Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
YANG DILAKUKAN BANK SUMUT
KEPADA MASYARAKAT SEKITARNYA
(Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum
OLEH :
AIMI SOLIDEI MANALU NIM : 040200257
DEPARTEMEN HUKUM EKONOMI
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
YANG DILAKUKAN BANK SUMUT
KEPADA MASYARAKAT SEKITARNYA
(Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan) SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum
OLEH :
AIMI SOLIDEI MANALU NIM : 040200257
DEPARTEMEN HUKUM EKONOMI
Disetujui Oleh :
Ketua Departemen Hukum Ekonomi
Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH NIP. 131 570 455
Pembimbing I Pembimbing II
Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH Dr. Sunarmi, SH, M.Hum
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis ucapkan pada Tuhan Yesus Kristus Sang Juru Selamat Hidup, Bapa Yang Baik, Sahabat Yang Setia, yang tak pernah meninggalkan, mengecewakan dan yang telah memberikan pengharapan dan semangat serta kekuatan yang baru ketika hampir putus asa sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulisan skripsi yang berjudul: CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) YANG DILAKUKAN OLEH BANK SUMUT
TERHADAP MASYARAKAT (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan) adalah guna memenuhi persyaratan mencapai gelar Sarjana Hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Penulis sadar akan ketidaksempurnaan hasil penulisan skripsi ini yang membawa harapan yang besar pada semua pihak agar dapat memberikan kritik dan saran yang konstruktif guna menghasilkan sebuah karya ilmiah yang lebih baik dan lebih sempurna lagi, baik dari segi substansi ataupun dari segi cara penulisannya di masa mendatang.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Tak lupa ucapan terima kasih sebesar-besarnya dan penghargaan kepada: 1. Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Prof. Dr.
Chairuddin Lubis atas kesempatan berharga yang diberikan untuk dapat mengikuti segala kegiatan yang dilaksanakan di kampus USU.
2. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH. M. Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) atas dukungan yang besar terhadap seluruh mahasiswa/i di lingkungan kampus USU.
3. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH. MH, selaku Pembantu Dekan I Universitas Sumatera Utara (USU).
4. Bapak Syarifuddin Hasibuan, SH. M. Hum, DFM selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).
5. Bapak Muhammad Husni, SH. M. H selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).
6. Bapak Prof. Dr. Bismar Nasution, SH. M. H selaku Ketua Departemen Hukum Ekonomi, Guru Besar dan Dosen Hukum Ekonomi serta Dosen Pembimbing I. Ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas segala bantuan dan dukungannya yang sangat berarti dan bermanfaat bagi penyelesaian skripsi ini.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
bimbingan dan dukungan yang sangat berarti dan bermanfaat hingga selesainya penyusunan skripsi ini.
8. Buat saudara-saudaraku K” Sismei, K” Katrin, Naomi, Daniel, El-Ezer, Deo Doharna…….
9. Buat teman-temanku yang sudah menyemangatiku menyelesaikan skripsi ini Tomita Sitompul, Friska Sitanggang (Vichenk), Maria Simare-mare, terima kasih banyak buat dukungannya.
10.Buat Sri Agustina, Duma Natalia, Verawati, Melva Sari, Keke, Happy, Panataran and all teman-teman Departemen Hukum Ekonomi, Chiayoooooo….
11.Buat Fitri, Edwina Ira Ginting, Serenity, Delima, Elkana terima kasih sudah mau menjadi teman yang sangat baik bagiku…….
12.Buat K” Fitri terima kasih sudah mau berulang-ulang kali membuat surat pengantar risetku………….! Terima kasih ya Kak…….
13.Buat pegawai perpus FH, dan pegawai perpus USU pusat……… tanx. 14.Buat pegawai American Corner yang sudah baik memberikan waktu yang
panjang memakai internetnya…. tanx a lot ya Bang……
Semoga Allah membalas segala kebaikan dan jasa semua pihak yang telah membantu secara tulus dan ikhlas mendapatkan berkat-Nya.
Salam Hormat,
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iv
ABSTRAKSI ... vi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Perumusan Masalah ... 8
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan ... 8
D. Keaslian Penulisan ... 9
E. Tinjauan Kepustakaan ... 10
F. Metode Penulisan ... 12
G. Sistematika Penulisan... 15
BAB II CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM HUKUM PERUSAHAAN DI INDONESIA A. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) ... 18
B. Latar Belakang dan Perkembangan Corporate Social Responsibility (CSR) ... 23
C. Dasar Hukum Corporate Social Responsibility (CSR) ... 32
D. Manfaat Corporate Social Responsibility (CSR)... 38
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
BAB III PERANAN PERBANKAN DALAM RANGKA PENGIMPLEMENTASIAN CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) DI INDONESIA
A. Pengaturan Corporate Social Responsibility (CSR)
dalam Undang-Undang Perbankan ... 70 B. Peranan Bank Indonesia dalam Penerapan Corporate Social
Responsibility (CSR) Perbankan di Indonesia ... 78
C. Corporate Social Responsibility (CSR) yang Dijalankan
PT. Bank Sumut Sebelum dan Setelah Berlakunya Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas ... 99 BAB VI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) YANG
DILAKUKAN OLEH PT. BANK SUMUT TERHADAP MASYARAKAT
A. Pedoman Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Pada PT. Bank Sumut ... 112 B. Bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang
Dilakukan PT. Bank Sumut ... 123 C. Realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap
Masyarakat ... 129 D. Hambatan dalam Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR) pada Perbankan di Indonesia ... 138 BAB V PENUTUP
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
LAMPIRAN
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) YANG DILAKUKAN
OLEH BANK SUMUT TERHADAP MASYARAKAT
(Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan) *) Prof. Dr. Bismar Nasution, SH. M.H
**) Dr. Sunarmi, SH. M. Hum ***) Aimi Solidei Manalu
ABSTRAKSI
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social
Responsibility (CSR) merupakan bentuk nyata kepedulian kalangan dunia usaha
terhadap lingkungan di sekitarnya. Berbagai sektor dituju dalam kegiatan ini, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan bahkan sosial budaya. Saat ini, konsep dan pelaksanaan CSR makin berkembang di Indonesia. Hal ini tentu menggembirakan. Hanya saja pemahaman kalangan dunia usaha tentang konsep CSR masih beragam. Namun yang terpenting, agar masyarakat bisa merasakan hasil yang maksimal dari kegiatan CSR, maka kegiatan itu harus berkelanjutan (suistanable). Yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah mengapa CSR perlu diterapkan di Indonesia, dan bagaimana peranan Perbankan dalam rangka pengimplementasian CSR di Indonesia serta apa yang menjadi hambatan dari upaya penerapan CSR pada Perbankan di Indonesia?
