Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK (DALAM
RUPIAH) DI PT PLN (PERSERO) CABANG MEDAN UNTUK
TAHUN 2010 BERDASARKAN DATA TAHUN 1997-2007
TUGAS AKHIR
DEVISANTA W M
062407034
PROGRAM STUDI DIII STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNVERSITAS SUMATERA UTARA
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK (DALAM RUPIAH)
DI PT PLN (PERSERO) CABANG MEDAN UNTUK TAHUN 2010
BERDASARKAN DATA TAHUN 1997-2007
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya
DEVISANTA W M
062407034
PROGRAM STUDI DIII STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
PERSETUJUAN
Judul : PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI
LISTRIK (DALAM RUPIAH) DI PT PLN
(PERSERO) CABANG MEDAN UNTUK TAHUN 2010 BERDASARKAN DATA TAHUN 1997-2007
Kategori : TUGAS AKHIR
Nama : DEVISANTA W M
Nomor induk mahasiswa : 062407034
Program Studi : D3 STATISTIKA
Departemen : MATEMATIKA
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Disahkan di Medan, Juni 2009
Diketahui/Disetujui oleh Pembimbing, Departemen Matematika FMIPA USU
Ketua,
Dra. Rahmawati Pane, M.Si
Dr.Saib Suwilo, M.Sc NIP.131 474 682
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
PERNYATAAN
PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK (DALAM RUPIAH) DI PT PLN (PERSERO) CABANG MEDAN UNTUK TAHUN 2010
BERDASARKAN DATA TAHUN 1997-2007
Tugas Akhir
Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dari ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, Juni 2009
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik.
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
DAFTAR ISI
1.7 Sistematika Penulisan 6
Bab 2 Landasan Teori 8
2.1 Pengertian Peramalan (Forecasting) 8
2.2 Kegunaan Peramalan 9
2.7 Penetuan Koefisien Korelasi 24
Bab 3 Sejarah dan Struktur BPS 26
3.1 Sejarah singkat Badan Pusat Statistik 26
3.1.1 Masa Pemerintahan Hindia Belanda 26
3.1.2 Masa Pemerintahan Jepang 27
3.1.3 Masa Kemerdekaan Republik Indonesia 27
3.1.4 Masa Orde Baru Sampai Sekarang 28
3.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik 30
3.3 Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik 32
3.4 Tugas dan wewenang masing-masing bagian 33
di Badan Pusat Statistik
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
3.4.2 Bidang Statistik Produksi 34
4.4 Metode Pemulusan Eksponensial Ganda 44
Satu Parameter dari Brown
4.4.1 Penaksiran Model Peramalan 44
4.4.2 Penentuan Bentuk Persamaan Peramalan 51
4.5 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik 52
Bab 5 Implementasi Sistem 54
5.1 Microsoft Excel 54
5.2 Langkah-langkah memulai Pengolahan Data dengan Excel 55
5.3 Menggunakan Ketepatan Peramalan 59
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Data Penjualan Energi Listrik 38
di PT PLN (PERSERO) Cabang Medan
Tabel 4.2 Pengujian jumlah sampel dan kuadratnya 39
Tabel 4.3 Nilai Autokorelasi Nilai Data Penjualan Listrik 42
Tabel 4.4 Nilai Koefisien Korelasi 42
Tabel 4.5 Menentukan MSE dengan α =0.1 46
Tabel 4.6 Menentukan MSE dengan α= 0.2 47
Tabel 4.7 Perbandingan ukuran ketetapan metode peramalan 48
Tabel 4.8 Pemulusan Eksponensial Linier Satu Parameter dari Brown 49 Menggunakan α = 0.7 pada data nilai penjualan energi listrik
(dalan rupiah) di PT PLN (PERSERO) Cabang Medan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 4.1 Plot data Nilai Penjualan Energi Listrik Cabang Medan 39
Gambar 4.2 Distribusi Koefisien Autokorelasi Data Asli 43
Gambar 5.1 Tampilan lembar kerja excel 55
Gambar 5.2 Tampilan lembar kerja excel dalam menentukan besarnya 56 Peramalan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Dalam ilmu ekonomi, manusia berperan sebagai produsen sekaligus konsumen yang
selalu berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya melalui alat pelengkap kebutuhan
manusia yang tersedia dan beranekaragam. Berbagai macam usaha dilakukan oleh
konsumen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik itu kebutuhan primer maupun
kebutuhan sekunder. Dimulai dari pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) sampai
pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia hingga pendaur-ulangan
produk-produk yang sudah lama ada yang tidak digunakan lagi. Sumber Daya Alam
(SDA) yang tersedia merupakan salah satu alat pelengkap kebutuhan manusia
misalnya tanah, air, energi panas, listrik dan sebagainya.
Listrik adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan
manusia, khususnya pada era globalisasi dan modernisasi saat ini. Perkembangan
teknologi yang semakin canggih memerlukan banyak hal yang dapat mendukung
kemajuan IPTEK dan salah satu faktor yang sangat mendukung adalah energi listrik.
Tanpa adanya energi listrik, kehidupan manusia yang modern dan nyaman ini akan
sangat jauh berbeda, mengingat hampir seluruh aspek kehidupan manusia memerlukan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Kegiatan kelistrikan negara dikelola oleh PT PLN (PERSERO) yang
menangani listrik mulai dari produksi, pembelian sampai penjualan energi listrik
kepada masyarakat, industri, dan pemerintah. Meskipun pada saat ini telah tersedia
sebuah alat yang dinamakan Generator Set (Genset) yang tetap dapat mengalirkan
listrik dengan menggunakan bahan bakar solar, namun alat tersebut hanya digunakan
sebagai cadangan ketika listrik padam karena memerlukan biaya yang cukup besar.
Oleh karena itu, energi listik tetap diperlukan meskipun alat itu telah ada dan
diharapkan kita juga harus menjaga dan menggunakan listrik dengan baik dan sehemat
mungkin agar pihak PLN juga dapat memproduksi listrik dengan baik.
Melihat betapa pentingnya peran yang dijalankan oleh PT. PLN (PERSERO)
dalam mengalirkan listrik kepada masyarakat luas dari tiap cabang, mendorong
penulis untuk mengadakan penelitian untuk mengetahui berapa besar nilai penjualan
energi listrik (dalam rupiah) yang diperoleh oleh PT. PLN (PERSERO) Cabang
Medan. Dengan alasan tersebut, penulis mencoba untuk meramalkan besarnya nilai
penjualan energi listrik (dalam rupiah) untuk tahun 2010 di PT. PLN (PERSERO)
Cabang Medan.
Dari uraian diatas penulis tertarik mengangkat judul “Peramalan Nilai
Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT. PLN (Persero) Cabang Medan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
1.2 Identifikasi Masalah
Dalam tulisan ini yang menjadi permasalahan adalah : Bagaimana bentuk
persamaan yang dapat dipakai untuk meramalkan besarnya nilai penjualan energi
listrik (dalam rupiah) pada tahun 2010 berdasarkan data dari tahun 1997-2007 di PT.
PLN (Persero) Cabang Medan.
1.3 Batasan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi batasan
permasalahan adalah besarnya nilai penjualan energi listrik di kotamadya Medan pada
tahun 2010 dengan menggunakan data dari tahun 1997-2007.
