PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK
(DALAM RUPIAH) DI PT. PLN (PERSERO)
CABANG BINJAI PADA TAHUN 2012
TUGAS AKHIR
QORIATUN MAULINA LUBIS 072407065
PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK
(DALAM RUPIAH) DI PT. PLN (PERSERO)
CABANG BINJAI PADA TAHUN 2012
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya
QORIATUN MAULINA LUBIS 072407065
PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERSETUJUAN
Judul : PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI
LISTRIK ( DALAM RUPIAH ) DI PT. PLN ( PERSERO ) CABANG BINJAI PADA TAHUN
2012
Kategori : TUGAS AKHIR
Nama : QORIATUN MAULINA LUBIS
Nomor Induk Mahasiswa : 072407065
Program Studi : DIPLOMA ( D3 ) STATISTIKA
Departemen : MATEMATIKA
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Diluluskan di
Medan, Juni 2010
Diketahui
Departemen Matematika FMIPA USU Pembimbing
Dr. Saib Suwilo, M.Sc Drs. Ujian Sinulingga, M.Si
NIP. 19640109 198803 1 004 NIP. 19560353 198403 1 004
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur Penulis panjatkan atas kehadiran Allah SWT. Atas rahmat dan ridhonya serta karunianya, sehingga penyusunan tugas akhir ini dapat berjalan dengan lancar dan diselesaikan dengan baik.
Untuk itu Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada orang ‐ orang yang telah membantu Penulis selama dalam pembuatan laporan ini.
1) Teristimewa kepada Ayahanda Syamsul Rizal Lubis dan Ibunda Faridah yang selama ini telah memberikan dorongan serta doa bagi Penulis serta bantuan berupa moril dan materiil.
2) Seluruh keluarga besar Penulis yang selalu memberikan motivasi dan semangat bagi Penulis, terutama Adinda Fatma Sari Lubis.
3) Bapak Drs. Ujian Sinulingga, M.Si, selaku Dosen Pembimbing.
4) Bapak Dr. Eddy Marlianto, M.Sc, selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
5) Bapak Dr. Saib Suwilo, M.Sc, selaku Ketua Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera.
6) Buat Drs. Dzakaria Sebayang, selaku dosen penguji 2. 7) Bapak dan Ibu Seluruh Staf Pengajar di FMIPA USU.
8) Buat teman‐teman yang tercinta Hajrul Aswat ( Arul ), Dara ( Iin ), Irene ( Iren ), Yuly ( Uli ), Mirna ( Milna ), Sartika ( Ika ), Putra ( Ciput ), Sigit ( Uya ), Aulia ( Au ), Adi ( Cipto ). 9) Buat temen‐temen anak statistik lainnya dan keluarga besar HMI FMIPA USU.
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
PERSETUJUAN ii
PERNYATAAN iii
PENGHARGAAN iv
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL vii
DAFTAR GAMBAR viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Identifikasi Masalah 2
1.3 Batasan Masalah 2
1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian 3
1.5 Lokasi Penelitian 3
1.6 Metode Penelitian 3
1.6.1 Penelitian Kepustakaan 3
1.6.2 Metode Pengumpulan Data 4
1.6.3 Analisa Data 4
1.7 Tinjauan Pustaka 5
1.8 Sistematika Penulisan 7
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Pengaruh Peramalan 8
2.2 Jenis-jenis Peramalan 9
2.2.1 Peramalan Kualitatif 9
2.2.2 Peramalan Kuantitatif 10
2.3 Pemilihan Metode Peramalan 11
2.4 Metode Pemulusan 12
2.4.1 Metode Peralatan (Average) 12
2.4.2 Metode Pemulusan (Smoothing) Eksponensial 13
2.5 Metode Peramalan yang Digunakan 13
BAB 3 SEJARAH SINGKAT BPS DAN KOTA BINJAI
3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik 17 3.1.1 Masa Pemerintah Hindia belanda 18
3.1.2 Masa Pemerintahan Jepang 18
3.1.3 Masa Kemerdekaan Republik Indonesia 19 3.1.4 Masa Orde Baru Hingga sekarang 20 3.1.5 Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik 21
3.2 Sejarah Singkat Kota Binjai 23
3.2.2 Kecamatan Binjai Kota 26
3.2.3 Kecamatan Binjai Timur 26
3.2.4 Kecamatan Binjai Utara 27
3.2.5 Kecamatan Binjai Barat 27
BAB 4 ANALISIS DATA
4.1 Pengertian Analisis data 28
4.2 Analisis Data dengan Metode Pemulusan Eksponensial Ganda: 29 Metode Linier Satu Parameter dari Brown
4.3 Penaksiran Model Persamaan 40
4.4 Penentuan Bentuk Persamaan Peramalan 46 4.5 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik 47
BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM
5.1 Microsoft Excel 49
5.2 Langkah-langkah Menentukan Forecast Dengan Metode 50 Eksponensial Smoothing Melalui Program Excel
5.3 Membuat Grafik 56
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan 58
6.2 Saran 59
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) 30 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Tabel 4.2 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 31 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,1
Tabel 4.3 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 32 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,2
Tabel 4.4 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 33 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,3
Tabel 4.5 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) 34 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,4
Tabel 4.6 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 35 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,5
Tabel 4.7 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 36 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,6
Tabel 4.8 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 37 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,7
Tabel 4.9 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 38 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,8
Tabel 4.10 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 39 di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,9
Tabel 4.11 Perbandingan Ukuran ketepatan Metode Peramalan 41 Tabel 4.12 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 42
di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Dengan α = 0,9
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 4.1 Nilai Penjualan Eenergi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) pada α = 0,9 43 Gambar 5.1 Tampilan Layar Awal Ketika Memilih Program Excel 50 Gambar 5.2 Tampilan Worksheet (Lembar Kerja) Pada Excel 51 Gambar 5.3 Nilai Penjualan Energi Listrik Selama 11 Periode 52 Gambar 5.4 Langkah-langkah Mencari Pemulusan Tunggal 53 Gambar 5.5 Langkah-langkah Mencari Pemulusan Ganda 54 Gambar 5.6 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) 55
di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Gambar 5.7 Langkah-langkah Membuat Grafik Peramaln Nilai Penjualan Energi 56 Listrik (Dalam Milyar Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Gambar 5.8 Grafik Penjualan Energi Listrik(Dalam Milyar Rupiah) 57
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
kebutuhan manusia, misalnya tanah, air, energi listrik, energi panas. Energi Listrik
merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia yang sangat dibutuhkan manusia
dalam melakukan aktifitas sehari-hari karena manusia selalu berupaya memenuhi
kebutuhan hidupnya melalui alat pelengkap yang beraneka ragam. Energi listrik juga
dapat meningkatkan kualitas hidup, juga dapat meningkatkan produktivitas usaha
yang dilakukan dimanapun.
Dari fakta yang ada saat ini bisa dilihat bagaimana listrik sangat berperan
dalam berbagai bidang kehidupan, sebagian besar alat yang dipakai baik peralatan
rumah tangga maupun peralatan industri menggunakan listrik sebagai sarana
pengoperasiannya, misal untuk keperluan audio, video, otomotif, medis dan masih
banyak bidang yang memanfaatkan energi listrik. Banyak Usaha yang dilakukan oleh
pemerintah guna mencukupi kebutuhan masyarakat dalam penyediaan energi listrik,
meningkat dan peningkatan ini harus diimbangi dalam penyediaan energi listrik
tersebut. Penyediaan energi listrik untuk masyarakat, industri dan pemerintahan
dikelola oleh PT. PLN (Persero).