Metode penelitian yang dipakai untuk menyusun skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan dari buku, majalah, peraturan perundang-undangan dan hasil tulisan ilmiah lainnya yang erat hubungannya dengan maksud tujuan daripada penyusunan karya ilmiah ini serta penelitian lapangan (field research), untuk melihat aplikasi dari peraturan perundang-undangan tersebut dengan mengambil lokasi penelitian pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
*) Dosen Pembimbing I **) Dosen Pembimbing II
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masyarakat dan alam lingkungan hidup merupakan sumber utama faktor-faktor produksi terpenting bagi kegiatan dan eksistensi perusahaan. Tanpa masyarakat dan alam lingkungan hidup, maka perusahaan tidak akan pernah eksis dan mampu berkembang. Perusahaan dapat tumbuh dan berkembang karena adanya faktor-faktor produksi tersebut. Karena itulah perusahaan memiliki tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap keberadaan masyarakat dan alam lingkungan. Kesetaraan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat akan berpengaruh sangat positif baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap seluruh kegiatan perusahaan serta eksistensi perusahaan. Sebab masyarakat merupakan penyedia tenaga kerja sekaligus sebagai pasar dari seluruh hasil produksi perusahaan. Masyarakat yang sejahtera dan memiliki kesetaraan sosial ekonomi akan mampu menyediakan tenaga kerja yang berkualitas dalam jumlah yang mencukupi. Pada saat yang sama kesejahteraan sosial ekonomi akan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk-produk yang dipasarkan perusahaan.1
Demikian pula halnya dengan kelestarian alam dan lingkungan hidup. Lingkungan alam yang terjaga kelestariannya merupakan prasyarat utama keberlangsungan operasional suatu perusahaan. Sebab perusahaan tidak pernah
1
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
bisa melepaskan dirinya dari alam dan lingkungan hidup, terutama lingkungan hidup termasuk masyarakat lokal di sekitar tempatnya berada. Alam lingkungan yang terjaga kelestarian dan keharmonisannya menjamin kelancaran proses produksi, termasuk kepastian penyediaan bahan baku. Lingkungan yang rusak membawa konsekuensi biaya ekonomi yang sangat tinggi, serta memerlukan waktu panjang untuk proses pemulihannya.2
Terjadinya berbagai bencana alam yang massif dan beruntun di seluruh wilayah Indonesia, membawa dampak negatif terhadap tingkat kesejahteraan maupun kesenjangan sosial ekonomi masyarakat. Bencana alam juga menimbulkan berbagai kerusakan terhadap alam dan lingkungan hidup, terutama bencana alam yang disebabkan oleh tingkah laku manusia. Dalam jangka pendek maupun panjang, dampak negatif bencana alam tersebut akan berpengaruh buruk pula terhadap keberadaan perusahaan di masa mendatang.
3
Juga akhir-akhir ini kerapkali terjadi kecelakaan dan musibah yang disebabkan oleh kalangan industri, sehingga menimbulkan stigma industrial di kalangan masyarakat. Sebagai contoh adalah mengenai kasus lumpur panas Porong, memang hal ini lebih dikarenakan faktor teknis dan human error yang telah menjadi trigger untuk kembali menyerukan tanggung jawab kalangan pebisnis terhadap lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan perlunya kesadaran terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) demi tercapainya sebuah keseimbangan dunia usaha antara pelaku dan masyarakat sekitar. Semenjak keruntuhan rezim diktatoriat Orde Baru, masyarakat semakin
2
http://www.google.co.id/, terakhir kali diakses tanggal 22 November 2007. 3
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
berani untuk beraspirasi dan mengekspresikan tuntutannya terhadap perkembangan dunia bisnis Indonesia. Masyarakat telah semakin kritis dan mampu melakukan filterisasi terhadap dunia usaha yang tengah berkembang di tengah masyarakat ini. Hal ini menuntut para pelaku bisnis untuk menjalankan usahanya dengan semakin bertanggung jawab. Pelaku bisnis tidak hanya dituntut untuk memperoleh capital gain atau profit dari lapangan usahanya, melainkan mereka juga diminta untuk memberikan kontribusi--baik material maupun spiritual--kepada masyarakat dan pemerintah.4
Estimasi versi Bank Dunia jumlah penduduk miskin (dengan pendapatan kurang dari US$ 2 per hari) di Indonesia mencapai 70 juta jiwa. Sementara menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sampai Maret 2007 tercatat 37,17 juta jiwa, atau 16,58% dari total penduduk Indonesia. Pendekatan Corporate Social
Responsibility (CSR) sangat terkait dengan pengurangan tingkat kemiskinan.
Belakangan, Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi isu menarik yang mulai dibicarakan baik di kalangan masyarakat umum, dunia umum, dunia usaha maupun di pemerintahan. Kesadaran akan pentingnya penerapan Corporate Social
Responsibility (CSR) telah menjadi tren global seiring dengan semakin maraknya
kepedulian masyarakat terhadap produk-produk yang ramah lingkungan (green
product) dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial dan
prinsip-prinsip hak azasi manusia (HAM).
5
Permasalahan yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia semakin kompleks. Anggaran yang kecil serta konsentrasi pemerintah yang tersedot ke
4
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
beberapa persoalan, menyebabkan pemerintah tidak akan mampu mengatasinya seorang diri. Karenanya kemitraan dan kerja sama antara pemerintah dengan berbagai elemen bangsa khususnya dengan dunia usaha melalui program
Corporate Social Responsibility (CSR) perlu ditingkatkan. Sekecil apapun bentuk
kedermawanan perusahaan akan sangat berarti dalam membantu pemerintah dan masyarakat. Terlebih bila dilakukan secara berkesinambungan dan dikelola dengan baik.6
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah konsep dimana
perusahaan memutuskan secara sukarela untuk memberi kontribusi kepada masyarakat dengan yang lebih baik lagi dan lingkungan yang lestari. Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah merupakan suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Corporate Social Responsibility (CSR) berhubungan erat dengan “pembangunan
berkelanjutan", dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata hanya berdasarkan faktor keuangan belaka seperti halnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.7
6
Yusuf Wibisono, Membedakan Konsep dan Aplikasi CSR, (Gersik: Fascho Publishing, 2007), hal. xiii.
