• Tidak ada hasil yang ditemukan

kuliah blok 13 antiseptik dan desinfektans

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "kuliah blok 13 antiseptik dan desinfektans"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Antiseptik dan

Desinfektans

(2)
(3)

ANTISEPTIC:

bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik

(4)

Desinfeksi :

bahan kimia atau pengaruh fisika

yang digunakan untuk mencegah

terjadinya infeksi atau

pencemaran jasad renik seperti

bakteri dan virus, juga untuk

membunuh atau menurunkan

jumlah mikroorganisme atau

(5)

PENGERTIAN

Desinfektansia : senyawa untuk mencegah infeksi dengan jalan

penghancuran atau pelarutan jasad renik patogen dikenakan pada jaringan tak hidup : ruang operasi, alat-alat

operasi, lantai

Antiseptika : dikenakan untuk jaringan hidup. Kadar yang terlalu tinggi selain membunuh mikro organisme, juga

membunuh jaringan. Antiseptika kadar rendah

(6)

Persamaan

 jenis bahan kimia yang digunakan sebagai

antiseptik dan desinfektan. kedua zat kimia ini bisa membunuh bakteri yang dapat

menyebabkan penyakit dan infeksi.

 Cara kerja dari antiseptik dan disinfektan

memang sama, yaitu senyawa yang terkandung di dalamnya akan menembus dinding sel

organisme seperti bakteri

(7)

Perbedaan

antiseptik digunakan untuk menyingkirkan kuman di kulit yang hidup, sedangkan disinfektan

menyingkirkan kuman di benda yang mati.

disinfektan kadang digunakan juga sebagai antiseptik untuk manusia asalkan dosisnya tepat karena kalau dosisnya terlalu tinggi bisa membuat keracunan

hingga kematian

Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik harus memiliki sifat tidak

(8)
(9)

Antiseptik

Zat kimia ini penggunaannya diterapkan pada kulit yang hidup atau jaringan tertentu untuk mencegah terjadinya infeksi dan umumnya tidak terlalu toksik, sehingga tidak berbahaya bagi kulit.

Antiseptik biasanya digunakan saat

seseorang mencuci tangan atau sebelum melakukan operasi.

(10)

Disinfektan

Penggunaan senyawa ini diterapkan pada permukaan, peralatan atau benda mati

lainnya, sehingga kadarnya lebih toksik. Jika salah digunakan bisa menyebabkan

pengerasan kulit, luka serta peradangan. Desinfektan sering digunakan untuk

peralatan pembersih rumah tangga.

(11)

Antiseptik

 adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan membran mukosa.

 antiseptik yang kuat dan dapat mengiritasi jaringan kemungkinan dapat dialihfungsikan

menjadi disinfektan contohnya adalah fenol yang dapat digunakan baik sebagai antiseptik maupun disinfektan.

 Penggunaan antiseptik sangat direkomendasikan ketika terjadi epidemi penyakit karena dapat

(12)

dua jenis antiseptik :

a. Germisida mampu menghancurkan mikroba

b. bakterisida digunakan untuk

(13)

 Mekanisme kerja antiseptik terhadap

mikroorganisme berbeda-beda, misalnya saja dengan mendehidrasi

(mengeringkan) bakteri, mengoksidasi sel bakteri, mengkoagulasi (menggumpalkan) cairan di sekitar bakteri, atau meracuni

sel bakteri.

 Beberapa contoh antiseptik diantaranya adalah hydrogen peroksida, garam

(14)

Penggunaan antiseptik

 Antiseptik terutama digunakan

untuk mencegah dan mengobati

infeksi pada luka. Sediaan antiseptik dapat digunakan untuk mengobati luka memar, luka iris, luka lecet dan luka

(15)

Jenis-jenis antiseptik

1. Etakridin laktat (rivanol)

senyawa organik berkristal kuning oranye yang berbau menyengat. Penggunaannya sebagai antiseptik dalam larutan 0,1% lebih dikenal dengan merk

dagang rivanol. Tindakan bakteriostatik rivanol dilakukan dengan mengganggu proses vital pada asam nukleat sel mikroba. Efektivitas rivanol

cenderung lebih kuat pada bakteri gram

positif daripada gram negatif. Meskipun fungsi

antiseptiknya tidak sekuat jenis lain, rivanol memiliki keunggulan tidak mengiritasi jaringan, sehingga

(16)

2. Alkohol

Alkohol adalah antiseptik yang kuat.

