhab Maliki batas usia pengasuhan anak laki-laki adalah hingga ia

baligh, mcnurut pendapat yang utan1a, mcskipun ia gila atau sakit scdangkan batas

pcngasuhan bagi anak perempuan hingga menikah.53

"Al Imam lbnu Qudamah, Al-Mug/mi, (Beirut: Dar al-Kutub al-Alamiya. t.t.h), Juz 8. h. 190

52

Muhan11nad Ja\vad Mugniyah, ヲセゥアゥィ@ Litna Afa::.hab, (Jakarta: P1'. Lentcra Basrita1na, 1996), CCL ke-1, h. 4 17

(35)

28

Menurut mazhab Syafi'i, tidak ada batasan usia tertentu bagi pengasuhan anak

tctap tinggal bersama ibunya sampai ia bisa mencntukan pilihan untuk tinggal

bersama ibunya atau ayahnya. Jika pasangan suami isteri bercerai dan mereka

mcmpunyai anak yang bclum mwnayyiz, baik laki-laki maupun perempuan yang

usianya kira-kira tujuh atau delapan tahun, maka apabila diantara kcdua orang

tua memiliki keutamaan seperti agama, harta atau kasih sayang maka anak-anak

tersebut disuruh memilih diantara keduanya.54

Sedangkan menurut mazhab Hambali batas pcngasuhan anak laki-laki dan

pcrempuan yang schatjasmani dan rohani (tidak idiot) adalah tujuh tahun. Sctelah itu

mereka disuruh memilih diantara kedua orang tuanya, kepada siapa dia mcmilih,

maka hak asuh tersebut ada pada yang terpilih.55

2. Biaya Pangasuhan

Mcnurut pendapat mazhab Syafi'i dan mazhab l la111bali. wanita yang

mengasuh berhak mendapatkan upah alas pengasuhan, baik ia bcrstatus ibu sendiri

maupun orang lain bagi anak. mazhab Syafi'i menegaskan bahwa manakala anak

yang diasuh mempunyai harta sendiri diambil dari hartanya .. sedangkan bila tidak

memiliki harta, maka upah terscbut merupakan tanggung jawab ayahnya atau orang

yang 「・イォセキ。ェゥ「。ョ@ memberi nalkah.56

54Ibid, h. 417

(36)

29

Menurut mazhab Maliki dan Jrnamiyah, wanita pcngasuh tidak bcrhak alas

upah pengasuhan yang ia berikan, tetapi Imamiyah menegw;kan bahwa ibu berhak

mendapatkan upah manakala anak yang disusuinya mempunyai harta jika tidak maka

upah tersebut menjadi tanggungjawab ayahnya,jika ayahnya orang mampu.57

Menurut mazhab Hanafi, pengasuh wajib mcmpcroleh upah ma111kala sudah

tidak ada lagi ikatan perkawinan ibu dan ayah si anak, dan tidak pula dalam masa

iddah dalarn talak raj'i, demikian pula halnya bila ibunya dalam keadaan iddah dari

talak ba'ain atau fasakh nikah yang masih berhak atas nafkah dari ayah si anak. Upah

bagi yang rncngusuh wajib diambil dari harta anak bila rncmiliki harta, dan bila tidak,

maka menjadi tanggung jawab orang yang berkewajiban mernberi natkah

kepadanya. 58

E. Hak Asuh Dnlam Kompilasi Hukum Islam

Dalam kompilasi Hukum Islam pasal 105 pemeliharaan anak yang bclum

mumayyiz atau belum berumur 12 tahu11 hak pcmcliharaan diberikan kepada ibunya.

Apabila anak tersebut sudah mumayyiz maka anak tersebut dio.uruh memilih di antara

ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaannya, dan biaya pemeliharaan

ditanggung oleh ayahnya.