7
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Konstitusi telah mengamanatkan pemerintah termasuk pemerintah daerah terkait penanggulangan kemiskinan, akan tetapi penanggulangan kemiskinan ini juga menjadi tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social
Responsibility). Corporate Social Responsibility (CSR) bukan sekedar bagian
kecil dari praktik good governance, namun lebih dari itu, merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjawab semua kebutuhan atau permasalahan masyarakat.8
Kini, saatnya perusahaan memberikan perhatian yang semakin serius terhadap masalah tersebut. Perusahaan tidak bisa bertindak egois dalam menjalankan roda usahanya dengan hanya mengejar profit semata. Karena, sebagai entitas bisnis perusahaan tidak bisa mempedulikan masyarakat dan lingkungannya. Perusahaan memang mesti bertindak sebagai good citizen yang merupakan tuntutan dari good business ethics. Memang profit merupakan tujuan utama bagi perusahaan, sebagaimana gagasan Milton Friedman: the business of
business is business. Namun masyarakat dan lingkungan juga merupakan aspek
penting bagi keberlanjutan usahanya.
9
Tiga aspek inilah, yang mesti disadari dan dijaga keseimbangannya oleh para pelaku bisnis agar usahanya bisa berkelanjutan. Upaya untuk tetap terus menjaga dan meningkatkan sustainability korporasi ini menjadi penting, agar perusahaan bisa mendatangkan manfaat sebesar-besarnya tidak saja kepada para
shareholder namun juga kepada stakeholders. Upaya perusahaan dalam
meningkatkan peran tersebut memerlukan sinerji multipihak yang solid, terutama
8
http://www.corebest.net/, terakhir kali diakses tanggal 7 Januari 2008. 9
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu mengoptimalkan perannya dalam mendukung tumbuh kembangnya penerapan Corporate Social
Responsibility (CSR) di tanah air. Setidaknya pemerintah diharapkan mampu
menyediakan iklim yang kondusif, mampu memberikan jaminan keamanan, menunjukkan keseriusannya dalam praktik Good Corporate Governance (GCG) atau bahkan dapat memberikan apresiasi kepada pelaku Corporate Social
Responsibility (CSR). Peran masyarakat, terutama komunitas lokal juga sangat
menentukan dalam upaya perusahaan untuk memperoleh rasa aman dan kelancaran dalam berusaha. Karenanya, upaya-upaya untuk meningkatkan keterlibatan mereka perlu mendapat dukungan yang semestinya.
Berbagai peristiwa negatif yang menimpa sejumlah perusahaan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi pelaku usaha untuk memberikan perhatian yang lebih baik terhadap penerapan Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan demikian, penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) secara konsisten merupakan suatu tantangan sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha, terutama untuk membangun corporate value di mata stakeholdersnya sehingga korporasi bisa tetap sustain.10
10
Ibid., hal. 153.
Kesadaran mengenai penting dan strateginya upaya untuk meningkatkan kualitas penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) memang memerlukan waktu yang tidak pendek dan melalui proses yang tidak sederhana. Kesungguhan dan komitmen dari dunia usaha dan masing-masing
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) seharusnya tidak dianggap sebagai cost semata, melainkan juga sebuah investasi jangka panjang bagi perusahaan bersangkutan. Perusahaan mesti yakin, bahwa ada korelasi positif antara pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan meningkatnya apresiasi dunia internasional maupun domestik terhadap perusahaan bersangkutan.11
Ada berbagai penafsiran tentang Corporate Social Responsibility (CSR) dalam kaitan aktivitas atau perilaku suatu perusahaan, namun yang paling banyak diterima saat ini adalah pendapat bahwa yang disebut CSR adalah yang sifatnya melebihi (beyond) laba, melebihi hal-hal yang diharuskan peraturan dan melebihi sekedar public relations.
Pemikiran yang mendasari Corporate Social Responsibility (CSR) yang sering dianggap inti dari Etika Bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal (artinya kepada pemegang saham atau shareholder) tapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) yang jangkauannya melebihi kewajiban-kewajiban di atas. Beberapa hal yang termasuk dalam Corporate Social
Responsibility (CSR) ini antara lain adalah tata laksana perusahaan (corporate
governance) yang sekarang sedang marak di Indonesia, kesadaran perusahaan
akan lingkungan, kondisi tempat kerja dan standar bagi karyawan, hubungan perusahan-masyarakat, investasi sosial perusahaan (corporate philantrophy).
12
11
http://goodcsr.wordpress.com/, terkhir kali diakses tanggal 4 Januari 2008 12
Chrysanti Hasibuan-Sedyono, “Etika Bisnis Corporate Social Responsibility (CSR) dan
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
B. Perumusan Masalah
Agar tidak menjadi bias dan melebarnya pembahasan dalam skripsi ini maka perlu untuk mengangkat permasalahan yang dijadikan sebagai landasan atau acuan dari pokok materi penulisan sehingga suatu kesimpulan dapat diperoleh.
Permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Mengapa Corporate Social Responsibility (CSR) perlu untuk diterapkan di
Indonesia?
2. Bagaimana peranan Perbankan dalam rangka pengimplementasian Corporate
Social Responsibility (CSR) di Indonesia?
3. Apa yang menjadi hambatan dari upaya penerapan Corporate Social
Responsibility (CSR) pada Perbankan di Indonesia?
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. Tujuan Penulisan
Tujuan pembahasan dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui perlunya penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) diterapkan di Indonesia.
2. Untuk mengetahui peranan Perbankan dalam rangka pengimplementasian
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
3. Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi Perbankan dari upaya penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia.
2. Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Secara Teoritis
Secara teoritis, pembahasan terhadap masalah-masalah yang telah dirumuskan akan memberikan kontribusi pemikiran serta pemahaman dan pandangan baru terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) terutama dalam penerapannya.
2. Secara Praktis
Pembahasan terhadap masalah ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi pembaca, khususnya dunia perusahaan yang berhubungan langsung dengan penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut kemudian dapat mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan sebaik-baiknya sehingga membawa manfaat baik bagi perusahaan, bagi pemerintah, bagi masyarakat maupun bagi kelestarian lingkungan.