Dari uraian diatas, maka penulis tertarik mengadakan penelitian tentang nilai
penjualan energi listrik (Dalam Rupiah), Dengan Judul, “PERAMALAN NILAI
PENJUALAN ENERGI LISTRIK (DALAM RUPIAH) DI PT. PLN (PERSERO)
CABANG BINJAI PADA TAHUN 2012”.
1.2Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul diatas, maka yang akan menjadi permasalahan adalah: Bagaimana
meramalkan nilai penjualan energi listrik (Dalam Rupiah) di PT. PLN (Persero)
Cabang Binjai pada tahun 2012. Dimana nilai penjualan energi listrik tiap tahunnya
dapat diketahui apakah bertambah atau berkurang.
1.3Batasan Masalah
Untuk mengarahkan tulisan ini maka perlu membuat ruang lingkup batasan
permasalahan. Batasan masalahnya adalah hanya terbatas pada analisa untuk
mengetahui tingkat kenaikan / penurunan nilai penjualan energi listrik serta
memperkirakan jumlah nilai penjualan energi listrik di PT. PLN (Persero) Cabang
1.4Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud penulis adalah untuk mengamati dan memberikan penyajian data,
yang diharapkan dapat dipergunakan seefisien mungkin bagi pihak-pihak yang
membutuhkannya untuk mengambil keputusan atau kebijakan yang dapat membangun
kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran
seberapa besarnya penjualan energi listrik pada tahun 2012.
1.5Lokasi penelitian
Penelitian atau pengumpulan data mengenai peramalan nilai penjualan energi listrik di
PT. PLN (Persero) Cabang Binjai pada tahun 2012 berdasarkan data tahun 1998-2008
1.6Metode Penelitian
Metode penulisan yang digunakan penulis adalah dengan cara sebagai berikut:
1.6.1 Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan yaitu metode pengumpulan data dan untuk memperoleh
informasi dari perpustakaan, dengan membaca buku-buku, referensi dan
bahan-bahan yang bersifat teoritis yang mendukung penulisan tugas akhir.
1.6.2 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk keperluan tugas akhir ini, penulis lakukan dengan
menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Sumatera Utara. Data yang dikumpulkan tersebut kemudian disusun dan
disajikan dalam bentuk angka-angka dengan tujuan untuk mendapatkan
gambaran yang jelas tentang sekumpulan data tersebut.
1.6.3 Analisa data
Pengolahan data untuk meramalkan nilai penjualan energi listrik (dalam
rupiah) di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai Sumatera Utara dilakukan
dengan: Menggunakan Metode Pemulusan (Smoothing) Eksponensial Ganda:
Metode Linear Satu Parameter dari Brown.
Dengan Rumus:
1 ' 1't Xt St
S
1
" 1'
"t S t S t
S
at S't
S'tS"t
2S'tS"t
t t
t S S
b ' "
1
Dimana:
S’t = nilai pemulusan eksponensial tunggal
t
S" = nilai pemulusan eksponensial ganda
= parameter pemulusan eksponensial
at, bt = konstanta pemulusan
Ft+m = hasil peramalan untuk m periode kedepan yang akan diramalkan
Xt = Nilai aktual pada periode t
1.7 Tinjauan Pustaka
Sumber bacaan atau informasi yang penulis dapatkan dalam penulisan Tugas Akhir ini
adalah :
Katalog Badan Pusat Statistik “ Sumatera Utara Dalam Angka Tahun 2002 “
menggambarkan tentang tabel Peramalan nilai penjualan energi listrik dalam Rupiah
di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai mulai Tahun 1998 sampai dengan Tahun 1999.
Katalog Badan Pusat Statistik “ Sumatera Utara Dalam Angka Tahun 2002 “
menggambarkan tentang tabel Peramalan nilai penjualan energi listrik dalam Rupiah
di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai mulai Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2001.
Katalog Badan Pusat Statistik “ Sumatera Utara Dalam Angka Tahun 2007 “
menggambarkan tentang tabel Peramalan nilai penjualan energi listrik dalam Rupiah
Katalog Badan Pusat Statistik “ Sumatera Utara Dalam Angka Tahun 2009 “
menggambarkan tentang tabel Peramalan nilai penjualan energi listrik dalam Rupiah
di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai mulai Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2008.
Buku Makridakis, 1998, “ Metode dan Aplikasi Peramalan “ menerangkan bahwa
peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau kondisi yang diperkirakan
akan terjadi pada masa yang akan datang. Ramalan tersebut dapat didasarkan atas
bermacam - macam cara yaitu Metode Pemulusan Eksponensial atau Rata - rata
Bergerak, Metode Box - Jenkins, dan Metode Regresi. Semua itu dikenal dengan
metode peramalan. Metode peramalan adalah cara untuk memperkirakan secara
kuantitatif apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dengan dasar data yang
relavan pada masa lalu. Dengan kata lain metode peramalan ini digunakan dalam
peramalan yang bersifat objektif.
Sistematika penulisan diuraikan untuk memberikan kerangka atau gambaran mengenai
tugas akhir ini, yaitu sebagai berikut:
BAB 1 : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah,
tujuan, metode penelitian, sistematika penulisan.
BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS
Bab ini menjelaskan uraian teoritis tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan
penyelesaian masalah tugas akhir.
BAB 3 : SEJARAH SINGKAT BADAN PUSAT STATISTIK
DAN KOTA BINJAI
Bab ini menjelaskan sejarah singkat tempat pengambilan data dan kota yang di pakai
dalam penulisan tugas akhir ini.
BAB 4 : ANALISIS DATA
Bab ini menguraikan data yang telah diamati dan cara penggunaan rumus yang telah
ditentukan untuk analisis data tersebut.
BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan implementasi sistem yang digunakan dalam pengelolaan yang
BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup yang merupakan kesimpulan dari pembahasan dan
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengaruh Peramalan
Peramalan (forecasting) adalah suatu kegiatan yang memperkirakan apa yang akan
terjadi pada masa yang akan datang. Peramalan penjualan adalah peramalan yang
mengaitkan berbagai asumsi yang berhubungan dengan tindakan-tindakan yang perlu
diambil serta dapat mempengaruhi permasalahan arus penjualan yang akan terjadi.
Peramalan diperlukan karena adanya perbedaan waktu antara keadaan yang akan
dibutuhkannya suatu kebijakan baru. Apabila Perbedaan waktu tersebut panjang, maka
peran peramalan akan menjadi penting dan sangat dibutuhkan, terutama dalam
penentuan kapan terjadi suatu peristiwa sehingga dapat dipersiapkan tindakan yang
diperlukan.
Kegunaan peramalan dalam suatu penelitian tersebut dapat dilihat ketika
memperkirakan situasi dan kondisi yang akan terjadi dari sesuatu yang diteliti untuk
masa yang akan datang setelah situasi tersebut dianalisis. Peramalan merupakan suatu
alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien. Dalam hal ini
lembaga, terdapat perbedaan waktu antara kegiatan apa saja yang perlu dilakukan,
kapan waktu pelaksanaan, dan dilaksanakan oleh siapa. Perencanaan dan peramalan
sangat erat kaitannya, hal ini dapat dilihat dalam penyusunan rencana, Dimana dalam
penyusunan ini melibatkan peramalan juga.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peramalan merupakan dasar untuk
menyusun rencana karena dapat membantu menganalisis data dari masa lalu, sehingga
melalui metode peramalan akan didapat cara pemikiran dan pengerjaan yang teratur
dan terarah serta perencanaan yang sistematis hingga memberikan ketepatan hasil
analisis.
2.2 Jenis-jenis Peramalan
Menurut Makridakis, Wheelright, dan McGee (1999), berdasarkan sifatnya peramalan
dibedakan atas 2 teknik peramalan.
2.2.1 Peramalan Kualitatif
Peramalan kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa
lalu. Hasil Peramalan yang dibuat sangat tergantung pada orang yang menyusunnya.
Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pendapat dan
2.2.2 Peramalan Kuantitatif
Peramalan kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif masa
lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang dipergunakan
dalam peramalan tersebut.
Baik tidaknya metode yang dipergunakan oleh perbedaan atau penyimpangan
anatra hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi dapat dilihat dari semakin kecil
penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi maka semakin baik
pula metode yang digunakan.
Peramalan Kuantitatif dapat digunakan bila memenuhi syarat sebagi berikut:
a. Adanya informasi (data) tentang masa lalu.
b. Informasi tersebut dapat dikuantitatifakan dalam bentuk data numerik.
c. Informasi tersebut dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu
akan terus berlanjut dimasa yang akan datang dan kondisi ini disebut
dengan kondisi yang konstan.
Metode-metode peramalan dengan analisis deret waktu dibagi tiga yaitu:
a. Metode pemulusan (Smoothing)
b. Metode Box Jenkins
2.3 Pemilihan Metode Peramalan
Dalam memilih metode peramalan, perlu diketahui telebih dahulu ciri-ciri penting
dalam pengambilan keputusan dan analisis keadaan dalam mempersiapkan peramalan.
Ada enam faktor utama yang diidentifikasi sebagai teknik dan metode peramalan,
yaitu:
a. Horizon waktu
Ada dua aspek dari horizon waktu yang berhubungan dengan masing-masing
metode peramalan, yaitu cakupan waktu dimasa yang akan datang dan jumlah
periode untuk peramalan yang diinginkan.
b. Pola Data
Dasar utama dari metode peramalan adalah anggapan bahwa macam pola yang
didapati di dalam data yang diramalkan akan berkalanjutan.
c. Model
Model-model merupakan suatu deret dimana waktu digambarkan sebagai
unsur yang penting untuk perubahan-perubahan dalam pola. Model-model
perlu diperhatikan karena masing-masing model mempunyai kemampuan
yang berbeda dalam analisis keadaan untuk pengambilan keputusan.
d. Biaya yang Dibutuhkan
Umumnya ada empat biaya yang tercakup dalm penggunaan suatu prosedur
penelitian, yaitu biaya-biaya penyimpangan (storage) data, operasi
pelaksanaan, kesempatan dalam penggunaan dalam teknik-teknik dan metode
e. Ketepatan Pemulusan
Tingkat ketepatan yang dibutuhkan sangat erat kaitannya dengan tingkat
perincian yang dibutuhkan.
f. Kemudahan dan Penerapan
Metode-metode yang dimengerti dan mudah diaplikasikan sudah merupakan
prinsip umum dalam pengambilan keputusan.
2.4 Metode Pemulusan (Smoothing)
Metode pemulusan (smoothing) adalah metode peramalan dengan mengadakan
penghalusan atau pemulusan terhadap data masa lalu yaitu dengan mengambil
rata-rata dari nilai beberapa tahun untuk menaksir nilai pada tahun yang akan datang.
Secara umum metode pemulusan (smoothing) dapat digolongkan menjadi beberapa
bagian.
2.4.1 Metode Perataan (Average)
a. Nilai tengah (Mean)
b. Rata-rata bergerak Tunggal (Single Moving Average)
c. Rata-rata bergerak Ganda (Double Moving Average)
2.4.2 Metode Pemulusan (Smoothing) Eksponensial
a. Pemulusan (smoothing) eksponensial tunggal
b. Pemulusan (smoothing) eksponensial ganda, yang terdiri atas:
1. Metode linier satu parameter dari Brown
2. Metode dua parameter dari Holt
2.5 Metode Peramalan yang Digunakan
Untuk mendapatkan hasil yang baik dan tepat maka harus diketahui dan digunakan
metode peramalan yang tepat. Dalam meramalkan banyaknya energi listrik yang
disalurkan dan dijual pada tahun 2012 berdasarkan data tahun 1998-2008 PT. PLN
(Persero) Cabang Binjai, maka penulis menggunakan Metode Smoothing
Eksponensial Ganda yaitu “Smoothing Eksponential Linier Satu Parameter dari
Brown”.
Secara umum prosedur Metode Eksponensial Smoothing Ganda yaitu
Smoothing Eksponensial Ganda yaitu Smoothing Eksponensial Linier Satu Parameter
dari Brown dapat diterangkan melalui persamaan berikut ini:
1
' 1't Xt S t
S
1
" 1'
"t S t S t
S
t t
t tt
t S S S S S
a ' ' " 2 ' "
t t
t S S
b ' "
1
m b a
Dimana,
S’t = nilai pemulusan eksponensial tunggal
t
S" = nilai pemulusan eksponensial ganda
= parameter pemulusan eksponensial
at, bt = konstanta pemulusan
Ft+m = hasil peramalan untuk m periode kedepan yang akan diramalkan.
Xt = Nilai aktual pada periode t
Metode yang memberikan hasil ramalan secara tepat belum tentu tepat untuk
meramalkan data yang lain. Dalam peramalan time series, metode peramalan terbaik
adalah metode yang memenuhi kriteria ketepatan ramalan. Kriteria ini berupa Mean
Square Error (MSE). Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan Mean Absolute
Daviation (MAD).
Berikut ini adalah beberapa keriteria yang digunakan untuk menguji nilai
ramalan yaitu:
a. Nilai Tengah Kesalahan (Mean Error), dirumuskan dengan :
n e ME
n
i i
b. Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat (Mean Square Error), dirumuskan dengan: n e MSE n i i
1c. Nilai Tengah Kesalahan Absolute (Mean Absolute Error), dirumuskan dengan:
n e MAE n i i
1d. Nilai Tengah Kesalahan Persentase Error (Mean Absolute Percentage Error),
dirumuskan dengan: n PE MAPE n i i
1e. Kesalahan Persentase (Percentage Erro ), dirumuskan dengan:
n PE MPE n i i
1f. Jumlah Kuadrat Kesalahan (Sum Square Error), dirumuskan dengan:
di mana:
Xi – Fi = kesalahan pada periode ke-i
Xi = data aktual pada periode ke-i
Fi = nilai ramalan pada periode ke-i
n = banyaknya periode waktu
BAB 3
SEJARAH SINGKAT BPS DAN KOTA BINJAI
3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) propinsi Indonesia merupakan lembaga
pemerintahan non departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung
kepada Presiden.
Badan Pusat Statistik ini sudah berdiri sejak Indonesia dijajah oleh Bangsa
Belanda. Banyak perubahan yang terjadi dalam BPS sejak berdiri, baik pada masa
pemerintahan Hindia Belanda, Jepang, masa kemerdekaan, masa orde baru, hingga
sekarang ini.
3.1.1 Masa Pemerintahan Hindia Belanda
Pada bulan Februari tahun1920, kantor statistik didirikan pertama kali oleh Direktur
Pertanian, Kerajinan, dan Perdagangan (Direktur Van Land Buw Nijeverheid En
Hundel) dan berkedudukan di Bogor. Kantor ini bertugas untuk mengolah dan
Pada Tahun 1923, dibentuk suatu komisi untuk statistik yang anggotanya
merupakan wakil dari tiap-tiap departemen. Komisi tersebut diberikan tugas untuk
merencanakan tindakan-tindakan yang sejauh mungkin untuk mencapai kesatuan
dalam kegiatan statistik Indonesia.
Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama
central Kantor Voor De Statistic (CKS ) atau kantor statistik dipindahkan ke Jakarta.
Kemudian beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula
dilakukan oleh kantor Invoer Uitvoer en Accijnsen (IUA) yang sekarang disebut
sebagai kantor bea cuka
3.1.2 Masa Pemerintahan Jepang
Pada bulan Juni tahun 1944 Pemerintahan Jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan
statistik yang utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang dan militer.
Pada masa ini CKS diganti menjadi Shomubu Chosasitu Gunseikanbu.
3.1.3 Masa Kemerdekaan Republik Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945,
kegiatan statistik ditangani oleh lembaga atau instansi baru sesuai dengan suasana
Indonesia). Tahun 1946, KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta sebagai sekuens dari
Perjanjian Linggarjati. Sementara Pemerintahan Belanda (NICA) di Jakarta
mengaktifkan kembali CKS. Berdasarkan surat edaran kementerian kemakmuran
tanggal 12 Juli 1950 nomor 20/S. C, KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor
Pusat Statistik (KPS) yang bertanggung jawab pada kemakmuran.
Dengan surat Menteri Perekonomian tanggal 1 Maret 1952 nomor P/44,
lembaga KPS bertanggungjawab kepada perekonomian. Kemudian keputusan Menteri
Perekonomian tanggal 24 Desember 1953 nomor 18.009/M, KPS dibagi menjadi dua
bagian Penyelenggara tata usaha yang disebut Afdeling B.
Dengan keputusan Presiden nomor 131 tahun 1957, kementerian ekonomi
dipecah menjadi kementerian perdagangan dan kementerian perindustrian. Kemudian
Keputusan presiden nomor 172 tahun1957 terhitung mulai 1 Juni 1957, KPS diubah
menjadi Biro Pusat Statistik dan seluruh hal yang berhubungan dengan statistik
menjadi tanggung jawab dan wewenang menteri.
3.1.4 Masa Orde Baru Sampai Sekarang
Pada pemerintahan orde baru khususnya untuk memenuhi kebutuhan perencanaan dan
evaluasi pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang handal, lengkap, tepat,
akurat dan terpercaya mulai diadakan pembenaran organisasi Biro Pusat Statistik.
Dalam Masa Orde Baru ini Badan Pusat Statistik telah mengalami empat kali
1. Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 1968 tentang Organisasi Badan Pusat
Statistik.
2. Peraturan Pemerintah nomor 6 tahun 1980 tentang organisasi Badan Pusat
Statistik.
3. Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas, fungsi,
susunan dan tata kerja Biro Pusat Statistik.
4. Undang-undang nomor 16 tahun 1997 tentang statistik.
5. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 86 tahun1998 tentang Badan
Pusat Statistik.
6. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik nomor 100 tahun 1998 tentang
organisasi dan tenaga kerja Badan Pusat Statistik.
7. Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik.
Pada Tahun 1968 ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 1968 yaitu
mengatur organisasi dan tata kerja di pusat dan daerah. Tahun 1980 Peraturan
Pemerintah nomor 6 tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti Peraturan
Pemerintah nomor 16 tahun 1968, di setiap provinsi terdapat perwakilan Badan Pusat
Statistik. Pada tanggal 19 Mei 1997 ditetapkan statistik sebagai pengganti
undang-undang nomor 6 dan nomor 7 tentang sensus dan statististik, pada tanggal 17 Juni
1998 dengan Keputusan Presiden Statistik, ditetapkan untuk mengatur tata kerja dan
3.1.5 Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik
Organisasi merupakan suatu fungsi manajemen yang mempunyai peranan dan
kegiatan langsung instansi sosial yang terdiri diantara individu-individu dalam rangka
kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi
perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat
keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan
adanya struktur organisasi, maka spesifikasi dan pemisahan tugas dari para pegawai/
staf tersebut juga akan semakin jelas.
Struktur organisasi yang ditetapkan di kantor Badan Pusat Statistik
mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi kegiatan, sentralisasi dan
desentralisasi dalam pembuatan keputusan yang menunjukkansuatu kelompok kerja.
Adapun tujuan dari Struktur Organisasi ini dan staf di kantor Badan Pusat
Statistik provinsi Sumatera Utara adalah:
1. Pengkoordinasian, yaitu memungkinkan komunikasi integrasi berbagai
departemen dan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain.
2. Pemberian saran, yaitu memberikan saran atau membuat rekomendasi bagi
manajemen.
3. Pembuatan keputusan, yaitu membuat keputusan-keputusan dan mengamati
bagaimana pelaksanaan dari keputusan tersebut.
Adapun bagian-bagian atau struktur organisasi Badan Pusat Statistik provinsi
Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 86 tahun 1998 menetapkan Badan Pusat
Statistik sebagaimana dalam lampiran organisasi kantor Badan Pusat Statistik provinsi
Sumatera Utara dipimpin oleh seorang Kepala Kantor.
Kepala Kantor dibantu bagian tata usaha yang terdiri dari:
1. Sub Bagian Urusan Dalam
2. Sub Bagian Perlengkapan
3. Sub Bagian Keuangan
4. Sub Bagian Kepegawaian
5. Sub Bagian Bina Potensi/ Bina Program
Sedangkan bidang penunjang statistik terdiri dari lima bidang, yaitu:
1. Bidang Statistik Produksi
Bidang Statistik Produksi bertugas untuk melaksanakan kegiatan statistic
pertanian, industri, konstruksi, pertambangan dan energi.
2. Bidang Statistik Distribusi
Bidang Statistik Distribusi bertugas untuk melaksanakan kegiatan statistik
konsumen dan perdagangan besar, statistic keuangan dan harga produsen serta
niaga dan jasa.
3. Bidang Statistik Sosial
Bidang Statistik Sosial bertugas untuk melaksanakan kegiatan demografi dan
rumah tangga, ketenagakerjaan, dan statistik kesejahteraan.
Bidang ini bertugas untuk menyiapkan data, menyusun sistem, dan program
serta operasional pengolahan data dengan komputer.
5. Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Bidang ini bertugas untuk menyusun neraca produksi, neraca konsumsi, dan
akumulasi penyajian analisis serta kegiatan penerapan statistic
3.2 Sejarah Singkat Kota Binjai
Berdasarkan penuturan para Orang Tua yang dianggap mengetahui asal mulanya
Binjai, yang saat ini menjadi Kota Binjai, dahulunya adalah sebuah kampung kecil
yang berada di pinggir sungai Bingai. Binjai sebenarnya adalah nama suatu pohon
besar, rindang tumbuh dengan kokoh di tepi sungai Bingai yang bermuara di sungai
Wampu. Pada tahun 1823 Gubernur Inggris berkedudukan dipulau penang mengutus
Jhon Anderson untuk pergi ke pesisir Sumatera Timur dan dicatatannya disebutkan
kampung yang bernama Ba Bingai (menurut buku Mission To The Eastcoau of
Sumatera Edinburg 1926). Sebenarnya sejak tahun 1822 Binjai telah dijadikan
Bandar/Pelabuhan dimana hasil pertanian lada yang di ekspor, yang berasal dari
perkebunan Lada di sekitar Ketapangai (Pungai) atau Kelurahan kebun Lada/Damai.
