Informasi Dokumen
- Penulis:
- Ricky Zefri
- Pengajar:
- Ir. Zulkarnain A. Muis, M.Eng.Sc
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Teknik Sipil
- Topik: Pengaruh Pembangunan Fly Over Terhadap Kinerja Persimpangan Amplas
- Tipe: tugas akhir
- Tahun: 2011
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan, hipotesis, manfaat, batasan masalah, dan kerangka penelitian mengenai pengaruh pembangunan fly over terhadap kinerja persimpangan Amplas. Latar belakang mencakup perkembangan Kota Medan dan masalah kemacetan yang terjadi di persimpangan Amplas, serta pentingnya pembangunan fly over untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kinerja persimpangan sebelum dan sesudah pembangunan fly over. Manfaat penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan pengembang dalam pengelolaan infrastruktur transportasi.
1.1. Latar Belakang
Kota Medan mengalami pertumbuhan pesat yang menyebabkan peningkatan arus lalu lintas, khususnya di sekitar persimpangan Amplas. Kemacetan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tingginya volume kendaraan dan manajemen lalu lintas yang kurang efektif. Pembangunan fly over diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas di daerah tersebut.
1.2. Perumusan Masalah
Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pembangunan fly over terhadap kinerja persimpangan Amplas, khususnya dalam hal kelancaran lalu lintas. Penelitian ini berfokus pada perbandingan kondisi lalu lintas sebelum dan setelah pembangunan fly over, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja simpang.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi tingkat kinerja persimpangan Amplas sebelum dan sesudah pembangunan fly over. Parameter yang digunakan dalam analisis ini meliputi derajat kejenuhan, antrian, dan tundaan lalu lintas, dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
1.4. Hipotesa Penelitian
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa tingkat kelancaran lalu lintas di persimpangan Amplas dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi persimpangan, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hipotesis tersebut melalui analisis data yang diperoleh.
1.5. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi stakeholder dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur, khususnya fly over. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknik lalu lintas.
1.6. Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada analisis kinerja persimpangan Amplas sebelum dan sesudah pembangunan fly over, dengan fokus pada parameter kelancaran lalu lintas seperti derajat kejenuhan, antrian, dan tundaan. Metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
1.7. Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian ini mencakup identifikasi masalah, penetapan tujuan, pengumpulan data, analisis kondisi lalu lintas, serta evaluasi hasil yang diperoleh. Gambar 1.1 menunjukkan alur penelitian yang dilakukan, mulai dari identifikasi masalah hingga kesimpulan dan saran.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas teori-teori dan konsep-konsep yang relevan dengan penelitian ini, termasuk pengertian jaringan lalu lintas, kondisi dan karakteristik lalu lintas, serta metode perhitungan kapasitas jalan. Tinjauan pustaka ini penting untuk memberikan dasar teori yang kuat dalam menganalisis pengaruh pembangunan fly over terhadap kinerja persimpangan Amplas.
2.1. Umum
Jaringan lalu lintas dan angkutan jalan merupakan sistem yang saling terhubung untuk mendukung mobilitas dan integrasi nasional. Tingkat kelancaran lalu lintas dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi jalan, volume lalu lintas, dan penggunaan lahan. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting untuk merancang infrastruktur yang efektif.
2.2. Kondisi dan Karakteristik Lalu Lintas
Kondisi lalu lintas di persimpangan dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk volume kendaraan, jenis kendaraan, dan pengaturan lalu lintas. Karakteristik lalu lintas yang baik dapat meningkatkan kelancaran arus dan mengurangi kemacetan. Parameter seperti ekivalen mobil penumpang dan derajat kejenuhan menjadi penting dalam analisis ini.
2.3. Tujuan Pengaturan Simpang
Pengaturan lalu lintas di persimpangan bertujuan untuk menjaga keselamatan dan efisiensi arus lalu lintas. Tujuan ini dapat dicapai melalui penggunaan lampu lalu lintas, marka jalan, dan rambu-rambu. Pemilihan metode pengaturan yang tepat sangat berpengaruh terhadap kinerja simpang.
2.4. Gerakan Lalu Lintas pada Persimpangan
Terdapat beberapa tipe dasar gerakan lalu lintas pada persimpangan, seperti diverging, merging, weaving, dan crossing. Setiap tipe gerakan memiliki karakteristik dan potensi konflik yang berbeda, yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengaturan lalu lintas di persimpangan.
2.5. Simpang Bersinyal
Simpang bersinyal menggunakan lampu lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan. Penggunaan sinyal ini bertujuan untuk mengurangi konflik arus dan meningkatkan kelancaran lalu lintas. Kinerja simpang bersinyal dapat diukur melalui parameter seperti tundaan dan panjang antrian kendaraan.
2.6. Pengaturan Lalu Lintas pada Persimpangan
Pengaturan lalu lintas di persimpangan dapat dilakukan dengan berbagai metode, termasuk simpang tanpa prioritas, simpang dengan prioritas, dan simpang dengan lampu lalu lintas. Pemilihan metode yang tepat bergantung pada volume lalu lintas dan karakteristik simpang, untuk mencapai efisiensi dan keselamatan.
2.7. Ruas Jalan dan Persimpangan
Ruas jalan dan persimpangan memiliki peran penting dalam jaringan transportasi. Desain dan kondisi geometrik ruas jalan serta persimpangan harus diperhatikan agar dapat mendukung kelancaran lalu lintas. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana kondisi ini mempengaruhi kinerja persimpangan Amplas.
2.8. Metode Perhitungan dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)
MKJI merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kapasitas jalan dan simpang. Metode ini mencakup berbagai parameter yang mempengaruhi kinerja lalu lintas, seperti volume kendaraan, kecepatan, dan tundaan. Penerapan metode ini dalam penelitian ini akan memberikan data yang akurat untuk analisis.