D. Keaslian Penulisan
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
hampir sama dengan yang ini, akan tetapi substansi pembahasannya berbeda. Penulis menyusunnya melalui bahan-bahan referensi buku-buku, media cetak dan elektronik, serta bantuan dari berbagai pihak. Dengan demikian keaslian skripsi ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
E. Tinjauan Kepustakaan
Menurut Schermerhon (1993) defenisi Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara-cara mereka sendiri dalam melayani kepentingan organisasi dan kepentingan publik eksternal.13 Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan.14
Corporate Social Responsibility (CSR) belum memiliki pengertian yang
tunggal. Defenisi dari Corporate Social Responsibility (CSR) itu sendiri telah dikemukakan oleh bapak pakar. Di antaranya adalah defenisi yang dikemukakan oleh Magnan & Ferrel (2004) yang mendefenisikan Corporate Social
Responsibility (CSR) sebagai:”A business acts in socially responsible manner
when its decision and account for and balance diverse stakeholders interest”.
Defenisi ini menekankan kepada perlunya memberikan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan berbagai stakeholders yang beragam dalam setiap keputusan
13
John R. Schermerhon, Management for Productivity, (New York: John Wiley and Son, 1993), hal. 42.
14
Mu’man Nuryana, “Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kontribusi bagi
Pembangunan Berkelanjutan”, Makalah yang disampaikan pada Diklat Pekerja Sosial Industri,
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
dan tindakan yang diambil para pelaku bisnis melalui perilaku yang secara sosial bertanggung jawab.15
The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)
adalah sebuah lembaga internasional yang berdiri tahun 1995 dan beranggotakan lebih dari 120 multinational company yang berasal lebih dari 30 negara itu, dalam publikasinya Making Good Business Sense mendefenisikan Corporate Social
Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, sebagai:
”Continuing commitment by business to be have ethically and contribute to
economic development while improving the quality of life of the workforce and
their families as well as of the local community and society at large”. Maksudnya
adalah komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.
16
Versi lain mengenai defenisi Corporate Social Responsibility (CSR) dikemukakan oleh World Bank. Lembaga keuangan global ini memandang
Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai: “The commitment of business to
contribute to sustainable economic development working with employees and
their representatives the local community and society at large to improve quality
of life, in ways that are both good for business and good for development”. Yang
artinya adalah komitmen bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan kontribusi
15
A. B. Susanto, Corporate Social Responsibility, (Jakarta: The Jakarta Consulting Group, 2007), hal. 21.
16
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan semua pemangku kepentingan guna memperbaiki kehidupan mereka dengan cara yang bermanfaat bagi bisnis, agenda pembangunan yang berkelanjutan maupun masyarakat umum.17
Penjelasan atas Pasal 15 (b) Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal lebih lanjut menerangkan bahwa “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat.18
F. Metode Penulisan
Untuk melengkapi penulisan skripsi ini dengan tujuan supaya dapat lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka metode penulisan yang digunakan antara lain:
1. Jenis Penelitian
Dalam menyusun skripsi ini, digunakan Metode Penelitian Hukum Normatif yang bersifat deskriptif. Penelitian hukum normatif adalah penelitian dengan hanya mengolah dan menggunakan data-data sekunder. Sedangkan yang bersifat deskriptif maksudnya penelitian tersebut kadangkala dilakukan dengan melakukan suatu survei ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang dapat mendukung teori yang telah ada.
17
Daniel Prakosa, “CSR for Better Life a Learning Forum Series”, Disampaikan pada Seminar Indonesia Business Links Resource Center for Corporate Citizenship, di Hotel Grand Angkasa, Medan tanggal 31 Agustus 2007, hal 7.
18
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
2. Sumber Data a. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung di lapangan melalui wawancara dengan informan yang berasal dari pihak PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan dan pihak-pihak yang terkait.
b. Data Sekunder
Data-data sekunder tersebut, meliputi:19
1. Bahan Hukum Primer, yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat, dan terdiri dari:
a. Norma/kaidah dasar, yaitu: Pembukaan UUD 1945 b. Peraturan dasar:
1. Batang Tubuh UUD 1945
2. Ketetapan-ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) c. Peraturan Perundang-undangan:
1. Undang-Undang dan peraturan yang setaraf, 2. Peraturan Pemerintah dan peraturan yang setaraf, 3. Keputusan Presiden dan keputusan yang setaraf, 4. Keputusan Menteri dan keputusan yang setaraf, 5. Peraturan-peraturan Daerah.
d. Bahan Hukum yang tidak dikodifikasikan, seperti Hukum Adat.
19
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
e. Yurisprudensi
2. Bahan Hukum Sekunder, yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, seperti Rancangan Undang-Undang (RUU), hasil-hasil penelitian, atau pendapat para pakar hukum.
3. Bahan Hukum Tertier, yaitu bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus (hukum), ensiklopedia.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau yang disebut dengan data sekunder. Adapun data sekunder yang digunakan dalam penulisan skripsi ini antara lain berasal dari buku-buku baik koleksi pribadi maupun dari perpustakaan, artikel-artikel baik yang diambil dari media cetak maupun elektronik, dokumen-dokumen pemerintah, termasuk peraturan perundang-undangan.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
dirancang untuk memperoleh jawaban-jawaban yang relevan dengan masalah penelitian kepada seorang responden.20
4. Analisis Data
Data sekunder yang telah disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara perspektif dengan menggunakan metode deduktif dan induktif. Metode deduktif dilakukan dengan cara membaca, menafsirkan dan membandingkan, sedangkan metode induktif dilakukan dengan menerjemahkan berbagai sumber yang berhubungan dengan topik dalam skripsi ini, sehingga diperoleh kesimpulan yang sesuai dengan penelitian yang telah dirumuskan.
G. Sistematika Penulisan
Dalam menghasilkan karya ilmiah, maka pembahasannya harus diuraikan secara sistematis. Untuk mempermudah penulisan skripsi ini maka diperlukan adanya sistematika penulisan yang teratur yang terbagi dalam bab perbab yang saling berangkaian satu sama lain. Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah:
BAB I : Berisikan Pendahuluan yang merupakan pengantar yang di dalamnya terurai mengenai Latar Belakang Penulisan Skripsi, Perumusan Masalah kemudian dilanjutkan dengan Tujuan dan Manfaat Penulisan, Keaslian Penulisan, Tinjauan Kepustakaan, Metode Penulisan, yang kemudian diakhiri oleh Sistematika Penulisan.
20
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
BAB II : Merupakan bab yang membahas tentang Corporate Social
Responsibility (CSR) dalam Hukum Perusahaan di Indonesia,
dimana di dalamnya diuraikan Pengertian tentang Corporate
Social Responsibility (CSR), Latar Belakang dan Perkembangan
Corporate Social Responsibility (CSR), Dasar Hukum Corporate
Social Responsibility (CSR), Manfaat Corporate Social
Responsibility (CSR).
BAB III : Merupakan bab yang membahas Peranan Perbankan dalam Rangka Pengimplementasian Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia, dimana di dalamnya diuraikan, Pengaturan
Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Undang-Undang
Perbankan, Peranan Bank Indonesia dalam Penerapan Corporate
Social Responsibility (CSR) di Indonesia, Corporate Social
Responsibility (CSR) yang Dijalankan Bank Sumut Sebelum dan
Sesudah Berlakunya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
BAB IV : Merupakan bab yang membahas mengenai Hambatan dari Upaya Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perbankan di Indonesia, dimana di dalamnya diuraikan gambaran umum tentang Pedoman Implementasi Corporate Social
Responsibility (CSR) pada Bank Sumut, Bentuk Corporate
Social Responsibility (CSR) yang Dilakukan Bank Sumut,
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Masyarakat, Hambatan dalam Penerapan Corporate Social
Responsibility (CSR) pada Perbankan di Indonesia.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
BAB II
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
DALAM HUKUM PERUSAHAAN DI INDONESIA
A. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) secara etimologis diterjemahkan
sebagai “Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”. Dalam konteks lain, Corporate
Social Responsibility (CSR) kadang juga disebut sebagai “Tanggung Jawab Sosial
Korporasi” atau “Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha (Tansodus)”.21 Dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Bab V Pasal 74,
Corporate Social Responsibility (CSR) disebutkan dengan istilah “Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan”, walaupun tidak dijelaskan lebih lanjut pengertian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tersebut. Namun menurut A.B. Susanto dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, defenisi dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan lebih menitikberatkan kepada pengembangan komunitas (Community Development).22
Menurut Schermerhon (1993) defenisi Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara-cara mereka sendiri dalam melayani kepentingan organisasi dan kepentingan publik eksternal.23
21
Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 8. 22
A. B. Susanto, Op. cit., hal. vii. 23
John R. Schermerhon, Loc. cit.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan.24
Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan atau bahkan sering diidentikkan dengan Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain Pemberian/Amal Perusahaan (Corporate Giving/Charity), Kedermawanan Perusahaan (Corporate Philanthropy), Relasi Kemasyarakatan Perusahaan (Corporate Community/Public Relation), dan Pengembangan Masyarakat (Community Development). Keempat nama itu bisa pula dilihat sebagai dimensi atau pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam konteks Investasi Sosial Perusahaan (Corporate Social Invesment/Investing) yang didorong oleh spektrum motif yang terentang dari motif “amal” hingga “pemberdayaan”.25
Corporate Social Responsibility (CSR) belum memiliki pengertian yang
tunggal. Defenisi dari Corporate Social Responsibility (CSR) itu sendiri telah dikemukakan oleh bapak pakar. Di antaranya adalah defenisi yang dikemukakan oleh Magnan & Ferrel (2004) yang mendefenisikan Corporate Social
Responsibility (CSR) sebagai:”A business acts in socially responsible manner
when its decision and account for and balance diverse stakeholders interest”.
Defenisi ini menekankan kepada perlunya memberikan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan berbagai stakeholders yang beragam dalam setiap keputusan
24
Mu’man Nuryana, “Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kontribusi bagi
Pembangunan Berkelanjutan”, Makalah yang disampaikan pada Diklat Pekerja Sosial Industri,
Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung, Lembang tanggal 5 Desember 2005.
25
Briliant dan Rice, Influencing Corporate Philanthropy dalam Cary M. Gould dan Michael L. Smith (eds), Social Work in the Workplace (New York: Springer Publishing Co.) hal. 299 (dalam Sunarmi, Implementasi CSR dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
dan tindakan yang diambil para pelaku bisnis melalui perilaku yang secara sosial bertanggung jawab. Sedangkan komisi Eropa membuat defenisi yang lebih praktis, yang pada galibnya bagaimana perusahaan yang secara sukarela memberi kontribusi bagi terbentuknya masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih. Sedangkan Elkington mengemukakan bahwa sebuah perusahaan yang menunjukkan tanggung jawab sosialnya akan memberikan perhatian kepada peningkatan kualitas perusahaan (profit); masyarakat, khususnya komunitas sekitar ( people); serta lingkungan hidup (planet earth).26
The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)
adalah sebuah lembaga internasional yang berdiri tahun 1995 dan beranggotakan lebih dari 120 multinational company yang berasal lebih dari 30 negara itu, dalam publikasinya Making Good Business Sense mendefenisikan Corporate Social
Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, sebagai:
“Continuing commitment by business to be have ethically and contribute to
economic development while improving the quality of life of the workforce and
their families as well as of the local community and society at large”. Maksudnya
adalah komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.27
Versi lain mengenai defenisi Corporate Social Responsibility (CSR) dikemukakan oleh World Bank. Lembaga keuangan global ini memandang
26
A. B. Susanto, Op. cit., hal. 21-22. 27
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai: “The commitment of business to
contribute to sustainable economic development working with employees and
their representatives the local community and society at large to improve quality
of life, in ways that are both good for business and good for development”. Yang
artinya adalah komitmen bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan semua pemangku kepentingan guna memperbaiki kehidupan mereka dengan cara yang bermanfaat bagi bisnis, agenda pembangunan yang berkelanjutan maupun masyarakat umum.28 Sementara itu sejumlah negara juga mempunyai defenisi tersendiri mengenai Corporate Social Responsibility (CSR). Uni Eropa (EU
Green Paper on CSR) mengemukakan bahwa: “CSR is a concept where by
companies integrate social and environmental concerns in their business
operations and their interaction with their stakeholders on a voluntary basic”.29