Perkembangan zaman terus berjalan, pada tahun 1864 daerah Deli dicoba
ditanami tembakau oleh Pioner Belanda J.Nienkyis dan 1866 didirikan Deli
Maatschappiy. Usaha Untuk menguasai Tanah Deli oleh orang Belanda tidak
terkecuali dengan menggunakan politik pecah belah melalui pengangkatan
mau bekerjasama dengan Belanda bahkan melakukan perlawanan. Bersamaan dengan
itu Datuk Sunggal tidak menyetujui pemberian konsensi tanah kepada perusahaan
Rotterdanmy oleh Sultan Deli karena tanpa persetujuan. Di bawah kepemimpinan
Datuk Sunggal bersama rakyatnya di Timbang Langkat (Binjai) dibuat benteng
pertahanan untuk menghadapi Belanda.
Dengan tindakan Datuk Sunggal ini Belanda merasa terhina dan
memerintahkan Kapten Koops untuk menumpas para Datuk yang menetang belanda.
Dan pada 17 Mei 1872 terjadilah pertempuran antara Datuk/masyarakat dengan
Belanda. Peristiwa inilah yang menjadi sejarah dan dititetapkan sebagai hari jadi kota
Binjai. Perjuangan para Datuk/rakyat terus berkobar dan pada akhirnya pada 24
Oktober 1872 Datuk Kocik, Datuk Jalil dan Sulung Barat dapat ditangkap Belanda
dan kemudian pada tahun 1873 dibuang ke Cilacap. Pada Tahun1917 oleh pemerintah
Belnda dikeluarkan Instelling Ordonantie No. 12 dimana Binjai dijadikan Gemente
dengan luas 267 Ha.
Pada Tahun 1942-1945 Binjai dengan pemerintahan Jepang dengan kepala
pemerintahannya adalah Kagujawa dengan sebutan Guserbu dan pada tahun
1944/1945 Pemerintah Kota dipimpin oleh Ketua Dewan Eksekutif J.Runnasbi dengan
anggota Dr. RM Djulham, Natangsa Sembiring, dan Tan Hong Poh.
Pada tahun 1945 (saat revolusi) sebagai kepala pemerintahann Binjai adalah
RM. Ibnu dan pada tanggal 29 oktober 1945 T. Amir Hamzah diangkat menjadi
Residen langkat oleh komite Nasional dan pada masa pemerintahan Belanda tahun
Walikota Binjai pada tahun 1948-1950 pemerintahan Kota Binjai dipegang oleh Asc
Moree. Tahun 1950-1956 Binjai menjadi Kota Administratif Kabupaten Langkat dan
sebagai walikota adalah OK Salamuddin kemudian T. Ubaidullah Tahun 1553-1956.
Berdasarkan Undang-undang darurat No. 9 Tahun 1956 Kota Binjai menjadi otonom
Kotapraja dengan walikota pertama SS. Parumuhan.
Dalam Perkembangannya Kota Binjai sebagai salah szatu daerah tingkat II di
Provinsi Sumatera Utara telah membenahi dirinya dengan melakukan pemekaran
wilayahnya. Semenjak ditetapkannya peraturan pemerintah No. 10 tahun 1986
wilayah kota daerah kota Binjai telah diperluas menjadi 90,23 km2 dengan 5 wilayah
kecamatan yang terdiri dari 11 desa dan 19 kelurahan. Setelah diadakan pemecahan
desa dan kelurahan pada Tahun 1993 maka jumlah desa menjadi 17 dan kelurahan
menjadi 20. Perubahan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor
140-1395/SK/1993 Tanggal 3 juni 193 tentang pembentukan 6 desa persiapan dan 1
kelurahan persiapan Kota Binjai Berdasarkan SK Gubernur Sumatera Utara No.
146/2624/SK/1996 tanggal Agustus 1996, 17 desa menjadi kelurahan.
3.2.1 Kecamatan Binjai Selatan
Kelurahan Tanha Merah
Kelurahan Binjai Estate
Kelurahan tanah Seribu
Kelurahan Pujidadi
Kelurahann Rambung Barat
Kelurahan Rambung Timur
Kelurahan Bhakti Karya
3.2.2 Kecamatan Binjai Kota
Kelurahan Berngam
Kelurahan Satria
Kelurahan Setia
Kelurahan Kartini
Kelurahan Tangsi
Kelurahan Binjai
Kelurahan Pekan Binjai
3.2.3 Kecamatan Binjai Timur
Kelurahan Mencirim
Kelurahan Tunggorono
Kelurahan Timbang langkat
Kelurahan Tanah Tinggi
Kelurahan Sumber muliorejo
Kelurahan Sumber karya
3.2.4 Kecamatan Binjai Utara
Kelurahan Pahlawan
Kelurahan Jatinegara
Kelurahan Nangka
Kelurahan Jati Karya
Kelurahan Damai
Kelurahan Kebun Lada
Kelurahan Cengkeh Turi
Kelurahan Jati Makmur
Kelurahan Jati Utomo
3.2.5 Kecamatan Binjai Barat
Kelurahan Bandar Sinembah
Kelurahan Limau Mungkur
Kelurahan Limau Sundai
Kelurahan Paya Roba
Kelurahan Suka Maju
BAB 4
ANALISIS DATA
4.1 Pengertian Analisis Data
Analisis data dapat diartikan sebagai penjabaran atas pengukuran atau pengolahan
data kuantitatif menjadi suatu penyajian yang mudah dimengerti dan menguraikan
suatu masalah secara keseluruhan. Analisis atau pengolahan data sangat diperlukan
dalam memecahkan suatu permasalahan.
Data yang akan dianalis oleh penulis adalah data per tahun nilai penjualan
energi listrik PT. PLN (Persero) Cabang Bnjai yang dimulai dari tahun 1998 samapi
dengan 2008. Metode yang digunakan untuk menganalisis data tersebut adalah metode
4.2 Analisis Data dengan Metode Pemulusan Eksponensial Ganda: Metode
Linier Satu Parameter dari Brown
Langah-langkah yang ditempuh untuk menentukan bentuk persamaan peramalan
dengan menggunakan metode pemulusan eksponensial ganda: metode linier satu
parameter dari Brown adalah:
1. Menentukan harga parameter pemulusan (smoothing) eksponensial ganda yang
besarnya 0<<1.
