• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PERUMAHAN R

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PERUMAHAN R"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

I. PENDAHULUAN

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah khusus di Papua. Pentingnya koordinasi dan metodologi yang tepat dalam pelaksanaan proyek ini ditekankan untuk mencapai hasil yang cepat dan sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan. Metode yang diuraikan dalam dokumen ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek pembangunan dilakukan dengan efisien dan efektif, mengingat kompleksitas dan tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan.

II. Perencanaan Lapangan (Site Planning) & Strategi Pelaksanaan di Lapangan

Perencanaan lapangan adalah langkah awal yang krusial sebelum pelaksanaan proyek. Ini mencakup pengaturan lokasi peralatan, material, dan fasilitas penunjang lainnya. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk memfasilitasi mobilisasi proyek, menjaga keamanan, serta memastikan kesehatan dan keselamatan kerja di lokasi. Sistem pengaturan yang baik juga memungkinkan pemeriksaan bahan oleh konsultan pengawas dan menjaga kebersihan area kerja, yang merupakan faktor penting dalam kelancaran proses konstruksi.

III. Management dan Administrasi Proyek

Manajemen proyek dilakukan oleh tenaga terampil yang berpengalaman, memastikan kualitas dan keberhasilan pekerjaan. Struktur organisasi proyek melibatkan Project Manager, Site Manager, dan staf teknik yang berfungsi untuk mempermudah koordinasi di lapangan. Setiap bidang tugas diatur berdasarkan keahlian, dan laporan kemajuan disampaikan secara berkala kepada konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek.

1.2.a Struktur Organisasi

Tim manajemen proyek yang profesional dipimpin oleh Project Manager dan Site Manager, dengan dukungan staf teknik dan pelaksana lapangan. Struktur ini dirancang untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan proyek, baik secara administratif maupun teknis.

1.2.b Koordinasi Lapangan

Koordinasi yang efektif di lapangan sangat penting untuk memastikan semua kegiatan berlangsung sesuai rencana. Kepala proyek memimpin semua aktivitas, dan pembagian tugas dilakukan berdasarkan keahlian untuk meminimalisir kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan.

IV. Administrasi dan Pelaporan Proyek

Administrasi proyek melibatkan pengurusan izin dan laporan harian yang mencakup jenis dan volume pekerjaan, material, tenaga kerja, serta kondisi cuaca. Laporan mingguan dan bulanan juga disiapkan untuk memberikan gambaran kemajuan proyek kepada konsultan pengawas. Ini memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proyek tetap mendapatkan informasi terkini dan dapat mengambil keputusan yang tepat.

V. PERSIAPAN

Persiapan proyek mencakup pembuatan papan nama proyek, pemasangan bouwplank, dan penyediaan fasilitas kerja. Setiap tahapan ini direncanakan dengan cermat untuk memastikan bahwa semua aspek proyek siap sebelum konstruksi dimulai. Ketersediaan air dan listrik kerja juga diatur untuk mendukung kelancaran proses pembangunan.

2.1 Pembuatan Papan Nama Proyek

Papan nama proyek dipasang di lokasi yang terlihat untuk memberikan informasi kepada publik tentang proyek yang sedang berlangsung. Pekerjaan ini dilakukan dengan cepat dan efisien, menggunakan material yang sesuai untuk ketahanan.

2.2 Pekerjaan Pemasangan Bouwplank

Pemasangan bouwplank dilakukan setelah area kerja dibersihkan. Tujuannya adalah untuk menentukan elevasi dan membantu akurasi dalam pembangunan. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan cermat agar hasilnya sesuai dengan gambar rencana.

Gambar

Gambar pekerjaan bouwplank
Gambar pekerjaan pondasi.
Gambar pekerjaan pondasi.
Gambar pengecoran sloof.

Referensi

Dokumen terkait

 Pada bagian bawah galian diberi lapisan pasir setebal + 10 cm, kemudian dihampar anstamping (pasangan batu kosong), baru diatasnya dipasang pondasi batu

- Batu belah dan batu pecah yang dipakai dalam pasangan batu kosong harus diletakkan pada lapisan dasar dengan cara sedemikian rupa sehingga pasangan batu kosong yang

Pekerjaan galian tanah untuk pondasi dan galian tanah untuk pondasi batu gunung ukurannya berbeda tetapi tahapan dan tatacara pelaksanaan galiannya sama. Galian tanah dikerjakan

1.2.5 Data Mekanika Tanah yang diperlukan berupa bahan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat untuk beton, batu belah untuk

Komposisi material/adukan disesuaikan dengan spesifikasi dan dilakukan pada lokasi yang ditentukan (komposisi plesteran 1Pc:2Ps untuk pasangan kedap air dan

Pekerjaan konstruksi bangunan adalah pekerjaan yang dimulai dari penggalian tapak pondasi, pemasangan pondasi setempat (Plat), pondasi penimbunan tanah/pasir, lantai, dan

Pekerjaan plesteran dilakukan pada seluruh pasangan dinding bata dengan plesteran 1:4 dan permukaan beton bertulang dengan plesteran 1:3.. Bahan yang digunakan adalah pasir, semen

Galian harus memenuhi ketentuan dari Bagian Pekerjaan Galian, termasuk kunci pada tumit yang diperlukan untuk pasangan batu kosong dan bronjong. Landasan harus