Menurut defenisi yang dikemukakan oleh The Jakarta Consulting Group, tanggung jawab sosial ini diarahkan baik ke dalam (internal) maupun ke luar (eksternal) perusahaan. Ke dalam, maksudnya tanggung jawab ini diarahkan kepada pemegang saham dalam bentuk profitabilitas dan pertumbuhan. Seperti diketahui, pemegang saham telah menginvestasikan sumber daya yang dimilikinya guna mendukung berbagai aktivitas operasional perusahaan, dan oleh karenanya mereka akan mengharapkan profitabilitas yang optimal serta pertumbuhan perusahaan sehingga kesejahteraan mereka di masa depan juga akan mengalami peningkatan. Oleh karenanya perusahaan harus berjuang keras agar
28
Daniel Prakosa, Loc cit. 29
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
memperoleh laba yang optimal dalam jangka panjang serta senantiasa mencari peluang bagi pertumbuhan di masa depan. Di samping kepada pemegang saham, tanggung jawab sosial ke dalam ini juga diarahkan kepada karyawan. Karenanya hanya dengan kerja keras, kontribusi, serta pengorbanan merekalah perusahaan dapat menjalankan berbagai macam aktivitasnya serta meraih kesuksesan. Oleh karenanya perusahaan dituntut untuk memberikan kompensasi yang adil serta memberikan peluang pengembangan karier bagi karyawannya. Tentu saja hubungan antara perusahaan dengan karyawan ini harus didasarkan pada prinsip hubungan yang saling menguntungkan (mutually beneficial). Artinya perusahaan harus memberikan kompensasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, namun di lain pihak karyawan pun dituntut untuk memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan perusahaan.30
Ke luar, maksudnya tanggung jawab sosial ini berkaitan dengan peran perusahaan sebagai pembayar pajak dan penyedia lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan karyawan dan kompetensi masyarakat, serta memelihara lingkungan bagi kepentingan generasi mendatang. Pajak diperoleh dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. Oleh karenanya perusahaan harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga mampu meraih laba yang maksimal. Demi kelancaran aktivitas perusahaan dalam usaha mencapai tujuannya, perusahaan membutuhkan banyak tenaga kerja. Seiring dengan tumbuh kembangnya perusahaan, kebutuhan akan tenaga kerja ini akan mengalami peningkatan. Perusahaan berkewajiban untuk ikut berpartisipasi menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Lapangan kerja
30
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
akan semakin banyak tersedia manakala perusahaan tumbuh dan berkembang. Oleh karenanya perusahaan berkewajiban untuk selalu mencari peluang-peluang baru bagi pertumbuhan, tentu saja dengan tetap mempertimbangkan faktor keuntungan dan tingkat pengembalian finansial yang optimal. Perusahaan juga memiliki kewajiban untuk berpartisipasi dalam usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi masyarakat, baik yang berkaitan dengan perusahaan maupun yang tidak. Perusahaan juga bertanggung jawab untuk memelihara kualitas lingkungan tempat mereka beroperasi demi peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang, baik untuk generasi saat ini maupun untuk generasi penerus.31
B. Latar Belakang dan Perkembangan Corporate Social Responsibility (CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) yang kini marak
diimplementasikan banyak perusahaan, mengalami evolusi dan metamorfosis dalam rentang waktu yang cukup panjang. Konsep ini tidak lahir begitu saja, ada beberapa tahapan sebelum gemanya lebih terasa. Pada saat industri berkembang setelah terjadi revolusi industri, kebanyakan perusahaan masih memfokuskan dirinya sebagai organisasi yang mencari keuntungan belaka. Mereka memandang bahwa sumbangan kepada masyarakat cukup diberikan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui produknya, dan pembayaran pajak kepada negara. Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat tidak sekedar menuntut perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa yang
31
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
diperlukannya, melainkan juga menuntut untuk bertanggung jawab secara sosial. Karena, selain terdapat ketimpangan ekonomi antara pelaku usaha dengan masyarakat sekitarnya, kegiatan operasional perusahaan umumnya juga memberikan dampak negatif, misalnya eksploitasi sumber daya dan rusaknya lingkungan di sekitar operasi perusahaan.32
Adanya revolusi industri telah menyebabkan masalah tanggung jawab perusahaan menjadi fokus yang tajam. Ini merefleksikan kekuatan industri baru untuk membentuk kembali hubungan yang sudah kuno. Feodal, klan, rumpun, atau sistem otoritas yang berlandaskan kekeluargaan dan teknologi memberi kekuasaan yang besar dan kekayaan pada “perusahaan”. Tanah harus dibagi-bagi kembali dan kota-kota dibangun. Kekuatan mesin yang melebihi manusia meningkatkan masalah tanggung jawab dan moralitas.
33
Itulah yang kemudian melatarbelakangi munculnya konsep Corporate
Social Responsibility (CSR) yang paling primitif: kedermawanan yang bersifat
karitatif34
32
Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 3-4. 33
Tom Canon, Corporate Responsibility (Tanggung Jawab Perusahaan), (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 1995), hal. 2.
34
Kegiatan karitatif merupakan suatu kegiatan keagamaan, tradisi dan adat-istiadat. Maksudnya suatu kegiatan yang ditujukan untuk membangun, memajukan dan mendukung kegiatan keagamaan, tradisi dan adat-istiadat masyarakat sekitar.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
penjualan minuman, pelayanan yang buruk dan melakukan pembangunan gedung di bawah standar sehingga menyebabkan kematian orang lain.35
Literatur-literatur awal yang membahas Corporate Social Responsibility (CSR) pada tahun 1950-an menyebut Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Social Responsibility (SR bukan CSR). Tidak disebutkannya kata
corporate dalam istilah tersebut kemungkinan besar disebabkan pengaruh dan
dominasi korporasi modern belum terjadi atau belum disadari. Buku karangan Howard R. Bowen yang berjudul Social Responsibility of The Businessman dapat dianggap sebagai tonggak bagi Corporate Social Responsibility (CSR) modern. Dalam buku itu Bowen memberikan definisi awal dari Corporate Social
Responsibility (CSR) sebagai: “… obligation of businessman to pursue those
policies, to make those decision or to follow those line of action wich are
desirable in term of the objectives and values of our society”. Walaupun judul dan
isi buku Bowen bias gender (hanya menyebutkan businessman tanpa mencantumkan businesswoman), sejak penerbitan buku tersebut definisi
Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan Bowen memberikan
pengaruh besar kepada literatur-literatur Corporate Social Responsibility (CSR) yang terbit setelahnya. Sumbangsih besar pada peletakan pondasi Corporate
Social Responsibility (CSR) tersebut membuat Bowen pantas disebut sebagai
Bapak CSR.36
35
Hangga Surya Prayoga, “CSR: Sekilas Sejarah dan Konsep”, http://www.donhangga.com/, terakhir kali diakses pada tanggal 11 Desember 2007.
