• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH FILTRAT BUAH PEPAYA MUDA (Carica papaya L.) TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOZOA PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Wistar JANTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH FILTRAT BUAH PEPAYA MUDA (Carica papaya L.) TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOZOA PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Wistar JANTAN"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH FILTRAT BUAH PEPAYA MUDA (Carica papaya L.)

TERHADAP JUMLAH SELSPERMATOZOA PADA TIKUS (Rattus

norvegicus) Wistar JANTAN

Oleh: ISNI WIJI ASTUTIK(01330060) Biology

Dibuat: 2006-03-02 , dengan 3 file(s).

Keywords: FILTRAT BUAH PEPAYA MUDA,SELSPERMATOZOA

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia setelah RRC, India dan Amerika Serikat, yaitu sekitar 200 juta jiwa di tahun 2004 dengan laju pertambahan penduduk sekitar 1,98% (Purnomo, 2004). Untuk menekan dan mengendalikan jumlah

penduduk, maka pemerintah menggalakkan program KB bagi suami istri, tetapi kenyataannya keikutsertaan suami masih sangat rendah sekitar 6% dari seluruh program KB. Hal ini

disebabkan masih terbatasnya pilihan kontrasepsi dan efek samping yang ditimbulkannya. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pemberian buah pepaya muda yang memberikan efek antifertilitas.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh filtrat buah pepaya muda (Carica papaya L.) terhadap jumlah sel spermatozoa pada tikus (rattus norvegicus) wistar jantan dan untuk mengetahui dosis yang paling efisien dari filtrat buah pepaya muda (Carica papaya L.) sebagai efek jumlah sel spermatozoa.

Jenis penelitian ini adalah eksperiment sungguhan. Desain penelitian yang digunakan The post test- only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus (Rattus norvegicus) strain wistar jantan dengan umur 2,5 bulan dan berat badan 185-200 gram. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 ekor terbagi atas 5 perlakuan yang masing-masing terdiri atas 5 ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah filtrat buah pepaya muda (Carica papaya L.). Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah jumlah sel spermatozoa. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jenis tikus (Rattus norvegicus) strain wistar kelamin jantan, tikus berumur 2,5 bulan, berat badan tikus 185-200 gram, umur buah pepaya 2-3 bulan, fertil, makanan BR1 (Broiler1) dan minuman aquades. Rancangan percobaan menggunakan RAL.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tugas akhir ini berjudul “Pengaruh Jus Buah Semangka Merah (Citrullus vulgaris) terhadap Jumlah Sel Spermatozoa Tikus Putih (Rattus Novergicus strain Wistar) Jantan

 Ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) dosis 13 mg memiliki efek yang tidak setara dengan dosis 27 mg dalam menurunkan kadar trigliserida pada tikus Wistar jantan

EKSTRAK n-HEKSANA DAUN PEPAYA ( Carica papaya L) TERHADAP JUMLAH DAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA TIKUS WISTAR JANTAN SETELAH DIINDUKSI KARAGENAN ” sebagai salah satu

• Ekstrak etanol biji papaya (Carica papaya L.) menurunkan kadar kolesterol total pada tikus wistar jantan yang diinduksi pakan tinggi lemak.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian madu dapat meningkatkan konsentrasi, motilitas, dan morfologi spermatozoa tikus wistar ( Rattus norvegicus ) yang diberi

Penelitian tugas akhir ini berjudul “Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Persentase Degenerasi Lumen Tubulus Kontortus Proksimal Ginjal Tikus Putih Jantan

Analisis Data Hitung Jenis Basofil Tikus Jantan ( Rattus norvegicus ) Galur Wistar. Tests

Tujuan penelitian ini mengetahui toksisitas akut ekstrak air buah pepaya ( Carica papaya L.) muda terhadap morfologi eritrosit pada tikus putih ( Rattus norvegicus ) galur