SELEKSI LIMA ISOLAT FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR UNTUK PEMBIBITAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA DUA DOSIS PUPUK NPK
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi keefektifan Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA), Gliocladium fimbriatum , dan kombinasinya dalam mencegah penyakit busuk pangkal
Peranan cendawan mikoriza arbuskular dalam meningkatkan daya adaptasi bibit kelapa sawit terhadap cekaman kekeringan pada media tanah gambut bekas hutan. Prosiding Seminar
Berdasarkan hasil pada berbagai perlakuan menunjukkan bahwa pemberian spesies fungi mikoriza arbuskular (FMA) Glomus mosseae (M1) memberikan respon yang lebih
Pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskular pada medium tanam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit, panjang daun, jumlah daun, berat basah, ratio tajuk akar
Hal ini diduga dapat terjadi karena perakaran tanaman ber-FMA yang semakin baik ditambah dengan hifa FMA yang berkembang di luar akar telah meningkatkan volume tanah yang
Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dengan dosis 20 g/tanaman meningkatkan tinggi tanaman 6 MST, diameter batang, derajat infeksi FMA Pemberian konsorsium
Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dapat dipergunakan untuk memperluas bidang serapan akar tanaman, untuk meningkatkan penyerapan air dan unsur hara bagi tanaman yang bermikoriza,
FMA berperan aktif membantu tanaman untuk menyerap hara (terutama serapan unsur P) dan air dari lokasi yang tidak terjangkau oleh rambut akar. Fungi mikoriza arbuskula