Alkohol membunuh kuman dengan cara menggumpalkan protein dalam selnya.

Kuman dari jenis bakteri, jamur, protozoa dan virus dapat terbunuh oleh alkohol.

Alkohol (yang biasanya dicampur yodium) sangat umum digunakan untuk

mensterilkan kulit sebelum dan sesudah pemberian suntikan dan tindakan medis lain. Alkohol kurang cocok untuk

(17)

 Jenis alkohol yang digunakan sebagai antiseptik adalah etanol

(60-90%), propanol (60-70%) danisopropanol (70-80%)

atau campuran dari ketiganya. Metil alkohol (metanol) tidak boleh

digunakansebagai antiseptik karena dalam kadar rendah pun

(18)

3. Yodium

 Yodium atau iodine biasanya digunakan dalam larutan beralkohol (disebut yodium tinktur) untuk sterilisasi kulit sebelum dan sesudah tindakan medis.

 Larutan ini tidak lagi direkomendasikan untuk mendisinfeksi luka ringan karena mendorong pembentukan jaringan parut dan memperlama waktu penyembuhan.

 Generasi baru yang disebut iodine

povidone (iodophore), sebuah polimer larut air yang mengandung sekitar 10%

yodium aktif, jauh lebih ditoleransi kulit, tidak memperlambat penyembuhan luka,

dan meninggalkan deposit yodium aktif yang dapat menciptakan efek berkelanjutan. Salah satu merk antiseptik dengan iodine

povidoneadalah betadine.

 Keuntungan antiseptik berbasis yodium adalah cakupan luas aktivitas antimikrobanya.

(19)

4. Hidrogen peroksida

 Larutan hidrogen peroksida 6%

digunakan untuk membersihkan luka dan borok.

 Larutan 3% lebih umum digunakan

untuk pertolongan pertama luka gores atau iris ringan di rumah.

 Hidrogen peroksida sangat efektif memberantas jenis kuman anaerob yang tidak membutuhkan oksigen. Namun, oksidasi kuat yang

ditimbulkannya merangsang

pembentukan parut dan menambah waktu penyembuhan. Untung

(20)

 Triclosan adalah antiseptik yang efektif dan populer, bisa ditemui dalam sabun, obat kumur, deodoran, dan

lain-lainTriclosan mempunyai daya antimikroba dengan spektrum luas (dapat melawan

berbagai macam bakteri) dan mempunyai sifat toksisitas minim. Mekanisme kerja

triclosan adalah dengan menghambat biosintesis lipid sehingga membran

(21)

 Pemakaian antiseptik sebagai obat kumur mempunyai peran ganda yaitu sebagai

pencegahan langsung pertumbuhan plak gigi supragingiva dan sebagai terapi

(22)

Chlorhexidine

Desinfeksi :

chlorhexidine digunakan di rumah sakit berbagai negara sebagai antiseptik. Sangat efektif

sebagai disinfektan pada kulit sebelum operasi, cuci tangan sebelum operasi serta sebagai

disinfektan dan alat-alat kedokteran, terutama alat-alat operasi.

(23)

Cara kerja

Telah dibuktikan bahwa chlorhexidine dapat mengikat bakteri, mungkin disebabkan

adanya interaksi antara muatan positif dan molekul-molekul chlorhexidine

dengan dinding sel yang bermuatan negatif

Interaksi ini akan meningkatkan

permeabilitas dinding sel bakteri yang menyebabkan terjadinya penetrasi ke dalam sitoplasma yang menyebabkan

kematian mikroorganisme. Streptokokus tertentu dapat terikat oleh chlorhexidine pada media polisakarida di luar

se1sehingga dapat meningkatkan

(24)

Penelitian secara in vitro menunjukkan bahwa chlorhexidine diserap oleh

hydroxiapatit permukaan gigi dan mucin dari saliva, kemudian dilepas perlahan-lahan dalam bentuk yang aktif. Keadaan ini merupakan dasar aktivitas

chlorhexidine untuk menghambat pembentukan plak (anti-plak)

Kumur-kumur dua kali sehari dengan

(25)

CONTOH : Ulkus mukosa (Aphthous Ulcers)

Penyebab ulkus mukosa ini belum jelas dan perawatannya pada umumnya dilakukan secara simptomatis dengan tujuan

menghilangkan faktor predisposisi.