1.4 Tujuan Penulisan
Secara umum penulisan ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai
penjualan energi listrik (dalam rupiah) di PT PLN (Persero) Cabang Medan untuk
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
1.5 Tinjauan Pusataka
Teori- teori penunjang yang digunakan dalam penulisan ini dikutip dari buku-buku
antara lain :
1 Teknik dan Metode Peramalan oleh Sofjan Assauri. Lembaga penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Indonesia, 1984, Jakarta. Dari buku
ini dikutip peramalan dengan menggunakan pemulusan (smoothing )
eksponensial.
2 Metode dan Aplikasi Peramalan, oleh Sypros Makridakis. Lembaga penerbit
Erlangga, 1993, Jakarta. Dari buku ini dijelaskan lebih terperinci mengenai
langkah-langkah penggunaan metode pemulusan (eksponensial) ganda :
metode linier satu parameter dari Brown.
1.6 Metode Penelitian
Metode yang penulis gunakan dalam melaksanakan penelitian ini adalah :
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk penulisan tugas akhir ini penulis lakukan dengan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
PT PLN (Persero) cabang Medan dari tahun 1997 s/d 2007 yang diperoleh dari BPS
(Badan Pusat Stistik) Provinsi Sumatera Utara.
2.Analisis Data
Pengolahan data untuk meramalkan nilai penjualan energi listrik (dalam rupiah) di
PT.PLN (PERSERO) Cabang Medan dilakukan dengan menggunakan Metode
Pemulusan (Smoothing) Eksponensial Ganda : Metode Liniear Satu-Parameter dari
Brown .
S't = Smoothing eksponensial tunggal periode t
S"t = Smoothing eksponensial ganda periode t
Xt = Nilai riil periode t
S't-1 = Smoothing eksponensial tunggal periode t-1
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Ft+m = Ramalan untuk m periode ke muka
1.7 Sistematika Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan
penulisan, tinjauan pustaka, metode penulisan dan sistematika
penulisan.
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS
Bab ini menguraikan tentang konsep dan definisi tentang hal-hal yang
menyangkut penyelesaian masalah yang dihadapi dalam Tugas Akhir.
BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET
Bab ini menjelaskan tentang sejarah singkat berdirinya Badan Pusat
Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara.
BAB 4 ANALISIS DATA
Bab ini menguraiakan tentang data yang telah diamati dan cara
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang program atau software yang dipakai
sebagai analisis terhadap data yang diperoleh. Dimana program ini
berfungsi sebagai pengolah data, sehingga akan menghasilkan
informasi yang dibutuhkan. Program yang digunakan adalah Microsoft
Excel.
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup yang merupakan hasil dan kesimpulan
dari pembahasan serta saran penulis berdasarkan kesimpulan yang
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Peramalan (Forecasting)
Peramalan (forecasting) adalah suatu kegiatan yang memperkirakan apa yang akan
terjadi pada masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau
kondisi yang diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang. Ramalan
tersebut didasarkan atas bermacam-macam cara, diantaranya adalah Metode
Pemulusan Eksponensial atau Rata-rata bergerak dan Metode Box Jenkins. Metode
peramalan merupakan cara untuk memperkirakan secara kuantitatif apa yang akan
terjadi pada masa yang akan datang dengan dasar data yang relevan pada masa lalu.
Dengan kata lain, metode peramalan ini digunakan dalam peramalan yang bersifat
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Metode peramalan adalah cara memperkirakan secara kuantitatif apa yang
akan terjadi pada masa yang akan datang, berdasarkan data yang relevan pada masa
lalu. Oleh karena itu, metode peramalan termasuk dalam kegiatan peramalan
kuantitatif. Keberhasilan dari suatu peramalan sangat ditentukan oleh pengetahuan
teknik tentang informasi lalu yang dibutuhkan yaitu informasi yang bersifat
kuantitatif. Serta teknik dan metode peramalannya.
Metode peramalan dapat memberikan cara pengerjaan yang teratur dan terarah,
sehingga dengan demikian dapat dimungkinkan penggunaan teknik-teknik
penganalisaan yang lebih maju. Dengan pengunaan teknik-teknik tersebut, maka
diharapkan dapat memberikan tingkat kepercayaan atau keyakinan yang lebih besar,
karena dapat diuji dan dibuktikan penyimpangan atau deviasi yang terjadi secara
ilmiah.
Disamping itu, metode peramalan juga memberikan urutan pengerjaan dan
pemecahan atas pendekatan suatu masalah dalam peramalan. Sehingga bila digunakan
pendekatan yang sama dalam suatu permasalahan dalam suatu kegiatan peramalan
maka akan didapat dasar pemikiran dan pemecahan yang sama.
Baik tidaknya suatu peramalan yang disusun, disamping ditentukan oleh
metode yang digunakan juga ditentukan oleh baik tidaknya informasi maupun data
yang digunakan. Selama data maupun informasi yang digunakan tidak dapat
meyakinkan, maka hasil peramalan yang disusun juga akan sukar dipercaya akan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
2.2 Kegunaan Peramalan
Sering terjadi sepanjang waktu (time lag ) antara kesadaran akan peristiwa. Adanya
waktu tenggang (lead time) ini merupakan alasan utama bagi perencanaan dan
peramalan. Dalam situasi diatas, peramalan sangat diperlukan untuk menetapkan
kapan suatu peristiwa akan terjadi, sehingga tindakan yang tepat dapat dilakukan.
Dalam perencanaan di suatu instansi baik instansi pemerintahan maupun
swasta, peramalan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Diamanapun, baik
maupun buruknya ramalan dapat mempengaruhi seluruh bagian instansi, karena waktu
tenggang untuk pengambilan keputusan dapat berkisar dari beberapa tahun. Peramalan
merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien.
Didalam bagian organisasi terdapat beberapa kegunaan peramalan diantaranya:
1. Berguna untuk penjadwalan sumber daya yang tersedia. Penggunaan sumber
daya yang efisien memerlukan penjadwalan produksi, transportasi, kas,
personalia dan sebagainya. Input yang penting untuk penjadwalan seperti itu
adalah ramalan tingkat permintaan konsumennya atau sipelanggan.
2. Berguna dalam penyediaan sumber daya tambahan. Waktu tengang (lead
time) untuk memperoleh bahan baku, menerima pekerja baru atau pembelian
mesin dan peralatan dapat berkisar antara beberapa hari sampai beberapa
tahun. Peramalan digunakan untuk menentukan kebutuhan sumber daya di
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
3. Untuk menentukan sumber daya yang diinginkan. Setiap organisasi harus
menentukan sumber daya yang dimiliki dalam waktu jangka panjang.
Keputusan semacam ini bergantung kepada faktor-faktor lingkungan,
manusia dan pengembangan sumber daya keuangannya. Semua penentuan ini
memerlukan peramalan yang baik dan manajer yang dapat menafsirkan
pendugaan serta membuat keputusan yang baik.
Walaupun terdapat banyak bidang lain yang memerlukan peramalan, namun
tiga kelompok di atas merupakan bentuk khas dari kegunaan peramalan jangka
pendek, menengah dan panjang.
Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa metode peramalan sangat berguna
karena akan membantu dalam mengadakan analisis terhadap data dari masa lalu.
Sehingga dengan metode peramalan akan memberikan cara pemikiran, pengerjaan
yang teratur dan terarah serta perencanaan yang sistematis hingga memberikan
ketepatan hasil analisis.
2.3 Jenis Peramalan
Berdasarkan sifat penyusunannya, teknik peramalan dapat dibagi dalam dua kategori
utama yaitu :
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Peramalan yang subjektif adalah peramalan yang didasarkan atas perasaan atau
instuisi dari orang yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan dari orang
yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil ramalan tersebut.
2. Peramalan yang objektif
Peramalan yang objektif adalah peramalan yang didasarkan atas data yang
relevan pada masa lalu, dengan menggunakan teknik-teknik dan
metode-metode dalam penganalisaan data tersebut.
Berdasarkan jangka waktu disusun, maka peramalan dapat dibedakan atas dua
kategori utama yaitu :
1. Peramalan jangka panjang
Peramalan jangka panjang adalah peramalan yang dilakukan untuk
penyusunan hasil ramalan yang jangka waktunya lebih dari satu setengah
tahun. Misalnya diperlukan penyusunan rencana pembangunan suatu negara
atau daerah dan lain sebagainya.
2. Peramalan jangka pendek
Peramalan jangka pendek adalah peramalan yang dilakukan untuk
penyusunan hasil ramalan yang jangka waktunya kurang dari satu setengah
tahun. Misalnya peramalan penyusunan rencana produksi, rencana penjualan,
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Berdasarkan sifat ramalan yang telah disusun, maka peramalan dapat
dibedakan atas dua kategori utama yaitu :
1. Peramalan yang Kualitatif atau Teknologis
Peramalan kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif
pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung kepada
orang yang menyusunnya. Hal ini sangat penting karena hasil peramalan
tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersifat instuisi, pendapat dan
pengetahuan dari orang yang menyusunnya. Metode kualitatif dapat dibagi
menjadi dua yaitu metode eksploratoris dan normatif.
2. Peramalan Kuantitatif
Peramalan kuantitatif merupakan peramalan yang didasarkan atas data
kuantitatif pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung
kepada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Dengan metode
yang berbeda akan diperoleh hasil peramalan yang berbeda pula. Baik
tidaknya metode yang digunakan ditentukan oleh perbedaan atau
penyimpangan hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Semakin kecil
penyimpangan antara hasil dengan kenyataan yang terjadi berarti metode
yang dipergunakan semakin baik. Metode kuantitatif dapat dibagi dalam deret
berkala (time series) dan metode kausal.
Pada akhir ini telah dikembangkan beberapa metode atau teknik-teknik
peramalan untuk menghadapi bermacam-macam keadaan yang akan terjadi.
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
membatasi bahwa metode peramalan yang akan digunakan dalam penyusunan tugas
akhir ini adalah cara memperkirakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan secara
kuantitatif. Oleh karena itu, dalam pembahasan selanjutnya akan ditekankan pada
peramalan kuantitatif. Pada dasarnya metode peramalan kuantitatif ini dibedakan atas:
1. Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan
antar variabel yang akan diperkirakan dengan variabel waktu, yang
merupakan deret waktu (time series).
2. Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan
antara variabel yang akan diperkirakan dengan variabel lain yang
mempengaruhinya, bukan waktu, yang disebut dengan metode korelasi atau
sebab akibat ( causal methods).
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, digunakan metode peramalan yang pertama,
yaitu metode peramalan dengan menggunakan variabel waktu atau yang dikenal
dengan “time series”.
Peramalan kuantitatif dapat digunakan bila terdapat tiga kondisi yaitu :
1. Adanya informasi tentang masa lalu
2. Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data
3. Informasi tersebut dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Kondisi yang terakhir ini dibuat sebagai asumsi yang berkesinambungan
(asumtion of mend continuity). Asumsi ini merupakan modal yang mendasari dari
semua metode peramalan kuantitatif dan banyak metode peramalan teknologis,
terlepas dari bagaimana canggihnya metode tersebut.
2.4 Jenis-jenis Metode Peramalan
Metode-metode peramalan dengan analisa deret waktu yaitu :
1. Metode pemulusan eksponensial dan rata-rata bergerak
Sering digunakan untuk ramalan jangka pendek dan jarang dipakai untuk
peramalan jangka panjang.
2. Metode Regresi
Metode ini bisa digunakan untuk ramalan jangka menengah dan jangka
panjang.
3. Metode Box –Jenkins
Jarang dipakai, namun baik untuk ramalan jangka pendek, menengah dan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, yang akan digunakan adalah metode time
series yang pertama, yaitu metode pemulusan eksponensial.
2.4.1 Analisa Deret Berkala
Data berkala (time series) adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
memberikan gambaran tentang perkembangan suatu kegiatan dari waktu ke waktu .
Analisis data berkala memungkinkan untuk mengetahui perkembangan suatu atau
beberapa kejadian serta hubungannya dengan kejadian lain.
Metode time series merupakan metode peramalan kuantitatif didasarkan atas
penggunaan analisis pola hubungan antar variabel yang akan diperkirakan dengan
variabel waktu. Tujuan time series ini mencakup meneliti pola data yang digunakan
untuk meramalkan apakah data tersebut stationer atau tidak dan ekstrapolasi ke masa
yang akan datang. Stationer itu sendiri berarti bahwa tidak dapat pertumbuhan atau
penurunan data. Data secara kasar harus horizontal sepanjang waktu, dengan kata lain
fluktuasi data tetap konstan setiap waktu.
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Dalam pemilihan teknik dan metode peramalan, pertama-tama perlu diketahui ciri-ciri
penting yang perlu diperhatikan bagi pengambilan keputusan dan analisa keadaan
dalam mempersiapakan peramalan.
Ada enam faktor utama yang diidentifikasikan sebagai teknik dan metode
peramalan, yaitu :
1. Horizon waktu
Ada dua aspek dari horizon waktu yang berhubungan dengan masing-masing
metode peramalan. Pertama adalah cakupan waktu di masa yang akan datang.
Aspek kedua adalah jumlah periode untuk peramalan yang diinginkan.
2. Pola data
Dasar utama dari metode peramalan adalah anggapan bahwa macam dari pola
yang didapati di dalam data yang diramalkan akan berkelanjutan.
3. Jenis dari Model
Model-model merupakan suatu deret dimana waktu digambarkan sebagai
unsur yang penting untuk menentukan perubahan-perubahan dalam pola.
Model-model perlu diperhatikan karena masing-masing model mempunyai
kemampuan yang berbeda dalam analisa keadaan untuk pengambilan
keputusan.
4. Biaya yang dibutuhkan
Umumnya ada empat unsur biaya yang tercakup dalam penggunaan suatu
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
(storage) data, operasi pelaksanaan dan kesempatan dalam penggunaan
teknik-teknik dan metode peramalan.
5. Ketepatan metode peramalan
Tingkat ketepatan yang dibutuhkan sangat erat kaitannya dengan tingkat
perincian yang dibutuhkan dalam suatu peramalan.
6. Kemudahan dalam penerapan
Metode-metode yang dapat dimengerti dan mudah dialokasikan sudah
merupakan suatu prinsip umum bagi pengambil keputusan.