2. Menghitung harga pemulusan eksponensial tunggal dengan menggunakan
persamaan:
1
' 1't Xt St
S
3. Menghitung harga pemulusan eksponensial ganda dengan menggunakan
persamaan:
1
" 1'
"t S t S t
S
4. Menghitung koefisien at dan bt dengan menggunakan persamaan:
t t
t tt
t S S S S S
a ' ' " 2 ' "
t t
t S S
b ' "
1
5. Menghitung trend peramalan (Ftm) dengan menggunakan persamaan:
m b a
Tabel 4.1 Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Binjai
Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara
No Tahun
Nilai Penjualan
(Milyar Rupiah)
1 1998 72,98
2 1999 85,05
3 2000 118,83
4 2001 156,50
5 2002 221,86
6 2003 306,92
7 2004 340,05
8 2005 351,75
9 2006 369,61
10 2007 406,70
Tabel 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,1
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98
1999 2 85,05 74,19 73,10 75,27 0,12
2000 3 118,83 78,65 73,66 83,65 0,56 75,39 43,44 1.886,69 2001 4 156,50 86,44 74,93 97,94 1,28 84,20 72,30 5.227,02
2002 5 221,86 99,98 77,44 122,52 2,50 99,22 122,64 15.041,41 2003 6 306,92 120,67 81,76 159,58 4,32 125,02 181,90 33.086,41
2004 7 340,05 142,61 87,85 197,37 6,08 163,91 176,14 31.026,31 2005 8 351,75 163,52 95,41 231,63 7,57 203,46 148,29 21.990,18 2006 9 369,61 184,13 104,29 263,98 8,87 239,20 130,41 17.006,20
2007 10 406,70 206,39 114,50 298,28 10,21 272,85 133,85 17.915,41
2008 11 474,32 233,18 126,37 340,00 11,87 308,49 165,83 27.498,57
1.174,79 170.678,19
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,1; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2= 170.678,19 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,2
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98
1999 2 85,05 75,39 73,46 77,33 0,48
2000 3 118,83 84,08 75,59 92,58 2,12 77,81 41,02 1.682,80
2001 4 156,50 98,56 80,18 116,95 4,60 94,70 61,80 3.819,29
2002 5 221,86 123,22 88,79 157,66 8,61 121,54 100,32 10.063,41
2003 6 306,92 159,96 103,03 216,90 14,23 166,27 140,65 19.783,62
2004 7 340,05 195,98 121,62 270,34 18,59 231,14 108,91 11.862,30
2005 8 351,75 227,13 142,72 311,55 21,10 288,94 62,81 3.945,60
2006 9 369,61 255,63 165,30 345,96 22,58 332,65 36,96 1.365,84
2007 10 406,70 285,84 189,41 382,28 24,11 368,54 38,16 1.456,24
2008 11 474,32 323,54 216,24 430,84 26,83 406,39 67,93 4.615,09
658,57 58.594,19
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,2; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2 1=58.594,19 =
TABEL 4.3
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,3
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98 1999 2 85,05 76,60 74,07 79,14 1,09 2000 3 118,83 89,27 78,63 99,91 4,56 80,22 38,61 1.490,58 2001 4 156,50 109,44 87,87 131,01 9,24 104,47 52,03 2.706,80 2002 5 221,86 143,17 104,46 181,87 16,59 140,25 81,61 6.660,15 2003 6 306,92 192,29 130,81 253,77 26,35 198,46 108,46 11.763,67 2004 7 340,05 236,62 162,55 310,69 31,74 280,12 59,93 3.591,11 2005 8 351,75 271,16 195,13 347,18 32,58 342,43 9,32 86,87 2006 9 369,61 300,69 226,80 374,59 31,67 379,76 -10,15 103,12 2007 10 406,70 332,50 258,51 406,48 31,71 406,25 0,45 0,20 2008 11 474,32 375,04 293,47 456,62 34,96 438,19 36,13 1.305,41
376,37 27.707,91
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,3; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2= 27.707,91 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,4
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2 1998 1 72,98 72,98 72,98 1999 2 85,05 77,81 74,91 80,70 1,93 2000 3 118,83 94,22 82,63 105,80 7,72 82,64 36,19 1.310,01 2001 4 156,50 119,13 97,23 141,03 14,60 113,52 42,98 1.847,07 2002 5 221,86 160,22 122,43 198,02 25,20 155,63 66,23 4.386,85 2003 6 306,92 218,90 161,02 276,79 38,59 223,21 83,71 7.007,03 2004 7 340,05 267,36 203,55 331,17 42,54 315,37 24,68 608,89 2005 8 351,75 301,12 242,58 359,65 39,02 373,70 -21,95 481,98 2006 9 369,61 328,51 276,95 380,07 34,37 398,68 -29,07 844,96 2007 10 406,70 359,79 310,09 409,49 33,13 414,45 -7,75 60,04 2008 11 474,32 405,60 348,29 462,91 38,21 442,62 31,70 1.004,67
226,71 17.551,49
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,4; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2=17.551,49 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,5
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98
1999 2 85,05 79,02 76,00 82,03 3,02
2000 3 118,83 98,92 87,46 110,39 11,46 85,05 33,78 1.141,09
2001 4 156,50 127,71 107,59 147,84 20,13 121,85 34,65 1.200,80
2002 5 221,86 174,79 141,19 208,39 33,60 167,96 53,90 2.904,94
2003 6 306,92 240,85 191,02 290,69 49,83 241,99 64,93 4.216,47
2004 7 340,05 290,45 240,74 340,17 49,72 340,52 -0,47 0,22
2005 8 351,75 321,10 280,92 361,28 40,18 389,88 -38,13 1.454,17
2006 9 369,61 345,36 313,14 377,57 32,22 401,47 -31,86 1.014,81
2007 10 406,70 376,03 344,58 407,47 31,45 409,79 -3,09 9,56
2008 11 474,32 425,17 384,88 465,47 40,30 438,92 35,40 1.253,25
149,11 13.195,32
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,5; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2=13.195,32 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,6
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98 1999 2 85,05 80,22 77,33 83,12 4,35 2000 3 118,83 103,39 92,96 113,81 15,64 87,46 31,37 983,83 2001 4 156,50 135,25 118,34 152,17 25,38 129,45 27,05 731,79 2002 5 221,86 187,22 159,67 214,77 41,33 177,55 44,31 1.963,62 2003 6 306,92 259,04 219,29 298,79 59,62 256,10 50,82 2.582,87 2004 7 340,05 307,65 272,30 342,99 53,01 358,41 -18,36 337,18 2005 8 351,75 334,11 309,39 358,83 37,08 396,00 -44,25 1.958,20 2006 9 369,61 355,41 337,00 373,82 27,61 395,91 -26,30 691,86 2007 10 406,70 386,18 366,51 405,86 29,51 401,43 5,27 27,75 2008 11 474,32 439,07 410,04 468,09 43,53 435,37 38,95 1.517,31
108,86 10.794,39
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,6; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2= 10.794,39 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,7