57/hid, h.418

(37)

30

Kemudian dikuatkan dalam pasal 156 huruf a dan huruf b Kom1,ilasi Hukum Islam menyatakan bahwa:

a. Anak yang belum mumayyiz berhak mendapatkan Hadhar ?h dari ibunya, kecuali bila ibunya telah meninggal dunia, maka kedudukannya digantikan oleh:

I. Wanita-wanita dalam garis Jurus ke atas dari ibu 2. Ayah

3. Wanita-wanita dalam garis lurus ke atas dari ayah ./. Saudara perempuan dari anak yang bersangkutan

5. Wanita-wanita kerabat sedarah menurut garis samping clari ayah

b. Anak yang sudah mumayyiz berhak mcmilih untuk mcndapatkan hadlumah dari ayah atau ibw1ya.

Seclangkan mengenai bams pemeliharaan anak yang belum mumayyiz adalah sampai anak itu dewasa dan dapat mengurus dirinya sendiri. Batas usianya adalah kctika anak sudah mencapai umur 21 tuhun. Scbuguimana bunyi dari pasal 156 huruf b "anak yang sudah mumayyiz berhak mcmilih untuk mcndapatkan hadhanah dari ayah atau ibW1ya".59 Batas usia anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah 21 tahun, sepanjang anak terscbut tidak bcrcacat fisik maupun mental atau bclum pernak melangsungkan perkuwinan.60

59

Cik Hasan Bisri dkk, Kompi/asi Hukum Islam dan Peradilan Agama Dal am &,tem Hukum

Islam, h. 189.

60

(38)

31

Jadi menurut Kompilasi Hukum Islam anak yang bclum mumayy1z hak

asuhnya diberikan kepada ibu. Apabila sudah murnayy1z atau dcwasa maka anak

disuruh memilih hadhanah dari ayah atau ibunya. Semua biaya hadhanah dan nafkah

anak menjadi tanggung jawab ayah menurut kemapuannya, sekurang-kurangnya

sampai anak tersebut dewasa dapat mengurus dirinya scndiri atau kctika umur anak

(39)

32

BABIII

ANALISIS PUTUSAN PERKARA NO. 304/ Pdt.

GI

2007/ PA.

BE

KASI

A. Sckilas Tcntang Data Putusan Pcngadilan Agama 13ckasi

Dalam penyajian data putusan hakim Pengadilan Agama Bekasi, penulis menyajikan data putusan terhadap perkara perceraian dan hadhanah pada bulan Juni, Juli dan Agustus tahun 2008.

Frekuensi perkara perceraian dan hadhanah di Pengadilan Agama Bekasi tahun 2008.

No Bulan Jumlah Cerai Persentase Cerai Presentase Hadhanah Presentase

Perkara Talak Cerai Talak Gugat Cerai Gugat Hadhanah

1 Juni 571 39 6,8% 74 13% :) Oo/o

2 Juli 596 45 7,6o/o 94 16% 0 001o

3 Ag ts 563 42 6,4°/o 67 12% 0 0°/o

Sumber Dala: Lapm an Tentang Perkara Pengadilan Agama Bekasi ta/nm 2008.

(40)

33

B. Kronologis l'crkara

[rfan Syahroni bin M Sapin, umur 28 tahun, agama Islam ー」ォ」セェ。。ョ@ pcgawai

swasla bertempat tinggal di Bekasi kola No. 80 RT. 004/04, Kclurahan Bckasi Jaya,

Kecamatan Bekasi Timur, Kota 13ekasi yang selanjutnya discbut Pcmohon. mclawan

Novita Kurniasari binti HS. Mudami urnur 26 tahun, agama Islam pckcrjaan ibu

rumah tangga, bertempat tinggal di Perum Kodam Blok C. 6/13 RT 001/013,

Kelurahan Mustika Jaya, Kota Bekasi yang sclanjutnya disebut Termohon.

Pemohon dan Termohon adalah suami isteri yang sah yang menikah pada

langgal 14 Oktober 2001 yang tercatat di Kantor Urusan Agama Islam Kecamalan

Ban tar Ge bang dcngan Akta Nikah Nomor: 876/53/X/200 l. pmla awalnya pcrniknhan

antara Pemohon dan Termohon rukun-rukun saja dan harmonis sclama bcrumah

tangga Pemohon dan Termohon telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang

bernama Nova! Faqihaikal yang lahir pada tanggal 31 Mei 2003. Namun sejak 2005

an!ara Pemohon dan Termohon sering bersclisih paham dalam membina rumah

tangga yang menurut Pemohon dapal diselesaikan dcngan baik-baik, namun

Tennohon selalu tidak mau mengcrli yang Akhirnya hanya menirnbulkan

permasalal1an barn.