2.4.3 Penentuan Pola Data
Hal penting harus diperhatikan dalam metode deret berkala adalah menetukan jenis
pola data historisnya. Sehingga pola data yang tepat dengan pola data historis tersebut
dapat diuji, dimana pola data umumnya dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Pola Data Horizontal
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
2. Pola Data Musiman (Seasonal)
Pola yang menunjukkan perubahan yang berulang-ulang secara periodik
dalam deret waktu. Pola yang ini terjadi bila suatu deret dipengaruhi oleh
faktor musiman, misalnya : kuartal tahun tertentu, bulanan, atau hari-hari
pada minggu tertentu.
3. Pola Siklis (Cyclical)
Pola data yang menunjukkan gerakan naik turun dalam jangka panjang dari
suatu kurva trend. Terjadi bila datanya dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi
jangka panjang seperti yang berhubungan dengan siklis bisnis.
4. Pola Data Trend
Pola yang menunjukkan kenaikan atau penurunan jangka panjang data.
2.5 Metode Pemulusan ( Smoothing)
Metode Pemulusan (Smoothing) adalah metode peramalan dengan mengadakan
pengahalusan terhadap masa lalu, yaitu dengan mengambil rata-rata dari nilai
beberapa tahun lalu untuk menaksir nilai pada beberapa tahun ke depan. Secara umum
metode smoothing diklassifikasikan menjadi dua bagian :
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Metode rata-rata dibagi atas empat bagian :
a. Nilai tengah (mean)
b. Rata-rata bergerak tunggal (Single Moving Average)
c. Rata-rata bergerak ganda (Double Moving Average)
d. Kombinasi rata-rata bergerak lainnya.
Metode rata-rata tujuannya adalah untuk memanfaatkan data masa lalu untuk
mengembangkan suatu sistem peramalan pada periode mendatang.
2. Metode Pemulusan Eksponensial
Bentuk umum dari metode pemulusan eksponensial :
Ft +1 = α Xt + ( 1 – α ) Ft
Dimana :
Ft +1 : ramalan suatu periode ke depan
Xt : data aktual pada periode ke-t
Ft : ramalan pada periode ke-t
α : parameter pemulusan
Bila bentuk umum tersebut diperluas maka akan berubah menjadi:
Ft +1 = α Xt + α (1-α) Xt-1 + α (1-α)2 Xt-2 + … + α (1-α)N Xt-(N-1)
Dari pemulusan bentuk umum diatas dapatlah dikatakan bahwa metode
eksponensial smoothing merupakan sekelompok metode yang menunjukkan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
dengan kata lain observasi yang baru diberikan bobot yang relatif lebih besar dengan
nilai observasi yang lebih tua. Metode ini terdiri atas :
1. Metode Eksponensial Tunggal
a. Satu Parameter (One Parameter )
b. Pendekatan Aditif
Digunakan untuk data yang bersifat stationer dan tidak menunjukkan
pola data atau trend
2. Metode Smoothing Eksponensial Ganda
a. Metode Linier Satu Paremeter dari Brown
b. Metode Dua Paremeter dari Holt
3. Metode Ekponensial Triple
a. Metode Kudaratik Satu Paremeter dari Brown
Digunakan untuk pola kudaratik, kubik, atau orde yang lebih tinggi.
b. Metode Kecenderungan dan Musim Tiga Paremeter dari Winter
Dapat digunakan untuk data berbentuk trend dan musiman.
2.5.1 Metode yang Digunakan
Untuk menggunakan hasil yang baik harus diketahui cara peramalan yang tepat. Maka
metode peramalan analisis time series yang digunakan untuk meramalkan nilai
penjualan energi listrik pada pemecahan masalah ini adalah dengan menggunakan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Metode ini merupakan metode yang dikemukakan oleh Brown. Dasar
pemikiran dari metode Smoothing Eksponensial Linier Satu Paremeter dari Brown
adalah serupa dengan rata-rata bergerak linier, karena kedua nilai pemulusan tunggal
dan ganda ketinggalan dari data sebelumnya.
Persamaan yang dapat dipakai dalam pelaksanaan Eksponensial Linier Satu
Paremeter dari Brown adalah sebagai berikut :
S't = Xt + (1- ) S’t-1
S"t = S't + (1- ) S"t-1
at = 2 S't- S"t
bt =
α α
− 1 ( S
'
t- S"t)
Ft+ m = at + bt m
Dimana :
S't = Smoothing pemulusan eksponensial tunggal periode t
S"t = Smoothing eksponensial ganda periode t
α = Paremeter Pemulusan Eksponensial
at, ,bt = konstanta pemulusan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
2.6 Ketepatan Ramalan
Ketepatan ramalan adalah suatu hal yang mendasar dalam peramalan yaitu bagaimana
mengukur kesesuaian suatu metode peramalan tertentu untuk suatu kumpulan data
yang diberikan. Ketepatan dipandang sebagai kriteria penolakan untuk memilih suatu
metode peramalan. Dalam pemodelan deret berkala (time series) dari data masa lalu
dapat diramalkan situasi yang akan terjadi pada masa yang akan datang, untuk
menguji kebenaran ramalan ini digunakan ketepatan.
Beberapa kriteria yang digunakan untuk menguji ketepatan ramalan adalah :
a. ME (Mean Error) / Nilai Tengah Kesalahan
ME =
b. MSE (Mean Square Absolut Error) / Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat
MSE =
c. MAE (Mean Absolut Error) / Nilai Tengah Kesalahan Absolut
MAE =
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
MPE =
e. MAPE (Mean Absolute Percentage Error) / Nilai Tengah Kesalahan Persentase
Absolut
f. SSE ( Sum Square Error) / Jumlah Kuadrat Kesalahan
SSE =
∑
100 (kesalahan persentase pada periode ke-t)
Ft = Nilai ramalan pada periode ke-t
N = Banyaknya periode waktu
Metode peramalan yang dipilih adalah metode yang memberikan nilai MSE
yang terkecil.
2.7 Penentuan Koefisien Korelasi
Koefisien autokorelasi berfungsi untuk menunjukkan suatu deret berkala itu sendiri
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
hubungan antar suatu deret berkala dengan deret berkala itu sendiri pada kelambatan
waktu ( lag ) k periode.Secara sistematis untuk menghitung koefisien autokorelasi
dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
rk =
Rumus sederhana yang biasa digunakan adalah untuk menghitung kesalahan standar
adalah :
Batas signifikan koefisien autokorelasi adalah :
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Dengan koefisien autokorelasi dapat ditentukan apakah suatu pola data bersifat
acak, konstan atau musiman. Koefisien autokorelasi juga dapat memperlihatkan
ketidakstasioneran data.
Apabila berada diluar rentang nilai maka koefisien autokorelasi tersebut berada
secara signifikan dari nol maka data tersebut menunjukkan pola trend.
BAB 3
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga Negara Non Departemen. Badan Pusat
Statistik melakukan kegiatan yang ditugaskan oleh pemerintah antara lain pada
bidang pertanian, agraria, pertambangan, kependudukan, sosial, ketenagakerjaan,
keuangan, pendapatan dan keagamaan. Selain hal-hal tersebut Badan Pusat Statistik
juga bertugas untuk melaksanakan koordinasi di lapangan, kegiatan statistik dari
segenap instansi baik di pusat maupun di daerah dengan tujuan mencegah
dilakukannya pekerjaan yang serupa oleh dua atau lebih instansi, memajukan
keseragaman dalam pengguanaan definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran lainnya.
Berikut ini adalah beberapa masa peralihan di BPS yaitu :
3.1.1 Masa Pemerintahan Hindia Belanda
Pada bulan Februari 1920, kantor Statistik pertama kali didirikan oleh Direktur
Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan (Directur Vand Land Bouw Nijeverheid En
Handel), dan kedudukan di Bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan
mempublikasikan data statistik.
Pada bulan 1923, dibentuk suatu komisi untuk statistik yang anggotanya
merupakan wakil dari tiap-tiap departemen. Komisi tersebut diberi tugas untuk
merencanakan tindakan-tindakan yang mengarah sejauh mungkin untuk mencapai
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama
Central Kantor Vor De Statistik ( CKS) atau kantor statistik dan dipindahkan ke
Jakarta. Bersama dengan itu beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan
yang semula dilakukan oleh Kantor Invoer Uitvoer en Accijsnsen (IUA) yang
sekarang disebut kantor Bea Cukai.
3.1.2 Masa Pemerintahan Jepang
Pada bulan Juni 1944 pemerintahan Jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan
statistik yang utamanaya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang atau militer.
Pada masa ini CKS diganti menjadi Shomubu Chosasitu Gunseikanbu.
3.1.3 Masa Kemerdekaan Republik Indonesia
Setelah Proklamsi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tanggal 17Agustus 1945,
kegiatan Statistik ditangani oleh lembaga atau instansi baru sesuai dengan suasana
kemerdekaan yaitu KAPPURI. tahun 1946 kantor KAPPURI dipindahkan ke
Yogyakarta sebagai hasil perjanjian Linggar Jati. Sementara ini, pemerinathan
Belanda (NICA) di Jakarta mengaktifkan kembali CKS.
Dengan surat menteri Perekonomian tanggal 1 Maret 1952 Nomor : P/44,
lembaga KPS berada dibawah ini dan tanggung jawab Menteri perekonomian.
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
18.009/MKPS dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian research yaitu disebut sebagai
Afdeling A, dan bagian tata usaha yang disebut sebagai Afdeling B.
Dengan keputusan Presiden RI Nomor 131 Tahun 1957, kementerian Ekonomi
dipecah menjadi Kementerianan Perdaganagn dan Kementeriaan Perindustrian. Untuk
selanjutnya keputusan Presiden RI Nomor 172 Tahun 1957, terhitung sejak tanggak 1
Juni 1957 KPS diubah menjadi Biro Pusat Statistik.
3.1.4 Masa Orde Baru Sampai Sekarang
Pada masa pemerintahan Orde Baru khususnya untuk memenuhi kebutuhan
perencanaan dan evaluasi pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang
handal, lengkap, tepat, akaurat dan terpercaya mulai diadakan pembenaran organisasi
Biro Pusat Statistik.
Dalam masa orde baru ini Badan Pusat Satistik telah mengalami empat kali
perubahan struktur Organisasi yaitu :
a) Peraturan Pemerintah Nomor : 16 tahun 1968 tentang organisasi Badan
Pusat Statistik
b) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 tahun 1980 tentang organisasi Badan
Pusat Statistik
c) Peraturan Pemerintah Nomor : 2 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas,
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
d) Undang-undang Nomor : 16 tahun 1997 tentang statistik
e) Keputusan Presiden Indonesia Nomor : 86 tahun 1998 tentang Badan Pusat
Statistik
f) Keputusan KEPALA Badan Pusat Statistik Nomor : 100 tahun1998
tentang organisasi dan tenaga kerja Badan Pusat Statistik
g) Peraturan Pemerintah Nomor : 51 tahun 1999 tentang penyelenggaran
statistik.
Tahun 1968, ditetapakan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 1968 yaitu
yang mengatur organisasi dan tata kerja di pusat dan didaerah. Tahun 1980 peraturan
pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti peraturan
pemerintah Nomo: 6 tahun 1980 di tiap provinsi terdapat perwakilan Badan Pusat
Statistik dengan nama Kantor Statistik Provinsi dan di Kabupaten atau Kotamadya
terdapat cabang perwakilan Badan Pusat Statistik. Pada tanggal 19 Mei 1997
menetapakan tentang statistik sebagai pengganti Undang-undang Nomor : 6 dan 7
tentang sensus dan statistik. Pada tanggal 17 Juni 1998 dengan Keputusan Presiden
Nomor 86 tahun 1998 ditetapkan Biro Pusat Statistik sealigus mengatur tata kerja dan
struktur organisasi Badan Pusat Statistik yang baru.
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
a. Visi Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik mempunyai visi menjadiakan informasi statistik sebagai
tulang punggung informasi pembangunan nasional dan regional, didukaung
sumber daya manusia yang berkualitas, ilmu pengetahuan dan teknologi informasi
yang mutakhir.
b. Misi Badan Pusat Statistik
Dalam perjuangan pembangunan nasioanl Badan Pusat Statistik mengembangkan
misi mengarahkan pembangunan statistik pada penyajian dan statistik yang
bermutu dan handal, efektif dan efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan
arti dan kegunaan statistik dan pengembangan ilmu pengetahuan statistik.
3.3 Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik
Organisasi merupakan suatu fungsi manajemen yang mempunyai peranan dan
kegiatan langsung dengan instansi sosial yang terjadi diantara individu-individu dalam
rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi
perusahaan merupakan salah satu faktor penting uang mempengaruhi tingkat
keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapi suatu tujuan yang ditetapkan.Dengan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Struktur organisasi yang ditetapkan di Kantor Badan Pusat Statistik adalah
struktur organisasi ini dan staf. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi
kerja, standardisasi kegiatan, sentralisasi dan desentralisasi dalam pembuatan
keputusan dan ukuran satuan yang menunjukkan lokasi kekuasaan, pembuatan
keputusan dan ukuran satuan yang menunjukkan suatu kelompok kerja.
Adapun tujuan dari struktur organisasi ini dan staf di Kantor Badan Pusat
Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara adalah :
a. Pengkoordinasian yaitu yang memungkinkan komunikasi integrasi berbagai
departemen dan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain.
b. Pemberian saran yaitu memberikan saran atau membuat rekomendasi bagi
manajemen.
c. Pembuatan keputusan yaitu membuat keputusan–keputusan dan mengamati
bagaimana pelaksanaan dari keputusan tersebut.
Adapun bagan struktur organisasi Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera
Utara adalah sebagai berikut :
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor: 86 tahun 1998 ditetapkan Badan
Pusat Statistik sebagaiman dalam lampiran dalam organisasi Kantor Badan Pusat
Statistik Propinsi Sumatera Utara dipimpin seorang Kepala Kantor.