Tahun Periode Xt St S"t at bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98 1999 2 85,05 81,43 78,89 83,96 5,91 2000 3 118,83 107,61 99,00 116,22 20,10 89,88 28,95 838,22 2001 4 156,50 141,83 128,98 154,68 29,99 136,33 20,17 407,03 2002 5 221,86 197,85 177,19 218,51 48,21 184,67 37,19 1.383,04 2003 6 306,92 274,20 245,10 303,30 67,91 266,72 40,20 1.615,86 2004 7 340,05 320,29 297,74 342,85 52,64 371,21 -31,16 970,84 2005 8 351,75 342,31 328,94 355,69 31,20 395,49 -43,74 1.913,43 2006 9 369,61 361,42 351,68 371,17 22,74 386,89 -17,28 298,65 2007 10 406,70 393,12 380,68 405,55 29,01 393,90 12,80 163,79 2008 11 474,32 449,96 429,18 470,74 48,49 434,56 39,76 1.581,19
86,89 9.172,05
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,7; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2=9.172,05 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,8
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98
1999 2 85,05 82,64 80,70 84,57 7,72
2000 3 118,83 111,59 105,41 117,77 24,71 92,29 26,54 704,27
2001 4 156,50 147,52 139,10 155,94 33,68 142,48 14,02 196,63
2002 5 221,86 206,99 193,41 220,57 54,32 189,62 32,24 1.039,25
2003 6 306,92 286,93 268,23 305,64 74,82 274,89 32,03 1.026,18
2004 7 340,05 329,43 317,19 341,67 48,96 380,46 -40,41 1.632,63
2005 8 351,75 347,29 341,27 353,30 24,08 390,62 -38,87 1.511,17
2006 9 369,61 365,15 360,37 369,92 19,10 377,38 -7,77 60,42
2007 10 406,70 398,39 390,79 405,99 30,42 389,02 17,68 312,43
2008 11 474,32 459,13 445,46 472,80 54,68 436,41 37,91 1.437,26
73,37 7.920,24
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,8; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2= 7.920,24 =
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,9
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98
1999 2 85,05 83,84 82,76 84,93 9,78
2000 3 118,83 115,33 112,07 118,59 29,32 94,71 24,12 581,97
2001 4 156,50 152,38 148,35 156,41 36,28 147,91 8,59 73,86
2002 5 221,86 214,91 208,26 221,57 59,90 192,69 29,17 850,75
2003 6 306,92 297,72 288,77 306,67 80,52 281,47 25,45 647,58
2004 7 340,05 335,82 331,11 340,52 42,34 387,18 -47,13 2.221,44
2005 8 351,75 350,16 348,25 352,06 17,14 382,86 -31,11 967,89
2006 9 369,61 367,66 365,72 369,61 17,47 369,20 0,41 0,17
2007 10 406,70 402,80 399,09 406,50 33,37 387,08 19,62 385,06
2008 11 474,32 467,17 460,36 473,98 61,27 439,87 34,45 1.186,84
63,57 6.915,55 Sumber: Perhitungan
Untuk α = 0,9; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2= 6.915,55 =
4.3 Penaksiran Model Persamaan
Dalam mengolah data pada tabel 4.1, penulis menggunakan metode peramalan dengan
metode pemulusan eksponensial ganda satu parameter dari Brown. Untuk memenuhi
perhitungan eksponensial tunggal, ganda dan ramalan yang akan datang, maka kita
harus menentukan parameter nilai terlebih dahulu yang biasa digunakan dengan cara
trial and error atau coba dan salah. Nilai yang dipilih dari 0<<1 yang kemudian
dihitung Mean Square Error ( MSE ) yang merupakan suatu ukuran ketepatan
perhitungan dengan mengkuadratkan masing- masing elemen dalam sebuah susunan
data dan kemudian dicoba nilai yang lain seperti pada tabel 4.2 sampai dengan tabel
4.10.
Untuk menghitung nilai MSE pertama, dicari terlebih dahulu error yang
merupakan hasil dari data asli dikurang hasil ramalan. Lalu tiap error dikuadratkan
dan dibagi dengan banyaknya error. Secara matematis rumus MSE adalah sebagai
berikut:
n e MSE
n
i i
Kemudian nilai-nilai MSE yang telah kita peroleh kita dapat melihat nilai yang
memberikan nilai MSE yang paling kecil. Perbandingan ukuran ketepatan metode
peramalan nilai penjualan energi listrik di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai dengan
[image:50.595.108.488.278.578.2]melihat MSE adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11 Perbandingan Ukuran ketepatan Metode Peramalan
MSE
0,1 18.964,24
0,2 6510,47
0,3 3078,65
0,4 1950,17
0,5 1.466,15
0,6 1.199,38
0,7 1.019,17
0,8 880,027
0,9 768,39
Sumber: Perhitungan
Dari table 4.11 di atas dapat dinilai bahwa MSE yang paling kecil terdapat pada =
Dengan demikian maka tabel peramalan nilai penjualan energi listrik yang dipakai adalah pada saat α = 0,9
TABEL 4.2
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Dengan α=0,9
Tahun Periode Xt St S"t At bt Ft+m e e2
1998 1 72,98 72,98 72,98
1999 2 85,05 83,84 82,76 84,93 9,78
2000 3 118,83 115,33 112,07 118,59 29,32 94,71 24,12 581,97
2001 4 156,50 152,38 148,35 156,41 36,28 147,91 8,59 73,86
2002 5 221,86 214,91 208,26 221,57 59,90 192,69 29,17 850,75
2003 6 306,92 297,72 288,77 306,67 80,52 281,47 25,45 647,58
2004 7 340,05 335,82 331,11 340,52 42,34 387,18 -47,13 2.221,44
2005 8 351,75 350,16 348,25 352,06 17,14 382,86 -31,11 967,89
2006 9 369,61 367,66 365,72 369,61 17,47 369,20 0,41 0,17
2007 10 406,70 402,80 399,09 406,50 33,37 387,08 19,62 385,06
2008 11 474,32 467,17 460,36 473,98 61,27 439,87 34,45 1.186,84
63,57 6.915,55 Sumber: Perhitungan
Untuk α = 0,9; n = 9
n i i e SSE 1 2 dan n e MSE n i i
1 2= 6.915,55 =
Dengan demikian kesalahan yang diperoleh dari perincian data ramalan banyaknya
energi listrik yang disalurkan pada = 0,9 diatas adalah :
a. Nilai Tengah Kesalahan (Mean Error), dirumuskan dengan :
n e ME n i i
1 n 57 , 63 7,06
b. Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat (Mean Square Error), dirumuskan dengan:
n e MSE n i i
1 9 55 , 915 . 6 768,39
c. Nilai Tengah Kesalahan Absolute (Mean Absolute Error), dirumuskan dengan:
n e MAE n i i
1 9 05 , 220 24,45
d. Nilai Tengah Kesalahan Persentase Error (Mean Absolute Percentage Error), dirumuskan dengan: n PE MAPE n i i
1 9 12 , 82 9,12
e. Nilai Tengah Kesalahan Persentase ( Mean Percentage Error), dirumuskan dengan:
n PE MAPE n i i
1 9 72 , 36 4,08
f. Jumlah Kuadrat Kesalahan (Sum Square Error), dirumuskan dengan:
n i i i F X SSE 1 24.4 Penentuan Bentuk Persamaan Peramalan
Melalui cara trial and error dengan 0<<1, telah diperoleh perhitungan peramalan
pemuusan eksponensial linier satu parameter dari Brown dengan = 0,9, sehingga
dapat ditentukan bentuk persamaan peramalan untuk periode-periode berikutnya.