Pengalaman klinis menunjukkan bahwa pada penderita ini sering mengabaikan

kebersihan mulut karena sakit pada waktu menyikat gigi. Keadaan ini akan

meningkatkan akumulasi plak yang tentunya akan menambah keparahan ulkus. Chlorhexidine dapat membantu

penyembuhan ulkus (sariawan), mungkin disebabkan karena berkurangnya

(26)

Karies gigi

Karies gigi terjadi karena demineralisasi jaringan gigi yang secara klinis akan

tampak adanya lubang pada gigi. Karies dapat disebabkan oleh mikroorganisme dan plak gigi dan dapat diperberat oleh makanan mengandung karbohidrat;

namun tidak ada hubungan langsung antara terjadinya karies dan konsumsi gula. Bakteri plak akan meragikan gula dan menghasilkan asam organik dengan pH rendah; suasana asam akan

menyebabkan terjadinya kerusakan

enamel yang 95% di antaranya adalah hydroksiapatit dan menyebabkan

(27)

HEXETIDINE

 Hexetidine sebagai obat kumur termasuk golongan antiseptik dan merupakan

derivat piridin

 Mempunyai sifat antibakteri, bermanfaat untuk bakteri Gram positif dan Gram

negatif, dan dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya keradangan.

(28)

 Hexetidine

(29)

POVIDONE IODINE

 Povidone Iodine 1 % sebagai obat kumur yang dipasarkan dengan merek dagang

(30)

Efek betadine

 terhadap bakteri rongga mulut sangat cepat dan pada konsentrasi yang tinggi dapat mematikan bakteri rongga mulut

(31)

HIDROGEN PEROKSIDA

Hidrogen peroksida (H202) merupakan antiseptik karena dapat melepaskan oksigen sebagai zat aktif

(32)

DESINFEKTAN

 10 kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal, yaitu :

1. Bekerja dengan cepat untuk

menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar

2. Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur dan kelembaban

3. Tidak toksik pada hewan dan manusia 4. Tidak bersifat korosif

5. Tidak berwarna dan meninggalkan noda 6. Tidak berbau/ baunya disenangi

7. Bersifat biodegradable/ mudah diurai 8. Larutan stabil

(33)

 Variabel dalam desinfektan 1. Konsentrasi (Kadar)

Konsentrasi yang digunakan akan bergantung kepada bahan yang akan didesinfeksi dan

pada organisme yang akan dihancurkan. 2. Waktu

Waktu yang diperlukan mungkin dipengaruhi oleh banyak variable.

3. Suhu

Peningkatan suhu mempercepat laju reaksi kimia.

4. Keadaan Medium Sekeliling

(34)

MACAM-MACAM DESINFEKTAN

DAN ANTISEPTIK

 1. Garam Logam Berat

Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat membunuh bakteri, yang disebut oligodinamik. Hal ini mudah sekali ditunjukkan dengan suatu eksperimen.

Namun garam dari logam berat itu mudah merusak kulit, makan alat-alat yang

terbuat dari logam dan lagipula mahal harganya

(35)

 2. Zat Perwarna

Zat perwarna tertentu untuk pewarnaan bakteri mempunyai daya bakteriostatis. Daya kerja ini biasanya selektif terhadap bakteri gram positif, walaupun beberapa khamir dan jamur telah dihambat atau dimatikan, bergantung pada konsentrasi zat pewarna tersebut. Diperkirakan zat

(36)

 3. Klor dan senyawa klor

Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. persenyawaan klor dengan kapur

atau dengan natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.

Klorin

◦ Warna hijau & bau tajam

◦ Sbg deodoran

◦ Standar pengolahan air minum di seluruh lingkungan

◦ Banyak sebagai desinfeksi & menghilangkan bau (ruangan RS, alat-alat non bedah)

(37)

 4. Fenol dan senyawa-senyawa lain yang sejenis

Larutan fenol 2 – 4% berguna sebagai desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol; lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan yang lain. Karbol ialah nama lain untuk fenol. Seringkali orang

mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga desinfektan menjadi menarik.