Dcngan diketahuinya Termohon telah berselingkuh dergan laki-laki lain yang

sampai saal ini terns berhubungan tanpa sepengetahuan Pernohon. Akhirnya

Temohon pergi meninggalkan rumah dan sckarang tinggal dcngan laki-laki tcrscbut

(41)

34

Semula l'emohon berusaha sabar sambil menunggu adanya perubahan sikap,

sifat dan perbuatru1 Tennohon dengru1 memberikan uang untuk membeli susu

anaknya namun sia-sia, Pemohon khawatir (t;rhadap pcrkembangan anak tersebut

dengan sifat Tem1ohon yang seperti itu, maka demi kepent'ngru1, perlindungan dan

pertumbuhru1 serta perkembangan baik fisik maupun mental terhadap anak tcrscbut

Pemohon mohon agar Pengadilrui Agama Bekasi, mengizinkan Pcrnohon

mengucapkan lkrar talak terhadap diri Tennohon di dcpan sidang l'cngadilan i\gama

Bekasi dan menetapkrui anak tersebut yang bemama Nova] Faqihaikal berada dalam

pengasuhan, perawatan drui pemeliharaan Pemohon selaku .)yah kandu .. gnya. Pada

hari persidangrui yang telah ditentukan, Pemohon dan Termobon telah mcnghadap di

persidangan, drui kepada keduanya telah di upayakan pcrdamaian oleh hakim akan

tetapi tidak berhasil, maka pemcriksaan pcrkura ditcruskan dcngan membacakan surat

permohonan l'emohon yang atas perianyaan ketua majclis hakim Pt'mohon !clap

mempcrtahruikrumya dan Tennohon tela11 memberikan jawaban secara I isan di

persidru1gan yang pada pokoknya adala11 Termohon membenarkrui ba11wa Pcmohon

sebagai suruninya drui dari pemika11ru1 itu tela11 dikaruniai seorru1g anak yang

bernruna Noval Faqihaikal drui sejak anak lahir mulai sering tejadi perselisihrui dan

pertengkaran dalrun rumali tangga sehingga tidak ada lagi kecocokan, kerukunan,

kehannonisan dan ketenterrunan lahir batin dan Termohon tidak keberatan bercerai

dari Pemohon karena tidak mungkin lagi d2pat dirukunkan kcmbali. Mengenai

(42)

35

Termohon minta agar tidak dihalangi jika sewaktu-waktu ingin menjenguk anak

terse but.

Untuk menguatkan dalil permohonannya, Pemohon telah mengajukan

surat-surat bukti scbagai berikut:

I. Photo Copy Kutipan Akta Nikah 876/53/X/200 I dari Kantor Urusan

Agama Kecamatan Ban tar Ge bang, Ko ta Bekasi, tanggal l 6 Oktobcr 200 l

yang setelah dicocokan dengan aslinya diberi tanda P. I;

2. Photo Copy Kartu Tanda Penduduk alas nama Pcmohon nomor

10.5502.290678.!00J tcrtanggal 29 Juni 2008 yang dikcluarkan olch

Camat Bantar Gcbang yang sctclah dicocokan dcngan aslinya diberi tanda

P.2;

3. Tclah mendengarkan keterangan saksi Pemohon adalah ayah kandung

Pemohon yang bernama M. Sapin membenarkan bahwa Pemohon dan

Temwhon adalah suami isteri dan tclah diLmmiai scorang anak,

pada awalnya mmah tangga Pemohon dan Termohon rukun-mkun saja,

namun sejak tahun 2005 tidak harmonis lagi dan sering terjadi

percekcokan, yang di sebabkan karcna Tcrmohon telah bersclingkuh

dengan laki-laki lain.