Kepala kantor dibantu bagian tata usaha yang terdiri dari :
a. Sub Bagian Urusan Dalam
b. Sub Bagian Pelengkapan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
d. Sub Bagian Kepegawaian
e. Sub Bagian Bina Potensi/ Bina Program
Sedangkan Bidang Penunjang Statisik terdiri dari lima bidang yaitu :
1. Bidang Statistik Produksi
Bidang Statistik Produksi mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan Statisik
Pertanian, Industri, Komstruksi Pertambangan dan Energi.
2. Bidang Statistik Distribusi
Bidang Statistik Distribusi mentmpunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan statistik
konsumen dan perdagangan besar, statistik keuanagan dan harga produsen serta niaga
dan jasa.
3. Bidang Statistik Sosial
Bidanag Statistik kependudukan mempunyai tugas yaitu melaksanakan kegiatan
demogarafi dan rumah tangga, ketenagakerjaan, serta statistik kesejahteraan.
4. Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS)
Penyiapan data, penyusuanan sistem, dan program serta operasional pengolahan data
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
5 Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Mempunyai tugas untuk penyusunan neraca produksi, neraca konsumsi, dan
akumulasi penyajian analisis serta kegiatan penerapan statistik.
3.4 Tugas dan Wewenang Masing- masing Bagian di Badan Pusat Statistik
3.4.1 Bidang Tata Usaha
a. Menyusun program kerja tahun bidang
b. Mengatur dan melaksanakan penghimpunan barang dan penyusunan program
kerja tahunan baiak rutin maupun proyek kantor statistik propinsi dan
menyampaikan ke Badan Pusat Statistik.
c. Mengatur dan melaksanakan urusan dalam yang meliputi surat-surat
penggandaan atau percetakan, kearsipan, rumah tangga dan pemeliharaan
gedung keamanan dan lingkungan serta perjalanan dinas maupun luar negeri.
d. Mengatur dan melaksanakan urusan perlrmgkapan dan pebekalan ynag
meliputi penyusunan, penyimpanan atau penggudangan, invetarisasi dan
penghapusan serta pemeliharaan perlengkapan.
e. Mengatur dan melaksankan urusan dan keuangan yang meliputi tata usaha
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
f. Mengatur dan melaksanakan urusan dan mutasi pegawai, pembinaan pegawai,
kesejahteraan pegawai, administrasi jabatan dan fungsional, hukum, organisasi
tata laksana serta penyajian.
g. Menyusun laporan kegiatan sevara berkala dan sewaktu-waktu.
h. Mengatur dan melaksanakan urusan penyelenggaraan berbagai pelatihan teknis
dan pelatihan administratif.
3.4.2 Bidang Statistik Produksi
a. Menyusun progaram kerja tahuna bidang yang meliputi kegiatan statistik
pertanian, industri, konstruksi energi dan statistik produksi lainnya yang
ditemuka n.
b. Mengatur keikutsertaan progaram pelatihan yang diselenggarakan oleh pusat
di bidang statistik produksi.
c. Mengatur dan mengkoordinasikan penyelenggaraan pelatihan petugas
lapangan di pusat pelatihan serta mengatur penjatahan pelatihannya.
d. Membantu kepala kantor Badan Pusat Statistik atau pimpinan bagian proyek
untuk menyiapkan program pelatihan petugas lapangan.
e. Mengatur dan melaksanakan penjathan dan pengawasan lapangan terhadap
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
f. Mengatur dan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan dokumen hasil
pengumpulan data statistik produksi.
g. Bersama-sama dengan bidang pengolahan data, mengatur dam menyiapkan
data statistik produksi melalui komputer sesuai ynag diterapkan.
h. Mengatur dan melaksanakan evaluasi hasil kerja kegiatan statistik produksi.
i. Mengatur dan menyiapkan hasil pengolahan statistik produksi yang akan
dikirim ke pusat melalui komputer sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
j. Menbantu kepala kantor Badan Pusat Statistik melakukan pembinaan secara
teratur petugas pencacah, pengawas dan pemeriksaan pengumpulan data
statistik produksi, kabupaten, kotamadya maupun kecamatan.
3.4.3 Bidang Statistik Distribusi
a. Menyusun program kerja tahunan bidang yang meliputi kegiatan statistik
pertanian, industri, konstruksi energi dan statistik produksi lainnya yang
ditemuka n.
b. Mengatur keikutsertaan program pelatihan yang diselenggarakan oleh pusat
dibidang statistik produksi.
c. Mengatur dan mengkoordinasikan penyelenggaraan pelatihan petugas
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
d. Membantu kepala kantor Badan Pusat Statistik Propinsi atau pimpinan bagian
proyek untuk menyiapkan program petugas lapangan.
e. Mengatur dan melaksanakan penjatahan dan pengawasan lapangan terhadap
pelakasanaan terhadap statistik distribusi.
3.4.4 Bidang Pengolahan Data
a. Menyusun program kerja tahunan bidang
b. Meneliti jenis data yang diolah melalui komputer dan bersama-sama dengan
bidang yang bersangkutan serta menentukan sistem pengolahan dengan
komputer
c. Mengatur pembuatan sistem dan program pelaksanaan penyiapan data dan
operasi pengolahannya.
d. Mengatur dan melaksanakan penerimaan dokumen yang diolah dengan
komputer
e. Mengatur dan melaksanakan tugas yang langsung diberikan atasan.
3.4.5 Bidang Statistik Kependudukan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
b. Melaksanakan kegiatan statistik demografi dan rumah tangga,
ketengakerjaan, kesejahteraan rakyat dan statistik kependudukan lainnya
yang ditentukan.
c. Mengatur dan melaksanakan penjatahan dokumen yang diperlukan untuk
pelaksanaan lapangan.
d. Melakukan pembinaan, pengamatan lanjut dan pengawasan lapangan
terhadap pelaksanaan kegiatan statistik kependudukan.
e. Mengatur dan menyiapkan dokumen dan hasil pengolahan statistik
kependudukan melalui komputer sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
3.4.6 Bidang Neraca Wilayah dan Analisa
a. Menyusun program kerja tahunan
b. Menyusun dan melaksanakan penerangan kegiatan statistik kepada
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
BAB 4
ANALISIS DATA
4.1 Data yang Dibutuhkan
Tabel 4.1 Data Nilai Penjualan Energi Listrik
di PT PLN (Persero) Cabang Medan
No Tahun
Nilai Penjualan (Rp.000.000)
1 1997 320596
2 1998 392358
3 1999 443264
4 2000 631205
5 2001 801558
6 2002 1037979
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
8 2004 1244537
9 2005 1304708
10 2006 1439858
11 2007 1519338
Sumber :BPS
Dari data di atas, maka dapat disusun Tabel Nilai Penjualan Energi Listrik di PT PLN
(Persero) Cabang Medan dan Jumlah Kuadratnya Sebagai berikut:
Tabel 4.2 Jumlah Sampel dan Kuadratnya
Sumber : Perhitungan
Untuk memenuhi apakah data yang sudah diperoleh tersebut memenuhi syarat
untuk dianalisa, maka dilakukan pengujian sebagai berikut :
∑
Xt = 10.221.9566 2002 1037979 1077400404441
7 2003 1086555 1180601768025
8 2004 31244537 1548872344369
9 2005 1304708 1702262965264
10 2006 1439858 2073191060164
11 2007 1519338 2308387958244
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Time Series Plot
Gambar 4.1 Plot Data Jumlah Penjualan Energi Listrik dari tahun 1997 sampai 2007
4.2 Analisa Deret Berkala Nilai Penjualan Energi Listrik Cabang Medan
Untuk menganalisa data deret berkala, pertama kalinya kita harus memplot data pada
tabel 4.1 secara grafis, sesudah memplot deret berkala untuk pemeriksaan secara
visual, maka alat statistik yang utama adalah koefisien autokorelasi (rk). Statistik ini
menggambarkan hubungan antara suatu deret berkala dengan deret berkala itu sendiri
pada kelambatan waktu (lag time) k periode.