36
Hangga Surya Prayoga, “CSR: Sekilas Sejarah dan Konsep”,
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Dalam artikelnya, Craig Smith memberikan beberapa ulasan singkat dalam sejarah yang menjadi tolak ukur perubahan atau evolusi atas pandangan perusahaan terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) di Amerika Serikat. Sekitar tahun 1950-an, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang menarik segala restriksi hukum dan menyatakan tidak berlaku segala aturan tidak tertulis yang menghalangi keterlibatan perusahaan dalam isu-isu sosial. Sehingga, pada tahun 1960-an dengan telah ditariknya halangan-halangan tersebut di atas, perusahaan-perusahaan mulai merasakan adanya tekanan atas diri mereka untuk menunjukkan tanggung jawab sosial mereka, dan banyak perusahaan yang mulai mendirikan in-house foundations atau unit khusus untuk menangani hal ini.37
Gema Corporate Social Responsibility (CSR) semakin terasa pada tahun 1960-an saat dimana secara global, masyarakat dunia telah pulih dari Perang Dunia II, dan mulai menapaki jalan menuju kesejahteraan. Pada waktu itu persoalan-persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang semula terabaikan mulai mendapatkan perhatian lebih luas dari berbagai kalangan. Persoalan ini telah mendorong berkembangnya beragam aktivitas yang terkait dengan pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan dengan mendorong berkembangnya sektor produktif dari masyarakat.
38
37
Bismar Nasution, “Aspek Hukum Tanggung Jawab Sosial”, Disampaikan pada Semiloka Peran dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Masyarakat Lokal Wilayah Operasional Perusahaan Perspektif Hak Asasi Manusia, diselenggarakan oleh Komisi Hak Asasi Manusia, Riau: Pekanbaru tanggal 23 Februari 2008, hal. 6.
38
Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 4.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
pandangan yang mendalam atas hubungan antara CSR dengan kekuatan bisnis. Davis mengutarakan “Iron Law of Responsibility” yang menyatakan bahwa tanggung jawab sosial pengusaha sama dengan kedudukan sosial yang mereka miliki (social responsibilities of businessmen need to be commensurate with their
social power).39
Gema Corporate Social Responsibility (CSR) pada dekade itu juga diramaikan oleh terbitnya buku legendaris yang berjudul “Silent Spring”. Di dalam buku ini untuk pertama kalinya persoalan lingkungan diwacanakan dalam tataran global. Penulis buku itu, Rachel Carson, yang merupakan seorang ibu rumah tangga biasa, mengingatkan kepada masyarakat dunia bahwa betapa mematikannya pestisida bagi lingkungan dan kehidupan. Melalui karyanya itu sepertinya ia ingin menyadarkan bahwa tingkah laku korporasi mesti dicermati sebelum berdampak menuju kehancuran. Sejak itu, perhatian terhadap permasalahan lingkungan semakin berkembang dan mendapat perhatian yang kian luas.
40
Pemikiran tentang korporasi yang lebih manusiawi juga muncul dalam “The Future Capitalism” yang ditulis Lester Thurow tahun 1996. Pandangan Thurow pun tak kalah tajamnya. Menurutnya, kapitalisme--yang menjadi
mainstream saat itu--tidak hanya berkutat pada masalah ekonomi, namun juga
memasukkan unsur sosial dan lingkungan yang menjadi basis apa yang nantinya disebut sustainable society. Thurow memang agak pesimistis bahwa konsep itu
39
Hangga Surya Prayoga, “CSR: Sekilas Sejarah dan Konsep”, http://www.donhangga.com/, terakhir kali diakses pada tanggal 11 Desember 2007.
40
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
diimplementasikan. Namun demikian, perilaku karitatif sudah banyak digelar oleh korporasi.41
Pada tahun 1970-an, banyak perusahaan yang cenderung menyokong isu-isu sosial yang paling tidak terkait dengan bisnis perusahaan mereka, menyokong beraneka ragam isu sosial (tidak terpaku hanya satu), dan bentuk tanggung jawab sosial disalurkan melalui suatu yayasan atau unit lain yang terpisah dari perusahaan.
42
Pada dasawarsa 1970-an, terbitlah “The Limits to Growth”. Buku yang hingga kini terus diperbaharui itu merupakan hasil pemikiran para cendikiawan dunia yang tergabung dalam Club of Rome. Buku ini mengingatkan kepada masyarakat dunia bahwa bumi yang kita pijak ini mempunyai keterbatasan daya dukung. Sementara di sisi lain, manusia bertambah secara eksponensial. Karenanya, eksploitasi alam mesti dilakukan secara hati-hati supaya pembangunan dapat dilakukan secara berkelanjutan.43
Tahun 1971, Committee for Economic Development (CED) menerbitkan
Social Responsibilities of Business Corporations. Penerbitan yang dapat dianggap
sebagai code of conduct bisnis tersebut dipicu adanya anggapan bahwa kegiatan usaha memiliki tujuan dasar untuk memberikan pelayanan yang konstruktif untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat. CED merumuskan Corporate
Social Responsibility (CSR) dengan menggambarkannya dalam lingkaran
konsentris. Lingkaran dalam merupakan tanggungjawab dasar dari korporasi untuk penerapan kebijakan yang efektif atas pertimbangan ekonomi (profit dan
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
pertumbuhan); Lingkaran tengah menggambarkan tanggung jawab korporasi untuk lebih sensitif terhadap nilai-nilai dan prioritas sosial yang berlaku dalam menentukan kebijakan mana yang akan diambil; Lingkaran luar menggambarkan tanggung jawab yang mungkin akan muncul seiring dengan meningkatnya peran serta korporasi dalam menjaga lingkungan dan masyarakat.44
Sejalan dengan bergulirnya wacana tentang kepedulian lingkungan, kegiatan kedermawanan perusahaan terus berkembang dalam kemasan
philanthropy serta Community Development (CD). Pada dasawarsa ini, terjadi
perpindahan penekanan dari fasilitas dan dukungan pada sektor-sektor produktif ke arah sektor-sektor sosial. Latar belakang perpindahan ini adalah kesadaran bahwa peningkatan produktivitas hanya akan dapat terjadi manakala variabel-variabel yang menahan orang miskin tetap miskin, misalnya pendidikan dan kesehatan dapat dibantu dari luar. Berbagai program populis kemudian banyak dilakukan seperti penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, air bersih dan banyak lagi kegiatan sejenisnya.
45
Di era 1980-an makin banyak perusahaan yang menggeser konsep filantropisnya ke arah Community Devekopment. Intinya kegiatan kedermawaan yang seperti Robin Hood semakin berkembang ke arah pemberdayaan masyarakat misalnya pengembangan kerja sama, memberikan ketrampilan, pembukaan akses pasar, hubungan inti-plasma, dan sebagainya.
46
44
Hangga Surya Prayoga, “CSR: Sekilas Sejarah dan Konsep”, http://www.donhangga.com/, terakhir kali diakses pada tanggal 11 Desember 2007.
45
Yusuf Wibisono, Loc.cit. 46
Ibid., hal. 6.