Seperti pada bab 2 landasan teori, persamaan yang dipakai untuk perhitungan adalah
sebagai berikut:
1
' 1't Xt S t
S
1
" 1'
"t S t S t
S
t t
t tt
t S S S S S
a ' ' " 2 ' "
t t
t S S
b ' "
1
m b a
Ftm t t
Berdasarkan perhitungan data terakhir yang menggunakan = 0,9, dapat diperoleh
persamaan peramalan untuk periode berikutnya yaitu:
m b a
Ftm t t
mFtm 473,9861,27
4.5 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik
Setelah diperoleh persamaan peramalan nilai penjualan energi listrik, maka dapat
dihitung nilai penjualan energi listrik untuk dua periode berikutnya, yaitu untuk tahun
2009-2012, seperti dibawah ini:
a. Untuk periode ke 12 (tahun 2009) dan b. Untuk periode ke 13 (tahun 2010)
mFtm 473,9861,27 Ftm 473,9861,27
mF112 473,9861,27(2)
25 , 535 12
F F13 596,52
c. Untuk periode ke 14 (tahun 2011) d. Untuk periode ke 15 (tahun 2012)
Ftm 473,9861,27
m) 3 ( 27 , 61 98 , 473 3
11
F F114 473,9861,27(4)
79 , 657 14
F F14 719,06
) 1 ( 27 , 61 98 , 473 1
11
F
[image:57.595.106.509.222.369.2]
Sehingga dapat diperinci seperti tabel dibawah ini:
Tabel 4.13
Peramalan Nilai Penualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah)
di PT. PLN (Persero) Cabang Binjai
Tahun Periode Peramalan
2009 12 535,25
2010 13 596,52
2011 14 657,79
2012 15 719,06
Sumber: Perhitungan
Berdasarkan perhitungan peramalan di atas, maka besarnya peramalan nilai
penjualan listrik PT. PLN (Persero) Cabang Binjai untuk tahun 2012 yaitu sebesar
719,06 milyar rupiah.
BAB 5
IMPLEMENTASI SISTEM
5.1 Microsoft Excel
Microsoft Excel merupakan program aplikasi lembar kerja elektronik (spread sheet)
dari program paket Microsoft Office. Excel merupakan salah satu software pengolah
angka yang cukup banyak digunakan di dunia. Excel merupakan produk unggulan dari
Microsoft Corporation yang banyak berperan dalam pengelolaan informasi khususnya
data yang berbentuk angka, dihitung, diproyeksikan, dianalisis dan dipresentasikan
data pada lembar kerja. Microsoft telah mengeluarkan Excel dalam berbagai versi
mulai dari versi 4, versi5, versi97, versi 2002, versi 2003, versi 2007.
Sheet (lembar kerja) Excel terdiri dari 256 kolom dan 65536 baris. Kolom
diberi nama dengan huruf mulai dari A, B, C,..., Z kemudian dilanjutkan AA, AB,
AC,... sampai kolom IV. Sedangkan baris ditandai dengan angka mulai dari 1, 2, 3,...,
65536. Excel 2007 hadir dengan berbagai penyempurnaan, tampil lebih terintegrasi
dengan berbagai software lain, salah satunya adalah under windows sperti word,
access dan powerpoint. Keunggulan program spreadsheet ini adalah mudah dipakai,
mengoperasikan software ini, pastikan bahwa pada komputer terpasang program
Excel.
5.2 Langkah-langkah Menentukan Forecast Dengan Metode Eksponensial
Smoothing Melalui Program Excel
[image:59.595.140.520.268.735.2]a.Klik tombol start
b.Pilih program dan klik Microsoft Excel.
c.Setelah itu akan muncul tampilan worksheet (lembaran kerja) seperti di bawah
[image:60.595.122.530.193.633.2]ini:
d. Data tiap tahun ditulis pada kolom pertama, tahun, periode, jumlah energi tiap
[image:61.595.131.530.193.484.2]tahun. Seperti dibawah ini:
e. Setelah itu kita mencari hasil pemulusan tunggal untuk tiap energi listrik
dengan cara memilih menu data pada toolbar pada program Excel 2007, dan
memilih data analisi, kemudian mengklik menu Eksponensial Smoothing,
seperti gambar dibawah ini:
[image:62.595.132.524.219.657.2]
f. Dengan cara yang sama kita dapat mencari data pemulusan gandanya. Seperti
gambar dibawah ini:
Gambar 5.5 Langkah-langkah Mencari Pemulusan Ganda
g. Untuk kolom berikutnya kita bisa mencari nilai a
t, kita bisa memulainya pada
periode kedua yaitu pada kolom F, dengan rumus 2*D7-E7.
h. Setelah itu kita dapat mencari bt dengan rumus (0,1/0,9)*(D7-E7).
i. Setelah itu pada kolom berikutnya kita dapat mencari nilai peramalan mulai
dari periode ke 3 yaitu tahun 2000. Dengan menggunakan rumus F7+G7
j. Pada kolom berikutnya kita dapat mencari nilai galat dari data-data yang telah
diramalkan dengn data yang sebenarnya dengan rumus data sebenarnya
k. Pada kolom terahir kita dapat mencari nilai galat kuadratnya dengan rumus
[image:64.595.130.530.195.704.2]kolom I8^2. Kita dapat melihatnya hasilnya seperti gambar dibawah ini:
Gambar 5.6 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah)
5.3 Membuat Grafik dari Data Diatas
a. Untuk membuat grafik kita dapat menggunakan menu pembuat grafik di Excel
dengan cara memblok kolom yang merupakan data yang akan disajikan di
grafik, kemudiah memilih menu Insert, dan mengklik menu Line yang
[image:65.595.144.529.277.655.2]disediakan di Toolbar Insert, seperti dibawah ini:
Gambar 5.7 Langkah-langkah Membuat Grafik Peramaln Nilai
Penjualan Energi Listrik (Dalam Milyar Rupiah) Di PT. PLN
b. maka Grafiknya dapat kita lihat seperti gambar dibawah ini:
Gambar 5.8 Grafik Penjualan Energi Listrik(Dalam Milyar Rupiah)
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa data yang dilakukan sebelumnya pada
bab 4 maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Bentuk persamaan peramalan dari nilai penjualan energi listrik pada PT.
PLN (Persero) Cabang Binjai berdasarkan data tahun 1998 sampai
dengan 2008 yang digunakan yaitu peramalan dengan menggunakan =
0,9 karena mempunyai MSE terkecil adalah:
mFtm 473,9861,27
2. Diperkirakan hasil peramalan nilai penjualan energi listrik di PT. PLN
(Persero) Cabang Binjai untuk periode ke 15 pada tahun 2012 adalah
sebesar 719,06 (dalam milyar rupiah).
6.2 Saran
1. Dalam meramalkan nilai penjualan energi listrik (dalam rupiah) di PT. PLN
(Persero) Cabang Binjai dapat menggunakan Metode Pemulusan (Smoothing)
Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown. Akan sangat
membantu jika mengolah data dengan menggunakan alat bantu komputer
khususnya program aplikasi Excel.
2. Dengan menganalisis data tiap tahunnya, maka diramalkan energi listrik di PT.
PLN (Persero) Cabang Binjai semakin meningkat. Hal ini berarti bahwa
semakin tinggi permintaan energi listrik oleh masyarakat. Untuk menghadapi
kebijakan tersebut hendaknya pihak PLN membuat suatu kebijakan baru dalam
DAFTAR PUSTAKA
Assauri, Sofjan. 1984. Teknik dan Metode Peramalan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
BPS Sumatera Utara. 2000. Sumatera Utara Dalam Angka
BPS Sumatera Utara. 2002. Sumatera Utara Dalam Angka
BPS Sumatera Utara. 2007. Sumatera Utara Dalam Angka
BPS Sumatera Utara. 2009. Sumatera Utara Dalam Angka
BPS Sumatera Utara. 2009. Binjai Dalam Angka
Makridakis, Spyros. 1998. Metode dan Aplikasi Peramalan. Jilid 1 Jakarta: Erlangga