Bentuk visual dari suatu plot dari suatu plot deret berkala sering kali cukup
untuk meyakinkan para peramal (forecast) bahwa data tersebut adalah stationer atau
tidak stationer dengan demikian plot autokorelasi data memperlihatkan
ketidakstationeran.
Tampilan plot data nilai penjualan energi listrik diatas menunjukkan bahwa
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
koefisien autukorelasi dari data tabel 4.1 pada berbagai time lag. Dengan
menggunakan rumus :
Nilai- nilai autokorelasi data nilai penjualan energi listrik :
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
=
Dengan demikian, maka autokorelasi untuk time lag ke 3 dan seterusnya dapat kita
peroleh dari persamaan tersebut. Maka dengan cara yang sama akan diperoleh
koefisien autokorelasi berikut :
Sumber : Perhitungan
Tabel 4.4 Nilai Koefisien Korelasi
Tabel 4.3 Nilai Autokorelasi Data Penjualan Listrik
No Xt X t+1 Xt -X Xt+1 -X (Xt -X )( Xt+1 -X ) (Xt -X )
2
1 320596 -608672.73 370482492245.65
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Sumber: Perhitungan
Dari data analisis deret berkala
dengan autokorelasi serta nilai-nilai
autokorelasi data nilai penjualan listrik
dapat dilihat bahwa pola trend linier serta
menunjukkan bahwa data tersebut tidak
stationer. Maka dapat diplot autokorelasi
data pertumbuhan nilai penjualan listrik
setelah dicari autokorelasinya.
Time Lag r
1 0.76
2 0.50
3 0.22
4 -0.03
5 -0.22
6 -0.36
7 -0.43
8 -0.42
9 -0.33
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
-0.6
Gambar 4.2 Distribusi koefisien autokorelasi data asli
Dari plot autokorelasi data diatas dapat dilihat trend searah diagonal, bersama
dengan jumlah time lag dimana nilai-nilai korelasi menurun secara perlahan-perlahan
dan berkorelasi satu sama lain. Dan dapat menyakinkan peramal dalam menganalisa
adanya kestasioneran atau ketidakstasioneran data.
Adapun kesalahan standar (Se)rk =
11 1
= 0.3015
Dengan tingkat kepercayaan 95% dari seluruh koefisien berdasarkan sampel
harus terletak dalam daerah tengah ditambah atau dikurangi 1.96 kali kesalahan
standar. Dengan demikian suatu deret data dapat dituliskan dengan :
-1.96 (0.3015) ≤ rk≤ 1.96 (0.3015 )
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Nilai koefisien autokorelasi time lag 1 berada di luar rentang, jadi berbeda
secara signifikan dari nol, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara nilai suatu
variabel dengan nilai varaibel itu sendiri dengan time lag suatu periode yang
menunjukkan pola trend.
4.3 Identifikasi Model Peramalan
Berdasarkan analisa deret berkala dengan memplot data serta nilai-nilai autokorelasi
dari data Nilai Penjualan Listrik Cabang Medan, maka dapat dilihat plot datanya
adalah pola trend dalam data.
Jadi, jika pola menunjukkan trend maka kita dapat menggunakan peramalan
Metode Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown.
4.4 Metode Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Dalam pengolahan dan penganalisaan data, penulis mengaplikasikan data (tabel 4.1)
dengan peramalan (forecasting) berdasarkan metode pemulusan eksponensial satu
paremeter dari Brown.
Untuk memenuhi perhitungan Smoothing pemulusan ganda, tunggal dan
ramalan yang akan datang, maka terlebih dahulu kita menentukan parameter nilai α
yang biasanya, secara trial and error ( coba dan salah ). Suatu nilai α dipilih yang
besarnya 0<α<1, dihitung Mean Square Error (MSE) yang merupakan suatu ukuran
tetapan perhitungan dengan mengkuadratkan masing kesalahan untuk
masing-masing item dalam sebuah susunan data dan kemudian memperoleh rata-rata atau nilai
tengah kuadrat tersebut dan kemudian dicoba nilai α yang lain.
Untuk menghitung MSE pertama dicari error terlebih dahulu yang merupakan
hasil dari data asli dikurangi hasil ramalan. Lalu tiap error dikuadaratkan dan dibagi
dengan banyaknya error. Secara matematis rumus MSE (Mean Square Error) sebagai
berikut :
MSE =
N et
N t
∑
=1 2Tabel 4.5 Menentukan MSE dengan menggunakan α = 0.1
Xt S't S"t at bt Ft+m e e2
320596 320596 320596
392358 327772.2 321313.6 334230.8 717.62
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Untuk α = 0.1
Tabel 4.6 Menentukan MSE dengan menggunakan α = 0.2
631205 368509.7 327653.9 409365.6 4539.535 357329.1 273875.86 75007986690.74 801558 411814.6 336070 487559.1 8416.064 413905.1 387652.912 150274780182.08 1037979 474431 349906.1 598955.9 13836.1 495975.2 542003.795 293768113794.40 1086555 535643.4 368479.8 702807 18573.73 612792 473762.972 224451353903.58 1244537 606532.8 392285.1 820780.4 23805.29 721380.7 523156.276 273692489279.32 1304708 676350.3 420691.6 932008.9 28406.52 844585.7 460122.29 211712521322.70 1439858 752701.1 453892.6 1051510 33200.94 960415.5 479442.537 229865146735.65 1519338 829364.8 491439.8 1167290 37547.22 1084710 434627.513 188901074992.54
Jumlah 1659405736104.37
Xt S't S''t at bt Ft+m e e2
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Untuk α = 0.2
443264 356611.5 330095.5 383127.6 6629.008 349300.8 93963.2 8829082954.24 631205 411530.2 346382.4 476678 16286.95 389756.6 241448.4 58297349178.43 801558 489535.8 375013.1 604058.4 28630.67 492964.9 308593.1 95229674211.42 1037979 599224.4 419855.4 778593.5 44842.26 632689.1 405289.9 164259893315.05 1086555 696690.5 475222.4 918158.7 55367.03 823435.7 263119.3 69231747593.09 1244537 806259.8 541429.9 1071090 66207.49 973525.7 271011.3 73447122351.46 1304708 905949.5 614333.8 1197565 72903.92 1137297 167410.7 28026357009.49
1439858 1012731 694013.3 1331449 79679.47 1270469 169389 28692619859.21
1519338 1114053 778021.1 1450084 84007.85 1411129 108209.5 11709287371.72
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Kemudian salah satu nilai MSE tersebut dibandingkan untuk menentukan α
yang memberikan MSE yang terkecil/minimum. Perbandingan ukuran ketepatan
metode peramalan peningkatan nilai penjualan listrik di Medan dengan melihat MSE
sebagai berikut :