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
terkait dengan bisnis perusahaan mereka, menyokong beraneka ragam isu sosial, dan bentuk tanggung jawab sosial disalurkan melalui suatu yayasan atau unit lain yang terpisah dari perusahaan. Hal ini dapat dilihat dalam kasus Exxon Valdez Oil
Spill (tumpahan minyak Exxon) pada tahun 1989.47
Dalam artikel yang berjudul Dimensions of Corporate Social
Performance, S. Prakash Sethi memberikan penjelasan atas perilaku korporasi
yang dikenal dengan social obligation, social responsibility, dan social
responsiveness. Menurut Sethi, social obligation adalah perilaku korporasi yang
didorong oleh kepentingan pasar dan pertimbangan-pertimbangan hukum. Dalam hal ini social obligation hanya menekankan pada aspek ekonomi dan hukum saja.
Social responsibility merupakan perilaku korporasi yang tidak hanya menekankan
pada aspek ekonomi dan hukum saja tetapi menyelaraskan social obligation dengan norma, nilai dan harapan kinerja yang dimiliki oleh lingkungan sosial.
Social responsiveness merupakan perilaku korporasi yang secara responsif dapat
mengadaptasi kepentingan sosial masyarakat. Social responsiveness merupakan tindakan antisipasi dan preventif. Dari pemaparan Sethi dapat disimpulkan bahwa
social obligation bersifat wajib, social responsibility bersifat anjuran dan social
responsiveness bersifat preventif. Dimensi-dimensi kinerja sosial (social
performance) yang dipaparkan Sethi juga mirip dengan konsep lingkaran
konsentris yang dipaparkan oleh CED.48
47
Bismar Nasution, Loc. cit. 48
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
Dasawarsa 1990-an adalah dasawarsa yang diwarnai dengan beragam pendekatan seperti pendekatan integral, pendekatan stakeholders maupun pendekatan civil society. Beragam pendekatan tersebut telah mempengaruhi praktik Community Development. Community Development menjadi suatu aktivitas yang lintas sektoral karena mencakup baik aktivitas produktif maupun sosial dan juga lintas pelaku sebagai konsekuensi berkembangnya keterlibatan berbagai pihak.49 Pada tahun 1990-an ini, cara pandang pun berubah dimana
Corporate Social Responsibility (CSR) suatu perusahaan tidak hanya diarahkan
untuk turut mencapai sasaran-sasaran bisnis perusahaan, tetapi perseroan tersebut juga harus menyokong kegiatan-kegiatan dengan memanfaatkan keahlian dalam bidang pemasaran (marketing expertise), bantuan teknis perseroan (technical
assistance), dan sukarelawan dari kalangan pegawai.50
Pada tataran global tahun 1992 diselenggarakan KTT yang diadakan di Rio de Jenairo, Brazil ini menegaskan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang didasarkan atas perlindungan lingkungan hidup, pembangunan ekonomi dan sosial sebagai hal yang mesti dilakukan. Terobosan besar dalam konteks Corporate Social Responsibility (CSR) ini dilakukan oleh John Elkington melalui konsep “3P” (profit, people dan planet) yang dituangkan dalam bukunya “Cannibals with Forks, The Tripple Bottom Line of Twentieth
Century Business” yang dirilis pada tahun 1997. Ia berpendapat bahwa jika
perusahaan ingin sustain, maka ia perlu memperhatikan 3P, yakni bukan hanya
profit yang diburu, namun juga harus memberikan kontribusi positif kepada
49
Yusuf Wibisono, Loc.cit. 50
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
masyarakat (people) dan ikut aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). Gaung Corporate Social Responsibility (CSR) kian bergema setelah diselenggarakannya World Summit on Sustainable Development (WSSD) tahun 2002 di Johannesburg, Afrika Selatan. Sejak saat inilah defenisi Corporate Social
Responsibility (CSR) mulai berkembang.51
C. Dasar Hukum Corporate Social Responsibility (CSR)
Adapun yang menjadi dasar hukum dalam pengaturan Corporate Social
Responsibility (CSR) adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dalam Pasal 74 ayat (1), (2), (3), dan (4);
2. Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dalam Pasal 15 (b) dan Pasal 34;
3. Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pada bagian menimbang butir b, c, d, Pasal 1 butir 1, 2, 3, 14, 24, dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 6;
Pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pengaturan Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dilihat pada Pasal 74 yang menyebutkan:52
(1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
51
Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 6-7. 52
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
(2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
(3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Penjelasan atas Pasal 74 ayat (1) lebih lanjut menerangkan bahwa ketentuan ini bertujuan untuk tetap menciptakan hubungan Perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat. Yang dimaksud dengan “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang sumber daya alam” adalah Perseroan yang kegiatan usahanya mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Yang dimaksud dengan “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya yang berkaitan dengan sumber daya alam” adalah Perseroan yang tidak mengelola dan yang tidak memanfaatkan sumber daya alam, tetapi kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam.53
Penjelasan atas Pasal 74 ayat (3) lebih lanjut menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan” adalah dikenai segala bentuk sanksi yang diatur dalam peraturan
53
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
perundang-undangan yang terkait. Sedangkan penjelasan atas Pasal 74 ayat (2) dan (4) adalah cukup jelas.
Pada Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal pengaturan Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dilihat pada:54
1. Pasal 15
Setiap penanam modal berkewajiban:
a. menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik; b. melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan;
c. membuat laporan tentang kegiatan penanaman modal dan menyampaikannya kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal;
d. menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal; dan
e. mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan. 2. Pasal 34
(1) Badan usaha atau usaha perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 yang tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 dapat dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembatasan kegiatan usaha;
c. pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal; atau d. pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal.
54
Aimi Solidei Manalu : Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan), 2008.
USU Repository © 2009
(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh instansi atau lembaga yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Selain dikenai sanksi administratif, badan usaha atau usaha perseorangan dapat dikenai sanksi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penjelasan atas Pasal 15 (b) lebih lanjut menerangkan bahwa “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat.55
Pada Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pengaturan Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dilihat pada:56
1. Menimbang butir b
Bahwa dalam rangka mendayagunakan sumber daya alam untuk memajukan kesejahteraan umum seperti diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan untuk mencapai kebahagiaan hidup berdasarkan Pancasila, perlu dilaksanakan pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup berdasarkan kebijakan nasional yang terpadu menyeluruh dengan memperhitungkan kebutuhan generasi masa kini dan generasi masa depan;
55
Penjelasan atas Pasal 15 butir (b) Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
56