4. Telah mendengarkan saksi dari Tcrmohon adalah saudara scpupu dari

Termohon yang membenarkan bahwa Termohon dun Pemohon adalah

(43)

36

termohon) membenarkan bahwa keadaan rumah tangga Termohon dan

Pcmohon sering tcrjadi pcrcckcokan yang discbabkan karcna Termohon

telah berselingkuh dengan laki lain, dan tclah serumaI: dengan

laki-laki tersebut.

Baik Pemohon maupun Tennohon tclah mcnyampai.kan kesimpulan secara

lisan yang pada pokoknya yang masing-masing menyatakan tetap pada pcndiriannya

yaitu, Pemohon bersikeras untuk berccrai dengan Termohon sedangkan Termohon

juga tidak keberatan bercerai dengan Pemohon, dan terhadap pctitum Pcmohon

mengenai pemeliharaan anak, disetujui oleh Tennohon, maka majclis hakim akan

menetapkan anak tersebut dirawat, diasuh dan dipclihara oleh Pemohon selaku ayah

kandungnya

Majelis hakim hakim telah mencmukan fakta dipcrsidangan tcntang adanya

pcrselisihan antara Pcmohon dan Tcrmohon yang sulit untuk dirukunkan lagi, yaitu

dalarn kcnyataannya kehidupan rumah tangga m1tara Pemohon dan Tcrmohon tclah

pisah dan hidup sendiri-sendiri tidak bersatu lagi layaknya suami isteri selama lebih

'

dari satu tahun lamanya, oleh karena itu majelis hakim berkeyakinan bahwa tujuan

perkawinan sepcrti yang tertera dalan1 dalam Pasal I Undang-undang No. I Tahun

1974 Tentm1g Perkawinnan sudah sulit untuk diwujudkan lagi,

Faktor lain yang menjadi bukti telah tiadm1ya kcharrnonisan dalam rumah

tangga Pemohon dan Tennohon telah terjadinya perseteruan diantara keduanya,

(44)

37

Pengadilan Agama Bekasi telah berusaha semaksimal mungkin mendamaikan kedua

belah pihak namun tidak berhasil, bahkan sebagaimana diakui di depan persidangan

Termohon menyatakan bahwa ia telah kawin lagi dengan laki-laki lain dan tidak

keberatan bercerai dengan Pemohon, sehingga majelis hakim berkesimpulan bal1\va

persclisihan antara Pemohon dan Termohon telah mcmuncak yang berakibat telah

rusaknya hubungan kasih sayang diantara keduanya, oleh karena itu faktor tersebut

telah memenuhi unsur-unsur sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 19 Peraturan

Pemerintah No. 9 Tahun 1975 Tentang Perceraian dapat ter_1adi karena alasan atau

alasan-alasan huruf (I) yang bcrbunyi:

"Antara suami dan isteri terus menerus terjadi persclisihan dan pcrtcngkaran dan tidak ada harapan akru1 hidup rukun lagi dalrun rumah tangga"

Dan Pasal l l 6 Kompilasi Hukum Islam Tcntang Pcrccraian dapat tcrjadi karcna

alasan a tau alasan-alasan huruf (I)

"Antara suan1i dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga"

Dalam Pasal 39 ayat (2) Undang-undang No I Tahun 1974 mcnyatakan

bahwa untuk meelakukan perceraian harus ada cukup absan bahwa suami isteri itu

tidak abm hidup rukun sebagai suami isteri, sedangkan alasan-alasan yang telah

dikemukru1 Pemohon telah cukup memadai. 13erdasarkan pcrtimbm1gan-pertirnbangan

iersebut di atas dan setelah dihubungkan satu sarna lain maka permohonan Pemohon

patut untuk dikabulkan untuk mengucapkru1 ikrar talak terhadap Termohon dan

(45)

38

menetapkan anak tersebut dirawat, diasuh dan dipelihara oleh Pemohon selaku ayah kandungnya.

Kehidupan yang rukun dan hannonis itu selama kurang lebih 4 tahun akhirnya berakhir pada tanggal 30 april 2007 karena Pemohon dan Tcnnohon telah bercerai di depan sidang Pengadilan Agan1a Bekasi dcngan Nomor perkara 304 /Pdt. GI 2007 I

l'cngadilan Agama Bekasi yang telah berkckuatan hukum tctap. C. Pcrtimbangan Majclis Hakim

Bahwa perkara ini adalah wewenang Pengadilan Agama Bekasi dan tujuan Pemohon adalah menucapkan Ikrar talak terhadap Tennohon dan menetapkan anak yang bernama Nova! Faqihaikal berada dalam pengasuhan, p..:rawatan dan pemeliharaan Pemohon selaku ayal1 kandungnya. Berdasarkan pengakuan Pcmohon dan Termohon yang dikuatkan oleh alat bukti P.l Tentang Perkawinan yang berbunyi:

"Perkawinan ialah ikatan lahir bat11in antara seorang pria dengar1 seorang wm1ita sebagai suami isteri dengm1 tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia Jan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Malia Esa"

Serta keterangan keluarga dari pihak Pemohon dan Termohon di persidangan diyakini bahwa antara Pemohon dan Termohon masih terika' dalmn pcrkawinan yang sah. Maka itu hakim Pengadilan Agama Bckasi telah berusalia semaksimal mungkin mendamaikan kedua belah pihak namun tidak berhasil.

(46)

l

-39

karena sering terjadi perselisihan, perlengkaran yang discbabkan Tcrmohon telah berselingkuh dengan laki-laki lain dan sangkaan yang dituduhkan oleh Pemohon terhadap diri Termohon dibenarkan Oleh Tem1ohon dengan menambahkan pula bahwa Tem10hon tidak keberatan bercerai dengan Pemohon, maka itu majelis hakim telah menemukan fakta di persidangan tentang adanya persclisihan antara Pc1110:1on dan Termohon yang sulit untuk dirukunkan lagi, yaitu dalam kenyataan kehidupan rumah tangga antara Pemohon dan Termohon telah pisah dan hidup scndiri-scndiri tidak bersatu lagi seperti layaknya suarni isteri selama lebih .;ari satu tahun lamanya oleh karena itu rnajelis hakim berkeyakinan bahwa tujuan perkawinan seperti yang tertera dalarn Pasal I Undang-undang No 1 Tentang Perkawinan Tahun 1974

"Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan se0rang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan rnembentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia d:m kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" Sudah sulit untuk diwujudkan lagi.

(47)

40

isteri di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu faktor tcrscbut telah memenuhi unsur-unsur sebagaimana yang diatur dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 Tentang Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan huruf (!)yang berbunyi:

"Antara suan1i dan is'eri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga"

Dan Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam Tentang Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan huruf (f)

"Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumal1 tangga"

Majelis hakim telah pula mendengar kesaksian keluarga para pihak berpcrkara, sebagaimana dikehendaki oleh Pasal 22 yang bcrbunyi: Gugatan pcrcernian karena alasan tersebut dalam Pasal 19 Peraturan Pemeri.ntah No. 9 Tahun 1975 huruf (f), dapat diterima apabila telah cukup jelas bagi Pengadilan mengenai scbab-scbab pcrsdisihan dan pcrtcngkaran itu dan sctelah mcndcngar pihak kcluarga serta orang-orang yang dckat dcngan suami istcri itu. Guna scbagai pcrtimbangan majelis hakim dalam mengan1bil keputusan perkara ini, Undang-Undang No. 1 Tahun

1974 (tentang perkawinan) Pasal 39 ayat (2) menyatakan bahwa:

"Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bal1wa antara suan1i isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suan1i isteri".

(48)

41

Pengadilan Agama Bekasi dan pemeliharaan anak yang bemama Nova] Faqihaikal yang mana disetujui oleh Termohon, patut dikabulkan dan ュ」ョ・エ。ーォセョ@ anak yang bemama NovaJ Faqihaikal dirawat, diasuh dan dipelihara olch Pemohon selaku ayah kandungnya.

D. Putusan MajeliJ Hakim

Majelis hakim Pengadilan Agama Bekasi yang mcmeriksa dan mengadili perkara tertentu dalam tingkat pertama telah mcnjatuhkan atas pcrkara ccrai talak yang diajukan oleh:

Jrfan Syahroni bin M. Sapin, umur 28 tahun, agama Isliun, pekerjaan pegawai swasta, bcrternpat tinggal di Bckasi kota No. 80 RT. 004/04, Kelurahan Bckasi Jaya. Kecamatan Bckasi Timur, Kota Bekasi, yang sel:mjutnya di scbut Pemohon, tcrhadap Novita Kumiasari binti HS. Mudami, umur 26 tahun, aganrn Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Pcrum Kodam Blok C. 6/13 RT 001/013, Kclurahan Mustika Jaya, Kccamatan Mustika Jaya, Kota Bckasi yang sclanjutnya di scbut Termohon

Pengadilan Agama bekasi tersebut:

(49)

42

sejak tahun 2005 rumah tangga Pemohon dan Termohon sering berselisih paham dalam mcmbina rumah tangga, yang mcnurut Pcmohon dapat disclcsaikan dcngan baik-baik namun Termohon tidak mau mcngcrti yang akhirnya hanya mcnimbulkan pcrmasalahan baru.

Untuk rncnguatkan dalil permohonannya, Pemohon telah mcngajukan surat-surat bukti sebagai berikut:

I. Photo Copy Kutipan Akta Nikah 876/53/X/2001 dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantar Gebang, Kata Bekasi, tanggal 16 Oktober 200 I yang setelah dicocokan dengan aslinya diberi tanda P. l;

2. Photo Copy Kartu Tanda Penduduk alas nama Pemohon nomor I 0.5502.290678.1001 tcrtanggal 29 Juni 2008 yang dikcluarkan olch Carnal Bantar Gebang yang setelah dicocokan dcngan aslinya diberi tanda P.2;

3. Tclah mendengarkan keterangan saksi Pemohon adalah ayah kandung Pemohon yang bernama M. Sapin membcnarkan bahwa Pemohon dan Tcrmohon adalah suami islcri dan telah dikarw1iai scorang anak, pada awalnya rumah langga Pcmohon dan Termohon rukun-rukun saja, namun ウセェ。ォ@ tahun 2005 tidak harmonis Jagi dan sering terjadi percekcokan, yang di sebabkan karena Termohon telah berselingkuh dengan laki-laki Jain.

(50)

43

membcnarkan bahwa keadaan rumah tangga Tcrmohon dan Pcmohon sc"·1ng tcrjadi percekcokan yang disebabkan karena Tcrmohon tclah bcrselingkuh dengan laki-laki lain, dan telah serumah dengan laki-laki tersebut.

Baik Pemohon maupun Termohon telah menyampaikan kesimpulan secara lisan yang pada pokoknya yang masing-masing menyatakan tetap pada pendiriannya yaitu, Pemohon bersikeras untuk bercerai dengan Termohon scdu.ngkan Termohon juga tidak keberatan bercerai dengan Pemohon, dan terhadap pctitum Pemof:on mcngenai pemeliharaan anak, disetujui oleh Tennohon, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas dan telah dihubungkan セZ。エオ@ sama lain maka permohonan pemolion untuk mengucapkan ikrar talak dan pemeliharaan anak patut untuk dikabulkan.

Maka itu majelis hakim Pengadilan Agama Bckasi mcmutuskan: l. Mengabulkan permohonan Pemohon

2. Menctapkan, mengizinkan Pcmohon (lrfan Syahroni bin M. Sapin) untuk rncngucapkan lkrar talak terhadap Termohon (Novi ta Kurnioasari bin ti I JS. Mudami) dipersidangan pengadilan Agama Bekasi sctelah putusan 1n1 berkekuatan hukum tctap dengan Nomor: 304/Pdt.G/2007/PA.Bks

(51)

44

E. Analisa

Dalam perkara tersebut di atas dapat dilihat bn.hwa alasan Pemohon mengajukan gugatannya yaitu karena dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon sudah tidak ada lagi kecocokan, kerukunan, keharmonisan dan sering terjadi pertengkaran, yang disebabkan Termohon berselingkuh denga.'1 laki-laki lain dan pergi meninggalkan rumah bersama anaknya yang bernama Nova! Faqihaikal dan tinggal dengan laki-laki tersebut dirumah kontrakan, yang ternyata laki-laki tcrsebut adala11 mantan kekasih Tennohon.1

Dalam kasus ini ada tiga hal penting yang menjadi nlasan Pemohon mcgajukan gugatannya kepada Termohon:

Pertama : Karena dalam rumali tangga Pemohon dun Termohon sudah tiduk ada lagi kecocokan, kerukunan, keharmonisan dan sering lcrjadi pcrlcngkaran. Sebagaimana yang tertuung dalan1 Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pememrintah No. 9 Taliun 1975 tentang perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan yang berbunyi:

"Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak akan ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga"

Kedua : Termohon telah berselingkuh dengan laki-laki lain dan pergi meninggalkan ruma11 dengan membawa anak yang bernama Nova! Faqihaikal dan tinggal dengan laki-laki tersebut dirumah kontrakan.

(52)

45

Ketiga : Pemohon khawatir akan perkcmbangan anaknya, baik fisik maupun

mental dengan sifut Termohon yang seperti itu. sebagaimana dalam kontcks fiqih

ibulah yang paling berhak melaksanakan hadhanah, apalagi anak tersebut

belum mumayyiz atau belum bcrumur 12 tahun. Sebagaimana hadits Nabi

Muhammad SAW:

4J \LイNゥセj@

.le._,

4J セ@ L;\S iセ@ セi@ L;l ..iii

J_,....,.J

y

Z\NZZNゥャセ@

tl:Y,1

;:)

_,'_;;c.

iY.

Ji\¥

0C

セ@ .iii I セ@ .iii I

J_,....,

.J

4J

J

\:ii セ@ <\.le jJj,i ul .ii)_, セ@ o \.;I () _, d y-4J

<.f

fi-'>' _, •ti...,

Y ( .l=\ 4-:>. • . Y'-I ) セ@ ·:ill -I I L. A..J -. 0"-I Wil -,__, L

Dari Abdi/ah bin amr, bahwasannya seorang perempuan berkata: ya Rasulullah sesungguhnya anakku ini perutku tempalnya, susuku menjadi minumnya, pangkuanku menjadi tempal pemeliharaanya, dan sesungguhnya aya/111ya le/ah menlalak saya dan ia hendak mengambi/nya dari saya, maka Rasu/111/ah berkata: "Engkau le

Referensi

Dokumen terkait

Ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam juga menyebutkan apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, meskipun

Ketika terjadi perceraian, dalam undang- undang perkawinan (baik dalam kompilasi hukum islam maupun dalam hukum sipil) biasanya hak asuh anak di bawah.. usia 12 tahun

Kedua, untuk mengetahui gambaran pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Agama Surakarta dalam memutus perkara hak pemeliharaan atas anak (Hak Hadlonah) akibat suau perceraian

Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 99 menyatakan anak sah adalah: anak yang lahir dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah dan hasil pembuahan suami istri

Ketentuan dua pasal ini merupakan dasar akan adanya kewajiban bagi Hakim untuk melakukan penemuan hukum ketika suatu peraturan perundang-undangan tidak jelas atau

PENETAPAN HAK HADHANAH KEPADA BAPAK BAGI ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ TERHADAP IBU BERSTATUS MURTAD (Studi Analisis Putusan Pengadilan Agama Kota Malang Perkara

01/1991 tentang Kompilasi Hukum Islam Pasal 105, apabila kedua orang tua cerai dan terjadi perebutan hak asuh anak (h}ad}a&gt;nah) maka ibulah yang paling berhak

Hukum Universitas Sumatera Utara. Bapak Syafruddin Hasibuan, S.H., M.H., DFM selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Bapak Muhammad Husni, S.H.,