Tabel 4.7 Perbandingan Ukuran Ketepatan Metode Peramalan
α MSE
0.1 184378415122.71
0.2 59747014871.57
0.3 25611738345.94
0.4 14434934247.30
0.5 9800681546.21
0.6 7639548895.71
0.7 6785831240.99
0.8 6866282740.62
0.9 7842471600.47
Sumber : Perhitungan
Dari tabel 4.7 diatas dapat dilihat yang menghasilkan nilai MSE yang paling
kecil atau minimum yaitu pada nilai parameter pemulusan α = 0.7 yaitu dengan MSE
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Tabel 4.8 Pemulusan Eksponensial Linier Satu Paremeter dari Brown
Dengan Menggunakan α = 0.7 Pada Nilai Penjualan Energi Listrik
( Dalam Rupiah) DI PT.PLN Cabang Medan
Sumber : Perhitungan
Ukuran ketepatan Metode Peramalan dengan α = 0.7
g. ME (Mean Error) / Nilai Tengah Kesalahan
ME =
443264 421533.6 401801.35 441265.9 46041.97 421062.8 22201.2 492893281.44
631205 568303.6 518352.91 618254.3 116551.6 487307.86 143897.1 20706386900.18 801558 731581.7 667613.05 795550.3 149260.1 734805.824 66752.18 4455853000.73 1037979 946059.8 862525.78 1029594 194912.7 944810.437 93168.56 8680381131.48 1086555 1044406 989842.24 1098971 127316.5 1224506.558 -137951.6 19030632365.66 1244537 1184498 1126101.2 1242895 136258.9 1226287.105 18249.89 333058649.48 1304708 1268645 1225881.8 1311408 99780.66 1379153.423 -74445.42 5542121016.49 1439858 1388494 1339710.4 1437278 113828.6 1411188.744 28669.26 821926219.57 1519338 1480085 1437972.5 1522197 98262.1 1551106.359 -31768.36 1009228603.88
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
h. MSE (Mean Square Absolut Error) / Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat
MSE =
i. MAE (Mean Absolut Error) / Nilai Tengah Kesalahan Absolut
MAE =
j. MPE (Mean Percentage Error) / Nilai Tengah Kesalahan Persentase
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
k. MAPE (Mean Absolute Percentage Error) / Nilai Tengah Kesalahan Persentase
Absolut
4.4.2 Penentuan Bentuk Persamaan Peramalan
Setelah ditentukan harga parameter smoothing eksponensial yang besarnya 0<α<1
dengan cara trial and error didapat peremeter dari hitungan peramalan pemulusan
(smoothing eksponensial linier satu paremeter dari Brown dengan α =0.7)
Perhitungan pada tabel 4.8 di atas didasarkan α =0.7 dan ramalan untuk satu
periode kedepan yaitu dalam perhitungan periode ke 12. Seperti yang sudah dijelaskan
pada bab 2 (landasan teori) persamaan yang dipakai dalam perhitungan peramalan ini
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Berdasarkan data terakhir dapat dibuat peramalan untuk satuan tahun
berikutnya dengan bentuk persamaan peramalan :
Ft+ m = 1522197 + 98262,1 (m)
4.5 Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik
Setelah diketahui bahwa error yang terdapat pada model peramalan bersifat random,
maka dilakukan peramalan nilai penjualan energi listrik untuk tahun 2008 sampai
dengan tahun 2010 dengan menggunakan rumus :
Ft+ m = 1522197 + 98262,1 (m)
Setelah diperoleh model peramalan nilai penjualan energi listrik, maka dapat
dihitung untuk 3 periode ke depan yaitu untuk tahun 2008 sampai dengan tahun 2010
seperti yang tertera dibawah ini.
a. Untuk periode 12 (Tahun 2008)
Ft+ m = 1522197 + 98262,1 (m)
F11+ 1 = 1522197 + 98262,1 (1)
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
b. Untuk periode 12 (Tahun 2009)
Ft+ m = 1522197 + 98262,1 (m)
F11+ 2 = 1522197 + 98262,1 (2)
F13 = 1718721,2
c. Untuk periode 12 (Tahun 2010)
Ft+ m = 1522197 + 98262,1 (m)
F11+ 3 = 1522197 + 98262,1 (3)
F14 = 1816983,3
Tabel 4.9 Peramalan Nilai Penjualan Listrik( Dalam Rupiah ) di PT PLN
(PERSERO) Cabang Medan Tahun 2008-2010
Sumber : Perhitungan
Tahun Periode Forecasting (Rp.000.000)
2008 12 1620459.1
2009 13 1718721.2
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
BAB 5
IMPLEMENTASI SISTEM
5.1 Microsoft Excel
Microsoft Excel merupakan program aplikasi lembar elektronik (spread sheet) dari
program paket Microsoft Office Excel merupakan salah satu software pengolah angka
yang cukup digunakan di dunia. Excel merupakan produk unggulan dari Microsoft
Corporation yang banyak berperan dalam pengelolaan informasi khususnya data yang
berbentuk angka, dihitung, diproyeksikan, dianalisa, dan dipresentasikan data pada
lembar kerja. Microsoft telah mengeluarkan Excel dalam berbagai versi mulai dari
versi4,versi 5, versi 97, versi 2000 dan excel 2003.
Sheet (lembar kerja) Excel terdiri dari 256 kolom dan 65536 baris. Kolom
diberi nama dengan huruf mulai A,B, C,…..Z. Kemudian dialanjutkan AA, AB,AC
sampai kolom IV. Sedangakan baris ditandai dengan angak mulai dari 1,2,3…sampai
angka 65536.
Excel 2003 hadir dengan berbagai penyempuranan, tampil lebih terintegrasi
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Acces, Powerpoint. Keunggulan program spreadsheet ini adalah mudah dipakai,
fleksibel, mudah terintegarasi dengan aplikasi berbasis windows.
5.2 Langkah-langkah Memulai Pengolahan Data dengan Excel
Sebelum mengoperasikan software ini, pastikan bahwa pada komputer terpasang
program Excel. Langkah-langkah sebagai berikut :
a. Klik tombol start
b. Pilih program dan klik Microsoft Excel
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Gambar 5.1 Tampilan Lembar Kerja Excel
Data tiap tahun pada tiap kolom pertama untuk periode, tahun dan data nilai penjualan
Devisanta W. M : Peramalan Nilai Penjualan Energi Listrik (Dalam Rupiah) Di PT PLN (Persero) Cabang Medan Untuk Tahun 2010 Berdasarkan Data Tahun 1997-2007, 2009.
Gambar 5.2 Tampilan Lembar Kerja Excel Dalam Menentukan Besarnya
Peramalan
Dari data di atas dapat menentukan besarnya forecast dengan α= 0.7. Dan untuk setiap
perhitungan akan diberi nama tiap kolom seperti beikut ini :
1. Pada kolom ke empat ditulis keterangan dengan S't
2. Pada kolom ke lima ditulis keterangan dengan S"t
3. Pada kolom ke enam ditulis keterangan dengan at
4. Pada kolom ke tujuh ditulis keterangan dengan bt
5. Pada kolom ke delapan ditulis keterangan dengan forecast