2.9. Pertumbuhan Lalu Lintas
Pertumbuhan lalu lintas dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah. Memahami tren pertumbuhan ini penting untuk perencanaan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan. Penelitian ini akan mempertimbangkan faktor pertumbuhan lalu lintas dalam analisis kinerja persimpangan.
2.10. Parameter Kelancaran dan Keselamatan Lalu Lintas
Parameter kelancaran dan keselamatan lalu lintas merupakan indikator penting dalam menilai kinerja suatu persimpangan. Parameter ini mencakup derajat kejenuhan, tundaan, dan angka henti. Penelitian ini akan menggunakan parameter tersebut untuk mengevaluasi pengaruh pembangunan fly over terhadap kinerja persimpangan Amplas.
III. METODOLOGI
Bab ini menjelaskan tahapan penelitian yang dilakukan, termasuk persiapan, pengumpulan data, dan analisis. Metodologi yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang valid dan dapat dipercaya dalam penelitian ini.
3.1. Tahapan Persiapan
Tahapan persiapan mencakup identifikasi masalah, penentuan tujuan penelitian, dan penyusunan kerangka penelitian. Dalam tahap ini, peneliti juga menentukan metode yang akan digunakan untuk pengumpulan data dan analisis. Persiapan yang matang akan mempengaruhi keberhasilan penelitian.
3.2. Tahapan Kerja Penelitian
Tahapan kerja penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder mengenai kondisi lalu lintas di persimpangan Amplas. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menganalisis kinerja persimpangan sebelum dan sesudah pembangunan fly over. Proses ini harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan keakuratan data.
3.3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, pengamatan, dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Survei lapangan dilakukan untuk mendapatkan data volume lalu lintas, waktu tundaan, dan panjang antrian. Data yang akurat sangat penting untuk analisis yang dilakukan.
3.4. Analisa Perhitungan MKJI 1997
Analisis perhitungan menggunakan metode MKJI 1997 untuk menghitung kapasitas jalan dan kinerja persimpangan. Parameter yang dianalisis meliputi derajat kejenuhan, tundaan, dan panjang antrian. Hasil analisis ini akan digunakan untuk mengevaluasi pengaruh pembangunan fly over terhadap kinerja persimpangan Amplas.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menyajikan hasil survei dan analisis data yang diperoleh dari penelitian. Pembahasan mencakup perbandingan kinerja persimpangan sebelum dan sesudah pembangunan fly over serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut.
4.1. Hasil Survei
Hasil survei menunjukkan kondisi lalu lintas di persimpangan Amplas sebelum dan sesudah pembangunan fly over. Data yang dikumpulkan mencakup volume kendaraan, waktu tundaan, dan panjang antrian. Hasil survei ini menjadi dasar untuk analisis lebih lanjut mengenai kinerja persimpangan.
4.2. Perhitungan Kondisi Simpang Amplas
Perhitungan kinerja persimpangan Amplas dilakukan dengan membandingkan data sebelum dan sesudah pembangunan fly over. Analisis ini menggunakan parameter seperti derajat kejenuhan dan tundaan. Hasil perhitungan menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kinerja persimpangan setelah pembangunan.
4.2.1. Perhitungan Simpang Amplas Sebelum Dibangun Fly Over (2006)
Pada tahun 2006, kondisi lalu lintas di persimpangan Amplas menunjukkan derajat kejenuhan yang tinggi dengan nilai 1,11. Waktu tundaan yang diperlukan mencapai 276,27 detik per satuan mobil penumpang, dan panjang antrian maksimum mencapai 372 meter. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas.
4.2.2. Perhitungan Simpang Amplas Setelah Dibangun Fly Over (2011)
Setelah pembangunan fly over pada tahun 2011, derajat kejenuhan di persimpangan Amplas mengalami perbaikan dengan nilai 0,85. Waktu tundaan berkurang menjadi 70,39 detik per satuan mobil penumpang, dan panjang antrian juga menurun menjadi 112 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa pembangunan fly over berhasil meningkatkan kinerja persimpangan.
4.2. Hasil Diskusi
Diskusi mengenai hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan fly over memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas di persimpangan Amplas. Perubahan dalam derajat kejenuhan dan waktu tundaan menunjukkan bahwa intervensi ini efektif dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan kinerja jalan. Diskusi ini juga mencakup rekomendasi untuk pengelolaan lalu lintas di masa depan.
V. PENUTUP
Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya serta pengelolaan lalu lintas di persimpangan Amplas. Kesimpulan dan saran diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak terkait dalam pengambilan keputusan.
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembangunan fly over di persimpangan Amplas secara signifikan meningkatkan kinerja lalu lintas. Penurunan derajat kejenuhan dan waktu tundaan menunjukkan bahwa fly over berhasil mengatasi masalah kemacetan yang ada sebelumnya.
5.2. Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja lalu lintas di persimpangan. Selain itu, pihak terkait disarankan untuk terus memantau dan mengelola lalu lintas di sekitar fly over untuk mempertahankan kelancaran arus lalu lintas.
Referensi Dokumen
- Rekayasa Lalu Lintas ( Ansyari, Alik )
- Efisiensi Rencana Fly over Kalibatang Kota Semarang dalam Mengatasi Kemacetan dari Sisi Pengguna ( Hudoyo, Rosid )
- Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi Jilid 1 ( Khisty, C Jotin )
- Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi Jilid 2 ( Khisty, C Jotin )
- Kajian Pengembangan Fly over untuk Peningkatan Kinerja Lalu lintas Koridor (Studi Kasus: Jalan Soekarno Hatta Bandung) ( Kurnia, Harry dan Fajar, R Ratu )