Fenol (asam karbol)

◦ Presipitasi protein, merusak membran sel & menurunkan tegangan permkaan

◦ Standard pembanding u/ tentukan aktivitas desinfektan lain

◦ Bau khas & korosif

◦ Tahan panas/kering dan efektif terhadap spora

(38)

 5. Kresol

Destilasi destruktif batu bara berakibat produksi bukan saja fenol tetapi juga

beberapa senyawa yang dikenal sebagai kresol. Kresol efektif sebagai bakterisida, dan kerjanya tidak banyak dirusak oleh adanya bahan organic. Namun, agen ini menimbulkan iritasi (gangguan) pada jaringan hidup dan oleh karena itu

digunakan terutama sebagai disinfektan untuk benda mati. Satu persen lisol

(39)

◦ 6. Alkohol

Sementara etil alcohol mungkin yang paling biasa digunakan, isoprofil dan benzyl alcohol juga

antiseptic. Benzyl alcohol biasa digunakan terutama karena efek preservatifnya (sebagai pengawet).

Paling efektif sbg desinfektan /antiseptik

◦ Mendenaturasi protein dg dehidrasi & mrpkn pelarut lemak (shg dpt merusak membran sel &

menonaktifkan enzim-enzim); membunuh sel vegetatif, tdk spora

◦ 3 jenis : metanol, etanol & isopropanol

◦ Solusi dlm air (70-80%),sering digunakan

(40)

7. Formaldehida

Formaldehida adalah disinfektan yang

baik apabila digunakan sebagai gas. Agen ini sangat efektif di daerah tertutup

sebagai bakterisida dan fungisida. Dalam larutan cair sekitar 37%, formaldehida

(41)

 8. Etilen Oksida

Jika digunakan sebagi gas atau cairan, etilen oksida merupakan agen pembunuh bakteri, spora, jamur dan virus yang sangat efektif. Sifat penting yang membuat senyawa ini

menjadi germisida yang berharga adalah

kemampuannya untuk menembus ke dalam dan melalui pada dasarnya substansi yang manapun yang tidak tertutup rapat – rapat. Misalnya agen ini telah digunakan secara

komersial untuk mensterilkan tong – tong rempah- rempah tanpa membuka tong

(42)

 10. Betapropiolakton

Substansi ini mempunyai banyak sifat

yang sama dengan etilen oksida. Agen ini mematikan spora dalam konsentrasi yang tidak jauh lebih besar daripada yang

diperlukan untuk mematikan bakteri

vegetatif. Efeknya cepat, ini diperlukan, karena betapropiolakton dalam larutan cair mengalami hidrolisis cukup cepat untuk menghasilkan asam akrilat,

(43)

11. Senyawa Amonium Kuaterner

Kelompok ini terdiri atas sejumlah besar senyawa yang empat subtituennya

mengandung karbon, terikat secara

kovalen pada atom nitrogen. Senyawa – senyawa ini bakteriostatis atau

bakteriosida, tergantung pada konsentrasi yang digunakan; pada umumnya,

senyawa-senyawa ini jauh lebih efektif

(44)

 12. Sabun dan Detergen

Sabun bertindak terutama sebagai agen akti-permukaan;yaitu menurunkan

tegangan permukaan. Efek mekanik ini penting karena bakteri, bersama minyak dan partikel lain, menjadi terjaring dalam sabun dan dibuang melalui proses

(45)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rendemen ekstrak, menentukan aktivitas ekstrak dalam menghambat enzim tirosinase dan menentukan kelompok senyawa kimia

Antibakteri adalah obat atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk. menghambat atau membunuh mikroba yang menyebabkan infeksi

 Bahan y krn reaksi kimia dpt menimbulkan kerusakan atau peradangan atau iritasi. bila kontak dgn permukaan kulit yg lembab spt kulit, mata,

Hal ini dikarenakan produk sabun antiseptik kompetitor memiliki efek berbahaya bagi kulit tubuh manusia karena menggunakan bahan aktif dari senyawa kimiawi yaitu triclosan,

Hal ini dikarenakan, didalam kandungan kimia tanaman sirih terdapat beberapa senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik diantaranya senyawa karvakol bersifat

Senyawa- senyawa tersebut adalah senyawa polimer dari unsur-unsur karbon oleh karena itu kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif yang memiliki pori dan permukaan dalam

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Definisi Antibiotika  Antibiotika: Senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau disintesis secara semisintetik yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan