PENETAPAN HAK ASUH ANAK BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH PASCAPERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KLATEN (Studi Putusan No.1077/Pdt.G/2021/PA.Klt)
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pertimbangan hakim dalam menentukan pelimpahan hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian adalah hakim melihat dan
Kesimpulan skripsi ini pertama dasar pertimbangan hakim pengadilan agama dalam memutuskan harta bersama akibat perceraian masih kurang dalam menimbang dasar hukum
Dasar Pertimbangan Hukum Majelis Hakim pada Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor :3/PDT.G/2011/PN.MTR terhadap Hak Asuh Anak Setelah Perceraian Karena Salah
Berdasarkan keterangan dari para hakim yang menyidangkan perkara tersebut, hakim memberikan penjelasan bahwa putusan hak asuh anak yang diberikan kepada pemohon
Dalam putusan Mahkamah Agung nomor 2221 K/Pdt/2010, hakim tidak membatalkan penetapan pengampuannya dengan pertimbangan bahwa tidak ada bukti-bukti yang otentik yang
Dalam putusan tersebut hakim memutuskan dwangsom tanpa ada permintaan dari para pihak dengan dasar bahwa hakim memiliki hak untuk memutus perkara terhadap pihak
Kasus Ibu AW di Kelurahan Mangunsuman ini sama halnya dengan putusan perkara nomor 0830/Pdt.G/2019/PA.Dmk, bahwa majelis hakim menjatuhkan hak asuh anak yang masih belum mumayyiz pada
Adapaun hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagaimana berikut: 1 Dasar pertimbangan hakim dalam putusan hak asuh anak akibat perceraian adalah anak yang masih dibawah umur, ayahnya